Pada perancangan pabrik nitrogliserin ini dilakukan evaluasi atau penilaian investasi dengan maksud untuk mengetahui apakah pabrik yang dirancang menguntungkan atau tidak. Komponen terpenting dari perancangan ini adalah estimasi harga alat - alat, karena harga ini dipakai sebagai dasar untuk estimasi analisa ekonomi.
Analisa ekonomi dipakai untuk mendapatkan perkiraan/estimasi tentang kelayakan investasi modal dalam suatu kegiatan produksi suatu pabrik dengan meninjau kebutuhan modal investasi, besarnya laba yang diperoleh, lamanya modal investasi dapat dikembalikan dan terjadinya titik impas.
6.1. Penaksiran Harga Peralatan
Harga peralatan proses tiap alat tergantung pada kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Untuk mengetahui harga peralatan yang pasti setiap tahun sangat sulit sehingga diperlukan suatu metoda atau cara untuk memperkirakan harga suatu alat dari data peralatan serupa tahun-tahun sebelumnya. Penentuan harga peralatan dilakukan dengan menggunakan data indeks harga.
Tabel 6.1 Indeks Harga Alat
Cost Indeks tahun Chemical Engineering Plant Index
1991 361,30
1992 358,20
1993 359,20
1994 368,10
1995 381,10
1996 381,70
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
Cost Indeks tahun Chemical Engineering Plant Index
1997 386,50
(Peters & Timmerhaus,ed.5, 2003)
Gambar 6-1 Chemical Engineering Cost Index
Dengan asumsi kenaikan indeks linear, maka dapat diturunkan persamaan least square sehingga didapatkan persamaan berikut:
Y = 3,607X - 6823
Tahun 2017 adalah tahun ke 17, sehingga indeks tahun 2017 adalah 452,32. Harga alat dan yang lainnya diperkirakan pada tahun evaluasi (2017) dan dilihat dari grafik pada referensi. Untuk mengestimasi harga alat tersebut pada masa sekarang digunakan persamaan (Peters & Timmerhaus, 2003) :
Ex = Ey .
1990 1992 1994 1996 1998 2000 2002 2004
Indeks CEP
Tahun
Ny Nx
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
dengan,
Ex = Harga pembelian pada tahun 2017 Ey = Harga pembelian pada tahun referensi Nx = Indeks harga pada tahun 2017
Ny = Indeks harga pada tahun referensi
6.2. Dasar Perhitungan
Kapasitas produksi : 11.000 ton/tahun Satu tahun operasi : 330 hari
Pabrik didirikan : 2017
Harga bahan baku gliserin : US $ 0,77 / kg Harga bahan baku asam nitrat : US $ 0,53 / kg
(www.alibaba.com) Harga bahan pembantu
Katalis asam sulfat : US $ 0,31 / kg
Natrium karbonat : US $ 0,21 / kg
Cooling brine : US $ 0,26 / kg
(www.alibaba.com) Harga produk
Nitrogliserin : US $ 2,85 / kg
(www.eDrug.search.com)
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
6.3. Penentuan Total Capital Investment (TCI)
Asumsi dan ketentuan yang digunakan dalam analisa ekonomi :
1. Pembangunan fisik pabrik akan dilaksanakan pada tahun 2017 dan pabrik dapat beroperasi secara komersial pada awal tahun 2019.
2. Proses yang dijalankan adalah proses kontinyu.
3. Kapasitas produksi adalah 11.000 ton/tahun.
4. Jumlah hari kerja adalah 330 hari per tahun.
5. Shut down pabrik dilaksanakan selama 30 hari dalam satu tahun untuk perbaikan alat-alat pabrik.
6. Modal kerja yang diperhitungkan selama 1 bulan.
7. Umur alat-alat pabrik diperkirakan 10 tahun (kecuali alat-alat tertentu (umur pompa dan tangki adalah 5 tahun).
8. Nilai rongsokan (Salvage Value) adalah nol.
9. Situasi pasar, biaya dan lain-lain diperkirakan stabil selama pabrik beroperasi.
10. Kurs rupiah yang dipakai Rp. 9.515,00. (Sumber: www.bi.go.id) 11. Semua produk nitrogliserin habis terjual.
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
6.3.1. Modal Tetap (Fixed Capital Investment) Tabel 6.2 Modal Tetap
No Keterangan US $ Rp.
1. Harga pembelian peralatan
914.315 8.700.472.522
Tabel 6.2 Modal Tetap (lanjutan)
No Keterangan US $ Rp.
8. Tanah dan perbaikan lahan
2.213.880 21.065.070.878
9. Utilitas
1.253.361 11.925.732.539 Physical Plant Cost
6.411.595 61.006.324.938 10. Engineering & Construction
1.282.319
12.201.264.988 Direct Plant Cost 7.693.914 73.207.589.926 11. Contractor’s fee 769.391 7.320.758.993
12. Contingency 1.923.478 18.301.897.481
Fixed Capital Invesment (FCI) 10.386.784 98.830.246.399
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
6.3.2. Modal Kerja (Working Capital Investment) Tabel 6.3 Modal Kerja
No. Jenis US $ Rp.
1. Persediaan bahan baku
1.466.178 13.950.681.263 2. Persediaan bahan dalam proses
15.518,95 147.662.840 3. Persediaan Produk
2.743,781 26.107.076.607 4. Extended Credit
1.877.973 17/867.203.639
5. Available Cash
2.743.781 26.107.076.607 Working Capital Investment (WCI)
8.847.052 84.179.700.957
Total Capital Investment (TCI)
= FCI + WCI
= Rp. 183.009.947.357
6.4. Biaya Produksi Total (Total Production Cost) 6.4.1. Manufacturing Cost
6.4.1.1. Direct Manufacturing Cost (DMC)
Tabel 6.4 Direct Manufacturing Cost
No. Jenis US $ Rp.
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
No. Jenis US $ Rp.
6. Royalty & Patent
658.507 6.265.698.386
7. Utilitas
351.950 3.348.804.849 Direct Manufacturing Cost (DMC)
20.807.463 197.983.009.170 .
6.4.1.2. Indirect Manufacturing Cost (IMC)
Tabel 6.5 Indirect Manufacturing Cost
No. Jenis US $ Rp.
1. Payroll Overhead
38.844 369.600.000 Indirect Manufacturing Cost (IMC)
271.908 2.587.200.000
6.4.1.3. Fixed Manufacturing Cost (FMC)
Tabel 6.6 Fixed Manufacturing Cost Fixed Manufacturing Cost (FMC) 1.454.150
13.836.234.496
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
Total Manufacturing Cost (TMC) = DMC + IMC + FMC
= Rp ( 197.983.009.170 + 2.587.200.000 + 13.836.234.496 ) = Rp. 214.406.443.66
6.4.2. General Expense (GE)
Tabel 6.7 General Expense
No. Jenis US $ Rp.
1. Administrasi 596.111
5.672,000,000
Biaya Produksi Total (TPC)
= TMC + GE
= Rp 214.406.443.66 + Rp 54.556.703.401
= Rp 268.963.147.066
6.5. Keuntungan Produksi
Penjualan selama 1 tahun :
Nitrogliserin = US $ 32.925.372 = Rp 313.284.919.289
Biaya produksi per tahun = Rp 268.963.147.066
Keuntungan sebelum pajak = Rp 44.321.722.223
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
Pajak = 20 % dari keuntungan = Rp 8.864.354.445 (www.pajak.go.id)
Keuntungan setelah pajak = Rp. 35.457.417.778
6.6. Analiasa Kelayakan
1. % Return on Investment (ROI)
ROI adalah tingkat pengembalian modal dari pabrik ini, dimana untuk pabrik yang tergolong high risk, mempunyai batasan ROI minimum sebelum pajak sebesar 44 % (Aries, 1954).
ROI sebelum pajak = 44,85 % ROI setelah pajak = 35,88 % 2. Pay Out Time POT
POT adalah jumlah tahun yang diperlukan untuk mengembalikan Fixed Capital Investment berdasarkan profit yang diperoleh. Besarnya POT untuk pabrik yang beresiko tinggi sebelum pajak adalah maksimal 2 tahun (Aries, 1954).
POT sebelum pajak = 1,82 tahun POT setelah pajak = 2,18 tahun 3. Break Event Point (BEP)
BEP adalah titik impas, suatu keadaan dimana besarnya kapasitas produksi dapat menutupi biaya keseluruhan. Besarnya BEP untuk pabrik nitrogliserin ini adalah 43,40 %
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
4. Shut Down Point (SDP)
SDP adalah suatu titik dimana pabrik mengalami kerugian sebesar Fixed Cost yang menyebabkan pabrik harus ditutup. Besarnya SDP untuk pabrik nitrogliserin ini adalah 25,74%
5. Discounted Cash Flow (DCF)
DCF adalah perbandingan besarnya persentase keuntungan yang diperoleh terhadap capital investment dibandingkan dengan tingkat bunga yang berlaku di bank. Tingkat bunga simpanan di Bank Mandiri adalah 13,5 % (www.bankmandiri.co.id, 2012). Besarnya DCF yang diperoleh untuk pabrik nitrogliserin ini adalah 29,23 %.
Tabel 6.8 Analisis kelayakan
No. Keterangan Perhitungan Batasan
1.
2.
3.
4.
5.
Return On Investment (% ROI) ROI sebelum pajak
ROI setelah pajak Pay Out Time (POT) POT sebelum pajak POT setelah pajak Break Even Point (BEP) Shut Down Point (SDP) Discounted Cash Flow (DCF)
44,85 %
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
Adapun kurva analisa kelayakan tersebut dapat dilihat pada Gambar 6-2
Keterangan gambar :
FC : Fixed manufacturing cost Va : Variable cost
Ra : Regulated cost
Sa : Sales
SDP : Shut down point BEP : Break even point
Gambar 6-2 Kurva Analisis Kelayakan
0,3 Ra
commit to user Bab VI Analisa Ekonomi
Dari analisis ekonomi yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa pendirian pabrik nitrogliserin dengan kapasitas 11.000 ton/tahun layak dipertimbangkan untuk direalisasikan pembangunannya.