• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PERANCANGAN

A. Alur Proses Pengumpulan Data

3.3 Analisa Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama kurun waktu yang telah ditentukan, peneliti dapat menemukan beberapa temuan baik dari proses pencarian data melalui depth interview, lampiran hasil kuesioner, observasi, studi literatur dan studi eksisting.

3.3.1 Analisa hasil Kuesioner

Hasil kuesioner yang fokus membahas tentang gaya visual serta kriteria dan karakteristik visual yang responden minati serta gemari untuk media Board Game yang akan dibuat adalah :

Responden cenderung senang dengan pilihan paduan warna cerah dan ceria Jenis permainan yang disukai oleh resonden adalah permainan yang mengasah

otak, sebanyak 42% memilih permainan lego dan sebanyak 37% responden

memilih permainan dengan metode belajar dan simulasi seperti monopoly

Gaya gambar yang paling disukai oleh anak-anak adalah minions sebanyak 53% dan juga zombie from plant vs zombie sebanyak 24%

Layout yang mereka sukai adalah layout dengan ukuran gambar lebih besar dibanding dengan teks sebanyak 69 %

Dan sebanyak 48% responden cenderung suka dengan permainan yang bersifat menantang dan membuat mereka berpikir

Dan jenis permainan yang disenangi oleh responden sebanyak 31% adalah permainan yang mengandung unsur kompetisi, balapan.

3.3.2 Analisa hasil Depth Interview

Depth interview penulis lakukan selama 3 hari dengan narasumber dari kepala operasional satuan unit Petugas Pemadam Kebakaran dan juga kepala sekolah SDN Kaliasin 1 Surabaya selaku praktisi pendidikan anak. Fokus depth interview yang dilakukan penulis untuk menggali topik permasalahan dan juga solusi yang tepat dalam menyampaikan kepada audiens, dan untuk mengklarifikasi hipotesa awal penulis terhadap judul yang akan diambil. Selain itu dalam depth interview penulis juga memfokuskan pertanyaan kepada konten atau materi penanganan dan pencegahan kebakaran sesuai dengan topik yang akan dibahas oleh penulis. Dari hasil depth interview yang dilakukan penulis terhadap praktisi dari pihak yang terkait dengan topik yang diambil, dapat di simpulkan :

1. Pandangan PMK tentang tanggapan masyarakat yang beragam namun terkesan biasa ketika menyikapi kebakaran. Masyarakat Menganggap kebakaran dapat diatasi dengan mudah, namun kebanyakan akan salah perhitungan dan menyesal

2. Kebakaran tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat sendiri sebenarnya sudah tau cara untuk menghindari kebakaran, secara mereka takut dengan sendirinya ketika terjadi kebakarn, namun yang menjadi perhatian utama adalah, rasa ketidak pedulian mereka ketika terjadi

kebakaran di sekitar mereka, mereka hanya menjadi penonton setia dan terkadang panik menyelamatkan barang pribadi mereka yang jika dilihat rumah mereka jauh dari kobaran api

3. Cara mengatasi kebakaran sebenarnya cukup mudah ketika kita tahu bagaimana mengidentifikasi kebakaran dan mencegahnya. Banyak hal yang harus dilakukan ketika kebakaran, yang pertama dilarang panik, kemudian identifikasi api, titik api, sumber apai dan klasifikasi api, kemudian coba padamkan dengan alat sedanya, bisa menggunakan selimut basah, siram dengan air, jauhkan benda mudah terbakar dari titik api, buka jendela dan pintu rumah agar asap keluar dan dapat menjadi tanda, jika tidak memungkinkan segera menelpon ke dinas PMK setempat untuk langkah lebih lanjut,

4. Pendidikan mitigasi untuk anak, penting atau tidak. Penting sekali untuk pendidikan mitigasi, terlebih yang terfokus pada anak-anak, dikarenakan hampir di setiap negara maju, pendidikan tentang mitigasi suatu bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia itu menjadi orioritas nomer satu. Karena bagi mereka keselamatan dan keamanan menjadi tujuan nomer satu mereka,

5. Materi kebakaran terkesan sangat susah diterima, bagaimana agar anak mampu mneyerap materi tersebut. Untuk tata cara pendidikan mitigasi kepada anak-anak, PMK memiliki literatur atau buku modul ajar yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada anak-anak sehingga anak-anak akan tahu keseluruhan tata cara pencegahan dan penanganan kebakaran.

6. Pengemasan materi untuk disampaikan kepada nak-anak sangat krusial mengingat anak-anak sangat mudah bosan. Hasil interview dengan kepala SDN Kaliasin 1 Surabaya menyatakan, Penyampaian materi tersebut harus dikemas dengan menarik karena mengingat materi kebakaran adalah materi yang asing bagi anak-anak sehingga pengemasan dibuat ceria dan menyenangkan.

3.3.3 Analisa Hasil Observasi

Observasi dilakukan kepada 10 orang dari tiap masing masing SD dari masing masing jenjang kelas 4-6 yang dipilih oleh penulis dengan bantuan para guru. Selain itu penulis juga melakukan pengamatan kepada seluruh siswa siswi sekolah dasar tentang aktivitas bermain mereka.

Dari 10 orang tersebut, penulis meminta mereka memilih dari beberapa alternatif yang diberikan, antara lain

1. Alternatif permainan offline maupun online, digital maupun non-digital a) Angry bird android game

b) Plant vs Zombie c) Clash of clans

d) Diponegoro tower defense e) Minions

f) World of goo

2. Alternatif permainan papan yang dibawa oleh penulis a) Ular tangga

b) Monopoli c) 7 wonders d) Ticket to ride

e) Flashpoint fire rescue, f) Pandemic

g) heroes of normadine, h) waroong wars, i) card game UNO

3. Alternatif karakter dari tiap permainan a) Karakter Minion

b) Karakter Plant vs Zombie c) Karakter ironman

d) Karakter Super mario

4. Alternatif desain karakter yang sesuai deskripsi

5. Alternatif layout dan kriteria desain yang telah dibuat oleh penulis sebelumnya Hasil observasi :

Diantara 2 permainan digital maupun non-digital, anak-anak tertarik dengan semua macam permainan baik itu digital dan non-digital, online maupun offline, dan cenderung menyukai permaian yang bersifat edukatif, dan memiliki level atau tingkatan dalam menyelesaikan permainan. Dengan adanya level atau tingkatan, membuat anak-anak tidak meras bosan dengan permainan tersebut. Permainan selanjutnya yang digemari anak-anak adalah permainan papan dengan ciri classic game, dikarenakan mereka dapat belajar dan bermain secara bersamaan, meskipun tidak adanya level, namun aspek visual, warna dan desain karakter menjadi penilaian tersendiri bagi mereka. Karakter yang sangat mereka sukai adalah karakter minnion, dan juga karakter zombie dari serial game plant vs zombie. dalam segi pemilihan karakter, mereka juga memilki kecenderungan memilih karakter yang heroik namun masih berkesan lucu, menarik perhatian mereka, keren, dan identik dengan peperangan dan bermacam aksi lainnya.

Dokumen terkait