• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

A.1. Analisa IKU 1

Sepanjang tahun 2020, dalam hal capaian IKU-1 yaitu Persentase Kepemimpinan dan peran Indonesia yang Berpengaruh dalam forum Multilateral di Bidang Hak Asasi Manusia Dan Kemanusiaan, Nilai pencapaian pada IKU 1 Direktorat HAM dan Kemanusiaan adalah sebesar 106,4%, dengan sub-IKU 1.1 mendapat capaian sebesar 100% dan sub-IKU 1.2 capaiannya adalah 100%. Capaian keduanya dalam IKU 1 disampaikan sebagaimana tabel di bawah ini:

IKU ESELON

II TARGET CAPAIAN INFORMASI

KINERJA JUMLAH REALISASI DATA DUKUNG Sub-IKU 1.1

Persentase kepemimpinan Indonesia pada forum multilateral di Bidang Hak Asasi Manusia dan

Kemanusiaan

93% 107,53% Jumlah pertemuan yang dipimpin

Indonesia 10

100%

Jumlah pertemuan yang dipimpin berasal dari dokumen-dokumen hasil sidang (laporan Delri, laporan sidang, resolusi, keputusan,

presidential/chairman statement, dll). Sedangkan jumlah pertemuan yang disepakati untuk dipimpin oleh Indonesia adalah rekapitulasi posisi, kertas posisi, statement Delri yang diusulkan.

Jumlah pertemuan yang disepakati untuk dipimpin oleh

95% 105,26% Jumlah rekomendasi dan prakarsa yang diterima

1

100%

Laporan dan dokumen sidang: Leaders' Vision, chairman's statement, joint statement, joint communique, declaration, laporan Delri, agreements, MOU's, summary record/ of discussion, plan of action, Treaty, Resolution, Charter, Terms of References, rules of procedures, blue print, policy recommendation, non paper/note dan concept paper/note, framework of cooperation, Element of working document, work plan/program.

Jumlah rekomendasi dan prakarasa yang disampaikan

1

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 18

Dari angka-angka tersebut di atas, beberapa posisi dan inisiatif Indonesia selama tahun 2020 sebagai pelaksanaan peran dan kepemimpinan Indonesia yang telah diterima dan bernilai strategis antara lain adalah:

1. Partisipasi Menlu pada Rangkaian Pertemuan High Level Segment Sidang Dewan HAM PBB ke-43 di Jenewa, 23-28 Februari 2020

Menlu RI telah memimpin Delri pada High Level Segment Dewan HAM sesi ke-43 di Jenewa, Swiss pada 24-26 Februari 2020. Pertemuan dihadiri oleh sekitar 108 dignitaries hadir dan menyampaikan pernyataan nasional. Pada pertemuan tersebut Menlu RI sampaikan:

a. Pentingnya fungsi pencegahan dalam kinerja DHAM melalui penguatan kapasitas nasional, penciptaan ekosistem perdamaian dan pembangunan antar negara.

b. Pentingnya inlusivitas dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan termasuk wanita.

c. Pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam DHAM.

2. High-Level Meeting on the Twenty-Fifth Anniversary of the Fourth World Conference on Women (HLM Women), 1 Oktober 2020

Pelaksanaan High-Level Meeting on the Twenty-Fifth Anniversary of the Fourth World Conference on Women (HLM Women) dalam rangka peringatan diadopsinya Beijing Platform for Action dan implementasi Beijing Declaration and Platform for Action (1995). Pada pertemuan tersebut, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan pre-recorded statement yang diputar saat persidangan. HLM difokuskan pada pembahasan assessment terhadap tantangan saat ini, pencapaian program kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta kontribusinya pada pemenuhan target Agenda 2030.

Menlu RI menyampaikan Statement pada High Level Segment Dewan HAM sesi ke-43

Pemutaran pre-recorded statement Menteri PPPA pada HLM Women di Markas Besar PBB New York

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 19

3. Partisipasi Dan Kontribusi Aktif Indonesia Pada Dewan HAM PBB Sepanjang Tahun 2020 di Jenewa

Sejumlah rancangan resolusi yang dibahas dalam persidangan Dewan HAM PBB sepanjang tahun 2020 antara lain Country Specific Resolutions perkembangan isu HAM di sejumlah Negara seperti perlindungan kelompok minoritas di Myanmar, Suriah, Palestina, Yaman dan Sudan, serta rancangan resolusi tematik isu HAM dan Kemanusiaan.

4. Partisipasi Indonesia sebagai salah satu eminent resource dalam Rohingya Conference: Sustaining Support for Rohingya Refugees pada 22 Oktober 2020.

Indonesia telah berpartisipasi sebagai salah satu eminent resource dalam Rohingya Conference yang di Co-Host oleh Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, dan UNHCR.

Dalam pertemuan Indonesia diminta menyampaikan pengalaman dan pandangan dalam upaya penanganan krisis pengungsi Rohingya di Kawasan. Indonesia menyampaikan tiga pokok utama yaitu: (i) Pentingnya penanganan akar permasalahan di negara asal dengan melibatkan Myanmar; (ii) Pentingnya komunitas internasional merealisasikan komitmen dan dukungannya secara konkret; (iii) Indonesia secara konsisten mendukung kerja sama internasional dalam penanganan krisispengungsi Rohingya.

5. Rangkaian Kegiatan Humanitarian Network and Partnerships Week (HNPW) tahun 2020 di Jenewa, pada 3-7 Februari 2020.

HNPW dielenggarakan oleh UNOCHA dan Pemerintah Swiss, serta merupakan salah satu forum terbesar bagi aktor-aktor kemanusiaan dan merupakan suatu wadah yang dapat dimanfaatkan untuk membangun jaringan kerja sama dan berbagi pengalaman dalam penanganan kemanusiaan. Direktur HAMK dan Kepala

Direktur HAMK menyampaikan statement pada Pertemuan HNPW 2020

Direktur HAMK menyampaikan statement pada

Sidang Dewan HAM ke - 43 Watapri Jenewa menyampaikan statement pada Sidang Dewan HAM ke - 44

Dirjen KSM menyampaikan posisi Indonesia atas Isu Pengungsi Rohingnya pada Rohingya Conference:

Sustaining Support for Rohingya Refugees

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 20

Basarnas diundang oleh penyelenggara pertemuan untuk menjadi pembicara secara terpisah untuk menyampaikan berbagai upaya dan capaian yang telah dilakukan Indonesia dalam memperkuat mekanisme penanganan isu kemanusiaan, termasuk bencana, di Indonesia dan di kawasan. Seiain itu, Direktur HAMK juga sempat melakukan pertemuan dengan Head of UNOCHA Indonesia dan Senior Officer Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di sela-sela pertemuan.

6. Partisipasi Delegasi RI pada Sidang Universal Periodic Review (UPR) Sesi ke-36, Jenewa, 2 —13 November 2020.

Indonesia berperan aktif dalam sesi UPR ke-36 melalui penyampaian rekomendasi terhadap 14 State under Review (SuR), yaitu Andorra, Amerika Serikat, Belarus, Bulgaria, Honduras, Jamaika, Kepulauan Marshall, Kroasia, Liberia, Libya, Malawi, Maladewa, Mongolia dan Panama. Pusat (Kemlu RI) mendukung melalui penyusunan matriks saran rekomendasi yang dapat diajukan oleh Delegasi Indonesia pada saat sesi UPR.

7. Joint Letter tentang Pembatalan Pertemuan Informal Network of Women Foreign Ministers 2020, Oktober 2020 Menlu RI, Swedia dan Liechtenstein turut menandatangani Joint Letter pembatalan diskusi tahunan Informal Network of Women Foreign Ministers tahun 2020.

Pertemuan tahunan ini merupakan wahana diskusi para menteri perempuan dari berbagai negara untuk membahas isu dan inisiatif terkait peran perempuan dalam perdamaian dan pembangunan.

Poin-poin utama yang disampaikan dalam Joint Letter pembatan Pertemuan tersebut, antara lain:

a. Pembatalan pertemuan Informal Network of Women Foreign Ministers di tahun 2020 disebabkan oleh pandemi COVID-19. Namun demikian, tantangan ini harus menjadi turning point dalam mendorong build back better berbagai inisiatif;

b. Pentingnya implementasi Beijing Platform for Action dan berbagai resolusi Women, Peace and Security

Joint Letter Pertemuan

Informal Network of Women Foreign Ministers 2020 Penyampaian statement Pemri oleh perwakilan Perutap RI

di Jenewa pada Sesi UPR ke-36

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 21

(WPS) di DK PBB untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan di tengah pandemi ini;

c. Menyambut baik peringatan 20 tahun Agenda WPS di DK PBB pada Oktober 2020, termasuk dengan melibatkan civil society dalam proses perdamaian.

8. Kepemimpinan Indonesia melalui kontribusi pendanaan kepada UNRWA dan ICRC.

Pada 23 Juni 2020 dalam Virtual Ministerial Pledging Conferece for UNRWA, Menteri Luar Negeri menyampaikan komitmen bantuan kepada masyarakat Palestina melalui Pemerintah Palestina, UNRWA, dan ICRC dengan total USD 2,5 juta. Bantuan disampaikan melalui kerangka IndonesianAid. Menindaklanjuti komitmen dimaksud, Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara untuk rencana dan langkah realisasi komitmen dimaksud. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral c.q. Direktorat HAM dan Kemanusiaan telah mengidentifikasi peran dan langkah antisipatif yang menjadi bagian Ditjen Kerja Sama Multilateral guna mendukung realisasi di masa mendatang.

Meskipun capaian kinerja IKU Persentase Kepemimpinan dan peran Indonesia yang Berpengaruh dalam forum Mulltilateral di Bidang Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan tersebut terkategori baik. Namun dalam pelaksanaannya, Direktorat HAM dan Kemanusiaan masih menghadapi beberapa kendala utama, yaitu adanya pembatalan/penjadwalan ulang/perubahan format sejumlah pertemuan internasional dan bilateral dan pemotongan anggaran sebagai dampak pandemi COVID-19, serta faktor koordinasi dan komitmen para pemangku kepentingan yang masih perlu ditingkatkan lagi.

Untuk mengatasi kendala tersebut, telah dilakukan langkah-langkah antara lain pemanfaatan teknologi untuk pertemuan dapat diikuti/dilaksanakan secara virtual/hybrid, meningkatkan intensitas komunikasi dan memperluas jaringan untuk lebih mengefektifkan koordinasi dan memperlancar kerja sama dengan unit/Kementerian/Instansi/counterpart terkait, mengoptimalkan kapasitas sumber daya manusia yang ada, melaksanakan kegiatan berdasarkan pertimbangan prioritas kegiatan, alokasi anggaran yang tersedia dan SOP kegiatan di masa pandemi.

Dari segi efisiensi penggunaan sumber daya, Direktorat HAM dan Kemanusiaan terus berupaya menggunakan ketersediaan sumber daya yang dimiliki, baik dari segi sumber daya manusia, sarana dan prasarana maupun hal-hal terkait lainnya. Terkait sumber daya manusia, telah dilakukan ekstra-efisiensi SDM dan pelaksanaan program kerja, mengingat rata-rata persentase bezzeting yang hanya 50% dari formasi.

Menlu RI menyampaikan statement pada Virtual Ministerial Pledging Conferece for UNRWA.

Laporan Kinerja tahun 2020

Direktorat HAM dan Kemanusiaan 22

Dokumen terkait