ANALISA DAN BAHASAN
4.2 Analisa Permasalahan
Foto 4.38 loker mahasiswa Foto 4.39 laboratorium audio visual Sumber : penulis Sumber : penulis
Foto 4.40 meja gambar Foto 4.41 tangga Sumber : penulis Sumber : penulis
4.2 Analisa Permasalahan
Gedung atau ruang perpustakaan merupakan tempat khusus yang dirancang sesuai dengan fungsi perpustakaan sehingga berbeda dengan perancangan gedung atau ruang perkantoran umum. Untuk itu dalam merencanakan gedung atau ruangan sebaiknya meibatkan pengelola perpustakaan. Letak gedung atau ruang sebaiknya di lokasi yang strategis dan aksesebel (mudah dijangkau alat transportasi umum). Bab IX pasal 38 UU No. 43 tahun 2007 menyebutkan bahwa : (1) Setiap penyelenggara perpustakaan menyediakan sarana dan prasarana sesuai dengan standar nasional perpustakaan. (2) Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimanfaatkan dan dikembangkan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan SNI, perpustakaan harus menyediakan ruang sekurang-kurangnya 0,5 m2 untuk setiap mahasiswa, dengan penggunaan untuk areal koleksi seluas 45%
yang terdiri dari ruang koleksi buku, ruang multimedia, ruang koleksi majalah ilmiah.
Sedangkan ruang pengguna seluas 30% yang terdiri dari ruang baca dengan meja baca, meja baca berpenyekat, ruang baca khusus, ruang diskusi, lemari katalog/komputer, meja sirkulasi, tempat penitipan tas dan toilet.
Ruang staf perpustakaan seluas 25% terdiri dari ruang pengolahan, ruang penjilidan, ruang pertemuan, ruang penyimpanan buku yang baru diterima, dapur dan toilet.
4.3.1 Sirkulasi
Sirkulasi merupakan hal yang amat penting dalam menunjang pengelolaan perpustakaan. Sirkulasi yang ideal untuk perpustakaan adalah 1 m2 dengan penataan rak buku yang cukup untuk pengunjung maupun staff.
Penataan dan pendistribusian area yang tidak memusat membuat sirkulasi menjadi lebih nyaman dan kesan lebih terbuka.
4.3.2 Pencahayaan
Pencahayaan merupakan hal yang paling utama dalam merancang sebuah perpustakaan, dikarenakan untuk menjaga koleksi yang ada didalam perpustakaan tersebut agar tidak rusak, koleksi maupun buku dan video haruslah dijauhi dari paparan sinar matahari secara langsung. Selain itu, pencahayaan yang baik juga harus diperhatikan agar pengunjung yang sedang berada di perpustakaan dan membaca buku didalam area baca tidak mudah lelah. Namun bukaan-bukaan seperti jendela haruslah tetap ada demi menjaga kesehatan ruangan. Jenis lampu yang baik digunakan untuk perpustakaan adalah General Lighting dan Task Lighting.
4.3.3 Penghawaan
Selain pencahayaan, penghawaan juga harus diperhatikan dalam merancang perpustakaan, penghawaan yang baik akan dapat menjaga kualitas buku dan koleksi lainnya. Suhu yang terbaik untuk menjaga kualitas koleksi sebuah perpustakaan adalah 18oC. Apabila suhu terlalu lembab akan cepat membuat koleksi rusak, selain itu akan membuat banyak bakteri berkembang biak seperti jamur, namun apabila terlalu kering, buku akan mudah sobek dan rapuh. Penghawaan yang baik juga ditunjang dengan penghawaan alami, agar udara didalam perpustakaan berganti.
4.3.4 Akustik
Pepustakaan merupakan tempat dimana suasana diharapkan untuk hening dan tidak berisik, penggunaan material lantai yang salah akan membuat perpustakaan menjadi tidak nyaman. Dengan menggunakan lantai yang terbuat dari material Vynil atau karpet akan dapat meredam suara-suara bising, namun untuk material karpet memiliki kekurangan yaitu mudah kotor dan menyimpan bakteri dan kotoran.
4.3.5 Warna
Warna memainkan peranan penting dalam perancangan interior sebuah perpustakaan, penggunaan warna-warna yang suram akan membuat pengunjung merasa tidak nyaman, selain itu apabila menggunakan warna yang terlau terang akan membuat pengunjung juga merasa risih. Berikut merupakan psikologi warna :
• Warna merah memiliki efek sebaliknya dengan biru. Merah dapat meningkatkan tekanan darah dan laju respirasi. Merah juga dapat membuat orang lupa waktu dan merangsang nafsu makan. Merah adalah warna yang kuat, maka sangat baik digunakan sebagai aksen.
• Warna kuning menimbulkan perasaan ceria dan optimis. Warna ini banyak mempengaruhi manusia secara mental dan emosional. Penggunaan warna ini secara tepat dalam ruangan, menimbulkan kesan bersahabat dan seringkali membantu meningkatkan kreativitas seseorang. • Warna biru memberikan efek yang cenderung menenangkan. Warna ini seringkali diasosiasikan dengan warna langit atau lautan, juga dianggap sebagai warna favorit dunia karena efeknya yang membawa perasaan damai. Warna biru pekat akan menstimulasi pemikiran yang jernih, sementara warna biru muda akan membantu meningkatkan konsentrasi. • Warna hijau membawa kesan yang menyegarkan karena diasosiasikan
dengan alam dan tumbuhan. Warna hijau memberikan rasa aman, juga keseimbangan dan harmoni. Warna ini cocok digunakan dalam ruangan peristirahatan karena membawa perasaan damai dan ketenangan. selain itu, warna ini juga dipercaya dapat memperbaiki pengelihatan seseorang. • Warna putih melambangkan kemurnian atau kesucian. Warna ini banyak
Secara visual, penggunaan warna ini pada suatu ruangan akan memberikan ilusi bahwa ruangan tersebut lebih tinggi daripada yang sebenarnya.
• Warna merah muda merupakan hasil pencampuran warna merah dan putih. Warna ini melambangkan sifat yang feminim dan memberikan kesan santai. Namun faktanya, warna ini juga seringkali membuat orang merasa lesu dan kurang bersemangat.
• Putih - Warna murni, suci, steril, bersih, sempurna, jujur, sederhana, baik, dan netral. Warna putih melambangkan malaikat dan tim medis. Warna ini juga bisa berarti kematian karena berkonotasi kehampaan, hantu, dan kain kafan.
• Ungu - Memberi efek spiritual, kemewahan, keaslian, dan kebenaran. Ungu mampu menunjang kegiatan bermeditasi dan berkontemplasi. Kemerosotan dan mutu yang jelek adalah sifat-sifat negatif warna ini. • Warna Coklat, warna alam yang terkesan hangat, nyaman, alami, akrab
dan ketenangan. Coklat bisa digunakan pada ruangan yang terlalu besar agar tidak menimbulkan kesan dingin.
• Hitam - Berkesan elit, elegan, memesona, kuat, agung, teguh, dan rendah hati. Kesan negatifnya adalah hampa, sedih, ancaman, penindasan, putus asa, dosa, kematian, atau bisa juga penyakit. Tak seperti putih yang memantulkan warna, hitam menyerap segala warna. Dengan hitam, segala energi yang datang akan diserap.
Oleh karena itu dalam perancangan interior perpustakaan, jenis color scheme yang sebaiknya dipilih adalah Square dengan warna-warna Merah, Orange, Hijau dan Biru agar lebih dinamis.
Gambar 4.12 Color Scheme Sumber : sunywcc2ddesign.com