• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.10 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2014: 331) dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas, yaiu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Karena datanya kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia. Dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial, karena penelitian yang diterapkan pada sampel akan diberlakukan kepada populasi (Sugiyono, 2014: 201).

Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini

cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara acak (Sugiyono, 2014: 201). Ada dua jenis statistik inferensial yaitu statistik parametris dan statistik non parametris. Sebelum menentukan uji statistik inferensial, peneliti terlebih dahulu melakukan uji prasyarat analisis.

3.10.1 Uji Prasyarat Analisis

Uji prasyarat analisis dilaksanakan sebelum menguji sebuah hipotesis. Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kesamaan rata- rata, uji normalitas dan uji homogenitas. Uji kesamaan rata-rata digunakan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen memiliki keadaan awal yang sama atau tidak. Uji normalitas digunakan untuk menentukan jenis statistik yang digunakan. Uji homogenitas dilakukan setelah uji normalitas data yang bertujuan untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak. Penjelasan selengkapnya dijelaskan sebagai berikut.

3.10.1.1 Uji Kesamaan Rata-rata

Uji kesamaan rata-rata digunakan untuk mengetahui kesetaraan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menganalisis hasil tes kemampuan awal kedua kelompok tersebut. Hasil uji ini akan menunjukkan setara atau tidaknya kelompok-kelompok yang terlibat dalam eksperimen sebelum perlakuan diberikan. Peneliti menggunakan uji independent samples t test pada program SPSS versi 21 untuk menguji kesamaan rata-rata.

Menu yang digunakan yaitu Analyze – Compare Means – Independent

Samples T Tes. Namun sebelum dilakukan uji t, dilakukan uji kesamaan varian

mengunakan Equal Variances Assumed (diasmsikan varian sama) dan jika varian berbeda menggunakan Equal Varianses Not Assumed (diasumsikan varian berbeda). Kedua kelompok dianggap tidak memiliki perbedaan nilai rata-rata apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (Priyatno, 2010: 34-6). Data yang digunakan dalam menguji kesamaan rata-rata adalah nilai pretes siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen. Data nilai pretes digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa di kelas tersebut memiliki kemampuan awal yang sama atau tidak. Syarat dilaksanakannya penelitian eksperimen di kedua kelas adalah kedua kelas harus memliki kemampuan awal yang sama. Hasil uji kesamaan rata- rata selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25.

3.10.1.2 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Sehingga dapat menentukan jenis statistik yang digunakan dalam penelitian. Harus ada prosedur yang dilakukan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data antara lain dengan Kertas Peluang dan Chi Kuadrat (Sugiyono 2014: 228).

Pada penelitian ini uji normalitas data menggunakan program SPSS versi 21. Jika analisis menggunakan metode parametrik, maka persyaratan normalitas harus terpenuhi, yaitu data dari distribusi yang normal. Jika data tidak berdistribusi normal, maka menggunakan statistik non parametris. Melalui SPSS versi 21 akan digunakan uji Lilliefors dengan melihat nilai pada Kolmogorov-

Smirnov. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikansi lebih besar dari

3.10.1.3 Uji Homogenitas

Menurut Priyatno (2010: 76) uji homogenitas digunakan untuk mengetahui beberapa varian populasi data adalah sama atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis. Ada dua cara yang dapat digunakan yaitu Independent

Samples T Test dan One Way ANOVA.

Uji homogenitas dalam penelitian ini yaitu menggunakan program SPSS versi 21. Menu yang digunakan yaitu Analyze – Compare Means – Independent

Samples T Tes. Hasil uji homogenitas dapat dilihat melalui kolom Levene's Test

for Equality of Variances. Jika taraf signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat

disimpulkan variabel memiliki varian yang sama. Semakin kecil angka Levene

Statistic semakin besar homogenitasnya(Priyatno, 2010: 79-80).

3.10.2 Analisis Akhir (Pengujian Hipotesis)

Analisis akhir data adalah analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis atau menyimpulkan hasil penelitian. Analisis data diperlukan untuk menguji hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran cerita anak di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis akhir ini dilaksanakan saat semua data di lapangan telah terkumpul. Cara yang digunakan untuk menguji hipotesis penerapan metode pembelajaran Cooperative Script dilakukan dengan uji perbedaan dan uji keefektifan. Analisis akhir dilakukan menggunakan program SPSS versi 21.

3.10.2.1 Uji perbedaan

Uji perbedaan dilakukan untuk membandingkan ada perbedaan atau tidak pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pembelajaran

berlangsung. Data yang digunakan adalah nilai posttest. Uji perbedaan dalam penelitian ini mengunakan independent samples t test.

Pengujian ini menggunakan program SPSS versi 21 dengan menu Analize

– Compare Means – Independent Samples t test. Sebelum dilakukan uji t,

dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan F test (Levene,s Test). Artinya, jika varian sama, maka uji t mengunakan Equal Variances Assumed (diasmsikan varian sama) dan jika varian berbeda menggunakan Equal Varianses

Not Assumed (diasumsikan varian berbeda). Kedua kelompok dianggap tidak

memiliki perbedaan nilai rata-rata apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (Priyatno, 2010: 34-6).

3.10.2.2 Uji Keefektifan

Uji keefektifan menggunakan uji pihak kanan. Menurut Sugiyono (2014:

219) digunakan apabila hipotesis nol berbunyi “lebih kecil atau sama dengan (≤)” dan hipotesis alternatifnya berbunyi “lebih besar (>)”. Pengujian pihak kanan

dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 21. Langkah-langkahnya yaitu analyze - compare means - one sample t test.

Pengujian menggunakan uji t ini akan diketahui perbedaan rata-rata nilai sampel di kelas eksperimen yang dibandingkan dengan rata-rata nilai sampel di kelas kontrol. Pengambilan keputusan yaitu jika –ttabel≤thitung ≤ttabel, maka Ho

diterima, artinya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran cerita anak kelas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol. Jika –ttabel>thitung dan

thitung> ttabel, maka Ho ditolak. Artinya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam

pembelajaran cerita anak kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol (Priyatno 2010: 30-1).

70

Dokumen terkait