• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Fi’l Amr Pada Surat li ‘Imr n

Dalam dokumen Analisis Fi’l Amr Dalam Surat Ali Imran (Halaman 58-76)

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.2 Analisis Fi’l Amr Pada Surat li ‘Imr n

Dalam bagian ini penulis akan mengemukakan analisa fi’l amr yang terdapat di dalam ūrat li ‘Imr n. Penulis akan mengemukakan analisa fi’l amr

dalam ūrat li ‘imr n dan analisa ini akan diklasifikasikan berdasarkan jenis fi’l

yang terdapat pada fi’l amr yang ditinjau dari sudut kriteria peristilahan arf. 3.2.1 Fi’l aḥīḥ

Dalam surat li ‘imr n ini terdapat fi’l amr yang merupakan fi’l aḥīḥ jika ditinjau dari sudut kriteria peristilahan arf. Dalam surat li ‘imr n ini terdapat dua jenis fi’l aḥīḥyaitu :

3.2.1.1 Fi’l mahmūz

1. خآ و ك و ھ ل هجو مآني ل ع ن ل ب مآ ل لھ نم ئ تل قو ج يمھ ل

/wa q lat ṭ ifatun m-min ahli l-kit bi minū bi l-lażī anzala ‘ l l-lażīna manū wajha n-nah ri wakfūrū khirahū la’allahum yarji’ūna/

‘Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu'min) kembali (kepada kekafiran) (Q.S.3 :72)’.

Kata م / minū/ ‘berimanlah’ merupakan ما ل ف / fi’lu al-amri /‘kata kerja perintah’yang harakat akhirnya bina hażfu n-nūni. Kata م / minū/ berasal dari kata نم -نم ي-نم /a`mana-yu`minu- min/`beriman` dengan wazan -ل ي-ل ف

ل ف/af’ala-yuf’ilu-af’il/ yang merupakan fi’l mahmūz karena f u fi’lnya erupakan huruf hamzah. Kata نم huruf hamzah pertama berharakat dan huruf hamzah ke dua sukun maka ditukar hamzah yang ke dua dengan huruf mad. Sehingga menjadi نمآ/ mana/ dan untuk menjadikan fi’l muḍ ri’ dengan menambahkan

hamzah pada awal fi’l dan menjadikan harakatnya ḍammah sehingga menjadi

muḍaraah dan menjadikan sukun harakat akhirnya sehingga menjadi نم /a`min/

dalam hal ini huruf hamzah pertama berharakat dan huruf hamzah ke dua sukun

maka ditukar hamzah yang ke dua dengan huruf mad. Sehingga fi’l amrnya menjadi نمآ/ min/’berimanlah’. Kata م / minū/ ‘berimanlah’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīr antum/maka mabni dengan membuang huruf nun.

3.2.1.2 Fi’l aḥīḥ S lim

1. ل ع قو ب ن ل غف مآ ن ب ل يني ل

/allażīna yaqūlūna rabban innan mann fagfirlan żunūban wa qin ‘aż ba n-n r/

‘(Yaitu) orang-orang yang berdo`a: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka (Q.S.3:16)

Kata غ /igfir/’ampunilah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. غ /igfir/’ampunilah’ berasal dari kata غ غي غ/gofara-yagfiru-igfir/’mengampuni’ dengan wazan -ل ي -ل ف ل ف/fa’ala-yaf’ilu-if’il/ merupakan fi’l aḥiḥ salim, karena semua hurufnya berupa huruf aḥīḥ, sehingga untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah dan menambahkan huruf hamzah pada awal fi’l serta menjadikan

harakatnya kasrah karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya kasrah.

2. نمطس لب و مأيني ل يوقح يغب نيي ل يوﷲ ي ب و يني ل ميل بمھ ش ف ل

/inna l-lażīna yakfurūna bi y till hi wa yaqtūlūna n-nabiyyīna bigairi haqqin wa yaqtulūna l-lażīna ya’murūna bi l-qisṭi mina n-n si fabasysyirhum bi’aż bin alīmin/

‘Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.(Q.S.3 :21) ’

Kata شب/basysyir/’sampaikanlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. شب /basysyir/’sampaikanlah’ berasal dari kata شب - ش ي - شب /basysyara-yubasysyiru-basysyir/’menyampaikan’ dengan

huruf terdiri dari huruf aḥiḥ, setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang berharakat sehingga untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍaraah dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

3. ميح غﷲوم ب ن م ل غيوﷲم حيين تفﷲ حتم ك لق

/qul in kuntum tuḥibbūnall ha fattabi’ūnī yuḥbibkumull hu wa yagfirlakum żunūbakum wall hu gafūrun raḥīmun/

‘Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S.3: 31).

Kata ت/ittabiū’/’ikutilah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina hażfu n-nūni. ت /ittabiū’/’ikutilah’ berasal dari kata ع ت -ع ي-ع ت/ittaba’a-yattabi’u-ittabi’/’mengikuti’ dengan wazan

ل ف -ل ي

-ل ف /ifta’ala-yafta’ilu-ifta’il/ merupakan fi’l aḥiḥ salim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang berharakat sehingga untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata

ت/ittabiū’/’ikutilah’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīr antum/’orang kedua laki-laki jamak, maka mabni dengan membuang huruf nun.

4. عي سل تن كن ي م ل ف حمي ب يف م كل ن ين ع م تل ق مي ل

/iż q lati mraatu ‘imr na rabbi innī nażartu laka m fī baṭnī muharrar n fataqabbal minnī innaka anta s-samī’u l-‘alīmu/

‘(Ingatlah), ketika isteri `Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. 3 :35)’.

Kata ل ت /taqabbal/’terimalah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. ل ت /taqabbal/’terimalah’ berasal dari kata ل ت -ل ي-ل ت /taqabbala-yataqabbalu-taqabbal/’terimalah’ dengan wazan

ل ت -ل ي

-ل ت /tafa’ala-yatafa’alu-tafa’al/ merupakan fi’l aḥiḥ salim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang

berharakat sehingga untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

5. ح سو ي ك كب ك و م ا ي ثاث ل م تا ك يآ ق يآ يلل ج ق

بإ ويش ل ب

/q la rabbi j’allī yatan q la yatuka all tukallima n-n sa al ata ayy min ill ramzan ważkur rabbaka ka īr n wasabbiḥ bi ‘asiyyi wa l-ibk ri/

‘Berkata Zakaria: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari (Q.S. 3: 41)’.

Pada ayat di atas terdapat 3 (tiga) fi’l amr yang merupakan fi’l aḥiḥ salim,

yaitu pada kata ل ج/ij’al/’jadikanlah’ merupakan ما ل ف /fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. ل ج/ij’al/’jadikanlah’ berasal dari kata ل ج-ل جي-ل ج /ja’ala-yaj’alu-ij’al/’menjadikan’ dengan wazan -ل ي-ل ف ل ف/fa’ala-yaf’alu-if’al/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ. untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf

muḍ ra’ah, dan menambahkan huruf hamzah pada awal fi’l serta menjadikan

harakatnya kasrah karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya fathah dan menjadikan

sukun harakat akhirnya.

Fi’l amr yang kedua yaitu kata ك /użkur/’sebutlah’ merupakan ل ف ما/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. Kata

ك /użkur/’sebutlah’ berasal dari kata ك - ك ي- ك /żakara-yaż kuru-użkur/’menyebut’ dengan wazan ل ف-ل ي -ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l

aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf

hamzah pada awal fi’l serta menjadikan harakatnya ḍammah karena ‘ain fi’l pada

fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

Fi’l amr yang ketiga terdapat yaitu kata ح س/sabbiḥ/’bertasbihlah’ merupakan ما ل ف /fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. Kata ح س/sabbiḥ/’bertasbih’ berasal dari kata ح س -ح سي-ح س /sabbaḥ

a-yusabbiḥu-sabbiḥ/bertasbihlah’ dengan wazan ل ف -ل ي -ل ف /fa’ala-yufa’ilu-fa’il/

merupakan fi’l saḥiḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang berharakat maka menjadikan fi’l amr

cukup dengan menghulangkan huruf muḍ raah menjadikan sukun harakat

akhirnya.

6. ني ك ل عمي ك و جسوكب لي ق مي م ي

/y maryamu qnutī lirabbiki wasjudī warka’ī ma’a r-r ki’īni/

‘Hai Maryam, ta`atlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku` (Q.S. 3: 43)”

Pada ayat di atas terdapat 3 (tiga) fi’l amr yang merupakan fi’l aḥiḥ salim,

yaitu kata ي ق /uqnutī/’taatilah’ merupakan ما ل ف /fi’lu l-amr/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfu n-nūni. ي ق /uqnutī/’taatilah’ berasal dari kata ت ق -ت ي -ت ق/qanata-yaqnutu-uqnut/’taat’ dengan wazan ل ف-ل ي -ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf

muḍ raah dan menambahkan huruf hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l

karena ‘ain fi’lnya berharakat ḍammah serta menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata ي ق /uqnutī/’taatilah’ bersambung padanya تن ي ض /ḍamīrun anti/’orang kedua tunggal perempuan’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

Fi’l amr yang kedua yaitu kata جس/usjudī/’sujudlah’ merupakan ل ف ما/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfu n-nūni.

جس/usjudī/’sujudlah’ berasal dari kata جس - جسي - جس/ sajada-yasjudu-usjud/’sujud’ dengan wazan ل ف-ل ي-ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l

aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf

hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya

ḍammah serta menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata جس/usjudī/’sujudlah’ bersambung padanya تن ي ض /ḍamīrun anti/’orang kedua tunggal perempuan’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

Fi’l amr yang ketiga yaitu kata ي ك /irka’ī/’ruku’lah’ merupakan ل ف ما/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfu n-nūni. ي ك

/irka’ī/’ruku’lah’ berasal dari kata عك -عك ي -عك /raka’a-yarka’u-irka’/’ruku’ dengan wazan /fa’ala-yaf’alu-if’al/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. kata ي ك /irka’ī/’ruku’lah’ bersambung padanya تن ي ض /ḍamīrun anti/’orang kedua tunggal perempuan’ maka mabni

dengan membuang huruf nun.

7. مي سم ص ـھ و عفم ب ويب

/innall ha rabbī wa rabbukum fa’budūhu haż ir ṭum-mustaqīmun/

‘Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus’(Q.S.3: 51).

Kata و ع /u’budū/’sembahlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfu n-nūni. و ع /u’budū/’sembahlah’ berasal dari kata ع - ي - ع/’abada-ya’budu-‘u’bud/’menyembah’ dengan wazan -ل ف

ل ي

-ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata و ع /u’budū/’sembahlah’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīrun antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni

dengan membuang huruf nun.

8. مآﷲ ن نحن ي حل قﷲ ل ن نم ق ل مھ م سيعسح ف سم نأب ھشو ب

/falamm ahassa ‘īs minhumu l-kufra q la man an rī ilall hi q la l-haw riyyūna nahnu an rull hi mann bill hi wasyhad biann

muslimūna/

‘Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (Q.S.3 : 52)’.

Kata ھش/isyhad/’saksikanlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. ھش /isyhad/’saksikanlah’ berasal dari kata ھش- ھشي - ھش/syahida-yasyhadu-isyhad/’menyaksikan’ dengan wazan

ل ف -ل ي

-ل ف /fa’ila-yaf’alu-if’al/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua hurufnya terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ ra’ah, dan menambahkan huruf hamzah pada awal fi’l

serta menjadikan harakatnya kasrah karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya fathah

dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

9. ني ھ شل عم كف س ل ت و تل ن ب مآ ب

/rabban mann bim anzalta wattaba’n r-rasūla faktubn ma’a

sy-sy hidīn/

‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)" (Q.S.3 : 53)’.

Kata ب ك /uktub/’jadikanlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. ب ك /uktub/’jadikanlah’ berasal dari kata ب ك -ب ي -ب ك/kataba-yaktubu-uktub/’menulis’ kata ب ك/kataba/ merupakan arti yang sebenarnya dengan wazan ل ف-ل ي-ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan

fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya

fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf

hamzah pada awal fi’l serta menjadikan harakatnya ḍammah karena ‘ain fi’l pada

fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

10. خآ و كو ھ ل هجو مآني ل ع ن ل ب مآ ل لھ نم ئ تل قو ج يمھ ل

/wa q lat ṭ ifatun m-min ahli l-kit bi minū bi l-lażī anzala ‘ l l-lażīna manū wajha n-nah ri wakfūrū khirahū la’allahum yarji’ūna/

‘Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu'min) kembali (kepada kekafiran) (Q.S.3 :72)’.

Kata و ك/ukfurū/’ingkarlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfu n-nūni. و ك /ukfurū/’ingkarlah’ berasal dari kata ك - ي - ك/kafara-yakfuru-ukfur/’ingkar’ dengan wazan ل ف-ل ي-ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ. Dalam hal ini fi’l aḥīḥ s lim yang terdiri dari tiga huruf, sehingga untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata

و ك/ukfurū/’ingkarlah’bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīr antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

11. نيب فلأف ء ع م ك م ي ع ت ن و ك و ق ت او ي ج ل حب عو ن خ ه ب م ح صأف م ب ق ني ي كل ك ھ م مك نأف ل نم ح ش عم كو

و ھتم لهت يآم ل

/w ’ta imū biḥabli ll hi jamī’ n wal tafarraqū ważkurū ni’matallahi ‘alaykum iżkuntum a’d an faallafa baina qulūbikum f baḥtum bini’matihi ikhw n n wa kuntum ‘al syaf ḥufratin m-mina n-n ri faankażakum minh każ lika yubayyinull hu lakum y tihi la’allakum tahtadūna/

’Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (Q.S. 3 : 103)’.

Pada ayat di atas terdapat 2 (dua) fi’l amr yang merupakan fi’l aḥiḥ salim,

yaitu kata ع/iꞋta imū/ ‘berpeganglah kalian’ merupakan ما ل ف/fi’l al-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfun-nūni. Kata

ع/iꞋta imū/ ‘berpeganglah kalian’ berasal dari kata م ع ي -م ع

/i’ta ama – ya’ta imu- i’ta im/’berpegang teguh’ dengan wazan ل ف -ل ي -ل ف /ifta’ala- yafta’ilu- ifta’il/. Kata م ع/l`ta ama/’berpegang teguh’ merupakan fi’l

aḥiḥ salim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ. sehingga untuk menjadikan fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ ra’ah dan

menambahkan huruf hamzah berharakat kasrah karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya fathah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata ع/iꞋta imū/ ‘berpeganglah kalian’ bersambung padanya من ي ض /ḍamīr antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

Fi’l amr yang kedua yaitu kata ك /użkur/’sebutlah’ merupakan ل ف ما/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. Kata

ك /użkur/’sebutlah’ berasal dari kata ك - ك ي- ك /żakar-yaż kuru-użkur/’menyebut’ dengan wazan ل ف-ل ي -ل ف /fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/ merupakan fi’l

aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf

hamzah pada awal fi’l serta menjadikan harakatnya ḍammah karena ‘ain fi’l pada

fi’l muḍ ri’nya ḍammah dan menjadikan sukun harakat akhirnya.

12. ني ل ع أ و و سل ھض ع جوم ب نم غم ل ع سو

/wa s ri’ū il magfiratin m-min r-rabbikum wajaannatin ‘aarḍuh s-sam w tu wal-ardu u’iddat li l-muttaqīna/

’Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (Q.S.3 : 133)

Kata ع س /s ri’ū/’bersegeralah kamu’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfun-nūni. Kata ع س /s ri’ū/’bersegeralah kamu’ berasal dari kata س - سي - س /s ra’a-yus ri’u-s ri’/’bersegera’ dengan wazan لع ف -لع ي -لع ف/f ’ala-yuf ’ilu-f ’il/ Kata ع س /s ri’ū/’bersegeralah kamu’ merupakan fi’l aḥiḥ salim karena semua hurufnya terdiri dari huruf aḥīḥ, setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang berharakat sehingga untuk menjadikan fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍara’ah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Kata ع س /s ri’ū/’bersegeralah kamu’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīr antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni dengan membuang huruf nun sehigga fi’l amr

nya menjadi ع س /s ri’ū/’bersegeralah kamu’.

/qad khalat min qablihim sunanun fasīrū fi l-ardi fanẓurū kayfa k na ‘ qibatu l-mukażżibīna/

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) (Q.S.3 : 137)

Kata و ن /unẓurū/’perhatikanlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu l-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya hażfun-nūni. Kata و ن /unẓurū/’perhatikanlah’ berasal dari kata ن- ي- ن/naẓara-yanẓū ru-unẓur/’melihat’ dengan wazan ل ف-ل ي-ل ف/fa’ala-yaf’ulu-uf’ul/. Kata و ن /unẓurū/’perhatikanlah’ merupakan fi’l aḥiḥ salim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf

muḍ raah, dan menambahkan huruf hamzah berharakat ḍammah pada awal fi’l

karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya ḍammah, dalam hal ini kata و ن /unẓurū/’perhatikanlah’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīr antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

14. مھ ع فع ف كل ح نم نا ب ل ظي غ ف ت ك لو مھل ت ل نم ح ف ني ك ل بحيﷲ ﷲ علك فتم ع إف مأ يفمھ و شومھل غ سو

/fabim raḥmatin mminall ha linta lahum walae kunta faẓẓ n galīẓ l-qalbi l nfaḍḍū min ḥaulika fa’fu ‘anhum wastagfirlahum wasy wirhum fi l-amri faiẓ ‘azamta fatawakkal ‘alall hi innall hi yuḥibbu l-mutawakkilīna/

‘Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya (Q.S.3 :159)

Kata غ س /istagfir/ ‘mohonkanlah ampun’ merupakan ما ل ف/ fi’lul-amri

/ ‘kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina sukun. Kata غ س /istagfir/ ‘mohonkanlah ampun’ berasal dari kata غ س - غ سي- غ س / istagfara-yastagfiru-istagfir/‘memohon ampun’ dengan wazan ل ف -ل ي -ل ف /ifta’ala- yafta’ilu- ifta’il/. Kata غ س /istagfir/ ‘mohonkanlah ampun’ merupakan fi’l aḥiḥ salim

dengan menghilangkan huruf muḍara’ah dan menambah huruf hamzah serta menjadikan kasrah huruf hamzah karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya fathah.

15. ا ق م ن ل ل ق ف و لي س يف ت ق ل ت مھل ليقو ف ن ني ل م يلو يفسيل ممھھ فأب ل ي يإلمھ م ق م ي لمھمك تا م ع ﷲومھب ق

ي ب

/waliya’lama l-lażīna n faqū waqīla lahum ta’ law q tilū fī sabīlill hi awi d-fa’ū q lū lqw na’lamu qit l n l t-taba’n kum hum lilkufri yaumaiżin aqrabu minhum li l-īm ni yaqūlūna bi afw hihim m-m laysa fī qulūbihim wall hu a’lamu bim taktumūna/

dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan Q.S.3 : 167)’’

Pada ayat di atas terdapat 2 (dua) fi’l amr yang merupakan fi’l aḥīḥ salim, yaitu kata ت ق /q tilū/’berperanglah’ merupakan ما ل ف/fi’l al-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina hażfu n-nūni. Kata ت ق /q tilū/’berperang’ berasal dari kata لت ق-لت ي-لت ق /q tala-yuq tilu-q til/’berperanglah’ dengan wazan

لع ف -لع ي

-لع ف /f ’ala-yuf ’ilu-f ’il/ merupakan fi’l aḥīḥ s līm karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ. setelah huruf muḍ raah merupakan huruf yang berharakat untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf

muḍ raah dan menjadikan sukun harakat akhirnya. Dalam hal ini kata ت ق /q tilū/’berperanglah’ bersambung padanya م ن ي ض /ḍamīrun antum/’orang kedua jamak laki-laki’ maka mabni dengan membuang huruf nun.

Kata ف /idfa’ū/’pertahankanlah’ merupakan ما ل ف/fi’lu al-amri/’kata kerja perintah’ yang harakat akhirnya bina hażfu n-nūni. Kata ف /idfa’ū/’pertahankanlah’ berasal dari kata عف -عف ي -عف / dafa’a-yadfa’u-idfa’/’mempertahankan’ dengan wazan ل ف-ل ي-ل ف /fa’ala-yaf’alu-if’al/

merupakan fi’l aḥīḥ s lim karena semua huruf terdiri dari huruf aḥīḥ, untuk menjadikannya fi’l amr cukup dengan menghilangkan huruf muḍ raah, dan menambahkan huruf hamzah pada awal fi’l serta menjadikan harakatnya ḍammah

karena ‘ain fi’l pada fi’l muḍ ri’nya ḍammah. Dalam hal ini kata

Dalam dokumen Analisis Fi’l Amr Dalam Surat Ali Imran (Halaman 58-76)

Dokumen terkait