• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2 Analisis Capaian Kinerja

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis Instansi Pemerintah. Dokumen Indikator Kinerja Utama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau telah ditetapkan dan digunakan dalam mengukur pencapaian sasaran. Indikator tersebut tercantum dalam Renstra, Renja maupun Perjanjian Kinerja. Target pencapaian indikator kinerja tersebut ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja setiap tahun secara definitif. Sedangkan pengukuran kinerja atas keberhasilan sasaran diukur pada tiap akhir tahun dengan formulir Pengukuran Kinerja. Pengukuran Kinerja sasaran sekaligus menggambarkan pencapaian kinerja indikator kinerja utama.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Bappeda Kota Lubuklinggau tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja sasaran tersebut dapat diilustrasikan dalam tabel pada lampiran.

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang masih perlu terus ditingkatkan target dan realisasinya dimasa yang akan datang. Terhadap sasaran maupun target indikator kinerja yang belum maksimal dapat diwujudkan tersebut, Bappeda Kota Lubuklinggau melakukan beberapa analisis dan evaluasi agar terdapat perbaikan penanganan di masa mendatang. Analisis capaian kinerja masing – masing sasaran tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 31

Untuk mewujudkan tujuan 1 telah ditetapkan 3 (tiga) sasaran strategis. Dalam tahun 2014 telah dilaksanakan upaya pencapaian 3 (tiga) sasaran dengan tingkat pencapaian dijelaskan dibawah ini.

Sasaran 1.1.1 “Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif dan berkualitas”

Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target (%) Realisasi

(%) Capaian (%)

Regulasi tentang perencanaan pembangunan daerah

yang ditetapkan dengan Perda dan /atau Perkada 100 100 100

Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang

telah ditetapkan dengan PERDA 100 100 100

Tersedianya Dokumen Perencanaan RPJMD yang

ditetapkan PERDA/PERKADA 100 100 100

Tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan

dengan Perkada 100 100 100

Prosentase sinkronisasi program daerah dan pusat 100 90,91 90,91

Penjabaran Program RPJMD tahunan ke dalam RKPD 100 100 100

Penjabaran Program RKPD ke dalam APBD 100 100 100

Prosentase Pencapaian Target RPJMD 100 89,18 89,18

Dokumen perencanaan pengembangan kota 4 3 75

Dokumen perencanaan prasarana wilayah dan

sumber daya alam 2 0 0

Dokumen perencanaan pengembangan wilayah

strategis dan cepat tumbuh 1 0 0

Dokumen perencanaan pembangunan ekonomi yang

mendukung RPJMD 7 4 57,14

Dokumen perencanaan pembangunan sosial budaya

yang mendukung RPJMD 15 3 20

Dengan menindaklanjuti urusan perencanaan pembangunan yang merupakan salah satu urusan wajib Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau, Bappeda memiliki salah satu sasarannya yaitu Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif dan berkualitas. Dengan berpedoman pada Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bahwa tahapan perencanaan pembangunan nasional meliputi penyusunan rencana, penetapan rencana,

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 32

pengendalian pelaksanaan rencana dan evaluasi pelaksanaan rencana, maka ditetapkan beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini.

 Indikator yang pertama adalah Regulasi tentang perencanaan pembangunan

daerah yang ditetapkan dengan Perda dan /atau Perkada. Untuk capaian kinerja pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 persen dan terealisasi sebesar 100%. Regulasi yang dimaksud adalah Perda Sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran Terpadu yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Lubuklinggau Nomor 6 Tahun 2014.

Indikator yang kedua adalahTersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang

telah ditetapkan dengan PERDA. Untuk capaian kinerja pada tahun 2014

ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 persen. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Lubuklinggau Tahun 2005 – 2025 yang ditetapkan

dengan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008.

Indikator yang ketiga adalahtersedianya dokumen perencanaan RPJMD yang

ditetapkan PERDA/PERKADA. Capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 100 persen dengan target 100 persen. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Lubuklinggau Tahun 2013 – 2017 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2013.

 Indikator yang keempat adalah tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan

dengan PERKADA. Pada Tahun 2014 ditargetkan capaian sebesar 100 persen dan terealisasi sebesar 100 persen. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2015 yang ditetapkan Dengan Peraturan Walikota Nomor 23 Tahun 2014.

Indikator yang kelima adalah persentase sinkronisasi program daerah dan

pusat untuk tahun rencana (n+1). Pada tahun 2014 ditarget capaian sebesar 100% dan terealisasi 90,91%, dimana prioritas yang ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Pusat dapat terakomodir dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Lubuklinggau, namun ada prioritas nasional yang belum termasuk yaitu prioritas ke sepuluh; Daerah tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik. Adapun 11 Program Prioritas Pemerintah Pusat Adalah:

o Reformasi birokrasi dan tata kelola

o Pendidikan

o Kesehatan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 33

o Ketahanan pangan

o Infrastruktur

o Iklim investasi dan iklim usaha

o Energi

o Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana

o Daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik

o Kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi

Sedangkan Program Prioritas Kota Lubuklinggau dalam RKPD Tahun 2015 yaitu:

Pendidikan dan Kebudayaan;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional kedua yaitu Pendidikan, prioritas nasional kesebelas yaitu Kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.

 Kesehatan;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional kedua yaitu Kesehatan.

Perekonomian;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional kelima yaitu Ketahanan pangan, prioritas nasional ketujuh yaitu Iklim investasi dan iklim usaha.

 Kesejahteraan Rakyat;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional keempat yaitu Penanggulangan kemiskinan.

 Infrastruktur;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional keenam yaitu infrastruktur, prioritas kedelapan yaitu energi.

 Lingkungan Hidup;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional kesembilan yaitu Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.

 Tata Kelola Pemerintahan;

Prioritas ini sinkron dengan prioritas nasional pertama yaitu Reformasi birokrasi dan tata kelola..

 Indikator yang keenam adalah penjabaran program RPJMD tahunan ke dalam

RKPD. Pada tahun 2014 capaian kinerja ditargetkan sebesar 100% dan terealisasi sebesar 100%. Artinya seluruh program RPJMD telah terakomodir untuk dilaksanakan didalam RKPD tahun 2015 yaitu sebanyak 218 program.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 34

Indikator yang ketujuh adalah penjabaran program RKPD ke dalam APBD.

Pada tahun 2014 ditarget capaian sebesar 100% dan terealisasi 100%. Hal ini ditandai seluruh program RKPD 2015 telah diakomodir didalam APBD 2015.

Indikator kedelapan adalah prosentase pencapaian target RPJMD. Pada tahun

2014 ditarget capaian sebesar 100% dan terealisasi 89,18%. Hal ini menunjukkan rata-rata capaian kinerja visi dan misi Walikota dalam RKPD tahun 2013 yaitu sebesar 89,18% merupakan capaian tahun pertama RPJMD 2013-2017 (Sumber data : Lakip Kota Lubuklinggau tahun 2013).

 Indikator kesembilan adalah tersedianya dokumen perencanaan

pengembangan kota. Pada tahun 2014 ditarget capaian sebanyak 4 dokumen dan terealisasi sebanyak 3 dokumen atau sebesar 75%. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Perencanaan Program Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP), dokumen Rencana Pembangunan Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) dan dokumen perencanaan penanganan perumahan.

 Indikator kesepuluh adalah tersedianya dokumen perencanaan prasarana

wilayah dan sumber daya alam. Pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 2 dokumen, tapi tidak dapat terealisasi dikarenakan program tersebut belum dilaksanakan karena tidak tersedia anggarannya.

 Indikator kesebelas adalah tersedianya dokumen perencanaan pengembangan

wilayah strategis dan cepat tumbuh. Pada tahun 2014 ditargetkan sebanyak 1 dokumen, tapi tidak dapat terealisasi dikarenakan program tersebut belum dilaksanakan karena tidak tersedia anggarannya.

Indikator kedua belas adalah tersedianya dokumen perencanaan

pembangunan ekonomi yang mendukung RPJMD. Pada tahun 2014 ditarget capaian sebanyak 7 dokumen tetapi hanya terealisasi sebanyak 4 dokumen atau sebesar sebesar 57,14%. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat yaitu antara lain dokumen perencanaan pengembangan ekonomi masyarakat,

dokumen perencanaan pembangunan bidang ekonomi, dokumen

penanggulangan kemiskinan daerah, dokumen strategi penanggulangan kemiskinan daerah.

Indikator ketiga belas adalah tersedianya dokumen perencanaan

pembangunan sosial budaya yang mendukung RPJMD. Pada tahun 2014 ditarget capaian sebanyak 15 dokumen dan hanya terealisasi sebanyak 3 dokumen atau sebesar 20%. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dari tersedianya dokumen perencanaan pembangunan bidang sosial dan budaya,

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 35

dokumen database sosial budaya, dokumen pengumpulan dan analisis data capaian kinerja bidang sosial budaya.

Sasaran 1.1.2 “Terwujudnya sinkronisasi proram pembangunan antar sektor dan antarwilayah yang mengacu kepada RTRW”

Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)

Jumlah Dokumen RDTR dan/atau RRTR 4 2 50

Ketersediaan Perda RTRW 100 100 100

Ketersediaan informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kabupaten/kota beserta

rencana rincinya melalui peta analog (SPM) 100 100 100

Tersedianya informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kabupaten/kota beserta rencana rincinya melalui peta digital (SPM)

100 100 100

Terlaksananya penjaringan aspirasi masyarakat

melalui forum konsultasi publik (SPM) 100 100 100

Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan Peraturan Daerah tentang RTR wilayah (SPM)

100 100 100

Ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah 50 55 110

 Indikator pertama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini

adalah Jumlah Dokumen RDTR dan/atau RRTR, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 4 dokumen dan baru terealisasi sebanyak 1 dokumen untuk 2 kecamatan yaitu kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Lubuklinggau Selatan II atau sebesar 50%. Dokumen RDTR kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Lubuklinggau Selatan II tergabung dalam 1 dokumen.

 Indikator kedua yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini adalah

Ketersediaan Perda RTRW, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Lubuklinggau yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012.

 Indikator ketiga yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini adalah

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 36

kabupaten/kota beserta rencana rincinya melalui peta analog (SPM), Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya Peta Analog yang ada pada 8 kecamatan di Kota Lubuklinggau.

Indikator keempat yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini

adalah Tersedianya informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kabupaten/kota beserta rencana rincinya melalui peta digital (SPM), Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya Peta Digital pada 8 kecamatan di Kota Lubuklinggau.

 Indikator kelima yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini adalah

Terlaksananya penjaringan aspirasi masyarakat melalui forum konsultasi publik (SPM), Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan terlaksananya kegiatan Konsultasi Publik tentang kebijakan penataan ruang (RTRW) dengan terlaksananya 4 kali rapat BKPRD.

 Indikator keenam yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini

adalah Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan Peraturan Daerah tentang RTR wilayah (SPM), Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran diukur dengan menghitung jumlah masyarakat yang mengajukan Advis Planing terlayani 100% yakni sebanyak 27 Orang.

Indikator ketujuh yang digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran ini

adalah Ketaatan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 50% dan terealisasi sebesar 55%. Dari peruntukan yang ada dalam rencana pola ruang pada RTRW menunjukkan tahun 2014 telah tercapai 55% dari total wilayah tersebut.

Sasaran 1.1.3 “Terpenuhinya data statistik dan informasi perencanaan pembangunan daerah”

Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target (%) Realisasi (%)

Capaian (%)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 37

Ketersediaan data dan informasi pembangunan 100 100 100

 Indikator yang pertama adalah Tingkat ketersediaan data statistik daerah. Untuk

capaian kinerja pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 persen dan terealisasi sebesar 100%. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dari dokumen statistik yang tersedia berupa KLDA 2013.

 Indikator kedua adalah Ketersediaan data dan informasi pembangunan, Pada tahun

2014 ditargetkan sebesar 100% dan terealisasi sebesar 100%. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dari ketersediaan data yakni berupa selayang pandang, leaflet, website.

Dalam merencanakan program dan kegiatan pembangunan, data dan informasi perencanaan merupakan hal prinsip yang harus diperhatikan. Bertitik tolak dari pemikiran ini, maka Bappeda Kota Lubuklinggau menetapkan sasaran ini dalam rencana strategisnya, karena tanpa data dan informasi maka akan mempengaruhi kualitas dokumen perencanaan yang dihasilkan. Dengan kata lain, tidak mungkin akan ada perencanaan yang berkualitas tanpa didukung oleh ketersediaan data dan informasi yang akurat.

Dalam rangka mencapai sasaran tersebut, maka pada tahun 2014 beberapa program telah dilaksanakan diantaranya program pengembangan data dan informasi. Dalam pencapaian sasaran ini, data-data perencanaan yang telah tersedia meliputi :

1. Data primer meliputi data hasil monitoring dan evaluasi realisasi fisik dan keuangan

serta capaian indikator keluaran dan indikator hasil program dan kegiatan setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau yang mempunyai urusan wajib dan urusan pilihan dalam penggunaaan dana APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Urusan Bersama (UB) PNPM.

2. Data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) meliputi :

a. Data mengenai profile daerah yang termuat di dalam Buku Kota Lubuklinggau Dalam Angka (KLDA)

b. Data perekonomian meliputi : PDRB, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan, Pengangguran, Ketenagakerjaan, Tabel input output daerah, data distribusi pendapatan dan pengeluaran rumah tangga.

c. Data Sosial Budaya meliputi : data Indikator Kesejahteraan Rakyat dan data Indeks Pembangunan Manusia.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 38

Selain pemenuhan data perencanaan pembangunan tersebut, Bappeda Kota Lubuklinggau juga menyediakan media informasi sebagai bahan publikasi atas hasil pelaksanaan rencana pembangunan. Media informasi yang telah tersedia meliputi leaflet, buklet, website, media cetak/surat kabar.

Kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran ini adalah kualitas dan validitas data-data tersebut. Hal ini disebabkan karena ketersediaan data sering bervariasi tergantung instansi yang mengeluarkan tersebut. Faktor lain yang menyebabkan adalah indikator yang dipakai dalam merumuskan data-data tersebut cenderung berbeda-beda, seperti data kemiskinan dan ketenaga kerjaan. Untuk mengatasi hal ini, Bappeda Kota Lubuklinggau telah melakukan kerjasama dan koordinasi dengen berbagai dinas dan instansi baik dilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau maupun dinas dan instansi vertikal. Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman atas data perencanaan yang digunakan.

Kendala lain yang dihadapi adalah susahnya memperoleh data dan informasi secara

up to date. Sebagai gambaran, untuk merencanakan pembangunan tahun 2014, data dan

informasi yang digunakan adalah data tahun 2012. Bahkan dalam beberapa kasus, sering mengunakan data sementara dan data prediksi.

Tujuan 1.2 “Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta keuangan SKPD”

Untuk mewujudkan tujuan 1.2 telah ditetapkan 1 (satu) sasaran strategis. Dalam tahun 2014 telah dilaksanakan upaya pencapaian 1 (satu) sasaran dengan tingkat pencapaian dijelaskan dibawah ini.

Sasaran 1.2.1 “Terpenuhinya dokumen perencanaan dan evaluasi kinerja serta

keuangan”

Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)

Tingkat ketersediaan dokumen perencanaan SKPD 100 100 100

Tingkat ketersediaan laporan capaian kinerja

SKPD 100 100 100

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 39

Indikator pertama pada sasaran ini adalah Tingkat ketersediaan dokumen

perencanaan SKPD, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Renja.

 Indikator kedua pada sasaran ini adalah Tingkat ketersediaan laporan capaian

kinerja SKPD, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerka Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Laporan Penyelenggara Pemerintah Daerah (LPPD).

 Indikator ketiga pada sasaran ini adalah Tingkat ketersediaan laporan keuangan

SKPD, Pada tahun 2014 ditargetkan sebesar 100 % dan terealisasi sebesar 100 %. Indikator kinerja keluaran dapat dilihat dengan tersedianya dokumen Laporan Asset, Neraca dan CALK.

Tujuan 2.1 “Meningkatnya kualitas SDM perencana”

Untuk mewujudkan tujuan 2.1 telah ditetapkan 1 (satu) sasaran strategis. Dalam tahun 2014 telah dilaksanakan upaya pencapaian 1 (satu) sasaran dengan tingkat pencapaian dijelaskan dibawah ini.

Sasaran 2.1.1 “Meningkatnya kompetensi dan kinerja aparatur perencanaan

pembangunan daerah”

Untuk mencapai sasaran ini, terdapat 4 (empat) indikator kinerja, yaitu prosentase aparatur yang memiliki kompetensi perencana sesuai dengan jabatannya, tingkat kedisiplinan aparatur, tingkat ketersediaan sarana dan prasarana kerja aparatur serta tingkat pemenuhan jasa administrasi perkantoran. Secara umum, dapat dikemukakan bahwa indikator kinerja tersebut, merupakan kegiatan rutin internal Bappeda Kota Lubuklinggau.

Indikator kinerja, target, dan realisasinya dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target (%) Realisasi (%) Capaian (%)

Tingkat kedisiplinan aparatur 100 100 100

Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana kerja

aparatur 100 100 100

Prosentase aparatur yang mempunyai kompetensi

perencana 100 100 100

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 40

Indikator pertama yang menjadi perhatian Bappeda Kota Lubuklinggau adalah tingkat disiplin aparatur dalam arti luas baik disiplin dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, disiplin dalam berpakaian dinas, maupun disiplin dalam mematuhi jam kerja. Dari hasil evaluasi terhadap indikator ini ternyata ada beberapa aparatur yang mendapatkan teguran lisan berkaitan dengan disiplin masuk kerja. Ini menunjukan bahwa target kedisiplinan aparatur bappeda belum sepenuhnya dapat tercapai. Namun jika dilihat dari pemenuhan administrasi ketersediaan absensi pegawai, hal ini sudah terpenuhi 100%.

Indikator kedua yang mempengaruhi kinerja aparatur perencanaan pembangunan daerah adalah tingkat ketersediaan sarana dan prasarana kerja aparatur. Dari hasil evaluasi dapat dijelaskan bahwa jumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan pada tahun 2014 telah terpenuhi 100%, namun kebutuhan untuk tahun berikutnya masih perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan secara umum sarana dan prasarana kerja aparatur Bappeda masih rendah dan perlu untuk terus ditingkatkan.

Indikator ketiga pada sasaran ini adalah prosentase aparatur yang mempunyai kompetensi perencanaan. Hal ini didasari bahwa peningkatan SDM merupakan salah satu ”tool” yang menentukan keberhasilan Bappeda Kota Lubuklinggau, oleh karena itu pada tahun 2014 Bappeda Kota Lubuklinggau menargetkan 100 persen aparaturnya mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya, target tersebut telah tercapai. Upaya yang telah dilakukan adalah melalui bimbingan teknis dan mengikuti program diklat, baik diklat fungsional, diklat struktural maupun diklat-diklat teknis tentang perencanaan pembangunan daerah.

Sedangkan indikator keempat adalah tingkat pemenuhan pelayanan administrasi perkantoran. Hasil evaluasi menunjukan bahwa tingkat pemenuhan administrasi perkantoran sudah sepenuhnya dapat terpenuhi. Dari target yang telah ditetapkan sebesar 100 persen, dapat terealisasi 100 persen. Hal ini menunjukan bahwa tingkat pelayanan administrasi perkantoran Bappeda Kota Lubuklinggau tahun 2014 tidak mengalami permasalahan dan semuanya dapat terpenuhi dengan program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.

Perbandingan capaian indikator kinerja tahun 2014 dengan capaian indikator kinerja tahun 2013 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Sasaran 1.1.1 “Terwujudnya perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah yang partisipatif dan berkualitas”

Indikator Kinerja Satuan Capaian 2014 (%) Capaian 2013 (%) % Rata-rata Capaian

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 41 Regulasi tentang perencanaan pembangunan daerah

yang ditetapkan dengan Perda dan /atau Perkada % 100 0 50

Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang

telah ditetapkan dengan PERDA % 100 100 100

Tersedianya Dokumen Perencanaan RPJMD yang

ditetapkan PERDA/PERKADA % 100 100 100

Tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan

dengan Perkada % 100 100 100

Prosentase sinkronisasi program daerah dan pusat % 90,91 90,91 90,91

Penjabaran Program RPJMD tahunan ke dalam RKPD % 100 82,87 91,435

Penjabaran Program RKPD ke dalam APBD % 100 100 100

Prosentase Pencapaian Target RPJMD % 89,18 111,95 100,565

Dokumen perencanaan pengembangan kota Dok 75 100 87,5

Dokumen perencanaan prasarana wilayah dan

sumber daya alam Dok 0 0 0

Dokumen perencanaan pengembangan wilayah

strategis dan cepat tumbuh Dok 0 0 0

Dokumen perencanaan pembangunan ekonomi yang

mendukung RPJMD Dok 57,14 100 78,57

Dokumen perencanaan pembangunan sosial budaya

yang mendukung RPJMD Dok 20 100 60

Adapun perbandingan capaian indikator kinerja tahun 2014 dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2013, dapat dijelaskan sebagai berikut:

 Indikator yang pertama adalah Regulasi tentang perencanaan pembangunan

daerah yang ditetapkan dengan Perda dan/atau Perkada. Untuk capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 100 persen sedangkan capaian pada tahun sebelumnya 0%.

Indikator yang kedua adalahTersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang

telah ditetapkan dengan PERDA. Untuk capaian kinerja pada tahun 2014

sebesar 100 % sama dengan capaian tahun sebelumnya 100%.

Indikator yang ketiga adalahtersedianya dokumen perencanaan RPJMD yang

ditetapkan PERDA/PERKADA. Capaian kinerja pada tahun 2014 sebesar 100 %, sama dengan tahun sebelumnya sebesar 100%.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2014 42

Indikator yang keempat adalah tersedianya dokumen RKPD yang ditetapkan

dengan PERKADA. Pada Tahun 2014 tercapai sebesar 100%, sama dengan tahun sebelumnya sebesar 100%.

Indikator yang kelima adalah persentase sinkronisasi program daerah dan

pusat. Pada tahun 2014 tercapai sebesar 90,91%, pada tahun sebelumnya juga sebesar 90,91%.

Indikator yang keenam adalah penjabaran program RPJMD tahunan ke dalam

RKPD. Pada tahun 2014 capaian kinerja didapat sebesar 100% sedangkan tahun

sebelumnya sebesar 82,87%.

Indikator yang ketujuh adalah penjabaran program RKPD ke dalam APBD.

Pada tahun 2014 capaian didapat sebesar 100% sama dengan tahun sebelumnya sebesar 100%.

Indikator kedelapan adalah prosentase pencapaian target RPJMD. Pada tahun

2014 capaian sebesar 89,18 % sedangkan tahun sebelumnya 111,95%.

 Indikator kesembilan adalah tersedianya dokumen perencanaan

pengembangan kota. Pada tahun 2014 capaian didapat sebesar 75%, lebih kecil dari tahun sebelumnya 100%.

 Indikator kesepuluh adalah tersedianya dokumen perencanaan prasarana

wilayah dan sumber daya alam. Pada tahun 2014 belum dapat tercapai seperti tahun sebelumnya.

 Indikator kesebelas adalah tersedianya dokumen perencanaan pengembangan

wilayah strategis dan cepat tumbuh. Pada tahun 2014 belum dapat tercapai seperti tahun sebelumnya.

 Indikator kedua belas adalah tersedianya dokumen perencanaan

pembangunan ekonomi yang mendukung RPJMD. Pada tahun 2014 capaian

didapat sebesar 57,14%, menurun dari tahun sebelumnya.

 Indikator ketiga belas adalah tersedianya dokumen perencanaan

pembangunan sosial budaya yang mendukung RPJMD. Pada tahun 2014 capaian hanya didapat sebesar 20%, menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sasaran 1.1.2 “Terwujudnya Sinkronisasi proram pembangunan antar sektor dan antarwilayah yang mengacu kepada RTRW”

Dokumen terkait