• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Kondisi Thermal Mesjid Ar-Rauddah Menggunakan Software Autodesk Ecotect Analysis 2011 Autodesk Ecotect Analysis 2011

EVALUASI MASALAH DAN ANALISA KEBUTUHAN

4.8 Analisa Kondisi Thermal Mesjid Ar-Rauddah Menggunakan Software Autodesk Ecotect Analysis 2011 Autodesk Ecotect Analysis 2011

Dari data yang diperoleh hasil pengukuran langsung di lapangan pada hari Senin, Rabu dan Jumat 14, 16, 18 April 2014, maka di diketahui temperatur udara luar di sekitar mesjid rata-rata berkisar 28,9ºC-33,8ºC untuk ruang luar dan 29,3ºC- 34,35ºC untuk ruang dalam.

Penggunaan software ecotect 2011 bertujuan untuk membandingkan data pengukuran dilapangan dengan hasil simulasi program komputer, sehingga diperoleh data yang akurat yang akan dipergunakan sebagai bahan acuan pengembangan konsep desain. Data iklim yang di input ke dalam program ini merupakan gambaran data sebenarnya yang diperoleh dari lembaga penelitian iklim dan cuaca di Indonesia Temperatur udara yang paling tinggi terjadi pada siang hari antara pukul 13.00 WIB-15.00 WIB diantara bulan April-Juni. Hal ini dapat kita lihat pada simulasi yang ditunjukkan oleh software autodest ecotect 2011, berdasarkan hasil model dan data yang diperoleh di lapangan. Gambar 4.13 adalah visualisasi yang ditunjukkan oleh software autodest ecotect 2011 pada saat pukul 11.30 WIB.

87

Gambar 4.13 Simulasi Bangunan Eksisting Mesjid Ar-Rauddah Menggunakan Program Ecotect 2011

Sumber: Analisa Data 2014

Hasil simulasi eksisting mesjid Ar-arraudah memperlihatkan bahwa faktor elemen arsitektural yang sangat dominan yaitu selubung dinding bangunan mesjid Ar-Rauddah yang 75% adalah material kaca, memberikan kontribusi yang besar terhadap pemanasan ruang dalam. Warna merah kekuningan pada hasil simulasi program ecotect menerangkan bahwa kondisi suhu di dalam bangunan mesjid Ar-Rauddah berada pada kondisi yang tidak nyaman (panas).

Faktor arsitektural lainnya yang menyebabkan kondisi ini ialah kurangnya overhang, tidak adanya ventilasi pada dinding bangunan serta tidak adanya insulator

pada atap bangunan mengakibatkan nilai suhu di dalam bangunan menjadi sangat tinggi pada siang – sore hari. Untuk lebih jelasnya mengenai hasil analisa mengenai temperatur udara menggunakan program ecotect dapat dilihat Tabel 4.16.

88 Tabel 4.16 Hasil Analisa Temperatur Udara Luar dan dalam Program Ecotect 2011(Jumat,18 April 2014)

N o

Model/ Waktu Penerapan Desain Suhu

(°C) 1 09.00 WIB Material Selubung Bangunan Ventila

si Selatan Kaca Penuh 29.8

4 Selatan Kaca Penuh 29.8

4 Selatan Kaca Penuh 29.8

4 Selatan Kaca Penuh 29.8 Tidak

89

Hasil perhitungan yang dikeluarkan oleh program ecotect 2011 ternyata tidak jauh berbeda dengan hasil pengukuran di lapangan. Sehingga perhitungan dari program ini dapat diuji dan menjadi bahan pertimbangan peneliti untuk merancang bangunan menjadi lebih baik. Tabel 4.17 berikut adalah perbandingan yang diperoleh dari hasil pengukuran lapangan dengan pengukuran menggunakan software ecotect 2011.

Tabel 4.17 Perbandingan Perhitungan Hasil Pengukuran Temperatur (ºC) Dengan Menggunakan Alat Terhadap Simulasi Program Ecotect 2011

No Hari/jam Pengukuran dengan Alat Simulasi Ecotect Ruang Dalam Ruang Luar Ruang Dalam Ruang Luar 1 Senin

9.00 29.4 29.6 30.2 30.5

12.45 34.5 34.8 34.5 34.7

16.00 33.5 33.8 33.3 33.5

18.30 31.2 31.5 31.2 31.4

2 Rabu

9.00 29.3 29.5 30.1 30.5

12.45 34.2 34.5 34.2 34.6

16.00 33.5 33.7 33.8 34

18.30 29.7 30 29.5 30

3 Jumat

9.00 28 28.3 29.2 29.4

12.45 35 35.3 35.4 35.7

16.00 33.7 34 33.3 33.4

18.30 30.8 31 30.1 30.5

Sumber: Analisis Data 2014

90

Pada hari Senin, 14 April 2014 (09.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 29.6ºC dan 29.4ºC.

Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, mengambil data cuaca kota medan diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 30.5ºC dan 30.2ºC.

Pada saat siang hari (12.45) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 34.8ºC dan 34.5ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 34.7ºC dan 34.5ºC.

Pada saat sore hari (16.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 33.8ºC dan 33.5ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 33.5ºC dan 33.3ºC.

Pada saat menjelang malam (18.30) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 31.5ºC dan 31.2ºC.

Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 31.4ºC dan 31.2 ºC. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.14 yang menjelaskan grafik temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur dan program ecotect pada hari Senin, 14 April 2014.

91

Pada hari Rabu, 14 April 2014 (09.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 29.5ºC dan 29.3ºC.

Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 30.5 ºC dan 30.1ºC.

Pada saat siang hari (12.45) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 34.5ºC dan 34.2ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 34.6ºC dan 34.2ºC.

Pada saat sore hari (16.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan

Gambar 4.14 Grafik Temperatur Ruang Luar dan DalamMenggunkan Alat Ukur dan Program Ecotect Pada Hari Senin, 14 April 2014

Dalam Pada Hari Jumat, 18 April 2014 Sumber: Analisa Data 2014

92

menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 34ºC dan 33.8ºC.

Pada saat sore hari (18.30) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 30ºC dan 29.7ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 30ºC dan 29.5ºC. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.15 yang menjelaskan grafik temperatur ruang luar dan dalam menggunkan alat ukur dan program ecotect pada hari Rabu, 16 April 2014.

26

Gambar 4.15 Grafik Temperatur Ruang Luar dan DalamMenggunakan Alat Ukur dan Program Ecotect Pada Hari Rabu, 16 April 2014

Dalam Pada Hari Jumat, 18 April 2014 Sumber: Analisa Data 2014

93

Pada hari Jumat, 18 April 2014 (09.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 28.3ºC dan 28ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 29.4ºC dan 29.2ºC.

Pada saat siang hari (12.45) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 35.3ºC dan 35ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 35.7ºC dan 35.4ºC.

Pada saat sore hari (16.00) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 34ºC dan 33.7 ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 33.4ºC dan 33.3ºC.

Pada saat sore hari (18.30) temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur masing-masing menunjukkan nilai 31ºC dan 30.8ºC. Dengan menggunakan simulasi program ecotect 2011, diperoleh nilai untuk temperatur ruang luar dan dalam masing-masing 30.5 ºC dan 30.1 ºC.

Dari hasil perbandingan data dari hari Senin sampai Jumat, baik pengukuran lapangan maupun simulasi program, hari Jumat menunjukkan nilai yang paling signifikan pada kondisi siang hari (12.45). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.16 yang menjelaskan grafik temperatur ruang luar dan dalam menggunakan alat ukur dan program ecotect pada hari Jumat, 18 April 2014.

94

Kesimpulan analisa data kondisi thermal Mesjid Ar-Rauddah dengan menggunakan program ecotect dengan pengukuran menggunakan alat di lapangan memiliki sedikit deviasi antara 0.3 ºC- 0.7ºC (tabel 4.17), sehingga hasil dari simulasi desain ini dapat menjadi bahan acuan untuk mengukur kinerja perubahan konsep

desain untuk mendapatkan kondisi thermal yang baik pada bangunan Mesjid Ar-Rauddah.