Bab V Kesimpulan dan Saran
TINJAUAN PUSTAKA
4.5 Analisis UNICEF Berperan Melalui Program Child Protection dan Children Rights Dapat Mengurangi Pekerja Seks Komersial Anak d
India
Bahwa child protection yaitu program yang dijalankan UNICEF dalam melindungi anak-anak mempunyai akses terhadap pelayanan kesehatan dan menikmati standar hidup yang layak pada anak-anak yang mengatasi masalah eksploitasi seks komersial terhadap anak di India. UNICEF Child Protection
program di fokus India sebagian besar atas tiga bidang intervensi: kerja anak, anak memperdagangkan, dan anak di situasi sulit. Di bidang Kerja Anak, proyek yang dilaksanakan di berbagai Negara bagian Negara mengambil pendekatan yang holistis pada hakekatnya, menggabungkan strategi yang diarahkan tak hanya sampai penarikan anak dari kerja, tetapi juga untuk meningkatkan cummunities
kesadaran, kemilikan dan tindakan kolektif untuk perlindungan dan promosi hak- hak anak. Di bidang anak memperdagangkan, UNICEF India mendukung Pemerintah dengan dua kali lipat strategi bermaksud memperkuat mekanisme penyelamat dan mengurangi sekaligus keringkihan memperdagangkan lewat fokus istimewa atas tindakan pencegahan. Sebagian kecil kekerasan terhadap anak membawa kematian, tetapi paling sering kekerasan bahkan tidak meninggalkan bekas terlihat. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak fisik dan mental,
82
merusak kemampuan mereka untuk belajar dan bersosialisasi. Kekerasan juga dapat memiliki implikasi berat bagi perkembangan anak-anak. Kekerasan terhadap anak terjadi ketika pengalaman anak membahayakan, biasanya sebagai hasil dari kegagalan pada bagian dari orang tua atau pengasuh untuk memastikan standar yang memadai perawatan dan perlindungan.
Child Rights merupakan sebuah program yang dilakukan oleh UNICEF
untuk mengupayakan agar anak-anak mendapatkan kehidupan layak dengan fokus utama adanya regulasi mengenai pekerja anak dengan melarang adanya pekerja anak yang berusia dibawah 18 tahun untuk bekerja, UNICEF melihat bahwa anak- anak yang berada dibawah usia 18 tahun belum memiliki kematangan pemikiran untuk membuat keputusan mencari pekerjaan yang layak. Sehingga children
rights melihat bahwa adanya anak yang bekerja pada usia 18 tahun hanya
menjadikan anak sebuah komoditi atau dalam hal lain hanya mengeksploitasi anak-anak tersebut.
Hak–hak Anak yang ada dalam children rights adalah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dengan fokus utama dalam permasalahan ini adalah dengan adanya pembatasan pekerja anak yaitu dibawah 18 tahun untuk tidak dipekerjakan, sehingga program yang dilakukan oleh UNICEF dalam children
rights ini dapat dikatakan berperan, dikarenakan UNICEF tidak hanya melakukan
tugasnya sesuai dengan fungsi dan kedudukannya sebagai sebuah organisasi anak internasional namun juga fokus utamanya dalam program ini telah tercapai dengan adanya implementasi dari pemerintahan India tentang pembatasan umur anak yang bekerja.
83 5.1 Kesimpulan
UNICEF melihat kondisi yang berkembang terhadap kehidupan anak-anak di India sangat memperhatinkan sekali. Di satu sisi anak-anak dipaksakan oleh keluarganya untuk bekerja sebagai pekerja prostitusi demi kelangsungan kehidupan keluarganya. Hal ini disebut dengan pekerja seks komersial terhadap anak. Hak Asasi Anak-anak di India, seakan-akan tidak pernah ada. Di lain sisi anak-anak yang dipaksakan untuk bekerja sebagai prostitusi merasa bahwa mereka harus membalas budi baik keluarga yang selama ini menghidupi dirinya dan oleh karena itu terjerumuslah anak-anak ke dalam lingkaran prostitusi demi uang. Hal ini berarti terdapat situasi yang terpojokan demi mendapatkan sebuah kesejahteraan.
Masalah pekerja seks komersial anak belum cukup mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah India. Padahal, jaringan bisnis seksual komersial anak-anak ini banyak terjadi di India dalam segala bentuknya dan bukan merupakaan masalah yang tersembunyi di India. Justru boleh dikatakan masalah Pekerja Seks Komersial ini telah menjadi sebuah hal yang bersifat umum. Namun sayangnya, pemerintah India seolah tidak perduli dengan masalah ini. Bahkan, masalah jaringan bisnis seksual komersial anak-anak di India seakan dibiarkan terus berkembang tanpa ada usaha yang serius dari pemerintah India untuk menyelesaikannya.
84
Berkaitan dengan hasil tersebut, UNICEF sebagai pendidik penyuluh, rehabilitator, dan advokat ini mencoba untuk membantu menangani masalah- masalah eksploitasi seksual terhadap anak di India. Sebagai wujud dukungan serta upayanya dalam membantu menangani masalah pekerja seks komersial anak di India, UNICEF berusaha untuk mengurangi penderitaan anak-anak di India yang menjadi korban penganiayan, Kekerasan ataupun eksploitasi seksual dengan cara berupaya semaksimal mungkin untuk membebaskan anak-anak yang terjerumus ke dalam jaringan bisnis seksual komersial tersebut. UNICEF berusaha untuk menghilangkan adanya bias gender yang memandang bahwa kaum wanita kedudukannya jauh lebih rendah dari pada kaum pria.
UNICEF juga berusaha untuk memperbaiki status anak-anak perempuan tersebut di dalam masyarakat supaya masyarakat dapat melihat adanya kedudukan yang seimbang antara anak-anak perempuan dan anak-anak laki-laki. Selain itu UNICEF juga menjalankan upayanya sebagai pendidik dengan memberikan program-program pendidikan dasar bagi perempuan baik yang bersifat formal maupun non-formal dan berusaha membuktikan bahwa anak-anak perempuan pun memiliki potensi untuk maju dan berkembang.
Upaya UNICEF lainnya yaitu sebagai penyuluh. Dalam menjalankan upaya ini, UNICEF berusaha menumbuhkan partisipasi, dukungan, serta perhatian utama dari seluruh masyarakat. Selain itu, dukungan dari pembuat kebijakan, para perencana, dan orang-orang yang akan menjadi implementasi program di India, baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Bagi UNICEF adalah aktor- aktor penting yang seharusnya dapat bekerjasama dengannya, sehingga apa yang
menjadi tujuan utama dari seluruh program UNICEF tersebut dapat terwujud. Selain itu, adanya kerja sama tersebut juga nantinya dapat memonitor dan mengevaluasi apakah program yang diterapkan oleh UNICEF di India tersebut telah berjalan sebagaimana mestinya atau belum.
Dalam menjalankan peranannya sebagai advokat, UNICEF berupaya untuk mencari suatu keteraturan yang baru dengan cara mencari pembelaan dan dukungan terhadap hak anak-anak di India yang terjerat kasus pelacuran seks komersial. Orientasi dari advokasi dan memperkuat peran dan posisi anak-anak yang terdiskriminasi di India, khususnya anak-anak perempuan, yang juga sering kali menjadi korban dalam jaringan bisnis seksual komersial.
UNICEF dalam upayanya untuk mementaskan masalah pekerja seks komersial di India memiliki beberapa faktor pendukung. Faktor-faktor pendukung inilah yang akhirnya banyak memberikan jalan bagi tercapainya tujuan UNICEF itu sendiri. Adanya kerja sama antara UNICEF dengan pemerintah India dan beberapa LSM, seperti centre of concern of child labor (CCL), organisasi kesehatan Inelia, hag centre, sanlaap, prajwala, centre for child right, frelana,
yayasan savadhan, dan kelompok hare khrisna, menjadi faktor-faktor pendukung penting. Pemerintah India sendiri juga mengambil peran dalam program kerja sama dengan UNICEF untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan anak-anak ini, yaitu national plan of action for children. Berkaitan dengan hal ini, pemerintah india mengeluarkan piagam nasional untuk anak-anak pada tahun 2003. Piagam tersebut dibuat sebagai jaminan dari pemerintah india akan perlindungan terhadap anak-anak secara khusus, sehubungan dengan masalah
86
pekerja seks komersial ini, pemerintah India menekankan pada pasal 9, 10 dan 11 dari piagam tersebut, yaitu mengenai komitmen negara India dalam memberikan perlindungan terhadap adanya eksploitasi dan segala bentuk kekerasan yang menimpa anak-anak serta perlindungan anak perempuan. Sedangkan bersama dengan LSM dan yayasan terkait lainnya, UNICEF berupaya sebagai penyuluh yang berupaya untuk membangun inisiatif dan melakukan sosialisasi visi yang kemudian di paparkan melalui pendekatan strategis agar masyarakat lokal lebih peka terhadap masalah pekerja seks anak ini. Dalam kesempatan itu pula, UNICEF berusaha untuk memperkenalkan program-programnya mengenai bagaimana cara memberikan perlindungan dan perhatian khusus terhadap anak dan bahaya-bahaya apa saja yang dapat terjadi jika anak sampai terjerumus dunia prostitusi. Permasalahan yang paling menyedihkan dalam pekerja seks komersial anak ini adalah pelaku perdagangan anak adalah orang tuanya sendiri. Mereka menjual anaknya untuk mendapatkan uang. Hal ini disebabkan karena banyak faktor-faktor utama adalah ekonomi dan moral.
Adapun salah satu LSM yang membantu UNICEF dalam menerapkan programnya ini adalah the centre of concern for child labour (CCL). LSM ini membantu UNICEF untuk mendapatkan data mengenai pekerja seks komersial anak ini. Dan data yang dibangun itulah, UNICEF biasa memberikan pembuatan UU dan implementasi dari hukum dan program di Negara India.
Dengan menjalin jaringan kerja yang bersifat pluralistik pada tingkatan multi-level (menjalin linkage dan net working). Semua kemungkinan dapat di atasi secara tepat dan cepat. Kemungkinan keberhasilan dalam berbagai upaya
advokasi terbukti lewat suatu jaringan. Simpul-simpul kekuatan dalam masyarakat lebih mudah tergalang dan sangat efektif. Berdasarkan hipotesisnya yaitu: UNICEF berperan melalui program Child Protection dan Children Rights dapat mengurangi pekerja seks komersial anak di India, UNICEF kurang memberikan peranan dalam menjalankan program child protection danchildren’s rights.
5.2 Saran
Dalam konteks subtansial, dengan adanya kerjasama antara pemerintah India dengan UNICEF dalam mengatasi prostitusi anak di India, diharapkan munculnya peningkatan perlindungan dan hak-hak anak di India yang juga dapat memberikan kontribusi untuk negara-negara lainnya yang mempunyai permasalahan yang sama dengan India untuk lebih memperhatikan kondisi anak- anak di masing-masing negara sehingga prostitusi anak dapat dihindari. Lebih meningkatkan kerjasama yang lebih baik antar negara dan semua sektor masyarakat untuk mencegah anak memasuki perdagangan seks serta memperkuat peran serta keluarga dalam melindungi anak-anak dari prostitusi. Pemerintah India harus segera menciptakan suatu pendidikan, mobilisasi sosial, juga aktivitas pengembangan untuk menjamin agar orang tua bertanggung jawab atas anak-anak untuk memenuhi hak anak, kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari prostitusi.
Pemerintah India harus segera menciptakan suatu pendidikan, mobilisasi sosial, juga aktivitas pengembangan untuk menjamin agar orang tua bertanggung jawab atas anak-anak untuk memenuhi hak anak, kewajiban dan tanggung jawab
88
untuk melindungi anak-anak dari prostitusi. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan mengenai peranan UNICEF dalam penanganan pekerja seks komersial anak di India, dimana peneliti telah berusaha untuk mengkaji dan mengolah data-data yang tersedia. Namun demikian, sehingga bagi peneliti lain yang mengangkat permasalahan yang sama hendaknya lebih sering untuk memantau perkembangan terbaru mengenai data-data yang tersedia sehingga didapatkan data yang lebih valid.
89
Atmasasmita. 1992. Teori dan Perkapita Selekta Kriminologi. Bandung. PT. Rafika Aditama.
Benson. 1990. A UNICEF Contribution to The World Summit For Children. Oxfordshire: P&LA.
Bowett D. W., dalam Syahmin A.K. 1985. Pokok-Pokok Hukum Organisasi
Internasional. Bandung: Binacipta.
Couloumbis, Theodore A dan J. H Wolfe. 1999. Pengantar Hubungan Internasional:
Keadilan dan Power. Jakarta: Putra Abardin
Hadisuprapto, Paulus. 1996. Peranan Orangtua dalam Pengimlementasian Hak-Hak
Anak dan Kebijakan Pananganan Anak Bermasalah. Jakarta.
Herlina, Apong (et. all). 2003. Perlindungan Anak. Jakarta: PT. Harapan Prima.
Mas’oed. 1994. Ekonomi Politik Internasional : Tiara Wancana. Yogya
Perwita, Anak Agung Banyu dan Yanyan Mochamad Yani. 2005. Pengantar Ilmu
Hubungan Internasional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Strake, J. G., dalam J. Pareira Mandalangi. 1986. Segi-Segi Hukum Organisasi
Internasional. Bandung: Binacipta
Steven, L. Spiegel. 1995. World Politics in a New Era. Florida: Harcourt Brace and Company.