BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
A. Analisa Sistem
Kegiatan yang dilakukan pada tahap analisa ini bertujuan untuk
menentukan persyaratan-persyaratan teknis dan mengidentifikasi informasi
yang akan ditampilkan pada aplikasi workgroup berbasis web. Analisa pada
rekayasa web dilakukan dari empat sisi, yaitu analisa isi informasi, analisa
interaksi, analisa fungsional, dan analisa konfigurasi. Sebelum melakukan
analisa sistem, terlebih dahulu akan dipaparkan gambaran umum dari sistem
yang akan dikembangkan.
1. Gambaran Umum Sistem
Aplikasi workgroup berbasis web yang akan dikembangkan
bertujuan untuk memfasilitasi koordinasi, komunikasi, kerja sama,
pertukaran informasi, diskusi pemecahan masalah, maupun negosiasi antar
anggota suatu kelompok kerja melalui internet. Untuk dapat menggunakan
aplikasi ini, maka orang harus melakukan pemasangan atau instalasi
aplikasi ke dalam sebuah komputer server terlebih dahulu. Orang yang
melakukan pemasangan ini akan disebut sebagai administrator sistem.
Administrator sistem adalah administrator yang memiliki hak
penuh dalam mengakses dan mengatur web server beserta semua
workgroup yang ada di dalamnya. Hak utama administrator sistem adalah
dapat menentukan workgroup mana saja yang diperbolehkan atau tidak.
Artinya administrator sistem bisa menghapus workgroup yang ada tetapi
tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau bahkan tidak difungsikan.
Untuk menjalankan tugas dan wewenangnya, administrator sistem dapat
menggunakan program aplikasi phpMyAdmin. Jadi, tidak ada fasilitas
khusus dalam aplikasi workgroup ini yang dikembangkan untuk
administrator sistem.
Selain administrator sistem, tentunya sistem yang multi user ini
memiliki user yang lain. User dari sistem ini adalah para anggota
kelompok kerja yang dipimpin oleh seorang ketua, yang akan disebut
sebagai administrator workgroup, calon anggota dan calon administrator
workgroup. Jadi, secara khusus user aplikasi workgroup ini adalah
anggota workgroup, administrator workgroup, calon anggota dan calon
administrator workgroup.
Untuk menjadi seorang administrator workgroup, calon
administrator harus membuat sebuah kelompok baru. Saat membuat
kelompok baru, calon administrator harus memasukkan data mengenai
workgroup dan data pribadinya. Setelah itu sistem akan mengecek setiap
masukan. Apabila semuanya valid, maka calon administrator telah
berhasil menjadi administrator dari kelompok yang baru. Administrator
workgroup akan memiliki status yang bernilai 1 pada tabel user.
Sedangkan untuk menjadi seorang anggota, calon anggota harus
melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftaran memerlukan data
pribadi calon anggota dan memilih salah satu workgroup yang ada.
Apabila masukkan dari calon anggota sudah valid menurut sistem, maka
data calon akan tercatat di dalam tabel user dengan status bernilai 3 yang
berarti belum resmi menjadi anggota. Sedangkan nilai status untuk
anggota yang sudah resmi diterima adalah 2. Orang yang berhak untuk
mengubah nilai status ini adalah administrator workgroup bersangkutan.
Adapun hak-hak dari setiap user adalah seperti yang telah
diterangkan pada bab satu bagian batasan masalah (halaman 3 sampai 5).
Perlu ditekankan bahwa sistem ini juga memungkinkan adanya
beberapa kelompok kerja. Jadi, administrator workgroup bisa lebih dari
satu orang, lain dengan administrator sistem yang hanya satu orang saja.
Seorang administrator sistem bisa saja sekaligus menjadi administrator
sebuah workgroup, atau bahkan menjadi anggota dari sebuah workgroup
yang lain. Begitu juga dengan administrator workgroup bisa menjadi
anggota dari sebuah workgroup yang lain. Atau dengan kata lain seorang
anggota bisa menjadi seorang administrator workgroup bila anggota
tersebut membuat workgroup baru.
2. Analisa Isi Informasi
Sesuai dengan tujuan dari pengembangan workgroup berbasis web
ini, maka informasi yang harus tersedia adalah informasi yang
berhubungan dengan kegiatan kerja sama kelompok kerja beserta
informasi jadwal maupun koordinasi yang akan dilakukan.
Aplikasi workgroup berbasis web ini menyediakan fasilitas
kolaborasi asynchronous maupun synchronous. Fasilitas kolaborasi
asynchronous yang disediakan meliputi agenda, buku alamat,
pengumuman, forum, dan file manager. Sedangkan untuk kolaborasi
synchronous, disediakan fasilitas chat room.
Agenda, pengumuman, dan forum akan disajikan dalam format
teks karena akan lebih sesuai dan efektif. Buku alamat akan ditampilkan
dengan perpaduan antara gambar, dalam hal ini foto diri, dan teks.
Sedangkan untuk file manager tentunya harus mendukung untuk mengatur
beberapa macam format file. Dan untuk chat room sendiri chatting dengan
menggunakan teks juga akan lebih efisien dan mudah untuk dilakukan.
Sedangkan fasilitas buat workgroup baru, daftar, profil dan anggota
baru (fasilitas khusus administrator workgroup untuk menerima calon
anggota atau tidak) akan disajikan dengan perpaduan teks dan gambar.
Penentuan format ataupun bentuk dari isi informasi dari setiap
fasilitas seperti diatas bertujuan untuk meningkatkan kinerja sistem.
3. Analisa Interaksi
Aplikasi workgroup berbasis web ini akan berfungsi sebagai kantor
maya, ruang pertemuan maya ataupun agenda bagi para anggota
workgroup yang tergabung di dalamnya untuk saling bertukar informasi.
Sebagai sebuah sistem yang multi user, maka untuk bisa
menggunakan aplikasi workgroup ini user, baik administrator workgoup
maupun anggota, harus melalui proses login terlebih dahulu. Hal ini
dimaksudkan untuk menjaga hak akses dan keamanan informasi
kelompok. Setelah itu user bisa memanfaatkan aplikasi ini jika user
memang memiliki hak tersebut.
4. Analisa Fungsional
Adapun fungsi dari aplikasi workgroup ini tergambar dari
fungsi-fungsi fasilitas yang disediakan oleh aplikasi ini. Berikut disajikan fungsi-fungsi
dari masing-masing fasilitas yang ada.
a. Buat kelompok baru, berfungsi bagi para pengunjung atau calon
administrator workgroup untuk membuat sebuah workgroup baru.
b. Daftar, berfungsi bagi para pengunjung yang ingin bergabung menjadi
anggota dari salah satu workgroup yang ada.
c. Agenda, berfungsi membantu anggota-anggota kelompok
merencanakan, mencatat dan menyusun jadwal kegiatan bersama yang
akan dilaksanakan.
d. Buku alamat, berfungsi untuk membantu anggota-anggota kelompok
mencatat dan berbagi alamat-alamat anggota serta alamat-alamat
penting lain.
e. Pengumuman, berfungsi untuk memudahkan anggota-anggota
kelompok dalam berbagi berita terbaru dan berkomunikasi secara
tidak langsung.
f. Forum, berfungsi untuk memudahkan anggota-anggota kelompok
membahas suatu masalah, di mana setiap masalah diatur terpisah
dengan masalah lainnya.
g. Chat Room, berfungsi untuk memungkinkan anggota-anggota
kelompok untuk berkomunikasi secara langsung dengan media tulisan.
h. File Manager, berfungsi untuk memudahkan anggota-anggota
kelompok dalam mengarsip dan mengatur, melakukan download
ataupun upload file-file milik bersama. Dalam hal ini file yang
dimaksud lebih mengarah pada file-file dokumen ataupun teks dan
gambar yang mendukung kerja kelompok.
i. Anggota baru, hanya berfungsi bagi administrator workgroup untuk
menerima ataupun menolak calon anggota yang mendaftarkan diri.
j. Profil, berfungsi bagi anggota maupun administrator workgroup untuk
mengubah data pribadi maupun deskripsi workgroup bagi
administrator workgroup.
5. Analisa Konfigurasi
Aplikasi workgroup ini dikembangkan dengan kebutuhan sistem
antara lain sistem operasi Microsoft Windows XP Professional versi 2002
ke atas dan browser Internet Exploler 6.0 dengan resolusi layar 1024 x
768 pixel atau browser Mozilla Firefox 1.0 dan Opera 7.21 dengan
resolusi layar 1024 x 768 pixel.
Dalam dokumen
PENGEMBANGAN APLIKASI WORKGROUP BERBASIS WEB
(Halaman 44-50)