• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III.5 Keterbatasan Penelitian

Ada beberapa keterbatasan yang dihadapi terkait dengan pengumpulan

data sekunder. Keterbatasan tersebut menyebabkan data yang telah terkumpul

tidak dapat dianalisa secara tajam dan lebih mendalam. Keterbatasan itu antara

lain :

• Kesulitan memperoleh data yang dibutuhkan terutama mengenai informasi yang terkait dengan laporan kecelakaan dengan parameter cuaca dan

kondisi lingkungan, karena data tersebut tidak bisa diakses ke penyidik.

Tersedianya tambahan informasi yang lebih mendetail tentang kondisi

mesin,sistem kemudi, sistem pengereman, sistem penerangan dan pemberi

isyarat/signal tentu akan membantu memperlancar proses analisa kejadian

kecelakaan terutama yang diduga diakibatkan oleh faktor kendaraan.

Tersedianya informasi tentang kondisi fisik kendaraan setelah tabrakan

akan sangat membantu proses rekonstruksi terjadinya kecelakaan.

Tidak tersedianya data volume lalu lintas secara runtut waktu (time series) bagi ruas di Kota Pematang Siantar. Pihak Dinas Perhubungan

menyatakan bahwa anggaran untuk survey lalu lintas tidak dialokasikan

secara rutin setiap tahunnya, sehingga untuk keperluan survey setiap tahun

atau keperluan lain yang mendesak Dinas Perhubungan harus selalu

mengajukan anggaran ke Pemko. Ini pun belum tentu disetujui. Hal ini

cukup memprihatinkan mengingat informasi tentang volume lalu lintas

merupakan kebutuhan vital bagi perencana transportasi dalam

BAB IV ANALISIS DATA

IV.1 Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas

Karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan berbeda-beda baik

jalan Tol maupun Non-Tol. Jalan Non-Tol juga memiliki karateristik berbeda

antara jalan dalam kota, jalan antar kota dan jalan antar provinsi. Dalam penelitian

ini hanya dilakukan pada jalan dalam kota, khususnya ruas jalan di Kota

Pematang Siantar.

Karakteristik kecelakaan dikelompokkan berdasarkan beberapa jenis. Pada

penelitian ini karakteristik kecelakaan ditentukan berdasarkan hari, berdasarkan

waktu terjadinya kecelakaan, berdasarkan fatalitas (tingkat keparahan),

berdasarkan jenis kendaraan, berdasarkan jenis korban, berdasarkan jenis kelamin,

berdasarkan usia, dan berdasarkan jenis pekerjaan.

IV.1.1 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Hari

Karateristik kecelakaan berdasarkan hari di Kota Pematang Siantar

dilakukan dengan parameter jumlah hari dalam satu minggu, yaitu : Senin, Selasa,

Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, Minggu. Jumlah kecelakaan berdasarkan hari di Kota

Tabel 4.1 Jumlah Kecelakaan berdasarkan Hari tahun 2007 – 2011

Hari Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Senin 9 7 11 34 33 94 12,64 Selasa 16 6 5 15 32 74 9,94 Rabu 10 3 4 16 31 64 8,60 Kamis 13 4 5 23 28 73 9,82 Jum’at 6 7 6 20 39 78 10,48 Sabtu 18 20 21 91 91 241 32,40 Minggu 10 10 8 46 46 120 16,12 Total 82 57 60 245 300 744 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah kecelakaan berdasarkan hari tahun 2007 – 2011

pada tabel 4.1 jumlah kejadian kecelakaan tahun 2007 – 2011 di Kota Pematang

Siantar sebanyak 744 kecelakaan, dengan rincian 82 kecelakaan terjadi pada

tahun 2007, 57 kecelakaan terjadi pada tahun 2008, 60 kecelakaan terjadi pada

tahun 2009, 245 kecelakaan terjadi pada tahun 2010, dan 300 kecelakaan terjadi

pada tahun 2011.

Jumlah kecelakaan berdasarkan hari untuk tahun 2007 – 2011 pada tabel

4.1 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan Hari di Kota Pematang Siantar

bahwa Hari Sabtu merupakan jumlah terbanyak dengan jumlah kecelakaan

sebanyak 241 kecelakaan dengan persentase 32,40 %. Hari Minggu sebanyak 120

kecelakaan dengan persentase 16,12 %. Hari Senin sebanyak 94 kecelakaan

dengan persentase 12,64 %. Hari Jum’at sebanyak 78 kecelakaan dengan

persentase 10,48 %. Hari Selasa sebanyak 74 kecelakaan dengan persentase 9,94

%. Hari Kamis sebanyak 73 kecelakaan dengan persentase 9,82%. Hari Rabu

Gambar 4.1 Kecelakaan berdasarkan Hari tahun 2007 – 2011

Hari Sabtu merupakan akhir pekan dengan padat mobilitas, terutama

banyaknya arus lalu lintas menuju Kota Pematang Siantar baik dari Kota Medan

maupun daerah sekitar Kota Pematang Siantar untuk mencari hiburan di akhir

pekan.

IV.1.2 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Waktu Kejadian

Karakteristik kecelakaan berdasarkan waktu kejadian di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter waktu Terang (06.00-18.00) dan waktu Gelap

(19.00-05.00). Jumlah kecelakaan berdasarkan waktu kejadian di Kota Pematang

Siantar dapat dilihat dalam tabel 4.2.

Tabel 4.2 Jumlah Kecelakaan berdasarkan Waktu Kejadian tahun 2007 – 2011

Waktu Kejadian Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah %

Terang (06.00-18.00) 28 28 29 140 171 396 53,22

Gelap (19.00-05.00) 34 26 31 125 129 345 46.78

Total 82 57 60 245 300 744 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah kecelakaan berdasarkan waktu kejadian tahun

2007 – 2011 pada tabel 4.2 jumlah kejadian kecelakaan tahun 2007 – 2011 di

Kota Pematang Siantar sebanyak 744 kecelakaan, dengan rincian 82 kecelakaan

terjadi pada tahun 2007, 57 kecelakaan terjadi pada tahun 2008, 60 kecelakaan

12,64% 9,94% 8,60% 9,82% 10,48% 32,40% 16,12% Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu

terjadi pada tahun 2009, 245 kecelakaan terjadi pada tahun 2010, dan 303

kecelakaan terjadi pada tahun 2011.

Jumlah kecelakaan berdasarkan waktu kejadian untuk tahun 2007 – 2011

pada tabel 4.2 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan waktu kejadian di Kota

Pematang Siantar bahwa waktu Terang (06.00-18.00) merupakan jumlah

terbanyak dengan jumlah kecelakaan sebanyak 396 kecelakaan dengan persentase

53,22 %. Waktu Gelap (19.00-05.00) sebanyak 348 kecelakaan dengan persentase

46,78 %.

Ga

mbar 4.2 Kecelakaan berdasarkan Waktu Kejadian tahun 2007 – 2011

Waktu terang dengan durasi pukul 06.00 – 18.00 merupakan waktu yang

banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat untuk melakukan aktivitas

sehari-hari. Sedangkan waktu gelap dengan durasi 19.00 – 05.00 merupakan

waktu yang banyak didominasi oleh kendaraan lintas, baik truk ekspedisi antar

pulau dan provinsi maupun bus antar kota dan provinsi yang melintas di Kota

Pematang Siantar.

53,22%

46,78% Terang (06.00-18.00)

IV.1.3 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Fatalitas (Tingkat Keparahan)

Karakteristik kecelakaan berdasarkan fatalitas di Kota Pematang Siantar

dilakukan dengan parameter tingkat fatalitas, yaitu : Kecelakaan Fatal,

Kecelakaan Berat, Kecelakaan Ringan, Kecelakaan Kendaraan. Jumlah

kecelakaan berdasarkan fatalitas di Kota Pematang Siantar dapat dilihat dalam

tabel 4.3.

Tabel 4.3 Jumlah Kecelakaan berdasarkan Fatalitas tahun 2007 – 2011

Fatalitas (tingkat keparahan) Tahun Total 2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Kecelakaan Fatal 62 53 35 118 169 437 58,74 Kecelakaan Berat 16 4 10 72 78 180 24,20 Kecelakaan Ringan 4 0 15 55 51 125 16,80 Kecelakaan Kendaraan 0 0 0 0 2 2 0,26 Total 82 57 60 245 300 744 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah kecelakaan berdasarkan fatalitas tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.3 jumlah kejadian kecelakaan tahun 2007 – 2011 di Kota

Pematang Siantar sebanyak 744 kecelakaan, dengan rincian 82 kecelakaan terjadi

pada tahun 2007, 57 kecelakaan terjadi pada tahun 2008, 60 kecelakaan terjadi

pada tahun 2009, 245 kecelakaan terjadi pada tahun 2010, dan 300 kecelakaan

terjadi pada tahun 2011.

Jumlah kecelakaan berdasarkan fatalitas untuk tahun 2007 – 2011 pada

tabel 4.3 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan Fatalitas di Kota Pematang

Siantar bahwa Kecelakaan Fatal merupakan jumlah terbanyak dengan jumlah

kecelakaan sebanyak 437 kecelakaan dengan persentase 58,74 %. Kecelakan

Berat sebanyak 180 kecelakaan dengan persentase 24,20 %. Kecelakaan Ringan

sebanyak 125 kecelakaan dengan persentase 16,80 %. Kecelakaan Kendaraan

Gambar 4.3 Kecelakaan berdasarkan Fatalitas tahun 2007 – 2011

Kecelakaan Fatal didominasi oleh banyaknya korban meninggal dunia

menyebabkan tingginya tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas di Kota Pematang

Siantar yaitu sebesar 58,74 %. Besarnya jumlah korban meninggal dunia menjadi

faktor utama fatalitas kecelakaan.

IV.1.4 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Tipe Tabrakan

Karakteristik kecelakaan berdasarkan Tipe Tabrakan di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter tipe tabrakan kendaraan, yaitu : Tabrakan

Depan-Belakang, Tabrakan Depan-Depan, Tabrakan Menyudut, Tabrakan Sisi

(menyudut), Tabrakan Beruntun (massal), Tabrakan Pejalan Kaki, Tabrakan

Parkir, Tabrakan Tunggal, Tabrak Lari, Lepas Kontrol. Jumlah kecelakaan

berdasarkan tipe tabrakan di Kota Pematang Siantar dapat dilihat dalam tabel 4.4.

Tabel 4.4 Jumlah Kecelakaan berdasarkan Tipe Tabrakan tahun 2007 – 2011

Tipe Tabrakan Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Tabrakan Depan-Belakang 7 6 8 51 43 115 15,45 Tabrakan Depan-Depan 37 17 20 83 86 243 31,72 Tabrakan Menyudut 0 0 0 0 2 2 0,53

Tabrakan Sisi (samping) 13 10 6 41 50 120 15,86

Tabrakan Beruntun (massal) 0 0 0 1 12 13 1,74 58,74% 24,20% 12,69% 0,26% Kecelakaan Fatal Kecelakaan Berat Kecelakaan Ringan Kecelakaan Kendaraan

Tabrakan Pejalan Kaki 12 10 11 56 21 110 14,91 Tabrakan Parkir 0 0 0 0 0 0 0 Tabrakan Tunggal 2 3 5 13 20 43 5,77 Tabrak Lari 11 11 10 0 66 98 14,24 Lepas Kontrol 0 0 0 0 0 0 0 Total 82 57 60 245 300 744 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah kecelakaan berdasarkan tipe tabrakan tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.4 jumlah kejadian kecelakaan tahun 2007 – 2011 di Kota

Pematang Siantar sebanyak 744 kecelakaan, dengan rincian 82 kecelakaan terjadi

pada tahun 2007, 57 kecelakaan terjadi pada tahun 2008, 60 kecelakaan terjadi

pada tahun 2009, 245 kecelakaan terjadi pada tahun 2010, dan 300 kecelakaan

terjadi pada tahun 2011.

Jumlah kecelakaan berdasarkan tipe tabrakan untuk tahun 2007 – 2011

pada tabel 4.4 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan tipe tabrakan di Kota

Pematang Siantar bahwa Tabrakan Depan-Depan merupakan jumlah terbanyak

dengan jumlah kecelakaan sebanyak 243 kecelakaan dengan persentase 31,72 %.

Tabrakan Sisi (samping) sebanyak 120 kecelakaan dengan persentase 15,86 %.

Tabrakan Depan-Belakang sebanyak 115 kecelakaan dengan persentase 15,45 %.

Tabrakan Pejalan Kaki sebanyak 110 kecelakaan dengan persentase 14,91 %.

Tabrak Lari sebanyak 98 kecelakaan dengan persentase 14,24 %. Tabrakan

Tunggal sebanyak 43 kecelakaan dengan persentase 5,77 %. Tabrakan Beruntun

(massal) sebanyak 13 kecelakaan dengan persentase 1,74 %. Tabrakan Menyudut

Gambar 4.1 Diagram Kecelakaan berdasarkan Hari tahun 2007 – 2011

Gambar 4.4 Kecelakaan berdasarkan Tipe Tabrakan tahun 2007 – 2011

Kecelakaan tipe tabrakan depan-depan merupakan kecelakaan terbanyak

sebesar 31,72 % dikarenakan faktor jarak pandang kendaraan yang kurang dan

kurangnya konsentrasi pengemudi dalam berkendara khususnya pengemudi

sepeda motor yang sering ugal-ugalan di jalan dan mengganggu pemakai jalan

lainnya.

IV.1.5 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kendaraan

Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis kendaraan di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter jenis kendaraan, yaitu : Sepeda Motor, Mobil

Penumpang, Bus, Pick-UP, Truck, Truck 2AS, Trailer, Kereta Api. Jumlah

kecelakaan berdasarkan tipe tabrakan di Kota Pematang Siantar dapat dilihat

dalam tabel 4.4.

Tabel 4.5 Jumlah Unit Kendaraan berdasarkan Jenis Kendaraan tahun 2007–2011

Jenis Kendaraan Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Sepeda Motor 91 61 71 52 277 552 63,59 Mobil Penumpang 19 29 17 12 63 140 16,12 Bus 3 2 5 2 6 18 2,07 Pick-Up 9 2 0 3 13 27 3,11 Truck 22 10 12 11 21 76 8,75 15,45% 31,72% 0,53% 15,86% 1,74% 14,91% 0,00% 5,77% 14,24% 0,00% Tabrakan Depan-Belakang Tabrakan Depan-Depan Tabrakan Menyudut

Tabrakan Sisi (samping)

Tabrakan Beruntun (massal)

Tabrakan Pejalan Kaki

Tabrakan Parkir

Tabrakan Tunggal

Tabrak Lari

Truck 2AS 3 1 2 3 14 23 2,64

Trailer 1 2 3 5 11 22 2,53

Kereta Api 1 3 2 0 4 10 1,15

Total 149 110 112 88 409 868 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah unit kendaraan berdasarkan jenis kendaraan tahun

2007 – 2011 pada tabel 4.5 jumlah unit kendaraan tahun 2007 – 2011 di Kota

Pematang Siantar sebanyak 868 unit kendaraan, dengan rincian 149 unit

kendaraan terjadi pada tahun 2007, 110 unit kendaraan terjadi pada tahun 2008,

112 unit kendaraan terjadi pada tahun 2009, 88 unit kendaraan terjadi pada tahun

2010, dan 409 unit kendaraan terjadi pada tahun 2011.

Jumlah unit kendaraan berdasarkan jenis kendaraan untuk tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.5 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan tipe tabrakan di

Kota Pematang Siantar bahwa Sepeda Motor merupakan jumlah terbanyak dengan

jumlah 552 unit dengan persentase 63,59 %. Mobil penumpang sebanyak 140 unit

dengan persentase 16,12 %. Truck sebanyak 76 unit dengan persentase 8,75 %.

Pick-UP sebanyak 27 unit dengan persentase 3,11 %. Truck 2AS sebanyak 23 unit

dengan persentase 2,64 %. Trailer sebanyak 22 unit dengan persentase 2,53 %.

Bus sebanyak 18 unit dengan persentase 0,41 %. Kerata Api sebanyak 10 unit

dengan persentase 1,15 %.

Gambar 4.1 Diagram Kecelakaan berdasarkan Hari tahun 2007 – 2011

63,59% 16,12% 2,07% 3,11% 8,75% 2,64% 2,53% 1,15% Sepeda Motor Mobil Penumpang Bus Pick-UP Truck Truck 2AS Trailer Kereta Api

Kecelakaan dengan jenis kendaraan sepeda motor merupakan kecelakaan

terbanyak sebesar 63,59 % hal ini dikarenakan mudahnya memiliki sepeda motor

dan mudahnya mendapatkan ijin (SIM) mengendarai sepeda motor. Besarnya

kepemilikan unit sepeda motor menjadikan faktor jenis kendaraan sepeda motor

menjadi faktor kecelakaan berdasarkan jenis kendaraan.

IV.1.6 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Korban

Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis korban di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter jenis korban, yaitu : Meninggal Dunia (MD),

Luka Berat (LB), Luka Ringan (LR). Jumlah kecelakaan berdasarkan jenis korban

di Kota Pematang Siantar dapat dilihat dalam tabel 4.6.

Tabel 4.6 Jumlah Korban Kecelakaan berdasarkan Jenis Korban tahun 2007 –

2011

Jenis Korban Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah %

Meninggal Dunia (MD) 30 23 38 66 62 219 19,75

Luka Berat (LB) 44 34 44 57 99 278 26,07

Luka Ringan (LR) 46 44 47 145 330 612 55,18

Total 120 101 129 268 491 1.109 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis korban tahun

2007 – 2011 pada tabel 4.6 jumlah kejadian kecelakaan tahun 2007 – 2011 di

Kota Pematang Siantar sebanyak 1.109 orang, dengan rincian 120 orang pada

tahun 2007, 101 orang terjadi pada tahun 2008, 129 orang pada tahun 2009, 268

orang pada tahun 2010, dan 491 orang pada tahun 2011.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis korban untuk tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.6 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan jenis korban di

dengan jumlah kecelakaan sebanyak 612 orang dengan persentase 55,18 %.

Meninggal Dunia (MD) sebanyak 219 orang dengan persentase 19,75 %. Luka

berat (LB) sebanyak 278 orang dengan persentase 26,07 %.

Gambar 4.6 Korban Kecelakaan berdasarkan Jenis Korban tahun 2007 – 2011

Kecelakaan dengan jenis korban Luka Ringan (LR) sebesar 55,18%

didominasi oleh banyaknya korban kecelakaan yang telah mengerti akan

keselamatan dalam berkendara di jalan. Memakai atribut keselamatan seperti helm

dan patuh pada peraturan berlalu lintas, khususnya pengemudi sepeda motor yang

mendominasi kecelakaan di Kota Pematang Siantar. Selain patuh pada peraturan,

konsentrasi dan kondisi fisik juga menjadi faktor dalam berkendara guna

mengurangi jumlah korban kecelakaan.

19,75% 26,07% 55,18% Meninggal Dunia (MD) Luka Berat (LB) Luka Ringan (LR)

IV.1.7 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis kelamin di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter jenis kelamin laki-laki dan waktu jenis

kelamin perempuan. Jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis kelamin di Kota

Pematang Siantar dapat dilihat dalam tabel 4.7.

Tabel 4.7 Jumlah Korban Kecelakaan berdasarkan Jenis Kelamin tahun 2007 –

2011

Jenis Kelamin Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah %

Laki-laki 118 111 138 310 606 1.283 73,18

Perempuan 37 27 27 107 272 470 26,82

Total 155 138 165 417 878 1.753 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis kelamin

tahun 2007 – 2011 pada tabel 4.7 jumlah korban kecelakaan tahun 2007 – 2011

di Kota Pematang Siantar sebanyak 1.753 orang, dengan rincian 155 orang pada

tahun 2007, 138 orang pada tahun 2008, 165 orang pada tahun 2009, 417 orang

pada tahun 2010, dan 878 orang pada tahun 2011.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis kelamin untuk tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.7 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan jenis kelamin di

Kota Pematang Siantar bahwa jenis kelamin laki-laki merupakan jumlah

terbanyak dengan jumlah korban kecelakaan sebanyak 1.283 orang dengan

persentase 73,18 %. Jenis kelamin perempuan sebanyak 470 orang dengan

Gambar 4.7 Korban Kecelakaan berdasarkan Jenis Kelamin tahun 2007 – 2011

Kecelakaan dengan jenis laki-laki didominasi oleh banyaknya korban

kecelakaan sebagai pengemudi dalam berkendara di jalan sebesar 74,82 %.

Laki-laki juga mendominasi sebagai tersangka pada kasus-kasus kecelakaan dalam

laporan kecelakaan kepolisian, hal inilah yang menjadi faktor utama korban

kecelakaan didominasi oleh jenis kelamin laki-laki. Sedangkan korban kecelakaan

dengan jenis kelamin perempuan cenderung sebagai korban, jarang ditemui

sebagai tersangka pada kasus kecelakaan.

IV.1.8 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Usia

Karakteristik kecelakaan berdasarkan usia di Kota Pematang Siantar

dilakukan dengan parameter usia, yaitu : usia 0-9 tahun, usia 10-15 tahun, usia

16-30 tahun, usia 31-40 tahun, usia 41-50 tahun, usia diatas 51 tahun. Jumlah korban

kecelakaan berdasarkan usia di Kota Pematang Siantar dapat dilihat dalam tabel

4.8.

73,18% 26,82%

Laki-laki

Tabel 4.8 Jumlah Korban Kecelakaan berdasarkan Usia tahun 2007 – 2011 Usia (tahun) Tahun Total 2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % 00 – 09 3 2 3 21 17 46 2,62 10 – 15 1 3 10 33 131 178 7,13 16 – 30 81 87 88 262 445 963 55,80 31 – 40 25 20 20 33 90 188 10,38 41 – 50 19 10 17 30 75 151 6,45 >>51 26 16 27 38 120 227 11,92 Total 155 138 165 417 878 1753 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah korban kecelakaan berdasarkan usia tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.8 jumlah korban kecelakaan tahun 2007 – 2011 di Kota

Pematang Siantar sebanyak 1753 orang, dengan rincian 155 orang pada tahun

2007, 138 orang pada tahun 2008, 165 orang pada tahun 2009, 417 orang pada

tahun 2010, dan 878 orang pada tahun 2011.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan usia untuk tahun 2007 – 2011

pada tabel 4.8 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan usia di Kota Pematang

Siantar bahwa usia diatas 16-30 tahun merupakan jumlah terbanyak dengan

jumlah 963 orang dengan persentase 55,80 %. Usia diatas 51 tahun sebanyak 227

orang dengan persentase 11,92 %. Usia 31-40 tahun sebanyak 188 orang dengan

persentase 10,38 %. Usia 10-15 tahun sebanyak 178 orang dengan persentase 7,13

%. Usia 41-50 tahun sebanyak 151 orang dengan persentase 6,45 %. Usia 0-9

Gambar 4.1 Diagram Kecelakaan berdasarkan Hari tahun 2007 – 2011

Gambar 4.8 Korban Kecelakaan berdasarkan Usia tahun 2007 – 2011

Korban kecelakaan dengan usia diatas 16-30 tahun merupakan yang

terbanyak sebesar 55,80 % hal ini dikarenakan faktor masih kurangnya

pemahaman keselamatan dan peraturan dalam berlalu lintas yang didominasi usia

pelajar dan mahasiswa.

IV.1.9 Karakteristik Kecelakaan Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis pekerjaan di Kota Pematang

Siantar dilakukan dengan parameter jenis pekerjaan, yaitu : Pelajar/Mahasiswa,

Ibu Rumah Tangga, Wiraswata, Pegawai Negari Sipil, Pegawai Swata/Karyawan,

Tidak bekerja/ Lain-lain. Jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis pekerjaan

di Kota Pematang Siantar dapat dilihat dalam tabel 4.9.

Tabel 4.9 Jumlah Korban Kecelakaan berdasarkan jenis pekerjaan tahun 2007 –

2011 2,62% 7,13% 55,80% 10,38% 7,15% 11,92% 00-09 tahun 10-15 tahun 16-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun >> 51 tahun

Jenis Pekerjaan Tahun Total 2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah %

Pelajar/Mahasiswa 33 30 18 46 126 253 17,11

Ibu Rumah Tangga 13 7 7 30 50 107 6,16

Wiraswasta 25 16 30 74 173 318 18,42

Pegawai Negeri Sipil 17 14 16 36 59 142 7,30

Peg. Swasta/Karyawan 44 41 50 126 265 526 27,61

Tidak bekerja/Lain-lain 23 30 44 105 205 407 23,39

Total 155 138 165 417 878 1753 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.9 jumlah korban kecelakaan tahun 2007 – 2011 di Kota

Pematang Siantar sebanyak 1753 orang, dengan rincian 155 orang pada tahun

2007, 138 orang pada tahun 2008, 165 orang pada tahun 2009, 417 orang pada

tahun 2010, dan 878 orang pada tahun 2011.

Jumlah korban kecelakaan berdasarkan jenis pekerjaan untuk tahun 2007 –

2011 pada tabel 4.9 didapat karateristik kecelakaan berdasarkan jenis pekerjaan

di Kota Pematang Siantar bahwa jenis pekerjaan pegawai swasta/karyawan

merupakan jumlah terbanyak dengan jumlah 526 orang dengan persentase 27,61

%. Tidak bekerja/Lain-lain sebanyak 407 orang dengan persentase 23,39 %.

Pelajar/Mahasiswa sebanyak 253 orang dengan persentase 17,11 %. Wiraswata

sebanyak 318 orang dengan persentase 18,42 %. Pegawai Negeri Sipil sebanyak

142 orang dengan persentase 7,30 %. Ibu Rumah Tangga sebanyak 107 orang

Gambar 4.9 Korban Kecelakaan berdasarkan Jenis Pekerjaan tahun 2007 – 2011

Korban kecelakaan dengan jenis pekerjaan pegawai swasta/karyawan

merupakan yang terbanyak sebesar 27,61 % hal ini dikarenakan faktor mobilitas

berkendara yang tinggi dan faktor waktu tempuh sebagai pengemudi yang

mendominasi jenis pekerjaan ini. Dengan adanya ketersediaan bus karyawan

dapat mengurangi jumlah korban kecelakaan jenis pekerjaan pegawai

swasta/karyawan baik di perusahaan atau pun pabrik. Dengan demikian,

masyarakat yang sebelumnya menggunakan sepeda motor menuju tempat bekerja

dapat dikurangi dengan adanya bus dikarenakan banyaknya pengemudi sepeda

motor yang menjadi korban kecelakaan.

IV.1.10 Faktor Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan hasil identifikasi data diketahui bahwa faktor-faktor penyebab

kecelakaan di ruas jalan kota Pematang Siantar dapat dikelompokkan menjadi

empat golongan, yaitu faktor manusia, kendaraan, jalan dan lingkungan. Hasil

17,11% 6,16% 18,42% 7,30% 27,61% 23,39% Pelajar/Mahasiswa

Ibu Rumah Tangga

Wiraswasta

Pegawai Negari Sipil

Peg.Swasta/Karyawan

analisis mengenai pengaruh masing-masing faktor penyebab kecelakaan tersebut

dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10 Jumlah Faktor Penyebab Kecelakaan tahun 2007-2011

Faktor Penyebab Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Manusia 73 47 50 235 286 691 92,88 Kendaraan 2 3 3 2 3 13 1,74 Jalan 5 6 4 3 4 22 2,96 Lingkungan 2 1 3 5 7 18 2,42 Total 82 57 60 245 300 744 100

Sumber : Polresta Pematang Siantar (2007-2011)

Dengan melihat tabel jumlah faktor penyebab kecelakaan tahun 2007-2011

pada tabel 4.10 di atas dapat diketahui bahwa faktor manusia adalah faktor

terbesar penyebab kecelakaan di kota Pematang Siantar dengan persentase

92,88%. Disusul oleh faktor jalan sebesar 2,96%, faktor lingkungan sebesar

2,42% dan faktor kendaraan sebesar 1,74%.

Gambar 4.10 Faktor Penyebab Kecelakaan di Kota Pematang Siantar tahun 2007 – 2011 92,88% 1,74% 2,96% 2,42% Pengemudi Kendaraan Jalan Lingkungan

Adapun dari hasil analisis, faktor manusia tersebut dapat diuraikan sebagai

berikut dalam tabel 4.11.

Tabel 4.11 Uraian Faktor Penyebab Kecelakaan berdasarkan Faktor Manusia

Uraian Permasalahan Tahun Total

2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah % Lengah/Kurang Hati-hati 43 31 34 120 155 383 55,42 Lelah 0 0 0 0 0 0 0 Mengantuk 0 0 2 9 7 18 2,6 Tidak Terampil 5 0 0 6 10 21 3,03 Mabuk 0 0 0 0 0 0 0 Kecepatan Tinggi 24 16 14 97 114 265 38,35

Tidak Menjaga Jarak 1 0 0 0 0 1 0,14

Kesalahan Pejalan 0 0 0 3 0 3 0,43

Gangguan Binatang 0 0 0 0 0 0 0

TOTAL 73 47 50 235 286 691 100

Dengan melihat tabel uraian tersebut, dapat diketahui bahwa faktor

manusia yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan adalah karena

lengah/kurang kehati-hatian pengemudi, yaitu sebesar 55,42% (383 dari 691

kejadian), disusul kemudian oleh karena kecepatan tinggi sebesar 38,35% (265

dari 691 kejadian), tidak tertib sebesar 3,03% (21 dari 691 kejadian), mengantuk

2,6% (18 dari 691 kejadian), kesalahan pejalan sebesar 0,43% (3 dari 691

Gambar 4.11 Uraian Faktor Penyebab Kecelakaan berdasarkan Faktor Manusia di

Kota Pematang Siantar tahun 2007-2011

IV.2 Analisa Lokasi Rawan Kecelakaan (Black Spot)

Lokasi rawan kecelakaan adalah suatu lokasi dimana angka kecelakaan

tinggi dengan kejadian kecelakaan berulang dalam suatu ruang dan rentang waktu

yang relatif sama yang diakibatkan oleh suatu penyebab tertentu

(Pd-T-09-2004-B).

Suatu lokasi dinyatakan sebagai lokasi rawan kecelakaan lalu lintas

apabila :

a. memiliki angka kecelakaan yang tinggi

b. lokasi kejadian kecelakaan relatif menumpuk

c. lokasi kecelakaan berupa persimpangan atau segmen ruas jalan sepanjang

100-300 m 55,42% 0,00% 2,60% 3,03% 0,00% 38,35% 0,14% 0,43% 0,00% Lengah Lelah Mengantuk Tidak Terampil Mabuk Kecepatan Tinggi

Tidak Menjaga Jarak

Kesalahan Pejalan

untuk jalan perkotaan, ruas jalan sepanjang 1 Km untuk jalan antar kota

d. kecelakaan terjadi dalam ruang dan rentang waktu yang relatif sama

e. memiliki penyebab kecelakaan dengan faktor yang spesifik

Data kinerja ruas jalan pada jam sibuk khusus jalan utama di Kota

Pematang Siantar didapat dari Dinas Perhubungan Kota Pematang Siantar berupa

keterangan ruas jalan, fungsi jalan, panjang ruas, volume lalu lintas, kapasitas,

V/C ratio,dan kecepatan , dapat dilihat dalam Tabel 4.12

Tabel 4.12 Kinerja Ruas Jalan Pada Jam Sibuk Khusus Jalan Utama

di Kota Pematang Siantar.

No.

Ruas Jalan Fungsi Jalan

Panjang Ruas (Km) Volume Lalu Lintas (smp/jam) Kapasitas (smp/jam) V/C ratio Kecepatan (Km/jam) 1 Jln. Jend. A. Yani Arteri Primer 1,44 1.192 3.700 0,322 60 3. Jln. Rakutta Sembiring Lokal Sekunder 3,05 1024 3.040 0,337 50 4. Jln. P. Diponegoro Lokal Sekunder 0,4 2549 2.225 0,784 50 5. Jln. Jend. Sudirman Arteri sekunder 1,287 826 2.760 0,299 50

6. Jln. Gereja Kolektor Primer 1,090 2.172 2.760 0,787 60

7. Jln. Mayjend D. I. Panjaitan Arteri Primer 1,847 1.977 3.040 0,650 60

8. Jln. Merdeka Arteri Primer 1,8 2.453 2.876 0,852 50

9. Jln. Soa Sio Lokal Sekunder 0,16 318 1.530 0,208 50

10. Jln. Dr. Sutomo Arteri Primer 1,94 2.507 4.300 0,583 50 11. Jln. P. Diponegoro Kolektor Primer 0,5 1.745 2.140 0,815 50 12. Jln. Sibolga Kolektor Primer 0,515 1.317 2.100 0,627 50 13. Jln. Melanthon Siregar Kolektor Primer 3,3 2.373 2.730 0,869 50 14. Jln. Farel Pasaribu Kolektor Sekunder 2,590 2.550 2.900 0,879 25

15. Jln. SM. Raja Arteri Primer 2,951 1460 4.683 0,031 50

16. Jln. T. B. Simatupang Lokal Sekunder 0,95 3.853 4.276 0,901 30 17. Jln. Persatuan Lokal Sekunder 0,4 1.686 2.155 0,783 20 18. Jln. Patuan Anggi Arteri Sekunder 0,35 1.817 2.240 0,811 40 19. Jln. Ade Irma Suryani Nst. Arteri Sekunder 1,25 1.074 2.275 0,472 50 20. Jln. R. A. Kartini Kolektor Sekunder 0,915 1.741 2.240 0,777 40 21. Jln. H. Adam Malik Lokal Sekunder 0,9 2.935 4.251 0,690 30 22. Jln. MH. Sitorus Arteri Sekunder 1,042 1.343 2.275 0,590 50 23. Jln.WR. Supratman Lokal Sekunder 0,45 757 1.626 0,465 25 24. Jln. Patuan Nagari Lokal Sekunder 0,35 1.572 2.140 0,734 25

25. Jln. Medan Arteri Primer 4,890 2.248 4.683 0,823 50

26. Jln. Parapat Arteri Primer 5 2.459 3.040 0,809 60

Jumlah 16,22 1090

Nilai Kinerja Ruas Jalan 0,624 41,923

Identifikasi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas pada dasarnya memberikan

suatu persyaratan penentuan lokasi kecelakaan terburuk atau lokasi rawan

kecelakaan yang memiliki prioritas tertinggi untuk mendapatkan penanganan.

Suatu segmen diidentifikasi sebagai titik rawan apabila terjadi kecelakaan

dalam frekuensi yang lebih tinggi dari nilai kritis yang telah ditetapkan, yaitu 10

kejadian kecelakaan per tahun. Selanjutnya dari hasil identifikasi masing – masing

jalur untuk setiap tahunnya akan dianalisa lebih lanjut lokasi mana yang benar –

benar merupakan titik rawan (blackspot). Dalam hal ini, angka kritis 10 ditetapkan

untuk menunjukkan lokasi titik rawan kecelakaan dengan skala prioritas tertinggi

(Maya.2011)

Dari data kecelakaan Polresta Pematang Siantar didapatkan 12 ruas jalan

Dokumen terkait