ANALISA DAN PEMBAHASAN
IV.4. Analisa Tabel Silang
Analisa tabel silang pada bagian ini akan memuat tentang penilaian dan data dalam satu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif. Namun analisis tabel ini bukanlah dapat disajikan sebagai penentu utama untuk melihat hubungan variabel yang diteliti, tetapi ditujukan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dan hubungannya dengan data yang lain.
Kumpulan data yang akan disajikan dan dianalisa dalam tabel silang ini terdiri dari :
1. Hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena hobi dengan pengetahuan mengenai perkembangan acara reality show yang bertemakan musik.
2. Hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap kasus dengan tingkat keseringan menonton tayangan reality show Termehek-mehek.
3. Hubungan antara frekuensi dalam menonton televisi dalam sehari dengan tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan menerima informasi yang disampaikan saja.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Tabel 42
Hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena hobi dengan pengetahuan mengenai perkembangan acara
reality show yang bertemakan musik.
Alasan menonton tayangan reality show karena hobi
Mengetahui perkembangan acara reality show yang bertemakan musik
Total Tidak tahu Kurang tahu Tahu Sangat tahu Tidak setuju Kurang setuju Setuju Sangat setuju 5 1 1 0 12 6 5 0 20 17 18 2 2 3 4 0 39 27 28 2 Total 7 23 57 9 96 P5.1/FC.7&P9.3/FC.21
Tabel 40 diatas menjelaskan tentang hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena hobi dengan pengetahuan mengenai perkembangan acara reality show yang bertemakan musik.
Dari 96 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 7 orang menyatakan tidak tahu, 23 orang menyatakan kurang tahu, 57 orang menyatakan tahu dan 9 orang menyatakan sangat tahu menonton mengenai perkembangan acara reality show yang bertemakan musik.
Sebaran data tentang alasan menonton tayangan reality show karena hobi yaitu 39 orang menyatakan tidak setuju, 27 orang menyatakan kurang setuju, 28 orang menyatakan setuju dan yang sangat setuju hanya 2 orang.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Berdasarkan data-data diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan ada hubungan antara hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena hobi dengan pengetahuan mengenai perkembangan acara reality show yang bertemakan musik. Responden menjawab mereka mengetahui tentang perkembangan acara reality show yang bertemakan musik karena mereka hobi menonton tayangan tersebut yakni:
- Tidak setuju = 100% 20,83% 96 20x = - Kurang setuju = 100% 17,70% 96 17 x = - Setuju = 100% 18,75% 96 18x = - Sangat setuju = 100% 2,08% 96 2 = x
Responden menyatakan tidak setuju sebesar 20,83%, responden menyatakan kurang setuju sebesar 17,70%, responden menyatakan setuju sebesar 18,75% dan responden yang menyatakan sangat setuju sebesar 2,08% dengan alasan tahu tentang perkembangan musik karena hobi menonton tayangan reality show yang bertemakan musik.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Tabel 43
Hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap kasus dengan tingkat keseringan menonton
tayangan reality show Termehek-mehek
Alasan menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap
kasus
Tingkat keseringan menonton tayangan reality show Termehek-mehek Total Tidak pernah Kadang-kadang Sering Sangat sering Tidak setuju Kurang setuju Setuju Sangat setuju 3 3 6 0 7 18 23 1 6 13 15 0 0 0 1 0 16 34 45 1 Total 12 49 34 1 96 P6.1/FC.11&P14.1/FC.30
Tabel 41 diatas menjelaskan tentang hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap kasus dengan tingkat keseringan menonton tayangan reality show Termehek-mehek.
Dari 96 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 12 orang menyatakan tidak pernah, 49 orang menyatakan kadang-kadang, 34 orang menyatakan sering dan 1 orang menyatakan sangat sering menonton reality show Termehek-mehek.
Sebaran data tentang alasan menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap kasus yaitu 16 orang menyatakan tidak setuju, 34 orang
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
menyatakan kurang setuju, 45 orang menyatakan setuju dan yang sangat setuju hanya 1 orang.
Berdasarkan data-data diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan ada hubungan antara alasan responden menonton tayangan reality show karena suka dengan cerita setiap kasus dengan tingkat keseringan menonton tayangan reality show Termehek-mehek. Responden menjawab mereka sering menonton tayangan reality show Termehek-mehek karena suka dengan cerita setiap kasusnya yakni:
- Tidak setuju = 100% 7,29% 96 7 x = - Kurang setuju = 100% 18,75% 96 18x = - Setuju = 100% 23,95% 96 23x = - Sangat setuju = 100% 1,04% 96 1 = x
Responden menyatakan tidak setuju sebesar 7,29%, responden menyatakan kurang setuju sebesar 18,75%, responden menyatakan setuju sebesar 23,95% dan responden yang menyatakan sangat setuju sebesar 1,04% dengan alasan sering menonton tayangan reality show Termehek-mehek karena suka dengan cerita setiap kasusnya.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Tabel 44
Hubungan antara frekuensi dalam menonton televisi dalam sehari dengan tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan
menerima informasi yang disampaikan saja
Frekuensi dalam menonton televisi
dalam sehari
Tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan menerima
informasi yang disampaikan saja
Total Tidak pernah Kadang-kadang Sering Sangat sering 1 kali sehari 2 kali sehari 3 kali sehari Lebih dari 3 kali
sehari 7 11 3 2 7 6 2 5 9 25 4 10 1 2 2 0 24 44 11 17 Total 23 20 48 5 96 P8/FC.18&P15.1/FC.36
Tabel 42 diatas menjelaskan tentang hubungan antara frekuensi dalam menonton televisi dalam sehari dengan tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan menerima informasi yang disampaikan saja. Dari 96 responden dalam penelitian ini memiliki sebaran data: 23 orang menyatakan tidak pernah, 20 orang menyatakan kadang-kadang, 48 orang menyatakan sering dan 5 orang menyatakan sangat sering tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan menerima informasi yang diberikan saja.
Sebaran data tentang frekuensi dalam menonton televisi dalam sehari yaitu 24 orang menyatakan 1 kali sehari, 44 orang menyatakan 2 kali sehari, 11
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
orang menyatakan 3 kali sehari dan yang lebih dari 3 kali sehari berjumlah 17 orang.
Berdasarkan data-data diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan ada hubungan antara frekuensi dalam menonton televisi dalam sehari dengan tingkat partisipasi ketika menonton dengan cara hanya menonton dan menerima informasi yang disampaikan saja. Responden menjawab frekuensi dalam menonton televisi sehari dengan tingkat partisipasi menonton yakni:
- 1 kali sehari = 100% 9,37% 96 9 = x - 2 kali sehari = 100% 26,04% 96 25 = x - 3 kali sehari = 100% 4,16% 96 4 = x
- Lebih dari 3 kali sehari = 100% 10,41% 96
10x =
Responden menyatakan frekuensi dalam menonton televisi 1 kali sehari sebesar 9,37%, responden menyatakan frekuensi dalam menonton televisi 2 kali sehari sebesar 26,04%, responden menyatakan frekuensi menonton televisi 3 kali sehari sebesar 4,16% dan responden frekuensi menonton hariannya lebih dari 3 kali sehari sebesar 10,41%.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
IV.5. Uji Hipotesa
Pengujian hipotesa adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji hipotesa, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman yaitu : rho = ) 1 ( 6 1 2 2 − −
∑
N N dDengan menggunakan analisa Spearman melalui aplikasi SPSS 16.0, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 45
Hasil Uji Korelasi Spearman
Correlations Motivasi Konsumsi terhadap tayangan reality show Pemenuhan kebutuhan informasinya
Spearman's rho Motivasi Konsumsi terhadap tayangan reality show
Correlation Coefficient 1,000 ,695(**) Sig. (2-tailed) . ,000 N 96 96 Pemenuhan kebutuhan informasinya Correlation Coefficient ,695(**) 1,000 Sig. (2-tailed) ,000 . N 96 96
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel 43 di atas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,695. Berdasarkan skala Guilford, hasil 0,695 menunjukkan hubungan yang cukup berarti.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Tanda korelasi pada koefisien korelasi menghasilkan + 0,695, yang menunjukkan arah hubungan yang sama antara variabel X dan variabel Y. Dengan kata lain, hal ini berarti semakin tinggi motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi maka semakin tinggi pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan warga kelurahan kampung Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan ataupun sebaliknya, semakin rendah motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi semakin rendah pula pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan warga kelurahan kampung Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan.
Signifikansi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan tanda */** (flag of significant ) diberikan SPSS. Jika probabilitas > 0,005, maka Ha ditolak, jika probabilitas < 0,005 maka Ha diterima. Pada bagian output korelasi di atas terlihat pasangan data yang berkorelasi secara signifikan, yaitu antara motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dan pemenuhan kebutuhan informasinya (probablilitas 0,001 yang lebih kecil dari 0,005 atau 0,001 < 0,005)
Selanjutnya dapat dilihat pada variabel motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dan pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan yang menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi secara signifikan.
Berdasarkan analisa di atas, dapat dirangkum bahwa hasil uji hipotesis pada masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan adalah 0,695. Sesuai kaidah dalam Spearman rs koefisien bahwa jika rs > 0 maka hipotesis diterima. Signifikan korelasi diketahui dari probabilitas yang lebih kecil
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
dari 0,005 (0,001 < 0,005) dan tanda ** (flag of significant) yang menunjukkan kedua variabel berkorelasi secara signifikan, maka hubungannya adalah signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan.
IV.6. Pembahasan
Setelah menganalisis setiap data dari kuesioner, maka dilanjutkan dengan menguji hipotesis yaitu pengukuran tingkat hubungan diantara dua variabel yang linear dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman. Spearman rs menjelaskan hubungan antara variabel X dan Y yang tidak diketahui sebaran data dan sebaran tidak normal.
Dengan hipotesa yang diajukan, diharapkan dapat menunjukkan apakah terdapat hubungan antara motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dengan pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan.
Pengujian hipotesa dimulai dengan membuat ranking dari nilai-nilai jawaban responden (masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan) pada kuesioner, yang telah diberi skor terlebih dahulu untuk setiap pertanyaan. Berdasarkan analisa SPSS, maka diperoleh koefisien korelasi rs
sebesar 0,695. Berdasarkan pernyataan rs > 0, maka hipotesa diterima. Karena probabilitas lebih kecil dari 0,005 maka hal ini menunjukkan signifikansi, artinya hipotesis yang diterima dalam penelitian ini adalah Ha (hipotesa alternatif), yaitu terdapat hubungan antara motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dengan pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan. Sekaligus juga menolak hipotesis yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dengan pemenuhan kebutuhan informasinya di kalangan masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan.
Kemudian untuk mengetahui tingkat signifikan hasil hipotesis tersebut, dilakukan dengan membandingkan probabilitas dengan nilai probabilitas 0,005. Maka diperoleh hasil 0,001 < 0,005 yang menunjukkan signifikansi, maka dinyatakan bahwa hubungannya signifikan. Artinya motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi memiliki hubungan dengan pemenuhan kebutuhan informaisnya di kalangan masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan. Tingkat signifikan tergantung dari ada tidaknya hubungan antara variabel X dan Y.
Selanjutnya untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan digunakan skala Guilford. Hasil rs = 0,695 pada skala 0,40-0,70. Hal ini menunjukkan hubungan yang cukup berarti antara motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi dengan pemenuhan kebutuhan informasinya kalangan masyarakat kelurahan Anggrung kecamatan Medan Polonia Medan.
Kemudian tahap selanjutnya adalah mencari besarnya kekuatan hubungan antara variabel X dan Y, yaitu dengan rumus :
Kp = (rs)2 x 100% Kp = (0,695)2 x 100% Kp = 0,483 x 100% Kp = 48,3%
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
Hal ini berarti bahwa kekuatan hubungan antara variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 48,3%.
Hasil uji hipotesis merupakan hasil akhir dari keseluruhan analisa data. Setelah seluruh nilai-nilai diperoleh, maka akan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan dan saran pada BAB V.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
BAB V PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan penyajian dan analisis data yang telah dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang dituntut dan telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Hal-hal yang memotivasi para masyarakat kelurahan Anggrung Medan Polonia yang menjadi responden penelitian ini dalam mengkonsumsi tayangan reality show adalah sebagai pengisi waktu luang dan untuk mengurangi tekanan pikiran serta melepaskan ketegangan pikiran.
2. Para responden merasa bahwa kebutuhan akan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dalam sebuah keluarga sudah dapat terpenuhi dengan menonton tayangan reality show di televisi.
3. Dengan intensitas yang cukup dalam menonton televisi maka pola konsumsi pun dapat terpenuhi dengan sendirinya.
4. Pengetahauan para responden cukup meningkat setelah menonton tayangan reality show di televisi khususnya pengetahuan akan kehidupan dalam sebuah keluarga dan upaya pemecahannya.
5. Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel 43 di atas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,695. Berdasarkan skala Guilford, hasil 0,695 menunjukkan hubungan yang cukup berarti artinya semakin tinggi motivasi konsumsi terhadap tayangan reality show di televisi
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.
maka semakin tinggi pemenuhan kebutuhaan informasinya di kalangan masyarakat kelurahan Anggrung Medan Polonia ataupun sebaliknya.
V.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang telah peneliti peroleh selama melakukan penelitian, maka peneliti mengajukan sejumlah saran sebagai berikut :
1. Banyak tayangan reality show yang semakin menjamur, tetapi intinya acara tersebut beragam namun seragam dan hanyalah saling menciplak antara satu tayangan dengan tayangan lainnya.
2. Beberapa tayangan reality show terlalu kelihatan bahwa itu semua hanyalah pura-pura belaka dan merupakan sebuah skenario dalam setiap episodenya, sehingga menjadikan rating acara tersebut menurun.
Imelda Bancin : Motivasi Konsumsi Terhadap Tayangan Reality Show Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasinya (Studi Korelasional pada masyarakat kelurahan Kampung Anggrung Medan Polonia), 2010.