• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Brand Association

Dalam penelitian ini, digunakan sepuluh asosiasi untuk bank syariah yang telah terbukti keandalannya melalui uji reliabilitas, yaitu: (1) jaringan ATM tersebar luas, (2) jaringan kantor tersebar luas, (3) sesuai ajaran agama, (4) jasa sesuai kebutuhan, (5) aman dan dapat dipercaya, (6) pelayanan cepat dan memuaskan (7) karyawan ramah dan bersahabat, (8) karyawan berbusana sesuai syariah, (9) memiliki produk yang beragam, dan (10) didukung teknologi canggih. Merek yang dianalisis dalam penelitian ini hanyalah 3 (tiga) besar merek yang digunakan oleh responden, yaitu: BRI Syariah (31 responden), BNI Syariah (30 responden), dan Bank Syariah Mandiri (26 responden). Adapun analisisnya adalah sebagai berikut:

1. Analisis Asosiasi Merek BRI Syariah

Responden diberikan pertanyaan untuk menggambarkan merek bank syariah yang digunakan berdasarkan asosiasi yang diberikan. Hasil yang diperoleh dari responden pengguna merek BRI Syariah yang menjawab ‘ya’ pada setiap asosiasi merek BRI Syariah ditunjukan pada Tabel 10. Nilai persentase menunjukkan persentase jawaban ‘ya’ berdasarkan jumlah pengguna merek BRI Syariah, yaitu 31 responden.

Tabel 11

Sebaran Responden Pengguna Merek BRI Syariah yang Menyetujui Asosiasi

Asosiasi Menyetujui Asosiasi

n %

Jaringan ATM tersebar luas 12 38,7

Jaringan kantor tersebar luas 13 41,9

Sesuai ajaran agama 28 90,3

Jasa sesuai kebutuhan 26 83,9

Aman dan dapat dipercaya 30 96,8

Pelayanan cepat dan memuaskan 23 74,2

Karyawan ramah dan bersahabat 31 100

Karyawan berbusana sesuai syariah 30 96,8

Memiliki produk yang beragam 28 90,3

Didukung teknologi canggih 16 51,6

Sumber: Data Olahan SPSS 2016

Setelah itu dilakukan uji Cochran untuk menentukan asosiasi-asosiasi yang tepat untuk membentuk brand image pada merek BRI Syariah. Proses penghitungan uji Cochran dapat dilihat di Lampiran 5 dan hasil yang diperoleh pada tiap tahap pengujian ditunjukan pada Tabel 11.

Tabel 12

Hasil Uji Cochran terhadap Asosiasi-Asosiasi Merek BRI Syariah dengan Interval Kepercayaan 95%

Tahap

Uji Asosiasi db Q X

2(a,db) Kesimpulan

1 Semua asosiasi 9 88,382 16,919 Ho ditolak

2 Semua asosiasi; kecuali asosiasi

jaringan ATM tersebar luas 8 69,103 16,507 Ho ditolak 3

Semua asosiasi; kecuali asosiasi jaringan ATM tersebar luas, jaringan kantor tersebar luas

7 30,100 14,067 Ho ditolak

4

Semua asosiasi; kecuali asosiasi jaringan ATM tersebar luas, jaringan kantor tersebar luas, didukung teknologi canggih

Tahap

Uji Asosiasi db Q X

2

(a,db) Kesimpulan

5

Semua asosiasi; kecuali asosiasi jaringan ATM tersebar luas, jaringan kantor tersebar luas, didukung teknologi canggih, pelayanan cepat dan memuaskan

5 9,182 11,070 Ho diterima

Sumber: Data Olahan SPSS 2016

Berdasarkan hasil tersebut, pada tahap kelima pengujian dihentikan karena nilai Q lebih kecil dari nilai X2(tabel) artinya Ho diterima. Kesimpulannya merek BRI Syariah memiliki brand image yang didalamnya terkandung asosiasi-asosiasi berikut:

 Sesuai ajaran agama  Jasa sesuai kebutuhan  Aman dan dapat dipercaya  Karyawan ramah dan bersahabat  Karyawan berbusana sesuai syariah  Memiliki produk yang beragam

2. Analisis Asosiasi Merek BNI Syariah

Hasil yang diperoleh dari responden pengguna merek BNI Syariah yang menjawab ‘ya’ pada setiap asosiasi merek BNI Syariah ditunjukan pada Tabel 12. Nilai persentase menunjukkan persentase jawaban ‘ya’ berdasarkan jumlah pengguna merek BNI Syariah, yaitu 30 responden.

Tabel 13

Sebaran Responden Pengguna Merek BNI Syariah yang Menyetujui Asosiasi

Asosiasi Menyetujui Asosiasi

n %

Jaringan ATM tersebar luas 26 86,7

Jaringan kantor tersebar luas 24 80,0

Sesuai ajaran agama 27 90,0

Jasa sesuai kebutuhan 29 96,7

Aman dan dapat dipercaya 30 100

Pelayanan cepat dan memuaskan 29 96,7

Karyawan ramah dan bersahabat 30 100

Karyawan berbusana sesuai syariah 30 100

Memiliki produk yang beragam 25 83,3

Didukung teknologi canggih 26 86,7

Sumber: Data Olahan SPSS 2016

Setelah itu dilakukan uji Cochran untuk menentukan asosiasi-asosiasi yang tepat untuk membentuk brand image pada merek BNI Syariah. Proses penghitungan uji Cochran dapat dilihat di Lampiran 5 dan hasil yang diperoleh pada tiap tahap pengujian ditunjukan pada Tabel 13.

Tabel 14

Hasil Uji Cochran terhadap Asosiasi-Asosiasi Merek BNI Syariah dengan Interval Kepercayaan 95%

Tahap

Uji Asosiasi db Q X

2(a,db) Kesimpulan

1 Semua asosiasi 9 21,750 16,919 Ho ditolak

2

Semua asosiasi; kecuali

asosiasi jaringan kantor tersebar luas

8 17,723 16,507 Ho ditolak

3

Semua asosiasi; kecuali

asosiasi jaringan kantor tersebar luas, memiliki produk yang beragam

7 14,759 14,067 Ho ditolak

4

Semua asosiasi; kecuali

asosiasi jaringan kantor tersebar luas, memiliki produk

Tahap

Uji Asosiasi db Q X

2

(a,db) Kesimpulan

yang beragam, jaringan ATM tersebar luas

5

Semua asosiasi; kecuali

asosiasi jaringan kantor tersebar luas, memiliki produk yang beragam, jaringan ATM tersebar luas, didukung teknologi canggih

5 8,200 11,070 Ho diterima

Sumber: Data Olahan SPSS 2016

Berdasarkan hasil tersebut, pada tahap kelima pengujian dihentikan karena nilai Q lebih kecil dari nilai X2(tabel) artinya Ho diterima. Kesimpulannya merek BNI Syariah memiliki brand image yang didalamnya terkandung asosiasi-asosiasi berikut:

 Sesuai ajaran agama  Jasa sesuai kebutuhan  Aman dan dapat dipercaya  Pelayanan cepat dan memuaskan  Karyawan ramah dan bersahabat  Karyawan berbusana sesuai syariah

3. Analisis Asosiasi Merek Bank Syariah Mandiri

Hasil yang diperoleh dari responden pengguna merek Bank Syariah Mandiri yang menjawab ‘ya’ pada setiap asosiasi merek Bank Syariah Mandiri ditunjukan pada Tabel 15. Nilai persentase menunjukkan persentase jawaban ‘ya’ berdasarkan jumlah pengguna merek Bank Syariah Mandiri, yaitu 26 responden.

Tabel 15

Sebaran Responden Pengguna Merek Bank Syariah Mandiri yang Menyetujui Asosiasi

Asosiasi Menyetujui Asosiasi

n %

Jaringan ATM tersebar luas 18 69,2

Jaringan kantor tersebar luas 18 69,2

Sesuai ajaran agama 24 92,3

Jasa sesuai kebutuhan 24 92,3

Aman dan dapat dipercaya 26 100

Pelayanan cepat dan memuaskan 23 88,5

Karyawan ramah dan bersahabat 26 100

Karyawan berbusana sesuai syariah 24 92,3

Memiliki produk yang beragam 23 88,5

Didukung teknologi canggih 22 84,6

Sumber: Data Olahan SPSS 2016

Setelah itu dilakukan uji Cochran untuk menentukan asosiasi-asosiasi yang tepat untuk membentuk brand image pada merek Bank Syariah Mandiri. Proses penghitungan uji Cochran dapat dilihat di Lampiran 5 dan hasil yang diperoleh pada tiap tahap pengujian ditunjukan pada Tabel 15.

Tabel 16

Hasil Uji Cochran terhadap Asosiasi-Asosiasi Merek Bank Syariah Mandiri dengan Interval Kepercayaan 95%

Tahap

Uji Asosiasi db Q X

2

(a,db) Kesimpulan

1 Semua asosiasi 9 32,220 16,919 Ho ditolak

2 Semua asosiasi; kecuali asosiasi

jaringan ATM tersebar luas 8 24,253 16,507 Ho ditolak 3

Semua asosiasi; kecuali asosiasi jaringan ATM tersebar luas, jaringan kantor tersebar luas

7 10,316 14,067 Ho diterima

Berdasarkan hasil tersebut, pada tahap ketiga pengujian dihentikan karena nilai Q lebih kecil dari nilai X2

(tabel) artinya Ho diterima. Kesimpulannya merek Bank Syariah Mandiri memiliki brand image yang didalamnya terkandung asosiasi-asosiasi berikut:

 Sesuai ajaran agama  Jasa sesuai kebutuhan  Aman dan dapat dipercaya  Pelayanan cepat dan memuaskan  Karyawan ramah dan bersahabat  Karyawan berbusana sesuai syariah  Memiliki produk yang beragam  Didukung teknologi canggih

4. Asosiasi Pembentuk Brand Image Bank Syariah

Dari hasil analisis asosiasi merek ketiga bank syariah tersebut dapat diketahui asosiasi yang tersimpan di benak responden seperti ditampilkan pada tabel berikut:

Tabel 17

Asosiasi-Asosiasi Pembentuk Brand Image Bank Syariah

Asosiasi Merek BRI Syariah BNI Syariah Bank Syariah Mandiri

Sesuai ajaran agama   

Jasa sesuai kebutuhan   

Aman dan dapat dipercaya   

Pelayanan cepat dan memuaskan -  

Karyawan ramah dan bersahabat   

Karyawan berbusana sesuai syariah   

Memiliki produk yang beragam  - 

Dokumen terkait