BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1. Analisa Sistem
Pencatatan nilai praktikan yang masih dicatat secara manual mengakibatkan
munculnya salah perhitungan hasil akhir nilai praktikan. Pihak instruktur atau
asisten juga merasa kesulitan apabila menghadapi pilihan untuk mengubah nilai
praktikum dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini dibangun untuk menghadapi
masalah tersebut. Sehingga instruktur tidak akan kerepotan dalam mengganti
maupun menghitung nilai akhir praktikan. Langkah awal dalam membangun sebuah sistem adalah menganalisa sistem, mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh
user dan apa yang dipermasalahkan oleh user. Di dalam sistem penilaian
praktikum ini terdapat tiga user, antara lain instruktur praktikum, kepala
laboratorium, dan praktikan. Karena berhubungan dengan penilaian praktikum,
maka akan dibangun proses input nilai praktikum yang hanya akan bisa di akses
oleh para instruktur praktikum, sedangkan untuk kepala laboratorium dan
praktikan hanya mempunyai kepentingan untuk mengetahui nilai praktikum.
Untuk instruktur praktikum akan dibangun aplikasi penilaian berbasis desktop,
sedangkan untuk kepala laboratorium dan praktikan akan dibangun aplikasi
berbasis web. Aplikasi berbasis desktop dipilih untuk instruktur dikarenakan
aplikasi ini hanya boleh di akses oleh instruktur praktikum (bersifat rahasia). Dan
aplikasi berbasis web dipilih karena aplikasi ini akan dapat di akses baik oleh
kepala laboratorium, maupun oleh para praktikan (bersifat umum). Selain
dibangun sebuah web service yang menjadi pembahasan utama. Seperti yang telah
dijelaskan pada bab sebelumnya, sebuah web service adalah layanan web yang
menyediakan fungsi-fungsi yang dibutuhkan oleh proses-proses di dalam sistem
penilaian praktikum. Untuk membangun keseluruhan aplikasi dan web service,
dibutuhkan beberapa perangkat lunak pengembang (software development).
Perangkat lunak yang akan digunakan antara lain, Microsoft Visual Studio 2005,
Sybase Power Designer 6 32-bit, Microsoft Visio 2007, dan Microsoft SQL
Server 2005. Ilustrasi arsitektur sistem penilaian praktikum yang akan dibangun
dapat digambarkan seperti pada Gambar 3.1.
Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa perangkat lunak yang akan
digunakan :
a. Microsoft Visual Studio 2005
Bahasa pemrograman yang akan digunakan dalam membangun
aplikasi keseluruhan adalah bahasa VB (Visual Basic). Sejarah Visual Basic
dimulai dari penemuan BASIC (Beginner’s All Purpose Symbolic
Instruction Code), sebuah bahasa yang mudah dipelajari dan digunakan bagi
progammer pemula, pada tahun 1964. Pada tahun 1975, ketika Microsoft
merupakan perusahaan baru, Microsoft BASIC dan produk sukses mereka
Quick BASIC (QBASIC) menjadi versi BASIC yang banyak digunakan. Quick BASIC bisa digunakan dalam Windows ketika diluncurkan, tetapi
masih diperlukan usaha lebih untuk pemrogaman Graphical User Interface
(GUI).
Microsoft mengeluarkan produk baru, yaitu Visual Basic 1.0 yang
merupakan bahasa pemrogaman berbasis GUI. Visual Basic merupakan
bahasa interpreter, yaitu bahasa yang menggunakan program khusus untuk
membaca dan menjalankan kode tanpa proses compile terlebih dahulu.
Proses compile adalah proses menterjemahkan kode dalam bahasa tingkat
tinggi menjadi bahasa mesin. Bahasa pemrogaman yang membutuhkan
proses compile disebut bahasa compiler. Visual Basic 1.0 bukanlah program
yang pertama kali muncul dengan model seperti itu, tapi program ini
menyediakan lingkungan yang cepat untuk membangun grafis antar muka
Basic adalah bahasa interpreter yang hasil tampilanya tidak terlalu bagus
apabila dibandingkan dengan Visual C++, Delphi, atau bahasa compiler lain.
Perubahan lain adalah kemampuan membuat komponen.
Membagi-bagi kode dalam suatu program adalah dengan menuliskanya sebagai
prosedur. Versi-versi baru Visual Basic dengan kemampuanya membuat
komponen-komponen menjadi semakin kompleks. Versi 4.0 yang
diluncurkan pada tahun 1996 merupakan versi pertama yang bisa membuat
komponen dan sekarang merupakan komponen penting dalam membuat
proyek pemrogaman.
Banyak tambahan fitur-fitur baru ke dalam Visual Basic, namun semuanya dibangun pada dasar-dasar yang sudah ada. Untuk menulis bahasa
baru yang terlepas dari bahasa sebelumnya membutuhkan banyak usaha.
Kelebihan dari bahasa baru adalah benar-benar terhindar dari kelemahan
bahasa progran yang lalu. Ini yang dilakukan oleh Microsoft pada waktu
berpindah dari Visual Basic 6.0 ke Visual Basic .NET. Bahasa ini ditulis
ulang untuk membuat versi yang benar-benar handal.
Visual Basic .NET dibangun diatas teknologi .NET, yaitu teknologi
dan konsep platform yang dapat digunakan mengembangkan aplikasi yang
terdistribusi melalui internet. Teknologi .NET ini tercermin dalam .NET
framework yang merupakan dasar untuk pengembangan aplikasi-aplikasi
berbasis .NET. .NET framework menyediakan dua hal penting. Yaitu
Common Language Runtime (CLR) dan Class Library. CLR merupakan
engine yang menjalankan aplikasi .NET dan menyediakan layanan-layanan
seperti sistem operasi yang menyediakan lapisan antara program dengan
kompleksitas sistem. Bahasa yang memenuhi Common Language
Specification (CLS) juga dapat menggunakan .NET framework. Class
Library menyediakan satu set besar fungsi wrapping dan abstraksi seperti
internet protokol, akses file system, manipulasi XML dan banyak lagi.
Karena dibangun berdasarkan teknologi .NET maka Visual Basic
.NET mampu untuk membuat aplikasi yang terdistribusi malalui internet
dimana client bukan lagi hanya PC, namun dapat berupa alat-alat yang lain
seperti mobile device dalam lingkungan yang terintegrasi. Visual Basic
.NET mampu membuat aplikasi server (ASP.NET, XML Web Service) dalam lingkungan yang terintegrasi.
Alasan mengapa menggunakan Visual Basic .NET 2005 ini karena
Microsoft Visual Basic adalah bahasa pemrogaman yang digunakan untuk
membuat aplikasi Windows yang berbasis grafis (GUI - Graphical User
Interface). Untuk mendesain tampilan yang kita inginkan, kita perlu
meletakan objek-objek grafis ke lembar (form) yang sudah tersedia ada
Visual Basic dan selanjutnya kita hanya perlu memikirkan struktur dan
logika data dari program utama.
Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrogaman yang
dikembangkan oleh Microsoft. Selain itu Visual Basic juga merupakan
sarana (tools) untuk menghasilkan program-program aplikasi berbasiskan
Windows. Beberapa kemampuan atau manfaat dari Visual Basic adalah bisa
objek- objek pembantu program seperti control ActiveX, file, help, aplikasi
internet dan sebagainya.
b. Microsoft SQL Server 2005
Microsoft SQL Server 2005 adalah perangkat lunak pengolahan
database yang sesuai untuk mengolah informasi dalam jumlah yang besar.
SQL Server adalah bagian dari Back Office Microsoft, yang juga
menyertakan Back Office Server, Exchange Server, Proxy Server, Site
Server, Small Bussiness Server, SNA Server, dan System Management Server.
Tahun 1993 SQL Server mulai dikembangkan oleh Microsoft. Pada SQL Server saat itu Microsoft merupakan porting partner bagi Sybase SQL
Server, karena itu tidak heran jika SQL Server yang dikembangkan ini
mempunyai arsitektur yang berbasis Sybase. Pada tahun 1995 dan 1996
secara berurutan, SQL Server versi 6.0 dan 6.4 akhirnya dirilis.
Setelah dirilisnya kedua versi tersebut, selanjutnya perbaikan SQL
Server direncanakan akan dirilis sebanyak tiga kali, yang pada setiap rilisnya
menitikberatkan pada hal yang berbeda. Rilis pertama fokus pada
pembangunan ulang arsitektur SQL Server agar sesuai untuk digunakan oleh
perusahaan, yaitu SQL Server 7.0. pembangunan arsitektur tidak dilakukan
dari awal, tapi dari arsitektur yang sudah ada dengan disertai penyesuaian
terhadap beberapa aplikasi yang telah berjalan pad SQL Server. Dengan rilis
pertama ini menjadikan SQL Server sebagai DBMS pertama yang dapat
2000. Pada versi ini ditambahkan fitur XML, data mining, upgrade OLAP
dari versi sebelumnya, dan fitur materialized views. Sedangkan rilis ketiga
yaitu SQL Server 2005.
Selain sejarah, rasanya perlu juga dikenalkan juga beberapa fitur yang
dimiliki oleh SQL Server 2005. Beberapa diantaranya adalah:
1. Upgrade menjadi SQL Server 2005, misalnya dari versi 2000, berbeda
dengan upgrading pada versi-versi sebelumnya, maka tidak perlu ada
migrasi database.
2. Perubahan tools sets dapat dikatakan dilakukan secara besar-besaran.
SQL Enterprise Manager dan Query Analyzer diganti dengan SQL Server Management Studio. Beberapa kemampuan Analysis Manager
juga telah tercakup pada SQL Server Management. The Client Network
Utility, server Network Utility, dan SQL Service Manager diganti
dengan SQL Server Configuration Manager MMC snap-in. selain itu
ada tambahan tool set baru, yaitu Business Intelligence Development
Studio, yang digunakan membangun aplikasi business intelligence.
Dengan adanya perubahan tool set secara besar-besaran ini dapat
mendukung fungsionalitas DBA secara keseluruhan yang tidak
didapatkan pada beberapa rilis sebelumnya.
3. SQL Server 2005 menggantikan Data Transformation Service (DTS)
pada SQL Server 7.0 dan 2000 dengan SQL Server Integration Services
(SSIS). Meski sangat mungkin untuk menjalankan package DTS di
SQL Server 2005, tidak ada lagi tools yang dapat mendukung
migrasi dari package DTS menjadi SSIS untuk melakukan
pengembangan baru, yaitu dengan Data Transformation Services
Migration Wizard.
4. Menambahkan dukungan untuk AMD dan Intel 64 bit pada arsitektur
x86, Itanium 64 bit, dan ekstensi untuk tuning system NUMA (
Non-Uniform Memory Access).
Berikut adalah alasan dan keunggulan menggunakan Microsoft SQL
Server 2005 sebagai manajemen pengolahan data, antara lain:
1. Menyediakan pengelolaan view secara dinamis, yaitu dengan adanya
catalog views, karena digantikanya sistem tabel menjadi sistem catalog.
Pengelolaan dalam DBMS dan memecahkan permasalahan dengan
adanya Dedicated Administrative Console dan melakukan tuning.
2. Mampu menyimpan dan memelihara mirror kopian database dari
server lain.
3. Mengurangi beban kerja DBA.
4. Upgrading dari versi sebelumnya tidak memerlukan migrasi database.
Selain perangkat lunak, perangkat keras (hardware) juga dibutuhkan
sebagai media untuk aplikasi yang dibangun. Berikut adalah penjelasan mengenai
standart minimum beberapa perangkat keras yang dibutuhkan :
a. Sistem Operasi : Standar minimum sistem operasi yang disarankan adalah
sistem operasi Microsoft Windows XP. Namun yang akan digunakan
Microsoft Windows dipilih karena aplikasi yang akan dibangun berbasis
Windows.
b. Media Output : Media untuk output program berupa monitor PC ataupun
monitor laptop.
c. Media Input : Media untuk input program berupa mouse, keyboard, keypad
laptop ataupun touchpad laptop.