HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
2. Analisis Bivariat
Pada analisis bivariat ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti.
a. Hubungan VO2 maksimal ( Copper Test ) dengan Kekuatan otot hamstring.
Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square, dapat diperoleh hubungan antara VO2maksimal dengan Kekuatan otot hamstring, sebagai berikut :
Tabel 4.2 Hubungan antara VO2 maksimal dengan Kekuatan otot hamstring
Analisis Bivariat
Kekuatan Otot Hamstring
Jumlah
Nilai p
sangat baik Baik Sedang
n (%) n (%) n (%) n (%) VO2 maks sangat baik 4 100 - - - - 4 100 0,000 Baik - - 27 87,1 4 12,9 31 100 Sedang - - - - 14 100 14 100 Jumlah 4 8,2 27 55,1 18 36,7 49 100
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara VO2maksimal dengan Kekuatan otot hamstring. Sampel yang memiliki VO2maksimal sangat baik dan memiliki kekuatan otot hamstring sangat baik terdapat 4 orang (100%). Sampel yang memiliki VO2 maksimal baik dan memiliki kekuatan otot hamstring baik terdapat 27 orang (87,1%). Sampel yang memiliki VO2 maksimal baik dan memiliki kekuatan otot hamstring sedang terdapat 4orang (12,9%). Sampel yang memiliki VO2 maksimal sedang dan memiliki kekuatan otot hamstring sedang pula terdapat 14 orang (100%).
Sedangkan secara statistik pola hubungan tersebut diuji menggunakan uji analisis chi square dengan hasilnya berupa nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari batas signifikansi yang ditentukan yakni sebesar 0,05 atau ( 0,000 < 0,05). Dengan hasil demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara VO2maksimal dengan Kekuatan otot hamstring.
b. Hubungan VO2 Maksimal (Spirometri) Dengan Kekuatan Otot Hamstring
Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square, dapat diperoleh hubungan antara VO2 maksimal (alat ukur) dengan Kekuatan otot hamstring, sebagai berikut :
Tabel 4.3 Hubungan antara VO2maksimal (spirometri) dengan Kekuatan otot hamstring
Analisis Bivariat
Kekuatan Otot Hamstring
Jumlah
Nilai p
sangat
baik Baik sedang
n (%) n (%) n (%) n (%) VO2 maks (spirometri) Baik 4 11,4 27 77,1 4 11,4 35 100 0,000 sedang - - - - 14 100 14 100 Jumlah 4 8,2 27 55,1 18 36,7 49 100
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara VO2maksimal (alat ukur) dengan Kekuatan otot hamstring. Sampel yang memiliki VO2 maksimal baik dan memiliki kekuatan otot hamstring sangat baik terdapat 4 orang (11,4%). Sampel yang memiliki VO2 maksimal baik dan memiliki kekuatan otot hamstring baik pula terdapat 27 orang (77,1%). Sampel yang memiliki VO2maksimal baik dan memiliki kekuatan otot hamstring sedang terdapat 4 orang (11,4%). Sampel yang memiliki VO2maksimal sedang dan memiliki kekuatan otot hamstring sedang pula terdapat 14orang (100%).
Sedangkan secara statistik pola hubungan tersebut diuji menggunakan uji analisis chi square dengan hasilnya berupa nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari batas signifikansi yang ditentukan yakni sebesar 0,05 atau (0,000<0,05). Dengan hasil demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara VO2 maksimal (alat ukur) dengan Kekuatan otot hamstring
c. Hubungan VO2maksimal ( spirometri ) dengan Daya tahan lari 400 meter. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square, dapat diperoleh hubungan antara VO2maksimal( spirometri) dengan Daya tahan lari 400 meter, sebagai berikut :
Tabel 4.4 Hubungan antara VO2maksimal ( spirometri) dengan Daya tahan lari 400 meter
Analisis Bivariat
Daya tahan lari 400 meter
Jumlah Nilai p sangat
baik Baik Sedang
n (%) n (%) n (%) n (%) VO2 maks (spirometri) Baik 4 11,4 31 88,6 - - 31 100 0,000 sedang - - - - 14 100 14 100 Jumlah 4 8,2 31 63,3 14 28,6 49 100
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara VO2 maksimal ( spirometri ) dengan daya tahan lari 400 meter. Sampel yang memiliki VO2 maksimal baik dan memiliki daya tahan lari 400 meter sangat baik terdapat 4orang (11,4%). Sampel yang memiliki VO2maksimal baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter baik pula terdapat 31 orang (100%).Sampel yang memiliki VO2 maksimal sedang dan memiliki daya tahan lari 400 meter sedang pula terdapat 14 orang (100%).
Sedangkan secara statistik pola hubungan tersebut diuji menggunakan uji analisis chi square dengan hasilnya berupa nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari batas signifikansi yang ditentukan yakni sebesar 0,05 atau (0,000<0,05). Dengan hasil demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara VO2 maksimal VO2 maksimal ( spirometri ) dengan daya tahan lari 400 meter
d. Hubungan VO2Maksimal( Copper Test ) Dengan Daya Tahan Lari 400 Meter.
Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square, dapat diperoleh hubungan antara VO2maksimal dengan Daya tahan lari 400 meter, sebagai berikut :
Tabel 4.5 Hubungan antara VO2maksimal dengan Daya tahan lari 400 meter
Analisis Bivariat
Daya tahan lari 400 meter
Jumlah Nilai p
sangat baik Baik Sedang
n (%) n (%) n (%) n (%) VO2 maks sangat baik 4 100 - - - - 4 100 0,000 Baik - - 31 100 - - 31 100 Sedang - - - - 14 100 14 100 Jumlah 4 8,2 31 63,3 14 28,6 49 100
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara VO2maksimal dengan Daya tahan lari 400 meter.Sampel yang memiliki VO2maksimal sangat baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter sangat baik terdapat 4 orang (100%).Sampel yang memiliki VO2maksimal baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter baik pula terdapat 31 orang (100%).Sampel yang memiliki VO2maksimal sedang dan memiliki Daya tahan lari 400 meter sedang pula terdapat 14 orang (100%).
Sedangkan secara statistik pola hubungan tersebut diuji menggunakan uji analisis chi square dengan hasilnya berupa nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari batas signifikansi yang ditentukan yakni sebesar 0,05 atau (0,000<0,05). Dengan hasil demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara VO2 maksimal dengan Daya tahan lari 400 meter
e. Hubungan Kekuatan Otot Hamstring Dengan Daya Tahan Lari 400 Meter.
Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji chi square, dapat diperoleh hubungan antara Kekuatan otot hamstring dengan Daya tahan lari 400 meter, sebagai berikut :
Tabel 4.6 Hubungan antara Kekuatan otot hamstring dengan Daya tahan lari 400 meter
Analisis Bivariat
Daya tahan lari 400 meter
Jumlah
Nilai p sangat
baik Baik Sedang
n (%) n (%) n (%) n (%) Kekuatan otot hamstring sangat baik 4 100 - - - - 4 100 0,000 Baik - - 27 100 - - 27 100 Sedang - - 4 22,2 14 77,8 18 100 Jumlah 4 8,2 31 63,3 14 28,6 49 100
Tabel di atas menunjukkan hubungan antara Kekuatan otot hamstring dengan Daya tahan lari 400 meter. Sampel yang memiliki Kekuatan otot hamstring sangat baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter sangat baik pula terdapat 4 orang (100%). Sampel yang memiliki Kekuatan otot hamstring baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter baik pula terdapat 31orang (100%). Sampel yang memiliki Kekuatan otot hamstring baik dan memiliki Daya tahan lari 400 meter sedang terdapat 4 orang (22,2%). Sampel yang memiliki Kekuatan otot hamstring sedang dan memiliki Daya tahan lari 400 meter sedang pula terdapat 14 orang (77,8%).
Sedangkan secara statistik pola hubungan tersebut diuji menggunakan uji analisis chi square dengan hasilnya berupa nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari batas signifikansi yang ditentukan yakni sebesar 0,05 atau (0,000<0,05). Dengan hasil demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan antara Kekuatan otot hamstring dengan Daya tahan lari 400 meter.
B. PEMBAHASAN