BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.3 Analisis Data
4.3.2 Analisa Hasil Regresi Panel
Melalui uji hausman yang telah dilakukan diperoleh bahwa
Random Effect Model merupakan model yang paling sesuai untuk meregresikan data panel penelitian. Setelah estimasi model regresi didapatkan maka langkah selanjutnya adalah adalah melakukan pengujian regresi panel data menggunakan Random Effect Model dengan hasil sebagai berikut :
Tabel 4.8 Hasil Estimasi ROA bank umum bersadarkan Random Effect Model
Dependent Variable: ROA?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 06/09/13 Time: 21:33
Sample: 2008 2012 Included observations: 5 Cross-sections included: 18
Total pool (unbalanced) observations: 88
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 8.634682 0.766067 11.27145 0.0000 CAR? -0.022462 0.012789 -1.756272 0.0828 LDR? -0.007760 0.005016 -1.547214 0.1257 NIM? 0.169808 0.039818 4.264636 0.0001 NPL? -0.033239 0.045687 -0.727531 0.4690 BOPO? -0.078783 0.007446 -10.57985 0.0000
Random Effects (Cross)
_AGRO—C -0.084217 _EKON—C -0.338970 _BCA—C -0.191737 _BNI—C -0.152590 _BRI—C 0.661758 _DAN—C -0.542149 _MAN—C 0.033020 _BUMI—C -0.096284 _CIMB—C 0.183202 _BII—C -0.097004 _PERMATA—C -0.017290 _INDIA—C 0.634471 _BTPN—C 0.743877 _VICTORIA—C 0.311670 _MAYAPADA—C -0.111497 _WINDU—C -0.528128 _MEGA—C -0.050394 _OCBC—C -0.357740 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 0.419222 0.5795 Idiosyncratic random 0.357127 0.4205 Weighted Statistics
R-squared 0.658047 Mean dependent var 0.823138
Adjusted R-squared 0.637197 S.D. dependent var 0.612667
S.E. of regression 0.366611 Sum squared resid 11.02111
F-statistic 31.55986 Durbin-Watson stat 1.356797
Prob(F-statistic) 0.000000
R-squared 0.786214 Mean dependent var 2.284432
Sum squared resid 24.97111 Durbin-Watson stat 0.598829
Dari tabel 4.8 diketahui bahwa nilai koefisien R2 adalah sebesar 0.658047. Nilai F-statistik diperoleh sebesar 31.55. Sedangkan koefisien regresi CAR sebesar -0.02246, koefisien regresi LDR sebesar -0.0077, koefisien regresi NIM sebesar 0.1698, koefisien regresi NPL sebesar -0.033, dan koefisien regresi BOPO -0.078.
Nilai konstanta dari hasil estimasi model random effect untuk masing-masing bank umum menunjukkan pengaruh time series dan cross section terhadap ROA bank. Semakin tinggi nilai konstanta menunjukkan semakin besar pengaruh time series dan cross section terhadap ROA bank. Tingkat pengaruh variabel CAR, LDR, NIM, NPL dan BOPO terhadap ROA masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Bank Agroniaga Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Agroniaga Tbk (_AGRO—C) adalah sebesar -0.084 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Agroniaga Tbk, maka Bank Agroniaga Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.084 %.
2. Bank Ekonomi Raharja Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Ekonomi Raharja Tbk
bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Ekonomi Raharja Tbk, maka Bank Ekonomi Raharja Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.339 %.
3. Bank Central Asia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Central Asia Tbk (_BCA—C) adalah sebesar -0.192 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Central Asia Tbk, maka Bank Central Asia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.192 %.
4. Bank Negara Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Negara Indonesia Tbk (_BNI—C) adalah sebesar -0.153 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Negara Indonesia Tbk, maka Bank Negara Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.153 %.
5. Bank Rakyat Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Rakyat Indonesia Tbk (_BRI—C) adalah sebesar 0.662 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada
Bank Rakyat Indonesia Tbk, maka Bank Rakyat Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.662 %.
6. Bank Danamon Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Danamon Indonesia Tbk (_DAN—C) adalah sebesar -0.542 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Danamon Indonesia Tbk, maka Bank Danamon Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.542 %.
7. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Danamon Indonesia Tbk (_MAN—C) adalah sebesar 0.033 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Mandiri (Persero) Tbk, maka Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.033 %.
8. Bank Bumi Arta Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Bumi Arta Tbk (_BUMI—C) adalah sebesar -0.096 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Bumi Arta Tbk, maka Bank Bumi Arta Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -.0096 %.
9. Bank CIMB Niaga Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank CIMB Niaga Tbk (_CIMB— C) adalah sebesar 0.183 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank CIMB Niaga Tbk, maka Bank CIMB Niaga Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.183 %.
10. Bank Internasional Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Internasional Indonesia Tbk (_BII—C) adalah sebesar -0.097 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Internasional Indonesia Tbk, maka Bank Internasional Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.097 %. 11. Bank Permata Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Permata Tbk (_PERMATA— C) adalah sebesar -0.0172 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Permata Tbk, maka Bank Permata Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.0172 %.
12. Bank Of India Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Of India Indonesia Tbk (_INDIA—C) adalah sebesar 0.634 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Of India Indonesia Tbk, maka Bank Of India Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.634 %.
13. Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk (_BTPN—C) adalah sebesar 0.744 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk, maka Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.744 %.
14. Bank Victoria Internasional Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Victoria Internasional Tbk (_VICTORIA—C) adalah sebesar 0.312 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Victoria Internasional Tbk, maka Bank Victoria Internasional Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar 0.312 %.
15. Bank Mayapada Internasional Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Mayapada Internasional Tbk (_MAYAPADA—C) adalah sebesar -0.111 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Mayapada Internasional Tbk, maka Bank Mayapada Internasional Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.111 %.
16. Bank Windu Kentjana Internasional Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Windu Kentjana Internasional Tbk (_WINDU—C) adalah sebesar -0.528 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Windu Kentjana Internasional Tbk, maka Bank Windu Kentjana Internasional Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.528 %.
17. Bank Mega Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank Mega Tbk (_MEGA—C) adalah sebesar -0.05 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank Mega
Tbk, maka Bank Mega Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.05 %.
18. Bank OCBC NISP Tbk
Jika dilihat dari tabel 4.8, nilai koefisien adalah 8.635 dan nilai koefisien random effect yang dimiliki Bank OCBC NISP Tbk (_OCBC— C) adalah sebesar -0.358 maka hal tersebut mengartikan bahwa bila terdapat perubahan 1% pada CAR, LDR, NIM, NPL, dan BOPO pada Bank OCBC NISP Tbk, maka Bank OCBC NISP Tbk akan mendapatkan pengaruh individu terhadap ROA sebesar -0.358 %.
Berdasarkan tabel 4.8 juga dapat dilihat bahwa Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk memiliki nilai koefisien tertinggi yaitu sebesar 0.744, sehingga dapat simpulkan bahwa Bank Tabungan Pensiunan Indonesia Tbk merupakan bank umum yang paling berpotensi mengalami perubahan ROA yang paling besar apabila terjadi perubahan pada variabel CAR, LDR, NIM, NPL dan BOPO. Sementara Bank Danamon Indonesia Tbk memiliki nilai koefisien terendah yaitu sebesar -0.542, sehingga dapat disimpulkan bahwa Bank Danamon Indonesia Tbk merupakan bank umum yang paling berpotensi mengalami perubahan ROA yang paling kecil apabila terjadi perubahan pada variabel CAR, LDR, NIM, NPL dan BOPO.