• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Ladder Pembuatan Program

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Analisa Ladder Pembuatan Program

Untuk memudahkan dalam menganalisa pemrograman pada PLC Omron CP1E sebagai pengontrol sistem pemotong, maka leader diagram dipisah-pisah. Dan berikut ini adalah leaderdiagram dan cara kerjanya sebagai berikut :

1. Input pada proses sistem otomasi pemotong

Gambar 4.10 Inputan Sistem Pemotong

Pada program tersebut dapat dibaca beberapa input atau push button untuk meng aktifkan proses sistem otomasi sistem pemotong.

a. Start digunakan untuk mengaktifkan proses pemotongan.

b. Stop digunakan untuk menonaktifkan semua proses pemotongan.

c. S1 adalah sensor Reed Switch yang digunakan untuk mendeteksi Linear Actuator pada posisi awal yang akan menjalankan perintah frwd (berjalan) dan akan berhenti jika Timer 0003 (timer pada instruksi counter) aktif.

d. S2, S3, S4 adalah sensor yang akan mendeteksi Linear Actuator untuk mengaktifkan perintah rvrs (mundur) dan membuat Linear Actuator berhenti, sensor yang digunakan adalah Reed Switch

e. W0.02 adalah instruksi rvrs (mundur) pada Linear Actuator agar dapat berhenti tepat pada sensor

2. Proses pemotongan pada sistem pemotong

Gambar 4.11 Proses pemotongan

Pada program tersebut dapat dilihat kita akan dihadapkan pada 2 keadaan yaitu linear actuator mundur untuk mengerem tepat pada sensor dan beberapa sensor untuk meng aktifkan proses pemotongan. Proses linear actuator akan turun jika memenuhi beberapa syarat, yang artinyan sensor reed switch mundur dan turun akan aktif.

a. Kontak W0.02 adalah perintah untuk mengerem (mundur) outputan dari instruksi keep untuk mengaktifkan timer T000

b. S2,S3,S4 berfungsi untuk mendeteksi linear actuator agar berhenti dan mengaktifkan perintah w0.04 (down) yaitu proses pemotongan agar motor yang di gunakan untuk memotong dapat turun

c. Motor akan berhenti turun jika linear actuator terkena 0.07 yaitu sensor batas bawah atau instruksi counter

3. Proses batas pemotongan pada sistem pemotong

Gambar 4.12 Proses batas pemotong

Pada program di atas dapat dilihat bahwa mesin pemotong akan berhenti jika sudah melakukan pemotongan sebanyak tiga kali dan proses naiknya motor pemotong

a. 0.07 cyl bot batas bawah proses pemotongan berfungi untuk mengaktifkan perintah w0.05 yaitu linear actuator akan kembali naik untuk proses pemotongan selanjutnya, dan akan berhenti naik jika terkena sensor batas atas yaitu 0.06 cyl sensor 6.

b. Proses pemotongan akan berhenti jika 0.07 cyl bot sudah memotong sebanyak tiga kali sehingga mentrigger counter dan linear actuator akan kembali pada posisi semula dan siap untuk proses selanjutnya c. 0.00 tombol on akan mereset perintah counter sehingga proses

pemotongan dapat berjalan lagi dari awal

4. Output pada sistem pemotong

Gambar 4.13 Output sistem pemotong

Gambar di atas adalah proses output pada program sistem pemotong a. 100.00 maju adalah perintah output dari gerak silinder maju yang

artinya motor akan mulai berputar pada saat linear actuator maju b. T001 adalah outputan dari timer 1 yaitu timer yang berasal dari w0.02

rvrs untuk mundur (mengerem), jika sudah mencapai batas timer maka liner actuator akan kembali maju.

c. W0.02 revrs dan w0.03 rfrs sama sama berfungsi untuk membuat linear actuator maju

d. W0.04 down adalah perintah untuk membuat motor pemotong dari sensor batas atas menuju sensor batas bawah.

e. W0.05 up adalah perintah yang berfungsi untuk menaikan motor pemotong dari sensor batas bawah menuju sensor batas atas, demikian

juga untuk 0.03 s2, 0.04 s4 kecuali 0.02 s1 proses ini berjalan pada saat linear actuator mencapai batas pemotongan (reset).

f. 100.04 adalah output kontak untuk motor yang berjalan jika linear actuator sedang dalam posisi mundur w0.02 revrs dan akan mati jika terkena 0.06 s5.

D. Analisa Pembuatan Program pada HMI

Untuk memudahkan saat menjalankan Mesin Otomasi maka dibuatlah HMI dengan tampilan yang dapat memonitoring seluruh sensor serta pengganti tombol On dan Off pada Mesin Otomasi.

Gambar 4.14 Tampilan Cover HMI

Tampilan awal ketika HMI mulai dinyalakan. Dengan menulis judul dengan mengklik tombol Text pada aplikasi EB8000. Kemudian masukan gambar dari Library untuk menampilkan logo ATW Surakarta. Kemudian klik Function Key untuk mengganti kehalaman lain.

Gambar 4.15 Halaman Kerja HMI

Untuk membuat start stop dengan mengklik tombol Toggle Switch.

Kemudian untuk indikator sensornya mengklik Bit Lamp. Untuk kembali ke halaman sebelumnya maka dibuat tombol back dari function key.

BAB V PENUTUP

Puja dan Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kurnia-Nya, sehimgga penulis dapat menyelesaiakan tugas akhir pembuatan alat dan laporan pembuatan alat “ Panel PLC “ setelah melewati kerja keras dan perjuangan selama beberapa waktu.

A. Simpulan

Dari hasil pembuatan alat Panel dalam Tugas Akhir yang telah penulis buat, maka saya mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Untuk cara kerja proses kendali yang penulis kerjakan pada aplikasi PLC adalah dengan majunya linear actuator sampai pada sensor pemotong linear actuator akan berhenti dengan cara angin yang masuk dari solenoid maju dan solenoid mundur akan keluar secara bersamaan lalu motor pemotong akan turun untuk memotong kayu, mesin akan berhenti sampai kayu sudah terpotong sebanyak tiga kali, penulis menggunakan instruksi KEEP untuk mengunci output coil, counter sebagai penghitung pemotong dan timer untuk delay waktu dan pengereman pada linear actuator pada program PLC.

2. Pada pembuatan alat ini penulis mengaplikasikan ladder program ke PLC CP1E-N40 dengan cara mentransfer program ke PLC dengan kabel peripheral menggunakan aplikasi CX Programmer.

57

B. Saran

Setelah penulis melakukan pembuatan simulasi Otomasi mesin pemotong menggunakan PLC CP1E, maka penulis dapat lebih mengerti dan memahami tentang ilmu pengetahuan tentang PLC terutama PLC CP1E

software CX-Supervisor, untuk itu penulis memberi saran yang mungkin bermanfaat dan berguna dalam penggunaan alat ini.

1. Dalam pembuatan alat agar dapat di setting kecepatan dan waktu jeda pada motor serta mengganti mata potong untuk menyesuaikan benda yang akan di potong.

2. Untuk generasi mesin pemotong selanjutnya dapat ditambahkan sensor untuk mendeteksi adanya benda kerja pada pendorong, dan mendeteksi benda kerja sudah habis terpotong.

3. Penambahan penutup mata pemotong dan cover pada bagian pemotongan agar bertujuan keamanan saat memotong benda dan serbuk kayu saat proses pemotongan tidak tersebar kemana mana.

Kritik dan saran yang bersifat membangun dan memperbaiki untuk penulisan sangat diharapkan. Penulis mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi dan pengarahan serta bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

DAFTAR PUSTAKA

Budiyanto; M dan Wijaya; A. Dasar-dasar PLC (Programmable Logic Controller).Yogyakarta: Gava Media, 1997.

CP1E-N _ _ D _-_ Manual Book SYSMAC CP - series CP1E.pdf www.alldatasheet.com, 2019

Drs. Rahmat M.T, Buku Pegangan Praktek PLC 1 dan PLC 2 Akademi Teknologi Warga Surakarta. Surakarta, 2014

Panduan Tugas Akhir Sekolah Tinggi Teknologi Warga Surakarta, Surakarta, 2018

Panji Ismail, Alat Pemotong Kertas Otomatis Berbasis PLC CP1H, Yogyakarta, 2014

Taufik Maulana, Otomasi Alat Pemotong Berbasis PLC CP1H, Semarang, 2015

LAMPIRAN

Lampiran 1 Wiring Sistem pemotong

Lampiran 2 Ladder Diagram Program

Lampiran 3 Trainer PLC

Lampiran 4 Alat Pemotong

Lampiran 5 Alat Pemotong Tampak Samping

Lampiran 6 Trainer pemotong

Dokumen terkait