4.2.2.1 Analisa Faktor Lingkungan Internal (IFAS)
Analisa Faktor Lingkungan Intenal merupakan analisa yang dilakukan terhadap dua bagian dari SWOT yaitu Strength (kekuatan) dan Weakness (kelemahan), hal ini akan memberikan informasi sampai sejauh mana kekuatan dari internal dari perusahaan , dan kelemahan apa saja yang dimiliki. Sehingga dapat dilakukan perbaikan. Dengan mengenali kekuatan dan kelemahan yang ada serta pemahaman akan ancaman dan peluang merupakan hal yang amat penting dilakukan dalam menjabarkan strategi perusahaan kedalam langkah-langkah strategis pada tingkat bisnis unit. Hal ini terutama
masing-masing secara lebih spesifik. Dalam mengenali karakteristik lingkungan usahanya, diharapkan setiap bisnis unit dengan kompetensi inti yang dimilikinya, mampu memanfaatkan setiap peluang yang timbul dan dapat mengantisipasi setiap kemungkinan buruk yang akan dihadapi oleh perusahaan. Setelah mengetahui kondisi restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar dalam melakukan bisnis, maka dapat disimpulkan hal-hal apa saja yang menjadi Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) sebagai berikut :
1) Strength (Kekuatan)
Kekuatan adalah keadaan positif di dalam internal perusahaan yang dapat membantu meningkatkan daya saing perusahaan. Beberapa kekuatan yang dimiliki oleh restoran cepat saji Rocket Chicken Kota Blitar yang dapat diidentifikasi diantaranya :
a) Lokasi yang strategis. b) Harga makanan bersaing.
c) Telah memiliki pelayanan delivery order. d) Kualitas produk terjamin.
e) Menu makanan yang bervariasi. 2) Weakness (Kelemahan)
Kelemahan adalah kekurangan merupakan hal-hal yang negatif yang terdapat di dalam perusahaan yang dapat mengancam perununan kualitas dan kemampuan daya saing perusahaan. Kelemahan yang dimiliki oleh Rocket Chicken Kota Blitar diantara lain yaitu :
a) Merk rocket chicken belum terlalu dikenal b) Lahan parkir terlalu sempit.
c) Karyawan kurang terampil. d) Kurangnya Promosi
e) Fasilitas kurang lengkap (wifi tidak bisa diakses oleh konsumen)
4.2.2.2 Analisa Faktor Lingkungan Eksternal (EFAS)
Analisa faktor lingkungan eksternal ini digunakan untuk melakukan analisa terhadap ancaman dan peluang terhadap bisnis yang dimiliki.
1) Opportunities (Peluang)
Peluang merupakan kondisi-kondisi eksternal perusahaan yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategiknya. Peluang-peluang yang dapat
diperoleh Rocket Chicken Kota Blitar di antaranya adalah :
a) Potensi pasar cukup baik.
b) Mengembangkan jenis varian yang lain (bentuk penyajian dan rasa). c) Ketersediaan dan kemudahan untuk mendapatkan bahan baku ayam.
d) Perubahan gaya hidup masyarakat Kota Blitar yang menyukai makanan cepat saji.
e) Produk tergolong makanan yang disukai oleh segala usia. 2) Thread (Ancaman)
Ancaman adalah suatu kondisi eksternal perusahaan yang dapat mengganggu perusahaan dalam meningkatkan daya saing. Ancaman yang dihadapi oleh Rocket
a) Kenaikan harga bahan baku.
b) Daya beli masyarakat cukup rendah.
c) Munculnya usaha restoran cepat saji lainnya. d) Meningkatnya pajak restoran.
e) Strategi bisnis mudah ditiru
4.2.2.3 Pemberian Bobot, Rating, dan Skor
Pemberian bobot pada faktor internal dan eksternal didasarkan pada penyebaran angket yang telah dilakukan pada karyawan “Rocket Chicken” Kota Blitar . Rata-rata dari faktor internal dan eksternal yang diperoleh atas pendapat karyawan. Data yang diperoleh dari hasil penjumlahan skor setiap indikator kekuatan pada seluruh responden kemudian dibagi dengan jumlah keseluruhan responden yang berjumlah 5 responden.
Pemberian nilai rating dilakukan dengan meminta bantuan manajer “Rocket Chicken” Kota Blitar sebagai patokan. Manajer perusahaan dianggap sebagai sumber yang paling mengerti kondisi perusahaan baik internal maupun eksternal. Sedangkan hasil skor didapatkan dari nilai bobot dikalikan nilai rating.
Hasil dari pemberian bobot, rating, dan skor dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel Matriks Internal Faktor Analisis Summary (IFAS)
No Strenght (Kekuatan) Bobot Rating Score
1 Lokasi yang strategis. 0,13 4 0,52
2 Harga makanan bersaing. 0,13 4 0,52
3 Telah memiliki pelayanan delivery order. 0,13 4 0,52
4 Kualitas produk terjamin. 0,12 4 0,48
5 Menu makanan yang bervariasi. 0,12 4 0,48
No Weakness(Kelemahan) Bobot Rating Score 1 Merk rocket chicken belum terlalu dikenal. 0,08 3 0,24
2 Lahan parkir terlalu sempit. 0,07 2 0,14
3 Karyawan kurang terampil. 0,06 2 0,12
4 Kurangnya Promosi. 0,08 3 0,24
5 Fasilitas kurang lengkap (wifi tidak bisa diakses oleh konsumen).
0,08 3 0,24
Total score weakness 0,98
TOTAL 1 3,50
Tabel Matriks Eksternal Faktor Analisis Summary (EFAS)
No Opportunities(Peluang) Bobot Rating Score
1 Potensi pasar cukup baik. 0,13 4 0,52
2 Mengembangkan jenis varian yang lain (bentuk penyajian dan rasa yang baru).
0,11 4 0,44
3 Ketersediaan dan kemudahan untuk mendapatkan bahan baku ayam.
0,10 3 0,33
4 Perubahan gaya hidup masyarakat kota blitar yang menyukai makanan cepat saji.
0,12 4 0,48
5 Produk tergolong makanan yang disukai oleh segala usia.
0,13 4 0,52
Total score opportunities 2,29
No Threats(Ancaman) Bobot Rating Score
1 Kenaikan harga bahan baku. 0,08 2 0,19
2 Daya beli masyarakat cukup rendah. 0,08 2 0,19
3 Meningkatnya pajak restoran. 0,08 3 0,24
4 Munculnya usaha restoran cepat saji sejenis. 0,09 3 0,27
5 Strategi bisnis mudah ditiru. 0,08 2 0,19
Total score threats 0,98
4.2.3 Hasil Analisis SWOT pada“Rocket Chicken” Kota Blitar
Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada Rocket Chicken Kota Blitar yang telah dijabarkan pada tabel yang ada di atas, sehingga hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Skor Total Kekuatan = 2,52 2. Skor Total Kelemahan = -0,98 3. Skor Total Peluang = 2,29 4. Skor Total Ancaman = -0,98
Dari hasil perhitungan di atas, di dalam perhitungan strateginya memerlukan penegasan dari adanya posisi dalam salib sumbu yaitu antara kekuatan dan kelemahan, maupun peluang dan ancaman yang kesemuanya digambarkan dalam garis-garis positif dan negatif. Hal ini mengakibatkan, skor total kekuatan tetap 2,52 skor total kelemahan menjadi – 0,98 sedangkan skor total peluang 2,29 dan skor total ancaman menjadi – 0,98.
Dari analisis tersebut di atas sehingga faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang sedikit lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi Rocket Chicken Kota Blitar berada pada kwadran 1 yang berarti pada posisi PERTUMBUHAN , dimana hal ini menunjukkan kondisi intern Rocket
Chicken Kota Blitar yang KUAT, dengan lingkungan yang sedikit MENGANCAM.
Untuk menemukan koordinat maka dapat menggunakan cara sebagai berikut:
- Koordinat Analisis Internal (Skor total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 sehingga menjadi 2,52 – 0,98 : 2 = 0,77
- Koordinat Analisis Eksternal (Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 Sehingga (2,29 – 0,98) : 2 = 0,65
- Jadi titik koordinatnya terletak pada (0,77 dan 0,65)
Gambar Diagram analisis SWOT
Dari diagram pada gambar analisa Rocket Chicken Kota Blitar berada pada kuadran I, di mana pada kuadran ini Strength yang dimiliki harus dimaksimalkan, karena banyak Opportunities yang dapat diambil. Contohnya adalah dengan membuka cabang-cabang baru pada daerah-daerah di Kota Blitar yang masyarakatnya memiliki kecenderungan menyukai makanan cepat saji. Seperti membangun cabang baru di daerah-daerah dekat perumahan karena kebanyakan masyarakat perumahan adalah masyarakat modern yang menyukai makanan cepat saji yang dapat dengan mudah dicari
Opportunities Strenght Weakness Threats I Growth II Stability III Defence IV Diversivikasi (0,77 ; 0,65)
(seperti penambahan menu baru dengan citra rasa baru dan penyajian yang unik) serta mempertahankan pelayanan yang baik. Kondisi ini harus dimanfaatkan karena jika konsumen dapat memenuhi kebutuhan dan mendapatkan pelayanan yang baik, mereka akan kembali untuk membeli produk dari perusahaan.
Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal yang dapat dilihat dari diagram analisis SWOT (X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran I. Pada kuadran I berarti perusahaan berada pada kondisi GROWTH. Setelah melakukan analisis kuadran selanjutnya akan ditemukan hasi perhitungan dari masing-masing kuadran.
Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada tabel dibawah :
Kombinasi Strategi Matriks SWOT
Strength (S) Weakness (W) Opportunities (O) Strategi SO 2,52 + 2,29 5,81 Strategi WO 0,98 + 2,29 3,37 Threats (T) Strategi ST 2,58 + 0,98 3,56 Strategi WT 0,98 + 0,98 1,96
Tabel Perhitungan Dari Masing-Masing Kuadran
Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Ranking Prioritas Strategi
I (2,52 ; 2,29 ) 5,81 1 Growth II (2,58 ; 0,98) 3,56 2 Stabilitas III (0,98 ; 2,29) 3,37 3 Penciutan IV (0,98 ; 0,98) 1,96 4 Kombinasi IFAS EFAS
Keterangan :
- Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh
perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
- Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
- Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
- Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setia p kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.
4.2.4 Matriks SWOT dan Implementasi Strategi Bisnis
Tabel 5. Matriks SWOT pada Rocket Chicken Kota Blitar
IFAS EFAS
Kekuatan (S)
1. Lokasi yang strategis. 2. Harga makanan bersaing. 3. Telah memiliki
pelayanan delivery order.
Kelemahan (W)
1. Merk rocket chicken belum terlalu dikenal. 2. Kurangnya Promosi 3. Fasilitas kurang lengkap
(wifi tidak bisa diakses oleh konsumen)
Peluang (O)
1. Potensi pasar cukup baik.
2. Perubahan gaya hidup masyarakat kota blitar yang menyukai makanan cepat saji.
3. Produk tergolong makanan yang disukai segala usia.
STRATEGI SO 1. Membuka cabang di daerah lain. 2. Melakukan diferensiasi produk untuk berbagai kalangan. 3. Memperbanyak kegiatan promosi dan memberikan promo-promo kepada
konsumen.
STRATEGI WO
1. Memberbanyak kegiatan promosi.
2. Mengadakan event atau bonus bagi konsumen. 3. Meningkatkan nama
brand agar lebih unggul.
Ancaman (T) 1. Munculnya usaha STRATEGI ST 1. Mempertahankan harga STRATEGI WT 1. Membeli fasilitas
lainnya. 2. Meningkatnya pajak restoran. 3. Kenaikan harga bahan baku. 2. Mempertahankan dan mengembangkan inovasi. 3. Menciptakan keloyalitasan konsumen. 2. Menambah jumlah promosi. 3. Meningkatkan citra merek agar lebih unggul.
Berdasarkan keterangan pada tabel internal faktor strategi/tabel eksternal faktor strategi (IFS/EFS) tersebut maka dapat dijabarkan sebagai berikut:
1) Strategi SO ( strength dan opportunities)
Strategi ini dilakukan untuk memanfaatkan kekuatan perusahaan guna menangkap peluang yang dimiliki perusahaan. Menggunakan media promosi yang tepat sasaran sesuai pasar yang akan dituju oleh perusahaan sehingga tepat sasaran. Melakukan inovasi terhadap jenis produk yang ditawarkan dan menjamin kualitas produk yang ditawarkan serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen untuk mendapatkan citra baik perusahaan dimata konsumen.
2) Strategi ST ( strength dan treats)
Strategi ini diterapkan dimana kekuatan yang dimiliki perusahaan digunakan untuk mengatasi ancaman yang mungkin dapat dihadapi oleh “Rocket Chicken” Kota Blitar. Perusahaan dapat menetapkan harga yang bersaing untuk menghindari ancaman dari tumbuhnya usaha dibidang yang sama serta perushaan akan unggul.
3) Strategi WO (weakness dan opportunities)
Strategi ini diterapkan pada saat adanya peluang yang dimiliki perusahaan guna mengatasi ancaman usaha. Perusahaan harus melakukan inovasi untuk menangkap peluang yang ada agar mempunyai karakter dimata konsumen, serta
menetapkan harga produk yang kompetitif agar tidak kalah dengan perusahaan lain.
4) Strategi WT (weakness dan treats)
Strategi ini diterapkan saat perusahaan harus mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki perusahaan agar terhindar dari ancaman usaha yang akan dihadapi. Perusahaan harus mampu mencukupi kekurangan kendaraan dan karyawan yang menjadi kekurangan dari perusahaan. Fokus dalam membidik pangsa pasar agar tujuan dari perusahaan dapat terpenuhi terlebih dahulu. Pemilihan karyawan tidak tetap sesuai dengan keahlian namun dapat dipercaya kinerjanya misalkan dengan rekomendasi.
Strategi bisnis yang tepat diterapkan pada “Rocket Chicken” Kota Blitar untuk saat ini adalah menerapkan strategi SO ( strength Opportunities). Strategi SO ( strength dan opportunities) ini dilakukan untuk memanfaatkan kekuatan perusahaan guna menangkap peluang yang dimiliki perusahaan.
Implementasi strategi bisnis pertama yang dapat di lakukan adalah dengan membuka cabang di daerah lain. Strategi kedua adalah melakukan diferensiasi produk untuk berbagai kalangan karena produk yang dimiliki oleh restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar cenderung disukai oleh berbagai usia, sehingga dengan adanya menu yang bervariasi dengan menyediakan menu-menu yang sesuai dengan usia, mulai dari menu untuk anak-anak, pelajar, dan makanana sehat untuk lansia dapat menarik konsumen untuk datang dan membeli produk dari perusahaan.
Strategi yang ketiga yaitu memberbanyak kegiatan promosi. Menggunakan media promosi yang tepat sasaran yaitu media promosi dengan jaringan internet karena
media promosi dengan jaringan internet sangat tepat digunakan pada era modern, konsumen dapat mengakses permintaannya dengan mudah dan fleksibel karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Menggunakan media promosi yang tepat sasaran yaitu media promosi dengan jaringan internet karena media promosi dengan jaringan internet sangat tepat digunakan pada era modern, konsumen dapat mengakses permintaannya dengan mudah dan fleksibel karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Media promosi dengan jaringan internet dapat meminimalkan biaya operasional perusahaan. Melakukan inovasi terhadap jenis produk yang ditawarkan dan menjamin kualitas produk yang ditawarkan serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen untuk mendapatkan citra baik perusahaan dimata konsumen.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil analisis data nilai faktor internal adalah 3,50 didapat dari total penjumlahan skor faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan. Nilai 3,50 memiliki arti nilai tersebut tinggi dengan penilaian skala likert . Nilai kekuatan paling tinggi terdapat pada poin lokasi yang strategis dengan skor 0,52. Ini menunjukkan bahwa lokasi restoran cepat saji “Rocket Chicken” yang berada di Jl. Semeru, Kepanjen Lor, Kepanjen Kidul, Kota berpengaruh besar terhadap kelangsungan bisnis. Nilai kelemahan paling tinggi terdapat pada poin kurangnya promosi yang dilakukan oleh restoran cepat saji “Rocket Chicken” dengan skor 0,24 ini menunjukan bahwa perlu dilakukannya promosi yang lebih intens.
2. Hasil analisis data nilai faktor eksternal adalah 3,27 yang didapat dari total penjumlahan skor faktor peluang dan ancaman perusahaan. Nilai 3,27 memiliki arti nilai tersebut tinggi dengan penilaian skala likert . Nilai peluang paling tinggi terdapat pada poin potensi pasar yang baik dengan skor 0,52 ini menunjukan potensi pasar yang dimiliki restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar baik karena banyaknya konsumen yang berminat dengan produk perusahaan. Nilai ancaman paling tinggi terdapat pada poin munculnya usaha restoran cepat
saji sejenis dengan skor 0,27 ini menunjukkan bahwa perusahaan harus siap dengan ancaman eksternal.
3. Hasil analisis data mengenai posisi perusahaan dengan menggunakan analisis SWOT menunjukkan bahwa restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar berada dalam fase pertumbuhan usaha. Dengan nilai faktor internal 3,50 dan nilai faktor eksternal 3,27 maka strategi bisnis yang cocok diterapkan pada restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar adalah dengan menggunakan strategi SO (Strength Opportunities). Strategi SO dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan perusahaan guna menangkap peluang pasar yang tinggi. 4. Implementasi strategi bisnis yang perlu dilakukan antara lain : pertama yang dapat di lakukan adalah dengan membuka cabang di daerah lain. Strategi kedua adalah melakukan diferensiasi produk untuk berbagai kalangan. Dan strategi yang ketiga yaitu memberbanyak kegiatan promosi.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut :
1. Dengan adanya masalah kurangnya promosi pada faktor internal restoran cepat saji “Rocket Chicken” Kota Blitar maka perusahaan saat ini perlu melakukan promosi yang lebih banyak dan semenarik mungkin agar bisa menarik konsumen.
2. Sebagai restoran cepat saji dengan banyak pesaing “Rocket Chicken” Kota Blitar diharapkan lebih dapat mewaspadai ancaman dari usaha lain dengan selalu berinovasi dan meningkatkan mutu perusahaan.