commit to user
Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
46
BAB III
SPESIFIKASI PERALATAN PROSES
3.1. Mixer-01
Kode : M-01
Fungsi : Mencampur asam sulfat dan
asam nitrat
Tipe : Silinder tegak, head and bottom
torispherical
Jumlah : 1 buah
Kondisi Operasi
- Suhu (oC) : 30
- Tekanan (atm) : 1
Material : Stainless steel Steel SA 333
grade C
Waktu tinggal : 0,5 jam
Tinggi (m) : 1,39
Volume (m3) : 0,81
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 0,95
- Tebal (in) : 0,1875
- Tinggi shell (m) : 0,95
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical Head
- Tebal head (in) : 0,1875
- Tingi head (m) : 0,22
Spesifikasi pengaduk
- Jenis : flade blade turbine impellers
dengan 6 blade dan baffle
- Diameter : 0,32 m
- Panjang blade : 0,079 m
- Jumlah : 1
- Kecepatan : 128,85 rpm
- Tenaga motor : 0,5 HP
Ukuran Pipa
- Pipa inlet dari Tangki-01 : 0,375 in SN 40 - Pipa inlet dari Tangki-02 : 1 in SN 40 - Pipa Outlet menuju Reaktor : 1 in SN 40 3.2. Mixer-02
Kode : M-02
Fungsi : Melarutkan Na2CO3 dalam air
Tipe : Silinder tegak, head and bottom
torispherical
Jumlah : 1 buah
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Kondisi Operasi
- Suhu (oC) : 30
- Tekanan (atm) : 1
Material : Carbon steel Steel SA 283
grade C
Waktu tinggal : 0,5 jam
Tinggi (m) : 2,19
Volume (m3) : 3,68
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 1,57
- Tebal (in) : 0,1875
- Tinggi shell (m) : 1,57 Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical Head
- Tebal head (in) : 0,1875
- Tingi head (m) : 0,31
Spesifikasi pengaduk
- Jenis : flade blade turbine impellers
dengan 6 blade dan 4 baffle
- Diameter : 0,52 m
- Panjang blade : 0,13 m
- Jumlah : 1
- Kecepatan : 71,96 rpm
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- Tenaga motor : 1 HP
Ukuran Pipa
- Pipa inlet dari Tangki Na2CO3 : 0,375 in SN 40 - Pipa inlet dari Tangki Utilitas-01 : 2 in SN 40 - Pipa Outlet menuju Mixer-03 : 2 in SN 40 3.3. Mixer-03
Kode : M-03
Fungsi : Netralisasi sisa asam dan
gliserol dengan menggunakan Na2CO3
Tipe : Silinder tegak, head and bottom
torispherical
Jumlah : 1 buah
Kondisi Operasi
- Suhu (oC) : 30
- Tekanan (atm) : 1
Material : Stainless steel Steel SA 333
grade C
Waktu tinggal : 1 jam
Tinggi (m) : 2,87
Volume (m3) : 8,27
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 2,06
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- Tebal (in) : 0,25
- Tinggi shell (m) : 2,06 Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical Head
- Tebal head (in) : 0,25
- Tingi head (m) : 0,41
Spesifikasi pengaduk
- Jenis : flade blade turbine impellers
dengan 6 blade dan baffle
- Diameter : 0,69 m
- Panjang blade : 0,17 m
- Jumlah : 1
- Kecepatan : 110,66 rpm
- Tenaga motor : 9 HP
Ukuran Pipa
- Pipa inlet dari Mixer-02 : 0,75 in SN 40 - Pipa inlet dari Dekanter-01 : 2 in SN 40 - Pipa Outlet menuju UPL : 2 in SN 40 3.4. Mixer-04
Kode : M-04
Fungsi : Mencuci sisa asam dan gliserol
yang masih terikut dalam
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
produk nitrogliserin dengan menggunakan air
Tipe : Silinder tegak, head and bottom
torispherical
Jumlah : 1 buah
Kondisi Operasi
- Suhu (oC) : 15
- Tekanan (atm) : 1
Material : Stainless steel Steel SA 333
grade C
Waktu tinggal : 1 jam
Tinggi (m) : 1,77
Volume (m3) : 1,86
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 1,25
- Tebal (in) : 0,1875
- Tinggi shell (m) : 1,25 Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical Head
- Tebal head (in) : 0,25
- Tingi head (m) : 0,26
Spesifikasi pengaduk
- Jenis : flade blade turbine impellers
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
dengan 6 blade dan 4 baffle
- Diameter : 0,42 m
- Panjang blade : 0,11 m
- Jumlah : 1
- Kecepatan : 208,84 rpm
- Tenaga motor : 7 HP
Ukuran Pipa
- Pipa inlet dari Dekanter-01 : 1 in SN 40 - Pipa inlet dari Tangki Utilitas-01 : 0.75 in SN 40 - Pipa Outlet menuju Dekanter-02 : 1 1/4 in SN 40 3.5. Reaktor
Kode : R
Fungsi : Sebagai tempat terjasinya reaksi
gliserin dan asam campuran menjadi nitrogliserin
Tipe : Continous Strirred Tank
Reaktor (CSTR)
Jumlah : 1 buah
Kondisi Operasi
- Suhu (oC) : 15
- Tekanan (atm) : 1
Material : Stainless steel Steel SA 333
grade C
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Waktu tinggal : 1 jam
Tinggi (m) : 2,88
Volume (m3) : 7,97
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 2,03
- Tebal (in) : 0,25
- Tinggi shell (m) : 2,03 Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical Head
- Tebal head (in) : 0,3125
- Tingi head (m) : 0,42
Spesifikasi pengaduk
- Jenis : flade blade turbine dengan 6
blade dan 4 baffle
- Diameter : 0,68 m
- Panjang blade : 0,17 m
- Jumlah : 1
- Kecepatan : 133,89 rpm
Tenaga motor : 22 HP
Spesifikasi koil pendingin
- Jenis : pendingin koil
- Pendingin : cooling brine
- Jumlah lilitan : 8
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- Pipa koil :
IPS : 1,5 in
OD : 1,9 in
SN : 40
ID : 1,61 in
- Tinggi koil : 0,77 m
- Diameter helix : 1,42 m
- Volume koil : 0,065 m3
- Konstruksi : Stainless steel SA 333 grade C Ukuran Pipa
- Pipa inlet dari Mixer-01 : 1 in SN 40 - Pipa inlet dari Tangki-03 : 0,5 in SN 40 - Pipa Outlet menuju Dekanter-01 : 1 1/4 in SN 20 3.6. Dekanter-01
Kode : FL-01
Fungsi : Memisahkan fase asam dari produk
nitrogliserin
Tipe : Continous gravity decanter
Kondisi operasi
- Suhu (oC) : 15 - Tekanan (atm) : 1
Material : Stainless Steel SA 333 grade C Kapasitas (m3) : 1,39
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 0,87 - Tebal (in) : 0,1875 - Tinggi shell (m) : 2,62
Tinggi pengeluaran fase ringan : 0,02 m Tinggi pengeluaran fase berat : 0,42 m Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical head - Tebal head (in) : 0,1875
- Tingi head (m) : 0,08 Waktu tinggal : 0,94 jam Ukuran pipa
- Umpan : 1 in SN 40
- Produk Fase Ringan : 0,75 in SN 40 - Produk Fase Berat : 1 in SN 40 3.7. Dekanter-02
Kode : FL-02
Fungsi : Memisahkan fase air dari produk
nitrogliserin
Tipe : Continous gravity decanter
Kondisi operasi
- Suhu (oC) : 15 - Tekanan (atm) : 1
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Material : Stainless Steel SA 333 grade C Kapasitas (m3) : 0,71
Spesifikasi Shell
- Diameter dalam (m) : 0,66 - Tebal (in) : 0,5 - Tinggi shell (m) : 1,97
Tinggi pengeluaran fase ringan : 0,27 m Tinggi pengeluaran fase berat : 0,24 m Spesifikasi head
- Bentuk : Torispherical head - Tebal head (in) : 0,5
- Tingi head (m) : 0,055 Waktu tinggal : 0,22 jam Ukuran pipa
- Umpan : 1,25 in SN 40
- Produk Fase Ringan : 0,75 in SN 40 - Produk Fase Berat : 1 in SN 40 3.8 Cooler - 01
Kode : E-01
Fungsi : Mendinginkan asam campuran keluaran
M-01
Tipe : Double pipe
Jumlah : 1 buah
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Duty (kJ/jam) : 37.449,47
Luas area transfer (ft2) : 11,71
Panjang (m) : 7,32
Annulus Inner Pipe
Fluida : Cooling brine Campuran asam
Suhu (oC) : -5 47,96
Tekanan (atm) : 1 1
Kapasitas (kg/jam) : 839,87 1645,70
Diameter luar (in) : 2,38 1,66
Diameter dalam (in) : 2,07 1,38
Jumlah hairpin = 2
∆P (psi) : 0,21 0,15
RD Dibutuhkan RD Perancangan
: 0,0010 : 0,0013
Material : Stainless Steel SA 333 grade C Ukuran pipa:
- Umpan cair - Keluaran cair
: 1 in SN 40 : 1 in SN 40 3.9 Cooler - 02
Kode : E-02
Fungsi : Mendinginkan gliserol keluaran TT-03
Tipe : Double pipe
Jumlah : 1 buah
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Duty (kJ/jam) : 5.111,18
Luas area transfer (ft2) : 3,11
Panjang (m) : 3,66
Annulus Inner Pipe
Fluida : Cooling brine Gliserol
Suhu (oC) : -5 30
Tekanan (atm) : 1 1
Kapasitas (kg/jam) : 266,62 591,52
Diameter luar (in) : 2,38 1,66
Diameter dalam (in) : 2,07 1,38
Jumlah hairpin = 1
∆P (psi) : 2,03 0,021
RD Dibutuhkan RD Perancangan
: 0,0010 : 0,0014
Material : Carbon Steel SA 283 grade C
Ukuran pipa:
- Umpan cair - Keluaran cair
: 0.5 in SN 40 : 0.5 in SN 40 3.10 Cooler - 03
Kode : E-03
Fungsi : Mendinginkan air untuk pencuci sisa
asam dan gliserol
Tipe : Double pipe
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Jumlah : 1 buah
Duty (kJ/jam) : 15.586,02
Luas area transfer (ft2) : 6,65
Panjang (m) : 7,32
Annulus Inner Pipe
Fluida : Cooling brine Air
Suhu (oC) : -5 30
Tekanan (atm) : 1 1
Kapasitas (kg/jam) : 349,55 741,17
Diameter luar (in) : 2,38 1,66
Diameter dalam (in) : 2,07 1,38
Jumlah hairpin = 2
∆P (psi) : 0,44 0,0125
RD Dibutuhkan RD Perancangan
: 0,0010 : 0,0015
Material : Carbon Steel SA 283 grade C
Ukuran pipa:
- Umpan cair - Keluaran cair
: 1 in SN 40 : 1 in SN 40 3.11 Pompa - 01
Kode : J-01
Fungsi : Mengalirkan asam sulfat dari TT-01 ke M-01
Tipe : Sentrifugal
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 0,80 Tenaga pompa : 0,1 Hp Tenaga motor : 0,75 Hp NPSH required : 0,34 ft NPSH available : 21,93 ft Pipa
- IPS : 0,25 in
- OD : 0,54 in
- ID : 0,36 in
- SN : 40
3.12 Pompa - 02
Kode : J-02
Fungsi : Mengalirkan asam nitrat dari TT-02 ke M-01
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 5,62 Tenaga pompa : 1 Hp Tenaga motor : 1,25 Hp NPSH required : 1,25 ft NPSH available : 20,39 ft Pipa
- IPS : 1 in
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- OD : 1,32 in
- ID : 1,05 in
- SN : 40
3.13 Pompa - 03
Kode : J-03
Fungsi : Mengalirkan gliserol dari TT-01 ke R
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 2,49 Tenaga pompa : 0,05 Hp Tenaga motor : 0,08 Hp NPSH required : 0,73 ft NPSH available : 35,83 ft Pipa
- IPS : 0,5 in
- OD : 0,84 in
- ID : 0,62 in
- SN : 40
3.14 Pompa - 04
Kode : J-04
Fungsi : Mengalirkan cairan dari M-01 ke R
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Kapasitas (gpm) : 6,26 Tenaga pompa : 0,15 Hp Tenaga motor : 0,25 Hp NPSH required : 1,35 ft NPSH available : 26,55 ft Pipa
- IPS : 1 1/4 in
- OD : 1,66 in
- ID : 1,38 in
- SN : 40
3.15 Pompa - 05
Kode : J-05
Fungsi : Mengalirkan cairan dari R ke D-01
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 7,30 Tenaga pompa : 0,1 Hp Tenaga motor : 0,17 Hp NPSH required : 1,49 ft NPSH available : 15,30 ft Pipa
- IPS : 1 in
- OD : 1,32 in
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- ID : 1,05 in
- SN : 40
3.16 Pompa - 06
Kode : J-06
Fungsi : Mengalirkan cairan dari D-01 ke M-04
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 11,96 Tenaga pompa : 0,05 Hp Tenaga motor : 0,08 Hp NPSH required : 2,07 ft NPSH available : 48,22 ft Pipa
- IPS : 1/2 in
- OD : 0,84 in
- ID : 0,62 in
- SN : 40
3.17 Pompa - 07
Kode : J-07
Fungsi : Mengalirkan cairan dari D-01 ke M-03
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 6,69
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Tenaga pompa : 0,1 Hp Tenaga motor : 0,17 Hp NPSH required :1,41 ft NPSH available : 20,14 ft Pipa
- IPS : 1 1/4 in
- OD : 1,66 in
- ID : 1,38 in
- SN : 40
3.18 Pompa - 08
Kode : J-08
Fungsi : Mengalirkan cairan dari M-04 ke D-02
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 7,49 Tenaga pompa : 0,1 Hp Tenaga motor : 0,17 Hp NPSH required : 1,52 ft NPSH available : 22,97 ft Pipa
- IPS : 1 1/4 in
- OD : 1,66 in
- ID : 1,38 in
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- SN : 40
3.19 Pompa - 09
Kode : J-09
Fungsi : Mengalirkan cairan dari D-02 ke TT-04
Tipe : Sentrifugal
Jumlah : 1
Kapasitas (gpm) : 4,22 Tenaga pompa : 0,1 Hp Tenaga motor : 0,17 Hp NPSH required : 1,04 ft NPSH available : 40,21 ft Pipa
- IPS : 1 in
- OD : 1,32 in
- ID : 1,05 in
- SN : 40
3.20 Storage - 01
Kode : TT-01
Fungsi : Menyimpan katalis asam sulfat selama 30 hari Tipe : Tangki silinder vertikal, flat bottomed dan atap conical roof
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
- T : 30oC - P : 1 atm
Material : Stainless steel SA-333 grade C Kapasitas : 129,98 m3
Diameter : 6,09 m
Tinggi : 5,49 m
Tebal shell : Course 1 = 0,5 in Course 2 = 0,44 in Course 3 = 0,38 in Tebal head : 1/8 in
Tinggi head : 0,28 m Tinggi total : 5,77 m 3.21 Storage - 02
Kode : TT-02
Fungsi : Menyimpan asam nitrat selama 30 hari
Tipe : Tangki silinder vertikal, flat bottomed dan atap Conical roof
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi - T : 30oC - P : 1 atm
Material : Stainless steel SA-333 grade C Kapasitas : 845,41 m3
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Diameter : 15,24 m
Tinggi : 5,49 m
Tebal shell : Course 1 = 0,81 in Course 2 = 0,75 in Course 3 = 0,69 in Tebal head : 3/16 in
Tinggi head : 1,10 m Tinggi total : 6,59 m 3.22 Storage - 03
Kode : TT-03
Fungsi : Menyimpan gliserol selama 30 hari
Tipe : Tangki silinder vertikal, flat bottomed dan atap Conical roof
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi - T : 30oC - P : 1 atm
Material : Carbon steel SA-283 grade C Kapasitas : 369,85 m3
Diameter : 10,67 m
Tinggi : 5,49 m
Tebal shell : Course 1 = 0,63 in Course 2 = 0,56 in
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Course 3 = 0,5 in Tebal head : 3/16 in
Tinggi head : 0,70 m Tinggi total : 6,19 m 3.23 Storage - 04
Kode : TT-04
Fungsi : Menyimpan gliserol selama 30 hari
Tipe : Tangki silinder vertikal, flat bottomed dan atap Conical roof
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi - T : 30oC - P : 1 atm
Material : Stainless steel SA-333 grade C Kapasitas : 681,57 m3
Diameter : 13,71 m
Tinggi : 5,49 m
Tebal shell : Course 1 = 0,88 in Course 2 = 0,75 in Course 3 = 0,63 in Tebal head : 7/16 in
Tinggi head : 0,83 m Tinggi total : 6,31 m
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
3.24 Silo
Kode : S
Fungsi : Menyimpan natrium karbonat selama 7 hari Tipe : Tangki silinder vertikal, cone 60º bottomed
Jumlah : 1 buah
Kondisi operasi :
- T : 30oC
- P : 1 atm
Material : Carbon steel SA-283 grade C Kapasitas : 44,04 m3
Diameter : 3,15 m
Tinggi : 4,73 m
Tebal shell : 0,25 in Tebal head : 0,25 in Tinggi total : 7,51 m 3.25 Bin-Hopper
Kode alat : H
Fungsi : Menampung natrium karbonat dari silo sebelum diumpankan ke dalam mixer.
Tipe : Conical Bottom Hopper
Jumlah : 1
Kondisi operasi : T = 30 oC
P = 1 atm
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Material : SA 167 Grade 3 Type 304 Volume : 2,4481 m3/jam
Diameter : 1,3658 m
Tinggi silinder : 2,2816 m Tinggi conical I : 0,3675 m Tinggi conical II : 0,2563 m Diameter conical : 0,3553 m Tebal shell : 0,0048 m Tebal bottom : 0,0048 m Tebal head : 0,0048 m 3.26 Belt Conveyor
Kode alat : BC
Fungsi : Memindahkan natrium karbonat dari silo ke hopper.
Tipe : Closed Belt Conveyor
Jumlah : 1
Kondisi operasi : T = 30 oC P = 1 atm Lebar belt : 0,3556 m Kemiringan : 30o Luas penampang : 0,01 m2
Kapasitas : 0,2166 m3/jam Kecepatan belt : 30,5 m/min
commit to user Bab III Spesifikasi Peralatan Proses
Tinggi : 2,5 m
Panjang : 5 m
Daya : 0,1 HP
commit to user
Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium 72 BAB IV
UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM
4.1. Unit Pendukung Proses
Unit pendukung proses atau yang lebih dikenal dengan sebutan utilitas merupakan bagian penting untuk menunjang proses produksi dalam pabrik.
Utilitas di pabrik nitrogliserin yang dirancang meliputi unit pengadaan air, unit pengadaan udara tekan, unit pengadaan listrik dan unit pengadaan bahan bakar.
1. Unit Pengadaan Air
Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan air sebagai berikut :
a. Air pendingin dan pemadam kebakaran
b. Air proses (pencuci sisa asam dan gliserol di tangki pencuci serta air pelarut Na2CO3 untuk netralisasi asam)
c. Air konsumsi umum dan sanitasi 2. Unit Pengadaan Udara Tekan
Unit ini bertugas untuk menyediakan udara tekan untuk kebutuhan instrumentasi pneumatic, untuk penyediaan udara tekan di bengkel dan untuk kebutuhan umum yang lain.
3. Unit Pengadaan Listrik
Unit ini bertugas menyediakan listrik sebagai tenaga penggerak untuk peralatan proses, keperluan pengolahan air, peralatan-peralatan elektronik
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
atau listrik AC, maupun untuk penerangan. Lisrik di-supply dari PLN dan dari generator sebagai cadangan bila listrik dari PLN mengalami gangguan.
4. Unit Pengadaan Bahan Bakar
Unit ini bertugas menyediakan bahan bakar untuk kebutuhan generator.
5. Unit Refrigerasi
Unit ini bertugas untuk menyuplai pendingin yang berupa cooling brine dengan suhu -5 oC.
4.1.1. Unit Pengadaan Air
Air pendingin yang digunakan adalah air yang diperoleh dari air laut, sedangkan air proses, air konsumsi dan sanitasi yang digunakan adalah air yang diperoleh dari PT Krakatau Tirta Industri yang tidak jauh dari lokasi pabrik.
4.1.1.1 Air pendingin dan pemadam kebakaran
Air pendingin yang digunakan dibagi menjadi 2 yaitu air pendingin yang berasal dari cooling brine dan dari air laut. Cooling brine digunakan sebagai pendingin pada reaktor dan heat exchanger dan air laut yang digunakan sebagai pendingin pada condenser refrigerasi. Kedua jenis pendingin ini tidak memerlukan cooling tower. Cooling brine setelah digunakan untuk pendingin reaktor dan heat exchanger dilakukan proses pendinginan di sistem refrigerasi menggunakan amonia sehingga bisa digunakan kembali. Air laut langsung dialirkan ke saluran pembuangan air setelah digunakan sebagai media pendingin.
Air yang digunakan dipompa bersama kebutuhan pelarut Na2CO3 dan air konsumsi umum dan sanitasi dengan menggunakan pompa berdaya 5 HP.
Kemudian diolah terlebih dahulu sesuai keperluannya.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Air laut diperoleh dari laut yang tidak jauh dari lokasi pabrik. Selain sebagai media pendingin, air laut juga digunakan sebagai air pemadam kebakaran.
Air pendingin yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena hanya digunakan pada condenser refrigerasi sebagai media pendingin ammonia ( digunakan sebagai pendingin cooling brine ). Alasan digunakan air laut sebagai media pendingin dan pemadam kebakaran adalah karena faktor-faktor sebagai berikut :
a. Air laut dapat diperoleh dalam jumlah yang besar dengan biaya yang murah b. Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya
c. Dapat menyerap sejumlah panas per satuan volume yang tinggi d. Tidak terdekomposisi
e. Tidak dibutuhkan cooling tower, karena langsung dibuang lagi ke laut
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan air laut sebagai pendingin adalah :
a. Partikel-partikel besar / mikroba (organisme laut dan konstituen lain)
b. Partikel-partikel kecil / mikroba laut (ganggang dan mikroorganisme laut) yang dapat menyebabkan fouling pada alat heat exchanger
Kebutuhan air pendingin dari air laut yang digunakan sebesar 3138,10 kg/jam (3,0678 m3/jam).
Untuk menghindari fouling yang terjadi pada alat-alat penukar panas maka perlu diadakan pengolahan air laut. Pengolahan dilakukan secara fisis (screening) dan kimia (penambahan chlorine).
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium Tahapan pengolahan air laut :
Air laut dihisap dari bak suction / basin yang langsung berada dipinggir laut dengan menggunakan pompa menuju strainer. Dalam pengoperasian digunakan 2 buah pompa (1 service dan 1 stand by) untuk air pendingin sedangkan untuk air pemadam digunakan 2 buah pompa yang dalam keadaan stand by semua. Sebelum masuk pompa, air dilewatkan pada travelling screen untuk menyaring partikel dengan ukuran besar. Didalam basin diinjeksikan sodium hipoklorit NaOCl secara kontinyu untuk menjaga kandungan klorin minimum 1 ppm. Klorin berguna untuk mencegah pertumbuhan ganggang, kerang laut, dan binatang (organisme) air laut lainnya. Injeksi klorin dilakukan dengan 2 cara yaitu injeksi kontinyu di basin dan intermitten di pipa pengaliran yang menuju area proses. Strainer yang digunakan mempunyai saringan stainless steel 0,4 mm, fungsinya untuk menyaring partikel dengan ukuran kecil. Dari strainer, air langsung mengalir menuju area proses.
Sodium hipoklorit (NaOCl) dihasilkan dari proses elektrolisa air laut.
Sistem pembuatan hipoklorit (chloropac) terdiri dari dua buah komponen utama yaitu sel-sel pembangkit dan penyedia tegangan. Sel-sel pembangkit terdiri dari pipa-pipa yang dialiri air laut dan sel-sel penyedia tegangan menghasilkan arus DC sehingga proses elektrolisa dapat terjadi.
Dalam perancangan ini diinjeksikan klorin sebanyak 1,7 ppm. Untuk kondisi normal jika digunakan 1 ppm maka residual klorin 1 ppm, kandungan klorin sebesar ini tidak menyebabkan korosi pada pipa (Powell, hal 508).
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Untuk memompakan air laut dan mengatasi penurunan tekanan pada perpipaan dan di peralatan, digunakan jenis pompa centrifugal 1 stage dengan daya motor tiap pompa 2 HP, sedangkan untuk air pemadam kebakaran disediakan pompa dengan daya motor tiap pompa 11 HP, dengan kapasitas masing-masing 550 gpm.
4.1.1.2 Air Proses
Untuk kebutuhan proses untuk air pencuci sisa asam dan gliserol dan pelarut Na2CO3, sumber air diperoleh dari PT Krakatau Tirta Industri.
Kebutuhan air proses dapat dilihat pada tabel 4.2 : Tabel 4.1 Kebutuhan Air Proses
No. Kode Alat Nama Alat Kebutuhan (kg/jam)
1. M-02 Mixer 1 6.047,6766
2. M-04 Mixer 4 741,1667
Total kebutuhan air proses 6.788,8433
Volume air yang dibutuhkan = 6,6368 m3/jam 4.1.1.3 Air Konsumsi dan Sanitasi
Sumber air untuk keperluan konsumsi dan sanitasi juga berasal dari PT Krakatau Tirta Industri. Air ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, laboratorium, kantor, perumahan, dan pertamanan. Air konsumsi dan sanitasi harus memenuhi beberapa syarat, yang meliputi syarat fisik, syarat kimia, dan syarat bakteriologis.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium Syarat fisik :
a. Suhu di bawah suhu udara luar b. Warna jernih
c. Tidak mempunyai rasa dan tidak berbau Syarat kimia :
a. Tidak mengandung zat organik b. Tidak beracun
Syarat bakteriologis :
Tidak mengandung bakteri – bakteri, terutama bakteri yang pathogen.
Jumlah air konsumsi dan sanitasi
Jumlah air untuk air konsumsi dan sanitasi = 788,4664 kg/jam
= 0,77 m3/jam Tabel 4.2 Jumlah Kebutuhan Air
Komponen
Jumlah kebutuhan Kg/jam m3/jam Air konsumsi dan sanitasi
Air proses
788,466 6944,14
0,77 6,79
Total 7732,61 7,56
Untuk keamanan dipakai 10 % lebih, maka : Total kebutuhan = 8505,87 kg/jam
= 8,32 m3/jam
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium 4.1.2. Unit Pengadaan Udara Tekan
Kebutuhan udara tekan untuk prarancangan pabrik nitrogliserin yang menggunakan 21 alat kontrol ini diperkirakan sebesar 60 m3/jam dengan tekanan 45 psig dan suhu 30 °C, dimana masing-masing alat membutuhkan udara tekan sebesar 2,5 m3/jam. Alat untuk menyediakan udara tekan berupa kompresor yang dilengkapi dengan dryer yang berisi silica gel untuk menyerap kandungan air sampai maksimal 84 ppm.
Spesifikasi kompresor yang dibutuhkan :
Kode : C-01
Fungsi : Memenuhi kebutuhan udara tekan
Jenis : Single Stage Reciprocating Compressor
Jumlah : 1 buah
Kapasitas : 200 m3/jam
Tekanan suction : 1 atm Tekanan discharge : 7 atm
Suhu udara : 30 oC
Efisiensi : 80 %
Daya kompresor : 11 HP
4.1.3. Unit Pengadaan Listrik
Kebutuhan tenaga listrik di pabrik nitrogliserin ini dipenuhi oleh PLN dan generator sebagai cadangan. Hal ini bertujuan agar pasokan tenaga listrik dapat berlangsung kontinyu meskipun ada gangguan pasokan dari PLN. Generator yang digunakan adalah generator arus bolak-balik dengan pertimbangan :
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
a. Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar.
b. Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan.
Kebutuhan listrik di pabrik ini antara lain terdiri dari : 1. Listrik untuk keperluan proses dan utilitas.
2. Listrik untuk penerangan.
3. Listrik untuk AC.
4. Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi.
5. Listrik untuk alat-alat elektronik.
Besarnya kebutuhan listrik masing–masing keperluan di atas dapat diperkirakan sebagai berikut :
4.1.3.1. Listrik Untuk Keperluan Proses dan Utilitas
Kebutuhan listrik untuk keperluan proses dan keperluan pengolahan air dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Kebutuhan Listrik untuk Keperluan Proses dan Utilitas
Nama Alat Jumlah HP Total HP
J-01 1 0,75 60
J-02 1 1,25 10
J-03 1 0,05 25
J-04 1 0,25 2
J-05 1 0,17 7
J-06 1 0,08 0,05
J-07 1 0,17 3
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Nama Alat Jumlah HP Total HP
J-08 1 0,17 37,67
J-09 1 0,17 5
J-10 1 0,33 0,083
J-11 1 2,5 0,5
J-12 1 10 0,05
JU-01 1 2 0,05
JU-02 1 7,5 0,75
CU-01 1 22 0,05
Jumlah 87
Jadi jumlah listrik yang dikonsumsi untuk keperluan proses dan utilitas sebesar 87 HP. Diperkirakan kebutuhan listrik untuk alat yang tidak terdiskripsikan sebesar ± 10 % dari total kebutuhan. Maka total kebutuhan listrik adalah 95,58 HP atau sebesar 247,23 kW.
4.1.3.2. Listrik Untuk Penerangan
Untuk menentukan besarnya tenaga listrik digunakan persamaan :
D U
F L a
.
.
(4.15)
dengan :
L : Lumen per outlet.
a : Luas area, ft2.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
F : foot candle yang diperlukan (Tabel 13 Perry 6th ed).
U : Koefisien utilitas (Tabel 16 Perry 6th ed).
D : Efisiensi lampu (Tabel 16 Perry 6th ed).
Tabel 4.4 Jumlah Lumen Berdasarkan Luas Bangunan
Bangunan Luas, m2 Luas, ft2 F U D Lumen Pos keamanan 100 1076,36 20 0,42 0,75 68340,63 Parkir karyawan 400 4305,46 20 0,49 0,75 234310,72
Garasi 1000 10763,65 20 0,59 0,75 486492,59
Kantin 200 2157,73 20 0,51 0,75 112561,03
Kantor 1000 10763,65 20 0,60 0,75 478384,38
Klinik 100 1076,36 20 0,51 0,75 56280,52
Ruang control 400 4305,46 20 0,56 0,75 205021,88 Laboratorium 300 3229,09 20 0,56 0,75 153766,41
Proses 3000 32290,95 20 0,59 0,75 1459477,78
Masjid 200 2152,73 20 0,55 0,75 104374,77
Utilitas 2000 21527,30 20 0,59 0,75 972985,19
Pembangkit listrik 300 3229,09 20 0,51 0,75 168841,55
Gudang 400 4305,46 20 0,51 0,75 225122,06
Bengkel 300 3229,09 20 0,51 0,75 168841,55
Pemadam kebakaran 400 4305,46 20 0,51 0,75 225122,06 Jalan dan taman 1000 10763,65 20 0,55 0,75 521873,87
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Bangunan Luas, m2 Luas, ft2 F U D Lumen Area perluasan 4000 43054,59 20 0,57 0,75 2014250,04
Total 15100 162531,09 7656047,034
Jumlah lumen :
untuk penerangan dalam ruangan = 4.857.472,15 lumen
untuk penerangan bagian luar ruangan = 1.763.309,61 lumen
Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lampu fluorescent 40 Watt dimana satu buah lampu instant starting daylight 40 W mempunyai 1.920 lumen.
Jadi jumlah lampu dalam ruangan = 4.857.472,15 / 1.920
= 2.530 buah
Untuk penerangan bagian luar ruangan digunakan lampu mercury 100 W, dimana lumen output tiap lampu adalah 3.000 lumen.
Jadi jumlah lampu luar ruangan = 1.763.309,61 / 3.000 = 588 buah
Total daya penerangan = ( 40 W x 2.530 + 100 W x 588 )
= 160.000 W
= 160 kW
4.1.3.3. Listrik Untuk AC
Diperkirakan menggunakan tenaga listrik sebesar 15.000 W atau 15 kW.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
4.1.3.4. Listrik Untuk Laboratorium dan Instrumentasi
Diperkirakan menggunakan tenaga listrik sebesar 10.000 W atau 10 kW
Tabel 4.5 Total Kebutuhan Listrik Pabrik
No. Kebutuhan Listrik Tenaga listrik, kW 1.
2.
3.
4.
Listrik untuk keperluan proses dan utilitas Listrik untuk keperluan penerangan Listrik untuk AC
Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi
71,28 160
15 10
Total 256,28
Generator yang digunakan sebagai cadangan sumber listrik mempunyai efisiensi 80%, maka dipilih generator dengan daya 250 kW.
Spesifikasi generator yang diperlukan :
Jenis : AC generator
Jumlah : 1 buah
Kapasitas / Tegangan : 300 kW ; 220/360 Volt
Efisiensi : 80 %
Bahan bakar : IDO
4.1.4. Unit Pengadaan Bahan Bakar
Unit pengadaan bahan bakar mempunyai tugas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar generator. Jenis bahan bakar yang digunakan adalah IDO
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
(Industrial Diesel Oil). IDO diperoleh dari PT. PERTAMINA (PERSERO) dan distributornya. Pemilihan IDO sebagai bahan bakar didasarkan pada alasan : 1. Mudah didapat
2. Lebih ekonomis
3. Mudah dalam penyimpanan
Bahan bakar IDO yang digunakan mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
Specific gravity : 0,88
Heating Value : 19.600 Btu/lb
Efisiensi bahan bakar : 80%
Densitas : 53,9366 lb/ft3
Kebutuhan IDO dihitung sebagai berikut :
Diperkirakan kebutuhan IDO = 0,25 – 0,3 L/kWh, generator menyuplai daya listrik sebesar 1.980.000 kWh. Maka kebutuhan IDO = 0,25 L/kWh × 1.980.000 kWh/tahun = 495.000 L/tahun = 62,5 L/jam.
4.1.5. Unit Refrigerasi Cooling Brine
Untuk unit ini digunakan pendingin berupa ammonia cair dengan suhu masuk -12 oC. Dipilihnya ammonia untuk refrigerant adalah karena zat ini memiliki suhu yang rendah dan harga yang murah. Unit ini bertugas untuk mendinginkan sampai suhu -5 oC. Unit ini terdiri dari heat exchanger, kompresor, kondensor dan expantion valve.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Tangki Cooling
Brine TC
Amonia
TC Amonia
In
Out
Cooling Brine EV
E-01
In
Out E-02
C
Gambar 4-1 Diagram Alir Pengolahan Cooling Brine 4.2. Laboratorium
Laboratorium memiliki peranan sangat besar di dalam suatu pabrik untuk memperoleh data–data yang diperlukan. Data–data tersebut digunakan untuk evaluasi unit-unit yang ada, menentukan tingkat efisiensi, dan untuk pengendalian mutu.
Pengendalian mutu atau pengawasan mutu di dalam suatu pabrik pada hakikatnya dilakukan dengan tujuan mengendalikan mutu produk yang dihasilkan agar sesuai dengan standar yang ditentukan. Pengendalian mutu dilakukan mulai bahan baku, saat proses berlangsung, dan juga pada hasil atau produk.
Pengendalian rutin dilakukan untuk menjaga agar kualitas dari bahan baku dan produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Dengan pemeriksaan secara rutin juga dapat diketahui apakah proses berjalan normal atau
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
menyimpang. Jika diketahui analisa produk tidak sesuai dengan yang diharapkan maka dengan mudah dapat diketahui atau diatasi.
Laboratorium berada di bawah bidang teknik dan perekayasaan yang mempunyai tugas pokok antara lain :
a. Sebagai pengontrol kualitas bahan baku dan pengontrol kualitas produk
b. Sebagai pengontrol terhadap proses produksi
c. Sebagai pengontrol terhadap mutu air proses, dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi
Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dalam kelompok kerja shift dan non-shift.
1. Kelompok shift
Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisa–analisa rutin terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok ini menggunakan sistem bergilir, yaitu sistem kerja shift selama 24 jam dengan dibagi menjadi 3 shift. Masing–masing shift bekerja selama 8 jam.
2. Kelompok non-shift
Kelompok ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan di laboratorium. Dalam rangka membantu kelancaran pekerjaan kelompok shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di laboratorium utama dengan tugas antara lain :
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
a. Menyediakan reagent kimia untuk analisa laboratorium b. Melakukan analisa bahan pembuangan penyebab polusi
c. Melakukan penelitian atau percobaan untuk membantu kelancaran produksi
Dalam menjalankan tugasnya, bagian laboratorium dibagi menjadi : 1. Laboratorium fisik
2. Laboratorium analitik
3. Laboratorium penelitian dan pengembangan 4.2.1. Laboratorium Fisik
Bagian ini bertugas mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat – sifat bahan baku dan produk. Pengamatan yang dilakukan antara lain :
a. Densitas b. Uji Nyala
c. Uji Kualitas Nitrogliserin 4.2.2. Laboratorium Analitik
Bagian ini bertugas mengadakan pemeriksaan terhadap sifat – sifat kimia bahan baku dan produk. Analisa yang dilakukan antara lain :
a. Analisa komposisi produk utama b. Analisa komposisi bahan baku
4.2.3. Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :
Diversifikasi produk
Perlindungan terhadap lingkungan
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga mengadakan penelitian yang sifatnya tidak rutin, misalnya penelitian terhadap produk di unit tertentu yang tidak biasanya dilakukan penelitian guna mendapatkan alternatif lain terhadap penggunaan bahan baku.
4.2.4.Prosedur Analisa Bahan Baku dan Produk 4.2.4.1. Densitas
Alat : Hidrometer
Cara pengujian :
a. Menuang sampel ke dalam gelas ukur 1 liter (mengusahakan tidak terbentuk gelembung).
b. Memasukkan termometer ke dalam gelas ukur.
c. Memasukkan hidrometer yang telah dipilih sesuai dengan sampel.
d. Memasukkan hidrometer terapung pada sampel sampai konstan lalu membaca skala pada hidrometer tersebut.
e. Mengkonversi menggunakan tabel yang tersedia.
4.2.4.2. Uji Nyala
Alat : Spatula Stainless, api Cara pengujian :
a. Menuangkan sedikit nitrogliserin ke dalam spatula stainless.
b. Memanaskan spatula dari arah bawah ( sampel nitrogliserin dan api tidak terjadi kontak ).
Uji bakar dilakukan dengan merujuk pada sifat fisik propelan yang menghasilkan nyala menjilat yang khas pada propelan.
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium 4.2.4.4. Uji Kualitas Nitrogliserin
Alat : Fourier Transfor Infrared ( FTIR ) Cara pengujian :
a. Memasukkan sampel ke dalam tabung reaksi .
b. Memasukkan tabung reaksi yang telah berisi sampel ke dalam alat uji FTIR.
c. Mengeset panjang gelombang yang akan digunakan untuk menguji sampel.
Dari uji dengan FTIR, adanya puncak gugus nitro pada daerah 1390-1260 cm-1 menunjukkan bahwa reaksi nitrasi gliserin telah menghasilkan nitrogliserin.
Gambar 4.2 Analisa pada Laboratorium 4.2.6. Analisa Air
Air yang dianalisis antara lain:
1. Air proses
2. Air konsumsi umum dan sanitasi
Parameter yang diuji antara lain warna, pH, kandungan klorin, tingkat kekeruhan, total kesadahan, jumlah padatan, total alkalinitas, sulfat, silika, dan konduktivitas air.
Alat-alat yang digunakan dalam laboratorium analisa air ini antara lain:
1. pH meter, digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman/kebasaan air.
Input Bahan Baku Output Produk
Densitas
Viskositas
Densitas
Uji Nyala
Nitrogliserin Proses
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
2. Spektrofotometer, digunakan untuk mengetahui konsentrasi suatu senyawa terlarut dalam air.
3. Peralatan titrasi, untuk mengetahui jumlah kandungan klorida, kesadahan dan alkalinitas.
4. Conductivity meter, untuk mengetahui konduktivitas suatu zat yang terlarut dalam air.
4.3. Unit Pengolahan Limbah
Limbah yang dihasilkan dari pabrik asam formiat dapat diklasifikasi : 1. Bahan buangan cair
2. Bahan buangan padatan 3. Bahan buangan gas
Pengolahan limbah ini didasarkan pada jenis buangannya.
1. Pengolahan buangan cair
Air buangan dari pabrik nitrogliserin ini berupa : a. Unit Pengolahan Air Buangan
Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik dikumpulkan dan diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan lumpur aktif, aerasi dan desinfektan Calsium Hypoclorite.
b. Air Berminyak dari Mesin Proses
Air berminyak berasal dari buangan pelumas pada pompa dan alat lain.
Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Minyak dibagian atas dialirkan ke penampungan minyak dan pengolahannya
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
dengan pembakaran di dalam tungku pembakar, sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke penampungan akhir, kemudian dibuang.
c. Air Hasil Netralisasi
Air hasil netralisasi dari M-03 akan diolah terlebih dahulu pada tangki limbah. Pengolahan limbah ini dilakukan dengan mengencerkan limbah hasil dari M-03 dengan menggunakan air laut sehingga memenuhi nilai ambang batas aman dibuang ke lingkungan. NAB Na2SO4 : 30 mg/L dan NAB NaNO3 : 20 mg/L.
2. Pengolahan bahan buangan padatan
Limbah padat yang dihasilkan berasal dari limbah domestik dan unit pengolahan limbah. Limbah domestik berupa sampah-sampah dari keperluan sehari-hari seperti kertas dan plastik, sampah tersebut ditampung di dalam bak penampungan dan selanjutnya dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Limbah yang berasal dari unit pengolahan limbah ditimbun di dalam tanah yang dindingnya dilapisi dengan clay (tanah liat) agar bila limbah yang dipendam termasuk berbahaya tidak menyebar ke lingkungan sekitarnya.
4.4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pedoman keselamatan kerja dibuat untuk memberikan informasi yang lengkap tentang tata tertib dalam bekerja yang baik dan benar, agar kesehatan dan keselamatan pekerja selama melakukan tugasnya terjamin sesuai dengan peraturan
commit to user Bab IV Unit Pendukung Proses dan Laboratorium
yang telah ditetapkan oleh pihak pabrik yang bekerja sama dengan departemen tenaga kerja.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pabrik cukup berbahaya, oleh karena itu diperlukan disiplin kerja yang baik. Kesalahan akan dapat mengakibatkan kecelakaan bagi manusia dan peralatan pabrik, untuk itu setiap karyawan pabrik diberikan alat pelindung diri. Alat pelindung diri bukan merupakan alat untuk menghilangkan bahaya di tempat kerja, tetapi hanya merupakan usaha untuk mencegah dan mengurangi kontak antara bahaya dan tenaga kerja sesuai dengan standar yang diizinkan.
Keamanan kerja berkaitan erat dengan aktifitas suatu industri, sehingga perlu dipikirkan suatu sistem keamanan yang memadai, karena menyangkut keselamatan manusia, bahan baku, produk dan peralatan pabrik.
commit to user
Bab V Manajemen Perusahaan
93 BAB V
MANAJEMEN PERUSAHAAN
5.1. Bentuk Perusahaan
Adapun Pabrik Nitrogliserin yang akan didirikan mempunyai :
Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)
Lapangan Usaha : Industri Nitrogliserin
Lokasi Perusahaan : Cilegon , Jawa Barat
Alasan dipilihnya bentuk perusahaan ini didasarkan atas beberapa faktor, antara lain:
1. Mudah mendapatkan modal dengan cara menjual saham di pasar modal atau perjanjian tertutup dan meminta pinjaman dari pihak yang berkepentingan seperti badan usaha atau perseorangan.
2. Tanggung jawab pemegang saham bersifat terbatas, artinya kelancaran produksi hanya akan ditangani oleh direksi beserta karyawan sehingga gangguan dari luar dapat dibatasi.
3. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin karena tidak terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, direksi berserta stafnya, dan karyawan perusahaan.
4. Mudah mendapat kredit bank dengan jaminan perusahaan yang sudah ada.
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
5. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain, pemilik perusahaan adalah para pemegang saham dan pengurus perusahaan adalah direksi beserta stafnya yang diawasi oleh dewan komisaris.
6. Efisiensi dari manajemen
Para pemegang saham dapat memilih orang yang ahli sebagai dewan komisaris dan direktur utama yang cukup cakap dan berpengalaman.
7. Lapangan usaha lebih luas
Suatu Perseroan Terbatas dapat menarik modal yang sangat besar dari masyarakat, sehingga dengan modal ini PT dapat memperluas usahanya.
8. Merupakan bidang usaha yang memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi.
9. Mudah bergerak di pasar modal
(Widjaja, 2003)
5.2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang kelangsungan dan kemajuan perusahaan, karena berhubungan dengan komunikasi yang terjadi dalam perusahaan demi tercapainya kerjasama yang baik antar karyawan.
Untuk mendapatkan sistem organisasi yang baik maka perlu diperhatikan beberapa azas yang dapat dijadikan pedoman, antara lain:
Pendelegasian wewenang
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
Perumusan tujuan perusahaan dengan jelas
Pembagian tugas kerja yang jelas
Kesatuan perintah dan tanggung jawab
Sistem kontrol atas kerja yang telah dilaksanakan
Organisasi perusahaan yang fleksibel
(Widjaja, 2003) Dengan berpedoman terhadap asas - asas tersebut, maka dipilih organisasi kerja berdasarkan Line and Staff System. Pada sistem ini, garis wewenang lebih sederhana, praktis dan tegas. Demikian pula dalam pembagian tugas kerja seperti yang terdapat dalam sistem organisasi fungsional, sehingga seorang karyawan hanya akan bertanggung jawab pada seorang atasan saja.
Untuk kelancaran produksi, perlu dibentuk staf ahli yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Bantuan pikiran dan nasehat akan diberikan oleh staf ahli kepada tingkat pengawas demi tercapainya tujuan perusahaan.
Menurut Djoko (2003), ada 2 kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi kerja berdasarkan sistem garis dan staff ini, yaitu :
1. Sebagai garis atau lini, yaitu orang-orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan.
2. Sebagai staff, yaitu orang - orang yang melakukan tugas sesuai dengan keahliannya, dalam hal ini berfungsi untuk memberi saran - saran kepada unit operasional.
Dewan Komisaris mewakili para pemegang saham (pemilik perusahaan) dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya. Tugas untuk menjalankan perusahaan
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
dilaksanakan oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Produksi dan Direktur Keuangan-Umum. Direktur Produksi membawahi bidang produksi dan teknik, sedangkan direktur keuangan dan umum membawahi bidang pemasaran, keuangan, dan bagian umum. Kedua direktur ini membawahi beberapa kepala bagian yang akan bertanggung jawab atas bagian dalam perusahaan, sebagai bagian dari pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
Masing-masing kepala bagian akan membawahi beberapa seksi dan masing- masing seksi akan membawahi dan mengawasi para karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya. Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang dipimpin oleh seorang kepala regu dimana setiap kepala regu akan bertanggung jawab kepada pengawas masing - masing seksi (Widjaja, 2003).
Manfaat adanya struktur organisasi adalah sebagai berikut :
a. Menjelaskan, membagi, dan membatasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab setiap orang yang terlibat di dalamnya
b. Penempatan tenaga kerja yang tepat
c. Pengawasan, evaluasi dan pengembangan perusahaan serta manajemen perusahaan yang lebih efisien.
d. Penyusunan program pengembangan manajemen
e. Menentukan pelatihan yang diperlukan untuk pejabat yang sudah ada f. Mengatur kembali langkah kerja dan prosedur kerja yang berlaku bila
tebukti kurang lancar.
Struktur organisasi pabrik Nitrogliserin adalah sebagai berikut :
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
RUPS (Rapat Umum Pemegang
Saham)
DEWAN KOMISARIS
DIREKTUR UTAMA
Staff Ahli
Direktur Teknik
& Produksi
Kabag Produksi
Direktur Keuangan &
Administrasi
Kasi Produksi Kasi Utilitas
Kabag Teknik Kabag
Keuangan
Kabag
Administrasi Kabag Umum
Kasi Pengendalian Proses Kasi Rekayasa Proses Kasi Laboratorium & Mutu Kasi Keuangan Kasi Pemasaran Kasi Pembelian Kasi Personalia Kasi Tata Usaha Kasi Kesehatan & Keamanan Kerja
Kasi Hubungan Masyarakat
Kasi Pengolahan LimbahKary. Pengolahan Limbah
Kary. Produksi Kary. Utilitas Kary. Pengendalian Proses Kary. Rekayasa Proses Kary. Laboratorium & Mutu Kary. Keuangan Kary. Pemasaran Kary. Pembelian Kary. Personalia Kary. Tata Usaha Kary. Hubungan Masyarakat Kary. Kesehatan & Keamanan Kerja
Kasi PerawatanKary. Perawatan
Gambar 5.1 Struktur Organisasi Pabrik Pembuatan Nitrogliserin
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
5.3. Tugas dan Wewenang 5.3.1. Pemegang Saham
Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan tersebut. Para pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Kekuasaan tertinggi pada perusahaan yang mempunyai bentuk perseroan terbatas adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pada RUPS tersebut para pemegang saham berwenang:
1. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris 2. Mengangkat dan memberhentikan Direksi
3. Mengesahkan hasil-hasil usaha serta laba rugi tahunan perusahaan (Widjaja, 2003) 5.3.2. Dewan Komisaris
Dewan komisaris merupakan pelaksana tugas sehari-hari dari pemilik saham sehingga dewan komisaris akan bertanggung jawab kepada pemilik saham.
Tugas-tugas Dewan Komisaris meliputi:
1. Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijakan umum, target perusahaan, alokasi sumber - sumber dana dan pengarahan pemasaran
2. Mengawasi tugas - tugas direksi
3. Membantu direksi dalam tugas - tugas penting
(Widjaja, 2003)
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
5.3.3. Dewan Direksi
Direksi Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan. Direktur utama bertanggung jawab kepada dewan komisaris atas segala tindakan dan kebijakan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan. Direktur utama membawahi Direktur Teknik dan Produksi, serta Direktur Keuangan dan Administrasi.
Tugas-tugas Direktur Utama meliputi :
1. Melaksanakan kebijakan perusahaan dan mempertanggung jawabkan pekerjaannya secara berkala atau pada masa akhir pekerjaannya pada pemegang saham.
2. Menjaga kestabilan organisasi perusahaan dan membuat kelangsungan hubungan yang baik antara pemilik saham, pimpinan, karyawan, dan konsumen.
3. Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan persetujuan rapat pemegang saham.
4. Mengkoordinir kerja sama dengan Direktur Teknik dan Produksi, dan Direktur Keuangan dan Administrasi.
Tugas-tugas Direktur Teknik dan Produksi meliputi :
1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang produksi, teknik, dan rekayasa produksi.
2. Mengkoordinir, mengatur, serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
3. Memimpin pelaksanaan kegiatan pabrik yang berhubungan dengan bidang teknik, produksi pengembangan, pemeliharaan peralatan dan laboratorium.
Tugas-tugas Direktur Keuangan dan Administrasi meliputi :
1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang pemasaran, keuangan, administrasi, dan pelayanan umum.
2. Mengkoordinir, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.
5.3.4. Staf Ahli
Staf ahli terdiri dari tenaga - tenaga ahli yang bertugas membantu direktur dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan teknik maupun administrasi. Staf ahli bertanggung jawab kepada direktur utama sesuai dengan bidang keahlian masing - masing.
Tugas dan wewenang staf ahli meliputi :
1. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.
2. Memberi masukan - masukan dalam perencanaan dan pengembangan perusahaan.
3. Memberi saran - saran dalam bidang hukum.
5.3.5. Kepala Bagian
Secara umum tugas kepala bagian adalah mengkoordinir, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan garis wewenang yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Kepala bagian dapat juga bertindak sebagai staf direktur. Kepala bagian bertanggung jawab kepada
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
direktur Utama. Kepala Bagian membawahi Kepala Seksi. Kepala Seksi merupakan pelaksana pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh kepala bagian masing-masing, agar diperoleh hasil yang maksimum dan efektif selama berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung jawab terhadap kepala bagian masing-masing sesuai dengan seksinya.
Kepala bagian terdiri dari:
1. Kepala Bagian Produksi
Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam bidang mutu, jalannya operasi pabrik sehari-hari, dan menjaga kelancaran proses produksi serta mengkoordinir kepala-kepala seksi yang menjadi bawahannya.
Kepala Bagian Produksi membawahi tiga Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Produksi
Tugas : Mengawasi jalannya proses produksi, menjalankan tindakan seperlunya terhadap kejadian-kejadian yang tidak diharapkan sebelum diambil oleh seksi yang berwenang.
Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin Jumlah : 1 orang
Bawahan : 3 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia) 16 orang operator (STM / SLTA)
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
Tabel 5.1. Perincian Jumlah Karyawan Produksi
Nama Bagian Jumlah/shift Total (4 shift) Unit Persiapan Bahan
Unit Proses Unit Pemisahan
(decanter-01, tangki pencuci, netraliser, decanter-02) TOTAL
1 1
2
4
4 4
8
16
b) Kepala Seksi Pengolahan Limbah
Tugas : Melaksanakan dan mengatur proses pengolahan limbah hingga mencapai batas aman yang diperbolehkan.
Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin Jumlah : 1 orang
Bawahan : 2 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia) 16 orang operator (STM / SLTA)
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
Tabel 5.2. Perincian Jumlah Karyawan Pengolahan Limbah Nama Bagian Jumlah/shift Total (4 shift) Unit Pengolahan Limbah Padat
Unit Pengolahan Limbah Cair TOTAL
1 3 4
4 12 16
c) Kepala Seksi Utilitas
Tugas : Melaksanakan dan mengatur sarana utilitas untuk memenuhi kebutuhan proses, kebutuhan uap, dan air.
Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin Jumlah : 1 orang
Bawahan : 1 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia) 12 orang operator (STM / SLTA)
Tabel 5.3. Perincian Jumlah Karyawan Utilitas
Nama Bagian Jumlah orang/shift Jumlah orang x 4 shift Unit Penyediaan Listrik
Unit Penyediaan Air &
Steam TOTAL
1 2
3
4 8
12
commit to user Bab V Manajemen Perusahaan
2. Kepala Bagian Teknik
Tugas kepala bagian teknik, antara lain:
a. Mengkoordinir kepala - kepala seksi yang menjadi bawahannya b. Bertanggung jawab kepada direktur produksi dalam bidang
peralatan dan proses
Kepala Bagian teknik membawahi empat Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Pengendalian Proses
Tugas : Bertanggung jawab terhadap pengendalian selama proses produksi berlangsung.
Pendidikan: Sarjana Teknik Instrumentasi Jumlah : 1 orang
Bawahan : 2 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Instrumentasi) 4 orang operator (STM Listrik)
b) Kepala Seksi Perawatan / Pemeliharaan
Tugas : Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi dan penunjangnya.
Pendidikan: Sarjana Teknik Mesin Jumlah : 1 orang
Bawahan : 2 orang kepala shift (S-1/D-3 Teknik Mesin) 4 orang operator (STM Peralatan Industri)