B. Lingkungan Kerja Sosial
5.2. Analisis Bivariat
5.1.1.Gambaran Hubungan Usia dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara usia dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.13.
Tabel 5.13
Distribusi Responden Menurut Usia dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Tahun 2013
Variabel Kategori Stres kerja n Mean Std. Deviasi p value
Usia Stres 14 34.93 5.385 0.363
Tidak stres 36 36.42 5.045
Berdasarkan hasil analisis bivariat seperti pada tabel 5.13, antara hubungan usia dengan stres kerja, diketahui bahwa rata – rata usia responden yang tidak mengalami stres kerja adalah 36,42 dengan standar deviasi 5,385. Sedangkan rata–rata usia responden yang mengalami stres kerja adalah 34,93 dengan standar deviasi 5,045. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Independent T-Test, diperoleh p value sebesar 0,363 (p value>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara usia dengan stres kerja.
5.1.2.Gambaran Hubungan Masa Kerja dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara masa kerja dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.14.
Tabel 5.14
Distribusi Responden Menurut Masa Kerja dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Masa Kerja
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
<5 tahun 10 45.5 12 54.5 22 100
0.034
≥5 tahun 4 14.3 24 85.7 28 100
Pada tabel 5.14, berdasarkan hasil analisis hubungan antara masa kerja dengan stres kerja, diketahui bahwa dari 22 responden yang memiliki masa kerja < 5 tahun sebanyak 45,5% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square, diperoleh p value sebesar 0,034 (p value<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, jadi ada hubungan antara masa kerja dengan stres kerja.
5.1.3.Gambaran Hubungan Asal Program Studi dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara asal program studi dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.15.
Tabel 5.15
Distribusi Responden Menurut Asal Program Studi dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Asal Program
Studi
Stres Kerja
p value
Stres Tidak stres Total
n % n % n % Pend. Dokter 6 25.0 18 75.0 24 100 0.286 Kesehatan Masayarakat 2 28.6 5 71.4 7 100 Ilmu Keperawatan 5 50.0 5 50.0 10 100 Farmasi 1 11.1 8 88.9 9 100 Total 14 28 36 72 50 100
Seperti pada tabel 5.15, berdasarkan hasil analisis hubungan antara asal program studi dengan stres kerja diketahui bahwa responden yang berasal dari program studi pendidikan dokter lebih banyak tidak mengalami stres kerja sebanyak 75.0% responden yang berasal dari program studi kesehatan masyarakat lebih banyak tidak mengalami stres kerja sebanyak 71.4%,
responden yang berasal dari program studi ilmu keperawatan baik yang mengalami stres kerja maupun yang tidak mengalami stres kerja sama banyaknya yaitu 50%, responden yang berasal dari program studi farmasi lebih banyak tidak mengalami stres kerja sebanyak 88.9%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0,286 (p value>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara asal program studi dengan stres kerja.
5.1.4.Gambaran Hubungan Beban Kerja dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.16
Distribusi Responden Menurut Beban Kerja dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Beban Kerja
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
Overload 13 40.6 19 59.4 32 100
0.020
Underload 1 5.6 17 94.4 18 100
Total 14 28 36 72 50 100
Berdasarkan hasil analisis bivariat seperti pada tabel 5.16, antara hubungan beban kerja dengan stres kerja, diketahui bahwa dari 32 responden yang memiliki beban kerja overload sebanyak 40,6% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0,020 (p value <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa
hipotesis penelitian diterima, jadi ada hubungan antara beban kerja dengan stres kerja.
5.1.5.Gambaran Hubungan Rutinitas Kerja dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara rutinitas kerja dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.17
Distribusi Responden Menurut Rutinitas dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013
Berdasarkan hasil analisis hubungan antara rutinitas kerja dengan stres kerja (tabel 5.17), diketahui bahwa dari 21 responden yang memiliki rutinitas kerja membosankan sebanyak 42,9% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0,095 (p value >0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara rutinitas kerja dengan stres kerja.
5.1.6.Gambaran Hubungan Struktur dan Iklim Organisasi dengan Stres kerja Analisis hubungan antara struktur dan iklim organisasi dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.18.
Rutinitas Kerja
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n % Membosankan 9 42.9 12 57.1 21 100 0.095 Tidak Membosankan 5 17.2 24 82.8 29 100 Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Tabel 5.18
Distribusi Responden Menurut Struktur dan Iklim Organisasi dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Struktur dan Iklim
Organisasi
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
Tidak Mendukung 8 44.4 10 55.6 18 100
0.106
Mendukung 6 18.8 26 81.2 32 100
Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Pada tabel 5.18, berdasarkan hasil analisis hubungan antara struktur dan iklim organisasi dengan stres kerja diketahui bahwa dari 18 responden yang memiliki struktur dan iklim organisasi yang tidak mendukung sebanyak 44,4% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0,106 (p value >0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara struktur dan iklim organisasi dengan stres kerja.
5.1.7.Gambaran Hubungan Peran dalam Organisasi dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara peran dalam organisasi dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.19.
Tabel 5.19
Distribusi Responden Menurut Peran dalam Organisasi dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Peran dalam
Organisasi
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n % Tidak Berperan 6 27.3 16 72.7 22 100 1.000 Berperan 8 28.6 20 71.4 28 100 Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Berdasarkan hasil analisis bivariat seperti pada tabel 5.19, antara hubungan peran dalam organisasi dengan stres kerja diketahui bahwa dari 22 responden yang tidak berperan dalam organisasi sebanyak 27,3% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 1.000 (p value > 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara peran dalam organisasi dengan stres kerja.
5.1.8.Gambaran Hubungan Pengembangan Karir dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara pengembangan karir dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.20.
Tabel 5.20
Distribusi Responden Menurut Pengembangan Karir dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Pengembangan
Karir
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
Tidak Memuaskan 9 36.0 16 64.0 25 100
0.345
Memuaskan 5 20.0 20 80.0 25 100
Berdasarkan hasil analisis hubungan antara pengembangan karir dengan stres kerja (tabel 5.20), diketahui bahwa dari 25 responden yang memiliki pengembangan karir yang tidak memuaskan sebanyak 36,0% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0.345 (p value >0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara pengembangan karir dengan stres kerja.
5.1.9. Gambaran Hubungan Gaji dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara gaji dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.21.
Tabel 5.21
Distribusi Responden Menurut Gaji dengan Stres kerja Pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Gaji
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n % Tidak Sesuai 14 35.0 26 65.0 40 100 0.045 Sesuai 0 0.0 10 100 10 100 Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Berdasarkan hasil analisis seperti pada tabel 5.21, antara hubungan gaji dengan stres kerja diketahui bahwa dari 40 responden yang memiliki gaji yang tidak sesuai sebanyak 35,0% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0.045 (p value <0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, jadi ada hubungan antara gaji dengan stres kerja.
5.1.10.Gambaran Hubungan Lingkungan Kerja Fisik dengan Stres kerja Analisis hubungan antara lingkungan kerja fisik dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.22
Distribusi Responden Menurut Lingkungan Kerja Fisik dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Lingkungan
Kerja Fisik
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
Tidak Baik 6 50.0 6 50.0 12 100
0.071
Baik 8 21.1 30 78.9 38 100
Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Pada tabel 5.22, berdasarkan hasil analisis hubungan antara lingkungan kerja fisik dengan stres kerja, diketahui bahwa dari 12 responden yang memiliki lingkungan kerja fisik yang tidak baik sebanyak 50,0% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0.071 (p value >0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara lingkungan kerja fisik dengan stres kerja.
5.1.11.Gambaran Lingkungan Kerja Sosial dengan Stres kerja
Analisis hubungan antara lingkungan kerja sosial dengan stres kerja pada dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 diperoleh hasil yang disajikan pada tabel 5.23.
Tabel 5.23
Distribusi Responden Menurut Lingkungan Kerja Sosial dengan Stres kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2013 Lingkungan
Kerja Sosial
Stres Kerja
p value Stres Tidak stres Total
n % n % n %
Tidak Baik 9 40.9 13 59.1 22 100
0.138
Baik 5 17.9 23 82.1 28 100
Total 14 28.0 36 72.0 50 100
Seperti pada tabel 5.23, berdasarkan hasil analisis hubungan antara lingkungan kerja sosial dengan stres kerja, diketahui bahwa dari 22 responden yang memiliki lingkungan kerja sosial yang tidak baik sebanyak 40,9% mengalami stres kerja. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diperoleh p value sebesar 0.138 (p value >0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ditolak, jadi tidak ada hubungan antara lingkungan kerja sosial dengan stres kerja.
102 6.1. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian, keterbatasan-keterbatasan tersebut yaitu :
1. Pertanyaan dalam kuesioner yang banyak membuat responden timbul perasaan malas untuk menjawab.
2. Stres kerja sebagai pusat pengamatan bukan hal yang bersifat menetap, sehingga hasil pengukuran yang dilakukan pada saat pengambilan data bukanlah merupakan hasil yang berlangsung seterusnya, dan hal ini hanya berlaku pada institusi dimana penelitian ini dilakukan.
3. Persepsi responden yang berbeda – beda terhadap gaji yang diteliti pada penelitian ini.
6.2. Stres Kerja pada Dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN