Keberhasilan pemasaran konvensional suatu produk (Anggun P., 2013) ditentukan oleh bauran 4P. Landasan 4P menjadi prioritas utama dalam produk usaha tetapi pebisnis perlu melengkapi perencanaan bisnis dengan bauran pemasaran 7P. Pebisnis yang menerapkan bauran pemasaran 7P (Lin, Su Mei, 2011) dapat mengetahui kebutuhan konsumen dan memperluas penjualan. 7P mencangkup product, price, place, promotion, people, process, physical evidence ( Gambar 2.8.).
Gambar 2.8. MarketingMix Sumber: Su-Mei Lin, 2011 2.8.1. Product (Produk)
Produk merupakan barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Barang dapat berupa baru atau inovasi (peningkatan kualitas) dari produk yang sudah ada.
2.8.8.1. Ubi Jalar sebagai Bahan Baku Makanan
Penggunaan bahan makanan padi-padian masih unggul dibandingkan umbi-umbian. Persentase konsumsi umbi-umbian (Tabel 2.7.) oleh
masyarakat wilayah Jakarta juga cenderung menurun dan lebih sedikit dari padi-padian.
Tabel 2.7. Persentase Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan Menurut Kelompok Makanan di Provinsi DKI Jakarta 19 Oktober 2012 00:00:00 - KONSUMSI DAN PENGELUARAN
No. Kelompok Bahan Makanan Tahun
2009 2010
1 Padi-padian 9,65 9,34
2 Umbi-umbian 0,58 0,48
Sumber : Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)
Tabel 2.8. Perkembangan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Ubi Jalar di Rumah Tangga
Tahun Konsumsi Pertumbuhan (%)
(kg/kapita/minggu) (kg/kapita/tahun) 2010 0,097 5,058 -8,49 2011 0,111 5,788 14,43 2012 0,069 3,598 -37,84 2013 0,067 3,494 -2,90 2014*) 0,083 4,320 23,66 2015*) 0,077 3,991 -7,62
Sumber: SUSENAS, BPS, keterangan: *) angka prediksi Pusdatin
Hasil prediksi SUSENAS BPS tentang Perkembangan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Ubi Jalar di Rumah Tangga dua tahun terakhir (2014-2015) sebesar < 10 %. Pengolahan ubi ungu khususnya sebagai bahan makanan (Tabel 2.8.) masih tergolong rendah.
Wikipedia, mengulas ubi jalar atau ketela rambat yang memiliki Aneka warna ubi diantaranya, putih, kuning, merah, dan ungu. Masyarakat Asia memanfaatkan tanaman ubi, mulai dari dari daun sampai umbinya. Seorang ahli botani Rusia, Nikolai Ivanovic Vavilov memastikan ubi ungu berasal dari Amerika Tengah. Sementara pada abad ke-16, ubi ungu diperkenalkan oleh orang Spanyol ke wilayah Asia terutama Indonesia, Filipina, dan Jepang. Indonesia adalah Negara terbesar penyedia ubi jalar di dunia.
Ubi ungu termasuk tanaman yang tumbuh musiman, mudah rusak dimakan hama. Pengolahan ubi ungu setengah jadi seperti tepung bisa menjadi solusi produk olahan. Tepung ubi ungu bisa disimpan lebih lama dan menjadi bahan dasar produk inovasi lainnya seperti; kue, biskuit, atau pai. Pemanfaatan ubi ungu menjadi perhatian masyarakat karena bermanfaat untuk kesehatan. Menurut (Furuta et al. 1998) dalam (Ginting E. et al. 2011), ubi ungu mengandung antosianin dan senyawa fenol tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan (Tabel 2.9.Nilai Gizi).
Tabel 2.9. Nilai Gizi Ubijalar Ungu Segar
Nilai Gizi Jumlah (%)
Pati 22, 64 Gula Reduksi 0,30 Lemak 0,94 Protein 0,77 Air 70,46 Abu 0,84 Serat 3,00 Vitamin C (mg/100 g) 21,43 Vitamin A (SI) - Antosianin (mg/100 g) 110,51 Sumber: (Suprapta, 2003)
Penurunan penggunaan ubi ungu sebagai bahan baku makanan tidak menyurutkan minat para peneliti. Berbagai sudut pandang muncul, nilai gizi ubi ungu telah menarik perhatian para peneliti, misalnya pengamatan kandungan kimianya. Faktor kimiawi ubijalar ungu menginspirasi pengujian kimiawi (Liur I.J. et al.,2013) ubi jalar ungu pada bakso. Sifat kimia bakso berbahan ubijalar ungu (Tabel 2.10) perlu dicermati agar bila digabungkan dengan bahan lain tidak mengubah rasa/teksturnya.
Tabel 2.10. Hasil Evaluasi Sifat Kimia Tepung Ubi Jalar Ungu Kandungan Kimia Jumlah (%)
Air 12,34
Abu 2,03
Karbohidrat 97,67
Protein 0,67
2.8.8.3. Tepung Ubi Ungu sebagai Bahan Campuran Adonan Pai
Vraniolle Pai memiliki keunikan pada adonan kulit dan isi. Terdapat campuran 25% tepung ubi ungu dan 75% tepung terigu pada adonan kulit. Warna adonan kulit menjadi ungu tua ketika telah dipanggang. Selain sebagai pewarna alami, adonan memiliki rasa manis alami dari tepung ubi ungu sehingga hanya membutuhkan sedikit tambahan gula. Rencana produk Vraniolle Pai yang dipasarkan memiliki beberapa kriteria berdasarkan ukuran dan variasi isian.
Tabel 2.11. Jenis dan Variasi Isian Vraniolle Pai
No Ukuran Dimensi Variasi Isian Variasi
Topping Manis Asin 1. Mini d* : 6 cm tinggi ; 2 cm • Pastry cream rasa lemon, manga, alpukat, atau teh hijau • Ganache coklat • Vanila Cream • Kentang keju (potato cheese) • Sayur (Wortel, Jagung, dan Buncis), kentang keju, daging ayam , dan telur. • Spesial: Pie Sandwich: Ham sapi, telur, dan sayur. • Cokelat butir (choco chips) • Keju • Potongan buah segar 2. Premium d* : 12 cm tinggi : 4 cm 3. Prioritas d*: 20 cm tinggi : 4 cm Keterangan *: diameter 2.8.8.4. Kemasan Vraniolle Pai
Penyajian Vraniolle Pai dikemas dengan bahan ramah lingkungan (Tabel 2.12.). Desain kemasan disesuaikan dengan ukuran pai sehingga mudah dikonsumsi. Saat pelanggan memesan ukuran mini, pai dialasi kertas (cup) kue dahulu kemudian dimasukkan dalam kantong karton. Khusus untuk mini pie, kemasan didesain seperti kantong yang tersegel dengan stiker logo Vraniolle Pai. Pesanan dapat disajikan terpotong rapi sesuai selera konsumen untuk ukuran premium dan prioritas. Pai mini yang dipesan dua buah akan disimpan dalam kantong karton ukuran (15x8,5x16) cm. Dus makanan
tersebut dipilih karena bahan ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Ciri khas dari kemasannya terdapat pada stiker logo Vraniolle Pai.
Pesanan Vraniolle Pai ukuran Premium dan Prioritas berbentuk boks karton yang dilapisi kertas roti sebagai alas pai. Pelanggan dapat membawa pesanan tanpa harus menggunakan plastik karena kotak sudah dilengkapi dengan pegangan. Logo Vraniolle Pai sudah tercetak sebagai ciri khas boks.
Tabel 2.12. Dimensi Kemasan
No. Ukuran Pai Kemasan
Bahan Bentuk Dimensi (cm)
Dalam Luar Dalam Luar Dalam Luar
1 Mini Kertas
kue
Karton mangkok Kantong d: 6 14x7.5 x15 2 Premium Kertas roti Karton tebal lingkaran Kotak boks d:14 15x15x3 3 Pioritas d: 20 21.5x3x21.5
Gambar 2.9. Kemasan Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015 2.8.2. Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang ditukar sesuai nilai barang yang dijual. Harga bersifat flexibel, harga akan stabil dalam kurun waktu tertentu dan dapat berubah meningkat atau menurun. Peningkatan dan penurunan harga dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga bbm, harga sembako), faktor geografi (lokasi penjualan pai) dan lain-lain.
Harga memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan pembeli. Penetapan harga Vraniolle Pai sesuai dengan pertimbangan strateginya (Kotler, 2014) yang mencakup cost based pricing (berdasarkan biaya pembuatan pai), competition based pricing (berdasarkan persaingan) dan consumer value pricing (berdasarkan
nilai dari presepsi konsumen). Tabel 2.13. menjelaskan harga Vraniolle Pai dibandingkan dengan harga pai dari pesaing.
Tabel 2.13. Perbandingan Harga Vraniolle Pai dengan Pesaing
Ukuran Harga (Rp.)
Vraniolle Pai iPie Alpen Pie Apple
Kecil 8.000 25.000 26.000-95.000 Sedang 20.000 88.000-270.000 Besar 35.000 150.000-295.000 2.8.3. Place (Lokasi)
Lokasi berhubungan dengan tempat di mana Vraniolle pai akan diproses dan dijual. Proses pembuatan Vraniolle Pai sementara berada d Kos Sandang 69 kamar 128. Akses produksi ke tempat penjualan mudah ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan motor.
Lokasi penjualan menjadi salah satu upaya agar Vraniolle Pai dapat dinikmati oleh konsumen secara langsung. Awalnya pai dijual dipromosikan melalui media sosial (Instagram, Facebook, Line), pemesanan dilakukan dengan sistem pre-order. Vraniolle juga mengikuti event seperti Binus Square 5thAnniversary. Rencana selanjutnya, Vraniolle Pai membuka stand di Marlin Square. Tiga jenis interaksi yang mempengaruhi pemilihan lokasi:
a. Konsumen mendatangi tempat penjualan Vraniolle Pai, sehingga pemilihan lokasi sangat penting karena lokasi sebaiknya mudah dijangkau oleh masyarakat dan strategis. Marlin Square terletak di Jalan K.H. Syahdan No.18, Kemanggisan, Jakarta Barat, mudah dijangkau dan dilalui oleh target pasar utama (Mahasiswa Binus University).
b. Pengelola Vraniolle Pai mendatangi konsumen, lokasi memang tidak terlalu penting namun penyajian harus tetap berkualitas.
c. Pembuat Vraniolle Pai dan konsumen tidak bertemu secara langsung Lokasi menjadi sangat tidak penting, tetapi komunikasi dan kualitas pelayanan terlaksana dengan baik.
2.8.4. People (Sumber Daya Manusia dan Pelanggan)
Target pasar utama Vraniolle Pai yaitu masyarakat sekitar Kampus Binus yang suka camilan dan mulai menyadari pentingnya kesehatan. Masyarakat tersebut difokuskan pada kalangan muda yang suka mencoba produk cemilan
inovasi unik. Selain karakteristik produk, kepuasan pelanggan untuk loyal terhadap Vraniolle Pai dipengaruhi juga oleh komponen sumber daya manusia yang berkualitas.
Kualitas dan kuantitas pengelola Vraniolle Pai akan terlibat langsung dengan pemberian layanan pada konsumen. Komponen sumber daya manusia memerlukan beberapa standar operasional dalam menyediakan layanan karena berinteraksi langsung dengan konsumen. Keputusan rekrutmen berhubungan dengan seleksi, pelatihan, kewajiban dan tugas tanggung jawab dijelaskan lebih lanjut pada bagian Aspek Sumber Daya Manusia.
2.8.5. Process (Proses)
Proses (Sukotjo, H. dan Radix, A., S., 2010) adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Kualitas layanan dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang mengolah dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Seluruh operasional Vraniolle Pai dijalankan sesuai standar kerja oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap pengelola. Standar operasional kerja diberlakukan sehingga Vraniolle Pai yang diproduksi memiliki kesamaan citra rasa, bentuk dan kualitasnya terjaga. Pelayanan kepada konsumen yang ramah dengan tersenyum, menyapa, memberikan informasi pai yang tersedia dapat membuat konsumen merasa nyaman dan dihargai.
2.8.6. Promotion (Promosi)
Vraniolle Pai adalah merek pai ubi ungu, produk baru yang belum dikenal oleh konsumen. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk memasarkan Vraniolle Pai, yaitu:
2.8.6.1. Melalui Media Sosial (Instagram dan Facebook)
Target utama konsumen sering mengakses internet dan berinteraksi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Konsumen yang penasaran dapat langsung mengakses bahkan memesan pai. Penggunaan media sosial memudahkan pengelola Vraniolle Pai dalam promosi, dan penyebaran informasi kepada konsumen. Contoh: Konsumen akan mendapatkan potongan harga setelah pembelian kedua dengan mengupload gambar dan mention di akun Instagram Vraniolle Pai.
Gambar 2.10. Media Sosial Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015
2.8.6.2. Mengikuti Bazar atau Event
Selain melalui teknologi, Vraniolle Pai secara nyata melakukan tindakan pengenalan produk dengan mengikuti bazar atau event tertentu, seperti Binus Square 5th Anniversary.
Pengenalan produk secara langsung dapat dikatakan cukup cepat sekaligus menguji kesukaan konsumen terhadap pai ubi ungu. Pengelola Vraniolle Pai dapat mendengar langsung pendapat dan saran dari konsumen untuk pengembangan produk selanjutnya.
Gambar 2.11. Stand Vraniolle Pai di Acara Binus Square 5th Anniversary Sumber: Penulis, 2015
2.8.6.3. Pemanfaatan Word of Mouth
Word of Mouth adalah pesan positif atau negatif mengenai produk. Cara ini dianggap paling efektif dalam perencanaan bisnis Vraniolle Pai. Pendapat konsumen mengenai pai dapat mengembangkan variasi pai. Selain itu, pengaruh positif juga berdampak kepada konsumen lainnya, seperti satu konsumen mengajak teman lainnya untuk membeli pai. Melalui cara tersebut, produk Vraniolle Pai dipromosikan secara tidak sengaja oleh konsumen yang puas dengan kualitas produk dan pelayanan. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila konsumen menyebarkan pendapat negatif. Produsen Vraniolle Pai harus menanggapi keluhan akan ketidakpuasaan konsumen secara cepat dan tepat.
2.8.6.4. Personal Selling (Pendekatan Secara Personal)
Penjualan secara personal lebih efektif daripada secara bersamaan. Pendekatan personal dapat dilakukan melalui media sosial dengan menyapa konsumen sesuai kondisi yang mendukung. Keuntungan dari pendekatan srcara personal, konsumen akan merasa lebih dekat dan istimewa saat produsen semakin sering melayani pesanan mereka. Produsen Vraniolle Pai akan berusaha terus menjaga kualitas produk dan menyesuaikan dengan selera pribadi konsumen tersebut.
2.8.6.5. Potongan Harga atau Diskon
Potongan harga menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen. Pada acara Soft Opening (Hari Pembukaan Usaha ) dan Anniversary (Hari Peringatan) Vraniolle Pai menjadi contoh waktu yang tepat untuk mengadakan potongan harga. Secara tidak langsung, Vraniolle Pai memberi penghargaan dan rasa terimakasih terhadap loyalitas konsumen. Beberapa rincian rencana potongan harga atau diskon (Marketing Plan) Vraniolle Plan pada Tabel 2.13
Tabel 2.13 Rincian Rencana Marketing Plan untuk 1 Tahun
Bulan Promo Target
Utama Proses
Juni
Diskon 10% dengan follow dan membagi pendapat di Instagram/ Facebook Vraniolle Pai
Mahasiswa Binus
Memperkenalkan produk Vraniolle Pai, menarik perhatian target pasar lewat event-event di Binus
Juli
Bulan puasa terdapat diskon 10% untuk pembelian pai mini jam 18.00-19.30 setiap hari Kelompok remaja sampai dewasa Mempromosikan Vraniolle Pai supaya lebih dikenal masyarakat sekitar Binus.
Agustus
Diskon 20% untuk pembelian pai prioritas setiap hari Jum’at- Minggu
Kelompok remaja sampai dewasa
Promosi dilakukan sebagai perayaan Hari
Kemerdakaan Indonesia tanggal 17 Agustus
September
Tersedia diskon 10% untuk pemegang kartu pelajar atau mahasiswa setiap hari pukul 12.00-17.00
Pelajar dan mahasiswa
Menarik perhatian konsumen potensial
terutama mahasiswa baru di sekitar Kampus Binus.
Oktober
Menyediakan kupon pembelian pai untuk 10 kali pembelian maka mendapatkan gratis 1 pai dengan pilihan rasa.
Kelompok remaja sampai dewasa
Menarik perhatian konsumen agar menjadi konsumen tetap Vraniolle Pai
November
Pembelian 3 pai mini oleh kelompok konsumen,
mendapatkan gratis 1 pai setiap Selasa dan Kamis.
Kelompok remaja sampai dewasa
Promosi dilakukan untuk menarik perhatian konsumen dan
menghabiskan produksi pai ubi ungu dalam sehari agar tidak ada sisa saat
penutupan kios.
Desember
Gratis 1 pai setiap pembelian 4 buah untuk pembelian dari tanggal 20-28 Desember Keluarga, kelompok remaja sampai dewasa Menarik perhatian pelanggan dengan merayakan Natal
Januari
Membagi momen tahun baru dengan pai melalui Instagram atau Facebook, diskon 10% Keluarga, kelompok remaja sampai dewasa
Promosi untuk merayakan Tahun Baru
Februari
Gratis 1 pai setiap pembelian 2 buah pada tanggal 14 Februari. Kelompok remaja sampai dewasa, pasangan Memperingati Hari Valentine promosi sekaligus memperluas pengetahuan masyarakat tentang Vraniolle Pai
Maret
Menarik perhatian target pasar dengan memposting komentar pelanggan di Facebook dan Instagram Pengguna media sosial yang aktif Mempromosikan konsumen potensial melalui media sosial
April
Khusus pelanggan wanita mendapat gratis 1 setiap pembelian 2 pai mini berbagai rasa
Target pasar berjenis kelamin perempuan semua usia. Mempromosikan produk Vaniolle Pai sekaligus merayakan Hari Kartini.
Mei
Mempromosikan varian rasa baru seperti coklat dan sandwich pai. Promo 10% dengan menulis testimoni di media sosial. Pengguna media sosial yang aktif Mempromosikan varian rasa baru Vraniolle Pai.
Sumber: Penulis 2015
2.8.6.6. Penggunaan Media Cetak
Vraniolle Pai tetap menggunakan media cetak dalam menyebarkan informasi dalam bentuk stiker, x-banner, flyer dan brochure. Pengelola sudah menyiapkan kartu nama bagi konsumen yang ingin mengadakan kerja sama.
Gambar 2.12. X-banner dan Spanduk di Acara Binus Square 5th
Anniversary Sumber: Penulis, 2015
Gambar 2.13. Kartu Nama Vraniolle Sumber: Penulis, 2015
2.8.7. Physical Evidence (Bukti Fisik)
Bukti fisik (Zaithaml dan Bitner, 2000 dalam Putra, Hafrizal Okta Ade, 2012) merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan.
• Pengelola menciptakan Vraniolle Pai dengan komposisi bahan dasar tepung ubi ungu yang tepat dan menghasilkan cita rasa unik khas Vraniolle.
• Tepung ubi ungu dicampurkan dalam Vraniolle Pai memiliki kandungan antosianin tinggi yang baik untuk kesehatan.
• Warna alami ubi ungu mempengaruhi warna Vraniolle Pai dan membedakan dengan pai yang dijual pada umumnya.
• Selain tidak menggunakan bahan pengawet, nilai tambah pada Vraniolle Pai karena hanya sedikit penambahan gula.
• Kreasi isian Vraniolle Pai merupakan pastry cream. Pilihan tersebut berdasarkan hasil survey pertama, bahwa sebanyak 64,4% dari 101 responden menyukai pastry cream sebagai pilihan variasi isi.
Vraniolle menyiasati konsumen yang tidak begitu suka manis dengan membuat isian dari kentang dan keju.
• Harga cukup terjangkau dengan kualitas produk yang ditawarkan Vraniolle Pai.
• Selain keunikan dari produk, pengelola juga mempromosikan Vraniolle Pai melalui sosial media (Instagram, Line, BBM, Facebook) sehingga konsumen mengetahui dan mengenalnya. • Pemesanan secara online, pre-order, delivery dan pembuatan stand
di Marlin Square untuk mempermudah konsumen dalam pembelian Vraniolle Pai.
• Penggunaan seragam kerja untuk membentuk identitas dan citra positif dari Vraniolle.
• Menciptakan budaya Vraniolle yang ramah dengan peningkatan kinerja sumber daya manusia sehingga mencapai kepuasan pelanggan.