2.3. Data Survey
2.3.1. Tabulasi dan Analisis Data Survey 1. Data Responden
2.3.1.2. Analisa Hasil Survey
Setelah mengumpulkan data dari hasil kuesioner yang telah disebarkan, maka kita akan mendapatkan suatu asumsi dari tanggapan para responden. Asumsi bukan merupakan teori, melainkan hanya merupakan pernyataan yang menyangkut keadaan atau gejala-gejala umum yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk selengkapnya lihat tabel dan grafik berikut ini:
Klasifikasi pekerjaan responden MetroPool Billiard Tabel 2.2. Klasifikasi Pekerjaan Responden
Pekerjaan Jumlah Persentase
Murid SMU 38 38 % Mahasiswa 42 42 % Wiraswasta 15 15 % Lain-lain 5 5 % Murid SMU Mahasiswa Wiraswasta Lain-lain
Gambar 2.18. Diagram Klasifikasi Pekerjaan Responden
Asumsi: 42% responden mengaku sebagai mahasiswa. Sedangkan 38% responden adalah siswa SMU. Untuk selebihnya 15% adalah wiraswasta dan 5% sisanya adalah lain-lain.
1. Pengeluaran Responden Dalam 1 Bulan
Tabel 2.3. Pengeluaran Responden Dalam 1 Bulan Pengeluaran Perbulan Jumlah Persentase
500.000 – 1.000.000 51 51 %
> 1.000.000 23 23 %
<500.000 500.000-1.000.000 >1.000.000
Gambar 2.19. Diagram Pengeluaran Responden Dalam 1 Bulan
Asumsi: 51% responden memiliki pengeluaran antara Rp 500.000,- sampai Rp 1.000.000,- per bulan. Kemudian 26% responden memiliki pengeluaran dibawah Rp 500.000,- per bulan. Sisanya adalah 23% responden yang memiliki pengeluaran lebih dari Rp 1.000.000,- per bulan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa target audience nya adalah dari kalangan menengah.
2. Waktu luang yang dimiliki responden
Tabel 2.4. Waktu Luang Yang Dimiliki Responden
Waktu Luang Jumlah Persentase
Pagi Hari 3 3 % Siang Hari 5 5 % Sore Hari 31 31 % Malam Hari 61 61 % Pagi Hari Siang Hari Sore Hari Malam Hari
Asumsi: 61% responden memiliki waktu luang pada malam hari, 31% pada sore hari, dan 5% pada siag hari, dan 3% pada pagi hari. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden melakukan aktifitasnya di siang hari.
3. Kegiatan yang dilakukan responden untuk mengisi waktu luang Tabel 2.5. Kegiatan Yang Dilakukan Responden
Untuk Mengisi Waktu Luang
Kegiatan Jumlah Persentase
Membaca majalah 16 16 % Membaca koran 23 23 % Membaca tabloid 7 7 % Menonton TV 32 32 % Mendengarkan radio 9 9 % Lain-lain 13 13 % Membaca majalah Membaca koran Membaca tabloid Menonton TV Mendengarkan Radio Lain-lain
Gambar 2.21. Diagram Kegiatan Yang Dilakukan Responden Untuk Mengisi Waktu Luang
Asumsi: Banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. 32% responden menghabiskan waktunya dengan menonton TV dan saluran yang banyak ditonton adalah RCTI, Trans TV, dan SCTV. 23% responden lebih memilih membaca koran. Mayoritas mereka menyebutkan koran yang dibaca adalah Jawa Pos. 16% responden mengisi waktu luangnya dengan membaca majalah, terutama majalah bisnis, otomotif, dan juga gaya hidup.
9% responden mendengarkan radio, 7% membaca tabloid, dan 13% menjawab lain-lain.
4. Media cetak yang paling sering dibaca oleh responden Tabel 2.6. Media Cetak Yang Paling Sering
Dibaca Oleh Responden
Media Cetak Jumlah Persentase
Koran 50 50 % Majalah 21 21% Tabloid 14 14 % Lain-lain 15 15 % Koran Majalah Tabloid Lain-lain
Gambar 2.22. Diagram Media Cetak Yang Paling Sering Dibaca Oleh Responden
Asumsi: 50% responden memilih koran sebagai media cetak yang paling banyak dibaca. Kemudian dilanjutkan oleh majalah sebanyak 21%. Lalu sebanyak 15% responden memilih lain-lainnya. Sedangkan tabloid hanya dipilih oleh 14% responden sebagai media cetak yang paling sering dibaca.
5. Stasiun radio yang paling sering didengarkan oleh responden Tabel 2.7. Stasiun Radio Yang Paling Sering
Didengarkan Oleh Responden
Stasiun Radio Jumlah Persentase
HardRock FM 14 14 %
Wijaya FM 15 15 %
Istara FM 45 45 %
EBS FM 8 8 %
HardRock FM Wijaya FM Istara FM EBS FM Lain-lain
Gambar 2.23. Stasiun Radio Yang Paling Sering Didengarkan Oleh Responden
Asumsi: 45% responden memilih Istara FM sebagai stasiun radio yang paling sering didengarkan. Yang mengejutkan, dari hasil polling kami, disebutkan bahwa 18% responden memilih lain-lainnya, yaitu Global FM. Kemudian 15% responden memilih Wijaya FM. 14% responden memilih HardRock FM dan sisanya 8% responden memilih EBS FM.
6. Tempat hiburan yang paling sering dikunjungi
Tabel 2.8. Tempat Hiburan Yang Paling Sering Dikunjungi Oleh Responden
Tempat Hiburan Jumlah Persentase
Cafe 18 18 % Diskotek 13 13 % Mall 20 20 % Bowling 5 5 % Billiard 42 42% Lain-lain 2 2% Café Diskotek Mall Bowling Billiard Lain-lain
Asumsi : 28% responden memilih mall sebagai tempat hiburan yang paling sering dikunjungi. 22% responden memilih cafe. 21% responden memilih tempat billiard. 18% responden memilih diskotek. Diikuti dengan bowling sebanyak 9% dan 2% sisanya adalah lain-lain.
7. Pernah tidaknya responden mengunjungi tempat billiard Tabel 2.9. Pernah Tidaknya Responden
Mengunjungi Tempat Billiard
Tempat Billiard Jumlah Persentase
Pernah 67 67 %
Tidak Pernah 33 33 %
Pernah Tidak Pernah
Gambar 2.25. Diagram Pernah Tidaknya Responden Mengunjungi Tempat Billiard
Asumsi : 67% responden menjawab pernah pergi ke tempat billiard. Sedakngkan 33% sisanya menjawab tidak pernah.
8. Tempat billiard yang paling sering dikunjungi oleh responden Tabel 2.10. Tempat Billiard Yang Paling Sering
Dikunjungi Oleh Responden
Tempat-Tempat Billiard Jumlah Persentase
MetroPool 9 13.4 % Galaksi 12 17.9 % HomeBall 18 26.9 % Bola Dunia 7 10.4 % Q Club 14 20.9 % Break Shot 4 6%
Lain-lain 3 4.5% MetroPool Galaksi HomeBall Bola Dunia Q Club Break Shot Lain-lain
Gambar 2.26. Diagram Tempat Billiard Yang Paling Sering Dikunjungi Oleh Responden
Asumsi: Sebanyak 26.9% responden memilih HomeBall sebagai tempat
billiard yang paling sering dikunjungi. 20.9% responden memilih Q Club.
17.9% responden memilih Galaksi. 13.4% responden memilih MetroPool. 10.4% responden memilih Bola Dunia. 6% responden memilih BreakShot dan sisanya 4.5% responden memilih lain-lain yang diasumsikan sebagai tempat-tempat billiard selain yang disediakan diatas.
9. Seberapa sering responden mengunjungi tempat billiard
Tabel 2.11. Seberapa Sering Responden Mengunjungi Tempat Billiard
Frekwensi Jumlah Persentase
Setiap hari 28 41.8 % Seminggu 3 kali 10 14.9 % Seminggu 2 kali 18 26.9 % Seminggu sekali 4 6 % 2 minggu sekali 4 6 % 1 bulan sekali 3 4.5 %
Setiap hari Seminggu 3 kali Seminggu 2 kali Seminggu sekali 2 minggu sekali 1 bulan sekali
Gambar 2.27. Diagram Seberapa Sering Responden Mengunjungi Tempat
Billiard
Asumsi: 41.8% dari responden mengaku bahwa mereka setiap hari mengunjungi tempat billiard, sekaligus menjadi ajang bertemu dengan teman-teman. 26.9% responden menjawab seminggu 2 kali mengunjungi tempat
billiard. Sebanyak 14.9% responden mengunjungi tempat billiard seminggu 3
kali. Sedang untuk jawaban seminggu sekali dan 2 minggu sekali menempati posisi yang sama yaitu sebanyak 6%. Sisanya adalah 4.5% responden yang menjawab 1 bulan sekali.
10. Responden mengunjungi lebih dari satu tempat billiard
Tabel 2.12. Loyalitas Responden Terhadap Satu Tempat Billiard
Jumlah Persentase
Ya 42 62.7 %
Tidak 25 37.3 %
Ya Tidak
Gambar 2.28. Diagram Loyalitas Responden Terhadap Satu Tempat Billiard
Asumsi: 62.7% responden menjawab mereka lebih sering mengunjungi lebih dari satu tempat billiard. yang lebih disebabkan karena mereka merasa bosan
dan ingin berganti-ganti suasana. Selebihnya sebanyak 37.3% responden menjawab tidak karena mereka sudah terbiasa mengunjungi tempat billiard yang lama sehingga merasa enggan untuk berganti-ganti.
11. Pertimbangan utama responden dalam mengunjungi tempat billiard
Tabel 2.13. Pertimbangan Utama Responden Dalam Mengunjungi Tempat Billiard
Pertimbangan Utama Jumlah Persentase
Lokasi 22 32.8 %
Harga 20 29.9 %
Fasilitas ( meja, stik, dll) 13 19.4 %
Suasana 12 17.9 % Lain-lain 0 0 % Lokasi Harga Fasilitas Suasana Lain-lain
Gambar 2.29. Diagram Pertimbangan Utama Responden Dalam Mengunjungi Tempat Billiard
Asumsi: 32.8% responden menjawab lokasi merupakan pertimbangan utama mereka dalam memilih tempat bermain billiard. 29.9% responden memilih harga sebagai salah satu faktor. 19.4% responden memilih fasilitas. 17.9% responden memilih suasana sebagai salah satu alasan dalam mengunjungi satu tempat billiard.
12. Pernah atau tidaknya responden mengunjungi tempat billiard MetroPool Tabel 2.14. Pernah atau Tidaknya Responden Mengunjungi
Tempat Billiard MetroPool
Jumlah Persentase
Pernah 29 43.3 %
Pernah Tidak
Gambar 2.30. Diagram Pernah Atau Tidaknya Responden Mengunjungi Tempat Billiard MetroPool
Asumsi: 56.7% responden menjawab bahwa mereka tidak pernah mengunjungi MetroPool billiard dengan berbagai macam alasan. Sisanya 43.3% menjawab pernah.
13. Sumber responden mendapatkan informasi tentang tempat billiard MetroPool Tabel 2.15. Sumber Responden Mendapatkan Informasi Tentang Tempat
Billiard MetroPool
Sumber Informasi Jumlah Persentase
Teman 51 76.1 % Media cetak 0 0 % Lain-lain 16 23.9 % Teman Media cetak Lain-lain
Gambar 2.31. Diagram Sumber Responden Mendapatkan Informasi Tentang Tempat Billiard MetroPool
Asumsi : Sebagian besar responden, yaitu sebesar 76.1% menjawab mereka mengetahui tempat billiard MetroPool lewat teman atau yang biasa disebut
mouth-to-mouth. Sedangkan sebesar 23.9% responden menjawab lain-lain,
lewat media cetak dijawab 0% karena MetroPool memang tidak pernah berpromosi melalui media cetak.
14. Alasan responden mengunjungi MetroPool billiard
Tabel 2.16. Alasan Responden Mengunjungi MetroPool Billiard
Alasan Jumlah Persentase
Lokasi 8 27.6 %
Harga 5 17.2 %
Fasilitas (meja, stik, dll) 4 13.8 %
Suasana 9 31.1 % Pelayanan 2 6.9 % Lain-lain 1 3.4 % Lokasi Harga Fasilitas Suasana Pelayanan Lain-lain
Gambar 2.32. Diagram Alasan Responden Mengunjungi MetroPool Billiard
Asumsi : Sebanyak 31.1 % responden menjawab bahwa mereka memilih suasana sebagai alasan mereka mengunjungi MetroPool adalah karena lokasinya. Setelah itu sebanyak 27.6 % responden menjawab memilih karena lokasi. Lalu 17.2% responden menjawab harga sebagai alasan mereka memilih MetroPool sebagai tempat bermain. 13.8% responden menjawab fasilitas. Lalu 6.9% responden menyatakan pelayanan sebagai alasan mereka. Dan yang terakhir adalah lainlain dengan presentase 3.4%.
2.3.2. Analisa SWOT 2.3.2.1. MetroPool billiard
- Strenghts (Kelebihan)
− Letak MetroPool billiard cukup strategis yaitu di Jalan Raya Mulyosari No 157, dekat dengan kampus ITS, hanya 3 menit dari Jalan Kertajaya, serta dekat dengan keramaian dan pusat kegiatan dari daerah Surabaya Utara sendiri.
− MetroPool billiard memiliki gedung yang dibuat dengan konsep modern namun dengan tidak meninggalkan kesan hangat dan rasa kekeluargaan yang kental yang ditawarkan kepada para pengunjung. − Lahan parkir MetroPool billiard juga berkapasitas cukup luas sesuai
dengan jumlah pengunjung saat ini.
− Meja permainan yang disediakan sudah merupakan standar POBSI, yaitu Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia, beserta tongkat stik yang disediakan telah disesuaikan pula.
− Beberapa waktu ini MetroPool billiard berencana memperluas lagi bangunan gedung yang akan dipakai untuk billiard maupun hiburan-hiburan lain yang akan ditambahkan kedalamnya.
- Weakness (Kelemahan)
− Meskipun dalam waktu dekat ini akan diadakan perluasan gedung, tetap saja MetroPool selama ini masih terhambat oleh masalah gedung yang kurang besar, sehingga pada waktu-waktu tertentu yang ramai dikunjungi, pengunjung tetap saja harus mengantri agar mendapat giliran menggunakan meja.
− Walaupun tempat parkir MetroPool dikatakan sudah sesuai dengan kapasitas pengunjungnya, tetap saja merupakan parkir paralel, sehingga mobil harus dikeluar-masukkan bila ada mobil lain ingin keluar meninggalkan lokasi. Hal ini terbukti kurang efektif dan mendapat keluhan yang cukup banyak dari pemain yang merasa terganggu dengan hal ini.
− Kegiatan promosi masih belum dijalankan sama sekali. Mengingat usia MetroPool yang baru menginjak 1 tahun, lama kelamaan hal ini
tentunya akan membawa dampak yang kurang baik bagi perusahaan sendiri di masa yang akan datang, karena kurang dikenal oleh khalayak ramai.
- Opportunitty (Peluang)
− Bisnis hiburan ini memiliki segmen pasar yang luas, terutama anak muda, pengusaha dan orang tua yang merupakan pasar potensial. − MetroPool Billiard sampai saat ini bisa dibilang sebagai pendatang
baru atau masih fresh keberadaannya. Gedung yang dimilikipun masih dalam kondisi baru. Jadi ini dapat merupakan sebuah peluang untuk menggebrak pasar melalui beberapa publikasi ataupun iklan.
− Lokasi MetroPool Billiard yang cukup strategis tentunya bisa dijadikan peluang untuk mendatangkan banyak pengunjung.
− Akan diadakannya perluasan gedung MetroPool Billiard merupakan prospek yang sangat menjanjikan dimasa depan, apalagi mengingat belum adanya tempat hiburan semacam ini di sekitar Jalan Raya Mulyosari yang mengkhususkan diri bagi segmen anak muda.
- Threats (Ancaman)
− Harus segera melaksanakan kegiatan promosi, karena semakin lama para pesaing usaha akan semakin bermunculan dengan ide-ide serta konsep yang lebih menarik yang bila tidak disikapi secara serius akan berdampak besar bagi perusahaan nantinya.
− Kondisi tempat parkir yang kurang sempurna bisa mengurangi daya tarik pengunjung.
2.3.2.2. BreakShot
- Strenghts (Kelebihan)
− BreakShot terletak di Jalan Raya Kenjeran. Terletak dijalan utama dengan bangunan yang cukup besar dan mencolok tentunya akan mempermudah para pengunjung untuk melihat dan datang ke tempat ini.
− BreakShot telah sering mengadakan berbagai ajang kompetisi, baik yang disponsori maupun mensponsori berbagai ajang tersebut. Hal ini
telah menimbulkan awareness yang cukup signifikan dari khalayak sasaran maupun masyarakat setempat.
− BreakShot merupakan tempat hiburan dengan konsep one-stop
entertainment, yaitu menggabungkan beberapa macam hiburan
menjadi satu. Hal ini dapat dilihat dari nama perusahaan sendiri, yaitu BreakShot Family Karaoke, Billiard, Café. Hal ini didukung juga dengan rencana akan dibuka lagi tempat MultiPlayer Game di tempat yang sama.
− Café yang ditawarkan BreakShot juga cukup memadai. Makanan dan minuman yang ditawarkan juga tidak mengecewakan.
− Tersedia berbagai peralatan dan perlengkapan bermain biliar untuk para pemain baik yang masih pemula maupun yang sudah profesional.
- Weakness (Kelemahan)
− Walaupun berlokasi di Jalan Raya, tetapi gedung BreakShot awalnya hanya merupakan bangunan kosong yang tidak terpakai, hingga akhirnya si pemilik memutuskan untuk membuka one-stop
entertainment, gedung BreakShot merupakan bangunan tua, sehingga
terkesan tidak modern.
− Selain itu, BreakShot yang seharusnya target market-nya adalah anak muda, tetapi desain interior dari bangunan tersebut tidak mencerminkan hal itu. Gedung didesain lebih ke orang tua dan kelas menengah kebawah.
− Meskipun memiliki banyak karyawan, tetapi pelayanan disini masih kurang. Hal ini dapat dilihat dari wawancara yang dilakukan ke beberapa pengunjung, yang mengeluhkan kurangnya pelayanan.
− Gedung yang cukup besar, kurang dipakai secara optimal, terlihat dari letak meja billiard yang kesannya diletakkan secara sembarangan sehingga menjadi nilai minus tersendiri bagi BreakShot.
- Opportunitty (Peluang)
− Lokasi BreakShot yang terletak di Jalan Raya Kenjeran sangatlah strategis dan tentunya bisa dijadikan peluang untuk mendatangkan banyak pengunjung.
− BreakShot yang memiliki konsep one-stop entertainment yang akan semakin memperbesar peluang orang untuk datang kesini. Karena tidak semua orang senang atau bisa bermain billiard.
− BreakShot yang beroperasi sejak akhir tahun 2004 ini telah banyak memiliki pengalaman baik dalam mengadakan lomba maupun mensponsori loma-lomba di tempat lain. Hal ini dapat menjadi peluang bagi BreakShot sendiri untuk lebih dikenal oleh para pecinta billiard di Surabaya.
- Threats (Ancaman)
− Kondisi gedung tua yang tidak terawat ditambah dengan interior yang tidak dibenahi lama-kelamaan akan berpengaruh kepada image BreakShot.
− Selama ini BreakShot masih kurang banyak berpromosi, yang tentunya berpengaruh bagi kelancaran usaha.
− Pelayanan BreakShot yang kurang baik akan dapat menjadi ancaman mengingat BreakShot merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa, yang sangat mengutamakan pelayanan.
2.3.2.3. Bola Dunia Pool