• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Kelembaban Udara (Rh) Mesjid Ar-Rauddah

EVALUASI MASALAH DAN ANALISA KEBUTUHAN

4.5 Analisa Kelembaban Udara (Rh) Mesjid Ar-Rauddah

Berdasarkan data yang telah didapat pada hari Senin, Rabu dan Jumat nilai

kelembaban ruang dalam dan ruang luar sebagian besar masih berada pada zona

“nyaman”, pembagian zona didasarkan pada SNI 03-6572-2001, nilai RH yang dianjurkan untuk suatu ruangan antara 40%-50%, dan untuk ruangan dengan pengguna yang padat masih diperbolehkan pada rentang 55%-60%.

Pada pagi (09.00 WIB) hari nilai Rh cenderung tinggi dikarenakan suhu udara yang belum begitu panas dan masih banyak kandungan uap air pada udara, sedangkan pada siang (12.45 WIB) dan sore (16.00 WIB) hari nilai Rh berada di zona nyaman (40-60%) dan pada malam (18.30 WIB) nilai Rh kembali meningkat karena perubahan suhu yang mulai turun dan kandungan uap air pada udara sudah mulai

65 banyak. Ada tidaknya aktivitas jamaah di dalam mesjid juga mempengaruhi kelembaban di dalam ruangan. Dari beberapa hari pengamatan diperoleh data seperti yang dijelaskan pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Data Jumlah Jamaah, Kelembaban Minimum dan Maksimum Hasil Pengukuran

No Hari/jam Jumlah Jamaah

Minimum Maksimum

Ruang dalam Ruang luar Ruang dalam Ruang luar 1 Senin

9.00 - 74.00% 74.00% 75.00% 75.00%

12.45 12 65.00% 50.00% 66.00% 51.00%

16.00 2 52.00% 53.00% 51.00% 52.00%

18.30 2 80.00% 81.00% 82.00% 83.00%

2 Rabu

9.00 6 81.00% 74.00% 82.00% 75.00%

12.45 7 58.00% 50.00% 60.00% 52.00%

16.00 4 55.00% 51.00% 56.00% 52.00%

18.30 6 87.00% 81.00% 88.00% 82.00%

3 Jumat

9.00 - 76.00% 75.00% 76.00% 76.00%

12.45 30 82.00% 50.00% 83.00% 51.00%

16.00 4 56.00% 51.00% 58.00% 53.00%

18.30 6 87.00% 80.00% 88.00% 82.00%

Sumber: Analisa Data 2014

66 Pada hari Senin, 14 April 2014 (09.00) kelembaban (maksimal) ruang luar dan ruang dalam menunjukkan nilai yang sama yaitu 75% (basah). Hal ini disebabkan faktor kandungan air di dalam udara pagi masih banyak, sehingga kelembaban udara menjadi tinggi. Tidak terjadi perbedaan antara kelembaban di dalam maupun di luar bangunan mesjid, disebabkan oleh tidak adanya aktivitas ibadah pada pagi ini.

Pada saat siang hari (12.45) kelembaban (maksimal) ruang luar menurun menjadi 51% (nyaman), kandungan uap air pada udara telah banyak berkurang disebabkan oleh panas matahari. Akan tetapi di dalam bangunan mesjid kelembaban udara tidak banyak berkurang, alat hygrometer yang digunakan menunjukkan nilai 66% (nyaman). Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya aktivitas 12 orang jamaah yang menggunakan mesjid untuk sholat dzuhur.

Menjelang sore hari (16.00) kelembaban (maksimal) ruang luar tetap menunjukkan nilai 51% (nyaman), dan ruang dalam 52%. Perbedaan kelembaban antara luar dan dalam tidak besar hal ini disebabkan jamaah yang melakukan shalat ashar hanya 2 orang.

Pada saat menjelang malam (18.30) kelembaban (maksimal) ruang luar 83%

dan ruang dalam 82% (basah). Kelembaban ruang luar dan dalam meningkat seiring dengan meningkatan kadar uap air pada saat malam hari, tidak banyak terjadi perbedaan antara ruang luar dan dalam dalam karena jamaah yang melaksanakan sholat magrib hanya 2 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik perubahan kelembaban ruang luar dan dalam mesjid Ar-Rauddah Gambar 4.6.

67

Pada hari Rabu, 16 April 2014 (09.00) kelembaban (maksimal) ruang luar menunjukkan nilai 75% sedangkan ruang dalam berada pada nilai 82% (basah).

Terdapat perbedaan antara kelembaban ruang luar dan dalam yang disebabkan oleh adanya aktivitas ibadah sholat dhuha oleh 10 orang.

Pada saat siang hari (12.45) kelembaban (maksimal) ruang luar menurun menjadi 52% (nyaman), dan ruang dalam mesjid menunjukkan nilai 60% (nyaman).

Pada saat ini di dalam mesjid terdapat 6 orang jamaah yang menggunakan mesjid untuk sholat Dzuhur.

Menjelang sore hari (16.00) kelembaban (maksimal) ruang luar berada pada posisi 52% (nyaman), dan ruang dalam 56%. Perbedaan kelembaban antara luar dan

0.00%

Gambar 4.6 Kelembaban Minimum dan Maksimum Ruang Luar dan DalamPada Hari Senin, 14 April 2014

Sumber: Analisa Data 2014

Basah

Nyaman

Kering

(0 orang) (12 orang) (2 orang) (2 orang)

68 dalam tidak terlalu besar disebabkan jamaah yang melakukan shalat ashar hanya 4 orang.

Pada saat menjelang malam (18.30) kelembaban (maksimal) ruang luar 82%

dan ruang dalam 88% (basah). Berkurangnya panas dari sinar matahari mengakibatkan meningkatnya kadar uap air pada saat menjelang malam, tingkat kelembaban dominan lebih tinggi pada dalam ruangan mesjid diakibatkan adanya jamaah yang melaksanakan ibadah shalat magrib sebanyak 6 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik perubahan kelembaban ruang luar dan dalam mesjid Ar-Rauddah Gambar 4.7.

Gambar 4.7 Kelembaban Minimum dan Maksimum Ruang Luar dan Dalam Pada Hari Rabu, 16 April 2014

Sumber: Analisa Data 2014

Kering Nyaman Basah

(6 orang) (7 orang) (4 orang) (6 orang)

69 Pada hari Jumat, 18 April 2014 (09.00) kelembaban (maksimal) ruang luar dan dalam menunjukkan nilai yang sama yaitu 76% (basah). Keadaan ini disebabkan oleh tidak adanya aktivitas ibadah sholat dhuha pada pagi hari ini.

Pada saat siang hari (12.45) jumlah jamaah yang datang ke mesjid untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat meningkat tajam, keadaan di dalam mesjid menjadi ramai dan penuh. Hal ini berdampak kepada tingkat kelembaban di dalam ruangan menjadi tinggi. Kelembaban (maksimal) ruang luar pada siang hari ini berada pada nilai 51% (nyaman), akan tetapi untuk ruang dalam mesjid menunjukkan nilai yang tinggi yaitu 83% (basah) sehingga pada gambar 4.8 dapat dilihat terdapat deviasi yang besar antara nilai kelembaban udara luar dan udara dalam bangunan

mesjid. Hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas jamaah yang mengerjakan ibadah sholat Jumat berjumlah 30 orang.

Ketika sore hari (16.00) kelembaban (maksimal) ruang luar berada pada kondisi 53% (nyaman), dan ruang dalam 58%. Penurunan kelembaban terjadi di dalam ruangan mesjid seiring berkurangnya jumlah jamaah yang melaksanakan ibadah sholat ashar hanya 4 orang.

Pada saat menjelang malam (18.30) kelembaban (maksimal) ruang luar meningkat menjadi 82% dan ruang dalam 88% (basah). Kadar uap air pada udara luar dan dalam meningkat saat menjelang malam, kelembaban ruang dalam mesjid lebih tinggi pada dari ruang luar karena adanya jamaah yang melaksanakan ibadah shalat magrib sebanyak 6 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik perubahan kelembaban ruang luar dan dalam mesjid Ar-Rauddah Gambar 4.8.

70

Kesimpulan analisa kelembaban udara (Rh) mesjid Ar-Rauddah:

a. Pada siang dan sore hari biasa (selain Jumat) nilai kelembaban menunjukkan pada zona “nyaman Rh” (40-60%).

b. Pada hari Jumat terjadi peningkatan nilai kelembaban pada siang hari (12.45), hal ini disebabkan meningkatnya jumlah jamaah untuk melaksanakan ibadah solat Jumat. Kelembaban udara (Rh) yang tinggi ditambah nilai temperatur yang tinggi menyebabkan kondisi ruang dalam menjadi panas dan pengap (basah).

Gambar 4.8 Kelembaban Minimum dan Maksimum Ruang Luar dan Dalam Pada Hari Jumat, 18 April 2014

Sumber: Analisa Data 2014

Kering Nyaman Basah

(0 orang) (30 orang) (4 orang) (6 orang)

71

c. Tingkat kelembaban tinggi juga pagi hari (09.00) dan malam hari (18.30), hal ini dipengaruhi dari banyaknya uap air di luar ruangan pada saat pagi dan malam hari.

d. Untuk mengatasi masalah tingginya kelembaban pada siang hari yang panas ini maka perlu adanya desain bukaan (ventilasi) yang baik untuk menambah nilai pergerakan angin/udara di dalam ruangan. Semakin sering dan kuat angin, kelembaban udara akan semakin menurun, karena angin membawa dan mendistribusikan uap air yang ada di udara.