11
ASPEK LEGAL DAN PEMASARAN
2.1. Badan Usaha
Usaha Vraniolle Pai berbentuk Perusahaan Perseorangan dengan pertimbangan modal usaha dan kemudahan dalam membentuk badan usaha. Meski mudah, Perusahaan Perseorangan merupakan salah satu bentuk usaha yang diakui di Indonesia.
Pemilik berhak dalam penentuan modal dan pembuatan keputusan, namun modal juga bisa diperoleh dari pinjaman. Dalam proses pembuatannya, beberapa surat dan perijinan yang harus dipenuhi sesuai prosedur untuk mendapatkan ijin usaha dan mendaftarkannya ke Lurah atau Kepala Desa. Pengurusan badan usaha Vraniolle Pai dilakukan di Bogor Utara, Kelurahan Ciparigi.
2.2. Kepemilikan Tanah
Lokasi sementara penjualan tempat didirikannya stand Vraniolle Pai berada di Jalan K.H. Syahdan No.18, Kemanggisan, Jakarta Barat; Marlin Square.Pemilik lokasi menjalin kerjasama dengan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dengan menyewakan tempat untuk berjualan. Bapak Tanto adalah penduduk setempat atau pengurus yang bertanggung jawab dan menjaga lokasi Marlin Square.
2.3. Perjanjian Kontrak
Perjanjian kontrak dengan pihak Marlin Square tidak memiliki detail khusus. Penyewa cukup membayar uang bulanan sebesar Rp 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah) per bulan. Pembayaran sewa lokasi dilakukan pada awal tanggal mulai mengontrak. Pemberitahuan perpanjangan kontrak kepada Bapak Tanto dilakukan minimal satu minggu sebelum tanggal awal mengontrak. Penyewa yang menggunakan listrik mengisi pulsa token dengan biaya pribadi.
2.4. Peraturan Daerah
2.4.1. Surat Keterangan Domisili Usaha
a. Pendaftaran Surat Keterangan Domisili Perusahaan Vraniolle menunjukkan bahwa tempat yang digunakan sudah mendapatkan izin sebagai tempat industri rumah tangga.
b. Permohonan surat keterangan domisili Vraniolle diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan setempat.
c. Persyaratan lain yang dibutuhkan:
• Kartu Tanda Penduduk (KTP) Fransiska Dessy sebagai penanggung jawab
• Surat Keterangan Lurah: Nun Zirwan, S.IP
• Rekomendasi dari Camat Bogor Utara:R. Asep Kartiwa • Surat Izin Gangguan (HO)
• Fotokopi bukti kepemilikan dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Villa Bogor Indah E2-30
• Akta Pendirian Badan Usaha Vraniolle
• Foto Fransiska (direktur utama) ukuran 3x4 sebanyak dua lembar • Materai Rp 6.000,00 sebanyak satu lembar
d. Lama proses: 4-6 (empat sampai enam) hari kerja setelah permohonan lengkap diajukan.
2.4.2. Nomor Pokok Wajib Pajak Pengusaha
a. Permohonan pendaftaran wajib pajak Vraniolle diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bogor untuk mendapatkan:
• Kartu NPWP pribadi yang menjalanakan usaha
• Surat keterangan Vraniolle terdaftar sebagai wajib pajak b. Persyaratan:
• Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Fransiska Dessy
• Fotokopi dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Lurah atau Kepala Desa
c. Lama proses: 2-3 (dua-tiga) hari kerja setelah permohonan diajukan.
2.4.3. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
a. Permohonan SIUP kecil diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota Bogor Utara
b. Persyaratan lain yang dibutuhkan: • Fotokopi KTP Fransiska
• Fotokopi NPWP Fransiska Dessy • Salinan Surat Izin Usaha Perdagangan
• Fotokopi bukti kepemilikan dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Villa Bogor Indah E2-30
• Surat Keterangan Domisili Usaha Vraniolle berdasarkan Undang-Undang Gangguan
• Fnoto Fransiska (direktur utama) ukuran 3x4 sebanyak dua lembar c. Lama Proses: 14 (empat belas) hari kerja
2.4.4. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
a. Permohonan diajukan kepada Pendaftaran Perusahaan di Bogor Utara.
b. Vraniolle akan diberikan sertifikat Tanda Daftar Perusahaan sebagai bukti telah melakukan Wajib Daftar Perusahaan sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.37/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Perusahaan
c. Lama Proses: 14 (empat belas) hari kerja setelah permohonan diajukan.
2.4.5. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)
Keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Peraturan Daerah setempat, seluruh produksi makanan dan minuman yang diedarkan secara luas harus memiliki izin produksi. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009, pasal 111 ayat (1) menyatakan bahwa makanan dan minuman yang digunakan masyarakat harus memiliki standar dan persyaratan kesehatan. Vraniolle Pai yang semakin banyak peminatnya dan mengedarkan secara luas memerlukan izin produksi. Tujuan utamanya adalah sebagai jaminan bahwa produk memenuhi standar keamanan pangan. Vraniolle Pai dimulai dari rumah maka dibutuhkan:
Tata cara pemberian SPP-IRT:
• Penerimaan Pengajuan Permohonan SPP-IRT
Permohonan diajukan kepada Bima Arya, Walikota Bogor dan Dinas Kesehatan Bogor dengan persyaratan:
1. Surat Permohonan ijin produksi Vraniolle Pai
2. Komposisi Vraniolle Pai yang diproduksi; tepung ubi ungu, tepung terigu, mentega, butter, telur dan gula.
3. Tahapan Produksi Vraniolle Pai
4. Data Industri Rumah Tangga Pangan dan peta lokasi produksi sementara Vraniolle Pai.
5. Salinan KTP Fransiska Dessy (pendiri) 6. Pas foto berwarna Fransiska Dessy 3x4 cm 7. Salinan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
• Penyelenggaraan Penyuluhan Keamanan Pangan
Penyuluhan Keamanan Pangan dikoordinasikan oleh Bima Arya, Walikota dan Dinas Kesehatan Bogor. Peserta merupakan Fransiska dan Maria sebagai pendiri industri rumah tangga.
Materi Penyuluhan Keamanan Pangan terdiri dari : 1. Materi Utama
a. Peraturan perundang-undangan di bidang pangan b. Keamanan dan Mutu pangan
c. Teknologi Proses Pengolahan Pangan
d. Prosedur Operasi Sanitasi yang Standar (Standard Santitation Operating Procedure atau SSOP)
e. Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT)
f. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) g. Persyaratan Label dan Iklan Pangan
2. Materi Pendukung
a. Pencantuman label Halal
• Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan
Pemberian sertifikat penyuluhan kepada Fransiska Dessy apabila telah lulus dengan evaluasi minimal cukup (enam puluh).
b. Pemeriksaan Sarana Produksi Pangan Industri Rumah Tangga
Setelah memiliki sertifikat penyuluhan, pemeriksaan sarana produksi pangan IRT akan dilakukan oleh tenaga pengawas Pangan Kota Bogor ke lokasi pembuatan Vraniolle Pai langsung.
c. Pemberian Nomor P-IRT (Produksi Industri Rumah Tangga)
Bentuk pengakuan kualitas produk adalah adanya izin resmi dari Badan Kesehatan atau Badan POM. Vraniolle Pai yang tidak menggunakan bahan pengawet, hanya bertahan kurang dari 4 hari. Produk termasuk golongan Layak Sehat Jasa Boga dan nomor P-IRT berlaku selama 3 tahun saja.
Nomor P-IRT diberikan kepada satu jenis pangan IRT. d. Perpanjangan SPP-IRT
Pengajuan perpanjangan SPP-IRT dilakukan paling lambat 3 bulan sebelum masa berlaku SPP-IRT berakhir.
2.4.6. Merek Dagang
Merek adalah suatu “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pemakaian merek dagang Vraniolle Pai berfungsi:
• Mengenal dan membedakan hasil produksi pai olahan tepung ubi ungu dengan hasil produksi orang lain.
• Sebagai alat promosi sehingga konsumen dapat membeli kembali pai ubi ungu dengan menyebut merek Vraniolle Pai.
• Sebagai jaminan atas mutu barang dan citra dari produk pai ubi ungu. • Menunjukkan asal barang diproduksi.
• Dapat dilisensikan (waralaba) sehingga menjadi sumber penghasilan langsung berupa royalti.
Dasar hukum perlindungan merek adalah Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek (UUM).
Tahap-tahap pendaftaran merek:
a. Permohonan pendaftaran merek diajukan pada Sudin Perdagangan dan Bisnis dengan cara mengisi formulir permohonan yang telah disediakan dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap 4 (empat).
b. Pemohon wajib melampirkan:
• Surat pernyataan di atas kertas bermeterai dan ditandatangani oleh Fransiska Dessy dan Maria Isabella (bukan kuasa), menyatakan bahwa merek yang dimohonkan adalah miliknya;
• Surat kuasa khusus, apabila permohonan pendaftaran diajukan melalui kuasa;
• 24 lembar etiket merek atau label (4 lembar dilekatkan pada formulir) yang dicetak di atas kertas;
• Fotokopi kartu tanda penduduk Fransiska Dessy dan Maria Isabella; bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, apabila digunakan dengan hak prioritas; dan bukti pembayaran biaya permohonan Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
Pendaftaran hak merek dapat dilakukan secara online melalui situs resmi http://startuphki.com/term-condition-pendaftaran-merek/. Biaya yang dikenakan Rp 1.500.000,00.
Etiket merek berarti label atau tag adalah contoh merek dalam permohonan pendaftaran merek yang diajukan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI). Etiket merek mempresentasikan barang atau jasa yang diproduksi dan diperdagangkan dengan melekatkannya pada produk, minimal 2x2 cm dan maksimal 9x9 cm.
2.4.7. Sertifikasi Halal
a. Administrasi formulir Rp. 100.000,00
b. Pas foto Fransiska Dessy ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar sebagai pemilik c. Fotokopi KTP pemilik 1 lembar
d. Fotokopi KTP 1 lembar untuk masing-masing karyawan (internal auditor) e. Lampiran daftar menu
g. Daftar bahan baku untuk seluruh produk yang disertifikasi halal h. Matriks bahan baku untuk setiap produk yang disertifikasi halal i. Dokumen pendukung bahan baku
j. Manual SJH (Sistem Jaminan Halal) untuk perusahaan baru atau revisi manual SJH untuk perusahaan yang telah memiliki sertifikat halal (jika ada) k. Diagram alir proses produksi produk yang disertifikasi
l. Peta lokasi pengolahan berlangsung; Vila Bogor Indah m. Tata letak/lay out pabrik (untuk perusahaan /pabrik baru) n. Pernyataan fasilitas produksi bebas dari unsur babi o. Daftar alamat pabrik dan fasilitas lain; Vila Bogor Indah p. Profil perusahaan
q. Surat depkes
r. Fotokopi NPWP Fransiska Dessy
Total biaya sertifikasi usaha kecil RP 1.000.000- Rp 2.000.000 dengan lama proses paling lambat 64 hari.
2.4.8. Ijin Gangguan
Surat Ijin Gangguan digunakan sebagai pernyataan bahwa badan usaha yang didirikan tidak menggangu lingkungan sekitarnya, berlaku selama 5 tahun. a. Persyaratan Administrasi:
• Foto kopi KTP Fransiska Dessy sebagai pemilik • Denah lokasi tempat usaha.
• Persetujan pemilik tanah atau bangunan tempat dilaksanakannya usaha. • Fotokopi surat Ijin Mendirikan Bangunan Vila Bogor Indah
• NPWP Fransiska Dessy
• Fotokopi Surat Keterangan Domisili Usaha
• Foto warna ukuran 3 x 4 cm (3 lembar) dari Fransiska Dessy
• Surat tidak keberatan dari masyarakat sekitar tempat usaha dan diketahui oleh ketua RT/RW.
b. Prosedur pembuatan:
• Sebelum mengajukan permohonan perizinan gangguan perlu meminta surat persetujuan atau tidak keberatan dari warga sekitar Vila Bogor Indah E2
No.30 dilengkapi dengan tanda tangan warga dan dapat juga dilengkapi dengan foto kopi KTP warga.
• Mengajukan surat izin gangguan ke kantor kelurahan Ciparigi. • Mengisi formulir yang telah disediakan di kantor kelurahan • Peninjauan dari petugas kelurahan ke lokasi usaha
• Jika hasil peninjauan lapangan sudah dilakukan dan dinyatakan tidak bermasalah, mereka akan menetapkan tarif retribusi usaha.
c. Lama proses: 12 hari kerja bila disetujui
2.5. Analisis Pasar
Produk dapat dikenal kemudian dibeli oleh konsumen karena produsen melakukan pemasaran. Pemasaran adalah proses kegiatan yang dipengaruhi faktor sosial, budaya, politik, ekonomi dan manajerial (Rangkuti, 2004). Seluruh faktor tersebut mempengaruhi kebutuhan, keinginan, dan selera suatu kelompok masyarakat. Strategi pemasaran berawal dari tahap penentuan segmentasi pasar, targeting, dan positioning.
2.5.1. Segmentasi, Targeting, Positioning 2.5.1.1. Segmentasi
Segmentasi adalah mengelompokkan market menjadi kelompok kecil masyarakat untuk dilayani. Kelompok ditentukan berdasarkan kebutuhan, karakter, atau perilaku masyarakat yang mempengaruhi strategi pemasaran. Segementasi berfungsi untuk mempermudah produsen menentukan konsumen. Menurut (Kotler, 2014), pangsa pasar dibagi menjadi 3 segmen variabel:
a. Geografi
Kelompok masyarakat ditentukan berdasarkan wilayah geografi (tempat) seperti Negara, provinsi, kota, atau kecamatan. Kelompok masyarakat yang dipilih Vraniolle Pai secara geografi:
Area : Jakarta Barat
Luas Area : 129,54 km2 (BPS, 2013) Lokasi Distribusi
Utama
: Kampus Binus Kemanggisan dan lingkungan sekitar Kampus
Karakter masyarakat menjadi pertimbangan strategi pemasaran. Usia, jenis kelamin (Gambar 2.1), tingkat pendidikan, pekerjaan, dan agama adalah contoh karakter konsumen.
Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan Usia : 15-50 tahun
Pekerjaan : Pelajar, mahasiswa, karyawan, wirausaha
Gambar 2.1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Kota Jakarta Barat Keterangan:
Laki-laki: 1.215.367 jiwa Perempuan: 1.181.218 jiwa
Berdasarkan hasil penjualan Vraniolle Pai melalui event di Binus Square, pengelola menganalisis segmentasi pasar beradasarkan demografi yang ditunjukkan Gambar 2.2 sampai Gambar 2.4.
Gambar 2.2. Segmentasi Demografi Vraniolle Pai Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber: Penulis, 2015
Gambar 2.3. Segmentasi Demografi Vraniolle Pai berdasarkan Usia Sumber: Penulis, 2015
Gambar 2.4.Segmentasi Demografi Vraniolle Pai berdasarkan Pekerjaan Sumber: Penulis, 2015
c. Psikografi
Pengelompokan masyarakat berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan karakter pribadi seseorang. Konsumen Vraniolle Pai dikelompokkan berdasarkan segmentasi psikografi.
Gaya hidup : Menyukai cemilan praktis, tidak terlalu suka makanan yang terlalu manis, sudah mulai peduli terhadap manfaat bahan makanan dan kesehatan. Karakter : Senang mencoba makanan camilan unik atau
pribadi inovasi, senang mencoba makanan olahan rumah (home industry)
Kelas sosial : Status ekonomi menengah sampai menengah ke atas.
d. Segmentasi Perilaku
Masyarakat dikelompokkan berdasarkan respon terhadap cita rasa, tekstur, warna atau karakteristik produk yang dipilih. Pelanggan-pelanggan dari Vraniolle Pai menunjukkan perilaku dominan saat pembukaan stand di acara Binus Square 5th Anniversary, 3-5 Juni 2015. Selama 3 hari pembukaan stand, pai lebih banyak terjual dengan harga promo. Produk Vraniolle Pai awalnya tidak terlalu menarik perhatian pelanggan di hari pertama pembukaan stand. Namun melalui media sosial seperti Instagram, Line, dan Whatsapp, penjualan meningkat karena mulai dikenal konsumen. Promosi melalui media sosial menunjukkan bahwa konsumen lebih tertarik melihat atau membaca informasi secara online. Grafik 2.5 menunjukkan pola penggunaan internet di Indonesia.
Gambar 2.5. Grafik Pola Penggunaan Internet di Indonesia Sumber: www.apjii.or.id
Sekitar jam 13.00-19.30, keadaan di sekitar stand Vraniolle Pai ramai dengan pengunjung atau penghuni Binus Square. Maka promosi juga dilakukan secara lisan untuk mengajak pengunjung mencoba produk Vraniolle Pai. Calon pelanggan yang berkelompok lebih mudah dibujuk untuk mengunjung stand dan mencoba tester pai. Ide memberikan tester pai kepada calon pelanggan dapat meyakinkan mereka membeli produk dan mempromosikan kepada orang lain.
2.5.1.2. Targeting
Kelompok masyarakat yang dipilih Vraniolle Pai sebagai target konsumen adalah mahasiswa dan masyarakat sekitar Kampus Binus, Kemanggisan, Jakarta Barat. Produk inovasi ubi ungu dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan terutama berusia 18-25 tahun. Konsumen tersebut dikelompokkan lagi berdasarkan ketertarikan terhadap cemilan inovasi unik dan mulai peduli terhadap kesehatan.
2.5.1.3. Positioning
Positioning adalah cara suatu produk didefinisikan atau diingat oleh konsumen. Kalangan muda umumnya menyukai makanan yang unik dan mudah terpengaruh kondisi lingkungan. Produk Vraniolle menempatkan ciri khasnya sebagai cemilan inovasi yang dibuat dari tepung ubi ungu. Inovasi dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi pai karena ubi ungu mengandung zat antosianin sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas.
Positioning diwujudkan dalam merek Vraniolle Pai untuk mendapatkan kesan saat memikirkan pai. Konsumen mengingat karakteristik unik produk pai ubi ungu melalui citra rasa, tekstur dan warna ungu alaminya. Karakteristik tersebut ditampilkan juga melalui logo berwarna cerah yang didominasi warna ungu dan merah muda. Gambar logo dibuat sederhana untuk menunjukkan sikap jujur dan sederhana dalam proses pembuatannya. Pengaplikasian merek yang kuat ditampilkan melalui gambar logo, warna dan nama Vraniolle dengan slogan “Taste the difference!”
2.5.2. Permintaan (Demand)
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan yang dapat dilihat dari gaya hidup masyarakat terutama mahasiswa berolahraga di pusat kebugaran. Banyaknya jumlah pusat kebugaran di sekitar Kampus Binus menunjukkan minat kalangan muda pada kesehatan. Minat tersebut diseimbangkan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat juga. Meninjau kebutuhan masyarakat akan makanan cemilan yang sehat, Vraniolle Pai berusaha mewujudkannya melalui produk inovasi pai ubi ungu.
2.5.3. Persediaan (Supply)
Pembuatan produk Vraniolle Pai menggunakan bahan yang mudah ditemukan dan dibeli di sekitar lingkungan Kampus Binus. Dalam proses produksinya, bahan dibeli di Pasar Kopro, Jalan Tanjung Duren Raya Grogol Petamburan Jakarta Barat. Pengelola bisnis Vraniolle Paai tidak hanya membeli bahan baku, namun beberapa keperluan alat seperti cetakan pai dan loyang di Pasar Kopro.
Tepung ubi ungu dipesan melalui SMS ke penyalur dari Warung Panganku atas nama Hj. Sri Wulan. Pengelola Vraniolle Pai cukup melakukan pemesanan kemudian tepung ubi ungu akan dikirim melalui jasa antar JNE keesokan harinya. Tepung ubi ungu akan dikirim sesuai jumlah pemesanan dan jumlah ketersediaan penyalur.
2.6. Analisis Pesaing
Usaha yang sukses dapat memuaskan konsumen dengan menciptakan Vraniolle Pai sesuai keinginan, kebutuhan dan selera konsumen. Produsen seharusnya dapat selalu beradaptasi dengan kesukaan dan peningkatan pelayanan kepada target konsumen. Perusahaan membutuhkan strategi yang mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing (Czepiel, J.,A. dan Kerin, R.,A., 2011) berkaitan dengan kebutuhan konsumen atau kemampuan usaha.
Tujuan utama analisis pesaing berguna dalam pengembangan perencanaan bisnis Vraniolle Pai. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah melengkapi dan menginovasikan ide yang sudah ada menjadi produk baru. Persaingan antara produk terjadi tidak secara langsung tetapi melalui pengelompokkan tingkatan pesaing, mengumpulkan informasi yang diperlukan dan menafsirkannya.
Empat tingkatan kompetitor yang dihadapi oleh setiap perusahaan(Kotler,P., Bowen,J.,T., dan Makens,J.,C., 2014):
2.6.1. Product of Competition
Pesaing menawarkan produk dan pelayanan sejenis dengan kisaran harga serupa kepada target konsumen yang sama. Vraniolle Pai menjual pai ubi ungu dengan beberapa variasi rasa manis dan gurih. Pesaing product of competition sejenis bagi Vraniolle Pai di lingkungan Binus University belum ada, tetapi beberapa pesaing berlokasi di luar wilayah Binus University ditunjukkan pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1.Pesaing Vraniolle Pai Berdasarkan Product of Competition
Nama Lokasi Produk atau Jasa Harga
(Rupiah) Promosi iPie, Apple Pie Meltz Pasar Santa, Senopati
Apple Pai dengan berbagai pilihan rasa dan es krim 25.000-30.000 Word of mouth para konsumen, media sosial Alpen Apple Pie Radio Dalam Raya No.15 Jakarta
8 variasi produk pie; Blueberry Royal, Beef, Royal, Flappen,
Salmon, Poffertjes, Hearty Pie dan Regal.
24.000-295.000
Media sosial; website, twitter, facebook
2.6.2. Product Category Competition
Pesaing membuat produk atau pada bidang penjualan (makanan) yang sejenis. (Tabel 2.2.) Vraniolle Pai melihat dan mewaspadai pesaing yang menjual cemilan/kudapan di Kampus Binus, Marlin Square dan sekitarnya serta memiliki target konsumen yang sama.
2.6.3. General Competition
Vraniolle melihat secara lebih luas, pesaing yang menyediakan pelayanan serupa.
Beberapa toko yang menyediakan dan menjual pelayanan serupa; Arumanis Cake’s, OKE Bakery, Buana Bakery, Indomaret Point (daily fresh bakery), makanan pokok (warteg), minuman berasa dan lain-lain.
Tabel 2.2.Pesaing Vraniolle Pai Berdasarkan Product Category Competition
Nama Lokasi Produk atau Jasa Harga
(Rupiah) Promosi
Rock Burger Marlin Square
Burger dengan daging ayam, daging sapi, double,
keju. 17.000-23.000 Word of mouth mahasiswa, media sosial Mister Khu Kebab Marlin Square Kebab 13.000-18.000 Word of mouth mahasiswa, media sosial Rujak Marlin
Square Aneka buah potong 12.000
Word ofmouth masyarakat sekitar Binus Seblak Marlin Square Jajanan Khas Bandung 10.000 Word ofmouth masyarakat sekitar Binus Kue Cubit K.H. Syahdan dan Kebon Jeruk
Kue cubit dengan aneka rasa dan topping kesukaan masyarakat masa kini; green tea, red
velvet, taro, ovalmaltine, oreo, chochochip, dll. 13.000 Trend konsumen saat ini, sosial media Berkah Bakery K.H. Syahdan Jajanan Pasar Tradisional 4.000-10.000 Word ofmouth masyarakat sekitar Binus Roti Maryam Salman K.H. Syahdan Roti 5.000 Sosial media, website, franchise. Sumber: Penulis 2015 2.6.4. Budget Competition
Vraniolle melihat secara lebih luas, usaha pesaing yang berpotensi untuk membuat target konsumen mengeluarkan uang (budget) di tempat tersebut. Vraniolle Pai merupakan cemilan inovasi olahan ubi ungu, tetapi perlu melihat secara luas dan mewaspadai tempat yang membuat konsumen bersedia mengeluarkan uangnya seperti bensin, fotocopy, print, toko baju, aksesoris, dan lain-lain.
Gambar 2.6. Skema Tingkatan Kompetitor Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015
2.7. Peluang dan Rekomendasi Pasar 2.7.1. Analisis SWOT
(Rangkuti, Fredi. 2004:18) Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity), namun secara bersamaan meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Analisis SWOT (Gambar 2.7.) dikembangkan melalui analisis atas faktor lingkungan eksternal (ancaman dan peluang) dan internal (kekuatan dan kelemahan).
Faktor-faktor strategis tersebut kemudian disusun dalam Matrik SWOT (Tabel 2.3.) untuk menggambarkan penyesuaian antara faktor eksternal dan internal Vraniolle Pai. Matrik dapat menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif pengembahan usaha. Keterangan kemungkinan strategis Matrik SWOT (Rangkuti, Fredi. 2004):
a. Strategi SO
Strategi dibuat berdasarkan jalan pikiran Vraniolle Pai, menggunakan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang.
b. Strategi WO
c. Strategi ST
Strategi menggunakan kekuatan Vraniolle Pai untuk mengatasi ancaman. d. Strategi WT
Kegiatan meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.
Gambar 2.7. Analisis Survey SWOT Sumber: Penulis 2015
Tabel 2.3. Matrik SWOT
Faktor Internal Strength Weakness
Faktor Eksternal
• Camilan rendah gula dan bergizi
• Produk inovasi unik mengkonsumsi ubi ungu • Bahan dasar (ubi ungu)
mengandung antosianin untuk antioksidan
• Modal terbatas
• Variasi produk olahan ubi ungu belom banyak dikenal masyarakat
• Produk tidak bertahan lama
Opportunity Strategi SO Strategi WO
• Hasil panen umbi melimpah di Indonesia • Industry pengolahan ubi ungu lebih banyak skala kecil • Membantu program pemerintah dalam diversifikasi bahan pangan
• Menjalani mitra dengan Binus Entrepreneurship Centre
• Menambah variasi rasa isian pai
• Mengadakan survey untuk mendapatkan saran untuk evaluasi produk
• Meningkatkan kualitas produk dari sisi tekstur, rasa, dan cara pengolahan • Memproduksi pai dengan
isian yang lebih awet disimpan
• Memberlakukan layanan pre-order dan pesan antar (delivery)
• Membentuk usaha menjadi UKM
Threats Strategi ST Strategi WT
• Pesaing lebih dahulu dikenal masyarakat • Rendahnya tangkat kepercayaan masyarakat terhadap produk agroindustri Indonesia • Memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk
• Meningkatkan
frekuensi promosi dalam suatu event • Mengontrol kualitas
produk dan pelayanan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan • Membuat lisensi atau
perijinan sehingga Vraniolle Pai mendapat kepercayaan konsumen.
• Memanfaatkan setiap bahan produksi secara
maksimal untuk
mengurangi biaya produksi • Kontrol biaya produksi
berpengaruh pada BEP • Memperkenalkan dan
mempromosikan produk lewat event di sekitar Kampus Binus
2.7.2. Analisis Persaingan dan SWOT
Analisis pada (Tabel 2.4.) dan (Tabel 2.5.) menunjukkan perbandingan analisis SWOT dengan pesaing Product of Competition. Pesaing menawarkan produk dan pelayanan sejenis dengan kisaran harga serupa kepada target konsumen yang sama.
Tabel 2.4. Perbandingan SWOT iPie, Apple Pie Meltz Harga (Rp.) : 25.000-30.000
Strength Weakness
• Harga cukup terjangkau dengan dua potong pie dengan sesendok (scoop) es krim pilihan
• Lokasi toko yang kurang strategis (bukan di tengah pasar) • Tempat makan pengunjung
sempit
Opportunity Threat
• Banyak kalangan muda yang berkunjung ke Pasar Santa
• Banyak toko yang menjual makanan dengan interior lebih menarik
Sumber: Penulis 2015
Tabel 2.5. Perbandingan SWOT Alpen Apple Pie Harga (Rp.) : 24.000-295.000
Strength Weakness
• Harga cukup terjangkau sesuai pilihan isian dan ukuran pai
• Suasana toko terlihat sederhana
Opportunity Threat
• Lokasi di daerah yang cukup strategis
• Banyak toko yang menjual makanan dengan interior lebih menarik
Sumber: Penulis 2015
2.7.3. Analisis Persaingan dengan Vraniolle Pai
Tabel 2.6.Analisis Persaingan dengan Vraniolle Pai Faktor
Pembanding
Merek Dagang
Vraniolle Pai iPie Alpen Apple Pie
Produk Inovasi bahan
kulit dan topping
Inovasi bahan kulit dan topping
Inovasi bentuk pie Harga Cukup terjangkau Cukup terjangkau Cukup terjangkau Lokasi Cukup strategis Kurang strategis Cukup strategis Promosi Word of mouth, Word of mouth Media sosial;
media sosial, bazar
dan media sosial website, Twitter, Facebook
Sumber: Penulis 2015
2.8. Analisis Bauran Pemasaran dan Pengembangan Produk
Keberhasilan pemasaran konvensional suatu produk (Anggun P., 2013) ditentukan oleh bauran 4P. Landasan 4P menjadi prioritas utama dalam produk usaha tetapi pebisnis perlu melengkapi perencanaan bisnis dengan bauran pemasaran 7P. Pebisnis yang menerapkan bauran pemasaran 7P (Lin, Su Mei, 2011) dapat mengetahui kebutuhan konsumen dan memperluas penjualan. 7P mencangkup product, price, place, promotion, people, process, physical evidence ( Gambar 2.8.).
Gambar 2.8. MarketingMix Sumber: Su-Mei Lin, 2011 2.8.1. Product (Produk)
Produk merupakan barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Barang dapat berupa baru atau inovasi (peningkatan kualitas) dari produk yang sudah ada.
2.8.8.1. Ubi Jalar sebagai Bahan Baku Makanan
Penggunaan bahan makanan padi-padian masih unggul dibandingkan umbi-umbian. Persentase konsumsi umbi-umbian (Tabel 2.7.) oleh
masyarakat wilayah Jakarta juga cenderung menurun dan lebih sedikit dari padi-padian.
Tabel 2.7. Persentase Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Per Bulan Menurut Kelompok Makanan di Provinsi DKI Jakarta 19 Oktober 2012 00:00:00 - KONSUMSI DAN PENGELUARAN
No. Kelompok Bahan Makanan Tahun
2009 2010
1 Padi-padian 9,65 9,34
2 Umbi-umbian 0,58 0,48
Sumber : Diolah dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)
Tabel 2.8. Perkembangan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Ubi Jalar di Rumah Tangga
Tahun Konsumsi Pertumbuhan (%)
(kg/kapita/minggu) (kg/kapita/tahun) 2010 0,097 5,058 -8,49 2011 0,111 5,788 14,43 2012 0,069 3,598 -37,84 2013 0,067 3,494 -2,90 2014*) 0,083 4,320 23,66 2015*) 0,077 3,991 -7,62
Sumber: SUSENAS, BPS, keterangan: *) angka prediksi Pusdatin
Hasil prediksi SUSENAS BPS tentang Perkembangan Konsumsi Bahan Makanan yang Mengandung Ubi Jalar di Rumah Tangga dua tahun terakhir (2014-2015) sebesar < 10 %. Pengolahan ubi ungu khususnya sebagai bahan makanan (Tabel 2.8.) masih tergolong rendah.
Wikipedia, mengulas ubi jalar atau ketela rambat yang memiliki Aneka warna ubi diantaranya, putih, kuning, merah, dan ungu. Masyarakat Asia memanfaatkan tanaman ubi, mulai dari dari daun sampai umbinya. Seorang ahli botani Rusia, Nikolai Ivanovic Vavilov memastikan ubi ungu berasal dari Amerika Tengah. Sementara pada abad ke-16, ubi ungu diperkenalkan oleh orang Spanyol ke wilayah Asia terutama Indonesia, Filipina, dan Jepang. Indonesia adalah Negara terbesar penyedia ubi jalar di dunia.
Ubi ungu termasuk tanaman yang tumbuh musiman, mudah rusak dimakan hama. Pengolahan ubi ungu setengah jadi seperti tepung bisa menjadi solusi produk olahan. Tepung ubi ungu bisa disimpan lebih lama dan menjadi bahan dasar produk inovasi lainnya seperti; kue, biskuit, atau pai. Pemanfaatan ubi ungu menjadi perhatian masyarakat karena bermanfaat untuk kesehatan. Menurut (Furuta et al. 1998) dalam (Ginting E. et al. 2011), ubi ungu mengandung antosianin dan senyawa fenol tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan (Tabel 2.9.Nilai Gizi).
Tabel 2.9. Nilai Gizi Ubijalar Ungu Segar
Nilai Gizi Jumlah (%)
Pati 22, 64 Gula Reduksi 0,30 Lemak 0,94 Protein 0,77 Air 70,46 Abu 0,84 Serat 3,00 Vitamin C (mg/100 g) 21,43 Vitamin A (SI) - Antosianin (mg/100 g) 110,51 Sumber: (Suprapta, 2003)
Penurunan penggunaan ubi ungu sebagai bahan baku makanan tidak menyurutkan minat para peneliti. Berbagai sudut pandang muncul, nilai gizi ubi ungu telah menarik perhatian para peneliti, misalnya pengamatan kandungan kimianya. Faktor kimiawi ubijalar ungu menginspirasi pengujian kimiawi (Liur I.J. et al.,2013) ubi jalar ungu pada bakso. Sifat kimia bakso berbahan ubijalar ungu (Tabel 2.10) perlu dicermati agar bila digabungkan dengan bahan lain tidak mengubah rasa/teksturnya.
Tabel 2.10. Hasil Evaluasi Sifat Kimia Tepung Ubi Jalar Ungu Kandungan Kimia Jumlah (%)
Air 12,34
Abu 2,03
Karbohidrat 97,67
Protein 0,67
2.8.8.3. Tepung Ubi Ungu sebagai Bahan Campuran Adonan Pai
Vraniolle Pai memiliki keunikan pada adonan kulit dan isi. Terdapat campuran 25% tepung ubi ungu dan 75% tepung terigu pada adonan kulit. Warna adonan kulit menjadi ungu tua ketika telah dipanggang. Selain sebagai pewarna alami, adonan memiliki rasa manis alami dari tepung ubi ungu sehingga hanya membutuhkan sedikit tambahan gula. Rencana produk Vraniolle Pai yang dipasarkan memiliki beberapa kriteria berdasarkan ukuran dan variasi isian.
Tabel 2.11. Jenis dan Variasi Isian Vraniolle Pai
No Ukuran Dimensi Variasi Isian Variasi
Topping Manis Asin 1. Mini d* : 6 cm tinggi ; 2 cm • Pastry cream rasa lemon, manga, alpukat, atau teh hijau • Ganache coklat • Vanila Cream • Kentang keju (potato cheese) • Sayur (Wortel, Jagung, dan Buncis), kentang keju, daging ayam , dan telur. • Spesial: Pie Sandwich: Ham sapi, telur, dan sayur. • Cokelat butir (choco chips) • Keju • Potongan buah segar 2. Premium d* : 12 cm tinggi : 4 cm 3. Prioritas d*: 20 cm tinggi : 4 cm Keterangan *: diameter 2.8.8.4. Kemasan Vraniolle Pai
Penyajian Vraniolle Pai dikemas dengan bahan ramah lingkungan (Tabel 2.12.). Desain kemasan disesuaikan dengan ukuran pai sehingga mudah dikonsumsi. Saat pelanggan memesan ukuran mini, pai dialasi kertas (cup) kue dahulu kemudian dimasukkan dalam kantong karton. Khusus untuk mini pie, kemasan didesain seperti kantong yang tersegel dengan stiker logo Vraniolle Pai. Pesanan dapat disajikan terpotong rapi sesuai selera konsumen untuk ukuran premium dan prioritas. Pai mini yang dipesan dua buah akan disimpan dalam kantong karton ukuran (15x8,5x16) cm. Dus makanan
tersebut dipilih karena bahan ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Ciri khas dari kemasannya terdapat pada stiker logo Vraniolle Pai.
Pesanan Vraniolle Pai ukuran Premium dan Prioritas berbentuk boks karton yang dilapisi kertas roti sebagai alas pai. Pelanggan dapat membawa pesanan tanpa harus menggunakan plastik karena kotak sudah dilengkapi dengan pegangan. Logo Vraniolle Pai sudah tercetak sebagai ciri khas boks.
Tabel 2.12. Dimensi Kemasan
No. Ukuran Pai Kemasan
Bahan Bentuk Dimensi (cm)
Dalam Luar Dalam Luar Dalam Luar
1 Mini Kertas
kue
Karton mangkok Kantong d: 6 14x7.5 x15 2 Premium Kertas roti Karton tebal lingkaran Kotak boks d:14 15x15x3 3 Pioritas d: 20 21.5x3x21.5
Gambar 2.9. Kemasan Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015 2.8.2. Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang ditukar sesuai nilai barang yang dijual. Harga bersifat flexibel, harga akan stabil dalam kurun waktu tertentu dan dapat berubah meningkat atau menurun. Peningkatan dan penurunan harga dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga bbm, harga sembako), faktor geografi (lokasi penjualan pai) dan lain-lain.
Harga memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan pembeli. Penetapan harga Vraniolle Pai sesuai dengan pertimbangan strateginya (Kotler, 2014) yang mencakup cost based pricing (berdasarkan biaya pembuatan pai), competition based pricing (berdasarkan persaingan) dan consumer value pricing (berdasarkan
nilai dari presepsi konsumen). Tabel 2.13. menjelaskan harga Vraniolle Pai dibandingkan dengan harga pai dari pesaing.
Tabel 2.13. Perbandingan Harga Vraniolle Pai dengan Pesaing
Ukuran Harga (Rp.)
Vraniolle Pai iPie Alpen Pie Apple
Kecil 8.000 25.000 26.000-95.000 Sedang 20.000 88.000-270.000 Besar 35.000 150.000-295.000 2.8.3. Place (Lokasi)
Lokasi berhubungan dengan tempat di mana Vraniolle pai akan diproses dan dijual. Proses pembuatan Vraniolle Pai sementara berada d Kos Sandang 69 kamar 128. Akses produksi ke tempat penjualan mudah ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan motor.
Lokasi penjualan menjadi salah satu upaya agar Vraniolle Pai dapat dinikmati oleh konsumen secara langsung. Awalnya pai dijual dipromosikan melalui media sosial (Instagram, Facebook, Line), pemesanan dilakukan dengan sistem pre-order. Vraniolle juga mengikuti event seperti Binus Square 5thAnniversary. Rencana selanjutnya, Vraniolle Pai membuka stand di Marlin Square. Tiga jenis interaksi yang mempengaruhi pemilihan lokasi:
a. Konsumen mendatangi tempat penjualan Vraniolle Pai, sehingga pemilihan lokasi sangat penting karena lokasi sebaiknya mudah dijangkau oleh masyarakat dan strategis. Marlin Square terletak di Jalan K.H. Syahdan No.18, Kemanggisan, Jakarta Barat, mudah dijangkau dan dilalui oleh target pasar utama (Mahasiswa Binus University).
b. Pengelola Vraniolle Pai mendatangi konsumen, lokasi memang tidak terlalu penting namun penyajian harus tetap berkualitas.
c. Pembuat Vraniolle Pai dan konsumen tidak bertemu secara langsung Lokasi menjadi sangat tidak penting, tetapi komunikasi dan kualitas pelayanan terlaksana dengan baik.
2.8.4. People (Sumber Daya Manusia dan Pelanggan)
Target pasar utama Vraniolle Pai yaitu masyarakat sekitar Kampus Binus yang suka camilan dan mulai menyadari pentingnya kesehatan. Masyarakat tersebut difokuskan pada kalangan muda yang suka mencoba produk cemilan
inovasi unik. Selain karakteristik produk, kepuasan pelanggan untuk loyal terhadap Vraniolle Pai dipengaruhi juga oleh komponen sumber daya manusia yang berkualitas.
Kualitas dan kuantitas pengelola Vraniolle Pai akan terlibat langsung dengan pemberian layanan pada konsumen. Komponen sumber daya manusia memerlukan beberapa standar operasional dalam menyediakan layanan karena berinteraksi langsung dengan konsumen. Keputusan rekrutmen berhubungan dengan seleksi, pelatihan, kewajiban dan tugas tanggung jawab dijelaskan lebih lanjut pada bagian Aspek Sumber Daya Manusia.
2.8.5. Process (Proses)
Proses (Sukotjo, H. dan Radix, A., S., 2010) adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada konsumen selama melakukan pembelian barang. Kualitas layanan dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang mengolah dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Seluruh operasional Vraniolle Pai dijalankan sesuai standar kerja oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap pengelola. Standar operasional kerja diberlakukan sehingga Vraniolle Pai yang diproduksi memiliki kesamaan citra rasa, bentuk dan kualitasnya terjaga. Pelayanan kepada konsumen yang ramah dengan tersenyum, menyapa, memberikan informasi pai yang tersedia dapat membuat konsumen merasa nyaman dan dihargai.
2.8.6. Promotion (Promosi)
Vraniolle Pai adalah merek pai ubi ungu, produk baru yang belum dikenal oleh konsumen. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk memasarkan Vraniolle Pai, yaitu:
2.8.6.1. Melalui Media Sosial (Instagram dan Facebook)
Target utama konsumen sering mengakses internet dan berinteraksi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Konsumen yang penasaran dapat langsung mengakses bahkan memesan pai. Penggunaan media sosial memudahkan pengelola Vraniolle Pai dalam promosi, dan penyebaran informasi kepada konsumen. Contoh: Konsumen akan mendapatkan potongan harga setelah pembelian kedua dengan mengupload gambar dan mention di akun Instagram Vraniolle Pai.
Gambar 2.10. Media Sosial Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015
2.8.6.2. Mengikuti Bazar atau Event
Selain melalui teknologi, Vraniolle Pai secara nyata melakukan tindakan pengenalan produk dengan mengikuti bazar atau event tertentu, seperti Binus Square 5th Anniversary.
Pengenalan produk secara langsung dapat dikatakan cukup cepat sekaligus menguji kesukaan konsumen terhadap pai ubi ungu. Pengelola Vraniolle Pai dapat mendengar langsung pendapat dan saran dari konsumen untuk pengembangan produk selanjutnya.
Gambar 2.11. Stand Vraniolle Pai di Acara Binus Square 5th Anniversary Sumber: Penulis, 2015
2.8.6.3. Pemanfaatan Word of Mouth
Word of Mouth adalah pesan positif atau negatif mengenai produk. Cara ini dianggap paling efektif dalam perencanaan bisnis Vraniolle Pai. Pendapat konsumen mengenai pai dapat mengembangkan variasi pai. Selain itu, pengaruh positif juga berdampak kepada konsumen lainnya, seperti satu konsumen mengajak teman lainnya untuk membeli pai. Melalui cara tersebut, produk Vraniolle Pai dipromosikan secara tidak sengaja oleh konsumen yang puas dengan kualitas produk dan pelayanan. Hal yang perlu diperhatikan adalah apabila konsumen menyebarkan pendapat negatif. Produsen Vraniolle Pai harus menanggapi keluhan akan ketidakpuasaan konsumen secara cepat dan tepat.
2.8.6.4. Personal Selling (Pendekatan Secara Personal)
Penjualan secara personal lebih efektif daripada secara bersamaan. Pendekatan personal dapat dilakukan melalui media sosial dengan menyapa konsumen sesuai kondisi yang mendukung. Keuntungan dari pendekatan srcara personal, konsumen akan merasa lebih dekat dan istimewa saat produsen semakin sering melayani pesanan mereka. Produsen Vraniolle Pai akan berusaha terus menjaga kualitas produk dan menyesuaikan dengan selera pribadi konsumen tersebut.
2.8.6.5. Potongan Harga atau Diskon
Potongan harga menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen. Pada acara Soft Opening (Hari Pembukaan Usaha ) dan Anniversary (Hari Peringatan) Vraniolle Pai menjadi contoh waktu yang tepat untuk mengadakan potongan harga. Secara tidak langsung, Vraniolle Pai memberi penghargaan dan rasa terimakasih terhadap loyalitas konsumen. Beberapa rincian rencana potongan harga atau diskon (Marketing Plan) Vraniolle Plan pada Tabel 2.13
Tabel 2.13 Rincian Rencana Marketing Plan untuk 1 Tahun
Bulan Promo Target
Utama Proses
Juni
Diskon 10% dengan follow dan membagi pendapat di Instagram/ Facebook Vraniolle Pai
Mahasiswa Binus
Memperkenalkan produk Vraniolle Pai, menarik perhatian target pasar lewat event-event di Binus
Juli
Bulan puasa terdapat diskon 10% untuk pembelian pai mini jam 18.00-19.30 setiap hari Kelompok remaja sampai dewasa Mempromosikan Vraniolle Pai supaya lebih dikenal masyarakat sekitar Binus.
Agustus
Diskon 20% untuk pembelian pai prioritas setiap hari Jum’at- Minggu
Kelompok remaja sampai dewasa
Promosi dilakukan sebagai perayaan Hari
Kemerdakaan Indonesia tanggal 17 Agustus
September
Tersedia diskon 10% untuk pemegang kartu pelajar atau mahasiswa setiap hari pukul 12.00-17.00
Pelajar dan mahasiswa
Menarik perhatian konsumen potensial
terutama mahasiswa baru di sekitar Kampus Binus.
Oktober
Menyediakan kupon pembelian pai untuk 10 kali pembelian maka mendapatkan gratis 1 pai dengan pilihan rasa.
Kelompok remaja sampai dewasa
Menarik perhatian konsumen agar menjadi konsumen tetap Vraniolle Pai
November
Pembelian 3 pai mini oleh kelompok konsumen,
mendapatkan gratis 1 pai setiap Selasa dan Kamis.
Kelompok remaja sampai dewasa
Promosi dilakukan untuk menarik perhatian konsumen dan
menghabiskan produksi pai ubi ungu dalam sehari agar tidak ada sisa saat
penutupan kios.
Desember
Gratis 1 pai setiap pembelian 4 buah untuk pembelian dari tanggal 20-28 Desember Keluarga, kelompok remaja sampai dewasa Menarik perhatian pelanggan dengan merayakan Natal
Januari
Membagi momen tahun baru dengan pai melalui Instagram atau Facebook, diskon 10% Keluarga, kelompok remaja sampai dewasa
Promosi untuk merayakan Tahun Baru
Februari
Gratis 1 pai setiap pembelian 2 buah pada tanggal 14 Februari. Kelompok remaja sampai dewasa, pasangan Memperingati Hari Valentine promosi sekaligus memperluas pengetahuan masyarakat tentang Vraniolle Pai
Maret
Menarik perhatian target pasar dengan memposting komentar pelanggan di Facebook dan Instagram Pengguna media sosial yang aktif Mempromosikan konsumen potensial melalui media sosial
April
Khusus pelanggan wanita mendapat gratis 1 setiap pembelian 2 pai mini berbagai rasa
Target pasar berjenis kelamin perempuan semua usia. Mempromosikan produk Vaniolle Pai sekaligus merayakan Hari Kartini.
Mei
Mempromosikan varian rasa baru seperti coklat dan sandwich pai. Promo 10% dengan menulis testimoni di media sosial. Pengguna media sosial yang aktif Mempromosikan varian rasa baru Vraniolle Pai.
Sumber: Penulis 2015
2.8.6.6. Penggunaan Media Cetak
Vraniolle Pai tetap menggunakan media cetak dalam menyebarkan informasi dalam bentuk stiker, x-banner, flyer dan brochure. Pengelola sudah menyiapkan kartu nama bagi konsumen yang ingin mengadakan kerja sama.
Gambar 2.12. X-banner dan Spanduk di Acara Binus Square 5th
Anniversary Sumber: Penulis, 2015
Gambar 2.13. Kartu Nama Vraniolle Sumber: Penulis, 2015
2.8.7. Physical Evidence (Bukti Fisik)
Bukti fisik (Zaithaml dan Bitner, 2000 dalam Putra, Hafrizal Okta Ade, 2012) merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan.
• Pengelola menciptakan Vraniolle Pai dengan komposisi bahan dasar tepung ubi ungu yang tepat dan menghasilkan cita rasa unik khas Vraniolle.
• Tepung ubi ungu dicampurkan dalam Vraniolle Pai memiliki kandungan antosianin tinggi yang baik untuk kesehatan.
• Warna alami ubi ungu mempengaruhi warna Vraniolle Pai dan membedakan dengan pai yang dijual pada umumnya.
• Selain tidak menggunakan bahan pengawet, nilai tambah pada Vraniolle Pai karena hanya sedikit penambahan gula.
• Kreasi isian Vraniolle Pai merupakan pastry cream. Pilihan tersebut berdasarkan hasil survey pertama, bahwa sebanyak 64,4% dari 101 responden menyukai pastry cream sebagai pilihan variasi isi.
Vraniolle menyiasati konsumen yang tidak begitu suka manis dengan membuat isian dari kentang dan keju.
• Harga cukup terjangkau dengan kualitas produk yang ditawarkan Vraniolle Pai.
• Selain keunikan dari produk, pengelola juga mempromosikan Vraniolle Pai melalui sosial media (Instagram, Line, BBM, Facebook) sehingga konsumen mengetahui dan mengenalnya. • Pemesanan secara online, pre-order, delivery dan pembuatan stand
di Marlin Square untuk mempermudah konsumen dalam pembelian Vraniolle Pai.
• Penggunaan seragam kerja untuk membentuk identitas dan citra positif dari Vraniolle.
• Menciptakan budaya Vraniolle yang ramah dengan peningkatan kinerja sumber daya manusia sehingga mencapai kepuasan pelanggan.
2.9. Spesifikasi Pengembangan Produk
Penjual makanan atau cemilan maupun minuman di sekitar Binus memiliki banyak variasi. Kenyataannya tidak semua pedagang mampu mempertahankan bisnisnya. Salah satu alasannya adalah ketidakmampuan manajemen dalam menghadapi persaingan pasar terhadap produk atau pesaing yang baru masuk. Promosi dan produk menarik dari pesaing yang mampu memenuhi kebutuhan atau selera konsumen, membuat pelanggan penasaran dan beralih. Pendiri Vraniolle Pai tertantang mengembangkan gagasan ide baru dan berusaha memasarkannya dengan sukses agar pai tetap dapat bertahan serta dinikmati konsumen. Strategi pengembangan Vraniolle Pai agar pai dapat dikenal dan disukai oleh masyarakat adalah:
• Menciptakan kekhasan rasa pai ubi ungu yang berbeda dengan pai lainnya. • Berkomunikasi dengan konsumen untuk penambahan variasi rasa atau bentuk
yang paling banyak diinginkan untuk masuk ke dalam menu.
• Mendaftarkan legalitas perusahaan dan perijinan sehingga konsumen merasa dihargai karena standar kualitas dan keamanan Vraniolle Pai terjamin.
• Vraniolle Pai beradaptasi dengan perkembangan trend (kecenderungan). • Menciptakan variasi olahan tepung ubi ungu lainnya, seperti cookies, egg
roll, cupcakes, bolu, dan lain-lain.