• Tidak ada hasil yang ditemukan

: Silinder vertikal flat bottom dan conical head

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan ": Silinder vertikal flat bottom dan conical head"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

Bab III Spesifikasi Peralatan Proses

Tenaga pompa : 0,5 Hp Tenaga motor : 1 Hp NPSH required : 1,98 ft NPSH available : 42,29 ft Pipa

- IPS : 1,25 in

- OD : 1,66 in

- ID : 1,38 in

- SN : 40

3.9. Tangki Sorbitol

Kode : T-01

Fungsi : Menyimpan produk sorbitol cair selama 30 hari

Jumlah : 1

Jenis tangki : Silinder vertikal flat bottom dan conical head Kondisi operasi

P : 1 atm

T : 30 oC

Bahan konstruksi : Carbon Steel SA 283 Grade C Diameter (D) : 15,24 m

Tinggi shell (H) : 7,31 m Jumlah course : 4 Tebal shell

course 1 : 1,25 in

(2)

commit to user

Bab III Spesifikasi Peralatan Proses course 2 : 1 in course 3 : 1 in course 4 : 0,75 in Tebal bottom : 0,25 in Tebal roof : 0,75 in Tinggi roof : 1,2 m Kemiringan roof : 8,92 o Tinggi total : 8,51 m 3.10. Silo

Kode : S-01/02/03/04/05

Fungsi : Menyimpan bahan baku dekstrosa anhidrat selama 15 hari produksi

Jumlah : 5

Diameter (D) : 4,96 m Tinggi total (H) : 13,76 m Tinggi Conical I (H1) : 4,299 m Tinggi Conical II (H2) : 0,47 m Diameter conical I (Do) : 0,54 m

Tebal shell : 0,1875 in

Tebal head : 0,1875 in

Tebal bottom : 0,1875 in 3.11. Hopper

Kode : H-01

(3)

commit to user

Bab III Spesifikasi Peralatan Proses

Fungsi : Mengumpankan dekstrosa anhidrat ke dalam mixer

Jumlah : 1

Diameter (D) : 0,35 m Tinggi silinder (H) : 0,51 m Tinggi Conical I (H1) : 0,147 m Tinggi Conical II (H2) : 0,303 m Diameter conical I (Dc) : 0,17 m

Tebal shell : 0,1875 in

Tebal head : 0,1875 in

Tebal bottom : 0,1875 in

(4)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

54 BAB IV

UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM

4.1. Unit Pendukung Proses

Unit pendukung proses atau yang lebih dikenal dengan sebutan utilitas merupakan unit penunjang proses produksi yang merupakan bagian penting untuk menunjang berlangsungnya proses suatu pabrik. Unit pendukung proses yang terdapat dalam pabrik sorbitol adalah :

1. Unit pengadaan air

Unit ini bertugas menyediakan dan mengolah air untuk memenuhi kebutuhan air sebagai berikut :

a. Air pendingin

Kebutuhan air pendingin sebesar 2.411,22 kg/jam.

b. Air umpan boiler (steam)

Kebutuhan make up air umpan boiler sebesar 215,29 kg/jam.

c. Air konsumsi umum dan sanitasi

Kebutuhan air konsumsi umum dan sanitasi sebesar 6.2405 kg/hari.

2. Unit pengadaan steam

Unit ini bertugas untuk menyediakan kebutuhan steam sebagai media pemanas evaporator. Kebutuhan steam sebesar 1076,39 kg/jam bersuhu 250oF tekanan 29,8 psia.

(5)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium 3. Unit pengadaan udara tekan

Unit ini bertugas untuk menyediakan udara tekan untuk kebutuhan instrumentasi pneumatic, penyediaan udara tekan di bengkel, dan kebutuhan umum yang lain. Kebutuhan udara tekan yang harus disediakan adalah sebesar 100 m3/jam bertekanan 4 atm.

4. Unit pengadaan listrik

Unit ini bertugas menyediakan listrik sebagai tenaga penggerak untuk peralatan proses, keperluan pengolahan air, peralatan-peralatan elektronik atau listrik AC, maupun untuk penerangan. Kebutuhan listrik untuk penerangan dan AC sebesar 177 kW disuplai dari PLN dan sebesar 200 kW disuplai dari generator sebagai sumber listrik untuk kebutuhan proses,utilitas dan lab.

5. Unit pengadaan bahan bakar

Unit ini bertugas menyediakan bahan bakar untuk kebutuhan boiler, dan generator. Kebutuhan Industrial Diesel Oil (IDO) untuk pabrik ini adalah sebesar 145 liter/jam.

4.1.1. Unit Pengadaan Air

Air konsumsi umum dan sanitasi yang digunakan adalah air yang diperoleh dari PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI). Sedangkan, untuk air pendingin dan air pemadam kebakaran menggunakan air laut yang berasal dari Selat Sunda.

a. Air Pendingin dan Air Pemadam Kebakaran

Pabrik ini menggunakan air laut sebagai air pendingin dan air pemadam kebakaran. Alasan digunakannya air laut sebagai media pendingin adalah :

1. Air laut dapat diperoleh dalam jumlah yang besar dengan biaya murah.

(6)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

2. Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya.

3. Dapat menyerap sejumlah panas per satuan volume yang tinggi.

4. Tidak terdekomposisi.

5. Tidak dibutuhkan cooling tower, karena air laut langsung dibuang lagi ke laut.

 Pengolahan air laut

Untuk menghindari fouling yang terjadi pada alat-alat penukar panas maka perlu diadakan pengolahan air laut. Pengolahan dilakukan secara fisik dan kimia.

Pengolahan secara fisik adalah dengan screening dan secara kimia adalah dengan penambahan chlorine. Tahapannya adalah sebagai berikut :

Air laut dihisap dari kolam yang langsung berada di pinggir laut dengan menggunakan pompa, dalam pengoperasian digunakan dua buah pompa, satu service dan lainnya standby. Sebelum masuk pompa, air dilewatkan pada travelling screen untuk menyaring partikel dengan ukuran besar. Pencucian dilakukan secara kontinyu. Setelah dipompa kemudian dialirkan ke strainer yang mempunyai saringan stainless steel 0,4 mm dan mengalami pencucian balik secara periodik. Air laut kemudian dialirkan ke pabrik. Di dalam kolam diinjeksikan sodium hipoklorit untuk menjaga kandungan klorin minimum 1 ppm. Dalam perancangan ini diinjeksikan klorin sebanyak 1 ppm. Sodium hipoklorit dibuat di dalam Chloropac dengan bahan baku air laut dengan cara elektrolisa. Klorin diinjeksikan secara kontinyu dalam kolam dan secara intermitten di pipa pengaliran.

(7)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

5 3 4

2 Air 1

Laut Ke Pabrik

Keterangan : 1. Saringan Awal 2. Kolam Penampungan 3. Traveling Screen 4. Pompa

5. Strainer, untuk diameter >0.4 mm 6. Chloropac

6 Injeksi secara

kontinyu Injeksi secara

intermitten

Gambar 4.1 Skema Pengolahan Air Laut

 Kebutuhan Air Pendingin

Kebutuhan air pendingin dapat dilihat pada Tabel 4.1 Tabel 4.1 Kebutuhan Air Pendingin

No. Kode Alat Alat Kebutuhan

(kg/jam) 1 HE-02 Cooler product Evaporator EV-01 2411.2245

Total 2411.2245

b. Air Konsumsi Umum dan Sanitasi

Sumber air untuk keperluan konsumsi umum dan sanitasi berasal dari PT KTI. Air ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum, laboratorium, kantor, perumahan, dan pertamanan. Air konsumsi umum dan sanitasi harus memenuhi beberapa syarat yang meliputi syarat fisik, kimia, dan bakteriologis.

(8)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium Syarat fisik :

 Suhu di bawah suhu udara luar

 Warna jernih

 Tidak mempunyai rasa dan tidak berbau Syarat kimia :

 Tidak mengandung zat organik

 Tidak beracun Syarat bakteriologis :

 Tidak mengandung bakteri–bakteri, terutama bakteri yang pathogen.

Air yang diperoleh dari PT KTI ini telah memenuhi syarat-syarat kualitas air untuk konsumsi umum dan sanitasi sehingga tidak perlu diolah kembali.

Kebutuhan air konsumsi umum dan sanitasi dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Kebutuhan Air Konsumsi Umum dan Sanitasi No. Nama Unit Kebutuhan (kg/hari)

1 Perkantoran 3325

2 Laboratorium 800

3 Kantin 1330

5 Air Hidran/Taman 545.5

6 Poliklinik 240

Total 6240.5

Kebutuhan air konsumsi umum dan sanitasi = 6240,5 kg/hari

Total air yang disuplai dari PT KTI = air demin + air konsumsi umum dan sanitasi

= 1.935,16 kg/jam

(9)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium c. Air umpan boiler

Untuk kebutuhan air umpan boiler, sumber air yang digunakan adalah air dari PT KTI. Tahapan pengolahan air agar dapat digunakan sebagai air umpan boiler meliputi :

1. Kation Exchanger

Air bersih dari bak penampungan dialirkan menuju unit penyediaan air umpan boiler. Air umpan boiler harus dihilangkan kandungan garam-garamnya yang dapat menimbulkan kesadahan dalam air. Kation exchanger berfungsi untuk mengikat ion-ion positif dari garam yang terlarut dalam air. Alat ini berupa silinder tegak yang berisi tumpukan butir-butir resin penukar ion. Resin yang digunakan adalah jenis C-300 dengan notasi RH2. Adapun reaksi yang terjadi dalam kation exchanger adalah:

2NaCl + RH2 ---> RNa2 + 2 HCl ...(IV-1) CaCO3 + RH2 ---> RCa + H2CO3 ...(IV-2) BaCl2 + RH2 ---> RBa + 2 HCl ...(IV-3) Apabila resin sudah jenuh maka pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan H2SO4 98%. Reaksi yang terjadi pada waktu regenerasi adalah:

RNa2 + H2SO4 ---> RH2 + Na2SO4 ...(IV-4) RCa + H2SO4 ---> RH2 + CaSO4...(IV-5) RBa + H2SO4 ---> RH2 + BaSO4 ...(IV-6) 2. Anion Exchanger

Air hasil kation exchanger kemudian dialirkan menuju anion exchanger. Alat ini hampir sama dengan kation exchanger namun memiliki fungsi yang

(10)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

berbeda yaitu mengikat ion-ion negatif yang ada dalam air. Dan resin yang digunakan adalah jenis A - 500P dengan notasi R(OH)2. Reaksi yang terjadi di dalam anion exchanger adalah:

R(OH)2 + 2 HCl ---> RCl2 + 2 H2O ...(IV-7) R(OH)2 + H2SO4 ---> RSO4 + 2 H2O...(IV-8) R(OH)2 + H2CO3 ---> RCO3 + 2 H2O...(IV-9)

Pencucian resin yang sudah jenuh digunakan larutan NaOH 4%. Reaksi yang terjadi saat regenerasi adalah:

RCl2 + 2 NaOH ---> R(OH)2 + 2 NaCl ...(IV-10) RSO4 + 2 NaOH ---> R(OH)2 + 2 Na2SO4 ...(IV-11) RCO3 + 2 NaOH ---> R(OH)2 + 2 Na2CO3 ...(IV-12) 3. Deaerasi

Air yang sudah bebas dari ion-ion positif dan negatif kemudian dialirkan menuju tangki deaerasi menggunakan pompa. Proses deaerasi bertujuan untuk menghilangkan gas terlarut, terutama oksigen dan karbon dioksida dengan cara pemanasan menggunakan steam. Oksigen terlarut dapat menyebabkan korosi pada alat-alat proses dan boiler. Gas ini kemudian dibuang ke atmosfer. Air bebas gas terlarut kemudian diumpankan menuju tangki penyimpanan umpan boiler.

4. Tangki Umpan Boiler

Alat ini berfungsi menampung air umpan boiler selama 24 jam. Bahan-bahan yang ditambahkan untuk mencegah korosi dan kerak, antara lain :

a. Hidrazin (N2H4)

(11)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Zat ini berfungsi untuk menghilangkan sisa gas terlarut terutama gas oksigen sehingga dapat mencegah korosi pada boiler. Reaksi yang terjadi : N2H4(aq) + O2(g) N2(g) + 2 H2O (l) ...(IV-13) b. NaH2PO4

Zat ini berfungsi untuk mencegah timbulnya kerak. Reaksi yang terjadi : 2 NaH2PO4 +4 NaOH +3 CaCO3 Ca3(PO4)2 + 3Na2CO3+4H2O (IV-14)

(Powell,1954) Tabel 4.3 Kebutuhan Air Umpan Boiler

No Keterangan Kebutuhan ( kg/jam )

1. Kebutuhan Air umpan boiler 1423,83 2. Make up air umpan boiler (20%) 215,2782

Gambar 4.2 Skema Pengolahan Air Umpan Boiler

4.1.2. Unit Pengadaan Steam

Steam yang diproduksi pada pabrik sorbitol ini digunakan sebagai media pemanas evaporator. Untuk memenuhi kebutuhan steam digunakan 1 buah boiler.

Steam yang dihasilkan dari boiler ini adalah saturated steam yang mempunyai suhu 121oC dan tekanan 29,825 psi.

Kation Exchanger

Anion Exchanger

Demin Water

Deaerator Tangki

Umpan Boiler Boiler

Bak Penampung

Air KTI

(12)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Jumlah steam yang dibutuhkan sebesar 1076.39 kg/jam. Untuk menjaga kemungkinan kebocoran steam pada saat distribusi dan make up blowdown pada boiler, maka jumlah steam dilebihkan sebanyak 20%. Sehingga jumlah steam yang dibutuhkan adalah 1291,7 kg/jam.

Perancangan boiler :

Dirancang untuk memenuhi kebutuhan steam

Steam yang dihasilkan : T = 121oC = 250 °F P = 29,825 psia

∆Hv steam = 945,5 BTU/lbm Jenis boiler = boiler pipa api

 Menentukan daya boiler

Daya yang diperlukan boiler dihitung dengan persamaan :

...(IV-15) Dimana :

Ms = massa steam yang dihasilkan

= 2845 lb/jam

∆hv = entalpi steam pada 77,08 atm dan 293 oC

= 945,5 BTU/lbm (Tabel 7 Kern)

∆hfeed = entalpi umpan (BTU/lbm) Umpan air terdiri dari :

20 % make up water (T = 35oC, ∆h = 62,98 BTU/lbm) dan 80 % kondensat (∆h

kondensat = 216,48 BTU/lbm). (Tabel 7 Kern)

5 , 34 3 , 970

) .(

x hfeed hv

Dayams  

(13)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

∆hfeed = 160.59 BTU/lbm

Jadi daya yang dibutuhkan adalah sebesar 70 HP

 Menentukan luas penampang perpindahan panas Ditentukan luas bidang pemanasan = 12 ft2/HP Total heating surface = 840 ft2

 Perhitungan kapasitas boiler Q = ms (h – hf)

= 2845 x (945,5 – 160,59)

= 2.233.134,65 BTU/jam

 Kebutuhan bahan bakar

Bahan bakar yang digunakan adalah Industrial Diesel Oil (IDO).

Heating value (HV) IDO = 19.600 BTU/lb Densitas = 54,9366 lb/ft3

Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan panas yang ada adalah sebesar 111 L/jam.

Spesifikasi boiler yang dibutuhkan :

Kode : B-01

Fungsi : Memenuhi kebutuhan steam Jenis : Boiler pipa api

Jumlah : 1 buah

Tekanan steam : 29,825 psi (2,028 atm) Suhu steam : 250 oF (121 oC)

Efisiensi : 80 %

(14)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Bahan bakar : Industrial Diesel Oil (IDO)

4.1.3. Unit Pengadaan Udara Tekan

Kebutuhan udara tekan untuk prarancangan pabrik sorbitol digunakan sebagai instrumentasi pneumatic.

Kebutuhan udara tekan diperkirakan kebutuhan udara tekan sebesar 100 m3/jam, tekanan 4 atm (58,8 psi), dan suhu 35oC. Alat untuk menyediakan udara tekan berupa kompresor.

Perhitungan Daya Kompresor

Daya yang diperlukan kompresor dihitung dengan persamaan :

... ………..(IV-16) Dimana :

K = adiabatik exponent = 1,19 (Fig. 1 Branan) P1 = suction pressure = 1 atm (14,7 psi)

Q1 = kapasitas aktual = 36,99 ft3/menit

r = compression ratio (P2/P1) = 4 (Perry 8 ed, p 10-45) EO = efisiensi = 80%

Jadi daya yang dibutuhkan adalah sebesar = 7,5 HP Spesifikasi kompresor yang dibutuhkan :

Kode : KU-01

Fungsi : Memenuhi kebutuhan udara tekan Jenis : Single Stage Reciprocating Compressor

 

O

K K

E

r Q K P

K Daya



 

 





 

 

1 1 .

33000

144 ( 1)

1 1

(15)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Jumlah : 1 buah

Kapasitas : 100 m3/jam Tekanan suction : 1 atm (14,7 psi) Tekanan discharge : 4 atm (58,8 psi) Suhu udara : 35 oC

Efisiensi : 80 %

Daya kompresor : 7,5 HP 4.1.4. Unit Pengadaan Listrik

Kebutuhan tenaga listrik di pabrik sorbitol ini dipenuhi oleh PLN dan generator pabrik. Hal ini bertujuan agar pasokan tenaga listrik dapat berlangsung kontinyu meskipun ada gangguan pasokan dari PLN. Kebutuhan listrik di pabrik ini antara lain terdiri dari :

1. Listrik untuk keperluan proses dan utilitas 2. Listrik untuk penerangan

3. Listrik untuk AC

4. Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi

(16)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

4.1.4.1.Listrik untuk keperluan proses dan utilitas

Kebutuhan listrik untuk keperluan proses dan utilitas dapat dilihat pada Tabel 4.4 dan Tabel 4.5.

Tabel 4.4 Kebutuhan Listrik untuk Keperluan Proses dan Utilitas

No Nama Alat ∑ HP kW Total HP Total kW

1 C-01 1 20 14,91 20 14,91

2 M-01 1 4 2,98 4 2,98

3 P-01 2 40 29,83 80 59,66

4 P-02 2 1 0,56 2 1,12

5 P-03 2 1 0,75 2 1,49

6 PWT-01 2 4 2,61 7 5,22

7 PWT-02 2 2 1,49 4 2,98

8 PWT-03 2 2 1,49 4 2,98

9 PWT-04 2 2 1,49 4 2,98

10 PWT-05 2 2 1,49 4 2,98

11 PWT-06 2 2 1,49 4 2,98

12 PWT-07 2 2 1,49 4 2,98

13 PWT-08 2 2 1,49 4 2,98

14 PWT-09 2 2 1,49 4 2,98

Total 26 85 63,57 147 109,25

Jadi jumlah listrik yang dikonsumsi untuk keperluan proses dan utilitas sebesar 147 HP. Untuk faktor keamanan, kebutuhan listrik ini dilebihkan 10% sehingga total kebutuhan listrik adalah 162 HP.

4.1.4.2.Listrik untuk penerangan

Untuk menentukan besarnya tenaga listrik penerangan digunakan persamaan :

D U

F L a

.

 . ...(IV-17)

(17)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium dengan :

L : Lumen per outlet a : Luas area, ft2

F : foot candle yang diperlukan (tabel 13 Perry 6th ed) U : Koefisien utilitas (tabel 16 Perry 6th ed)

D : Efisiensi lampu (tabel 16 Perry 6th ed Tabel 4.5 Jumlah Lumen Berdasarkan Luas Bangunan

Jumlah lumen :

 untuk penerangan dalam ruangan = 1.416.412,87 lumen

 untuk penerangan bagian luar ruangan = 216.046,07 lumen

Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lampu fluorescent 40 Watt dimana satu buah lampu instant starting daylight 40 W mempunyai 1.920 lumen (Tabel 18 Perry 6th ed.).

No Bangunan Luas, m2 Luas (a), ft2 F U D Lumen

1 Pos keamanan 24 258.33 20.00 0.42 0.75 16401.75

2 Parkir karyawan 300 3229.09 10.00 0.49 0.75 87866.52

3 Kantin 50 538.18 20.00 0.51 0.75 28140.26

4 Kantor 300 3229.09 35.00 0.60 0.75 251151.80

5 Klinik 100 1076.36 20.00 0.51 0.75 56280.52

6 Ruang kontrol 100 1076.36 40.00 0.56 0.75 102510.94

7 Laboratorium 100 1076.36 40.00 0.56 0.75 102510.94

8 Safety 100 1076.36 40.00 0.56 0.75 102510.9394

9 Proses 500 5381.82 30.00 0.59 0.75 364869.45

10 Mushola 50 538.18 20.00 0.55 0.75 26093.69

11 Utilitas 250 2690.91 10.00 0.59 0.75 60811.57

12 Parkir mobil Loading 300 3229.09 10.00 0.59 0.75 72973.89

13 Ruang generator 50 538.18 10.00 0.51 0.75 14070.13

14 Gudang 250 2690.91 5.00 0.51 0.75 35175.32

15 Bengkel 100 1076.36 40.00 0.51 0.75 112561.03

16 Jembatan Timbang 100 1076.36 5.00 0.51 0.75 14070.13

17 Pemadam 100 1076.36 20.00 0.51 0.75 56280.52

18 Jalan dan taman 500 5381.82 5.00 0.55 0.75 65234.23

19 Area perluasan 500 5381.82 5.00 0.57 0.75 62945.31

Jumlah 3774 40622.01 1,632,458.94

(18)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Jadi jumlah lampu dalam ruangan = 1.416.412,87 / 1.920

= 738 buah

Untuk penerangan bagian luar ruangan digunakan lampu mercury 100 Watt, dimana lumen output tiap lampu adalah 3.000 lumen (Perry 6th ed., 1984).

Jadi jumlah lampu luar ruangan = 216.046,07 / 3.000

= 73 buah

Total daya penerangan = ( 40 W x 738 + 100 W x 72 )

= 36,82 kW 4.1.4.3.Listrik untuk AC

Kebutuhan listrik untuk kebutuhan AC ddiperkirakan menggunakan tenaga listrik sebessar 15.000 Watt atau 15 kW.

4.1.4.4.Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi

Kebutuhan listrik untuk laboratorium dan instrumentasi diperkirakan menggunakan tenaga listrik sebesar 10.000 Watt atau 10 kW.

Tabel 4.6 Total Kebutuhan Listrik Pabrik

No. Kebutuhan Listrik Tenaga listrik, kW

1.

2.

Listrik untuk keperluan proses dan utilitas Listrik untuk keperluan penerangan

109,25 36,82 3.

4.

Listrik untuk AC

Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi

15 10

Total 181,99

Kebutuhan listrik untuk penerangan dan AC dipasok dari PLN Suralaya sebesar 51,82 kW, sedangkan kebutuhan listrik untuk proses,utilitas dan lab sebesar 119,25 kW dipasok dari generator yang mempunyai efisiensi 80%, sehingga generator yang disiapkan harus mempunyai output sebesar 163 kW. Oleh karena

(19)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

itu, dipilih generator dengan daya 200 kW sehingga masih tersedia cadangan daya sebesar 37 kW.

Spesifikasi generator yang diperlukan :

Jenis : AC generator

Jumlah : 2 buah

Kapasitas / Tegangan : 200 kW ; 220/360 Volt

Efisiensi : 80 %

Bahan bakar : IDO (Industrial Diesel Oil)

4.1.5. Unit Pengadaan Bahan Bakar

Unit pengadaan bahan bakar mempunyai tugas untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar generator. Jenis bahan bakar yang digunakan adalah Industrial Diesel Oil (IDO). IDO diperoleh dari Pertamina dan distributornya. Alasan pemilihan IDO sebagai bahan bakar adalah :

1. Mudah didapat 2. Lebih ekonomis

3. Mudah dalam penyimpanan

Bahan bakar IDO yang digunakan mempunyai spesifikasi sebagai berikut : Specific gravity : 0,88

Heating Value : 19.600 Btu/lb Efisiensi bahan bakar : 80%

Densitas : 54,937 lb/ft3

Kebutuhan bahan bakar untuk tiap alat dihitung dengan persamaan berikut :

(20)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium Bahan bakar =

h . . eff

alat Kapasitas

Tabel 4.7 Total Kebutuhan Bahan Bakar Pabrik

Keterangan Boiler Generator

Efisiensi bahan bakar 80% 80%

Kapasitas (Btu/jam) 2.233.134,65 1.194.249,57 Kebutuhan IDO (m3/jam) 0,11 0,058

4.2. Unit Pengolahan Limbah

Limbah dari proses produksi pabrik sorbitol ini berupa limbah cair, padat, dan gas. Limbah ini diolah di Unit Pengolahan Limbah (UPL).

4.2.1. Pengolahan Limbah Cair

Limbah cair pabrik ini dapat berupa :

1. Limbah proses berupa limbah cair yaitu limbah akibat zat-zat yang terbuang, bocor, atau tumpah.

2. Limbah cair hasil pencucian peralatan pabrik. Limbah ini diperkirakan mengandung kerak dan kotoran-kotoran yang melekat pada peralatan pabrik.

3. Limbah domestik dan kantor

Limbah ini mengandung bahan organik yang berasal dari kamar mandi di lokasi pabrik, serta limbah dari kantin berupa limbah padat dan cair.

4. Limbah laboratorium

Limbah yang berasal dari laboratorium ini mengandung bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menganalisa kualitas bahan baku dan produk, serta yang digunakan untuk penelitian dan pngembangan

(21)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

proses. Limbah laboratorium termasuk kategori limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sehingga dalam penanganannya harus dikirim ke pengumpul limbah B3, yaitu PPLI Cileungsi, Bogor.

Untuk limbah cair dalam bentuk larutan sorbitol encer mudah larut dalam air dan bersifat biodegradable sehingga aman untuk dibuang langsung ke lingkungan.

Pada pengolahan limbah cair yang tidak mengandung sorbitol, seperti limbah domestik, diolah di Unit Pengolahan Limbah (UPL) kecuali oli bekas yang akan ditampung di dalam penampungan yang selanjutnya dikirim ke badan yang berwenang. Limbah dari berbagai sumber sebelum masuk ke UPL dilewatkan melalui bak ekualisasi untuk menyamakan beban dalam pengolahan dengan jalan melakukan pengadukan pada limbah sehingga menjadi homogen, dari bak ekualisasi limbah dimasukkan ke dalam bak Bio Control yang bertujuan untuk menguji apakah limbah tersebut sudah benar–benar tidak mencemari lingkungan, pengujian dilakukan dengan memasukkan ikan ke dalam bak Bio Control, bila ikan tersebut tetap hidup normal maka proses pengolahan air limbah dapat dikatakan sudah berhasil dan air yang dihasilkan selanjutnya akan dibuang ke badan penerima air baik di selokan, ataupun di laut.

Gambar 4.3 Skema Unit Pengolahan Limbah (UPL) Bak

Ekualisasi

Badan Penerima Air Air Buangan

(22)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium 4.2.2. Pengolahan Limbah Padat

Limbah padat yang dihasilkan berasal dari limbah domestik dan UPL.

Limbah domestik berupa sampah-sampah dari keperluan sehari-hari seperti kertas dan plastik, ditampung dalam bak penampungan dan selanjutnya dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

4.2.3. Pengolahan Limbah Gas

Untuk pengolahan limbah gas, dapat dilakukan dengan cara flaring 4.3. Laboratorium

Laboratorium memiliki peranan sangat besar di dalam suatu pabrik untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Data-data tersebut digunakan untuk evaluasi unit-unit yang ada, menentukan tingkat efisiensi, dan untuk pengendalian mutu.

Pengendalian mutu atau pengawasan mutu di dalam suatu pabrik dilakukan dengan tujuan mengendalikan mutu produk yang dihasilkan agar sesuai dengan standar yang ditentukan. Pengendalian mutu dilakukan mulai bahan baku, saat proses berlangsung, dan juga pada hasil atau produk.

Pengendalian rutin dilakukan untuk menjaga agar kualitas dari bahan baku dan produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Dengan pemeriksaan secara rutin juga dapat diketahui apakah proses berjalan normal atau tidak. Jika diketahui analisa produk tidak sesuai dengan yang diharapkan maka dengan mudah dapat diketahui atau diatasi.

Laboratorium berada di bawah bidang teknik dan perekayasaan yang mempunyai tugas pokok antara lain :

(23)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

a. Sebagai pengontrol kualitas bahan baku dan produk b. Sebagai pengontrol proses produksi

c. Sebagai pengontrol terhadap mutu air pendingin, air umpan boiler, dan lain- lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi

Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dalam kelompok kerja shift dan non-shift.

1. Kelompok shift

Kelompok ini melaksanakan tugas pemantauan dan analisa–analisa rutin terhadap proses produksi. Dalam melaksanakan tugasnya, kelompok ini menggunakan sistem bergilir, yaitu sistem kerja shift selama 24 jam dengan dibagi menjadi 3 shift. Masing-masing shift bekerja selama 8 jam.

2. Kelompok non-shift

Kelompok ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen kimia yang diperlukan di laboratorium. Dalam rangka membantu kelancaran pekerjaan kelompok shift, kelompok ini melaksanakan tugasnya di laboratorium utama dengan tugas antara lain :

a. Menyediakan reagen kimia untuk analisa laboratorium b. Melakukan analisa bahan pembuangan penyebab polusi

c. Melakukan penelitian atau percobaan untuk membantu kelancaran produksi

Dalam menjalankan tugasnya, bagian laboratorium dibagi menjadi :

(24)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium 1. Laboratorium fisik 2. Laboratorium analitik

3. Laboratorium penelitian dan pengembangan 4.3.1. Laboratorium Fisik

Bagian ini bertugas mengadakan pemeriksaan atau pengamatan terhadap sifat-sifat bahan baku, produk, dan air yang meliputi air baku, air pendingin, dan air limbah. Pengamatan yang dilakukan antara lain :

1. Densitas 2. Viskositas 3. Kandungan air 4. Polarisasi

4.3.2. Laboratorium Analitik

Bagian ini mengadakan pemeriksaan terhadap bahan baku dan produk mengenai sifat-sifat kimianya. Analisa yang dilakukan, yaitu :

 Analisa komposisi bahan baku

 Analisa komposisi produk utama

 Analisa air, meliputi analisa air baku, air pendingin, dan air limbah.

4.3.3. Laboratorium Penelitian dan Pengembangan

Bagian ini bertujuan untuk mengadakan penelitian, misalnya :

 Diversifikasi produk

 Perlindungan terhadap lingkungan

Disamping mengadakan penelitian rutin, laboratorium ini juga mengadakan penelitian yang sifatnya non rutin, misalnya penelitian

(25)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

terhadap produk di unit tertentu yang tidak biasanya dilakukan penelitian guna mendapatkan alternatif lain terhadap penggunaan bahan baku.

4.3.4. Prosedur Analisa Bahan Baku dan Produk 4.3.4.1. Kemurnian

Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel larutan dekstrosa secukupnya kemudian dianalisa langsung menggunakan High Performance Liquid Cromatography (HPLC). Dengan alat ini dapat diketahui kemurnian larutan dekstrosa apakah sudah memenuhi spesifikasi bahan baku yang akan digunakan.

Sampling dilakukan setiap shift.

4.3.4.2. Densitas

Alat yang digunakan : Hidrometer

Sampling : Setiap shift

Cara pengujian :

a. Menuang sampel ke dalam gelas ukur 1 liter (usahakan tidak terbentuk gelembung).

b. Memasukkan termometer ke dalam gelas ukur.

c. Memasukkan hidrometer yang telah dipilih sesuai dengan sampel.

d. Memasukkan hidrometer terapung pada sampel sampai konstan lalu membaca skala pada hidrometer tersebut.

e. Mengkonversi menggunakan tabel yang tersedia.

4.3.4.3. Kandungan Air

Alat yang digunakan : Karl Fisher

(26)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium Sampling : Setiap shift Cara pengujian :

1. Analisa Sampel

a. Sampel yang sudah halus ditimbang kira-kira 0.2 - 0.25 gram dalam botol timbang dengan neraca analitik.

b. Masukkan sample dan masukkan nilai bobot sample pada instrumen Karl Fischer kemudian tekan “ UN “,dan tunggu hasilnya keluar.

4.3.4.4. Visikositas

Alat yang digunakan : Viscometer tube Sampling : Setiap shift Cara pengujian :

1. Mengisikan sampel dengan volume tertentu (sesuai dengan kapasitas kapiler) ke dalam viskometer tube yang telah dipilih.

2. Memasukkan sampel ke dalam bath, diamkan selama 15 menit agar temperatur sampel sesuai dengan temperatur bath/temperatur pengetesan.

3. Pengetesan dilakukan dengan mengalirkan sampel melalui kapiler sambil menghitung alirnya.

4.3.4.4.5 Polarisasi

Alat yang digunakan : Polarimeter Sampling : Setiap shift

(27)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium Cara pengujian :

a. Mengisi tabung larutan dengan air keran sehingga terisi penuh dan tidak ada gelombang udara didalamnya kemudian memasukkannya ke dalam polarimeter.

b. Menentukan titik nol dengan memerhatikan teropong sambil mengatur alat putar.

c. Mengganti air dengan larutan gula 0,05, 0,1, dan 0,15 gram dalam 20 ml larutan (larutan1).Mencatat posisi skala analisator pada saat keadaan c didapat. Selisih pembacaan skala pada c dan d menyatakan besar sudut putar bidang polarisasi (Φ).

d. Mencatat panjang tabung larutan.

4.3.6. Prosedur Analisa Utilitas

Air yang dianalisa secara rutin meliputi:

1. Semua bagian penampungan dan distribusi air 2. Demin Plant

a. Analisa air tersaring

b. Analisa air di ion exchanger, menganalisa pH dan kandungan FMA (Free Mineral Acid)

c. Analisa air di ion exchanger, menganalisa pH dan kandungan SiO2

3. Air umpan boiler

Parameter yang dianalisa meliputi : pH, konduktivitas, kandungan SiO2, kesadahan total, dan kandungan hidrazin.

4. Air dalam boiler

(28)

commit to user

Bab IV Unit Pendukung Proses dan laboratorium

Parameter yang dianalisa meliputi : pH, konduktifitas, kebasaan, kesadahan total, kandungan PO43-

, kandungan klorin, dan kandungan SiO2.

5. Air minum

Analisa air minum meliputi : pH, turbidity, kandungan klorin, dan kandungan nitrit.

(29)

commit to user

Bab V Manajemen Perusahaan

79

MANAJEMEN PERUSAHAAN

5.1. Bentuk Perusahaan

Adapun Pabrik Sorbitol yang akan didirikan mempunyai :

 Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas (PT)

 Lapangan Usaha : Industri Sorbitol

 Lokasi Perusahaan : Cilegon, Banten, Jawa Barat

Alasan dipilihnya bentuk perusahaan ini didasarkan atas beberapa faktor, antara lain:

1. Mudah mendapatkan modal dengan cara menjual saham di pasar modal atau perjanjian tertutup dan meminta pinjaman dari pihak yang berkepentingan seperti badan usaha atau perseorangan.

2. Tanggung jawab pemegang saham bersifat terbatas, artinya kelancaran produksi hanya akan ditangani oleh direksi beserta karyawan sehingga gangguan dari luar dapat dibatasi.

3. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin karena tidak terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, direksi berserta stafnya, dan karyawan perusahaan.

4. Mudah mendapat kredit bank dengan jaminan perusahaan yang sudah ada.

5. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain, pemilik perusahaan adalah para pemegang saham dan pengurus perusahaan adalah direksi beserta stafnya yang diawasi oleh dewan komisaris.

6. Efisiensi dari manajemen

(30)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Para pemegang saham dapat memilih orang yang ahli sebagai dewan komisaris dan direktur utama yang cukup cakap dan berpengalaman.

7. Lapangan usaha lebih luas

Suatu Perseroan Terbatas dapat menarik modal yang sangat besar dari masyarakat, sehingga dengan modal ini PT dapat memperluas usahanya.

8. Merupakan bidang usaha yang memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi.

9. Mudah bergerak di pasar modal

(Widjaja, 2003) 5.2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang kelangsungan dan kemajuan perusahaan, karena berhubungan dengan komunikasi yang terjadi dalam perusahaan demi tercapainya kerjasama yang baik antar karyawan.

Untuk mendapatkan sistem organisasi yang baik maka perlu diperhatikan beberapa azas yang dapat dijadikan pedoman, antara lain:

 Pendelegasian wewenang

 Perumusan tujuan perusahaan dengan jelas

 Pembagian tugas kerja yang jelas

 Kesatuan perintah dan tanggung jawab

 Sistem kontrol atas kerja yang telah dilaksanakan

 Organisasi perusahaan yang fleksibel

(Widjaja, 2003)

(31)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Dengan berpedoman terhadap asas - asas tersebut, maka dipilih organisasi kerja berdasarkan Line and Staff System. Pada sistem ini, garis wewenang lebih sederhana, praktis dan tegas. Demikian pula dalam pembagian tugas kerja seperti yang terdapat dalam sistem organisasi fungsional, sehingga seorang karyawan hanya akan bertanggung jawab pada seorang atasan saja.

Untuk kelancaran produksi, perlu dibentuk staf ahli yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Bantuan pikiran dan nasehat akan diberikan oleh staf ahli kepada tingkat pengawas demi tercapainya tujuan perusahaan.

Menurut Djoko (2003), ada 2 kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi kerja berdasarkan sistem garis dan staff ini, yaitu :

1. Sebagai garis atau lini, yaitu orang-orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan.

2. Sebagai staff, yaitu orang - orang yang melakukan tugas sesuai dengan keahliannya, dalam hal ini berfungsi untuk memberi saran - saran kepada unit operasional.

Dewan Komisaris mewakili para pemegang saham (pemilik perusahaan) dalam pelaksanaan tugas sehari-harinya. Tugas untuk menjalankan perusahaan dilaksanakan oleh seorang Direktur Utama yang dibantu oleh Direktur Produksi dan Direktur Keuangan-Umum. Direktur Produksi membawahi bidang produksi dan teknik, sedangkan direktur keuangan dan umum membawahi bidang pemasaran, keuangan, dan bagian umum. Kedua direktur ini membawahi beberapa kepala bagian yang akan bertanggung jawab atas bagian dalam perusahaan, sebagai bagian dari pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.

(32)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Masing-masing kepala bagian akan membawahi beberapa seksi dan masing- masing seksi akan membawahi dan mengawasi para karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya. Karyawan perusahaan akan dibagi dalam beberapa kelompok regu yang dipimpin oleh seorang kepala regu dimana setiap kepala regu akan bertanggung jawab kepada pengawas masing - masing seksi (Widjaja, 2003).

Manfaat adanya struktur organisasi adalah sebagai berikut :

a. Menjelaskan, membagi, dan membatasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab setiap orang yang terlibat di dalamnya

b. Penempatan tenaga kerja yang tepat

c. Pengawasan, evaluasi dan pengembangan perusahaan serta manajemen perusahaan yang lebih efisien.

d. Penyusunan program pengembangan manajemen

e. Menentukan pelatihan yang diperlukan untuk pejabat yang sudah ada

f. Mengatur kembali langkah kerja dan prosedur kerja yang berlaku bila tebukti kurang lancar.

(33)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Struktur organisasi pabrik Sorbitol adalah sebagai berikut :

RUPS (Rapat Umum Pemegang

Saham)

DEWAN KOMISARIS

DIREKTUR UTAMA

Staff Ahli

Direktur Teknik

& Produksi

Kabag Produksi

Direktur Keuangan &

Administrasi

Kasi Produksi Kasi Utilitas

Kabag Teknik Kabag

Keuangan

Kabag

Administrasi Kabag Umum

Kasi Pengendalian Proses Kasi Rekayasa Proses Kasi Laboratorium & Mutu Kasi Keuangan Kasi Pemasaran Kasi Pembelian Kasi Personalia Kasi Tata Usaha Kasi Kesehatan & Keamanan Kerja

Kasi Hubungan Masyarakat

Kasi Pengolahan LimbahKary. Pengolahan Limbah

Kary. Produksi Kary. Utilitas Kary. Pengendalian Proses Kary. Rekayasa Proses Kary. Laboratorium & Mutu Kary. Keuangan Kary. Pemasaran Kary. Pembelian Kary. Personalia Kary. Tata Usaha Kary. Hubungan Masyarakat Kary. Kesehatan & Keamanan Kerja

Kasi PerawatanKary. Perawatan

Gambar 5.1 Struktur Organisasi Pabrik

(34)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

5.3. Tugas dan Wewenang 5.3.1. Pemegang Saham

Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk kepentingan pendirian dan berjalannya operasi perusahaan tersebut. Para pemilik saham adalah pemilik perusahaan. Kekuasaan tertinggi pada perusahaan yang mempunyai bentuk perseroan terbatas adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada RUPS tersebut para pemegang saham berwenang:

1. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris 2. Mengangkat dan memberhentikan Direksi

3. Mengesahkan hasil-hasil usaha serta laba rugi tahunan perusahaan

(Widjaja, 2003) 5.3.2. Dewan Komisaris

Dewan komisaris merupakan pelaksana tugas sehari-hari dari pemilik saham sehingga dewan komisaris akan bertanggung jawab kepada pemilik saham.

Tugas-tugas Dewan Komisaris meliputi:

1. Menilai dan menyetujui rencana direksi tentang kebijakan umum, target perusahaan, alokasi sumber - sumber dana dan pengarahan pemasaran

2. Mengawasi tugas - tugas direksi

3. Membantu direksi dalam tugas - tugas penting

(Widjaja, 2003)

(35)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

5.3.3. Dewan Direksi

Direksi Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan. Direktur utama bertanggung jawab kepada dewan komisaris atas segala tindakan dan kebijakan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan. Direktur utama membawahi Direktur Teknik dan Produksi, serta Direktur Keuangan dan Administrasi.

Tugas-tugas Direktur Utama meliputi :

1. Melaksanakan kebijakan perusahaan dan mempertanggung jawabkan pekerjaannya secara berkala atau pada masa akhir pekerjaannya pada pemegang saham.

2. Menjaga kestabilan organisasi perusahaan dan membuat kelangsungan hubungan yang baik antara pemilik saham, pimpinan, karyawan, dan konsumen.

3. Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan persetujuan rapat pemegang saham.

4. Mengkoordinir kerja sama dengan Direktur Teknik dan Produksi, dan Direktur Keuangan dan Administrasi.

Tugas-tugas Direktur Teknik dan Produksi meliputi :

1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang produksi, teknik, dan rekayasa produksi.

2. Mengkoordinir, mengatur, serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.

(36)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

3. Memimpin pelaksanaan kegiatan pabrik yang berhubungan dengan bidang teknik, produksi pengembangan, pemeliharaan peralatan dan laboratorium.

Tugas-tugas Direktur Keuangan dan Administrasi meliputi :

1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang pemasaran, keuangan, administrasi, dan pelayanan umum.

2. Mengkoordinir, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala- kepala bagian yang menjadi bawahannya.

5.3.4. Staf Ahli

Staf ahli terdiri dari tenaga - tenaga ahli yang bertugas membantu direktur dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan teknik maupun administrasi. Staf ahli bertanggung jawab kepada direktur utama sesuai dengan bidang keahlian masing - masing.

Tugas dan wewenang staf ahli meliputi :

1. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.

2. Memberi masukan-masukan dalam perencanaan dan pengembangan perusahaan.

3. Memberi saran - saran dalam bidang hukum.

5.3.5. Kepala Bagian

Secara umum tugas kepala bagian adalah mengkoordinir, mengatur, dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan garis wewenang yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Kepala bagian dapat juga bertindak sebagai staf direktur. Kepala bagian bertanggung jawab kepada direktur Utama. Kepala Bagian membawahi Kepala Seksi. Kepala Seksi

(37)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

merupakan pelaksana pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh kepala bagian masing-masing, agar diperoleh hasil yang maksimum dan efektif selama berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung jawab terhadap kepala bagian masing-masing sesuai dengan seksinya.

Kepala bagian terdiri dari:

1. Kepala Bagian Produksi dan Utilitas

Bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam bidang mutu, jalannya operasi pabrik sehari-hari, dan menjaga kelancaran proses produksi serta mengkoordinir kepala-kepala seksi yang menjadi bawahannya.

Kepala Bagian Produksi membawahi tiga Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Produksi

Tugas : Mengawasi jalannya proses produksi, menjalankan tindakan seperlunya terhadap kejadian-kejadian yang tidak diharapkan sebelum diambil oleh seksi yang berwenang.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia) 40 orang operator (STM / SLTA)

(38)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Tabel 5.1. Perincian Jumlah Karyawan Produksi

Nama Bagian Jumlah/shift Total (4 shift) Unit Persiapan Bahan

Unit Proses Unit Pemisahan TOTAL

4 2 4 10

16 8 16 40 b) Kepala Seksi Utilitas

Tugas : Melaksanakan dan mengatur sarana utilitas untuk memenuhi kebutuhan proses, kebutuhan uap, dan air.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia / Teknik Mesin Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang kepala shift (S-1 / D3 Teknik Kimia) 24 orang operator (STM / SLTA)

Tabel 5.2. Perincian Jumlah Karyawan Utilitas

Nama Bagian Jumlah orang/shift Jumlah orang x 4 shift Unit Penyediaan Listrik

Unit Penyediaan Air & Steam TOTAL

2 4 6

8 16 24

2. Kepala Bagian Teknik

Tugas kepala bagian teknik, antara lain:

a. Mengkoordinir kepala - kepala seksi yang menjadi bawahannya b. Bertanggung jawab kepada direktur produksi dalam bidang

peralatan dan proses

(39)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Kepala Bagian teknik membawahi empat Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Pengendalian Proses

Tugas : Bertanggung jawab terhadap pengendalian selama proses produksi berlangsung.

Pendidikan: Sarjana Teknik Instrumentasi Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 / D3 Teknik Instrumentasi) 8 orang operator (STM Listrik)

b) Kepala Seksi Pemeliharaan

Tugas : Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi dan penunjangnya.

Pendidikan: Sarjana Teknik Mesin Jumlah : 1 orang

Bawahan : 2 orang kepala shift (S-1/D-3 Teknik Mesin) 8 orang operator (STM Peralatan Industri) c) Kepala Seksi Rekayasa Proses

Tugas : Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan produksi dan efisiensi proses secara keseluruhan.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 Teknik Kimia/ Teknik Mesin)

(40)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

d) Kepala Seksi Laboratorium dan Pengendalian Mutu

Tugas : Menyelenggarakan pemantauan hasil (mutu) produksi dan pengolahan limbah.

Pendidikan: Sarjana Teknik Kimia Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 Teknik Kimia / MIPA Kimia) 8 orang operator (D3 MIPA / Analitik)

3. Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran

Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Administrasi dalam bidang administrasi, keuangan, dan pemasaran termasuk pembelian bahan baku, bahan pembantu, dan penjualan produk.

Kepala Bagian Keuangan membawahi tiga Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Keuangan

Tugas : Bertanggung jawab terhadap pembukuan serta hal- hal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan.

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Akuntansi Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 / D3 Ekonomi / Akuntansi) b) Kepala Seksi Pemasaran

Tugas : Mengkoordinir kegiatan pemasaran produk dan mengatur distribusi barang dari gudang.

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Teknik Industri Jumlah : 1 orang

(41)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Bawahan : 4 orang staf (S-1 / D3 Ekonomi / Teknik Industri) 10 orang driver (SLTA / sederajat)

c) Kepala Seksi Pembelian

Tugas : Mengatur dan mengumpulkan semua informasi mengenai bahan baku dan bahan lain yang dibutuhkan perusahaan dan mengadakan tender pembelian.

Pendidikan: Sarjana Ekonomi / Teknik Industri Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 Ekonomi / Teknik Industri) 4. Kepala Bagian Administrasi

Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Administrasi dalam bidang administrasi pabrik, personalia, dan tata usaha.

Kepala Bagian Administrasi membawahi dua Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Personalia

Tugas : Mengkoordinasi kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian.

Pendidikan : Sarjana Hukum / Psikologi Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 Hukum / Psikologi)

(42)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

b) Kepala Seksi Tata Usaha

Tugas : Bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rumah tangga perusahaan serta tata usaha kantor.

Pendidikan : Sarjana Ekonomi / Hukum Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staf (S-1 / D3 Manajemen Perusahaan) 8 orang pesuruh

5. Kepala Bagian Umum

Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Administrasi dalam mengelola bidang hubungan masyarakat, keamanan dan kesejahteraan karyawan.

Kepala Bagian Umum membawahi dua Kepala Seksi : a) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat

Tugas : Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan relasi perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

Pendidikan: Sarjana Hukum / Psikologi / Komunikasi Jumlah : 1 orang

Bawahan : 4 orang staff (S-1 / D3 Hukum / Komunikasi) b) Kepala Seksi Kesehatan dan Keamanan Kerja

Tugas : Bertanggung jawab terhadap masalah kesehatan karyawan serta menangani masalah keamanan dalam perusahaan.

(43)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Pendidikan: Dokter Umum Jumlah : 1 orang

Bawahan : 2 orang dokter

4 orang staf kesehatan (S-1 / D4 Hiperkes) 16 orang security

10 orang cleaning service 5.4. Pembagian Jam Kerja Karyawan

Pabrik sorbitol ini direncanakan beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun dan proses produksi berlangsung 24 jam per hari. Sisa hari yang bukan hari libur digunakan untuk perawatan, perbaikan, dan shutdown pabrik. Sedangkan pembagian jam kerja karyawan digolongkan dalam dua golongan yaitu karyawan shift dan non shift

5.4.1. Karyawan non shift / harian

Karyawan non shift adalah karyawan yang tidak menangani proses produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan harian adalah direktur, staf ahli, kepala bagian, kepala seksi serta karyawan yang berada di kantor.

Karyawan harian akan bekerja selama 5 hari dalam seminggu dan libur pada hari Sabtu, Minggu, dan hari besar, dengan pembagian kerja sebagai berikut:

Jam kerja :

 Hari Senin – Kamis : Jam 08.00 – 17.00

 Hari Jum’at : Jam 08.00 – 17.00 Jam Istirahat :

 Hari Senin – Kamis : Jam 12.00 – 13.00

(44)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

 Hari Jum’at : Jam 11.00 – 13.00 5.4.2. Karyawan shift / ploog

Karyawan shift adalah karyawan yang secara langsung menangani proses produksi atau mengatur bagian - bagian tertentu dari pabrik yang mempunyai hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran produksi. Yang termasuk karyawan shift ini adalah operator produksi, sebagian dari bagian teknik, bagian gudang dan bagian utilitas, pengendalian, laboratorium, dan bagian - bagian yang harus selalu siaga untuk menjaga keselamatan serta keamanan pabrik.

Para karyawan shift akan bekerja secara bergantian selama 24 jam, dengan pengaturan sebagai berikut :

 Shift Pagi : Jam 07.00 – 15.00

 Shift Sore : Jam 15.00 – 23.00

 Shift Malam : Jam 23.00 – 07.00

Untuk karyawan shift ini dibagi menjadi 4 kelompok (A / B / C / D) dimana dalam satu hari kerja, hanya tiga kelompok masuk, sehingga ada satu kelompok yang libur. Untuk hari libur atau hari besar yang ditetapkan pemerintah, kelompok yang bertugas tetap harus masuk. Jadwal pembagian kerja masing- masing kelompok dapat dilihat pada tabel 5.4.

(45)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Tabel 5.3. Jadwal pembagian kelompok shift Tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pagi D D A A B B C C D D

Sore C C D D A A B B C C

Malam B B C C D D A A B B Libur A A B B C C D D A A

Jadwal untuk tanggal selanjutnya berulang ke susunan awal.

Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor kedisiplinan para karyawannya dan akan secara langsung mempengaruhi kelangsungan dan kemajuan perusahaan. Untuk itu kepada seluruh karyawan perusahaan dikenakan absensi. Disamping itu masalah absensi digunakan oleh pimpinan perusahaan sebagai salah satu dasar dalam mengembangkan karier para karyawan di dalam perusahaan (Djoko, 2003).

5.5. Status Karyawan dan Sistem Upah

Pada pabrik sorbitol ini sistem upah karyawan berbeda - beda tergantung pada status karyawan, kedudukan, tanggung jawab, dan keahlian. Menurut status karyawan dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut:

1. Karyawan Tetap

Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan surat keputusan (SK) direksi dan mendapat gaji bulanan sesuai dengan kedudukan, keahlian, dan masa kerjanya.

(46)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

2. Karyawan Harian

Yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan direksi tanpa SK direksi dan mendapat upah harian yang dibayar tiap akhir pekan.

3. Karyawan Borongan

Yaitu karyawan yang digunakan oleh pabrik bila diperlukan saja.

Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan.

5.6. Penggolongan Jabatan, Jumlah Karyawan, dan Gaji 5.6.1. Penggolongan Jabatan

1. Direktur Utama : Sarjana / Magister Manajemen

/ Teknik / Hukum

2. Direktur Teknik dan Produksi : Sarjana / Magister Manajemen 3. Direktur Keuangan Dan Administrasi : Sarjana / Magister Manajemen 4. Kepala Bagian Produksi : Sarjana Teknik Kimia

5. Kepala Bagian Teknik : Sarjana Teknik Kimia / Mesin / Elektro

6. Kepala Bagian Keuangan dan Pemasaran : Sarjana Ekonomi / Akuntansi 7. Kepala Bagian Administrasi : Sarjana Ekonomi / Hukum

8. Kepala Seksi : Sarjana

9. Pegawai Staf : Sarjana atau D3

10. Kepala Shift : Sarjana atau D3

11. Dokter : dokter umum

12. Operator : D3 atau STM

13. Sopir, Keamanan, Pesuruh, Cleaning Service : SLTP / Sederajat

(47)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

5.6.2. Jumlah Karyawan dan Gaji

Jumlah karyawan harus ditentukan dengan tepat, sehingga semua pekerjaan dapat diselenggarakan dengan baik dan efektif.

Tabel 5.4. Jumlah Karyawan Menurut Jabatan No. Jabatan

Jumlah 1 Direktur Utama

1 2 Direktur

2 3 Staff Ahli

3 4 Staf litbang

2 5 Sekretaris

3 6 Kepala Bagian

5 7 Kepala Seksi

14 8 Kepala Shift

8 9 Dokter

2 10 Pegawai Staf

32 11 Operator( produksi & utilitas)

64 12 Security

16 13 Sopir

10 14 Pesuruh

10 15 Cleaning Service

10 16 Perawat

2 TOTAL

184

(48)

commit to user Bab V Manajemen Perusahaan

Tabel 5.6. Perincian golongan dan gaji karyawan

No Jabatan Gaji/bulan (Rp.) Kualifikasi 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Direktur Utama Direktur

Staf Ahli Kepala Bagian Kepala Seksi Dokter Kepala Shift Pegawai Staf Operator Sopir Security Pesuruh

Cleaning Service

50.000.000,00 40.000.000,00 35.000.000,00 10.000.000,00 7.500.000,00 8.000.000,00 4.000.000,00 3.500.000,00 5.000.000,00 2.000.000,00 1.800.000,00 1.500.000,00 1.500.000,00

S-1/S-2 S-1/S-2 S-1/S-2 S-1/S-2

S-1 S-1 S-1/D-3 S-1/D-3 D-3/SLTA

SLTA SLTP SLTP SLTP 5.7. Kesejahteraan Sosial Karyawan

Kesejahteraan sosial yang diberikan oleh perusahaan pada para karyawan, antara lain:

1. Tunjangan

o Tunjangan yang berupa gaji pokok yang diberikan berdasarkan golongan karyawan yang bersangkutan.

o Tunjangan jabatan yang diberikan berdasarkan jabatan yang dipegang karyawan.

o Tunjangan lembur yang diberikan kepada karyawan yang bekerja diluar jam kerja berdasarkan jumlah jam kerja.

2. Pakaian Kerja

Diberikan kepada setiap karyawan setiap tahun sejumlah empat pasang.

Referensi

Dokumen terkait

Siswa dapat menjelaskan cara membuat sediaan serbuk dengan berbagai macam sifat bahan obat untuk pemakaian dalam dan luar.. Siswa dapat menghitung bahan obat dan DM

Imam al-Nasa>’i> mempunyai banyak karangan yang berkaitan dengan al- h}adi>th dan al-‘ilal, salah satunya yaitu kitab al-Sunan, jika di bandingkan dengan kitab

Perkiraan Jumlah dan Persentase Rumah Tangga yang Tidak Pernah Mendapat Manfaat dari Proyek PNPM RESPEK menurut Kabupaten/kota dan Alasannya (Lanjutan 1). Sumber: PNPM

Mind Can’t Control My Self” dalam kalimat control (Fikiran saya tidak bisa mengontrol diri sendiri). Metafora ontologis adalah metafora yang memberi konsep lain

Untuk mengetahui apakah korelasi antara variabel X dengan variabel Y tinggi sedang atau rendah, terlihat dalam Nilai Pearson Correlation tersebut sebesar 0,597 berada

Pendekatan Transdisipliner (transdisciplinary approach) : ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan ilmu yang relatif di kuasai dan relevan

Jika kelompok tiang dipancang dalam tanah lempung lunak, pasir tidak padat, atau timbunan, dengan dasar tiang yang bertumpu pada lapisan kaku, maka kelompok tiang tersebut

Salah satu bentuk dari pengolahan sinyal suara yang sangat rentan dengan derau adalah pengenalan ucapan (speech recognition) karena derau dapat mempengaruhi