HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Proses Pemurnian
4. Analisis Aspek Sosial dan Lingkungan
Pembangunan pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 20 ton per jam dapat digolongkan dalam suatu kegiatan investasi berskala besar yang dilaksanakan untuk menghasilkan dampak sosial yang lebih baik kedepannya. Namun jika ditinjau dari segi lingkungan, kegiatan pembangunan pabrik kelapa sawit tentu saja akan merubah tata ruang yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar lokasi pembangunan. Identifikasi dampak yang merugikan muncul dengan adanya pembangunan pabrik kelapa sawit perlu dilakukan untuk memudahkan kemungkinan penanganan dan pengelolaan.
Dampak Negatif Kegiatan Operasional Pabrik Kelapa Sawit
Dampak negatif yang terjadi karena adanya pembangunan pabrik diantaranya mencakup adanya polusi suara akibat bunyi suara pabrik pada daerah sekitar, adanya limbah yang dihasilkan akibat dari pengolahan pabrik, dan timbulnya asap pabrik. Dari ketiga dampak negatif tersebut, hal yang belum mampu ditangani oleh PT. IMT adalah polusi dari asap yang dihasilkan oleh pabrik, sedangkan dampak dampak negatif yang lain sudah mampu diselesaikan oleh PT. IMT.
Dampak negatif dari suara yang ditimbulkan oleh pabrik diselesaikan dengan pembangunan pabrik yang jauh dari pemukiman penduduk terdekat. Hal tersebut sudah diperkirakan sebelum pembangunan pabrik dilakukan dengan mencari lokasi pembangunan pabrik yang jauh dari pemukiman penduduk. Sedangkan dampak negatif lainnya, yaitu limbah hasil pengolahan pabrik. Hal
tersebut diselesaikan oleh PT. IMT dengan Fond System (sistem kolam). Sistem
ini bertujuan mengurangi nilai BOD (Biological Oxgen Demand) limbah sehingga
dapat sesuai dengan standar kadar limbah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sistem pengolahan limbah tersebut berjalan seperti siklus, PT. IMT membuat 9 kolam yang terdiri dari 5 kolam anaerob dan 4 kolam aerob, limbah yang baru keluar dari pabrik awalnya masuk ke dalam kolam anaerob yang berjumlah 5 kolam, di dalam kolam tersebut sebelumnya sudah diberi bakteri agar terjadi proses kimia sehingga proses tersebut mengeluarkan sebuah gas sehingga asam pada limbah dapat berubah menjadi basa. Lalu setelah itu limbah masuk ke kolam berikut nya yaitu kolam aerob dimana fungsi kolam tersebut adalah untuk menambah kadar oksigen di dalam air limbah dengan mengunakan sinar matahari dan kipas yang ada di dalam kolam.
Dampak Positif Kegiatan Operasional Pabrik Kelapa Sawit
Dampak positif dengan adanya pembangunan pabrik kelapa sawit PT. IMT, yaitu terbukanya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat daerah tersebut. Proses penciptaan lapangan pekerjaan yang terjadi oleh perusahaan pabrik kelapa sawit
akan lebih luas lagi dengan adanya multiplier effect baik backward maupun
forward linkages seperti timbulnya lapangan pekerjaan di sektor perdagangan, transportasi, dan industri kecil maupun besar.
Terbukanya lapangan pekerjaan baru, juga akan memberi tambahan pendapatan bagi pihak-pihak yang terlibat. Pihak yang secara langsung memperoleh kenaikan pendapatan adalah para petani yang menjual TBS ke pabrik kelapa sawit dan penduduk sekitar perusahaan yang menjadi karyawan pabrik. Pihak lain yang memperoleh tambahan pendapatan adalah pemerintah daerah dan
36
pusat. Pendapatan tambahan bagi pemerintah berupa pajak pajak yang terdiri dari PPH, PPN, PBB dan PE. Selain itu, penjualan hasil pengolahan kelapa sawit menambah nilai ekspor dari perusahaan besar, sehingga akan menghasilkan devisa yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan nasional. Diharapkan dengan adanya pembangunan pabrik PT. IMT ini perekonomian daerah tersebut khsususnya Kabapaten Karo dapat meningkat dan lebih maju.
Hasil Analisis Sosial Aspek Lingkungan
Berdasarkan hasil analisis aspek lingkungan dan sosial dapat disimpulkan bahwa pabrik PT. IMT kelapa sawit layak karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru serta memberikan pengaruh positif terhadap perubahan ekonomi, yaitu berupa peningkatan pendapatan masyarakat dan menambah aktivitas ekonomi. Dampak negatif yang timbul dari proyek, penanganannya sudah direncanakan dan diantisipasi dengan baik salah satunya dengan melakukan pengolahan di kolam limbah sehingga kadar zat-zat berbahaya yang terdapat dalam limbah dapat berkurang. Oleh karena itu, hasil buangan limbah pabrik tidak langsung dibuang ke perairan bebas, misalnya sungai sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan hidup. Hal ini membuat perusahaan dinilai memiliki tanggung jawab di dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hasil analisis aspek non finansial dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Hasil analisis aspek non finansial
Aspek Kriteria Hasil Keterangan
Pasar a.Memiliki pasar potensial (permintaan diimbangi dengan penawaran)
b.Memilki strategi pemasaran (bauran pemasaran)
c.Memiliki tingkat penjualan produk yang menguntungkan (total penjualan lebih tinggi dari pada biaya produksi
a.Pasar CPO relatif stabil dan tidak pernah ditemukan over supply
b.Bauran pemasaran berjalan dengan baik c.Harga produk yang dihasilkan PT. IMT lebih besar dari pada biaya produksi.
Layak
Layak
Layak Teknis a.Lokasi)
b.Kapasitas produksi efektif dan efesien
c. Proses produksi
d.Kelengkapan fasilitas
a.Lokasi usaha jauh dari pemukiman dan dekat dengan perkebunan kelapa sawit b.Kapasitas produksi belum dimanfaatkan secara maksimal c.Proses produksi berjalan sesuai dengan SOP pabrik kelapa sawit
d.Fasilitas perusahaan
Layak Tidak layak
37
produksi sudah cukup lengkap dan mampu menunjang produksi
Layak
Manajemen a.Struktur organisasi dan pembagian tugas
a..PT. IMT telah memiliki perencanaan dan pengorganisasian manajemen yang baik.
Layak Sosial dan Lingkungan a.Dampak sosial b.Dampak lingkungan a. PT. IMT dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru
b.Dampak negatif yang timbul sudah diantisipasi dengan baik.
Layak
Layak
Analisis Aspek Finansial
Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis suatu usaha dari segi
keuangan. Terdapat empat kriteria penilaian investasi, antara lain Net Present
Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), dan Payback Period (PP). Dalam melakukan analisis empat kriteria investasi tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu.