TUGAS AKHIR
PUSAT PELATIHAN MUSIK MODERN
DI SURABAYA
Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1)
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
Diajukan Oleh :
TRI WAHYU LAKSONO
0651010032
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
TUGAS AKHIR
PUSAT PELATIHAN MUSIK MODERN
DI SURABAYA
Dipersiapkan dan disusun oleh : TRI WAHYU LAKSONO
0651010032
Telah dipertahankan didepan Tim Penguji pada tanggal : 1 Juni 2012
Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh gelar Sarjana ( S1 )
Tanggal : 1 Juni 2012
Ir. Naniek Ratni JAR. M. Kes. NIP. 19590729 198603 2 00 1 Pembimbing Utama
Ir. Muchlisiniyati Safeyah, MT NPTY. 3 6706 94 0034 1
Pembimbing Pendamping
Mohammad Pranoto. ST, MT NPTY. 3 7312 06 0215 1
Penguji II
Heru Subiyantoro, ST, MT NPTY. 3 7102 96 0061 1
Penguji I
Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT. NPTY. 3 6705 94 0033 1
Penguji III
PUSAT PELATIHAN MUSIK MODERN
DI SURABAYA
Tri Wahyu Laksono 0651010032
ABSTRAKSI
Di Indonesia perkembangan musik sangatlah riskan, masih banyak yang menganggap musik hanyalah sebagai hobi / keterampilan saja, padahal di negara - negara lainnya musik dianggap sebagai sesuatu yang vital.
Mengingat untuk perkembangan dunia musik modern di Indonesia belum ada wadah yang dapat memberi informasi yang akurat tentang segala hal tentang dunia musik modern di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang dapat menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia.
Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya ini mempunyai arti sebagai sarana atau tempat yang berhubungan tentang dunia musik yang sesuai dengan perkembangan jaman atau modern dan mencakup tentang segala perbaikan pendidikan bermusik, pertunjukan serta pengorganisasian dalam bermusik yang berada di Surabaya.
Perancangan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya berada di kawasan Surabaya Selatan tepatnya dijalan Abdul Wahab Siamin, dimana masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan dengan lokasi yang sangat strategis berada di dekat jalan utama atau jalan yang strategis sehingga mudah dalam pencapaiannya.
Tema yang akan dipakai pada Perancangan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya adalah ”Oktaf”. Dimana oktaf ini mempunyai arti deretan atau kumpulan 8 tangga nada secara berurutan. Pemilihan tema oktaf ini nantinya akan diaplikasikan pada rancangan Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya.. Sedangkan Bentuk bangunan terpacu pada bentuk lahan dan bentuk dari bangunan sekitarnya seperti bentukan dari bangunan golden city mall yang mengacu pada kesan modern. Sehingga bentuk dari bangunan ini mengacu pada bentukan modern karena mengingat dalam bangunan ini mengajarkan tentang musik moden dan kesan modern ini diterapkan pada bangunan..
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas segala nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sehingga penyusunan Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Pusat Pelatihan Musik Moder n di Surabaya” ini dapat terselesaikan dengan baik, guna memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur di Surabaya.
Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan Tugas Akhir ini juga tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan berbagai pihak. Bersama ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada :
.
1. Ibu Ir. Naniek Ratni JAR. M. Kes selaku Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan atas kesempatan yang diberikan.
2. Ibu Dr. Ir Pancawati Dewi. MT selaku Ketua Program Studi Arsitektur atas dukungan dan saran yang diberikan selama proses pembuatan Laporan mulai dari Metode Penelitian hingga Laporan Tugas Akhir ini.
3. Kepada Bapak dan Ibu Pengurus BAKESBANG, BAPEKO, Dinas Cipta Karya dan Dinas Pemetaan yang telah melayani dengan baik dalam proses pencarian dan peminjaman data yang mendukung proses penulisan Laporan ini.
4. Pihak-pihak yang membantu penulisan sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan dengan baik yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Akhir kata, saya mohon maaf bila masih terdapat berbagai kekurangan pada laporan ini, dan tidak lupa saya sekali lagi mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan Tugas Akhir ini.
Surabaya, Juni 2012
UCAPAN TERIMA KASIH
Untuk keluargaku yang paling ku sayangi, terutama ibuku yang telah memberikan banyak dukungan, doa dan materi sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar Terima kasih atas support kalian sehingga aku tidak putus asa dalam menjalani proses belajar ini , You’re the best familly in the world.ever!!Thanks for everything.
Mentorku, Ir. Muchlisiniyati Safeyah, MT, terima kasih atas semua bimbingan dan arahan yang diberikan dan maaf mungkin jika saya banyak salah.Dan juga Mohammad Pranoto, ST, MT, terima kasih telah banyak membantu saya mengenai gambar dan juga pembelajarannya tentang sistem akustik yang telah diajarkan kepada saya.Untuk kedua mentorku sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar – besarnya..
Untuk Dr. Ir. Pancawati Dewi, MT, Heru Subiyantoro, ST, MT dan Ir. Eva Elviana, MT terima kasih sebesar-besarnya untuk bimbingannya selama pengerjaan tugas akhir ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik, Khususnya untuk Bpk Heru Subiyantoro, ST, MT dan Ibu Ir. Eva Elviana, MT saya sangat berterima kasih telah diberikan bantuan, Mungkin tanpa bantuan kalian saya tidak akan bisa seperti ini, terima kasih. Seluruh Dosen dan staff teknik Arsitektur UPN, Untuk alm.Ir Retno , terima kasih untuk semua pembelajaran yang telah ibu berikan.
Especially thanks for Gembulku Lusy larasati, ST sudah banyak nolong, terima kasih untuk support yang tiada henti dan juga mau menungguku sampai aku lulus, terima kasih gembul, dan juga untuk Misbahul anam, ST, terima kasih juga teman untuk semua bantuannya, mungkin tanpa kalian berdua aku mungkin juga gak bisa lulus tahun ini, terima kasih untuk kalian berdua.
Untuk teman seperjuanganku di TA Anggri, mas Buyung, Memble, Bayu, terima kasih sudah nemenin waktu mau sidang lisan, Thanks, untuk Wiwid, Tiar, Adek, Novi, Dina, Irham, Dwie, Mas Reno, Mas Kuntul dan Aden Alhamdulillah akhirnya kita lulus, hehehe, senang mengenal kalian.
DAFTAR ISI
1.1. Latar Belakang ………... 1.2. Tujuan dan Sasaran Perancangan...………... 1.3. Batasan dan Asumsi………... 1. 4.Tahapan Perancangan………... 1. 5. Sistematika Laporan………..…... BAB II TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN
2.1. Tinjauan Umum Perancangan
2.1.1. Pengertian Judul Proyek Tugas Akhir………... 2.1.2. Studi Literatur
2.1.2.1. Pemahaman RT60 ... 2.1.2.2. Desain Akustik Dan Fungsi Ruang ……….…… 2.1.2.3. Tiga Kesalahan Umum Insulasi Suara... 2.1.2.4. Bentuk - Bentuk Lantai dalam Ruang Auditorium... 2.1.3. Study Kasus
2.1.3.1.Wisma Musik Melodia Surabaya... 2.1.3.2.Irama Mas Surabaya... 2.1.3.2. Cork School Of music………..…………..
viii 2.2.Tinjauan Khusus Perancangan
2.2.1. Lingkup Pelayanan...………... 2.2.2. Aktifitas dan Kebutuhan Ruang... 2.2.3. Perhitungan Luas Ruang...…... 2.2.4. Program Ruang...…... BAB III TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN
3.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi………... 3.2. Penetapan Lokasi …..………... 3.3. Kondisi Fisik Lokasi
3.3.1. Eksisting Site...………... 3.3.2. Aksesibilitas...………... 3.3.3. Potensi Lingkungan………... 3.3.4. Infrastruktur Kota………... 3.3.5. Peraturan Bangunan Setempat………... BAB IV ANALISA PERANCANGAN
4. 1 Analisa Site
4.1.1. Analisa Aksesibilitas………... 4.1.2 .Analisa Iklim...………... 4.1.3. Analisa Lingkungan Sekitar……….……….. 4. 2. Analisa Ruang
4.2.1. Organisasi Ruang………. 4.2.2 . Hubungan Ruang dan Sirkulasi………..………. 4.2.3. Diagram Abstrak...………... 4.3. AnalisaBentuk dan Tampilan
4.3.1. Analisa Bentuk....………... 4.3.2 . Bentuk Tampilan………..………... BAB V KONSEP PERANCANGAN
5. 1. Konsep Ruang Luar.……...………... 5. 2. Konsep Pola Sirkulasi………...
41
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
5. 3. Konsep Bangunan
5.3.1. Bentuk……...………... 5.3.2. Tampilan Bangunan………. 5.3.3. Struktur Bangunan………... 5.3.4. Mekanikal Elektrikal Bangunan ………. BAB VI APLIKASI PERANCANGAN
6. 1. Aplikasi Ruang Luar………... 6. 2. Aplikasi Pola Sirkulasi.……….. 6. 3. Aplikasi Bangunan
6.3.1. Aplikasi Bentuk Bangunan…...……….. 6.3.2. Aplikasi Tampilan Bangunan……...……….. 6. 4. Aplikasi Interior...………... Penutup ………... Daftar Pustaka ………..……… Lampiran
81 81 82 82
84 85
DAFTAR GAMBAR
• Gambar 2.1. Grafik frekuensi gema sebelum treatment...
• Gambar 2.1. Grafik frekuensi gema setelah treatment...
• Gambar 2.3. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Persegi...
• Gambar 2.4. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Kipas...
• Gambar 2.5. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Tapal Kuda...
• Gambar 2.6. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Tidak Teratur
• Gambar 2.7. Tampilan Wisma Musik Melodia...
• Gambar 2.8. Lokasi Wisma Musik Melodia...
• Gambar 2.9 Denah Wisma Musik Melodia………..
• Gambar 2.10. Sekolah Musik Irama Mas...
• Gambar 2.11. Lokasi Sekolah Musik Irama Mas...
• Gambar 2.12. Cork School Of music………..
• Gambar 2.13. Tampilan bangunan Cork School Of music……….
• Gambar 2.14. view yang ditampilkan dari dalam Cork School Of music
• Gambar 2.15. Curtis Auditorium………
• Gambar 2.16. Ruang latihan piano……….
• Gambar 2.17. Ruang latihan pertunjukan...
• Gambar 2.18. Enterance & Denah Cork School Of music……….
• Gambar 3.1. Peta Penggunaan Lahan Kota Surabaya...
• Gambar 3.2. Peta lokasi...
• Gambar 3.3. Akses jalan menuju lokasi...
• Gambar 3.4. Analisa Aksesibilitas...
• Gambar 3.5. Goci Mall………
• Gambar 3.6. Mc Donald’s...
• Gambar 3.7. Vila Bukit Mas...
• Gambar 3.8. Infrastruktur Kota (drainase, jaringan listrik, dan PJU)...
• Gambar 3.10. Saluran Pembangunan Limbah...
• Gambar 4.1. Sketsa Alur Sirkulasi Menuju Site...
• Gambar 4.2. Sketsa Analisa Lingkungan Sekitar...
• Gambar 4.3. Sketsa Analisa kebisingan Lingkungan sekitar...
• Gambar 4.4. Organisasi ruang lantai 1...
• Gambar 4.5. Organisasi ruang lantai 2...
• Gambar 4.6. Organisasi ruang lantai 3...
• Gambar 4.7. Sirkulasi lantai 1...
• Gambar 4.8. Sirkulasi lantai 2...
• Gambar 4.9. Sirkulasi lantai 3...
• Gambar 4.10. Analisa bentuk bangunan...
• Gambar 4.11. Tampilan bangunan di sekitar site...
• Gambar 5.1. Konsep ruang luar...
• Gambar 5.2. Pola sirkulasi ruang luar...
• Gambar 5.3. Pola sirkulasi ruang dalam...
• Gambar 5.4. Pola sirkulasi ruang dalam...
• Gambar 5.5. Sketsa konsep bentuk bangunan...
• Gambar 6.1. Vegetasi pada Pusat Pelatihan Musik Modern
di Surabaya...
• Gambar 6.2. Pola sirkulasi ruang luar...
• Gambar 6.3. Pola sirkulasi ruang dalam (lantai 2)...
• Gambar 6.4. Pola sirkulasi ruang dalam (lantai 3)...
• Gambar 6.5. Aplikasi bentuk massa bangunan...
• Gambar 6.6. Aplikasi tampilan massa bangunan...
• Gambar 6.7. Interior resepsionis...
• Gambar 6.8. Interior cafe...
• Gambar 6.9. Interior studio piano...
• Gambar 6.10. Interior studio drum...
• Gambar 6.12. Interior studio rekaman...
DAFTAR TABEL
• Tabel 1.1. Perkembangan Kursus Musik di Surabaya...
• Tabel 2.1 nilai koefisien serap material sebelum treatment...
• Tabel 2.2. nilai koefisien serap material sesudah treatment...
• Tabel 2.3 Tingkatan kursus pada Wisma Musik Melodia...
• Tabel 2.4 Perhitugan Rt pada kelas Wisma Musik Melodia...
• Tabel 2.5 Tingkat dengung yang dibutuhkan tiap ruang...
• Tabel 2.6. Kegiatan proyek...
• Tabel 2.7. Jumlah pegawai...
• Tabel 2.8. Perhitungan Kebutuhan Ruang...
• Tabel 2.9. Total Luasan Ruang Yang Dibutuhkan...
• Tabel 2.10. Pengelompokan ruang...
• Tabel 4.1. Hubungan Ruang ( Main Hall )...
• Tabel 4.2. Hubungan Ruang ( Area Pengelola )...
DAFTAR DIAGRAM
• diagram 1.1: bagan tahapan perancangan...
• Diagram 2.1 : Skema Susunan Organisasi Wisma Musik Melodia...
• Diagram 2.2 : Skema Susunan Organisasi Irama Mas...
• Diagram 2.3 : Skema Susunan Organisasi Sekolah Irama Mas...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di Indonesia perkembangan musik sangatlah riskan, masih banyak yang menganggap musik hanyalah sebagai hobi / keterampilan saja, padahal di negara - negara lainnya musik dianggap sebagai sesuatu yang vital. Dalam buku World Book Encyclopedia Music (tahun 1998) dikatakan musik adalah seni tertua dalam perabadan umat, baik itu dalam kehidupan sehari - hari maupun dalam keagamaan. Musik adalah sebuah karya seni yang berupa bunyi baik itu dari suara maupun dari benda yang mengeluarkan bunyi secara teratur dan harmonis.
Kristian Widyastuti dalam opininya yang berjudul impian Surabaya Serta Musik Nasional (Surabaya Post, 11 November 1990) mengatakan kesenian musik di tanah air memang berkembang pesat, namun masih terdapat kekurangan dimana para musisi kurang mendalami segi teori di dalam musik. Sehingga timbul permasalahan pada mutu suatu seni musik itu sendiri. Karena tidak mencukupinya tenaga professional yang menangani masalah - masalah tersebut menyebabkan kesenian Indonesia ikut terhambat. Selain itu sarana / fasilitas musik yang merupakan bagian vital untuk perkembangan seni musik di tanah air belum memadai dibandingkan luasnya ruang lingkup yang harus ditangani.
dan melebihi profesi dibidang lain yang notabene dianggap sebagai bidang yang patut dibanggakan. Sehingga banyak masyarakat pada jaman ini menjadikan musik sebagai konsumsi sehari-hari, tidak hanya musik – musik dari dalam negeri melainkan juga musik dari mancanegara.
Mengingat belum adanya wadah untuk perkembangan dunia musik modern di Indonesia yang dapat memberi informasi akurat mengenai segala hal tentang dunia musik modern di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan adanya suatu wadah yang mampu menampung karya, penghargaan, minat serta aspirasi yang dapat meningkatkan informasi dan pengetahuan tentang musik modern yang merupakan salah satu warisan khasanah budaya Indonesia. Jika fasilitas dan sarana pelatihan musik ini tersedia, diharapkan nantinya akan mampu melengkapi fasilitas dan sarana pelatihan yang belum tersedia serta mampu mengembangkan kualitas bermusik dalam negeri.
Ada banyak sekolah musik yang berada di Surabaya, diantaranya adalah Mayura dan Melodia. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini. :
Tabel 1.1. Perkembangan Kursus Musik di Surabaya Tinjauan Kapasitas Tahun
2007 Sumber : Analisa Pribadi, 2010
tersebut merupakan tempat sekolah musik. Walaupun begitu hal tersebut bukanlah hal yang layak menjadi suatu penyelesaian dalam arsitektur. Karena bentukan tersebut merupakan suatu tempelan dan bukan menunjukan suatu identitas suatu gedung untuk sekolah musik. Karena hal inilah sekolah musik ini nantinya akan menghadirkan suatu kesan yang arsitektural dan memberikan identitas pada sekolah musik.
1.2. Tujuan dan Sa sa ra n Per ancangan
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan daripada perancangan proyek ini adalah sebagai berikut :
Membuka wawasan dan meningkatkan minat serta apresiasi masyarakat akan musik.
Menjaring bakat-bakat muda.
Mengembangkan kualitas bermusik di Indonesia.
Sedangkan sasaran perancangan yang ingin dicapai dari pembangunan ini adalah sebagai berikut :
Memberikan sarana pelatihan kepada masyarakat terutama pada anak – anak usia 6 – 12 tahun dan kalangan remaja usia 13 – 18 tahun, sehingga industri musik di Surabaya dapat cukup berkembang nantinya.(dasar penetapan umur berdasarkan dari studi lapangan) Memberikan suatu wadah atau ruang, sehingga masyarakat dapat menyalurkan kreatifitas mereka dalam bermusik dengan leluasa, karena nantinya juga akan diberikan suatu tempat pertunjukan yang ditujukan untuk umum.
Sebagai pusat perdagangan alat-alat musik.
1.3. Batasan da n Asumsi
Dalam pembuatan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya ini diberikan batasan dan asumsi sebagai arahan untuk pembangunan proyek tersebut.
sehingga diharapkan proyek ini mampu menampung aktifitas-aktifitas yang menyangkut pelatihan musik beserta kegiatan penunjangnya dan diharapkan dengan adanya pusat pelatihan musik di Surabaya ini dapat membuat Surabaya dapat menciptakan banyak musisi yang profesional.
Adapun batasan obyek rancangan adalah sebagai berikut:
Gedung pusat pelatihan musik ini dilengkapi sarana fasilitas penunjang seperti gedung konser yang disesuaikan dengan fungsi dan tujuan perencanaan.
Musik yang ada pada ”Pusat Pelatihan Musik di Surabaya” yaitu hanya sebatas musik yang beraliran modern seperti musik pop.
Pengguna bangunan ini mayoritas adalah anak-anak dan remaja.
Untuk mengetahui seberapa besaran pembahasan untuk kedepannya pada proyek ”Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya” ini maka diberikan asumsi sebagai berikut:
Pada buku RDTRK tahun 2000-2014 lahan yang akan diperuntukan sebagai Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya ini adalah lahan yang nantinya digunakan sebagai fasilitas umum.
Proyek ini pusat pendidikan ini merupakan milik swasta. Sehingga dana untuk pembagunan dapat lebih mudah untuk dipenuhi.
Akan tersedia sarana yang dapat menampung suatu pertunjukan musik dengan sangat memadai, baik dari segi kapasitas penonton maupun dari akustika ruangan.
1.4. Tahapan Per ancangan
Sehingga dalam merumuskan suatu metode perancangan harus dimulai dengan terlebih dahulu menginterprestasi judul yang kemudian melakukan perumusan masalah yang menjadi tolak ukur latar belakang, lalu mengadakan pengumpulan data yang seterusnya dianalisa. Serta melakukan pendekatan konsep pada gagasan pra desain yang akan dirancang. Yang telah dirumuskan pada diagram metode perancangan berikut.
diagram 1.1: bagan tahapan perancangan Sumber : Analisa pribadi,2010
Dalam perencanaan dan perancangan proyek Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya ini menggunakan tahapan/metode perancangan konsep, dengan tahapan sebagai berikut :
1. Interprestasi Judul.
Interpretasi judul Pusat Pelatihan Musik di Surabaya
Mempresentasikan sebuah judul secara subyektifitas. Yaitu pengertian judul, latar belakang, tujuan manfaat, fungsi, sasaran dan lain-lain. 2. Metode Pengumpulan Data.
Pengumpulan data dilakukan melalui proses pengumpulan studi literatur, studi komparatif, dan studi wawancara.
• Studi literatur yaitu:
Suatu metode untuk memperoleh informasi dari hasil penelusuran literatur yang merupakan kajian/penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, berkaitan dengan perancangan yang sedang direncanakan baik berupa buku, majalah, maupun artikel.
• Studi Komparatif yaitu:
Suatu metode analisa karakteristik bangunan sejenis untuk memperoleh gambaran obyektif mengenai arah perancangan yang berhubungan dengan proyek. Baik melalui literatur, penelusuran dari internet, kunjungan dan survey pada proyek sejenis yang telah terealisasikan sehingga diperoleh data-data yang mendukung.
• Studi wawancara dilakukan ke beberapa tempat sebagai berikut: - Beberapa fasilitas pendidikan musik, auditorium, penjualan alat-alat musik dan kaset, CD, LD untuk studi tentang kebutuhan, mengambil dokumentasi, pengamatan, wawancara, dan besaran ruang serta peralatan yang diperlukan.
- Mengenal lokasi untuk melihat keadaan fisik dan potensi lokasi, serta lingkungan sekitarnya.
3. Kompilasi Data.
Menyusun data-data yang sudah dianalisa, kemudian dirumuskan masalahnya dari umum ke khusus.
4. Konsep Rancangan.
5. Gagasan Pra Design.
Merupakan gagasan awal yang ada pada konsep sebelum menuju pada pengembangan rancangan.
6. Pengembangan Rancangan.
Merupakan keluaran dari gagasan awal yang disetujui dan layak untuk diaplikasikan.
1.5. Sistematika Lapor an
Untuk mendapatkan pengertian dan pemahaman yang sama tentang Pusat Pelatihan Musik Modern di Surabaya, maka penyajian laporan ini menggunakan sistematika sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, sasaran perancangan, manfaat proyek/perancangan lingkup perencanaan, metode perancangan dan sistematika pembahasan dari proyek tugas akhir yang akan dibuat.
BAB II Tinjauan obyek rancangan
Menjelaskan tentang batasan rancangan, batasan dan asumsi, aktifitas dan fasilitas yang akan ditampung dalam proyek nantinya, persyaratan teknis (standarisasi) proyek, serta studi kasus obyek.
BAB III Tinjauan Lokasi
Membahas serta `menguraikan tentang persyaratan pemilihan lokasi, lokasi site/fisik site, aksesibilitas, potensi bangunan sekitar dan infrastruktur kota.
BAB IV Analisa Perancangan
Merumuskan pendekatan perancangan dengan menggunakan teori-teori dalam pustaka arsitektural, penekanan penyelesaian, serta pendekatan penyelesaian.
BAB V Konsep Perancangan
BAB VI Aplikasi Rancangan
BAB II
TINJ AUAN OBYEK RANCANGAN
2.1. Tinjauan Umum Per ancangan 2.1.1 Penger tian J udul
Pusat Pelatihan Musik di Surabaya mengandung beberapa pengertian, untuk lebih mempermudah dalam pemahaman judul maka akan dijabarkan pada pengertian – pengertian sebagai berikut :
Pusat
• Titik yang ditengah / inti / pokok pangkal yang menjadi tumpuan (Poerwadarminta, 1982)
Pelatihan
• Menurut Armstrong (1991) “ Training is A planned process to modify attitude, knowledge or skill behavior through learning
experience to achieve effective peformance in an activity or of
activities (Pelatihan adalah suatu proses perencanaan merubah perilaku, pengetahuan atau kemampuan melalui belajar dari pengalaman untuk lebih mengefektifkan performa dalam aktifitas-aktifitasnya)
Musik
• Musik modern adalah musik yang menggunakan 7 buah nada dalam musiknya dan adanya sentuhan teknologi yang dianggap lebih beradab dan lebih maju. (Poerwadarminta, 1982).
Di
Surabaya
• Menurut Pemerintah Daerah Surabaya:
Merupakan suatu kotamadya, ibukota propinsi Jawa Timur yang terletak di bagian timur laut Jawa Timur. Luas : 2900,443 km2. Dikenal sebagai Kota Pahlawan. Terletak pada 112,12-7,2 Lintang Selatan.
• Menurut Ichtiar Baru Van Hoeve Ensiklopedi Indonesia :
Kotamadya, Ibukota Propinsi Jawa Timur, terletak di bagian Timur laut, Jawa Timur terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Jadi Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya mempunyai arti sebagai sarana atau tempat yang berhubungan tentang dunia musik yang sesuai dengan perkembangan jaman atau modern dan mencakup tentang segala perbaikan pendidikan bermusik, pertunjukan serta pengorganisasian dalam bermusik yang berada di Surabaya.
2.1.2. Studi liter a tur
Dalam perancangan pusat pelatihan musik ini lebih menekankan tentang sistem akustika bangunan karena pada pusat pelatihan musik ini harus memenuhi syarat-syarat dalam mereduksi suara. Berikut ini adalah beberapa literatur yang dapat digunakan sebagai pedoman perancangan :
2.1.2.1 Pemahaman RT60 ( www.vokuz.com)
Setiap ruangan memiliki gema dengan karakteristik gema yang berbeda satu dengan yang lain. Karakter gema di ruangan ditentukan atas tiga parameter yaitu: level gema, waktu gema dan frekuensi gema.
• Pemahaman RT60 (Reverberation Time)
Ada beragam metode pengukuran waktu gema tetapi yang paling sering di gunakan adalah Reverberation Time 60dB yang lebih dikenal dengan istilah RT 60. Definisi RT60 adalah waktu (detik) yang dibutuhkan untuk suara melemah sebanyak 60dB.
Untuk membuat ruangan dengan hasil akustik yang baik kita perlu menghitung: (1) Besaran gema (RT60) rata – rata pada ruangan (detik)
(2) Besaran gema (RT60) pada frekuensi tertentu (detik)
Waktu gema yang ideal (RT60) untuk ruang dengar dengan volume 10 meter kubik adalah 0.9 detik dan 500 meter kubik adalah 1.4 detik. Jika angka (RT60) ruang jauh lebih kecil dari angka patokan di atas kita akan merasakan ruangan yang cenderung mati (dead room) atau jika angka (RT60) ruang jauh di atas angka patokan di atas kita akan merasakan ruang yang terlalu bergema.
Misalnya ruangan yang dimiliki mempunyai ukuran 29 meter kubik maka ideal nya waktu gemanya (RT60) adalah 1,15 detik. Tetapi jika ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 1.7 detik maka ruangan tersebut membutuhkan material serap suara. Atau sebaliknya jika pada ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 0,7 detik maka ruangan tersebut dapat kita sebut sebagai dead room dimana pada ruang tersebut banyak terdapat material serap suara.
• Rumus Perhitungan RT60
Setiap material memiliki karakter serap dan pantul yang berbeda untuk frekuensi yang berbeda. Misalnya material semen cenderung untuk memantulkan nada tinggi dan untuk nada rendah di teruskan. Sedangkan karpet cenderung untuk menyerap nada tinggi dan meneruskan nada rendah. banyak ruang studio atau ruang audio yang telah dibuat sering memasang karpet di lantai dan dinding. Ruang seperti ini cenderung untuk memberikan efek suara yang “boomy” (dengung) dengan detail suara yang tidak baik.
RT60 = (0,161 x V) / (A x S) V = volume ruangan (m3) A = luas permukan material (m2) S = koefisien serap material (m/detik)
• Contoh Perhitungan Rt60
Berikut contoh soal perhitungan frekuensi gema ruang dengar. Jika kita mempunyai ruang dengar dengan dimensi:
Panjang 6.6 m; Lebar 4.8 m; Tinggi 2.4 m Permukaan lantai: Beton
Permukaan dinding: Semen Permukaan Plafon: Semen
Dengan data diatas pertama – tama kita perlu menghitung volume ruangan tersebut. Untuk menghitung volume ruangan rumus nya adalah: panjang x lebar x tinggi.
Maka kita dapat perhitungan volume ruang = 6.6m x 4.8m x 2.4m = 76.032 m3 Langkah kedua adalah menghitung luas masing – masing permukaan tiap bahan yang ada dalam ruangan. Pada contoh soal ini kita perlu menghitung luas total permukaan beton dan luas total permukaan semen.
Luas total permukaan beton = (6.6 x 4.8) = 31.68 m2
Luas total permukaan semen = luas total dinding + luas plafon = 2(6.6 x 2.4) + 2(4.8 x 2.4) + (6.6 x 4.8) = 86.40 m2
A. Perhitungan RT60 r uang sebelum treatment akustik
Tabel 2.1 nilai koefisien serap material sebelum treatment
Sumber : www.vokuz.com
1. S125, S250, S500, S1000, S2000, S4000 adalah koefisien serap material (semen/beton) pada frekuensi 125Hz, 250Hz, 500Hz dan selanjutnya.
2. S125 x A adalah koefisien serap 125 Hz dikali dengan luas bidang serap. Dari tabel diatas S125 x A untuk bahan beton = 0,317
3. RT 60 untuk frekuensi tertentu di ruangan didapat dari angka 0.161 x volume ruang di bagi dengan total S x A. Dari tabel di atas kita dapatkan RT 60 untuk frekuensi 125 Hz adalah 0,482 detik.
4. Apabila seluruh angka sudah di hitung dengan baik maka kita dapat membuat tanggapan frekuensi ruangan tersebut menjadi seperti contoh dibawah ini.
Gambar 2.1. Grafik frekuensi gema sebelum treatment Sumber : www.vokuz.com
Gambar 2.1. memberikan gambaran:
B. Langkah tr eatment akustik
Untuk mendapatkan RT60 yang ideal kita perlu melakukan:
1. Mengurangi RT60 sampai dengan angka yang ideal untuk ruangan dengan volume di atas.
2. Mengurangi RT60 pada frekuensi 1000 Hz dengan kombinasi material akustik yang tepat.
C. Hasil tr eatment akustik yang ideal
Setelah dianalisa dan dihitung dengan cermat maka dipilihlah material akustik dengan komposisi:
1. Lantai Karpet dengan luas permukaan bidang 31,68 m2
2. Dinding dan plafon MDF dengan luas permukaan bidang 76,40 m2 3. Panel Acourete Fiber dengan luas permukaan bidang 10 m2.
Mari kita lihat perbedaan nya dengan membuat tabel perhitungan dan grafik seperti dibawah ini.
Tabel 2.2. nilai koefisien serap material sesudah treatment
Sumber : www.vokuz.com
Gambar 2.2 garis warna merah jambu menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan sebelum treatment pada tingkatan frekuensi yang berbeda. Garis biru tua menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan yang telah ditreatment.
Dari grafik di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa:
1. RT 60 rata – rata ruang telah berkurang dari 1,776 menjadi 0,426
2. Grafik RT 60 untuk tiap tingkatan frekuensi menjadi lebih landai berkisar antara 0,3 – 0,6 detik di banding grafik sebelumnya antara 0,4 – 2,5 detik.
2.1.2.2 Desain Akustik Dan Fungsi Ruang (www.vok uz.com)
Seringkali kita mendengar orang mengeluh tentang akustik sebuah ruang. Keluhan seperti tidak jelasnya dialog yang diucapkan oleh panelis dalam sebuah konferensi, musik yang terdengar hingar bingar pada sebuah konser musik rock, tidak dapat berbicara dengan tenang pada meja makan di sebuah rumah makan karena noise level yang tinggi, pengumuman jadwal penerbangan yang tidak terdengar jelas di sebuah airport.
Hal tersebut diatas terjadi karena perencanaan ruang tersebut tidak melibatkan konsultan akustik dalam tahap awal perencanaan ruang, yang mengakibatkan ruangan yang telah di desain secara indah menjadi hambar akibat kegagalan akustik.
Salah satu hal penting yang perlu di perhitungkan pada saat perencanaan ruang yang melibatkan audiens adalah nilai RT60 yang sesuai dengan peruntukan ruang.
Disini kita dapat memberikan beberapa contoh soal perencanaan desain akustik yang benar – yang memberikan kepuasan pada audiens – serta pemilik ruangan tersebut.
Ruang Konferensi yang baik memerlukan desain akustik yang benar. RT 60 adalah salah satu aspek terpenting dalam perencanaan akustik ruang pada sebuah ruang konferensi.
Hal sebaliknya adalah merancang ruangan concert hall – dengan audiens sekitar 2000 orang – yang mana di dalam ruangan tersebut 90% aktifitas utama audiens adalah mendengarkan pagelaran musik akustik. Pagelaran sebuah musik orkestra umumnya jarang menggunakan mikrofon dan pengeras suara. Sumber suara berupa suara musik dari seksi alat musik gesek, soprano, tenor dan sebagainya dapat terdengar dengan baik oleh 1000 audiens berkat bantuan pantulan dan difusi suara yang telah di rancang dengan baik oleh desainer akustik ruang tersebut.
Sydney opera house dengan kapasitas 2800 orang, salah satu ruang konser orkestra dan theater dengan desain akustik terbaik di dunia, memiliki RT dan EDT 2.1 detik.
Dari dua contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan utama audiens dalam ruangan dan sumber suara adalah dasar untuk menentukan rancangan akustik.
Berikut adalah suara yang didengar oleh audiens dalam sebuah ruang: 1. Dialog
2. Musik
3. Campuran antara musik dan dialog 4. Campuran antara Musik, dialog dan noise
Berdasarkan list suara yang di dengar oleh audiens diatas arsitek dan akustisi membagi fungsi ruang sebagai berikut:
1. Ruang konferensi: dialog
2. Cinema: dialog, noise dan musik 3. Theater: dialog dan musik
4. Ruang konser musik pop/rock/jazz: musik dengan pengeras suara 5. Ruang konser orkestra: musik akustik tanpa pengeras suara 6. Ruang ibadah: dialog dan musik
8. Night Club: musik dengan SPL yang relatif tinggi
Dan berdasarkan list ruangan tersebut diatas, para akustisi dunia sepakat untuk membuat RT minimum dan maksimal untuk masing – masing ruangan yang disebutkan diatas sebagai berikut:
1. Ruang konferensi: 0.6 – 1.3 (detik) 2. Cinema: 0.6 – 1.2 (detik)
3. Theater: 1 – 1,8 (detik)
4. Ruang konser musik pop: 1.4 – 2 (detik) 5. Ruang konser orkestra: 1.6 – 3 (detik) 6. Ruang ibadah: 1.8 – 3.2 (detik) 7. Rumah makan: maksimal 1.8 (detik) 8. Night Club: 0.6 – 1.6 (detik)
Dengan mengikuti list RT60 untuk masing – masing fungsi ruang dan di kombinasikan dengan perencanaan panel akustik yang benar serta desain interior yang baik maka pemilik ruangan dapat memaksimalkan pengalaman audiens dalam ruangan tersebut.
2.1.2.3 Tiga Kesalahan Umum Insulasi Suara (www.vokuz.com) 1. Kesalahan Analisa
Kesalahan yang paling mendasar pada saat memulai pekerjaan insulasi suara adalah tidak melakukan analisa terlebih dahulu atau melakukan analisa yang salah. Faktor – faktor yang perlu di analisa sebelum melakukan tindakan insulasi suara adalah sebagai berikut:
• Menganalisa sumber bunyi yang menganggu darimana asalnya. Bisa ditentukan dari yang paling umum adalah indra pendengaraan, hingga mengunakan alat bantu.
• Tahapan selanjutnya adalah menganalisa bagaimana suara tersebut merambat dari sumber bunyi ke tempat yang terganggu. Apakah suara merambat melalui media udara: dalam ruang, udara bebas, dan lain – lain atau merambat melalui struktir benda padat seperti tanah, konstruksi bangunan dan lain – lain.
Apabila kita tidak melakukan hal tersebut diatas dan langsung melakukan tindakan pemasangan insulasi suara maka insulasi suara yang di pasangkan tidak akan berfungsi dengan baik atau tambah memperparah masalah yang ada.
2. Kesalahan Pemakaian Bahan
Kesalahan kedua yang umumnya di temukan di lapangan adalah penggunaan bahan yang secara ”mitos” mampu menginsulasi suara yang sangat populer di sebut – sebut oleh masyarakat umum. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan dalam penggunaan bahan insulasi suara:
• Penggunaan gipsum dan mineral wool untuk meredam suara drum pada ruang studio musik
• Penggunaan rockwool dan karpet pada dinding studio musik
• Kaca film untuk menginsulasi suara
• Busa telor untuk menginsulasi suara
• Lembaran karet untuk menginsulasi suara
• Gabus (steroform) untuk menginsulasi suara
• Busa untuk menginsulasi suara
Setiap meterial bangunan dan perabot ruang memiliki kondisi akustik yang berkemampuan sebagai penyerap dan pemantulan suara pada derajat tertentu, tergantung dari tipisnya bahan, porositas, konstruksi serta frekuensi.
Faktor tersebut tergantung dari sifat akustik tiap jenis material, seperti contohnya adalah :
a. Bata, merupakan blok bangunan moduler, terbuat dari tanah liat, bersifat sebagai pereduksi udara yang sangat baik terutama pada sistem dua paraleldibuat tanpa hubungan dengan adukan semen atau tanpa pelapis. b. Bata dengan campuran bahan peredam seperti jerami, serabut sangat
dianjurkan karena sifat peredaman suara akan semakin baik.
c. Beton merupakan pereduksi kebisingan udara yang sangat baik, dan tidak bersifat sebagai penyerap. Apabila beton diberi celah udara dapat menyerap kebisingan dengan lebih baik lagi.
d. Unit-unit blok beton digunakan sebagai modular bangunan, bersifat mereduksi suara dengan sangat baik.
e. Kaca merupakan bahan transparan dari silikat yang sangat ringan, dan bersifat sebagai pereduksi yang sangat baik terutama pada frekuensi. Kualitas dapat ditingkatkan dengan sistem berlapis dan berfungsi sebagai penyerap kebisingan tetapi beresiko pada resonansi frekuensi rendah.
f. Plywood, jenis material ini tidak efektif untuk mereduksi suara kecuali bila digabung dengan material lain.
g. Rangka baja, merupakan material yang tidak mereduksi suara karena cukup kaku.
h. Busa akustik, merupakan material penyerap yang baik (NRC 0,25-0,9). i. Kaca laminasi, yaitu penggabungan dua atau lebih lembar kaca dengan
perekat sebagai pereduksi suara yang lebih baik.
j. Karpet, Jenis material yang berfungsi sebagai bahan absorbsi ruang dalam bentuk elemen lantai.
3. Kesalahan Perencanaan Desain dan Sistem Pemasangan
Apabila kita sudah benar dalam menganalisa sumber suara dan pemilihan bahan maka kita masuk ke tahapan membuat perencanaan desain insulasi suara dan sistem pemasangan.
Dari data – data analisa sumber suara, besaran suara, cara merambat suara, data teknis bahan maka kita dapat melakukan perencanaan dan perhitungan sistem insulasi yang benar.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sistem insulasi adalah:
• Sistem Insulasi Getaran yang tidak benar sehingga kurang efektif meredam suara yang merambat pada media padat
• Sistem Peredaman Resonansi yang tidak benar sehingga sistem insulasi kurang bekerja sempurna karena resonansi yang terjadi pada sistem insulasi yang ada
• Aplikasi pekerjaan lapangan yang tidak tepat seperti lupa menutup lubang, atau beberapa kelalaian kecil yang berakibat fatal.
2.1.2.4 Bentuk - Bentuk Lantai dalam Ruang Auditorium
Bentuk lantai suatu auditorium mendasari desain ruang pergelaran serta mempengaruhi sumber – sumber jejak transmisi penerima, bentuk lantai auditorium yang digunakan untuk musik biasanya mengambil salah satu kombinasi bentuk – bentuk sebagai berikut :
• Lantai Bentuk Persegi ( rectangular plan )
Auditorium dengan bentuk lantai persegi mempunyai kelebihan dalam menghasilkan pantulan silang antara dinding sejajar yang menyebabkan bertambahnya kepenuhan nada, akustik ruang yang diperlukan oleh pemusik. Namun kerugianya, dinding yang sejajar beresiko menimbulkan resonansi dan gema sehingga harus dibuat tidak sejajar. Selain itu juga membuat jarak antara penonton dan pemain menjadi jauh.
Gambar 2.3. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Persegi ( Sumber : Akustik Lingkungan, 1990 )
• Lantai Bentuk Kipas ( Fan Shape Plan )
Lantai dengan bentuk kipas membuat penonton lebih dekat dengan sumber bunyi. Sehingga memungkinkan untuk membuat konstruksi balkon, dinding belakang yang melengkung cenderung dapat menciptakan gema atau pemusatan bunyi.
Gambar 2.4. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Kipas ( Sumber : Akustik Lingkungan, 1990 )
• Lantai Bentuk Tapal Kuda ( Horse Shoe Plan )
Gambar 2.5. Denah Lantai Auditorium Dengan Bentuk Tapal Kuda ( Sumber : Akustik Lingkungan, 1990 )
• Bentuk Lantai Tidak Teratur
Bentuk lantai dengan desain yang tidak teratur membuat penonton dekat dengan sumber bunyi, bentuk ini dapat menyediakan keakraban akustik dan ketegasan, karena permukaan – permukaan yang digunakan untuk menghasilkan pemantulan – pemantulan dengan waktu tunda yang singkat dapat dipadukan dengan mudah ke dalam keseluruhan rancangan arsitektur. Denah yang tidak teratur memberi kesempatan untuk distribusi elemen – elemen penyerap secara acak. Hubungan yang bebas antara daerah penonton dan panggung memungkinkan rancangan dalam lingkup yang lebar dan menyebabakan makin terpenuhinya beberapa persyaratan akustik musik pada konser yang besar.
2.1.3. Studi Kasus
Pemahaman terhadap proyek yang sama akan menjadi suatu pembelajaran yang baru dalam proyek pra rancangan ” Pusat pelatihan musik di Surabaya ”. Serta sebagai bahan pembanding dengan apa yang akan direncanakan baik dalam segala aspek dari segi kwalitas dan kwantitas, serta detail – detail ruangan akustik yang akan menjadi acuan dalam merancang suatu bangunan pertunjukan.
2.1.3.1.Wisma Musik Melodia Surabaya Data Wisma Musik Melodia :
Nama sekolah musik : Wisma Musik Melodia
Alamat : Jl. Ngagel jaya No. 12-14, Surabaya
Pemilik : Bp. Sorento dan berkerjasama dengan perusahaan Yamaha
Ga mba ran Per usahaan Seja r ah Wisma Musik Melodia
Wisma musik melodia Berdiri pada tanggal 26 Agustus 1980 dengan nama Sorento Musik. Wisma musik melodia ini pertama kali didirikan oleh Bp. Sorento Winarto dan awal mulanya bertempat di JI. Kapasan Dalam III/ 25. Bermula dari Bp. Sorento yang menjadi seorang guru piano dengan cara mengajar privat dari rumah ke rumah, dan kemudian dipercaya untuk menjual belikan peralatan musik seperti piano dan organ. Kemudian Wisma musik melodia ini berkembang menjadi sebuah toko peralatan musik yang dipercaya oleh Yamaha untuk menjualkan buku - buku musik sekaligus sebagai sekolah musik dibawah naungan Yamaha.
Dan sampai sekarang ini Wisma Musik Melodia telah memiliki 5 buah cabang di Surabaya, dan menempatkan diri sebagai Wisma Musik terpercaya dan terbesar di Surabaya.
Tampilan Bangunan
terbentuk tampilan modern minimalis. Warna yang digunakan pada tampilan bangunan ini adalah warna abu-abu dengan sedikit sentuhan warna biru sebagai latar dari tulisan melodia.
Gambar 2.7. Tampilan Wisma Musik Melodia Sumber : Dokumentasi Pribadi
Analisa Lokasi
Lokasi Wisma Musik Melodia ini berada pada jalan Ngagel Jaya yang merupakan jalan utama menuju ke arah jalan kertajaya. Lokasi site Wisma Musik Melodia ini tergolong mempunyai arus lalu lintas yang cukup padat karena lokasi ini merupakan tempat perdagangan. Wisma Musik Melodia ini berada di kawasan ruko sehingga sebelah dari bangunan ini adalah ruko.
Gambar 2.8. Lokasi Wisma Musik Melodia Sumber : Google Earth
Jalur menuju kearah Kertajaya Jalur menuju kearah Ngagel Jaya Selatan
STRUKTUR ORGANISASI W ISMA MUSIK MELODIA
Wisma Musik Melodia pada dasarnya terbagi dalam dua bagian, yaitu toko peralatan musik yang di dalamnya menyediakan semua peralatan yang berhubungan dengan musik dan sekolah musik yang didalamnya mengajarkan tentang semua yang diperlukan dalam bermain musik.
• Toko peralatan musik Melodia
Toko peralatan musik Melodia menjual berbagai macam peralatan musik dan perlengkapannya. Alat musik yang dijual di Melodia antara lain adalah Organ, Piano Grand, Piano biasa, Gitar electric. Gitar bass, Gitar accoustic volc dan acoustic classic, violin/biola, drum, dll.
Sedangkan peralatan lainnya seperti: speaker, saloon, amplifier, equalizer, mic, subwoofer, dll.
Untuk buku musik dijual buku-buku pelajaran musik dari Yamaha yang hanya boleh dijual kepada murid-murid Yamaha, dan juga menjual buku - buku musik bebas.
• Sekolah Musik Melodia
Untuk Sekolah Musik Melodia mengikuti panduan dari Yamaha, karena memang Sekolah Musik Melodia ada di bawah naungan Yamaha, demikian juga dengan guru - guru yang ada, juga dipilih dari Yamaha dimana guru - guru tersebut telah mengikuti ujian yang diadakan Yamaha. Dan tidak berhenti disitu,
Direktur / Owner
Wakil Direktur
Kepala Sekolah Manager
Guru Staff Staff Toko Salesman
guru - guru tersebut masih terus belajar dan terus diuji secara berkala dari pihak Yamaha agar kemampuan yang dimiliki tidak menurun melainkan makin bertambah. Jadi, kualitas para pengajar di sekolah - sekolah musik yang ada dibawah bimbingan Yamaha tidak diragukan lagi dan karena Yamaha merupakan produsen dan pengajar musik yang telah di akui oleh dunia internasional.
Ijazah yang didapat adalah ijazah khusus dari Yamaha, dimana ijazah ini bersifat internasional , di yayasan Yamaha dimanapun tetap diakui.
Bagi siswa yang ingin mendapat ijazah dari P dan K dapat mengikuti ujian menggunakan buku bebas ( bukan buku dari Yamaha).
Di Sekolah Musik melodia terdapat beberapa kursus alat musik yaitu : Organ, Piano, Gitar accoustic, Gitar Bass, Gitar electric, Drum, Biola, dan Vocal. Untuk tingkatan kelas kursus ada yang membutuhkan persyaratan umur, ada juga yang bebas, dapat mulai belajar dari remaja, ataupun dewasa.
Pengajaran di Sekolah Musik Melodia umumnya terdiri dari beberapa step dan grade dimana satu step normalnya dijalani dalam 6 bulan / setengah tahun, namun ada juga beberapa tingkatan yang membutuhkan waktu 2 tahun untuk 2 stcp, tergantung dari tingkatan dan jurusan yang dipilih. Ada juga pengajaran yang bebas dimana tidak terdapat tingkatan - tingkatan lanjutan yang diikuti bagi mereka yang sudah memiliki dasar bermain alat musik tersebut, dan hanya ingin mengembangkan saja.
Berikut adalah spesifikasi tingkatan dalam sekolah musik melodia ini :
Tabel 2.3 Tingkatan kursus pada Wisma Musik Melodia
Jenis Kursus Musik Tingkatan Kursus
Organ
KMA ( Kursus Musik .anak ) umur 4 - 6 th
JXC ( Junior Extension Course ) umur 6 - 8 th
JAC ( Junior Advanced Course ) > 8 th umur 8 - 10 th
Advanced Course ) umur 6 -10 th
Junior Master umur 10- 12 th CSC ( Conservatory Junior Advanced Course ) umur >9 ESC ( Electorte Study Course )
Level 2 Level 3 Drum
Pengajaran bebas/ lepas
Piano pop Electone pop Klub Clavinova Sumber : Analisa Pribadi, 2010
Khusus pengajaran piano, organ dan gitar metode pengajarannya berdasarkan dengan tingkat kemampuan dari siswa sendiri sehingga dimungkinkan jika mempunyai umur belum sesuai yang ditentukan maka siswa tersebut dapat bergabung dengan siswa yang lebih senior.
Material bangunan pada sekolah musik melodia ini banyak mengunakan material yang bersifat menyerap suara karena mengingat bangunan ini adalah sekolah musik. Berikut adalh spesifikasi struktur dan material bangunan pada sekolah musik Melodia :
Atap menggunakan beton cor
Dinding menggunakan tembok bata dengan finishing plesteran Material yang digunakan untuk kantor :
• Dinding : batu bata dilapisi semen
• Plafond : triplek
• Lantai : keramik
• Pintu : kayu
• Jendela : kaca dengan kusen aluminium Material yang digunakan untuk kelas :
• Dinding : hard board
• Plafond : triplek, asbes
• Lantai : karpet
Per hitugan RT pada k elas W isma Musik Melodia
Tabel 2.4 Perhitugan Rt pada kelas Wisma Musik Melodia
M at erial L uas S125 S125 xA S250
S250x A S500
S500 xA S1000
S1000x
A S2000
S2000x
A S4000
S4000x A glass
woll 54 0.06 3.24 0.2 10.8 0.65 35.1 0.9 48.6 0.95 51.3 0.98 52.92 triplek 20 0.7 14 0.66 13.2 0.72 14.4 0.92 18.4 0.88 17.6 0.75 15 karpet 20 0.01 0.2 0.02 0.4 0.06 1.2 0.15 3 0.25 5 0.45 9
Total absorptio
n
17.44 24.4 50.7 70 73.9 76.92 0.161
x volume 9.66 9.66 9.66 9.66 9.66 9.66 RT60
(detik) 0.553 0.4 0.19 0.14 0.13 0.125 RT60
(rata2) 0.256
Sir kulasi Wisma Musik Melodia
Gambar 2.9 Denah Wisma Musik Melodia
Sumber : Analisa Pribadi, 2010
2.1.3.2.Ir ama Mas Sur abaya Data Sekolah Musik Irama Mas : Nama sekolah musik : Irama Mas 9. ruang informasi 10. kelas gitar klasik 11. kelas organ 12. ruang tunggu 13. kelas musik anak 14. gudang
15. kelas piano klasik 16. toilet
17. kelas musik junior 18. kelas musik junior 19. kelas piano elektrik 20. kelas gitar elektrik 21. kelas musik anak 22. audio visual
Ga mba ran Per usahaan Seja r ah Irama Mas
Sejarah singkat Irama Mas Didirikan oleh Bp. Agus Kartiko. Dimana pertama kali bermula dari usaha jual beli piano bekas dan jasa reparasi piano. Showroom pertama berdiri tahun 1975 di jalan Kalisari III no 26, Surabaya. Tiga tahun kemudian yaitu th 1978, dibuka Sekolah Musik Irama Mas yang berada di bawah yayasan Yamaha, juga bertempat di jalan Kalisari III no 26. Kemudian Irama Mas semakin berkembang. Sehingga pada tahun 1981 mendirikan cabang di jl. Panglima Sudirman no 79. Pada tahun 1985 pusat pimpinan dipindahkan dari jalan Kalisari III no 26 ke jl Sulawesi 57 sampai sekarang. Dan sekarang juga telah memilihi cabang lain di jl. Tegalsari 75, Wisma Permai Barat VII/FP 43 - 44.
Untuk Sekolah Musik berada di jl. Sulawesi 57, JI. Tegalsari 75, Wisma Permai Barat VII/ FP 43 - 44, dan Darmo Permai Utara no 56. Mulai dari tahun 1975 - 1992 Irama Alas berbentuk Perusahaan Perseorangan. Baru pada tahun 1993 berubah menjadi PT. Irama Rukma Kartika.
Tampilan Bangunan
Tampilan bangunan dari Irama Mas ini mempunyai bentuk bangunan modern dengan banyak bukaan berupa kaca yang ditujukan sebagai etalase alat-alat musik. Selain itu kaca tersebut juga digunakan untuk meminimkan penggunaan lampu di dalam bangunan. Tampak bangunan ini juga terdapat bentukkan kubus yang seolah-olah keluar dari dalam bangunan.
Analisa Lokasi
Lokasi Irama Mas ini berada pada jalan Sulawesi yang merupakan jalan utama menuju ke arah jalan Urip Sumoharjo. Lokasi site Irama Mas ini tergolong mempunyai arus lalu lintas yang cukup padat karena lokasi ini merupakan tempat perdagangan. Wisma Musik Melodia ini berada di kawasan ruko sehingga sebelah dari bangunan ini adalah ruko.
Gambar 2.11. Lokasi Sekolah Musik Irama Mas Sumber : Analisa Pribadi, 2010
STRUKTUR ORGANISASI IRAMA MAS
Komisaris I
Komisaris II
Direktur I
Direktur II
Direktur III
Accounting
Salesman
Diagram 2.2 : Skema Susunan Organisasi Irama Mas Sumber : Analisa Pribadi, 2010
Jalur menuju kearah Pucang dan Kertajaya
Jalur menuju kearah Urip Sumoharjo
STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH IRAMA MAS
Ar ti nama dan Logo Irama Mas
Nama dan Logo Irama Mas merupakan ciptaan dari pendiri Irama Mas yaitu Bp.Agus Kartiko. Nama Irama Mas berarti Irama yang seperti emas, dimana emas adalah logam mulia umumnya diasosiasikan dengan sesuatu yang murni dan indah (baik/ bagus). Selain itu penggunaan nama irama sudah menunjukkan bidang usaha yang ditekuni.
Logo Irama Mas adalah logo inisial, yaitu menggunakan inisial dari nama perusahaan yaitu huruf 'i' dan 'm'. Huruf I dan M diletakkan berdampingan, dengan huruf M yang divariasi sehingga tampak seperii tuts - tuts piano / organ. Dan logo tidak menggunakan tulisan nama Irama Mas, hanya singkatan I dan M yang digunakan sebagai logo.
Warna yang digunakan hanya satu warna yaitu warna merah. Alasan penggunaan marna merah karena, warna merah adalah warna yang terang yang mudah terlihat, lambang keberanian, dan lambang kemakmuran.
Logo di aplikasikan di peralatan kantor seperti kertas surat, amplop, nota barang, kuitansi, memo. Juga diaplikasikan untuk keperluan promosi seperti kalender, lampu neon sign dan neon box, sticker. Selain itu juga diletakkan pada buku musik kosong ( buku yang berisi paranada untuk menulis not- not lagu ). Produk yang dijual di toko musik Irama Mas :
• Alat musik : piano, piano grand, piano elektrik, organ, gitar accoustic, gitar listrik, biola, keyboard, alat band lengkap, dan alat marching band.
Kepala Sekolah
Counter
Guru
• Buku Musik : buku dari Yamaha, buku dari P dan K, dan buku lagu - lagu bebas.
• Sound System
Sekolah Musik Irama Mas membuka kursus:
• KMA umur 3,5 - 5,5 th
• Gitar listrik dan klasik
• Biola mengunakan material yang bersifat menyerap suara karena mengingat bangunan ini adalah sekolah musik. Berikut adalah spesifikasi struktur dan material bangunan pada sekolah musik Irama Mas :
Atap menggunakan struktur baja WF
Dinding menggunakan tembok bata plesteran Material yang digunakan untuk kantor :
• Dinding : glass woll
• Plafond : asbes
• Lantai : keramik
• Pintu : kayu
• Jendela : kaca dengan kusen kayu Material yang digunakan untuk kelas :
• Dinding : glass woll dan gipsum kemudian dilapisi dengan karpet
• Plafond : asbes
• Lantai : keramik dilapisi karpet
• Peredam : glass woll
2.1.3.2. Cork School Of music
Gambar 2.12: Cork School Of music
Sumber : http://images.google.com/cork_school_of music
Data Cor k School Of music:
Nama sekolah musik : Cork School Of music Lokasi : Cork, Republik Irlandia Berdiri pada tahun : 1978
Direktur : Dr. Geoffrey Spratt Jumlah murid : 2.000 siswa
Cork School Of music ini berlokasi ditengah kota cork, Irlandia yang tepat berhadapan dengan sungai Lee. Sekolah musik ini didirikan pada tahun 1978 oleh School Of Cork Institut Of Technology. Pada sekolah ini diajarkan semua yang berkaitan tentang musik seperti halnya sejarah tentang musik, pertujukan seni termasuk pertunjukan drama, Dll.
Tampilan Bangunan
Gambar 2.13. Tampilan bangunan Cork School Of music Sumber : http://images.google.com/cork_school_of music
Tampilan bangunan juga didominasi oleh kaca karena para pengunjung dapat melihat pemandangan berupa sungai yang mengalir di sepanjang jalan yang berada di depan bangunan.
Gambar 2.14. view yang ditampilkan dari dalam Cork School Of music Sumber : http://images.google.com/cork_school_of music
Inter ior
Gambar 2.15. Curtis Auditorium
Sumber : http://images.google.com/interior_cork_school_of music
Auditorium ini digunakan sebagai tempat rehearsal yang kecil dan mempunyai kapasitas 500 tempat duduk untuk penonton. Yang paling menonjol adalah langit – langit yang dapat diatur tinggi atau rendahnya dan dengan jarak turun sekitar 4 meter, hal – hal yang lain termasuk sound diffuser panel dan macam – macam wall panel yang flexibel dapat memberikan ruang akustik yang bagus.
Gambar 2.16. Ruang latihan piano
Sumber : http://images.google.com/interior_cork_school_of music
Gambar 2.17. Ruang latihan pertunjukan
Sumber : http://images.google.com/interior_cork_school_of music
Pada ruang latihan pertunjukan ini interior juga dibuat dengan kesan minimalis. Bentuk yang ditonjolkan pada ruangan ini adalah bentuk plafon karena selain sebagai sound diffuser yang bagus plafond ini juga di desain seperti kertas yang robek sehingga memberikan kesan yang abstrak pada plafond.
Pada tabel 2.5 dapat kita lihat tingkat dengung yang dibutuhkan pada tiap ruangan di cork school of music ini
Tabel 2.5 Tingkat dengung yang dibutuhkan tiap ruang
Fasilitas yang ada
Cork School Of music memiliki kapasitas 2.000 siswa, sehingga Falitas yang ada di Cork School Of music dibedakan menjadi tiga bagian, meliputi :
Fasilitas utama
-
Ruang kelas-
Auditorium-
Hall-
Toilet-
Ruang Kontrol-
Electrical room-
Lab audio Fasilitas Penunjang-
Lobby-
Perpustakaan-
Cafe-
Function Room-
Ruang Pengelola Fasilitas Pelengkap-
Ruang AHU-
Ruang penyimpanan alat musik-
Pantry-
ToiletPola Sirkulasi
Gambar 2.18. Enterance & Denah Cork School Of music Sumber : http://images.google.com/interior_cork_school_of music
2.1.4. Analisa Hasil Studi
Berdasarkan dua proyek sejenis yang telah dibahas diatas, yaitu Wisma Musik Melodia ,Cork School Of music dan Zenith Concert Hall maka dapat diperoleh beberapa kemiripan pada proyek rancangan tersebut, diantaranya adalah:
• Tampilan bangunan yang sesuai dengan fungsi akan sangat berpengaruh pada karakter dan fungsi dari bangunan tersebut.
• masing – masing bangunan ini merupakan bangunan single building
• jenis musik yang diajarkan mempunyai jenis musik : Jazz, musik akustik, musik modern dan musik klasik.
• Penggunaan meterial kaca pada kedua obyek merupakan penerapan salah satu ciri arsitektur modern yang telah ada.
• Bentukan dasar bangunan yang sederhana namun memiliki penyelesaian yang mampu menciptakan kompleksitas dalam kesederhanaan.
2.2. Tinjauan Khusus Per ancangan 2.2.1 Lingkup Pelayanan
Penggunaan bangunan ini ditujukan untuk para penggemar musik yang ingin belajar bagaimana memulai untuk belajar bermusik terutama untuk masyarakat Surabaya, akan tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat di luar Surabaya juga ikut menggunakannya. Dalam sarana pendidikan ini murid tidak hanya dibekali teori dalam bermusik akan tetapi murid juga akan dibekali ketrampilan dalam memainkan musik sehingga kedepannya para murid akan bisa menjadi seorang komponis, arranger musik, dan semua yang berhubungan tentang musik.
2.2.2 Ak tifitas dan Kebutuhan Ruang
Berdasarkan klasifikasi dari pengguna bangunan, aktifitas yang akan ditampung adalah sebagai berikut :
1. Ak tifitas Pendidikan
Aktifitas pendidikan ini dilakukan oleh para pengajar dan para siswa – siswi dalam melakukan kegiatan pendidikan teori maupun praktek dalam bermusik.
2. Ak tifitas Per tunjukan / Per gelaran Musik
Merupakan suatu aktifitas yang dilakukan oleh para guru, siswa, dan pengunjung yang ingin menikmati / melihat pertunjukan musik yang sedang berlangsung, baik itu pertunjukan dari para siswa sendiri maupun pertunjukan dari musisi dari dalam / luar negeri.
3. Ak tifitas Sentra siswa-siswi
Sebagai aktifitas penunjang dan kebutuhan siswa-siswi dalam kegiatannya.
4. Ak tifitas Administr asi dan ak tifitas Pengelola
5. Ak tifitas J asa Perdagangan
Melibatkan pedagang, siswa, guru dan pengunjung. Dimana kegiatannya mempromosikan, mengkomersialkan berbagai macam buku, kaset, alat – alat musik dan lain sebagainnya.
Berdasarkan dari aktifitas diatas dapat kita ketahui fasilitas yang akan direncanakan, sehingga dapat diketahui tingkat kepentingannya seperti dapat kita lihat pada tabel 2.6 sebagai berikut :
Tabel 2.6. Kegiatan proyek
PELAKU KEGIATAN FASILITAS
Staff pengajar atau guru dan siswa
Menjual barang – barang yang berkaitan dengan musik seperti menjaul kaset atau alat – alat
musik.
Fasilitas penunjang
J umlah pegawai
Tabel 2.7. Jumlah pegawai
LINGKUP TUGAS J ABATAN J UMLAH TOTAL
Bagian keuangan Kabag keuangan umum Staff keuangan
1
3 4
Bagian pendidikan Kabag pendidikan staf
Bagian gedung konser Kabag gedung konser Staf gedung konser
1
5 6
Bagian cafeteria Manager
Staff cafe
1
10 11
Bagian toko musik Manager
Staf toko musik
Keamanan Kabag keamanan
Staf keamanan
1
10 11
transportasi supir 4 4
Total 84
2.2.3. Per hitungan Luasan Ruang
Perhitungan standar ruang berdasarkan literatur yang ada yaitu :
• Architect Data, Ernest Neufert ( DA )
• Time Server For Building Type, Joseph De Chiara & Jhon Callender ( TSS )
Perhitungan studi ruang berdasarkan pertimbangan :
• Kapasitas pemakai
• Sirkulasi
• Peralatan pendukung
• Kenyamanan pemakai Asumsi :
• Studi Kasus
Berdasarkan petimbangan penentuan besarnya sirkulasi gerak yang dibutuhkan masing – masing ruang adalah sebagai berikut :
- 10% untuk standart minimum - 20% kebutuhan sirkulasi - 30% untuk kenyamanan fisik
- 40% untuk tuntutan kenyamanan psikologis - 50% untuk spesifik kegiatan
- 70% - 100% untuk keterkaitan dengan banyak kegiatan
untuk lebih memperjelas mengenai perhitungan ruang pada rancangan maka akan dijabarkan mengenai perhitungan luasan sebagai berikut :
Tabel 2.8. Perhitungan Kebutuhan Ruang
Ruang Pendekatan Per hitungan Luasan
Hall Literatur : DA
12 – 30 m
30 m2
Kelas
Meja 0,5 x 1,10=0,55 Podium 0,55 x
0,6=0,30 Kursi 0,68 x 0,87=0,55
x 20 kursi = 11
Survey Terdapat 2 kelas musik anak 1 ruang terdapat 10 alat
1 ruang terdapat 8 alat 1 ruang terdapat 4 alat
1 ruang terdapat 4 alat 1 ruang terdapat 5 alat
1 ruang terdapat 3 alat musik gitar elektrik 7,42 x 3 = 22,26 m2 Sirkulasi 40% = 22,26
x40% = 8,904 m2 1 ruang terdapat 3 alat
musik gitar bass 7,42 x 3 = 22,26 m2 Sirkulasi 40% = 22,26
8,05 + 3,22 = 11,27 ml 1 ruang terdapat 2 alat
musik drum 11,27 x 2 = 22,54 m2 Sirkulasi 40% = 22,54
x 40% = 9,016 m2 1 ruang terdapat 3 alat
musik biola 6,37x3=19,11m2 Sirkulasi 40%= 19,11 x
40% = 7,644 m2 1 ruang terdapat 3 alat
musik biola 6,37x3=19,11m2 Sirkulasi 40%= 19,11 x
40% = 7,644 m2 (sirkulasi) = 488.97 m2
Total Luasan 1629.894 m2
Total Keselur uhan 2118.87 m2
Ruang Pendekatan KAP Per hitungan
Ruang pendidikan
Ruang Pendekatan KAP Per hitungan
1 wastafel= 0,54
Ruang Pendek atan Per hitungan Luasan
cafe 9 x 17 m2 93 m2
Studio rekaman Hasil pengamatan 292 m2
Studio musik Hasil pengamatan 180 m2
Total Luasan X
Ruang Pendekatan Kap Per hitungan
Dengan adanya perhitungan jenis dan luasan ruang maka akan dapat diketahui total luasan tiap fasilitas, serta luas lahan yang dibutuhkan, sebagai berikut:
Tabel 2.9. Total Luasan Ruang Yang Dibutuhkan
Fasilitas Luas
Fasilitas pendidikan 2118.87 m2
Fasilitas pengelola 306 m2
Ruang Operasional 103.7 m2
Ruang Pelengkap 3306.1 m2
Fasilitas penunjang / umum 618.8 m2
Fasilitas servis 309.4 m2
Total 6762.87 m2
Fasilitas ruang luar, jalan dan taman 468 m2
Ruang Pendekatan Kap Per hitungan
Fasilitas parkir Kapasitas org 700-750 orang
Parkir sepeda motor 2 m x 132 sepeda = 264 m2
Sirkulasi 25% x 264 m2 = 66 m2
Mobil 25% dari jumlah orang dalam bangunan
115 mobil x 15 m = 1725 m2 1725 m x sirkulasi 30% = 517,5 m2 (66 m2 +517,5 m2) = 583,5 m2
Total 7814.37 m2
Kebutuhan Site :
Luas total lantai 1 dan sirkulasi = 5000 m2 KDB 60% 5000 = 60
X 100 60 X = 500000
X = 8333 Luas Lahan x 30% KDB = 10.832 m2 2.2.4 Program Ruang
Berdasarkan aktifitas dan kebutuhan ruang yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dibedakan kelompok-kelompok ruang sesuai penggunanya hal – hal yang berada pada perencanaan ” Pusat Pelatihan Musik di Surabaya.” Adapun pengelompokan ruang tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
Tabel 2.10. Pengelompokan ruang
Kebutuhan Ruang Fasilitas Ruang
Fasilitas pendidikan
Ruang kelas Ruang praktek Ruang ujian Ruang latihan
Fasilitas pelengkap
Gedung konser Cafetaria Musholla Toko alat musik
Fasilitas pengelola
Kantor pengelola Ruang tamu Ruang direktur Ruang sekertaris Ruang administrasi Ruang bagian pendidikan Ruang bagian operasional Ruang perlengkapan Ruang rapat
Fasilitas servis Ruang genset Ruang pompa
Ruang travo dan panel Ruang mesin AC Bengkel
BAB III
TINJ AUAN LOKASI PERANCANGAN
3.1. Latar Belakang Pemilihan Lokasi
Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Akan tetapi sarana pelatihan tentang musik di sangat kurang sehingga lokasi yang dipilih untuk pusat pelatihan musik ini berada di kota Surabaya. Kota Surabaya sendiri dibagi menjadi lima kawasan yang meliputi Surabaya Pusat, Surabaya Utara, Surabaya Timur, Surabaya Selatan serta Surabaya Barat dengan luas seluruhnya 326.36 km². Dengan ketentuan di setiap kawasan memiliki peruntukan wilayah sebagai berikut :
• Surabaya Pusat yang diperuntukan untuk fasilitas perdagangan, umum serta kantor pemerintahan.
• Surabaya Utara digunakan sebagai tempat perindustrian dan pergudangan
• Surabaya Selatan digunakan sebagai fasilitas perdagangan dan fasilitas hiburan
• Surabaya Timur digunakan sebagai fasilitas umum
• Surabaya Barat digunakan sebagai fasilitas perdagangan dan umum.
Dalam menentukan lokasi site Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya harus memenuhi beberapa persyaratan umum yang meliputi :
• Berada pada fasilitas umum atau perdagangan.
• Mempunyai sarana infrastruktur yang mendukung : - Mempunyai akses jalan yang cukup lebar. - Mempunyai jaringan listrik.
- Mempunyai jaringan telepon. - Transportasi yang mendukung.
• Aksesbilitas yang mudah dijangkau
- Mudah dalam pencapaian dalam arti akses jalan yang cukup lebar bebas hambatan dan jarang terjadi kemacetan.
- Dekat dengan jalan raya utama kota.
• Tersediannya sarana dan prasarana yang cukup (pedestrian, penampungan sampah, saluran pembuangan, pos penjagaan polisi, bangunan komersil pendukung lainnya).
• Jauh dari pemukiman penduduk.
3.2. Peneta pan Lokasi
Sesuai dengan peruntukanya Surabaya Selatan diperuntukkan sebagai fasilitas perdagangan dan hiburan maka Lokasi tapak yang sesuai untuk pembangunan Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya ini maka diambil lokasi yang berada di Surabaya Selatan tepatnya dijalan Abdul Wahab Siamin, dengan ketentuan – ketentuan sebagai berikut :
• Kondisi jalan bukan merupakan jalan utama, tetapi termasuk jalan yang sering dilalui kendaraan sebagai akses menuju jalan utama Mayjen Sungkono.
• Sisi terbuka tapak yaitu mengarah ke jalan Abdul Wahab Siamin itu sendiri dan jalan Mayjen Sungkono.
• Mempunyai sarana dan prasarana yang cukup baik karena terdapat di tengah perkotaan.
• Land Use pada tapak difungsikan sebagai lahan yang dikhususkan untuk perdagangan dan hiburan yang sesuai dengan proyek ini.
Gambar 3.1. Peta Penggunaan Lahan Kota Surabaya Sumber : Dinas Tata Kota
3.3. Kondisi Fisik Lokasi
Lokasi site yang akan digunakan sebagai Pusat Pelatihan Musik Modern Di Surabaya ini berada pada wilayah Surabaya Selatan, tepatnya dikawasan Abdul Wahab Siamin dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
Utara : Mc Donald’s
Selatan : Golden city mall ( carrefour ) Barat : Lapangan Golf
Timur : Jl. Abdul Wahab Siamin