• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA KERUSAKAN BELT CONVEYOR MB1-03 6.1 Pembahasan

Dalam dokumen 16. Laporan Magang Gabungan (Halaman 78-89)

Secara umum belt conveyor seharusnya mampu beroperasi sampai pada lapisan terakhir atau sampai belt menipis, namun kenyataan berbeda dilapangan banyak belt yang masih tergolong cukup ketebalannya ataupun masih tergolong baru sudah harus diganti, biasanya belt–belt tersebut terjadi kerusakan . Kerusakan lain yang sering terjadi adalah adanya tumpahan material di sekitar belt , tumpahan material yang menumpuk hingga menyentuh belt dapat mengganggu kinerja belt conveyor, belt yang tidak sejajar, dan adanya material yang terbawa kembali di bawah belt . Di bawah ini adalah beberapa gambar yang saya dapatkan dilapangan sebagai bahan penelitian.

Gambar 6.2 Tumpahan Material di Sekitar Belt Conveyor 6.2 Penyebab Kerusakan

6.2.1. Penyebab Belt Robek

Robeknya belt conveyor biasanya disebabkan oleh :

a. Adanya material asing yang terangkut seperti besi dan serpihan kayu menjadi salah satu penyebab robeknya belt . Material asing tersebut dapat menggores permukaan belt dan menyebabkan belt robek.

b. Robeknya belt conveyor juga bisa disebabkan oleh material yang diangkut , dimana bongkahan material ada yang berbentuk tajam sehingga pada saat terjatuh ke belt conveyor menancap pada belt dan akan menggores belt conveyor yang lambat laun akan membuat belt robek,

c. Robeknya belt conveyor juga bisa disebabkan oleh material yang tumpah kemudian menumpuk di bagian bawah ataupun disekitar belt conveyor, yang kemudian menggores di top cover belt pada saat belt kembali, lambat laun belt menipis dan belt mudah robek.

d. Penyebab belt robek yang lainnya adalah kesalahan pemilihan material skirt rubber, pada prinsipnya belt conveyor akan bergesekan dengan skirt rubber pada saat beroperasi, oleh karena itu material skirt rubber harus lebih lunak dari material belt conveyor. Biasanya material skirt rubber diambil dari belt bekas sehingga memiliki kekuatan yang sama dengan belt conveyor, akan tetapi karena skirt rubber tegak lurus dengan belt

Tumpahan material

conveyor kekuatan material skirt rubber menjadi lebih besar dari belt conveyor sehingga pada saat bergesekan belt conveyor akan kalah dan terkikis lalu menyebabkan belt robek dengan arah memanjang.

Gambar 6.3 Skirt Rubber

e. Adanya komponen frame belt conveyor yang terbuat dari besi yang terlepas atau rusak dan mengganjal atau menghalangi jalannya belt sehingga dapat menggores belt . contohnya seperti potongan skirt plate yang terlepas, roller yang aus, casing /protector yang terpotong atau lepas, dan lain – lain.

Gambar 6.4 Letak Tersangkutnya Besi Plat di Belt Conveyor

Skirt rubber

bergesekan dengan

Gambar 6.5 Besi Plat yang Tersangkut di Belt Conveyor

Gambar 6.6 Spillage

6.2.2. Penyebab tumpahan Material Penyebab tumpahnya material adalah :

a. Kesalahan dalam men set up skirt board (belt dan skirt board ada jarak / tidak bergesekan) sehingga material tumpah pada saat belt beroperasi. b. Adanya pengupgrade-an motor pada belt conveyor yang menyebabkan

kecepatan belt berbeda dari sebelumnya. Contohnya motor pada belt conveyor A di upgrade sehingga kecepatannya meningkat sedangkan pada belt conveyor B kecepatannya tetap, pada saat pemindahan material dari belt conveyor A ke B volume material yang diangkut oleh belt conveyor B menjadi lebih banyak karena intensitas material yang diberikan oleh belt

conveyor A menjadi lebih banyak, hal ini dapat menyebabkan belt conveyor B kelebihan muatan dan menimbulkan tumpahan material di sekitar belt .

c. Terjadi kebocoran pada hopper yang berupa lubang-lubang dari crusher menuju ke belt conveyor yang menyebabkan material keluar kesekitar belt conveyor.

Gambar 6.7 Lubang pada Hopper

6.2.3. Penyebab Belt Misstracking

Misstracking adalah kondisi dimana belt tidak sejajar atau keluar dari jalur ( tidak center) dan merupakan salah satu masalah yang paling sering terjadi di lingkup Conveyor System, Penyebab terjadinya belt misstracking ini sering di sebabkan oleh :

a. Kesalahan dalam pemasangan belt

Pada saat pemasangan belt penyambungan kedua sisi bagian ujung tidak sejajar, sehingga pada saat belt dioperasikan tegangan pada belt akan condong ke salah satu sisi dan menyebabkan misstracking.

b. Bentuk pulley yang tidak rata

Pulley pada umumnya terbuat dari plat yang di roll sehingga berbentuk bulat ( menyerupai drum). Apabila dalam pengerolannya diameter kedua sisi berbeda atau pulley tidak rata hal ini dapat menyebabkan belt misstracking karena tegangan belt dikedua sisi berbeda

c. Penyebab selanjutnya adalah pada saat start up belt. Tegangan belt pada saat mulai dioperasikan / start up sangat tinggi. Tegangan yang tinggi ini dapat menyebabkan take up pulley terangkat dan terlepas sementara dari belt. Disitulah penyebab potensi misstracking dimana pada saat take up pulley kembali ada kemungkinan bagian belt dan pulley bergeser dari posisi sebelumnya dan membuat belt tidak seimbang

Gambar 6.9 Kontruksi Belt

Conveyor Pada saat start up take up pulley terangkat dan terlepas sementara dari belt.

d. Penyebab lainnya adalah Idler yang tidak level atau bahkan Kontruksi yang tidak level.

Gambar 6.10 Material Carry Back

6.2.4. Penyebab Material Carry Back

Carry Back adalah material yang terbawa kembali di top cover belt dan menempel dan bertumpuk di bawah return roller. Carry back yang terjadi pada belt conveyor disebabkan oleh belt cleaner yang tidak berfungsi dengan baik , atau tidak adanya belt cleaner yang terpasang pada belt conveyor tersebut. Biasanya material yang terbawa kembali adalah material yang basah sehingga membuat material menjadi lengket dan menempel pada permukaan belt conveyor.

6.3 Solusi

Telah dijelaskan bahwa terdapat beberapa jenis kerusakan atau penyimpangan yang terjadi pada belt conveyor penyimpangan tersebut bisa disebabkan oleh benda asing dan kesalahan dalam pengoperasian, berikut ini beberapa solusi jika tejadi kerusakan atau penyimpangan pada belt conveyor.

6.3.1. Solusi Belt Misstracking

Berikut ini beberapa cara untuk menormalkan kembali belt conveyor :

2. Bisa ditambahkan guide roller untuk menahan belt yang melewati jalurnya.

3. Pada saat pemasangan belt sambungan kedua ujung belt harus sejajar.

4. Bentuk pulley yang digunakan harus rata / bulat sempurna. Selalu dilakukan pengecekan pada pulley, jika terjadi misstracking maka harus dilakukan adjusting.

5. Memastikan kondisi pada hopper inlet tidak overload pada saat belt akan di start awal.

6.3.2. Solusi Belt Robek

Jika belt robek ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya :

● Corective Maintenance 1. Repair

Jika robek terjadi pada sambungan atau sambungan terlepas, belt masih bisa diperbaiki dengan cara disambung kembali .

a. langkah pertama adalah pembersihan. Bersihkan permukaan belt yang ingin di sambung kembali menggunakan gerinda halus, setelah itu gunakan kain lap bersih untuk membersihkan kotoran bekas gerinda. b. Langkah selanjutnya adalah pengeleman. Hindari debu atau kotoran yg

berterbangan pada saat pengeleman, gunakan kuas untuk meratakan lem di conveyor, ratakan secara bersamaan antara dua sambungan yg mau di lem hal ini untuk menghindari kekeringan yg tidak sama. Setelah itu permukaan – permukaan belt yang sudah di lem disatukan kembali.

2. Tambal

Apabila robek bukan pada sambungan salah satu solusinya adalah belt di tambal . Bahan untuk menambal belt harus bahan yang sama dengan belt yang akan ditambal.

3. Potong sambung

Solusi untuk belt robek yang lainnya adalah potong sambung. potong sambung dapat dilakukan apabila counter weight masih bisa di adjust / diatur ke atas . prinsip dari potong sambung adalah memotong bagian belt yang robek lalu menyambungkan kembali belt yang sudah terpotong

4. Insert

Apabila counter weight sudah tidak bisa di adjust ke atas maka harus ditambahkan lagi belt untuk menyambungkan kedua sisi yang sudah terpotong. Syarat agar belt yang robek dapat di insert adalah apabila belt tersebut masih memiliki tingkat elastisitas yang cukup.

5. Apabila belt sudah tidak elastis lagi maka belt harus diganti.

Untuk mengurangi resiko robeknya belt apat dilakukan beberapa cara :

Counter weight di adjust ke atas sehingga bagian belt yang terpotong bisa disambung kembali karena adanya penambahan panjang belt dari

Tambaha n material belt untuk penyamb

Sisi – sisi material belt yang dipotong dan disambung dengan material tambahan.

a. Melakukan pengecekan – pengecekan terhadap komponen – komponen belt conveyor yang berpotensi terlepas dan dapat merusak belt .

b. Pilih material skirt rubber yang lebih lunak daripada material belt conveyor agar pada saat bergesekan material skirt rubberlah yang akan terkikis.

● Preventive Maintenance

1. Melakukan pengecekan pada hopper/chute dari crusher menuju belt conveyor MB1-03 untuk memastikan tidak ada rangka yang kendur.

2. Memasang metal detector di belt conveyor MB1-03 berupa alarm bunyi dan memberikan pengawas/operator di sekitar belt conveyor agar apabila terdapat material asing dapat langsung memberhentikan belt conveyor.

3. Melakukan pengecekan dan koordinasi dengan kontrol room tentang kondisi metal detector dan alat kontrol lainnya.

4. Mengencangkan baut-baut yang kendur, melakukan adjusting, menggati roller-roller yang sudah aus atau rusak.

6.3.3. Solusi Spillage pada Belt Conveyor.

Berikut ini beberapa solusi agar material tidak tumpah : a. Kurangi beban material yang diangkut

b. Sudut inlet / lubang pada penumpah diperkecil atau dibuat lebih mengerucut agar material tidak tumpah

Sudut pada inlet diperkecil untuk

menghindari tumpahnya material

6.3.4. Solusi Material Carry back

Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan beberapa cara , 1. Menjaga tekanan belt cleaner yang ada.

Gambar 6.11 Belt Cleaner

2. Jika tidak ada belt cleaner seharusnya dipasangkan belt cleaner. Jika belt cleaner sudah ada namun masih mengalami carry back bisa

ditambahkan lagi belt cleaner di bawah roller.

Ada 2 kondisi pada saat patrol :

a. Pada saat mesin atau belt conveyor istirahat (tidak ada material yang diangkut oleh belt conveyor) petugas patrol harus mengecek dari semua aksesoris belt conveyor, mengecek hopper apabila terdapat material asing atau ada bagian-bagian dari hopper tersebut kendur harus segera di kencangkan. Melakukan pengecekan belt secara kontinue untuk

memeriksa kondisi komponen belt conveyor dan melakukan pembersihan di daerah belt conveyor.

b. Pada saat mesin berhenti bekerja (stop) petugas patrol harus mengecek bagian atau komponen-komponen belt conveyor. Melakukan repair atau mengganti komponen-komponen yang aus atau rusak.

Tekanan belt cleaner harus dijaga agar tetap dapat menahan material carry

back agar tidak

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen 16. Laporan Magang Gabungan (Halaman 78-89)

Dokumen terkait