BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.4 Analisis Akhir (Uji Hipotesis)
Analisis akhir (uji hipotesis) dilakukan setelah semua uji prasyarat terpenuhi, baik itu uji normalitas maupun uji homogenitas. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas, diketahui bahwa data seluruh data berdistribusi normal dan homogen. Oleh karena itu pengujian menggunakan statistis paramteris. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 21. Terdapat empat hipotesis yang akan dibahas dalam bagian ini. Uji hipotesis terdiri dari uji perbedaan dan uji keefektifan, uji perbedaan dilakukan menggunakan uji Independent Samples T Test. Uji keefektifan dilakukan dengan cara mencari nilai t menggunakan uji One Sample T Test. Uraian selengkapnya sebagai berikut:
4.1.4.1 Uji Perbedaan
Uji perbedaan dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran. Uji perbedaan pada program SPSS versi 21 uji Independent Samples T Test. Menu yang
digunakan yaitu Analize – Compare Means – Independent Samples t test. Sebelumnya dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan F test (Levene,s
Test). Artinya, jika varian sama, maka uji t mengunakan Equal Variances
Assumed (diasmsikan varian sama) dan jika varian berbeda maka menggunakan
Equal Varianses Not Assumed (diasumsikan varian berbeda). Kedua kelompok
dianggap tidak memiliki perbedaan nilai rata-rata apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05(Priyatno, 2010: 34-6). Berikut adalah hasil uji hipotesis pada nilai aktivitas dan hasil belajar siswa.
4.1.4.1.1 Uji Perbedaan Nilai Aktivitas Siswa
Uji hipotesis yang pertama adalah menguji perbedaan aktivitas siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran. Hasil uji hipotesis perbedaan aktivitas siswa menggunakan program SPSS 21 dapat dibaca pada tabel 4.11.
Tabel 4.11. Hasil Uji Perbedaan Aktivitas Siswa t-test for Equality of Means
t df Sig. (2tailed)- DiffeMean -
rence Std. Error Differenc e 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -3,544 51 ,001 -7,08 1,99 -11,09 -3,07162 -3,505 46,63 ,001 -7,08 2,02 -11,15 -3,01748
Hipotesis penelitiannya yaitu:
Ho: Tidak ada perbedaan aktivitas belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak antara yang mendapat metode pembelajaran kooperatif tipe
Cooperative Script dan yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think- Pair-Share. Ho: µ1 = µ2 (tidak ada perbedaan).
Ha: Ada perbedaan aktivitas belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak antara yang mendapat metode pembelajaran kooperatif tipe
Cooperative Script dan yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think-
Pair-Share. Ho: µ1≠ µ2 (ada perbedaan).
Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa data nilai aktivitas siswa memiliki varian yang sama atau homogen. Terlihat pada nilai signifikansi pada kolom Levene's Test for Equality of Variances sebesar 0,559. Dikarenakan data memliliki varian yang sama, maka pada kolom t-test for Equality of Means
menggunakan nilai signifikansi Equal variances assumed. Nilai signifikansi pada kolom Equal variances assumed sebesar0,001. Oleh karena itu H0 ditolak karena
0,001 < 0,005. Artinya ada perbedaan aktivitas belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak. Perbedaan yang dimaksud yaitu pada kelas yang mendapat metode pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script dan tipe Think- Pair-Share.
4.1.4.1.2 Uji Perbedaan Nilai Hasil Belajar Siswa
Uji hipotesis yang pertama adalah menguji apakah terdapat perbedaan aktivitas siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran. Hipotesis penelitiannya yaitu:
Ho: Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak antara yang mendapat metode pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script dan yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share.
Ha: Ada perbedaan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak antara yang mendapat metode pembelajaran kooperatif tipe Cooperative
Script dan yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share
Ho: µ1 ≠ µ2 (ada perbedaan).
Hasil uji hipotesis perbedaan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan program SPSS versi 21 dapat dibaca pada tabel 4.12.
Tabel 4.12. Hasil Uji Perbedaan Hasil Belajar Siswa t-test for Equality of Means
t df Sig. (2tailed)- DifferencMean e Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -3.544 51 .001 -8.500 2.398 -13.315 -3.685 -3.505 46.632 .001 -8.500 2.425 -13.380 -3.620
Berdasarkan tabel 4.12 dapat terlihat bahwa nilai signifikansi pada kolom
Equal variances assumed sebesar 0,001. Hal itu menandakan bahwa H0 ditolak
karena 0,001 ≤ 0,005. Artinya, ada perbedaan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak.
4.1.4.2 Uji Keefektifan
Pengujian pihak kanan dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 21. Langkah-langkahnya yaitu analyze - compare means - one sample t test.
Artinya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran cerita anak kelas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol. Jika –ttabel>thitung dan thitung>
ttabel, maka Ho ditolak. Artinya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam
pembelajaran cerita anak kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol Pengambilan keputusan juga bisa menggunakan nilai signifikansi. Jika nilai signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak (Priyatno 2010: 30-1).
4.1.4.2.1 Uji Keefektifan Nilai Aktivitas Siswa
Uji Keefektifan yang pertama yaitu menguji keefektifan metode pembelajaran Cooperative Script terhadap aktivitas siswa. Hipotesis penelitiannya adalah.
Ho: Penggunaan metode pembelajaran Cooperative Scrip tidak lebih efektif terhadap aktivitas siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share. Ho: µ1≤ µ2 (tidak lebih efektif).
Ha: Penggunaan metode pembelajaran Cooperative Script lebih efektif terhadap aktivitas siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share.
Ho: µ1 ≥ µ2 (lebih efektif).
Hasil uji kefektifan metode Cooperative Script terhadap nilai aktivitas siswa menggunakan program SPSS versi 21 dapat dibaca pada tabel 4.13.
Tabel: 4.13. Hasil Uji Keefektifan Metode Cooperative Script terhadap Nilai Aktivitas Siswa
Test Value = 82.50
t df Sig. (2tailed)- DifferenceMean 95% Confidence Interval of the Difference
Lower Upper
KELAS
EKSPERIMEN 5,711 27 ,000 7,08321 4,5382 9,6282
Berdasarkan tabel 4.13 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu Ho ditolak karena nilai signifikansi 0,000 < 0,005. Jadi penggunaan metode pembelajaran Cooperative Script lebih efektif terhadap aktivitas siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak. Pembelajaran dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share.
4.1.4.2.2 Uji Keefektifan Nilai Hasil Belajar Siswa
Uji keefektifan yang kedua yaitu menguji keefektifan metode pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa. Hipotesisnya yaitu: Ho: Penggunaan metode pembelajaran Cooperative Script tidak lebih efektif
terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share. Ho: µ1≤ µ2 (tidak lebih efektif).
Ha: Penggunaan metode pembelajaran Cooperative Script lebih efektif terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share.
Ho: µ1 ≥ µ2 (lebih efektif).
Hasil uji kefektifan metode Cooperative Script terhadap nilai hasil belajar siswa menggunakan program SPSS versi 21 dapat dibaca pada tabel 4.14.
Tabel 4.14. Hasil Uji Keefektifan Metode Cooperative Script terhadap Nilai Hasil Belajar Siswa
One-Sample Test Test Value = 79.00 t df Sig. (2- tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper NILAI_EKSPERIMEN 5.710 27 .000 8.50000 5.4459 11.5541
Berdasarkan tabel 4.14 dapat diketahui bahwa nilai nignifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu Ho ditolak karena 0,000 < 0,005. Jadi penggunaan metode pembelajaran Cooperative Script lebih efektif terhadap hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran cerita anak. Pembelajaran dibandingkan dengan penggunaan metode pembelajaran Think-Pair-Share.