• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Analisa Kondisi Perusahaan Saat Ini

4.1. Analisa Lingkungan Internal Bisnis PT.TAT

4.2.2. Analisa Porter Five Forces

Analisa terhadap PT.TAT khususnya SPBU dapat mempergunakan Porter Five Forces. Model ini digunakan untuk menganalisa kondisi suatu perusahaan dilihat persaingan antar perusahaan, kekuatan tawar menawar pembeli, kekuatan tawar menawar pemasok, ancaman masuknya pendatang baru dan ancaman adanya produk subtitusi. Hasil dari analisa Porter Five Force digunakan sebagai input dari Peluang dan Ancaman yang ada di perusahaan kedalam analisa SWOT

a) Ancaman Persaingan Se Industri

Semenjak pemerintah membuka pasar hilir BBM di Indonesia, perusahaan minyak dan gas asing mulai berdatangan , seperti Shell, Chevron, Total dan Petronas

 SPBU Shell

SPBU ini merupakan pesaing berat untuk SPBU PT.TAT : 1) Shell Memiliki dana yang besar dan teknologi yang canggih

2) Nama besar yang dimiliki shell di dunia international membuat sebagian konsumen lebih percaya produk shell dibanding produk pertamina.

3) Shell menerapkan premium service dan jaminan ketepatan takaran serta kualitas, sehingga banyak konsumen yang puas walaupun harus membayar lebih mahal dibandingkan dengan produk pertamina

4) Shell juga memiliki strategi cerdas untuk merebut pangsa pasar dari SPBU yang dimiliki PT.TAT

 Dengan kedatangan pemain baru dalam persaingan Ritel BBM SPBU di PT.TAT memberikan jaminan ketepatan takaran, kualitas dan harga, program “3S” sebagai program keramahan pelayanan. Untuk saat ancaman persaingan industri SPBU cukup kuat.

 Selain itu juga mulai banyak agen penyalur BBM resmi selain SPBU b) Ancaman Masuknya Pesaing Baru

sektor swasta maupun pihak asing untuk masuk menjadi pesaing baru khususnya di bidang SPBU.

2) Pemotongan subsidi BBM juga akan menarik minat pesaing baru untuk masuk karena masyarakat akan mulai menggunakan BBM non-subsidi. 3) Ada juga ancaman pemain lama, tapi mengeluarkan produk baru yang

serupa, seperti shell yang berupaya mengembangkan BBM sekelas premium untuk menyaingi pasar premium yang dijual di SPBU.

4) SPBU baru dan SPBU asing yang baru berdiri mempunyai fasilitas yang lengkap, itu juga merupakan ancaman dari SPBU PT.TAT yang telah berdiri, jadi pelayanan dari operator dan segala aspek yang ada di SPBU sangat mempengaruhi penjualan di SPBU.

c) Ancaman Pembeli

1) Konsumen Sekarang memiliki beberapa alternative pilihan untuk membeli BBM. Dihadapkan pada berbagai macam pilihan produk BBM, dengan kondisi seperti ini SPBU memberikan suatu penawaran seperti konsumen perusahaan seperti memberikan pembayaran secara berjangka 3 hari, 5 hari dan 7 hari. Untuk mendapatkan goal dari pertamina dalam menaikkan peringkat pasti pas, ini dilakukan untuk memberikan kepuasan bagi konsumen. Konsumen yang puas dengan produk dan pelayanan dari salah satu SPBU PT.TAT akan menjadi loyal dan memungkinkan untuk terciptanya word of mouth dapat tercipta. Dalam hal ini konsumen yang diberikan pembayaran secara berjangka adalah konsumen langganan baik dari pabrik, perusahaan maupun ekspedisi.

2) Konsumen Semakin pintar, lebih berhati-hati dan cermat dalam memilih produk BBM

3) Meningkatnya pendapatan dan jumlah masyarakat kelas menengah menambah jumlah konsumen yang bersedia memakai merek asing yang sering dianggap lebih berkualitas.

4) Pilihan konsumen untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi

5) BBM adalah produk yang sensitif dengan harga. Apabila harga di SPBU lain lebih murah konsumen akan berlari kesana. Seperti kenaikan harga BBM tanggal 17 November 2014 lalu ketika ada kenaikan harga BBM,

umumnya masyarakat berlomba-lomba mengisi bensin di SPBU sebelum kehabisan BBM atau sebelum harganya menjadi mahal.

d) Ancaman Pemasok

1) Tidak Banyak Pemain BBM di Indonesia karena produksi BBM masih di dominasi oleh PT.Pertamina (Persero). Oleh karena itu suppliernya disini pastilah PT.Pertamina (Persero). Kita ketahui bahwa PT.Pertamina (Persero) adalah market leader dan produsen terbesar serta dominan di seluruh wilayah Indonesia. Karena punya kepentingan dan visi misi sejalan, dengan demikian tidak ada ancaman yang berarti dari pemasok.

2) Ancaman terbesar yaitu terkait pasokan dari jumlah minyak bumi di Indonesia yang terus menurun. Jika jumlah minyak bumi di Indonesia habis, maka hal ini dapat menjadi ancaman bagi supply BBM Ke SPBU. Dan menyebabkan kelangkaan BBM.

e) Ancaman Produk Pengganti

1) Bahan bakar hayati atau Biofuel, merupakan bahan bakar baik padat, cair maupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic, biofuel dapat dihasilkan secara langsung dari tanaman atau tidak langsung dari limbah industri, komersial, domestik dan pertanian. Biofuel dapat menjadi ancaman karena biofuel menawarkan kemungkinan memproduksi energi tanpa meningkatkan kadar karbon di atmosfer yang dapat menyebabkan global warming.

2) Mobil berbahan bakar listrik dan sinar matahari, tidak menggunakan bahan bakar kimia seperti premium, solar, pertamax dan lain-lain namun pengembangan bahan bakar listrik, biofuel maupun sinar matahari belum signifikan di Indonesia. Kendala dari pengembangan bahan bakar tersebut adalah:

 Harga bahan bakar alternatif yang relatif masih lebih mahal dibandingkan harga produk BBM subsidi saat ini, seperti produk bioetanol dan biosolar

 Masyarakat belum teredukasi dengan baik mengenai keuntungan dan kelebihan produk alternatif untuk kendaraannya

 Harga kendaraan yang mengaplikasikan bahan bakar alternatif seperti energi listrik masih mahal

dalam jangka panjang produk subtitusi tersebut menjadi ancaman kuat untuk produk BBM. Bukan tidak mungkin penjualan BBM akan turun drastis dan masyarakat beralih ke produk subtitusi BBM. Sudah waktunya PT.TAT untuk melakukan pengembangan produk bahan bakar gas, listrik dan biologi.

Dari uraian diatas menempatkan PT.TAT memiliki banyak tantangan dalam persaingan. Mulai persaingan memperoleh BBM dari supplier hingga terdapat pesaing utama dan pendatang baru yang berpotensi menjadi pesaing PT.TAT di masa mendatang. Hasil dari analisa ini akan menjadi input analisa SWOT dalam aspek Opportunities dan Threats yang tersirat pada tabel 4.16 Tabel 4.16 Hasil Analisa Porter’s Five Forces

Aspek analisa Kode Hasil Analisa Rivalry Among

Existing Competitors

FF1 Mulai banyak agen penyalur BBM resmi selain SPBU yang berpotensi meningkatkan persaingan kompetitif FF2 Semenjak pemerintah membuka pasar hilir BBM di

Indonesia, perusahaan minyak dan gas asing mulai berdatangan seperti SHELL

Threat of New Entrants

FF3 Diterbitkan UU Migas no 22/2001 yang meliberalisasi migas sehingga tidak lagi menjadi monopoli Pertamina. Hal ini membuka kesempatan bagi sektor swasta maupun pihak asing untuk masuk menjadi pesaing baru khususnya di bidang SPBU

FF4 Pemotongan subsidi BBM juga akan menarik minat pesaing baru untuk masuk karena masyarakat akan mulai menggunakan BBM non-subsidi

FF5 Ada juga ancaman pemain lama, tapi mengeluarkan produk baru yang serupa, seperti shell yang berupaya mengembangkan BBM sekelas premium untuk menyaingi pasar premium yang dijual di SPBU

FF6 SPBU baru dan SPBU asing yang baru berdiri mempunyai fasilitas yang lengkap

Bargaining Power of

FF7 Konsumen Sekarang memiliki beberapa alternative pilihan untuk membeli BBM.

FF8 Konsumen Semakin pintar, lebih berhati-hati dan cermat dalam memilih produk BBM

Buyer FF9 Meningkatnya pendapatan dan jumlah masyarakat kelas menengah menambah jumlah konsumen yang bersedia memakai merek asing yang sering dianggap lebih berkualitas

FF10 BBM adalah produk yang sensitif dengan harga Bargaining Power of

Suppliers

FF11 Tidak Banyak Pemain BBM di Indonesia karena produksi BBM masih di dominasi oleh PT.Pertamina (Persero) FF12 Ancaman terbesar yaitu terkait pasokan dari jumlah

minyak bumi di Indonesia yang terus menurun Threat of Subtitute

Products or Services

FF13 Bahan bakar hayati atau Biofuel, merupakan bahan bakar baik padat, cair maupun gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organic

FF14 Mobil berbahan bakar listrik dan sinar matahari,

4.3.Analisa Lingkungan Eksternal SI/TI

Dokumen terkait