• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI. ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN

6.1. Analisis Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium

6.1.2. Analisis Biaya Usahatani Bunga-Potong Anggrek

Biaya usahatani bunga-potong anggrek Dendrobium di Kecamatan Gunung Sindur terdiri dari biaya tunai dan biaya diperhitungkan. Rata-rata biaya usahatani untuk skala I dan skala II secara terinci dapat dilihat pada Tabel 18.

Berdasarkan Tabel 18 dan perhitungannya secara terinci dapat dilihat pada Lampiran 7 dan Lampiran 10, dapat diketahui ternyata biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani skala II lebih besar dari biaya diperhitungkannya. Adapun biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani tersebut adalah Rp 31.124.444,45 dan biaya diperhitungkan yang dikeluarkan sebesar Rp 30.535.161,11. Besarnya biaya tunai yang dikeluarkan

oleh petani skala II dikarenakan petani ini banyak menggunakan sumber daya yang berasal dari luar keluarga. Sumber daya tersebut meliputi tenaga kerja, pupuk, insektisida, fungisida, dan pot ukuran 8 cm.

Tabel 18. Rata-rata Biaya Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium Skala I dan Skala II di Kecamatan Gunung Sindur Tahun

2009-2010

Komponen Skala I Skala II

A. Biaya Tunai 1. Sarana Produksi - Pupuk 4.647.272 10.026.666,24 - Insektisida 1.796.727 3.881.171,91 - Fungisida 964.364 1.681.586,57 - Pot ukuran 8 cm 1.636.364 3.205.555,56

2. Tenaga kerja luar keluarga 12.504.200 12.428.600

Total Biaya Tunai 21.548.927 31.223.580,28

B. Biaya Diperhitungkan

1. Bibit 4.981.818,18 9.742.222,22

2. Pot ukuran 18 cm 500.011 917.777,78

3. Media tanam 2.659.090,90 5.461.111,11

4. Penyusutan serre house 3.250.011 5.921.555,22

5.Penyusutan alat 212.500 557.322,22

6. Sewa lahan 84.681,81 106.283,33

7. Tenaga kerja dalam keluarga 7.212.726,64 7.828.888,89

Total Biaya Diperhitungkan 18.900.839,53 30.535.161,11 C. Total Biaya (A+B) 40.449.820,53 61.758.741,39

Pada penelitian ini diketahui bahwa tenaga kerja digunakan oleh petani untuk melakukan kegiatan seperti pembuatan konstruksi bangunan, penanaman, pemupukan dan penyiraman, penyemprotan obat, pemeliharaan dan panen. Besarnya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh petani skala II dikarenakan sumber tenaga kerja yang dimiliki petani dari dalam keluarga tidak sanggup untuk melakukan seluruh pekerjaan usahatani yang cukup berat. Akibatnya petani harus mengeluarkan biaya tunai yang besar untuk membiayai tenaga kerja dari luar keluarga ini. Biaya tunai yang harus dikeluarkan oleh petani skala II adalah Rp 12.428.600,00. Adapun penggunaan

tenaga kerja luar keluarga untuk petani skala II dapat dilihat pada Tabel 19 dan secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 11.

Tabel 19. Rata-rata Penggunaan Tenaga Kerja Luar Keluarga untuk Petani Skala II pada Usahatani Bunga-Potong anggrek Dendrobium di Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2009-2010

Kegiatan Jumlah HOK Upah (Rp) Jumlah (Rp)

Pembuatan konstruksi 66,67 20.000,00 1.333.400,00

Penanaman 27,44 20.000,00 548.800,00

Pemupukan dan penyiraman 249,22 20.000,00 4.984.400,00

Penyemprotan obat 38,44 20.000,00 768.800,00

Pemeliharaan 170,33 20.000,00 3.406.600,00

Panen 69,33 20.000,00 1.386.600,00

Jumlah 621,43 12.428.600

Selain tenaga kerja yang menyebabkan besarnya biaya tunai yang dikeluarkan petani pada skala II adalah pupuk, insektisida, fungisida, dan pot ukuran 8 cm. Biaya yang dikeluarkan petani untuk penggunaan pupuk adalah Rp 10.026.666,24. Pupuk yang digunakan merupakan jenis pupuk majemuk yaitu Hyponex yang mengandung unsur N, P, dan K serta berbagai unsur makro dan mikro yang diperlukan untuk tanaman anggrek. Obat-obatan yang digunakan terdiri atas insektisida dan fungsida. Insektisida yang digunakan ada dua jenis yaitu rizotin dan samit sedangkan fungisida yang digunakan yaitu dithane. Obat-obatan ini digunakan satu kali dalam seminggu dan rutin disemprotkan setiap minggunya untuk mencegah serangan hama dan penyakit khususnya di musim hujan. Hama yang paling dominan menyerang adalah thrips anggrek (Dichromothrips smithi atau Eugniothrips smithi). Dampak serangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat, bunga berguguran, daun berubah bentuk, daun berwarna keperakan dan produksi bunga menurun. Sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan Fusorium oxysporum. Penyakit ini menyerang tanaman melalui akar atau luka bekas potongan. Gejala serangan berupa menguningnya tanaman dan terkadang menjadi layu. Perhitungan penggunaan pupuk, insektisida, dan fungisida pada usahatani bunga-potong anggrek Dendrobium di Kecamatan

Gunung Sindur saat tanaman produktif untuk berbunga. Adapun perincian pengunaan pupuk dan obat-obatan tersebut dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20. Nilai Rata-rata Penggunaan Pupuk, Insektisida dan Fungisida Petani Skala II pada Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium di Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2009-2010

Komponen Jumlah Fisik Harga (Rp/satuan) Nilai (Rp)

1. Pupuk hyponex 192 kg 52.222,22 10.026.666,24 2. Insektisida -Rizotin 37,33 liter 92.777,77 3.463.394,15 -Samit 8,00 liter 52.222,22 417.777,76 3. Fungisida -Dithane 29,33 kg 57.333,33 1.681.586,57 Total 15.589.424,72

Kondisi yang terjadi pada petani skala II terjadi pula pada petani skala I. petani skala I dalam melakukan kegiatan usahataninya lebih banyak mengeluarkan biaya tunai daripada diperhitungkannya. Hal ini terjadi karena sumber daya yang dimiliki oleh petani ini sama dengan petani skala II yaitu berasal dari luar keluarga.

Walaupun kondisi penggunaan biaya tunainya sama, yaitu lebih besar daripada biaya diperhitungkannya, tetapi besarnya tidak sama. Biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani skala I sebesar Rp 21.548.927,00.

Perbedaan besarnya biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani skala I dan skala II disebabkan oleh jumlah sumber daya yang dimiliki. Perbedaan sumber daya ini dapat dilihat pada besarnya tenaga kerja luar keluarga yang digunakan, seperti yang disajikan pada Tabel 21 dan secara rinci terdapat pada Lampiran 10.

Tabel 21. Rata-rata Penggunaan Tenaga Kerja Luar Keluarga untuk Petani Skala I pada Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium di Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2009-2010

Kegiatan Jumlah HOK Upah (Rp) Jumlah (Rp)

Pembuatan konstruksi 43,67 20.000,00 873.400,00

Penanaman 23,45 20.000,00 469.000,00

Pemupukan dan penyiraman 236,91 20.000,00 4.738.200,00

Penyemprotan obat 40,27 20.000,00 805.400,00

Pemeliharaan 206,73 20.000,00 4.134.600,00

Panen 74,18 20.000,00 1.483.600,00

Jumlah 625,21 12.504.200,00

Perbedaan jumlah sumber daya yang digunakan petani skala I juga dapat dilihat melalui penggunaan pupuk, insektisida dan fungisida yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan petani skala II. Adapun perincian penggunaan pupuk, insektisida dan fungisida pada petani skala I dapat dilihat pada Tabel 22. Sedangkan rincian biaya tunai yang dikeluarkan masing-masing skala dapat dilihat pada tabel Lampiran 5 dan Lampiran 8.

Tabel 22. Nilai Rata-rata Penggunaan Pupuk, Insektisida dan Fungisida Petani Skala I pada Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium di

Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2009-2010

Komponen Jumlah Fisik Harga (Rp/satuan) Nilai (Rp)

1. Pupuk hyponex 91,5 kg 50.833,33 4.647.272,00 2. Insektisida -Rizotin 20,46 liter 73.750,00 1.508.727,00 -Samit 6,4 liter 45.000 288.000,00 3. Fungisida -Dithane 18,31 kg 52.666,67 Total 964.364,00

Apabila dilihat dari penggunaan biaya diperhitungkannya diketahui bahwa biaya yang dikeluarkan oleh petani skala II adalah sebesar Rp 30.535.161,11. Apabila dibandingkan, nilai biaya ini lebih besar dari nilai biaya diperhitungkan yang

dikeluarkan oleh petani skala I. Adapun nilai biaya diperhitungkan yang dikeluarkan oleh petani skala I sebesar Rp 18.900.839,53. Komponen biaya diperhitungkan yang dikeluarkan petani skala I dan skala II terdiri atas bibit, pot ukuran 18 cm, media tanam, penyusutan serre house, penyusutan alat, sewa lahan, dan tenaga kerja dalam keluarga. Rincian penggunaan biaya dperhitungkan untuk petani skala I dan petani skala II dapat dilihat pada Lampiran 6 dan Lampiran 9.

Tabel 23. Perbandingan Persentase Biaya Usahatani Bunga-Potong Anggrek Dendrobium Skala I dan Skala II di Kecamatan Gunung Sindur Tahun 2009- 2010

Komponen Skala I % Skala II %

A. Biaya Tunai 1. Sarana Produksi - Pupuk 4.647.272 11,49 10.026.666,24 1,23 - Insektisida 1.796.727 4,44 3.881.171,91 6,28 - Fungisida 964.364 2,38 1.681.586,57 2,72 - Pot ukuran 8 cm 1.636.364 4,05 3.205.555,56 5,19

2. Tenaga kerja luar keluarga 12.504.200 30,91 12.428.600 20,12

Total Biaya Tunai 21.548.927 53,27 31.223.580,28 50,56 B. Biaya Diperhitungkan

1. Bibit 4.981.818,18 12,32 9.742.222,22 15,77

2. Pot ukuran 18 cm 500.011 1,24 917.777,78 1,49

3. Media tanam 2.659.090,90 6,57 5.461.111,11 8,84

4. Penyusutan serre house 3.250.011 8,03 5.921.555,22 9,59

5.Penyusutan alat 212.500 0,52 557.322,22 0,90

6. Sewa lahan 84.681,81 0,21 106.283,33 0,17

7. Tenaga kerja dalam keluarga 7.212.726,64 17,83 7.828.888,89 12,68

Total Biaya Diperhitungkan 18.900.839,53 46,73 30.535.161,11 49,44 C. Total Biaya (A+B) 40.449.766,53 100,00 61.758.741,39 100,00

.

Total biaya usahatani yang dikeluarkan oleh petani skala I yaitu petani yang memiliki kisaran jumlah tanaman 3.000-7.000 tanaman adalah sebesar Rp 40.449.202,53 sedangkan total biaya yang dikeluarkan oleh petani skala II yaitu petani yang memiliki kisaran jumlah tanaman 8.000-18.000 tanaman adalah sebesar Rp 61.758.741,39. Pada Tabel 23 dapat dilihat dengan jelas bahwa biaya usahatani yang dikeluarkan oleh petani skala I maupun petani skala II mempunyai rentang perbedaan

yang hampir sama. Sebagai contoh biaya tunai yang dikeluarkan petani skala I menyumbang 53,27 persen dari total biayanya, hal ini tidak jauh berbeda dengan biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani skala II yang menyumbang 50,56 persen dari total biayanya. Begitu juga dengan biaya diperhitungkan pada petani skala I yang menyumbang 46,73 persen dari total biayanya tidak jauh beda dengan biaya diperhitungkan petani skala II yang menyumbang 49,44 persen dari total biayanya.

Dokumen terkait