AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
5. Analisa keberhasilan dan kegagalan
3.0 100
5. Analisa keberhasilan dan kegagalan
Perjanjian Kinerja Tahun 2019 terdiri atas 4 (empat) poin penting yang akan diukur yakni: (1) Sasaran Strategis, (2) Indikator Kinerja Renstra, (3) Proyek Prioritas Nasional, dan (4) Indikator Strategis di luar Renstra. Dari keempat poin tersebut diturunkan lagi menjadi beberapa indikator kinerja yang sifatnya lebih mudah untuk diukur.
Dalam pencapaian target beberapa indikator kinerja tersebut, ada beberapa yang berhasil dan ada pula yang belum berhasil. Berikut analisa persetiap indikator:
1. Angka kelahiran total/TFR per WUS (15-49 tahun) capaiannya sebesar 98,47%. Adapun faktor pendukung tercapainya TFR hingga hampir mencapai
38
100% antara lain karena ketersediaan alokon yang sudah terdistribusi keseluruh faskes yang ada di wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah.
2. Persentase pemakaian kontrasepsi modern (modern contraceptive prevalance rate/CPR) tahun 2019 tercapai 83,27% atau menurun 10,98% bila dibandingkan dengan pencapaian CPR tahun 2018 yakni 94,25%. Hal ini disebabkan oleh:
a. Pembinaan peserta KB aktif belum bisa dilakukan secara optimal, hal ini ditandai dengan penempatan tenaga PKB dengan rasio 1 PKB membawahi 5 desa;
b. Proses konseling yang dilakukan oleh provider terhadap calon akseptor tentang efek samping dari kontrasepsi belum optimal.
3. Persentase penurunan angka ketidakberlangsungan pemakaian kontrasepsi capaiannya sebesar 34,82%, hal ini disebabkan oleh:
a. Penggunaan alat kontrasepsi masih didominasi oleh non MKJP yaitu Pil dan Suntik.
b. Pembinaan keberlangsungan kesertaaan KB melalui kelompok kegiatan BKB, BKR, BKL, dan UPPKS belum optimal.
4. Persentase penurunan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) capaiannya sebesar 62,28%. Jika dibandingkan dengan tahun 2018 (72,73%) maka terjadi penurunan sebanyak 10,45%. Hal ini disebabkan oleh:
a. Belum optimalnya kinerja PKB;
b. Masih kurangnya informasi terkait kontrasepsi pada PUS yang bermukim di wilayah DTPK dan miskin perkotaan;
c. Masih kurangnya sarana, prasarana, dan tenaga pelayanan di wilayah DTPK.
5. Persentase peningkatan peserta KB aktif MKJP tercapai 107,16%. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan MKJP secara umum.
6. Jumlah peserta KB aktif tambahan tahun 2019 hanya tercapai 1,80%. Salah satu faktor penyebab rendahnya capaian peserta KB aktif tambahan adalah banyaknya angka DO sebagai akibat dari alkon non MKJP disamping itu juga data bulan Desember 2019 yang direkap pada tanggal 15 Januari 2020
39
(melalui aplikasi) belum seluruhnya memberikan data laporan. Ada 6 kecamatan dari 3 kabupaten yang tidak tepat waktu mengisi laporan.
7. Jumlah cakupan sinkronisasi (penyerasian) kebijakan pembangunan daerah dengan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk diseluruh tingkatan wilayah, capaiannya 100%. Indikator ini diukur dari kegiatan yang telah dilaksanakan di provinsi yang mengundang 13 kabupaten/kota.
8. Persentase Kab/Kota yang mengimplementasikan kebijakan dan strategi pengendalian penduduk (Grand Design, Profil/ Parameter dan Proyeksi Penduduk) capaiannya sebesar 80%. Dari 13 kabupaten/kota yang memiliki grand design hanya 10 kabupaten/kota. Ada 3 kabupaten yang belum memiliki grand design yaitu Kabupaten Buol, Morowali Utara dan Banggai Laut.
9. Jumlah Kabupaten/Kota yang memanfaatkan Analisis Dampak Kependudukan sebagai pendukung kebijakan Pembangunan berwawasan kependudukan capaiannya sebesar 27,08%. Dari 13 kabupaten/kota telah memanfaatkan Analisis Dampak Kependudukan sebagai pendukung kebijakan Pembangunan berwawasan Kependudukan, dapat diketahui dari pemanfaatan kajian hidup lingkungan strategis (KLHS), dan rencana tata ruang dan wilayah (RT/RW).
Capaian indikator sebesar 27,08% merupakan hasil dari penghitungan 13 kabupaten dibagi target 48 sebagaimana tertuang dalam dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2019. Namun perlu ditekankan kembali bahwa jumlah Kabupaten/Kota pada Provinsi Sulawesi Tengah hanya 13 Kabupaten/Kota.
10. Jumlah Pembinaan Implementasi Pendidikan Kependudukan di Tk. Provinsi dan Kabupaten/ Kota (Formal, Non Formal, Informal) telah tercapai 100% dari target 3 model.
11. Jumlah Bimbingan Teknis, Monitoring dan Evaluasi Bidang Pengendalian Penduduk tercapai 100% dari 13 kabupaten/kota.
12. Cakupan pembinaan kesertaan ber-KB dan peningkatan kualitas pelayanan KB yang sesuai dengan standarisasi pelayanan KB di seluruh tingkatan wilayah tercapai 100%.
13. Jumlah penggerakan pelayanan KB MKJP tercapai sebesar 2.941 dari target 4.048 peserta KB atau capaian sebesar 72,65% dengan metode pelayanan KB MKJP MOP, MOW, IUD dan Pemasangan Implant.
40
Perlu dijelaskan bahwa target jumlah penggerakan pelayanan KB MKJP yang sebenarnya adalah 3.498 peserta KB, bukan 4.048 karena jumlah peserta pelayanan tersebut tidak termasuk pelayanan pencabutan implant.
Realisasi tertinggi hingga 100% adalah pelayanan MOP dan Pemasangan Implant, sedangkan untuk IUD sebesar 93% dan MOW hanya sebesar 23%.
14. Jumlah Penggerakan pelayanan KB dan KR di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan terluar (DTPK), wilayah miskin perkotaan dan sasaran khusus capaiannya sebesar 200%.
Dari target 3 frek/th/kab tercapai 6 frek/th/kab, yaitu Kabupaten Sigi, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli, selain itu wilayah miskot tercapai 3 frek di Kecamatan Ulujadi, Kec. Palu Utara, Kec. Palu Barat.
15. Persentase Faskes dan jejaringnya (diseluruh tingkatan wilayah) yang bekerjasama dengan BPJS dan memberikan pelayanan KBKR sesuai dengan standarisasi pelayanan tercapai 100%. Capaian ini diukur dari terpenuhinya jumlah peserta dari 13 kabupaten dan kota dalam kegiatan Sinkronisasi Pemetaan faskes Pemerintah dan Swasta yang bekerja sama dengan BPJS, selain itu ada kegiatan yang mengundang 13 kabupaten/kota peserta kegiatan Pemetaan Kebutuhan Alokon dan Sarana penunjang Pelayanan KB bagi Faskes yang bekerja sama dengan BPJS.
16. Persentase Faskes yang melakukan promosi dan konseling Kesehatan dan hak-hak Reproduksi di Provinsi dan Kab/Kota telah tercapai target sebesar 100%. Capaian ini diukur dari penggandaan dan distribusi materi promosi dan konseling kespro yang ditujukan untuk 265 faskes.
17. Jumlah Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Fasilitasi kegiatan Bidang KBKR di Kabupaten dan Kota (provinsi) telah tercapai 1 wilayah (13 kabupaten/kota) dengan arti terpenuhi capaian target 100%.
18. Pembinaan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga diseluruh tingkatan wilayah tercapai 100% dari 1 provinsi dan 13 kabupaten/kota.
Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif melalui sosialisasi, pembinaan, monitoring, evaluasi, dan fasilitasi di 1 provinsi dan 13 kabupaten/kota dengan realisasi anggaran sebesar 99,61 %.
41
19. Jumlah pelaksanaan sosialisasi dan diseminasi kebijakan Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (Pembangunan Keluarga) diseluruh tingkatan wilayah tercapai 100% dari 1 provinsi 13 kabupaten/kota. Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif melalui sosialisasi, orientasi, penguatan, konsultasi, pembinaan, monitoring, evaluasi, dan fasilitasi di 1 provinsi dan 13 kabupaten/kota dengan realisasi anggaran sebesar 99,84 %.
20. Persentase Kabupaten/Kota dalam fasilitasi Penguatan dan Pembinaan BKB HI melalui pengembangkan kegiatan BKB Holistic Integrative tercapai 100%.
Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif melalui sosialisasi, workshop, perbanyakan materi dan media promosi BKB dan Anak, Monitoring, evaluasi, di 1 Provinsi dan 13 Kabupaten/Kota dengan realisasi anggaran sebesar 99,87 %.
21. Persentase Kabupaten/ Kota yang melaksanakan Pembinaan Genre (PIK-R/M dan BKR) tercapai 100%. Indikator ini terkait dengan kegiatan Penguatan Peran PIK Remaja dan BKR dalam Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai Calon ibu, yang dimana pelaksanaannya sudah teralisasi 100%
secara fisik.
22. Persentase Kabupaten/Kota yang melaksanakan pembinaan BKL tercapai 100%. Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif melalui pendampingan dan pembentukan CoE BKL, pengembangan dan perbanyakan materi dan media promosi BKL, di 1 Provinsi dan 13 Kabupaten/Kota dengan realisasi anggaran sebesar 99,59 %.
23. Persentase Kabupaten/ Kota yang melaksanakan pembinaan kelompok UPPKS dan Pembinaan PEK tercapai 100%. Capaian ini diukur dari Pengembangan dan penggandaan Materi dan Media KIE PEK, fasilitasi, pembinaan, monitoring dan evaluasi di 1 provinsi dan 13 kabupaten/kota dengan realisasi anggaran sebesar 99,70 %
24. Jumlah Pembinaan, Monitoring, Evaluasi dan Fasilitasi kegiatan Bidang KSPK tercapai 100%. Capaian ini diukur dari pembinaan kelompok BKB, BKR, BKL, UPPKS, PIK Remaja dan PPKS di 13 kabupaten Kota, dengan realisasi anggaran sebesar 98,10 %.
42
25. Persentase stakeholders/mitra kerja dan masyarakat diseluruh tingkatan wilayah yang mendapat Pembinaan Advokasi dan KIE program KKBPK tercapai 100%. Capaian ini diukur dari terlaksananya kegiatan Advokasi dan KIE bersama Mitra Kerja.
26. Jumlah pembinaan dan sosialisasi kebijakan, strategi dan materi Advokasi dan KIE pembangunan KKBPK telah tercapai 1 provinsi sesuai target.
Capaian ini diukur dari terlaksananya kegiatan Sosialisasi kebijakan, Strategi dan Materi Advokasi dan KIE pembangunan KKBPK.
27. Jumlah Penayangan informasi KKBPK melalui berbagai media cetak dan elektronik, media luar ruang dan seni dan budaya/tradisional telah tercapai 5 media sesuai target.
28. Jumlah Pembinaan mekanisme operasional dalam penguatan pelayanan dasar masyarakat telah tercapai 13 pembinaan sesuai target.
29. Jumlah wilayah yang mendapatkan dukungan pendampingan kemitraan dalam pembangunan KKB di seluruh tingkatan wilayah telah tercapai 1 provinsi 13 kabupaten/kota sesuai yang ditargetkan.
30. Persentase kesertaan stakeholder dan mitra kerja dalam implementasi program KKBPK tercapai 100%. Capaian ini diukur dari terlaksananya kegiatan bersama Stakeholder dan Mitra Kerja dalam Implementasi Program KKBPK.
31. Pengelolaan Data dan Informasi Program KKBPK di Provinsi Sulawesi Tengah sesuai dengan target yakni 2 jenis laporan yakni Pengendalian lapangan (Dallap) dan Pelayanan Kontrasepsi (Pelkon).
32. Jumlah Pengelolaan Data dan Informasi Program KKBPK di Provinsi Sulawesi Tengah sesuai dengan target yakni 1 provinsi.
33. Dukungan Manajemen di Provinsi (termasuk gaji/ 001 dan pemeliharaan rutin/002) tercapai sesuai target yakni 13 bulan 1 provinsi.
34. Persentase ketepatan Pembayaran Gaji dan uang makan Pegawai (Perwakilan BKKBN Provinsi) tercapai 100%. Ukuran ketepatan ditunjukkan dengan ketepatan waktu pambayaran gaji, lauk pauk, dan tunjangan kinerja.
35. Jumlah penyelenggaraan operasional dan pemeliharaan perkantoran tercapai 12 bulan sesuai target.
43
36. Jumlah penyelenggaraan Manajemen di Provinsi (Keuangan) dan BMN, Perencanaan, Kepegawaian, Umum dan Ortala) tercapai 12 bulan sesuai target.
37. Persentase pengadaan sarana dan prasarana sesuai Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) tercapai 100% sesuai target. Secara output seluruh pengadaan terealisasi.
38. Jumlah pelaksanaan pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur provinsi, telah tercapai 1 provinsi sesuai target.
39. Jumlah peningkatan pelaksanaan pengawasan lainnya dan penerapan ZI WBK, telah tercapai 1 provinsi sesuai target.
40. Jumlah SDM Provinsi (SDM Aparatur dan tenaga Fungsional termasuk Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana - PLKB/ PKB) yang mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas telah memenuhi target sebesar 297 dari 178 target. Target yang dimaksud adalah jumlah peserta pelatihan yang terdiri dari PKB dan PLKB.
41. Jumlah Pembinaan dan Pengembangan SDM (SDM Aparatur dan Tenaga Fungsional) tercapai untuk target 1 provinsi. Kegiatan yang mendukung indikator ini adalah pelatihan-pelatihan teknis bagi ASN Provinsi.
42. Jumlah hasil penelitian dan pengembangan program KKBPK di Provinsi yang dimanfaatkan dari target 3 dokumen penelitian yang tercapai hanya 1 dokumen pelatihan yaitu SKAP 2019. Hal ini disebabkan oleh dukungan tidak mampu memenuhi untuk dilaksanakannya penelitian sebanyak 3 jenis.
43. Jumlah hasil-hasil penelitian dan pengembangan program KKBPK yang dimanfaatkan telah mencapai target yaitu 1 hasil penelitian yang dimanfaatkan.
44. Pemenuhan Ketersediaan Alokon di Faskes. Dalam pemenuhan ketersediaan alokon di faskes, Perwakilan BKKBN telah memenuhi target sebanyak 255 faskes. Capaian ini diukur melalui faskes-faskes yang menerima pendisitribusian alokon dari gudang provinsi.
45. Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi melalui Kelompok Kegiatan, tercapai hingga 723 kelompok kegiatan dan memenuhi target. Kegiatan ini
44
berupa Sosialisasi kesehatan reproduksi bagi anggota Poktan Tribina serta didukung dengan pengadaan materi media promosi kesehatan reproduksi.
46. Keluarga yang Memiliki Baduta Terpapar 1000 HPK telah mencapai target sebesar 27.927 keluarga. Persentase Jumlah Keluarga yang memiliki BADUTA terpapar 1000 HPK dengan capaian 100%. Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif di 27.927 Keluarga yang terpapar 1000 HPK melalui sosialisasi, workshop, penggandaan materi dan media Pro PN, FGD, dan Peningkatan Kapasitas pengelola Pro PN, dengan realisasi anggaran sebesar 96,53 %.
47. Penguatan Peran PIK Remaja dan BKR dalam Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai Calon ibu, tercapai sesuai target yaitu 368 kelompok remaja (PIK-R dan BKR). Dapat dijelaskan sebagai berikut:
Persentase Jumlah PIK Remaja dan BKR melalui Penguatan Peran PIK Remaja dan BKR dalam Edukasi Kespro dan Gizi bagi Remaja Putri sebagai calon Ibu dengan capaian 100%. Capaian ini diukur dari kegiatan promotif, dan preventif di 368 kelompok terdiri dari 239 PIK Remaja dan 129 kelompok BKR yang terpapar Program PKBR melalui sosialisasi, workshop, penggandaan materi dan media program Ketahanan remaja, pembinaan, penguatan, monitoring, evaluasi, fasilitasi di 368 kelompok PIK Remaja dan BKR dengan realisasi anggaran sebesar 98,92 %.
48. Persentase BMN yang telah ditetapkan status penggunaannya capaiannya 95%. ada beberapa alasan mendasar sehingga indikator tidak dapat terpenuhi 100%, sebagai berikut:
- Mutasi kendaraan operasional dari BKKBN ke Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah belum mengajukan proses balik nama sehingga belum ada penetapan status penggunaan (PSP)
- Adapun pengadaan kendaraan operasional di tahun 2018 belum ada BPKBnya.
- Smoking area yang merupakan hibah dari Pemda Sulawesi Tengah belum ada IMB sehingga belum ada PSP.
- Lapangan tenis merupakan hasil revaluasi KPKNL sehingga belum dilakukan PSP terhadap aset tersebut.
45
49. Level maturitas penilaian mandiri Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tercapai 3,14 dari target 3,0. Hasil penilaian ini didapatkan berkat bimbingan Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah mulai dari tahap sosialisasi hingga penilaian mandiri.
50. Persentase Kampung KB yang telah memiliki Kelompok Kerja (POKJA) Kampung KB, capaiannya telah melebihi target dari 65,00% tercapai 96,3%.
Dapat dijelaskan bahwa dari 347 Kampung KB yang sudah terbentuk, 334 kampung KB yang telah memiliki kelompok kerja (Pokja).
51. Jumlah Kampung KB Percontohan Tingkat Kabupaten dan Kota, telah memenuhi target dari 13 kabupaten kota terbentuk 13 kampung KB percontohan sebanyak 13 kabupaten/kota. Capaian indikator ini terpenuhi 100%.
52. Persentase Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Pembinaan PPKS secara Komprehensif di Kecamatan, target sebesar 50% yang tercapai hanya 30,8%. Dari 13 kabupaten/kota dan 1 provinsi, pembinaan PPKS yang terlaksana baru di 2 wilayah yaitu provinsi dan Kota Palu.
53. Persentase Kepala Keluarga (KK) terdata dalam Pendataan Keluarga dari target sebesar 100% telah tercapai 100%. Pendataan Keluarga di tahun 2019 sudah terealisasi semua.
54. Persentase cakupan potensi Faskes dan Poktan yang teregister dalam database SIGA dari target sebesar 50% tercapai 50%.
55. Peta kompetensi PNS, dari target 60% tercapai sebesar 68,65%. Hal ini diukur dari jumlah ASN provinsi (termasuk PKB/PLKB) yang telah mengikuti asessmen dan lulus sertifikasi.
56. Tingkat Internalisasi budaya kerja CETAK TEGAS yang dimiliki oleh PNS di BKKBN Provinsi diperoleh capaian 3,0 dari target 3,0 (100%).