• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Univariat Kepuasan Kerja

5. Masa Kerja

5.2.3 Analisa Univariat Kepuasan Kerja

Tabel 4.4 Hasil Analisa Univariat Dimensi Kepuasan Kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015

Dimensi

Kategori

Baik Kurang Baik

F % F %

1. Pekerjaan 49 42,6 66 57,4

2. Imbalan 65 56,5 50 43,5

3. Kesempatan Promosi 115 100 -

-4. Pengawasan 115 100 -

-5. Rekan Kerja 115 100 -

-Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Pada Tabel 4.4 didapatkan dimensi pekerjaan memiliki kategori kurang baik dengan persentasi 57,4% pada kepuasan kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015. Dari data diatas di dapatkan adanya rasa kurang menyenangi pekerjaannya sebagai perawat rawat inap di Rumah SakitUmum Haji Medan, hal ini disampaikan responden kepada peneliti tentang hal yang dialami oleh perawat rawat inap yaitu terkadang ada juga kejenuhan yang dirasakan pada pekerjaannya sebagai perawat jika mendapat beberapa pasien yang memiliki sikap yang perlu ekstra sabar menghadapinya namun tidak selalu hal itu terjadi. Pada dimensi imbalan, kesempatan promosi, pengawasan dan rekan kerja memiliki kategori baik pada kepuasan kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015. Hal ini dapat terlihat pada 100%

kategori baik yang ditempati oleh dimensi kesempatan promosi, pengawasan dan rekan kerja pada kepuasan kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015.

Tingkat Kepuasan Kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015 dapat terlihat dari Tabel 4.5 yang menunjukkan 60,9% atau 70 responden merasakan puas pada kepuasan kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015.

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Tingkat Kepuasan Kerja Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015

Tingkat Kepuasan Kerja Jumlah %

Tidak Puas -

-Puas 70 60,9

Sangat Puas 45 39,1

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Hal ini dapat dilihat pada Tabel 4.5 tanggapan responden terhadap dimensi kepuasan kerja yang sama sekali tidak ditemukan adanya jawaban kurang setuju dan tidak setuju dari pernyataan yang diajukan peneliti dalam melihat kepuasan kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015. Dimensi Imbalan pada kepuasan kerja didapatkan bahwa perawat rawat inap Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015 sudah merasa puas dengan gaji yang mereka terima sesuai dengan kemampuan dan waktu kerja mereka. Promosi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015 sudah sesuai dengan prestasi dan azas keadilan. Beberapa perawat yang bekerja > 15 Tahun yang sudah pernah mendapat pergeseran ke bagian rawat jalan lebih memilih berada di tempatkan di ruang rawat inap rumah sakit, karena alasan sudah terjalin kekeluargaan dengan rekan kerja di ruang rawat inap dan lebih merasa

nyaman untuk ikut serta lagi pada dinas malam meskipun terkadang ada saja yang menukar jadwal jaga yang sudah ditentukan namun mereka mengakui ada kesepakatan penukaran dinas malam yang dilakukan antara kedua belah pihak yang saling bertukar. Hal ini menunjukkan terjalin kerjasama yang baik antar sesama perawat.

Tabel 4.6 Tanggapan Responden Atas Variabel Kepuasan Kerja di Rumah Sakit Umum Haji Medan

4. Gaji yang diterima sesuai

dengan kemampuan 15 10,4 53 46,1 50 43,5 - - -

-5. Gaji yang diterima sesuai

dengan waktu kerja 15 10,4 53 46,1 50 43,5 - - -

9. Kepala perawat selalu memberi

pengarahan 2 1,7 44 38,3 69 60,0 - - -

-12. Terjalin kerjasama yang baik

antar sesama perawat 2 1,7 44 38,3 69 60,0 - - -

-Tabel 4.6 (Lanjutan)

Rekan Kerja

13. Rekan kerja selalu memberi

dukungan 2 1,7 44 38,3 69 60,0 - - -

-14. Bekerja kompak memajukan

visi misi 2 1,7 44 38,3 69 60,0 - - -

-Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah) 4.2.4 Hasil Analisis Bivariat Iklim Organisasi

Analisis bivariat digunakan untuk melihat korelasi (hubungan) antara iklim organisasi (struktur, standar, tanggung jawab, pengakuan, dukungan, komitmen) terhadap kepuasan kerjaperawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Pearson dengan tingkat kepercayaan 95%.

Untuk menentukan adanya hubungan antara iklim organisasi terhadap kepuasan kerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson.

Tabel 4.7 Hubungan Antara Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2015

Dimensi Iklim Organisasi Kepuasan Kerja

Korelasi Pearson Sig. (2–Tailed)

Struktur 0,646 0,000

Standar 0,572 0,000

Tanggung Jawab 0,444 0,000

Pengakuan 0,485 0,000

Dukungan 0,438 0,000

Komitmen 0,587 0,000

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Nazir (2003) mengatakan menurut Theodore Colton kekuatan korelasi antara dua variabel dapat ditentukan dari nilai korelasi pearson yang diperoleh sebagai berikut:

a. Korelasi sangat lemah: 0 – 0,25 b. Korelasi cukup kuat: 0,26 – 0,50 c. Korelasi kuat: 0,51 – 0,75 d. Korelasi sangat kuat: 0,76 -1

Tabel 4.8 Kekuatan, Arah dan Kemaknaan Korelasi Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Perawat Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji

Medan Tahun 2015

Dimensi Iklim Organisasi

Korelasi Kepuasan Kerja

Kekuatan Arah Kemaknaan

Struktur Kuat + Bermakna

Standar Kuat + Bermakna

Tanggung Jawab Cukup Kuat + Bermakna

Pengakuan Cukup Kuat + Bermakna

Dukungan Cukup Kuat + Bermakna

Komitmen Kuat + Bermakna

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Dari Tabel 4.7 dan Tabel 4.8 didapatkan dimensi struktur, standar dan komitmen pada iklim organisasi mempunyai korelasi yang kuat terhadap kepuasan kerja dan dimensi tanggung jawab, pengakuan dan dukungan pada iklim organisasi memiliki korelasi cukup kuat terhadap kepuasaan kerja yang secara statistik bermakna. Semua dimensi dari iklim organisasi memiliki korelasi kepuasan kerja arah positif.

a. Korelasi antara Dimensi Struktur dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,646 dan p = 0,000, menunjukkan korelasi kuat dan searah antara dimensi struktur dengan kepuasan kerja yang secara statistik bermakna (p <0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis didapatkan “semakin jelas struktur yang digunakan, maka semakin besar tingkat kepuasan kerja”, dan hasilnya subhipotesis diterima. Hal ini dapat disebabkan kepuasan kerja perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji medan dipengaruhi terhadap dimensi struktur pada iklim organisasi di rumah sakit tersebut.

b. Korelasi antara Dimensi Standar dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,572 dan p = 0,000, menunjukkan korelasikuat dan searah antara dimensi standar dengan kepuasan kerja yang secara statistik bermakna (p <0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis: “semakin tinggi standar kinerja yang digunakan, semakin besar tingkat kepuasan kerja”,dan hasilnya subhipotesis diterima. Hal ini dapat disebabkan standar yang ditetapkan Rumah Sakit Umum Haji Medan terus mengalami peningkatan sehingga pemimpin memberikan penekanan kepada perawat rawat inapnya untuk terus meningkatkan kinerja kerjanya

c. Korelasi antara Dimensi Tanggung Jawab dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,444 dan p = 0,000, menunjukkan korelasi cukup kuat dan searah antara dimensi tanggung jawab dengan kepuasan kerja yang secara statistik bermakna (p < 0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis: “semakin besar tanggung jawab, semakin besar tingkat kepuasan kerja”, dan hasilnya subhipotesis diterima. Hal ini dapat disebabkan karena responden dapat membedakan antara suatu tanggung jawab dan rutinitas kerja dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Tingkat keterampilan di antara responden, biasanya perawat dengan keterampilan tinggi akan menyukai tanggung jawab yang tinggi sehingga tercipta kinerja kerja yang baik sebaliknya perawat dengan keterampilan rendah akan kurang menyukai tanggung jawab yang tinggi. Dengan demikian terjadi kepuasan kerja yang tinggi pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan.

d. Korelasi antara Dimensi Pengakuan dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,485 dan p = 0,000 menunjukkan korelasi yang cukup kuat dan searah antara dimensi pengakuan dengan kepuasan kerja yang secara statistik bermakna (p<0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis: “semakin besar pengakuan, semakin besar tingkat kepuasan kerja”,dan hasilnya subhipotesis diterima.

e. Korelasi antara Dimensi Dukungan dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,438 dan p = 0,000, menunjukkan korelasi yang cukup kuat dan searah antara dimensi pengakuan dengan kepuasan kerja, yang secara statistik bermakna (p<0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis: “semakin besar dukungan, semakin besar tingkat kepuasan kerja”, subhipotesis diterima. Hal ini dapat disebabkan dukungan atasan dan kerjasama diantara perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum Haji Medan ini

tampak dukungan atasan dan kerjasama diantara perawat cukup mendukung kepuasan kerja mereka.

f. Korelasi antara Dimensi Komitmen dengan Kepuasan Kerja

Dari hasil analisa diperoleh nilai r = 0,587 dan p = 0,000, menunjukkan korelasi kuat dan searah antara dimensi pengakuan dengan kepuasan kerja, yang secara statistik bermakna (p<0,05).

Ini berarti pernyataan subhipotesis: “semakin besar komitmen, semakin besar tingkat kepuasan kerja”, subhipotesis diterima. Hal ini dapat disebabkan kebanggaan perawat rawat inap menjadi bagian dari rumah sakit serta komitmen mencapaikan tujuan rumah sakit ini mempengaruhi kepuasan kerja perawat itu sendiri.

4.2.5 Hasil Analisa Multivariat Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja

Dokumen terkait