• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.6. Sistem Informasi

Menurut Laudon dan Laudon (2010, p46) sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah,

keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.

Aktifitas dasar dari Sistem Informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :

a. Input, Melibatkan pengumpulan data mentah dari dalam organisasi atau dari lingkungan eksternal untuk pengolahan dalam suatu sistem informasi.

b. Process, Melibatkan proses mengkonversi input mentah ke bentuk yang lebih bermakna.

c. Output, Mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan.

d. Feedback, Output yang di kembalikan ke anggota organisasi yang sesuai untuk kemudian membantu mengevaluasi atau mengkoreksi tahap Input.

Menurut James O’Brien (2010, p26) sistem adalah sekelompok

komponen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur. Menurut O’Brien (2010, p34) informasi adalah data

yang telah dikonversi ke dalam konteks yang bermakna dan berguna bagi pengguna akhir tertentu. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut James

O’Brien (2010, p4) sistem informasi dapat merupakan kombinasi teratur dari

orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Manusia bergantung pada sistem informasi untuk melakukan komunikasi dengan peralatan fisik (hardware), instruksi pemrosesan informasi atau prosedur (software), jaringan komunikasi (network), dan data (data

resources).

Menurut (O’Brien, 2005, p.10) ada tiga peran penting yang dapat dilakukan sistem informasi untuk sebuah perusahaan bisnis yaitu:

1. Mendukung proses dan operasi bisnis.

2. Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya 3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif.

Menurut (O’Brien, 2005, p.39) aktifitas sistem informasi meliputi: 1. Input

Data mengenai transaksi bisnis dan kegiatan lainnya harus disiapkan untuk pemrosesan melalui aktivitas input. Input biasanya berbentuk aktivitas pemasukan data seperti pencatatan dan pengeditan. Para pengguna akhir biasanya memasukkan data secara langsung ke dalam sistem komputer, atau mencatat data mengenai transaksi dan beberapa jenis media fisik seperti formulir kertas. Hal ini biasanya meliputi berbagai aktifitas edit untuk memastikan bahwa mereka telah mencatat data dengan benar.

2. Proses

Data itu biasanya tergantung pada aktivitas pemrosesan seperti penghitungan, perbandingan, pemilahan, dan pengklasifikasian. Aktivitas-aktivitas ini mengatur, menganalisis, dan memanipulasi data kemudian mengubahnya ke dalam informasi bagi para pengguna akhir. Kualitas data apa pun yang disimpan dalam sistem informasi harus dipelihara melalui proses terus-menerus dari aktivitas perbaikan dan pembaharuan.

3. Output

Informasi dalam berbagai bentuk dikirim ke pemakai ahir dan disediakan untuk mereka dalam aktivitas output. Tujuan dari sistem informasi adalah untuk menghasilkan produk informasi yang tepat bagi para pengguna akhir.

4. Penyimpanan

Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk digunakan kemudian. Penyimpanan merupakan komponen dasar dari sistem informasi.

5. Pengendalian

Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktifitas input, proses, output, dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktifitas sistem yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilahbuilding blockyaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Jogiyanto 2008 : 12)

Gambar 2.1 Blok sistem informasi yang berinteraksi ( Jogiyanto, 2008)

1. Blok Masukan, Input mewakili data yang masuk kedalam sistem

informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model, Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan

model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan didasar data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Jogiyanto 2008 : 13)

3. Blok Keluaran, Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang

merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi, Teknologi merupakan “kotak alat” (toolbox) dari pekerjaan

sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendaliaan dari sistem keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data, Basis data (database) merupakan kumpulan dari data

keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data didalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat yang disebut dengan DBMS (Data Base Management Sistem).

6. Blok Kendali, Supaya sistem informasi dapat berjalan sesuai dengan

yang diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di dalamnya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung cepat diatasi. Jogiyanto (2008 : 13)

Jadi dapat disimpulkan Sistem informasi adalah perpaduan sekumpulan elemen yang dipertemukan dengan maksud untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkan dan memastikan bahwa strategi sistem informasi tersebut selaras dengan strategi bisnis. Sistem Informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam organisasi yaitu untuk mendukung strategi bisnis organisasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif.

Dokumen terkait