4.1. Analisa Site
Analisa site mempunyai fungsi yang cukup penting dalam merencanakan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya, karena penganalisaan fisik site dapat digunakan sebagai penentuan zoning, peletakan pintu masuk atau entrance, arah hadap bangunan serta tampilan bangunan yang kan direncanakan.
4.1.1. Analisa Aksesibilitas
Lokasi site yang berada pada distrik gunungsari kidul ini memiliki jalur dengan kepadatan yang tidak terlalu tinggi namun berdekatan dengan jalur mayjen sungkono yang memiliki kepadatan yang cukup tinggi. Untuk lebih memperjelas Pencapaian site lokasi dari daerah sekitarnya ditentukan berdasarkan pertimbangan berikut :
• Keleluasaan pengamatan untuk berorientasi terhadap obyek
• Ruang yang memiliki potensi sebagai titik pandang pengamat untuk mengenali obyek.
• Memiliki jalur sirkulasi lalu lintas yang baik
• Kecepatan maksimum kendaraan pada lalu lintas yang ada tidak terlalu tinggi. Line dengan jalur kemacetan yang tinggi Line dengan jalur kemacetan yang rendah Jalur terlalu menjorok ke
sisi site, lebih memungkinkan untuk penempatan pintu keluar. Lokasi terlalu di bagian tengah site dan menjadi vokal pandangan bangunan tidak cocok untuk entrance Cocok sebagai entrance karena berhadapan dengan jalur putar balik ke arah Mayjen Sungkono
4.1.2. Analisa Iklim
Wilayah perencanaan Unit Distrik Gunungsari, memiliki kondisi klimatologi yang ada hampir sama dengan wilayah lain yang ada di Surabaya. Berikut adalah data klimatologi yang ada :
• Temperatur udara berkisar antara 26,2º C – 31,3 º C.
• Curah hujan pada bulan Desember sebesar 414 mm selama 23 hari hujan, sedang bulan Agustus sebesar 9 mm selama 3 hari hujan.
• Kelembaban berkisar antara 64% - 85 %.
• Tekanan udara menunjukkan angka 1002,4 mbs - 1014,8 mbs.
• Untuk angin, pada musim hujan, bertiup dari arah barat laut – tenggara, untuk musim kemarau, dari arah tenggara – barat laut.
Perencanaan terhadap masing-masing cakupan di atas berkaitan dengan bentuk bangunan, seperti: ketinggian lantai bangunan, bentuk massa dan dimensi bangunan.
Perencanaan untuk Bangunan Satu Lantai Eksterior Bangunan. Gubahan massa bangunan, merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan. Gubahan massa sendiri dipengaruhi oleh:
• Bentuk bangunan
• Jarak bangunan
• Ketinggian bangunan
• Kondisi bangunan di sekitarnya
• Vegetasi (penutup tanah, perdu, pohon, dan lain-lain)
• Bentang alam (danau, sungai, tebing, bukit, dan jurang)
• Kondisi iklim mikro
• Perkerasan tanah.
Gubahan massa bangunan bertujuan untuk:
• Mengendalikan radiasi matahari
• Mengendalikan angin dan kelembaban.
Pada bangunan satu lantai, udara yang masuk adalah udara lembab yang menimbulkan dan meningkatkan kelembaban udara dalam ruangan. Penambahan
vegetasi pada ruang luar harus diperhitungkan supaya pengaliran udara ke dalam bangunan dapat berfungsi. Jarak vegetasi ke bangunan (s), tergantung dari tinggi (h). Pertimbangan terhadap vegetasi sama halnya ketika kita membicarakan pagar bangunan.
4.1.3. Analisa Lingkungan sekitar
Lokasi di distrik Gunungsari kidul memiliki potensi – potensi yang mendukung untuk perancangan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya, yang akan dijelaskan sebagai berikut :
• Berdekatan dengan pusat perbelanjaan Golden city mall ( carrefour )
• Berdekatan dengan rumah makan cepat saji Mc Donald’s
• Berada di jantung kota Surabaya
• Berdekatan dengan jalan utama Mayjen Sungkono
• Berdekatan dengan pintu kluar jalan tol
• Memiliki jalur sirkulasi yang baik dan beraspal
• Mempunyai letak yang strategis karena dapat diakses dari segala arah dengan jalan utama adalah jalan mayjend sungkono dan jalan sekundernya adalah dari arah villa bukit mas yang dapat menghubungkan jalan dari ketintang dan daerah karang pilang.
• Tersediahnya infrastruktur kota
Gambar 4.2. Sketsa Analisa Lingkungan Sekitar Sumber : Analisa Pribadi,2010
- Memiliki jalur dua arah
- Memiliki jalur pejalan kaki yang berpaving dan lebar - Arus pencapaian
yang cukup mudah, dikarenakan ada jalanya yang lebar dan jarang terjadi kemacetan.
Gambar 4.3. Sketsa Analisa kebisingan Lingkungan sekitar Sumber : Analisa Pribadi,2010
4.2. Analisa Ruang 4.2.1. Or ganisasi Ruang
Merupakan sistem organisasi yang menunjukan hirarki / pengelompokan ruang dalam merancang yang membentuk suatu alur, antara ruang yang satu dengan ruang yang lainya dimana nantinya didalam pengorganisasian ruang ini dapat dilihat dari hubungan antara ruang yang satu dan lainnya. Yang meliputi :
• Lantai 1
Memiliki kebisingan yang relatif sedang karena berdekatan dengan jalan raya, tapi tidak terlalu karena kondisi jalan yang tidak macet.
Kebisingan di area ini diredam oleh bangunan di sekitarnya dan adanya lapangan golf yang cukup membantu dalam meredam kebisingan McDonald’s Golden City IN Area parkir kendaraan
Mushola Area servis
Zona publik Zona privat Zona servis Gambar 4.4. Organisasi ruang lantai 1
• Lantai 2
• Lantai 3
Zona publik
Zona privat Zona semi publik
Zona privat Gambar 4.5. Organisasi ruang lantai 2
Sumber : Analisa Pribadi,2010
Gambar 4.6. Organisasi ruang lantai 3 Sumber : Analisa Pribadi,2010 Toko alat
musik
Cafe Loby
Coridor
Office Kelas & studio
R. pamer Auditorium Main entrance
Drop off
Lift
R. kelas & studio
4.2.2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi
Untuk menjelasan hubungan antar ruang serta pencapaian masing – masing ruang yang ada, perlu dilakukan pengelompokan ruang sesuai dengan fungsi ruang yang ada, serta sirkulasi apa saja yang terjadi akibat hubungan ruang yang telah direncanakan secara berurutan dan sistematis. Yang meliputi :
• Hubungan Ruang
Menggambarkan hubungan antar ruang yang ada pada Pusat Pelatihan Musik modern di Surabaya, Penilaian tentang hubungan antar ruang tersebut dibedakan menjadi :
• Dekat : Memiliki keterkaitan hubungan secara langsung
• Sedang : Memiliki keterkaitan hubungan secara tidak langsung
• Jauh : Tidak memiliki hubungan ruang.
Tabel 4.1. Hubungan Ruang ( Main Hall )
• Tabel 4.2. Hubungan Ruang ( Area Pengelola )
• Tabel 4.3. Hubungan Ruang ( Area Servis )
• Sirkulasi Antar Ruang
Merupakan akses bagi pengguna atau pemakai ruang sesuai dengan fungsi ruang yang ada pada obyek perancangan. Dimana pemakainya dibedakan atas pengunjung, siswa , pengelola, servis.
• Sirkulasi di lantai 1
Pada lantai 1, setelah memasuki area site Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya, pengunjung nantinya akan diarahkan pada area parkir kendaraan. Selain itu juga dapat menuju ke mushola. Untuk menuju lantai 2, pengunjung dapat menggunakan lift yang tersedia. Sedangkan bagi karyawan yang akan menuju area servis, setelah masuk area site dapat langsung menuju ke bagian belakang area parkir kendaraan.
• Sirkulasi di lantai 2
Pada lantai 2 setelah pengunjung melewati drop off area dapat menuju toko alat musik, kafe maupun loby. Dari loby ini pengunjung dapat memilih apakah ingin menuju kantor pengelola (office), ruang pamer maupun kelas dan studio. Selain itu mereka juga dapat menuju auditorium untuk menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan.
Gambar 4.7. Sirkulasi lantai 1 Sumber : Analisa Pribadi,2010
Gambar 4.8. Sirkulasi lantai 2 IN
Mushola Area
servis Area parkir
kendaraan
Toko alat musik Loby Cafe
Coridor
Office Kelas & studio R. pamer Auditorium Main entrance
• Sirkulasi di lantai 3
Pada lantai 3, setelah lift, pengunjung dapat menuju ruang kelas dan studio maupun ruang pengawas.
4.2.2. Diagram Abstr ak
Menjelaskan tentang penataan ruang – ruang yang ada pada ” pusat pelatihan musik modern di surabaya ” terhadap analisa yang diperoleh dari program ruang, organisasi ruang serta hubungan dan sirkulasi pengunjug dalam ruang tersebut, sehingga didapatkan suatu output berupa tataan didalam bangunan secara abstrak. Tapi belum memiliki dimensi ukuran dari ruang – ruang yang ada.
Gambar 4.9. Sirkulasi lantai 3 Sumber : Analisa Pribadi,2010
Diagram 4.1. Diagram abstrak Sumber : Analisa Pribadi,2010 Lift
R. kelas & studio
R. Pengawas
Enterance (IN)
Area parkir
Office
Drop off area Toko alat musik
Exit (OUT) Loby Cafe Main entrance Kelas& studio musik R.pamer Auditorium
4.3. Analisa Bentuk dan Tampilan
Analisa bentuk bangunan obyek rancangan yang berorientasi terhadap kondisi existing di sekitar lokasi site yang ditempati. Serta berorientasi dari data analisa – analisa yang telah dijabarkan.
4.3.1. Analisa Bentuk.
Dalam proses perancangan dibutuhkan suatu konsep tipologi bentuk geometri dasar untuk menjadikan suatu konsep perancangan pada bangunan agar unity dan terstruktur dengan baik.
Mengingat bangunan Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya merupakan salah satu sarana pendidikan dalam bermusik, maka nantinya konsep dari pembuatan bentuk bangunan ini adalah tangible metaphors. Menur ut Anthony C. Antoniades, 1990 dalam ”Poethic of Architecture” tangible metaphors yang dimaksud adalah suatu cara memahami suatu hal, seolah hal tersebut sebagai suatu hal yang lain sehingga dapat mempelajari pemahaman yang lebih baik dari suatu topik dalam pembahasan. Dengan kata lain menerangkan suatu subyek dengan subyek lain, mencoba untuk melihat suatu subyek sebagai suatu yang lain. Konsep tangible metaphors yang dimaksud disini adalah tangible metaphors dari bentukan salah satu alat musik yakni piano. Bentukan piano memiliki bentuk geometri yang sangat menarik. Pada bagian lengkungnya dapat dimanfaatkan sebagai bentukan kanopi yang unik.
Gambar 4.10. Analisa bentuk bangunan Sumber : http://images_model_piano
4.3.2. Analisa Tampilan
Bangunan Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya nantinya akan memiliki tampilan yang modern sesuai dengan fungsinya (Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya) dan sesuai dengan kondisi bangunan yang ada di sekitarnya (Mcdonald’s dan Goci mall) dimana keduanya banyak menggunakan material kaca dan permainan garis-garis vertikal sebagai aksen modernnya sehingga bangunan tersebut terlihat kokoh pada penampilanya. Oleh karena itu, bangunan obyek rancangan ini nantinya juga akan menggunakan material kaca dan juga aksen garis untuk menampilkan kesan modern.
Gambar 4.11. Tampilan bangunan di sekitar site Sumber : Dokumentasi pribadi,2010
Penggunaan material kaca dan aksen garia-garis vertical pada façade bangunan Golden City Mall Surabaya
Penggunaan material kaca pada façade bangunan Mcdonald’s Surabaya