BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja
Berdasarkan Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia,
- 23 -
Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika Tahun 2014, analisis terhadap masing-masing indikator sasaran, program, dan kegiatan adalah sebagai berikut.
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Sasaran Strategis Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika adalah terwujudnya peningkatan kualitas hasil analisis dan pendapat di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika.
Pada Tahun 2014, Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika menerima sebanyak 1.249 (seribu dua ratus empat puluh sembilan) berkas, baik yang berasal dari Deputi maupun dari luar unit kerja (berkas pekerjaan yang ditujukan langsung ke Asisten Deputi). Dari jumlah berkas tersebut, tercatat ada 205 (dua ratus lima) berkas yang ditindaklanjuti kepada Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Sedangkan sisanya sebanyak 1.015 (seribu lima belas) berkas tidak ditindaklanjuti karena berkas tersebut menurut sifat dan arahan atau disposisi Pimpinan tidak perlu dilaporkan (diklasifikasikan sebagai berkas file atau untuk diketahui) atau merupakan berkas dengan perihal yang sama (juncto). Secara umum, jumlah berkas yang dihasilkan meningkat dibandingkan dengan jumlah output berkas ditindaklanjuti pada Tahun 2013 yang berjumlah 226 berkas, seperti terlihat dalam diagram berikut.
Diagram Perbandingan Berkas Masuk, Ditindaklanjuti, dan Tidak Ditindaklanjuti
0 200 400 600 800 1000 1200 1400
Berkas Masuk Berkas
Ditindaklanjuti Berkas Tidak Ditindaklanjuti 1370 226 960 1249 205 1015 2013 2014
- 24 -
Di dalam POK/RAB Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika Tahun Anggaran 2014 telah ditentukan target dokumen sebanyak 75 (tujuh puluh lima) dokumen, yang setelah direvisi (karena penghematan) menjadi 73 (tujuh puluh tiga) dokumen. Jumlah tersebut hanya didasarkan pada kegiatan yang membutuhkan biaya atau anggaran saja, seperti perjalanan dinas, penyelenggaraan rapat/diskusi, belanja bahan, honorarium kegiatan, dan lain-lain.
Keasistendeputian telah melaksanakan hampir seluruh kegiatan yang direncanakan dan menghasilkan 70 (tujuh puluh) output dari target 73 (tujuh puluh tiga) output yang telah ditetapkan dalam POK 2014 DIPA Revisi ke-5. Tiga output lainnya dalam akun 5016.001.107 tidak dapat dihasilkan karena kegiatannya tidak dapat terlaksana akibat terjadi pemblokiran untuk penghematan sesuai Instruksi Presiden dan adanya perintah Deputi untuk melaksanakan pekerjaan yang sangat mendesak (top urgent).
Akan tetapi, di Tahun 2014 Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika faktanya telah menghasilkan output sebanyak 205 (dua ratus lima) dokumen. Jumlah output tersebut jauh lebih banyak dari target POK/RAB karena terdapat output berupa dokumen laporan analisis yang dalam pelaksanaannya tidak membutuhkan anggaran, seperti pekerjaan yang berasal dari laporan atau surat instansi K/L terkait, pengaduan masyarakat, permohonan kepada Presiden atau Sekretaris Kabinet, serta pekerjaan analisis atas perintah lisan Pimpinan.
Dengan kata lain, penghitungan realisasi dan capaian tidak hanya dilakukan dengan cara menghitung berdasarkan pada kegiatan dalam POK/RAB (73 dokumen), tetapi juga memperhitungkan berbagai macam penyelesaian berkas kegiatan di luar POK/RAB, yang masih termasuk ke dalam tugas dan fungsi Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika. Oleh karena itu, apabila target output dan realisasi output dibandingkan terlihat bahwa persentase realisasinya sangat jauh melampaui target yang telah ditetapkan.
Adapun analisis terhadap capaian kinerja pada masing-masing indikator adalah sebagai berikut:
- 25 -
1. Indikator Perumusan dan Analisis atas Rencana Kebijakan dan Program Pemerintah di Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika
Indikator perumusan dan analisis memiliki 2 (dua) indikator kinerja outcome, yaitu:
a. Persentase laporan hasil perumusan dan analisis atas rencana kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika secara tepat waktu; dan
b. Persentase perumusan dan analisis atas rencana kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti.
Pencapaian atas indikator tersebut adalah sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 12
Capaian Indikator I: Perumusan dan Analisis
Indikator Target Realisasi Capaian
% Dokumen % Dokumen
Persentase laporan hasil analisis atas rencana kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika secara tepat waktu
97% 130 78% 101 80%
Persentase analisis atas rencana kebijakan dan program
pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti
97% 130 81% 105 83%
Pada indikator ini, para pejabat dan pegawai di lingkungan Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika telah menyelesaikan laporan perumusan dan analisis atas rencana kebijakan dan program pemerintah dengan tepat waktu. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan tersebut ± 7 (tujuh) hari, lebih cepat dibandingkan batas waktu standar pelayanan yang telah ditetapkan, yakni 11 (sebelas) hari.
- 26 -
Berdasarkan data pada tabel di atas, jumlah realisasi dokumen perumusan dan analisis yang disampaikan dari Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika kepada Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada indikator persentase ditindaklanjuti adalah 105 (seratus lima) dokumen dengan persentase realisasi sebesar 81% dari target dokumen yang berjumlah 130 (seratus tiga puluh) dokumen. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 83%.
Sementara itu, dari 105 (seratus lima) dokumen perumusan dan analisis yang ditindaklanjuti tersebut, terdapat 101 (seratus satu) dokumen diantaranya yang dapat diselesaikan secara tepat waktu dengan persentase realisasi sebesar 78%. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 80%.
Beberapa dokumen yang terkait dengan kegiatan ini, antara lain:
- Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembubaran 10 Lembaga Non Struktural;
- Permohonan kepada Pemerintah untuk Membayar Biaya Penambahan Bangunan di Nanggroe Aceh Darussalam-Nias Berdasarkan Putusan Pengadilan yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap;
- Usulan DPD mengenai Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
- Rancangan Instruksi Presiden tentang Peningkatan Efektivitas Kerja Aparatur Negara;
- Rancangan Peraturan Presiden tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Kabinet;
- Permohonan Penetapan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pembawaan Uang Tunai dan Instrumen Pembayaran Lain ke Dalam atau ke Luar Daerah Pabean Indonesia;
- Pencabutan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1975 tentang Perlakuan terhadap Mereka yang Terlibat G.30.S/PKI Golongan C sesuai Putusan Mahkamah Agung Nomor 33 P/HUM/2011;
- 27 -
- Tindak Lanjut terhadap Laporan Hasil Audiensi Staf Khusus Sekretaris Kabinet dengan Yayasan Trisakti;
- Permohonan untuk Mengeluarkan Instruksi Presiden tentang Percepatan Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 tentang Hutan Adat;
- Permohonan Izin Prakarsa Ratifikasi Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Kosta Rika mengenai Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik atau Dinas;
- Permohonan Izin BNPT untuk Melakukan Pengadaan Senjata Api;
- Permohonan Perlindungan Hukum dari PT Victoria Securities International Corporation terhadap Upaya Kriminalisasi dalam Proses Penjualan Hak Tagih Piutang oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional;
- Permohonan Tindakan atas Lokasi yang Dikuasai Sdr. Sutikno yang Masuk dalam Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yang Melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
- Laporan Jaksa Agung mengenai Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XI/2013;
- Pertimbangan Menteri Luar Negeri terhadap Permohonan Grasi Terpidana Mati atas nama Daniel Enemuo alias Diarrasouba Mamadou;
- Pemberitahuan Rencana Pengajuan Gugatan melalui Arbitrase Internasional kepada Pemerintah Republik Indonesia oleh Trafalgar House Construction (Jersey) Ltd.;
- Rancangan Peraturan Presiden tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2009 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet;
- Rancangan Peraturan Presiden tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
- Usulan Calon Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara;
- Peresmian Penggunaan Kawasan Pusat Kegiatan Pengembangan dan Pembinaan Terpadu Sumber Daya Manusia Kejaksaan Republik Indonesia (Adhyaksa Loka);
- 28 -
- Penyempurnaan Rancangan Peraturan Presiden tentang Jabatan Fungsional Tentara Nasional Indonesia;
- Permohonan kepada Pemerintah untuk Membayar Biaya Penambahan Bangunan di Nanggroe Aceh Darussalam-Nias Berdasarkan Putusan Pengadilan yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap;
- Penanganan Kasus Penangkapan 4 Kapal Ikan dan 61 Awak Kapal Motor Papua Fishery-Vietnam;
- Permohonan Audiensi dari YLBHI kepada Sekretaris Kabinet terkait Potensi Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Waduk Jatigede;
- Hasil Kajian Sementara Gugus Tugas mengenai Antisipasi Penolakan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota;
- dan lain-lain.
2. Indikator Pengamatan Perkembangan atas Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pemerintah di Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika
Indikator pengamatan perkembangan memiliki 2 (dua) indikator kinerja outcome, yaitu:
a. Persentase laporan hasil pengamatan perkembangan atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika secara tepat waktu; dan
b. Persentase pengamatan perkembangan atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti.
Pencapaian atas indikator tersebut adalah sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 13
Capaian Indikator II: Pengamatan Perkembangan
Indikator Target Realisasi Capaian
% Dokumen % Dokumen
Persentase laporan hasil
- 29 - pelaksanaan kebijakan dan
program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika secara tepat waktu Persentase pengamatan
perkembangan atas pelaksanaan kebijakan dan program
pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti
97% 90 96% 86 99%
Pada indikator ini, para pejabat dan pegawai di lingkungan Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika telah menyelesaikan laporan pengamatan perkembangan atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah dengan tepat waktu. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan tersebut ± 7 (tujuh) hari, lebih cepat dibandingkan batas waktu standar pelayanan yang telah ditetapkan, yakni 11 (sebelas) hari.
Berdasarkan data pada tabel di atas, jumlah realisasi dokumen pengamatan perkembangan yang disampaikan dari Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika kepada Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada indikator persentase ditindaklanjuti adalah 86 (delapan puluh enam) dokumen dengan persentase realisasi sebesar 96% dari target dokumen yang berjumlah 90 (sembilan puluh) dokumen. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 99%.
Sementara itu, dari 86 (delapan puluh enam) dokumen pengamatan perkembangan yang ditindaklanjuti tersebut, terdapat 75 (tujuh puluh lima) dokumen diantaranya yang dapat diselesaikan secara tepat waktu dengan persentase realisasi sebesar 83%. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 86%.
- 30 -
- Perkembangan Penanganan Gugatan Arbitrase Churchill Mining Plc. dan Planet Mining Pty. Ltd. kepada Republik Indonesia di International Center for Settlement of Investment Dispute (ICSID);
- Catatan Staf mengenai Penyampaian Aspirasi Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya terhadap Pengunduran Diri Sementara Joko Widodo selaku Gubernur DKI Laporan Rapat Teknis Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT);
- Laporan Perkembangan Kasus Hukum dan Penyimpangan Pajak;
- Laporan Perkembangan Penyelesaian Kasus Hukum Bank Century;
- Laporan Rapat mengenai Arbitrase PT Newmont Nusa Tenggara;
- Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Agung Nomor 33 P/HUM/2011 mengenai Permohonan Hak Uji Materiil atas Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 1975 tentang Perlakuan terhadap Mereka yang Terlibat G.30.S/PKI Golongan C;
- Laporan Tindak Lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2011 Periode 8 November 2013 s.d. 17 Januari 2014;
- Laporan Kegiatan Tim Nasional Penanggulangan Hak Kekayaan Intelektual Semester I Tahun 2013;
- Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pengujian Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014;
- Putusan Hukuman Mati terhadap Para Anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir;
- Klarifikasi dan Penjelasan dari PPATK mengenai IMF Policy Paper yang Menyatakan Kelemahan Indonesia dalam Pelaksanaan Anti Money-Laundering and Combating the Financing of Terrorism;
- Penyampaian Surat Panitera Mahkamah Agung Republik Indonesia mengenai Permohonan Tanggapan/Penjelasan terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 898 K/Pid.Sus/2008;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai Pengujian Konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian;
- Penyampaian Partisipasi untuk Korban Bencana Kebakaran Rumah Tinggal;
- 31 -
- Laporan Capaian Kinerja Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Periode Triwulan I Tahun 2014;
- Rekomendasi terhadap Saran Kebijakan Penanggulangan dan Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Timur Tengah;
- Catatan mengenai Wacana Penerbitan Perppu terkait Pengisian Jabatan Pimpinan KPK;
- Catatan mengenai Panitia Seleksi Hakim Konstitusi;
- Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Yudisial;
- Penjelasan terkait Permasalahan Pemblokiran Anggaran LPP TVRI TA 2014;
- Penyampaian Pandangan terkait Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat di Masa Lalu;
- Salinan Permohonan Nomor 70/PUU-XII/2014 mengenai Pengujian Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
- Daftar Putusan Mahkamah Konstitusi yang Mengabulkan Pengujian Undang-Undang;
- Resume Salinan Permohonan Nomor 57/PUU-XII/2014;
- Resume Salinan Permohonan Nomor 77/PUU-XII/2014;
- Resume Salinan Permohonan Nomor 78/PUU-XII/2014;
- Resume Salinan Permohonan Nomor 79/PUU-XII/2014;
- Resume Salinan Permohonan Nomor 83/PUU-XII/2014;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67/PUU-XI/2013;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-XI/2013;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82/PUU-XII/2014;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 84/PUU-XI/2013;
- Catatan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 50/PUU-XI/2013;
- 32 -
3. Indikator Pemantauan, Evaluasi, dan Analisis atas Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pemerintah di Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika
Indikator pemantauan dan evaluasi memiliki 2 (dua) indikator kinerja outcome, yaitu:
a. Persentase laporan hasil pemantauan, evaluasi, dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika secara tepat waktu; dan
b. Persentase pemantauan, evaluasi, dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti.
Pencapaian atas indikator tersebut adalah sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
Tabel 14
Capaian Indikator III: Pemantauan, Evaluasi, dan Analisis
Indikator Target Realisasi Capaian
% Dokumen % Dokumen
Persentase laporan hasil
pemantauan, evaluasi, dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan
informatika secara tepat waktu
97% 30 47% 14 48%
Persentase pemantauan, evaluasi, dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang hukum, hak asasi manusia, aparatur negara, komunikasi, dan informatika yang ditindaklanjuti
97% 30 47% 14 48%
Pada indikator ini, para pejabat dan pegawai di lingkungan Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika telah menyelesaikan laporan pemantauan, evaluasi, dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah dengan tepat waktu. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan tersebut ±
- 33 -
7 (tujuh) hari, lebih cepat dibandingkan batas waktu standar pelayanan yang telah ditetapkan, yakni 11 (sebelas) hari.
Berdasarkan data pada tabel di atas, jumlah realisasi dokumen pemantauan, evaluasi, dan analisis yang disampaikan dari Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika kepada Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada indikator persentase ditindaklanjuti adalah 14 (empat belas) dokumen dengan persentase realisasi sebesar 47% dari target dokumen yang berjumlah 30 (tiga puluh) dokumen. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 48%.
Sementara itu, dari 14 (empat belas) dokumen pengamatan perkembangan yang ditindaklanjuti tersebut, seluruhnya dapat diselesaikan secara tepat waktu dengan persentase realisasi sebesar 47%. Adapun persentase capaiannya jika dibandingkan antara persentase realisasi dan persentase target adalah sebesar 48%.
Beberapa dokumen yang terkait dengan kegiatan ini, antara lain:
- Laporan Hasil Focus Group Discussion Pembahasan Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Masa Lalu;
- Laporan Hasil Seminar tentang Kesiapan Sumber Daya Manusia Perencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Menyongsong DIberlakukannya Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara;
- Laporan Hasil Focus Group Discussion Pemetaan Supply Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) Sektor Formal;
- Laporan Hasil Konferensi Open Government Partnership (OGP) Tingkat Kawasan Asia Pasifik;
- Laporan Hasil Focus Group Discussion Revitalisasi Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebagai Media Pemerintah;
- Laporan Hasil Focus Group Discussion tentang Harmonisasi Tugas dan Fungsi Sekretariat Kabinet dengan Satuan Kerja Lainnya dalam Menjalankan Fungsi Manajemen Kabinet;
- Laporan Hasil Kegiatan Penelaahan Hukum atas Pelaksanaan Prison Reform melalui Peningkatan Efektivitas Tugas Fungsi Divisi Pemasyarakatan sebagai
- 34 -
Unit Organisasi yang secara Struktural berada di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;
- Laporan Hasil Focus Group Discussion mengenai Reformasi Lembaga Pemasyarakatan (Prison Reform);
- Laporan Hasil Kunjungan Kerja ke International Energy Agency di Perancis, International Criminal Court di Belanda, dan Energy Charter di Belgia;
- Laporan Hasil Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pemilu Tahun 2014, Bandung 10 Oktober 2014;
- dan lain-lain.
Dengan demikian, seluruh dokumen (output substansi) yang dihasilkan oleh Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara, Komunikasi, dan Informatika sepanjang tahun 2014 berjumlah 205 (dua ratus lima) dokumen, atau 82% dari seluruh target output 250 (dua ratus lima puluh) dokumen, dengan perincian:
Kegiatan POK: 70 (tujuh puluh) dokumen atau 96% dari seluruh output berjumlah 73 (tujuh puluh tiga) dokumen yang ditargetkan dalam POK Tahun Anggaran 2014.
Kegiatan Non-POK: 205 (dua ratus lima puluh) dokumen berbentuk memorandum/laporan/ catatan, atau sekitar 82% dari seluruh output berjumlah 250 (dua ratus lima puluh) dokumen yang pengerjaannya tidak dianggarkan secara khusus dalam POK Tahun Anggaran 2014. Capaian berdasarkan kegiatan non-POK lebih banyak dari target karena dalam pelaksanaan kegiatannya terdapat output berupa dokumen laporan analisis yang tidak membutuhkan anggaran, seperti pekerjaan yang berasal dari laporan atau surat instansi K/L terkait, pengaduan masyarakat, permohonan kepada Presiden atau Sekretaris Kabinet, serta pekerjaan analisis atas perintah lisan pimpinan.
Selain ketiga jenis laporan kegiatan tersebut, masih terdapat kegiatan yang dilakukan Keasistendeputian Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Aparatur Negara,
- 35 -
Komunikasi, dan Informatika sehubungan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi lain yang diberikan oleh Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu:
- Penyampaian Analisis terhadap Dugaan RRI Ditunggangi Kubu Tertentu;
- Penyampaian Artikel “Bagaimana Melakukan Reviu Rancangan Peraturan Perundang-undangan”;
- Bagan Alur Penyiapan Sikap Pemerintah terhadap Masalah yang Menjadi Perhatian Masyarakat;
- Catatan terkait dengan Permasalahan LPP TVRI;
- 36 -