• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

A.2. Analisa IKU 2

Sepanjang tahun 2020, dalam hal capaian IKU-2 yaitu Persentase Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan dalam forum Multilateral di Bidang Hak Asasi Manusia Dan Kemanusiaan, Direktorat HAM dan Kemanusiaan telah berhasil meraih nilai realisasi 100% dengan nilai capaian 108,11%, di atas target senilai 92,50%. Dengan demikian, capaian untuk IKU tersebut adalah sebagaimana tabel di bawah ini:

IKU II TARGET CAPAIAN INFORMASI KINERJA JUMLAH REALISASI DATA DUKUNG

Persentase Dukungan dan komitmen nasional yang tinggi atas kebijakan luar negeri dan kesepakatan dalam forum Multilateral di Bidang Hak Asasi Manusia Dan Kemanusiaan

92,5% 108,11 %

Jumlah rekomendasi yang ditindaklanjuti oleh stakeholders

13

100%

Surat tanggapan dari pemangku

kepentingan, laporan pertemuan bidang Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, laporan kegiatan yang menghasilkan

rekomendasi, surat penyampaian

rekomendasi kepada pemangku

kepentingan.

Jumlah total

kesepakatan yang perlu ditindaklanjuti

13

Dari angka-angka tersebut di atas, beberapa kegiatan selama tahun 2020 yang memiliki nilai strategis antara lain adalah:

1. Pertemuan Direktur HAM dan Kemanusiaan DJKSM dan Ketua Komisi Nasional HAM Indonesia di Jakarta, 10 Februari 2020

Pertemuan dilangsungkan dalam rangka koordinasi persiapan kegiatan dan program Indonesia di Keanggotaan Dewan HAM PBB 2020-2022, khususnya pembahasan matriks dan format Dialog Interaktif Menlu RI dengan Ketua Komnas HAM RI.

2. Upaya mendukung koordinasi penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh di tahun 2020

Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat HAM dan Kemanusiaan telah mendukung upaya koordinasi dengan K/L terkait, terutama

Pemerintah Daerah dalam penanganan

Direktur HAM dan Kemanusiaan dan Ketua Komnas HAM bahas Keanggotaan Indonesia di DHAM PBB 2020-2022

Suasana Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsi Rohingnya di Lohoksemawe, Aceh

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 23

pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Aceh.

Upaya koordinasi dilaksanakan di bawah Satuan Tugas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri di bawah Kemenko Polhukam.

Koordinasi telah berhasil memberikan penjelasan dan arahan kepada Pemerintah Daerah bahwa penanganan pengungsi utamanya berada dibawah UNHCR Indonesia. Pemerintah Pusat dan Daerah berperan sebagai aktor pendukung implementasi kewajiban UNHCR. Hal ini

secara konsisten disuarakan Indonesia dalam berbagai pertemuan multilateral terkait isu pengungsi. Pandangan tersebut secara konsisten mendapat dukungan dari K/L terkait di tingkat pusat dan daerah.

3. Pelaksanaan Webinar Indonesia Muda untuk Dunia Episode 1, Jakarta, 23 Juni 2020 Webinar Indonesia Muda untuk Dunia (IMUD) Episode 1 diharapkan menjadi platform di mana para generasi muda gemilang, khususnya dari Indonesia bagian timur, dapat berbagi pengalaman serta perjalanan hidup mereka menorehkan kesuksesan dan merepresentasikan Indonesia secara positif di kancah dunia, termasuk juga dengan berbagai tantangan yang dihadapi, sperti intoleransi, keterbatasan akses ekonomi dan juga sarana-prasarana. Webinar juga menjadi sarana memperkuat narasi keadulatan dan integritas NKRI, khusunya terkait dengan gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat dan pemanfaatan momentumnya oleh kelompok separatis Papua (KSP).

4. Persiapan kepemimpinan sebagai tuan rumah Indonesia dalam Regional Conference on Humantiarian Assistance 2021 dan Global Platform on Disaster Risk Reduction 2022.

Indonesia akan menjadi tuan rumah sejumlah pertemuan regional dan global terkait isu kemanusiaan, yaitu: (i) Regional Conference on Humanitarian Assistance (RCHA) pada 2021; dan (ii) Global Platform on Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada 2022. Dalam

Suasana Webinar Indonesia Muda untuk Dunia Episode 1

Suasana Pertemuan Persiapan kepemimpinan sebagai tuan rumah Indonesia dalam Regional Conference on Humantiarian Assistance 2021 & Global Platform on

Disaster Risk Reduction 2022

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 24

mempersiapkan peran Indonesia sebagai tuan rumah telah dilaksanakan sejumlah persiapan substansial, termasuk format kegiatan mengadaptasi new normal di masa pandemic (RCHA) dan draft perjanjian kerja sama dengan pihak PBB (GPDRR).

5. Penyelenggaraan FGD dan Jaring Masukan Daerah (JARMASDA) Finalisasi Laporan Indonesia mengenai ICESCR, Bandung, 13 November 2020.

Direktorat HAMK telah meyelenggarakan FGD dan JARMASDA Finalisasi Laporan Indonesia mengenai Implementasi International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESCR) di Hotel Hilton Bandung, 13 November 2020. Kegiatan bertujuan untuk mendapatkan masukan tambahan pada laporan ICESCR Indonesia dari daerah, khususnya mengenai kebijakan dan peraturan daerah yang ditargetkan untuk penghormatan dan penegakan HAM di provinsi Jawa Barat. Secara garis besar, Provinsi Jawa Barat telah dapat mencapai target atas berbagai indikator makro pada tahun 2019, seperti Indeks Pembangunan Manusia, penekanan jumlah penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, laju pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Gini. Di samping itu, Provinsi Jabar juga telah memiliki kota Peduli HAM. Meski demikian, isu lain yang masih perlu perhatian pada provinsi Jawa Barat adalah perdagangan manusia dan perkawinan anak. Kegiatan juga dilaksanakan dengan kembali membahas dan menyusun drafting laporan ICESCR, dengan membuka masukan dari para K/L terkait. Beberapa masukan tambahan yang disampaikan adalah terkait kebijakan daerah yang diskriminatif, UU terkait penggunaan dana desa, dan jaminan sosial bagi nelayan dan pelaut.

6. Kegiatan Saga Multilateral Webinar Series: Episode 04, tanggal 20 Mei 2020.

Sebagai bagian dari Webinar Series yang diselenggarakan oleh Ditjen KSM tersebut, Direktorat HAM dan Kemanusiaan telah menyelenggarakan Episode 04 dengan tema “Tantangan Global Penghormatan HAM di Masa Pandemi Covid-19”. Bersama dengan Direktur HAM dan Kemanusiaan, hadir pula sebegai narasumber yakni Ketua Komnas HAM RI, akademisi hukum internasional dari Universitas Padjajaran, Dubes RI di RRT serta Dubes RI di Selandia Baru. Diskusi dimoderatori oleh Nadia Soekarno (news presenter and reporter). Webinar diikuti oleh 2.058 peserta, tidak hanya mahasiswa dari

Penyelenggaraan FGD dan Jaring Masukan Daerah (JARMASDA) Finalisasi Laporan Indonesia mengenai ICESCR secara hybrid

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 25

berbagai universitas tetapi juga masyarakat umum dengan berbagai latar belakang seperti ibu rumah tangga, pegawai swasta, pegawai Kementerian/lembaga, staf DPR RI, media serta lembaga riset. Webinar ini mengambil benang merah bahwa masing-masing negara memiliki strategi masing-masing dalam pemenuhan HAM di tengah penanganan pandemi. Masing-masing negara juga memiliki tantangannya sendiri sehingga tidak terdapat one policy fits all. Selain itu, sejumlah hal yang menjadi perhatian peserta antara lain adalah: a) Best practice penghormatan HAM di negara-negara; b) Kondisi yang memperbolehkan derogasi penerapan HAM; c) Upaya Indonesia dalam menjamin penghormatan HAM di berbagai aspek seperti ABK, pekerja migran dan narapidana di tengah penanganan Covid-19; dan d) Stigmatisasi terhadap pasien Covid-19.

Beberapa kegiatan strategis lainnya yang telah diadakan oleh Direktorat HAM dan Kemanusiaan guna koordinasi dan mendapat dukungan stakehorlder terkait termasuk Pelaksanaan Webinar Berjudul: "Proses Pembentukan Indonesia Yang Beragam: Sudut Pandang Hukum dan Genetika, Rapat Persiapan Commission on the Status of Women ke-64 (CSW64), Rapat Evaluasi Diseminasi UN Guiding Principles on Business and Human Rights, Rapat Persiapan Kerja Sama Teknis dengan Kantor KTHAM Regional, Rapat Virtual Finalisasi Host Country Agreement (HCA) kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 tahun 2022, dan Diseminasi Prinsip-Prinsip Bisnis dan HAM PBB di Sektor Pariwisata.

Meskipun capaian kinerja IKU ini telah memenuhi target yang ditetapkan, namun dalam pelaksanaannya, Direktorat HAM dan Kemanusiaan menghadapi beberapa kendala utama, yaitu adanya pembatalan/penjadwalan ulang/perubahan format sejumlah kegiatan dengan stakeholder terkait dan pemotongan anggaran sebagai dampak pandemi COVID-19, serta komitmen dari pemangku kepentingan terkait dengan penetapan waktu penyelenggaraan serta isu-isu yang akan dibahas yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Untuk mengatasi kendala tersebut, telah dilakukan langkah-langkah antara lain pemanfaatan teknologi untuk pertemuan dapat diikuti/dilaksanakan secara virtual/hybrid, meningkatkan intensitas komunikasi dan memperluas jaringan untuk lebih mengefektifkan koordinasi dan memperlancar kerja sama dengan unit/Kementerian/Instansi/counterpart terkait, melaksanakan kegiatan berdasarkan pertimbangan prioritas kegiatan, alokasi anggaran yang tersedia dan SOP kegiatan di masa pandemi.

Dokumen terkait