• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Akuntabilitas Kinerja BBPK Ciloto

AKUNTABILITAS KINERJA

C. Analisis Akuntabilitas Kinerja

1. Analisis Akuntabilitas Kinerja BBPK Ciloto

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap indikator sasaran strategis BBPK Ciloto tahun 2013 yang telah ditetapkan oleh Kepala BBPK Ciloto dan diketahui oleh Kepala Badan PPSDM, maka capaian indikator masing-masing sasaran dapat dijelaskan dengan uraian berikut:

Sasaran Kesatu: Menjadi penyelenggara pelatihan teknis, jabatan fungsional, penjenjangan, dan prajabatan yang berkualitas bagi aparatur kesehatan”.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 33 Analisis capaian masing-masing indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

a. Jumlah aparatur kesehatan yang mengikuti pelatihan teknis.

Pelatihan teknis adalah pelatihan yang terkait dengan tehnis program di lingkungan kesehatan. Dari data yang ada dapat dilihat bahwa pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 510 orang untuk mengikuti pelatihan tehnis, tercapai sebanyak 577 orang dengan kinerja sebesar 113,14 persen, sehingga indikator ini tercapai. Dibandingkan dengan tahun lalu, maka indikator ini tetap tercapai karena capaian tahun lalu juga lebih dari 100%.

Pencapaian indikator ini pada tahun 2013 diperoleh dari 11 jenis pelatihan dengan jumlah angkatan sebanyak 21 angkatan dengan pembiayaan dari DIPA. Rincian pelatihan teknis bagi aparatur kesehatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

a. Pelatihan SIMAK BMN

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

b. Pelatihan Training Need Assesment (TNA)

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 29 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan. Terdapat 1 orang peserta yang tidak datang walaupun surat pemanggilan sudah dipastikan sampai kepada instansi peserta.

c. Pelatihan TOT PPK

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 3 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang dari 90 orang peserta yang direncanakan.

d. Pelatihan Outbond (Jawa Barat)

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 34 d. Pelatihan Bagi Pejabat Struktural RS

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

e. Pelatihan Puskesmas Peduli P2NHA

Pelatihan Puskesmas Peduli P2NHA merupakan salah satu pelatihan unggulan di BBPK Ciloto, sesuai Kepmenkes Nomor. 1873/Menkes/SK /IX/2011. Pada tahun 2013, pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 8 angkatan dengan jumlah peserta 240 orang dari 240 orang peserta yang direncanakan.Dari 8 angkatan tersebut, 5 angkatan dilaksanakan di Jawa Barat, 1 angkatan di Aceh, 1 angkatan di Palembang dan 1 angkatan di Pontianak.

f. Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat terkait P2NHA

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan di Jawa Barat, sebanyak 2 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang dari 60 orang peserta yang direncanakan. Sebagian peserta adalah petugas Promosi Kesehatan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

g. Pelatihan P2NHA Bagi SDM BBPK dan Bapelkes Mitra

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan. Dua peserta tidak hadir adalah dari luar daerah karena surat terlambat.

h. Pelatihan Tatanan Peduli P2NHA melalui Pendekatan Intervensi Struktural

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

Tingginya capaian indikator ini disebabkan karena adanya penambahan jumlah angkatan pelatihan dari pengembalian efisiensi anggaran yang direncanakan untuk pembayaran tunjangan kinerja pegawai.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 35 b. Jumlah aparatur kesehatan yang mengikuti pelatihan jabatan fungsional;

Indikator ini menggambarkan banyaknya aparatur yang berlatar belakang pendidikan kesehatan yang telah mengikuti pelatihan jabatan fungsional. Pada tahun 2013 target kinerjanya sebesar 150 orang, ternyata tercapai sebanyak 143 orang (95,33 %). Kinerja indikator kegiatan ini masih belum tercapai.

Dibandingkan capaian tahun lalu sebesar 85,24 %, maka kinerja indikator kegiatan ini tepat belum tercapai. Pelatihan jabatan fungsional pada tahun 2013 diperoleh dari 5 jenis pelatihan dengan jumlah angkatan sebanyak 5 angkatan dengan pembiayaan dari DIPA. Rincian pelatihan jabatan fungsional adalah sebagai berikut:

a. Pelatihan Jabfung Entomolog Terampil

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

b. Pelatihan Jabfung Entomologi Ahli

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

Dari 30 orang peserta, 22 orang tenaga kesehatan dan 5 orang aparatur kesehatan.

c. Pelatihan Jabfung Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

d. Pelatihan Jabfung Adminkes

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

e. Pelatihan Jabfung Epidemiologi

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

Dari 30 orang peserta, 25 orang tenaga kesehatan dan 5 orang aparatur kesehatan.

Kendala dalam pencapaian indikator ini adalah:

1) Lambatnya disposisi surat pemanggilan peserta dari atasan calon peserta pelatihan serta bersamaan dengan tugas kedinasan lainnya.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 36 2) Peserta luar daerah, khususnya yang harus menggunakan transportasi

pesawat kesulitan untuk mendapatkan biaya awal untuk perjalanan dan akomodasi.

3) Adanya kebijakan efisiensi anggaran perjalanan dinas calon peserta latih yang berdampak pada terbatasnya jumlah peserta yang akan dilatih.

Upaya yang telah dilakukan untuk mencapai adalah:

1) Mengkonfirmasi ulang kepada calon peserta latih yang telah melakukan pendaftaran secara online melalui nomer kontak yang telah dicantumkan.

2) Menjadikan pembebanan biaya perjalanan dinas peserta yang pada awalnya ditanggung oleh panitia menjadi ditanggung oleh instansi calon peserta lain.

c. Jumlah aparatur kesehatan yang mengikuti Diklat penjenjangan.

Indikator ini menggambarkan banyaknya tenaga kesehatan baik yang berlatar belakang pendidikan kesehatan maupun non kesehatan yang telah mengikuti pelatihan penjenjangan antara lain PIM. Pelatihan penjenjangan merupakan persyaratan bagi setiap pegawai yang akan menduduki jabatan struktural. Pada tahun 2013 tidak ada rencana untuk melaksanakan diklat penjenjangan.

d. Jumlah aparatur kesehatan yang mengikuti Diklat Prajabatan;

Indikator ini menggambarkan banyaknya tenaga kesehatan baik yang berlatar belakang pendidikan kesehatan maupun non kesehatan yang menjadi peserta Diklat Prajabatan. Pelatihan Prajabatan merupakan persyaratan bagi setiap calon pegawai negeri sipil untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Pada tahun 2013 tidak direncanakan untuk menyelenggarakan diklat Prajabatan, Hal ini disebabkan karena penunjukan peserta Diklat prajabatan adalah kewenangan Biro Kepegawaian Departemen Kesehatan RI.

Sasaran Kedua : “Menjadi penyelenggara pelatihan teknis yang berkualitas bagi tenaga kesehatan.”

Analisis capaian indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

a. Jumlah tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan teknis

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 37 Indikator ini menggambarkan banyaknya tenaga kesehatan yang menjadi peserta pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh BBPK Ciloto. Pelatihan teknis adalah pelatihan yang terkait dengan tehnis program di bidang kesehatan.

Pada tahun 2013 direncanakan akan dilatih sebanyak 90 orang, ternyata yang dilatih sebanyak 148 orang (164,44%), sehingga kinerja indikator ini menjadi tercapai. Capaian kinerja tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 84,29%. Pencapaian indikator tahun 2013 diperoleh dari 11 jenis pelatihan dengan jumlah angkatan sebanyak 21 angkatan dengan pembiayaan dari DIPA.

Rincian pelatihan teknis bagi aparatur kesehatan adalah sebagai berikut:

a. Pelatihan SIMAK BMN

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

b. Pelatihan Training Need Assesment (TNA)

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 29 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

Terdapat 1 orang peserta yang tidak datang walaupun c. Pelatihan TOT PPK

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 3 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang dari 90 orang peserta yang direncanakan.

d. Pelatihan Outbond (Jawa Barat)

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

e. Pelatihan Bagi Pejabat Struktural RS

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 1 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari 30 orang peserta yang direncanakan.

f. Pelatihan Puskesmas Peduli P2NHA

Pelatihan Puskesmas Peduli P2NHA merupakan salah satu pelatihan unggulan di BBPK Ciloto, sesuai Kepmenkes Nomor. 1873/Menkes/

SK/IX/2011. Pada t ahun 2013, pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 8 angkatan dengan jumlah peserta 240 orang dari 240 orang peserta yang direncanakan. Dari 8 angkatan tersebut, 5 angkatan dilaksanakan di Jawa

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 38 Barat, 1 angkatan di Aceh, 1 angkatan di Palembang dan 1 angkatan di Pontianak.

g. Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat terkait P2NHA

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan di Jawa Barat, sebanyak 2 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang dari 60 orang peserta yang direncanakan. Sebagian peserta adalah petugas Promosi Kesehatan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Tingginya capaian indikator ini juga disebabkan karena adanya penambahan jumlah angkatan pelatihan dari pengembalian efisiensi anggaran yang direncanakan untuk pembayaran tunjangan kinerja pegawai.

Sasaran Ketiga : “Menjadi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat”.

Analisis capaian masing-masing indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

a. Jumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan di bidang kesehatan.

Indikator ini menggambarkan banyaknya masyarakat umum yang menjadi peserta pelatihan bidang kesehatan yang diselenggarakan oleh BBPK Ciloto.

Pelatihan tersebut terkait dengan program unggulan BBPK Ciloto sebagai sentra Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika, HIV dan Aids. Indikator ini menggambarkan banyaknya masyarakat yang menjadi peserta pelatihan di bidang kesehatan. Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 600 orang yang akan dilatih, dan tercapai sebanyak 622 orang (103,67 %), sehingga kinerja indikator ini tercapai. Capaian kinerja tersebut dibandingkan tahun lalu sebesar 83,45%(belum tercapai), maka capaian tersebut menjadi tercapai. Pelatihan bidang kesehatan bagi masyarakat pada tahun 2013 diperoleh dari 3 jenis pelatihan dengan jumlah angkatan sebanyak 15 angkatan dengan pembiayaan dari DIPA. Adapun rincian pelatihan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Pelatihan Pesantren Peduli P2NHA

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 2 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang dari 60 orang peserta yang direncanakan.

Peserta pelatihan ini terdiri dari pengelola, pengajar dan santri yang sebagian besar dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 39 b. Pelatihan Sekolah Peduli P2NHA

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 11 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 330 orang dari 330 orang peserta yang direncanakan. Peserta pelatihan ini terdiri dari staf administrasi, guru dan siswa yang sebagian besar dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

c. Pelatihan P2NHA Bagi Saka Bhakti Husada

Pelatihan ini pada tahun 2013 dilaksanakan sebanyak 2 angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang dari 60 orang peserta yang direncanakan.

Peserta pelatihan ini sebagian besar berasal dari SBH dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi.

Sasaran Ke-empat : “Menjadi pelaksana pengembang Diklat Kesehatan yang berstandar ”

Analisis capaian masing-masing indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

a. Jumlah paket kegiatan kajian kebutuhan pelatihan(TNA).

Indikator ini menggambarkan jumlah paket kegiatan kajian kebutuhan akan suatu pelatihan yang rencana akan dilaksanakan oleh BBPK Ciloto. Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 1 paket dan terelaisasi dengan kinerja sebesar 100,00 persen, sehingga kinerja indikator ini tercapai. Capaian kinerja tersebut tetap tercapai, karena pada tahun lalu kinerja indikator ini juga sebesar 100 %. Dokumen kajian kebutuhan pelatihan yang dihasilkan adalah tentang Pemberdayaan Masyarakat Bagi Petugas Pelaksana Program HIV/AIDS di Puskesmas.

b. Jumlah kurikulum pelatihan yang disusun.

Indikator ini menggambarkan jumlah paket kegiatan kajian kebutuhan akan suatu pelatihan yang rencana akan dilaksanakan oleh BBPK Ciloto. Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 1 paket dan terealisasi dengan kinerja sebesar 100,00 %, sehingga kinerja indikator ini tercapai. Capaian kinerja tersebut tetap tercapai, karena pada tahun lalu kinerja indikator ini juga sebesar 100 %. Dokumen kurikulum pelatihan yang disusun adalah tentang

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 40 Pelatihan Pencegahan Penularan HIV/Aids dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui pemberdayaan masyarakat bagi tenaga Bidan.

c. Jumlah modul pelatihan yang disusun.

Indikator ini menggambarkan jumlah paket kegiatan kajian kebutuhan akan suatu pelatihan yang rencana akan dilaksanakan oleh BBPK Ciloto. Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 1 paket dan terealisasi dengan kinerja sebesar 100,00 %, sehingga kinerja indikator ini tercapai. Capaian kinerja tersebut tetap tercapai, karena pada tahun lalu kinerja indikator ini juga sebesar 100 %. Dokumen modul pelatihan yang disusun adalah tentang Pelatihan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) melalui Pemberdayaan Masyarakat bagi tenaga Bidan. Pelatihan tersebut terdiri dari 6 modul yaitu:

a. Informasi dasar HIV/Aids b. Konsep dasar PPIA c. Teknik konseling HIV

d. Komunikasi efektif dalam jejaring kerja PPIA

e. Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Pencegahan dan Penanggulangan HIV/Aids

f. Partisipasi aktif Bidan dalam Tim HIV di Puskesmas,

Sasaran Kelima : “Menjadi rujukan bagi penyelenggara Diklat yang sesuai standar Diklat yang ada.”

Analisis capaian masing-masing indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

a. Jumlah pelatihan yang terakreditasi.

Indikator ini menggambarkan banyaknya pelatihan selama 1 tahun berjalan yang telah terakreditasi oleh unit yang berwenang melakukan akreditasi.

Untuk pelatihan bidang kesehatan, unit yang melakukan akreditasi adalah Pusdiklat Tenaga Kesehatan dan Pusdiklat Aparatur, Badan PPSDM Kesehatan. Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 28 pelatihan. Dari jumlah tersebut 18 pelatihan yang harus diakreditasi baru dan ulang, 2 pelatihan telah di akreditasi tahun lalu dan 8 pelatihan luncuran dari Pusat

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 41 yang telah terstandarisasi. Karena dari 18 pelatihan yang harus di akreditasi baru dan ulang terealisasi keseluruhan, maka kinerja indikator ini sebesar 100 %, kategori tercapai. Dibandingkan capaian kinerja tahun lalu sebesar 87,5 %(belum tercapai), maka capaian indikator ini menjadi tercapai.

Daftar nama-nama pelatihan tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.4.

Nama-Nama Pelatihan BBPK Ciloto Tahun 2013

NO: NAMA PELATIHAN

A Pelatihan Yang Harus Di Akreditasi Baru/Ulang 1.

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Pelatihan Training Need Assesment (TNA)

Pelatihan Outbond

Pelatihan Bagi Pejabat Struktural Rumah Sakit Pelatihan Pesantren Peduli P2NHA

Pelatihan Sekolah Peduli P2NHA Pelatihan Desa Peduli NHA Pelatihan Puskesmas Peduli NHA

Pelatihan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan P2NHA Bagi Saka Bhakti Husada Pelatihan P2NHA Bagi Tenaga Bidan(PPIA)

Pelatihan P2NHA Bagi SDM BBPK dan Bapelkes Mitra

Pelatihan Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Pelatihan Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Pelatihan SIMAK BMN

Pelatihan Jabatan Fungsional Entomologi Kesehatan Tingkat Ahli Pelatihan Jabatan Fungsional Entomologi Kesehatan Tingkat Terampil Pelatihan Jabatan Fungsional Adminkes

B Pelatihan Yang Telah Terakreditasi Tahun Lalu 1.

2.

Pelatihan Tatanan Peduli NHA melalui intervensi struktural Pelatihan Jabatan Fungsional Epidemiologi

C Pelatihan Luncuran Pusat Yang Telah Terakreditasi 1.

Pelatihan Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Masyarakat Pelatihan Item Development

Pelatihan Prajabatan Golongan II Pelatihan Prajabatan Golongan III

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 42 1). Jumlah pelatihan yang dievaluasi (Evaluasi pasca pelatihan).

Indikator ini menggambarkan banyaknya pelatihan selama 1 tahun berjalan yang telah di evaluasi setelah lebih dari 6 bulan pelatihan berlangsung. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kegagalan pelatihan yang telah dilaksanakan. Sebagai acuan tingkat keberhasilan adalah apakah tujuan umum dan tujuan khusus telah tercapai.

Pada tahun 2013 direncanakan sebanyak 1 pelatihan yang akan dievaluasi dan terealisasi 1 pelatihan (100,00%), sehingga kinerja indikator ini kategori tercapai. Capaian kinerja tersebut dibandingkan capaian kinerja tahun lalu tetap tercapai, karena tahun lalu kinerja indikator ini juga sebesar 100 %.

Sasaran Keenam : “Menjadi penyedia informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan”.

Analisis capaian masing-masing indikator kinerja dengan uraian sebagai berikut:

Pada tahun 2013 indikator ini terdiri dari 3 jenis IPTEK yang harus dikembangkan yaitu:

a. Penyusunan Buletin, direncanakan terbit 2 kali dan terealisasi 2 kali sehingga capaiannya sebesar 100%(Tercapai);

b. Pengembangan website direncanakan 1 kali dan terealisasi 1 kali sehingga capainnya sebesar 100%(Tercapai);

c. Penyusunan company profile, direncanakan terbit 1 kali pada awal tahun dan terealisasi 1 kali sehingga capaiannya sebesar 100%(Tercapai);

Secara kumulatif capaian indikator ini sebesar 100%, sehingga termasuk dalam kategori tercapai. Capaian tersebut tidak bisa dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu tidak ada penetapan indikator kinerja kegiatan ini.

Dari hasil pengukuran kinerja pada tabel 3.1, maka gambaran seluruh indikator kinerja BBPK Ciloto Tahun 2013 dirinci per sasaran strategis dapat dilihat pada gambar 2. berikut:

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 43 Gambar. 2.

Jumlah Indikator Kinerja dan Kategori Tercapai Dirinci Per-sasaran tahun 2013

Penjelasan Gambar:

Pada gambar 2 diketahui bahwa di Pada tahun 2013 di BBPK Ciloto terdapat 6 sasaran strategis. Sasaran kesatu adalah: “Menjadi penyelenggara pelatihan teknis, jabatan fungsional, penjenjangan, dan prajabatan yang berkualitas bagi aparatur kesehatan” terdiri dari 2 indikator dengan 1 indikator yang tercapai. Sasaran kedua adalah: “Menjadi penyelenggara pelatihan teknis yang telah terakreditasi bagi tenaga kesehatan” terdiri dari 1 indikator dengan kinerja tercapai. Sasaran ketiga adalah: “Menjadi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan bagi masyarakat” terdiri dari 1 indikator dengan kinerja tercapai. Sasaran ke empat adalah: “Menjadi pelaksana pengembang Diklat Kesehatan yang berstandar” terdiri dari 3 indikator dengan kinerja ketiga-tiganya tercapai. Sasaran kelima adalah: “Menjadi rujukan bagi penyelenggara Diklat yang bermutu dan berkualitas” terdiri dari 2 indikator yang keduanya tercapai dan sasaran ke enam adalah: “Menjadi penyedia informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan” terdiri dari 1 indikator dengan 3 sub indikator.

Ketiga sub indikator tercapai sehingga indikator tersebut tercapai.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 44 2. Analisis Akuntabilitas Kinerja Program dan Kegiatan BBPK Ciloto

Monitoring dan evaluasi rencana program dan kegiatan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto dapat dilihat pada tabel 3.5.

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 45 TABEL 3.5.

Monitoring dan Evaluasi Rencana Program dan Kegiatan BBPK Ciloto Tahun 2013

NO KEGIATAN INDIKATOR OUTPUT TARGET 2013 REAL CAPAIAN

IDENTIFIKASI MASALAH

RENCANA TINDAKAN

I PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN A. Perencanaan dan Evaluasi Diklat

a. Perencanaan Diklat Persentase kelengkapan dokumen rencana diklat

100 % 100 % 100,00

b. Monitoring Diklat Persentase kelengkapan dokumen monitoring diklat

100 % 100 % 100,00

c. Evaluasi Diklat Persentase kelengkapan dokumen evaluasi diklat

e. Sistim Informasi Diklat

Persentase kelengkapan dokumen sistem informasi diklat

100 % 100 % 100,00

f. Penyusunan Bahan Lintas Program Diklat

Jumlah dokumen bahan lintas program diklat

1 paket 1 paket 100,00

B PELAKSANAAN DIKLAT a. Pelatihan diklat penjenjangan dari Biro Kepegawaian.

Melakukan revisi RPK

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 46

NO KEGIATAN INDIKATOR OUTPUT TARGET 2013 REAL CAPAIAN

IDENTIFIKASI

750 orang 180 orang 24,00 Keterbatasan anggaran untuk pelatihan

manajemen.

Revisi RPK

c. Pelatihan Teknis Jumlah aparatur dan tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan teknis

360 orang 577 orang 160,30

d. Pelatihan Fungsional Jumlah aparatur dan tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan fungsional

750 orang 143 orang 19,10 Keterbatasan anggaran untuk pelatihan Jabfung

Rata – rata kunjungan anggota ke perpustakaan

40,00 Kurang minatnya anggota untuk

berkunjung ke Perpust.

II PENGEMBANGAN PROGRAM DAN PENGENDALIAN MUTU DIKLAT A. Pengkajian Dan Pengembangan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 47

NO KEGIATAN INDIKATOR OUTPUT TARGET 2013 REAL CAPAIAN

IDENTIFIKASI

c. Akreditasi Institusi Pelatihan

B. Pengendalian Mutu a. Perencanaan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 48

NO KEGIATAN INDIKATOR OUTPUT TARGET 2013 REAL CAPAIAN

IDENTIFIKASI

c. Monitoring Evaluasi Program dan anggaran (lap bulanan 12 x, lap triwulan 4 x, lap

III PENYELENGGARAAN KETATAUSAHAAN A Pengelolaan Keuangan

a. Pengelolaan Gaji

Jumlah paket kegiatan pengelolaan akuntansi instansi

1 paket 1 paket 100,00

B Pengelolaan Urusan Umum

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 49

NO KEGIATAN INDIKATOR OUTPUT TARGET 2013 REAL CAPAIAN

IDENTIFIKASI

15 orang 20 orang 125,00 Penambahan beberapa WI baru.

Melakukan revisi RPK

Jumlah staf yang ditingkatkan kompetensinya

78 orang 93 orang 119,20 Adanya penambahan jumlah staff.

Melakukan revisi RPK

b. Pengelolaan Barang Milik Negara

Persentase pelaksanaan pengelolaan BMN

100 % 100 % 100,00

c. Pengelolaan Sarana dan Prasarana

e. Pengelolaan Gizi dan Asrama

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 50 D. Akuntabilitas Keuangan

Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh BBPK Ciloto bersumber dari APBN. Adapun mekanisme belanja mengacu kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Gambaran umum anggaran BBPK Ciloto tahun 2013 menurut DIPA Nomor: 024-12.2.416258/2013 tanggal 5 Desember 2012 sebesar Rp 24.589.711.000,-.

Dari jumlah tersebut terdiri dari Rp 5.717.863.000,- untuk belanja Tak Langsung dan Rp 18.871.848.000,- untuk belanja Langsung. Realisasi anggaran berdasarkan kategori jenis belanja dapat dilihat pada tabel berikut.

Gambar 3.6.

Realisasi Anggaran Berdasarkan Jenis Belanja

Sumber : Bagian Tata Usaha BBPK Ciloto Tahun 2013

Dari gambar di atas diketahui bahwa realisasi anggaran BBPK Ciloto tahun 2013 sebesar 85,03%. Rincian realisasi tersebut dirinci menurut jenis belanja adalah sebagai berikut:

a. Belanja pegawai dengan pagu sebesar Rp. 5.717.863.000,-, realisasi sebesar Rp 5.148.940.884,- ( 90,5%) dan sisa anggaran sebesar Rp 586.922.116,-

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2013 Page 51 b. Belanja barang dan jasa dengan pagu sebesar Rp 16.330.458.000, realisasi

sebesar Rp 13.621.512.260(83,4%) dan sisa anggaran sebesar Rp 2.708.945.751,-

c. Belanja modal dengan pagu sebesar Rp 2.541.390.000,-, realisasi sebesar Rp 2.137.353.300,-(84,1%) dan sisa anggaran sebesar Rp 404.036.700,-

Sedangkan realisasi anggaran berdararkan output program dan kegiatan BBPK Ciloto Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 3.5. berikut.

Tabel 3.7.

Realisasi Anggaran Berdasarkat Output Kegiatan

NO: NAMA OUTPUT ANGGARAN 2013

PAGU REAL PERSEN

1. Dokumen perencanaan dan pengelolaan program dan anggaran.

Rp 133.313.000,- Rp 72.496.650,- 54,38 2. Laporan Kegiatan dan Pembinaan Rp 3.484.636.000,- Rp 2.657.992.105,- 76,28 3. Laporan Manajemen Keuangan dan kekayaan

Negara.

Rp 169.350.000,- Rp 94.672.000,- 55,90 4. Laporan kinerja Rp 55.125.000,- Rp 46.375.200,- 84,13 5. Peralatan fasilitas perkantoran Rp 2.195.775.000,- Rp 1.906.488.200,- 86,83 6. Aparatur daerah yang mengikuti pelatihan Rp 3.103.194.000,- Rp 2.751.314.000,- 88,66 7. Masyarakat yang mengikuti pelatihan bidang

kesehatan. Rp 2.346.256.000,- Rp 2.026.997.250,- 86,39 8. Tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan teknis Rp 293.560.000,- Rp 270.229.600,- 92,05 9. Layanan Perkantoran Rp 12.808.502.000,- Rp 11.081.241.448,- 86,51

kesehatan. Rp 2.346.256.000,- Rp 2.026.997.250,- 86,39 8. Tenaga kesehatan yang mengikuti pelatihan teknis Rp 293.560.000,- Rp 270.229.600,- 92,05 9. Layanan Perkantoran Rp 12.808.502.000,- Rp 11.081.241.448,- 86,51

Dokumen terkait