• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PERSPEKTIF DAN PENILAIAN KEMATANGAN

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 60-80)

ANALISIS PESPEKTIFKESELARASAN DAN PENILAIAN KEMATANGAN KESELARASAN BISNIS DAN TI

Bab ini berisikan tahapan kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan pengukuran kematangan keselarasan staregi teknologi informasi (TI) terhadap strategi bisnis RSUD Palembang BARI. Dimana tahapan tersebut dijelaskan secara rinci dari mulai penyebaran kuisioner, proses tanya jawab hingga menentukan level kematangan keselarasan strategi TI dan strategi bisnis.

5.1 Analisis Model Keselarasan Strategis

Dalam menganalisa keselarasan strategi TI terhadap strategi bisnis rumah sakit digunakan teori Strategic Alignment Model (SAM).Teori ini dikembangkan oleh Henderson dan Venkartraman pada tahun 1999.Analisa menggunakan SAM digunakan sebagai langkah awal sebelum melakukan penilaian kematangan keselarasan strategis. Hasil analisa ini akan memberikan gambaran mengenai keselarasan antara bisnis dengan TI dan model perspektif dari keselarasan tersebut di organisasi.

5.1.1 Analisa Strategi Bisnis

Berdasarkan teori Strategic Alignment Model (Henderson & Venkartraman, 1999), pada domain bisnis terdapat dua kuadran yaitu Strategi Bisnis dan Infrastruktur Organisasi.Kuadran Strategi Bisnis merupakan faktor eksternal (Eksternal Factor).Dalam teori SAM terdiri dari tiga komponen yaitu Business Scope, Distinctive Competencies dan Business Governance.Kuadran Infrastruktur Organisasi terdiri dari tiga komponen yaitu Administrative Infrastructure, Process dan Skill.Untuk mencapai strategic fit atau keselarasan yang efektif harus ada kesesuaian antara strategi bisnis dan infrastruktur organisasi, dan ada kesesuaian antara strategi TI dengan infrastruktur dan proses TI (Henderson dan Venkatraman, 1999). Implementasi faktor-faktor tersebut di RSUD Palembang BARI dijelaskan pada tabel 5.1.

Tabel 5.1 Domain Strategi Bisnis Strategic Alignment Model B U S I N E S S Infrastruktur Organisasi/Org anitational Infrastructure Infrastruktur Administratif (Administrative Infrastructure) Struktur Organisasi

Struktur Organisasi RSUD Palembang BARI terdiri dari:

Direktur, Komite Medik, Komite Keperawatan, Komite Etik dan HK, SPI, Umum dan Keuangan,

Pelayanan, Umum dan

Kepegawaian, Rekam medik dan SIM-RS, Keuangan dan Anggaran, Pelayanan Medis, Keperawatan, Penunjang Medis dan Pendidikan Proses

(Process)

1. Unsur pelaksana layanan: Komite Medik, Divisi Pelayanan, Divisi Pelayanan Medis

2. Unsur Pelaksanan Keperawatan: Komite Keperawatan, Divisi Keperawatan

3. Unsur Pelaksana Umum dan Keuangan: Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Divisi Umum dan Kepegawaian, Divisi Keuangan dan Anggaran

4. Unsur Penunjang Medis dan Pendidikan: Divisi Penunjang Medis dan Pendidikan

5. Unsur Teknologi Informasi: Divisi Rekam Medik dan SIM-RS

Keahlian (Skill) Kemampuan sumber daya manusia yang bekerja sesuai dengan bidangnya, dan pemberian pelatihan sesuai dengan kebutuhan

B U S I N E S S Strategi bisnis (Business Strategy) Ruang Lingkup Bisnis (Business Scope) Line of Business

Bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan

Market/Pasar

Masyarakat, terutama pasien Produk dan Layanan

Pelayanan medis dan non medis Pelanggan (Customer) Masyarakat, pasien Kompetensi yang Membedakan (Distinctive Competencies) Core Competencies:

Memberikan pelayanan, perawatan, pelatihan dan konsultasi kesehatan baik dari segi medis maupun non medis

Brands/merek: -

Sales & Distribution Channels: RSUD Palembang BARI Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan

Tata Kelola Bisnis

(Business Governance)

Komite Etik Rumah Sakit: Pendidikan,

Penyusun kebijakan Pembahasan kasus

5.1.2 Analisa Strategi Teknologi Informasi

Domain Teknologi Informasi pada Strategic Alignment Model memiliki dua kuadran yaitu Strategi TI dan Infrastruktur TI.Pada kuadran Strategi TI terdapat tiga komponen yaitu Ruang Lingkup Teknologi (Technology Scope), Tata Kelola TI (IT Governance), dan Sistem Kompetensi (Systemic Competencies). Sedangkan kuadran Infrastruktur TI(IT Infrastructure) memiliki tiga komponen yaitu Arsitektur TI (IT Architecture), Proses (Process), dan Keahlian (Skill).

Technology Scopedidefinisikan sebagai apa saja batasan-batasan yang tedapat pada unit TI, sistem informasi yang terdapat pada RSUD Palembang BARI dan aplikasi-aplikasi yang digunakan untuk mendukung proses bisnis organisasi rumah sakit ini. IT Governancedisini mendefinisikan bagaimana organisasi mengelola TI. IT Architecturemendefinisikan fasilitas TI yang digunakan setiap harinya untuk mengelola proses bisnis. Process disini adalah bagaimana cara organisasi melakukan implementasi dan pemeliharaan TI. System Competeciesmenunjukkan apa saja yang dapat dilakukan sistem untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Skillmenunjukkan apa saja kemampuan yang dimiliki oleh personil TI.

Penerapan komponen-komponen tersebut di RSUD Palembang BARI dapat dilihat pada Tabel 5.2

Tabel 5.2 Domain Strategi Teknologi Informasi Strategic Alignment Model

I T Strategi TI (IT Strategy) Ruang Lingkup Teknologi (Technology Scope)

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS), Sistem Informasi Rekam Medik, Sistem

Informasi Manajemen

Kepegawaian, Portal Web RSUD Palembang BARI

Tata Kelola TI (IT

Governance)

Pengelolaan Teknologi Informasi sebagai pendukung strategi bisnis RSUD Palembang BARI telah berdiri sendiri sebagai divisi/unit bisnis

Sistem Kompetensi (System

Competencies)

Melakukan transaksi data, memanajemen data, menghasilkan informasi, back up data, manipulasi data, komunikasi data.

Infrastruktur

TI (IT

Infrastructure)

Arsitektur TI (ITArchitecture)

LAN, WAN, Server tersentralisasi

Proses (Process)

Pengadaan aplikasi dan Infrastruktur TI, pemeliharaan

Keahlian (Skill) Pengembangan aplikasi, desain dan

pengembangan jaringan,

troubleshootinghardware dan software

5.1.3 Analisa Keselarasan Strategi TI dengan Strategi Bisnis

Keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TI, merupakan hal yang penting agar tujuan organisasi dapat tecapai. Diperlukan adanya kesesuaian strategi (strategic fit) antara strategi bisnis dengan infrastruktur organisasi dan antara strategi TI dengan infrastruktur dan proses TI (Henderson dan Venkartraman, 1999). Strategi bisnis dan strategi TI dikatakan tidak selaras jika domain strategi bisnis dan infrastruktur organisasi tidak berkaitan, selain itu domain strategi TI juga tidak berkaitan dengan infrastruktur dan proses TI. Jika kedua domain yang berada pada kuadran yang sama saja tidak berkaitan, bagaimana bisa kedua kuadran (bisnis dan TI) dikatakan selaras. Minimal di dalam satu kuadran domain yang terdapat didalamnya harus berkaitan, barulah bisa menyelaraskan kedua kuadran tersebut.

Strategi bisnis RSUD Palembang BARI ditetapkan untuk menentukan penetapan keputusan dalam infrastruktur organisasi, misalnya keahlian yang dibutuhkan, proses yang harus diprioritaskan dan infrastruktur administratif yang berhubungan dengan tanggung jawab dan wewenang setiap divisinya. Selain itu strategi TI membentuk dan mempengaruhi penentuan infrastruktur TI.Berdasarkan kedua hal diatas maka dapat disimpulkan bahwa strategi TI dan strategi bisnis RSUD Palembang BARI masuk kedalam perspektif Eksekusi Strategi (Strategic Execution).Menurut Henderson dan Venkartraman dalam Strategic Alignment Model (SAM) terdapat empat perspektif yaitu Eksekusi Strategis, Potensial Teknologi, Potensial kompetitif dan Tingkat Layanan.Dalam hal ini RSUD Palembang BARI berada pada perspektif Eksekusi Strategis (Strategic Execution) yang memiliki arti strategi bisnis menjadi penentu dari tujuan perusahaan. Henderson dan Venkatraman (1999) mengatakan bahwa Eksekusi Strategis adalah perspektif dimana strategi bisnis menjadi penentu dari infrastruktur organisasi dan hal tersebut berpengaruh pada infrastruktur dan proses TI.

5.2 Pengukuran Kematangan Keselarasan Bisnis-TI

Pada analisis ini dimulai dengan pembuatan kuisioner yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang diterjemahkan dan diadopsi dari framework Luftman yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.Kuisioner tersebut diberikan kepada 6 narasumber yang terdiri dari 2 orang dari unit SIMRS (unit TI pada RSUD Palembang BARI), 2 orang dari unit Rekam Medik, dan 2 orang dari unit keuangan dan anggaran. Narasumber yang dipilih mewakili unit TI dan unit bisnis yang berhubungan dengan proses bisnis RSUD Palembang BARI agar dapat mewakili kondisi perusahaan.

Penilaian kematangan Luftman ini adalah pengukuran kematangan dan keselaraasan langsung, Luftman telah menyediakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kriteria kematangan. Pertanyaan-pertanyaan ini telah dirancang sedemikian rupa untuk mengukur kematangan dari keselarasan strategi bisnis dan strategi TI

Pengukuran kematangan keselarasan antara strategi bisnis dan strategi TI pada RSUD Palembang BARI akan dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda (multiple choice) yang mengacu pada 6 kriteria pengukuran kematangan keselarasan bisnis-TI Luftman. Narasumber diminta untuk memilih salah satu dari jawaban pertanyaan yang diwakilkan dengan diwakili angka1, 2, 3, 4 atau 5.Setiap jawaban dari narasumber kemudian ditabulasikankemudian dirata-ratakan. Masing-masing kriteria dan tingkatan dijelaskan dengan serangkaian komponen yang memungkinkan dimensi tertentu akan dinilai dengan skala penilaian 1 hingga 5 Likert Scale(Luftman, 2003).

Jawaban dari narasumber pada kuisioner yang diajukan dapat diartikan sebagai berikut:

1 = belum ada, tidak sesuai dengan organisasi 2 = sesuai, hanya saja tingkatannya masih rendah

3 = moderat, sesuai untuk organisasi dalam tingkatan menengah 4 = sesuai, untuk sebagian besar organisasi

5 = tingkat kuat, sesuai di seluruh bagian

Setelah mendapatkan data tersebut maka akan dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah narasumber untuk diambil nilai rata-rata. Apabila nilai rata-rata tersebut muncul dalam bentuk desimal maka akan dibulatkan ke bawah. Hal tersebut dilakukan agar lebih menggambarkan kondisi yang sebenarnya pada RSUD Palembang BARI dan dapat ditentukan apa saja faktor inhibitor dan enabler yang mempengaruhi tingkat kematangan TI dan bisnis RSUD Palembang BARI.

5.2.1 Kegiatan pengukuran kematangan keselarasan bisnis-TI tahap 1

Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan kuisioner dari setiap responden yang masing-masing berjumlah 9 halaman yang terdiri dari 6 kriteria yaitu communication maturity, competency/value measurement maturity, governance maturity, partnership maturity, scope and architecture maturitydanskills maturity.

Kuisioner diisi berdasarkan pertanyaan yang diajukan kepada nara sumber. Pengisian kuisioner tersebut diperkuat oleh literatur dan data-data yang berhubungan dengan pertanyaan dari kriteria kematangan tingkat keselarasan bisnis dan TI sesuai dengan teori Luftman. Setelah dilakukan pengisian maka diberikan pengesahan berupa tanda tangan dari nara sumber.Tahap pertama selesai kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu menuliskan skor untuk setiap jawaban dari pertanyaan yang diajukan melalui kuisioner tersebut.

5.2.2 Kegiatan pengukuran kematangan keselarasan bisnis-TI tahap 2

Tahapan selanjutnya adalah menuliskan skor/nilai untuk setiap jawaban pertanyaan kuisioner yang diberikan kepada setiap responden/narasumber pada tabel konversi 1 untuk tiap-tiap kriteria pada narasumber.Contoh pengisian tabel konversi 1 dari kuisioner tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3 Contoh pengisian tabel jawaban narasumberuntuk tiap kriteria

No. Pertanyaan Skor

Communication Maturity

1 Bagaimanakah pemahaman unit TI terhadap bisnis? 4 2 Bagaimana pemahaman unit bisnis terhadap TI? 2 3 Bagaimana pembelajaran mengenai organisasi dilakukan? 1 4 Bagaimana perilaku komunikasi dan kemudahan akses antara

bisnis dan TI dilakukan?

1 5 Bagaimanakah upaya menggali aset intelektual dilakukan? 1 6 Bagaimanakah pertukaran staf bisnis-TI dilakukan? 1 Competency/Value Measurement Maturity

1 Bagaimanakah pengukuran metriks TI dilakukan? 4 2 Bagaimanakah pengukuran metriks bisnis dilakukan? 2 3 Bagaimanakah tautan pengukuran metrics TI dan bisnis? 1 4 Bagaimana Service Level Agreement (SLA) dilakukan? 2 5 Apakah pengukuran (benchmarking) dilakukan? 1 6 Bagaimanakah organisasi secara formal menilai investasi TI? 1 7 Apakah dilakukan usaha-usaha untuk melakukan peningkatan

yang berkelanjutan?

4 Governance Maturity

1 Bagaimana perencanaan strategi bisnis dilakukan? 2 2 Bagaimana perencanaan strategi bisnis TI dilakukan? 3

3 Bagaimana bentuk struktur organisasi? 2

4 Bagaimana hubungan pelaporan dilakukan? 5

5 Bagaimana pandangan terhadap anggaran budget TI? 3

6 Hal apa yang mendasari pembelanjaan TI? 3

7 Bagaimana dengan komite penggerak (Streering komite) TI senior?

2

8 Bagaimanakah proyek di prioritaskan? 3

Partnership Maturity

1 Bagaimanakah pandangan bisnis terhadap TI? 5 2 Bagaimanakah peran TI dalam perencanaan bisnis strategis? 2 3 Bagaimanakah pembagian resiko dan perolehan dilakukan? 2 4 Bagaimanakah pengelolaan hubungan TI dan bisnis? 3 5 Bagaimanakah prilaku hubungan dan kepercayaan dalam

organisasi?

3

Scope and Architecture Maturity

1 Sistem utama yang digunakan bersifat? 3

2 Adakah standar yang digunakan dalam organisasi? 3 3 Apakah terdapat integrasi antara arsitektur sistem yang

digunakan?

1 4 Bagaimana anggapan terhadap infrastruktur TI? 4 Skills Maturity

1 Apakah ada upaya untuk menggalakan organisasi sebagai lingkungan kewirausahaan yang inovatif?

2 2 Siapakah yang membuat keputusan penting mengenai SDM TI? 3 3 Bagaimana kesiapan para personil dalam menghadapi

perubahan?

2 4 Adakah kesempatan seorang personil untuk berkarir dalam

lintas unit/bagian?

2 5 Adakah pelatihan lintas fungsional dan rotasi pekerjaan yang

dilakukan di organisasi?

2 6 Bagaimana interaksi sosial antara bisnis dan TI dalam

organisasi?

2 7 Adakah program untuk merekrut dan mempertahankan personil

yang berbakat?

1

5.2.3 Kegiatan pengukuran kematangan keselarasan bisnis-TI tahap 3

Pada tahapan ini dilakukan tabulasi pengisian nilai dari setiap jawaban seluruh responden untuk seluruh kriteria. Maksudnya adalah menggabungkan seluruh jawaban dari setiap narasumber dari Tabel 5.3 diatas menjadi tabel 5.4 dibawah ini:

Tabel 5.4 Tabel gabungan pengukuran semua kriteria

No. Pertanyaan Skor

Rerata Communication Maturity

1 Bagaimanakah pemahaman unit TI terhadap bisnis? 4 2 Bagaimana pemahaman unit bisnis terhadap TI? 2 3 Bagaimana pembelajaran mengenai organisasi dilakukan? 2 4 Bagaimana perilaku komunikasi dan kemudahan akses antara

bisnis dan TI dilakukan?

1 5 Bagaimanakah upaya menggali aset intelektual dilakukan? 2 6 Bagaimanakah pertukaran staf bisnis-TI dilakukan? 1 Tingkatan Maturity 2

Competency/Value Measurement Maturity

1 Bagaimanakah pengukuran metriks TI dilakukan? 1 2 Bagaimanakah pengukuran metriks bisnis dilakukan? 3 3 Bagaimanakah tautan pengukuran metrics TI dan bisnis? 2 4 Bagaimana Service Level Agreement (SLA) dilakukan? 1 5 Apakah pengukuran (benchmarking) dilakukan? 1 6 Bagaimanakah organisasi secara formal menilai investasi TI? 3 7 Apakah dilakukan usaha-usaha untuk melakukan peningkatan

yang berkelanjutan?

3

Tingkatan Maturity 2 Governance Maturity

1 Bagaimana perencanaan strategi bisnis dilakukan? 1 2 Bagaimana perencanaan strategi bisnis TI dilakukan? 2

3 Bagaimana bentuk struktur organisasi? 1

4 Bagaimana hubungan pelaporan dilakukan? 4

5 Bagaimana pandangan terhadap anggaran budget TI? 2

6 Hal apa yang mendasari pembelanjaan TI? 3

7 Bagaimana dengan komite penggerak (Streering komite) TI senior?

1

8 Bagaimanakah proyek di prioritaskan? 3

Tingkatan Maturity 2 Partnership Maturity

1 Bagaimanakah pandangan bisnis terhadap TI? 4 2 Bagaimanakah peran TI dalam perencanaan bisnis strategis? 2 3 Bagaimanakah pembagian resiko dan perolehan dilakukan? 2 4 Bagaimanakah pengelolaan hubungan TI dan bisnis? 2 5 Bagaimanakah prilaku hubungan dan kepercayaan dalam

organisasi?

3

6 Adakah sponsor bisnis daam organisasi? 5

Tingkatan Maturity 3 Scope and Architecture Maturity

1 Sistem utama yang digunakan bersifat? 3

2 Adakah standar yang digunakan dalam organisasi? 2 3 Apakah terdapat integrasi antara arsitektur sistem yang

digunakan?

1 4 Bagaimana anggapan terhadap infrastruktur TI? 3 Tingkatan Maturity 2

Berdasarkan hasil jawaban dari pertanyaan yang diberikan kepada 6 orang narasumber terhadap setiap kriteria kematangan keselarasan bisnis dan TI, maka didapatkan hasil pengukuran untuk setiap kriteria kematangan keselarasan bisnis dan TI. Hasil pengukuran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 5.5 Level kematangan keselarasan bisnis dan TI untuk setiap kriteria

No Kriteria Level Kematangan

Keselarasan 1 Communication Maturity 2 2 Competency/Value Measurement Maturity 2 3 Governance Maturity 2 4 Partnership Maturity 3 5 Scope and Architecture Maturity 2

6 Skills Maturity 2

Data diatas adalah hasil pengukuran kematangan berdasarkan tiap kriteria Luftman, telah dijelaskan sebelumnya bahwa data tersebut didapatkan dengan meminta narasumer menjawab pertanyaan yang ada pada kuisioner dengan memilih pilihan yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada pada perusahaan. Para narasumber diarahkan untuk memilih jawaban yang telah dirumuskan oleh Luftman. Para narasumber diizinkan untuk memilih jawaban yang bernilai besar dengan syarat harus menunjukkan bukti (evidence) yang tepat dan dapat Skills Maturity

1 Apakah ada upaya untuk menggalakan organisasi sebagai lingkungan kewirausahaan yang inovatif?

3 2 Siapakah yang membuat keputusan penting mengenai SDM TI? 3 3 Bagaimana kesiapan para personil dalam menghadapi

perubahan?

1 4 Adakah kesempatan seorang personil untuk berkarir dalam lintas

unit/bagian?

2 5 Adakah pelatihan lintas fungsional dan rotasi pekerjaan yang

dilakukan di organisasi?

2 6 Bagaimana interaksi sosial antara bisnis dan TI dalam

organisasi?

2 7 Adakah program untuk merekrut dan mempertahankan personil

yang berbakat?

1

dipertanggung jawabkan. Pada setiap pertanyaan dari kriteria kematangan jawaban narasumber bisa saja berbeda-beda walaupun dilengkapi dengan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan hal ini disebabkan sosialisasi dan komunikasi yang kurang harmonis antara unit bisnis dan unit TI. Selain itu pengetahuan yang kurang tentang TI dan bisnis dari masing-masing narasumber juga berpengaruh terhadap jawaban yang berbeda tersebut.

Untuk kriteria Communication Maturitypertanyaan yang diajukan kepada narasumber adalah:

1. Bagaimana pemahaman unit TI terhadap bisnis?

Rata-rata narasumber menjawab 4 dan 5 yaitu seluruh staf pada unit TI dianjurkan dan diharuskan memahami bisnis. Hal ini sangat diwajibkan dalam organisasi karena pengembangan, implementasi dan pemeliharaan sistem informasi pada rumah sakit harus sesuai dengan kebutuhan pengguna.

2. Bagaimana pemahaman unit bisnis terhadap TI?

Rata-rata narasumber menjawab 1 yaitu unit bisnis kurang memahami TI dan 2 yaitu pemahaman unit bisnis dan TI terbatas. Saat diwawancarai narasumber yang semuanya merupakan pegawai negeri sipil (PNS) kesulitan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan TI oleh karena itu pengisian kuisioner harus didampingi dan dijelaskan secara rinci.

3. Bagaimana pembelajaran mengenai organisasi dilakukan?

Beberapa narasumber menjawab 1 yaitu pembicaraan dan rapat casual dan 2 yaitu metode formal yang di sponsori oleh manajemen senior. Hal ini dibuktikan dengan nota kesepahaman atau MOU dan notulen rapat yang ditunjukkan oleh narasumber.

4. Bagaimana perilaku dan kemudahan akses antara bisnis dan TI dilakukan? Rata-rata narasumber menjawab 1 dan 2 yaitu hanya dari bisnis ke TI dan akses antara bisnis ke TI satu arah namun agak formal.

5. Bagaimana upaya menggali aset intelektual dilakukan ? Kebanyakan narasumber menjawab 1 yaitu Adhoc. 6. Bagaimana pertukaran staf bisnis-TI dilakukan?

Rata-rata narasumber menjawab 1 yaitu tidak ada pertukaran antara staf bisnis ke TI atau staf TI ke bisnis.

Untuk kriteria Competency/Value Measurement Maturity pertanyaan yang diajukan kepada narasumber yaitu:

1. Bagaimana pengukuran metriks TI dilakukan?

Rata-rata narasumber menjawab 1 yaitu pengukuran metriks TI dilakukan hanya bersifat teknis.

2. Bagaimana pengukuran metriks bisnis dilakukan?

Beberapa narasumber menjawab 3 yaitu pengukuran metriks bisnis dilakukan dengan tinjauan dan tindakan terhadap ROI dan biaya. Hal ini dibuktikan oleh narasumber dengan menunjukkan rencana strategi dan beberapa dokumen investasi bisnis. Selebihnya narasumber menjawab 4 yaitu pengukuran juga dilakukan terhadap nilai pelanggan.

3. Bagaimana tautan pengukuran metriks TI dan bisnis?

Rata-rata narasumber menjawab 2 yaitu tidak ada tautan antara metriks bisnis dan TI.

4. Bagaimana Service Level Agreement (SLA) dilakukan?

Rata-rata narasumber menjawab 2 dan 3 yaitu SLA dilakukan dengan satuan untuk kinerja teknologi dan dengan mencakup keseluruhan perusahaan. Hal ini terbukti bahwa banyaknya surat keputusan dari pemerintah kota Palembang untuk menentukan standar kinerja dan sumber daya RSUD Palembang BARI.

5. Apakah pengukuran (benchmarking) dilakukan?

6. Bagaimanakah organisasi secara formal menilai investasi TI?

Pada pertanyaan ini rata-rata narasumber menjawab 4 yaitu investasi TI dilakukan secara rutin dan temanya ditindak lanjuti. RSUD Palembang BARI merupakan rumah sakit milik pemerintah kota Palembang, dengan kata lain rumah sakit ini secara rutin dipantau oleh pemerintah kota, hal ini dibuktikan dengan surat keputusan pemerintah kota Palembang tentang TI dan laporan akuntabilitas kinerja pemerintah kota Palembang (LAKIP). 7. Apakah ada usaha untuk melakukan peningkatan yang berkelanjutan?

Rata-rata narasumber menjawab 4 yaitu sebagian besar dilakukan pengukuran efektifitas.

Pertanyaan untuk kriteria Governance Maturityadalah sebagai berikut: 1. Bagaimana perencanaan strategi bisnis dilakukan?

Rata-rata narasumber menjawab 1 dan 2 yaitu perencanaan strategi dilakukan sesuai keperluan dan dilakukan pada tingkat fungsional (unit) dengan masukkan dari TI.

2. Bagaimana perencanaan strategi bisnis TI dilakukan?

Rata-rata narasumber menjawab 3 yaitu perencanaan strategi bisnis TI dilakukan dengan perencanaan pada tingkat fungsional (unit) dengan sedikit masukan dari bisnis.

3. Bagaimana bentuk struktur organisasi?

Rata-rata narasumber menjawab 2 yaitu sentral/desentral dan co-location. 4. Bagaimana hubungan pelaporan dilakukan?

Beberapa narasumber menjawab 4 yaitu pelaporan dilakukan ke dinas kesehatan / pemerintah kota Palembang. Hal ini dibuktikan dengan LAKIP dinas kesehatan dan LAKIP pemerintah kota Palembang.

5. Bagaimana pandangan terhadap anggaran atau budget TI?

Beberapa narasumber menjawab 2 dan 3 yaitu organisasi memandang budget TI sebagai sesuatu yang harus dibagi dengan bisnis sehingga

dianggap sesuatu yang terstruktur dan merupakan salah satu proses utama dalam organisasi.

6. Hal apa yang mendasari pembelajaran TI?

Narasumber menjawab 4 yaitu pembelanjaan TI merupakan sesuatu yang penting dan merupakan keharusan karena TI dianggap penggerak proses yang memungkinkan dilaksanakannya strategi.

7. Bagaimana komite penggerak TI senior?

Rata-rata pada pertanyaan ini narasumber menjawab 1 dan 2 yaitu tidak ada komite penggerak TI senior dalam organisasi rumah sakit ini, yang selama ini dilakukan hanyalah melakukan rapat secara informal sesuai dengan keperluan saja.

8. Bagaimana proyek di prioritaskan?

Pada pertanyaan ini hampir semua narasumber menjawab 4 yaitu proyek di prioritaskan bersama oleh fungsi bisnis dan TI. Hal ini dijawab dengan penjelasan oleh salah satu dari narasumber kalau proyek terdapat proyek yang berhubungan dengan bisnis maka TI akan ikut andil dalam bagian proyek.

Untuk pertanyaan kriteria Partnership Maturity, pertanyaan yang diajukan kepada narasumber adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pandangan bisnis terhadap TI?

Pada pertanyaan ini narasumber rata-rata menjawab 4 yaitu bisnis memandang TI sebagai mitra yang menciptakan suatu nilai. Nilai disini maksudnya adalah peningkatan efektifitas dan efisiensi dari segi pelayanan, juga penunjang kinerja operasional para staf bisnis hingga keunggulan bersaing.

2. Bagaimana peran TI dalam perencanaan bisnis strategis?

Semua narasumber menjawab 2 pada pertanyaan ini yaitu TI dianggap memungkinkan menggerakkan proses bisnis.

Semua narasumber menjawab 3 yaitu TI dan bisnis mulai berbagi resiko dan perolehan, jadi bukan hanya TI yang menanggung sebagian besar resiko dan mendapat sedikit perolehan namun bisnis juga.

4. Bagaimana pengelolaan hubungan TI dan bisnis?

Dalam organisasi ada proses untuk menghubungkan TI dan bisnis, namun semua itu tidak selalu diikuti oleh kedua belah unit ini. Hal ini dijawab oleh narasumber dengan rata-rata menjawab 4.

5. Bagaimanakah perilaku hubungan dan kepercayaan dalam organisasi? Semua narasumber menjawab 3 hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku hubungan dan kepercayaan di dalam organisasi yaitu TI dianggap sebagai

Dalam dokumen UNIVERSITAS INDONESIA (Halaman 60-80)

Dokumen terkait