BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS PENELITIAN
B. Analisa Spasialisasi Media Nusantara Citra
Spasialisasi adalah bentuk perluasan usaha oleh perusahaan media. Dalam bahasa politik, adalah ekspansi dan akuisisi, sepertri yang dilakukan oleh MNC. Karena seperti yang kita tahu, PT Bhkati Investama adalah cikal-bakal dari lahirnya MNC, PT Bhakti Investama yang didirikan pada tahun 1982, dalam waktu setahun perusahaan ini mampu mengakuisisi PT Bimantara Citra Tbk, lalu dengan semangat bisnis yang tinggi pada tahun 1989 perusahaan ini dengan berani mendirikan stasiun televisi swasta pertama di Indonesia yang di beri nama RCTI, lalu beberapa media cetak mulai bergabung, dilanjutkaan
8 http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol3355/font-size1-colorff0000bkepemilikan-silang-di-media-penyiaran-bfontbr-kebebasan-pers--atau-ancaman-demokrasi, di akses pada tanggal 5 April 2010.
pada tahun berikutnya dengan bergabungnya beberapa media penyiaran suara atau radio, seperti ARH Global dan Women Radio, dan pada tahun 1997, atas permintaan Viacom Indonesia dan Bhakti Investama, dengan menghimpunnya semua perusahaan yang di mulai pada tahun 1987, maka pada tahun 1991 dari hasil dihimpunnya beberapa perusahaan tersebut maka berdirilah Media Nusantara Citra (MNC Grup). Dengan mengkonsentrasikan seluruh program dan kegiatannya pada satu jalur, yaitu media9.
Berikut ini adalah macam-macam perusahaan yang berada di bawah naungan Media Nusantara Citra, yaitu:
1. Broadcasting Media
Di bawah ini adalah struktur bagan perusahaan Broadcasting Media di bawah naungan Media Nusantara Citra yang membawahi TV dan Radio, yaitu:
Gambar 1
9
Struktur Bagan MNC Broadcast Media
PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNC) yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo yang membawahi perusahaan yang menaungi beberapa stasiun TV dan Radio ternama di Indonesia. Stasiun TV seperti, RCTI (PT Rajawali Citra Televisi Indonesia), TPI (PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia), Global TV (PT Global Informasi Bermutu), dan SUN TV (Sun Televisi Network). Adapun Radio yang di bawah naungan MNC Networks
seperti, Trijaya Networks, Radio Dangdut TPI, Women Radio, dan Globalradio ARH.10
Di bawah ini adalah beberapa perusahaan Broadcasting Media yang memiliki kepemilikan saham di bawah naungan Media Nusantara Citra, antara lain:
10
Tabel 6
Kepemilikan Saham Broadcasting Media
No Nama Broadcasting Media Kepemilikan Saham MNC
1 RCTI 100% kepemilikan MNC
2 TPI 75% kepemilikan MNC
3 Global TV 100% kepemilikan MNC
Di bawah ini adalah beberapa perusahaan media penyiaran Radio di bawah naungan MNC Networks yang memiliki kepemilikan saham dibawah naungan Media Nusantara Citra, antara lain:
Tabel 7
Kepemilikan Saham Radio Networks
No Nama Radio Kepemilikan Saham MNC
1 Trijaya Networks 95% kepemilikan MNC
2 Radio Dangdut TPI 95% kepemilikan MNC 3 Women Radio 95% kepemilikan MNC
4 Globalradio ARH 95% kepemilikan MNC
Dan pada saat ini, MNC juga berusaha mengembangkan perluasan usahanya pada wilayah yang lebih global, dengan mengikuti jejak seorang pengusaha Sudwikatmono dengan perusahaannya Subentra Grup, dalam pengembangan usaha produksi film layar lebar melalui akses jaringan bioskop 21 yang tersebar hampir di seluruh kota besar yang berada di
Indonesia. Beraneka ragam film Indonesia, dari mulai kategori film horor, film yang bernuansa religi, drama percintaan, juga yang agak action hasil olahan sutradara yang dimiliki MNC mulai sibuk memasuki bioskop-bioskop besar di tanah air. Dalam hal ini, penulis menganalisa spasialisasi adalah sejumlah pelaku konglomerat yang menanamkan sahamnya pada tumbuhnya kelompok (Grup) perusahaan dalam satu tangan, karena dengan banyaknya modal yang dimiliki perorangan dalam hal ini, sebuah perusahaan mampu mengakuisisi perusahaan lain, baik yang dengan sengaja melakukan kerjasama atau pun penggabungan perusahaannya ke dalam perusahaan yang telah besar dari mulai lahirnya, atau pun yang perusahaan yang dalam masalah, dalam kasus ini TPI misalnya yang pada tahun 2006 mengalami kesulitan keuangan di dalamnya, demi menyelamatkan sebuah stasiun televisi tersebut dari pihak manager melakukan penjualan saham kepada MNC11. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis mengasumsikan analisa spasialisasi pada kepemilikan modal, sehingga membentuk suatu kata yang kemudian menjadi judul besar dalam skripsi ini, yaitu konglomerasi. Kiat MNC untuk masuk ke industri radio adalah untuk memberikan solusi iklan media yang menyeluruh kepada pengiklan dan radio adalah pelengkap untuk TV dan usaha koran MNC.
2. Print Media
11. Veranika Kusuma, Konglomerasi Media Dalam Grup MNC, dalam situs
http://fordiletante.wordpress.com/2008/01/29/konglomerasi-media-dalam-grup-mnc-media-nusantara-citra/ diakses pada tanggal 23 Maret 2020, dan di ekspos pada tanggal 29 Januari 2008.
Ini adalah struktur bagan perusahaan Print Media di bawah naungan Media Nusantara Citra yang membawahi Newspaper, Tabloid dan
Magazine, yaitu:
Gambar 2.
Struktur Bagan MNC Print Media
PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNC) ini membawahi perusahaan yang menaungi Newspaper (MNI) seperti, Seputar Indonesia (Nasional dan Regional). Dalam bidang Tabloid (MNI Global) seperti, Tabloid
Genie, Tabloid Mom&Kiddie, dan Tabloid Realita. Dalam bidang
Magazine seperti, MNI Publishing, MNI Entertainment, HighEnd, dan
HighEndteen.12
Di bawah ini adalah beberapa perusahaan Print Media yang memiliki kepemilikan saham dibawah naungan Media Nusantara Citra, antara lain:
12
Tabel 8
Kepemilikan Saham Print Media
No Nama Print Media Kepemilikan Saham MNC
1 Seputar Indonesia 100% kepemilikan MNC
2 Tabloid Genie 100% kepemilikan MNC
3 Tabloid Mom&Kiddie 100% kepemilikan MNC
4 Tabloid Realita 100% kepemilikan MNC
5 MNI Publishing 75% kepemilikan MNC
6 MNI Entertainment 80% kepemilikan MNC
7 HighEnd 80% kepemilikan MNC 8 HighEndteen 80% kepemilikan MNC
Dalam hal ini juga, penulis MNC dalam melakukan ekspansi dan akuisisi dalam bidang media, karena selain tujuan MNC adalah meningkatkan mutu dan kualitas berbagai macam program, juga melakukan perluasan wilayah dalam bidang media, baik dengan mendirikan perusahaan dan industri baru dalam bidang yang sama, maupun berusaha menyelamatkan media lain dengan membeli beberapa persen saham yang di miliki perusahaan tersebut.
3. Value Added Services
Ini adalah struktur bagan perusahaan Print Media di bawah naungan Media Nusantara Citra yang membawahi Value Added Services, yaitu:
Gambar 3
Struktur Bagan MNC Value Added Services
PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNC) ini membawahi perusahaan yang menaungi Value Added Services seperti, VAS & Mobile Games, Linktone Ltd, dan Letang Game Ltd.
Di bawah ini adalah beberapa perusahaan Value Added Services yang memiliki kepemilikan saham dibawah naungan Media Nusantara Citra, antara lain:
Tabel 9
Kepemilikan Saham Value Added Services
No Nama Print Media Kepemilikan Saham MNC
1 VAS & Mobile Games 100% kepemilikan MNC 2 Linktone Ltd 95% kepemilikan MNC
3 Letang Game Ltd 95% kepemilikan MNC
Linktone Ltd ialah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis nilai tambah seperti content provider dan SMS.
Linktone Ltd adalah salah satu penyedia terdepan jasa hiburan interaktif wireless untuk konsumen di Cina. Pada bulan Januari 2006 MNC memulai operasi dalam bisnis Value Added Services. MNC terus mengembangkan content yang dapat diterapkan di seluruh platform
bisnisnya. Bisnis MNC yang berbasis content di televisi, radio, dan media cetak telah menciptakan media digital in-house yang berfokus pada internet, teknologi broadband, komunikasi wireless, programming on-demand dan produk interaktif sesuai dengan permintaan. Hal ini meningkatkan kemampuan kami dalam bidang VAS yang berkaitan dengan platform media yang berbeda, baik secara tersendiri maupun secara kolektif. Selain kegiatan bisnis VAS yang dilakukan di Indonesia, MNC juga mengoperasikan bisnis Wireless Value Added Services
(WVAS) di Cina melalui Linktone Ltd.
4. Agency & Content Production
Ini adalah struktur bagan perusahaan Print Media di bawah naungan Media Nusantara Citra yang membawahi Agency & Content Production, yaitu:
Gambar 4
Struktur Bagan MNC Agency & Content Production
PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNC) ini membawahi perusahaan yang menaungi Agency & Content Production seperti, Production House, MNC Picture, Creative & Talent Agency, Cross Media International
(CMI) 100% kepemilikan MNC, dan Star Media Nusantara (SMN) 70% kepemilikan MNC.13
Di bawah ini adalah beberapa perusahaan Agency & Content Production yang memiliki kepemilikan saham dibawah naungan Media Nusantara Citra, antara lain:
Tabel 10
Kepemilikan Saham Agency & Content Production
13
No Nama Print Media Kepemilikan Saham MNC
1 Production House 100% kepemilikan MNC
2 MNC Picture 100% kepemilikan MNC
3 Creative & Talent Agency 100% kepemilikan MNC 4 Cross Media International (CMI) 100% kepemilikan MNC 5 Star Media Nusantara (SMN) 70% kepemilikan MNC
Integrasi keseluruhan platfrom media pada tahun 2009, menurut Hary Tanoesoedibjo sebagai CEO Media Nusantara Citra dalam meningkatkan rencana dan strategi tersebut adalah “Integrasi Menyeluruh Berbagai Platform Media” untuk mendapatkan keunggulan penuh dari konsolidasi dan sinergi dan mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan untuk hasil jangka panjang.14
MNC telah membentuk Star Media Nusantara (SMN) yang bertanggung jawab untuk mengindentifikasi, mengikat, mempromosikan, dan mengelola artis-artis berbakat untuk menjadi generasi bintang berikutnya dalam dunia hiburan. Posisi MNC sebagai perusahaan media terpadu yang terkemuka memungkinkan Perseroan untuk menawarkan kepada artis-artis kami sebuah eksposur yang besar melalui kekuatan di tiga stasiun siaran TV nasional, selain peluang-peluang signifikan untuk mengembangkan karier di berbagai media melalui TV, radio, dan media cetak. Saat ini SMN mengelola lebih dari 70 artis yang berasal dari juara
14
dan finalis dari Indonesian Idol, KDI, Miss Indonesia, MTV VJ Hunt, Idola Cilik, Star Teen, serta berbagai bintang akting drama serial.