• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS CAPAIAN KINERJA

AKUNTABILITAS KINERJA

B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Sesuai dengan Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2011 terdiri dari 35 Indikator kinerja program untuk mendukung 10 sasaran strategik. Capaian kinerja (perfomance results) selama tahun 2011 terdapat 32 indikator kinerja yang mencapai 100 % dan 3 indikator kinerja yang belum mencapai target. Capaian untuk masing- masing sasaran dan indikator kinerja tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 3.1 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Kesehatan

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 1 Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Kesehatan 1 Umur Harapan Hidup (UHH) 69.9 tahun 69.9 (BPS Sumsel 2009) - 2 Angka Kematian Ibu (AKI) 125 per 100.000 150,93 per 100.000 (Profil Kesehatan Prop. Sumsel 2010) - 3 Angka Kematian Bayi (AKB) 23 per 1000 25 per 1000 (BPS Sumsel 2009) -

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

25 1. Sasaran 1: ”Meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang

Kesehatan” dengan 3 indikator yang belum seluruhnya mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut:

a. Indikator Kinerja 1 Umur Harapan Hidup (UHH) adalah jumlah rata-rata umur hidup berdasarkan kelompok yang lahir pada tahun yang sama. Tahun 2011 adalah 69.9 tahun dimana kondisi ini menunjukkan bahwa anak yang baru lahir diperkirakan akan hidup rata-rata sampai umur 69 tahun. UHH Propinsi Sumatera Selatan cenderung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sejalan dengan terus menurunnya angka kematian bayi.

b. Indikator kinerja 2 Angka Kematian Ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu sebagai akibat komplikasi kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selam kehamilan, melahirkan, dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup. Untuk tahun 2011, target AKI sebesar 125 per 100.000 kelahiran hidup yang ditetapkan berdasarkan target nasional, sedangkan pencapaiannya baru sebesar 150,93 per 100.000 kelahiran hidup (Profil Propinsi Sumsel, 2010). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya angka AKI, diantaranya sosial ekonomi, kesehatan ibu sebelum hamil, bersalin, dan nifas, serta pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil.

c. Indikator kinerja 3 Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup di tahun yang sama. Target tahun 2011 sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup yang ditetapkan berdasarkan target MDG’s, sedangkan pencapaiannya baru sebesar 25 per 1000 kelahiran hidup (BPS Propinsi Sumsel, 2009). Dari penyebab kematiannya, AKB dapat disebabkan oleh faktor endogen yaitu kematian pada bulan pertama setelah dilahirkan yang disebabkan oleh faktor yang dibawa anak sejak lahir yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau selama masa kehamilan. Faktor lainnya yaitu faktor eksogen yaitu kematian yang terjadi setelah setelah usia 1 bulan sampai menjelang usia 1 tahun yang disebabkan oleh faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

26 Tabel 3.2 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran

Peningkatan Kemitraan pada Lintas Sektor dan Pemberdayaan Masyarakat

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 2 Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat

4 Cakupan kelurahan siaga

aktif 60.00 100.00 166.70

5 Cakupan Posyandu

Mandiri 40.00 40.00 100.00

6

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya

100.00 100.00 100.00

2. Sasaran 2 ”Meningkatnya kemitraan pada lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat” dengan 3 indikator kinerja yang seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb :

a. Indikator Kinerja 4 Cakupan kelurahan siaga aktif adalah desa yang mempunyai pos kesehatan kelurahan (poskeskel) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilans berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi), penyakit, lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dibandingkan dengan jumlah kelurahan yang ada, Target kelurahan siaga tahun 2011 sebesar 60 % sedangkan cakupannya seluruh kelurahan di Kota Palembang sebanyak 107 kelurahan sudah menjadi kelurahan siaga atau capaian program 166,7%. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah mengerti dan sadar akan pentingnya program keluarga siaga. Juga didukung dengan adanya poskeskel yang baru dibentuk dimana setiap poskeskel dikelola oleh bidan desa

b. Indikator Kinerja 5 Cakupan Posyandu Mandiri adalah pos pelayanan terpadu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, jumlah kader 5 orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utamanya lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan dengan sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat. Target tahun 2011 sebanyak 410 Posyandu mandiri (40 %) dan cakupan tercapai 100%.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

27 Hal ini didukung oleh peran aktif kader posyandu terutama dalam hal pencatatan dan pembukuan dana sehat

c. Indikator Kinerja 6 Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkatnya adalah cakupan siswa SD dan setingkat yang diperiksa kesehatannya oleh tenaga kesehatan atau tenaga terlatih (guru UKS/dokter kecil) melalui penjaringan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100%, jumlah murid SD/MI yang diperiksa kesehatannya sebanyak 38.275 murid SD/MI dibandingkan dengan sasaran 38.275 murid maka cakupan sebesar 100% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 100%. Target tercapai karena dukungan dari sekolah terutama peran aktif guru UKS dan dokter kecil dalam melakukan kegiatan penjaringan kesehatan murid sekolah.

Tabel 3.3 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 3 Meningkatnya sarana dan prasarana kesehatan

7 Obat generik di sarana

kesehatan 1.1 1.14 103.64

8 Rasio puskesmas per

satuan penduduk 0.88 0.80 90.90

9 Cakupan Sistem Informasi

Kesehatan (SIK) 70 100 142.9

3. Sasaran ke 3 : “Meningkatnya Sarana dan Prasarana Kesehatan”, dengan 3 indikator kinerja yang seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator kinerja 7 Obat Essensial dan Generik di Sarana Kesehatan yaitu obat

dengan nama, kandungan zat aktifnya serta khasiatnya sama, yang diadakan dengan sumber dana APBD dan APBN di sarana pelayanan kesehatan pemerintah (Dinkes + RSUD BARI) dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Palembang dikalikan standar WHO (kebutuhan obat per orang). Target kinerja tahun 2011 adalah $ 1 US per penduduk sedangkan dana yang tersedia untuk pengadaan obat adalah sebesar Rp 14.115.470.000.- senilai $1.660.644 US. Dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2011 sebanyak 1.455.284

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

28 maka didapat cakupan $ 1.141 US sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 103,64%. Target tercapai karena alokasi dana untuk pengadaan obat sudah sesuai dengan kebutuhan obat per orang

b. Indikator Kinerja 8 Rasio Puskesmas Per Satuan Penduduk adalah persentasi jumlah puskesmas per satuan per satuan penduduk adalah rasio jumlah puskesmas per 30.000 penduduk. Target kinerja tahun 2011 adalah 0,88, jumlah puskesmas tahun 2011 sebanyak 39 buah puskesmas dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Palembang Sensus Penduduk 2011 sebanyak 1.455.284 jiwa per 30.000 maka didapat rasio 0,80% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 90,90%.

c. Indikator Kinerja 9 Cakupan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu persentasi pengelolaan informasi di seluruh puskesmas secara sistematis dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat, Tahun 2011 ditargetkan sebanyak 70 % (27 buah) buah Puskesmas dilengkapi SIK yang baik, telah tercapai 100% ( 39 buah) Puskesmas. Hal ini didukung oleh alokasi dana untuk pengembangan SIK yang sesuai dengan jumlah puskesmas yang ada.

Tabel 3.4 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Pelayanan Kesehatan Khusus

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 4 Meningkatnya pelayanan kesehatan khusus 10 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin

100 179.87 179.87

4. Sasaran ke 4 : “Meningkatkan pelayanan kesehatan khusus” dengan 1 indikator kinerja yang telah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Indikator Kinerja 10 Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Pasien Masyarakat Miskin adalah jumlah kunjungan pasien masyarakat miskin di sarana kesehatan strata pertama di satu wilayah kerja tertentu pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100%, jumlah masyarakat miskin yang berkunjung

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

29 ke puskesmas sebanyak 251.458 orang dibandingkan dengan sasaran 139.799 maka cakupan sebesar 179,87% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 179,87%. Target tercapai karena dukungan seluruh puskesmas di Kota Palembang terhadap program pelayanan kesehatan masyarakat miskin

Tabel 3.5 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Peningkatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 5 Meningkatnya pencegahan dan pemberantasan penyakit 11 Cakupan Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100 100 100

12 Acute Flacid Paralysis 85 100 117.6 13 Penemuan penderita

pneumonia balita 100 100 100

14 Penemuan pasien baru

TB-BTA positif 70 85.3 121.86

15 Penderita DBD yang

ditangani 85 87.14 102.52

16 Penemuan penderita diare 100 100 100 17 Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam 100 100 100

5. Sasaran ke 5 : “Meningkatnya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit” dari 7 indikator kinerja semuanya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb :

a. Indikator Kinerja 11 Cakupan Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah Desa/Kelurahan dimana > 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100%, jumlah kelurahan yang telah UCI sebanyak 107 kelurahan dibandingkan dengan sasaran 107 kelurahan maka cakupan sebesar 100% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 100 %. Hal ini karena masyarakat telah mengerti manfaat penting imunisasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

30 b. Indikator Kinerja 12 Jumlah kasus Acute Flacid Paralysys (AFP) Non Polio yang ditemukan di antara 100.000 penduduk < 15 tahun per tahun di satu wilayah tertentu. Tahun 2011 ditargetkan 2 / 100.000 jumlah penduduk anak usia <15 tahun (367.156 anak) atau 8 kasus (85%), yang ditemukan dari hasil surveilens sebanyak 8 kasus (100%). Hal ini didukung oleh kinerja petugas rumah sakit yang sudah baik

c. Indikator Kinerja 13 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita adalah persentase balita dengan pneumonia yang ditemukan dan ditangani sesuai dengan tatalaksana standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100% dan semuanya telah mendapat penanganan sesuai dengan tatalaksana standar. Tercapainya target didukung peran aktif petugas kesehatan dan kader posyandu dalam pelaporan dan penanganan kasus yang ditemukan di lingkungan masyarakat.

d. Indikator Kinerja 14 Cakupan penemuan dan penanganan TB adalah Angka penemuan pasien baru TB-BTA Positif atau Case Detection Rate (CDR) dimana persentasi jumlah penderita baru TB BTA Positif yang ditemukan dibandingkan dengan jumlah perkiraan kasus baru TB BTA Positif dalam wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Target kinerja tahun 2011 sebesar 70%, jumlah penderita TB yang diobati sebanyak 953 orang dibandingkan dengan sasaran sebanyak 1.117 penderita maka cakupan sebesar 85,30% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 121,86 %.Tercapainya target karena penderita TB telah menyadari pentingnya pengobatan TB sehingga mendatangi puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan, didukung juga oleh adanya program DOT’s yang memberikan obat gratis kepada penderita

e. Indikator Kinerja 15 Cakupan Penemuan dan Penanganan Penyakit DBD adalah Persentase penderita DBD yang ditangani sesuai dengan standar di satu wilayah dalam waktu 1 (satu) tahun dibandingkan dengan jumlah penderita DBD yang di temukan/dilaporkan dalam kurun waktu satu tahun yang sama. Target kinerja tahun 2011 sebesar 85%, jumlah kasus DBD yang ditemukan sebanyak 630 kasus dibandingkan dengan sasaran sebanyak 723 maka cakupan sebesar 87,14 %

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

31 sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 102,52 %. Tercapainya target karena adanya pemahaman masyarakat mengenai penyakit DBD, juga didukung oleh peran aktif petugas dan kader

f. Indikator Kinerja 16 yaitu Penemuan dan Penanganan Penderita Diare adalah jumlah penderita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader di satu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun. Tahun 2011 ditemukan sebanyak 45.593 kasus diare dan semuanya mendapatkan penanganan (100%). Hal ini karena masyarakat telah memahami pentingnya penanganan diare sehingga penderita diare yang ada mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan

g. Indikator Kinerja 17 yaitu Cakupan Kelurahan Mengalami KLB dilakukan Penyelidikan Epidemiologi Kurang <24 jam yaitu cakupan desa/kelurahan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB ) yang ditangani <24 jam oleh Kab/Kota terhadap KLB periode/kurun waktu tertentu. Target Tahun 2011 adalah seluruhnya ditangani (100%), sedangkan cakupan sebesar 0% atau tidak dilakukan penilaian karena tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Palembang

Tabel 3.6 Hasil Pengukuran Kinerja Sasaran Peningkatan Kualitas Lingkungan

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 6 Meningkatnya kualitas lingkungan 18

Tempat Tempat Umum yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TTU)

90 90.79 100.88

19

Tempat Pengolahan Makanan yang Memenuhi Syarat Kesehatan (TPM)

90 90.37 100.41 20 Air Bersih Rumah Tangga 90 92.04 102.27

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

32 6. Sasaran ke 6 : “Meningkatnya kualitas lingkungan” dengan 3 indikator kinerja yang

seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb :

a. Indikator Kinerja 18 Tempat–Tempat Umum (TTU) memenuhi syarat kesehatan adalah jumlah tempat kegiatan bagi umum yang dilakukan oleh badan maupun perorangan yang langsung digunakan oleh masyarakat umum, mempunyai tempat dan kegiatan yang tetap serta mempunyai fasilitas yang memenuhi syarat kesehatan. Target kinerja tahun 2011 sebesar 90%, jumlah TTU yang memenuhi syarat sebanyak 152 TTU dibandingkan dengan sasaran 152 TTU maka cakupan sebesar 90,79% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 100,88%. Tercapainya target karena telah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga tempat-tempat umum agar tetap bersih dan sehat

b. Indikator Kinerja 19 Keluarga menggunakan air bersih adalah air yang memenuhi syarat kesehatan yang digunakan dalam kegiatan rumah tangga pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 sebesar 90%, jumlah keluarga yang menggunakan air bersih sebanyak 184.999 keluarga dibandingkan dengan sasaran 272.318 keluarga maka cakupan sebesar 92,04% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 102,27 %. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan sarana dan prasarana dari PDAM dan pendistribusian air bersih ke masyarakat

c. Indikator Kinerja 20 Tempat Pengolahan Makanan (TPM) memenuhi syarat kesehatan adalah tempat dilakukannya upaya penyimpanan dan pengolahan bahan makanan serta penyajian makanan yang keseluruhan proses tersebut memenuhi persyaratan kesehatan. Target kinerja tahun 2011 sebesar 90%, jumlah TPM yang memenuhi syarat sebanyak 2.005 buah dibandingkan dengan sasaran 2.297 TPM maka cakupan sebesar 90,37% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 100,41%. Tercapainya target karena telah meningkatnya kesadaran pengelola/pengusaha TPM dalam hal pengelolaan air limbah

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

33 Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Peningkatan Status Gizi Masyarakat

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 7 Meningkatnya status gizi masyarakat

21 Cakupan Pelayanan Anak

Balita 90 102.0 113.3

22

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin

100 106.1 106.1

23 Cakupan balita gizi buruk

mendapat perawatan 100 100 100

7. Sasaran ke 7 : “Meningkatnya status gizi masyarakat” dari 3 indikator kinerja semuanya sudah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut :

a. Indikator Kinerja 21 Cakupan pelayanan Anak Balita adalah anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Target kinerja tahun 2011 sebesar 90%, jumlah anak balita yang mendapat pelayanan tumbuh kembang sebanyak 150.756 balita dibandingkan dengan sasaran 147.641 maka cakupan sebesar 102% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 113,33%. Target tercapai karena masyarakat telah menyadari pentingnya pemantauan tumbuh kembang balitanya secara rutin ke posyandu/puskesmas/fasilitas kesehatan lainnya

b. Indikator Kinerja 22 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6–24 bulan keluarga miskin adalah Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6–24 bulan keluarga miskin. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100%, jumlah anak keluarga miskin kurang gizi yang ditemukan sebanyak 903 anak dibandingkan dengan sasaran 851 anak maka cakupan sebesar 106,11% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 106,11%. Hal ini karena telah sesuainya alokasi APBD untuk pengadaan MP-ASI yang diutamakan bagi balita gakin

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

34 c. Indikator Kinerja 23 Cakupan Balita Gizi Buruk yang mendapat perawatan

adalah balita gizi buruk yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 sebesar 100%, jumlah balita gizi buruk yang ditemukan sebanyak 16 orang dan seluruhnya dirawat di rumah sakit sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 100%. Target tercapai karena adanya dukungan masyarakat dalam melaporkan kasus gizi buruk yang ada di lingkungannya, serta peran aktif puskesmas dalam melakukan pelacakan terhadap setiap laporan kasus, serta koordinasi yang baik dengan rumah sakit rujukan untuk perawatan

Tabel 3.8 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Reproduksi

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 8 Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi

24 Cakupan Kunjungan Ibu

Hamil (K4) 92 94.5 102.72

25 Cakupan komplikasi

kebidanan yang ditangani 90 92.8 116 26

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

92 95.83 104.16

27 Cakupan pelayanan nifas 90 91.6 101.77 28 Cakupan neonatus dengan

komplikasi yang ditangani 80 95.39 119.23 29 Cakupan kunjungan bayi 90 102.6 114

8. Sasaran ke 5 : “Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak / Reproduksi” dengan 6 indikator kinerja yang seluruhnya sudah mencapai target, dengan penjelasan sbb : a. Indikator Kinerja 24 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) adalah cakupan ibu

hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4 kali dalam satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 adalah 92%, sedangkan yang memeriksakan kehamilannya 4 kali sebanyak 32.622 ibu hamil (94,5 %) dengan dibandingkan sasaran 34.520 ibu

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

35 hamil maka didapat cakupan 94,5% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 102,72 %. Hal ini dikarenakan sudah meningkatnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan kehamilannya dan membaiknya kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil di fasilitas kesehatan. Disamping itu didukung oleh adanya pembebasan biaya pemeriksaan kehamilan di puskesmas (Program Jampersal) dan tersedianya dana kunjungan luar gedung bagi tenaga kesehatan melalui dana BOK

b. Indikator Kinerja 25 Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani adalah ibu dengan komplikasi kebidanan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang mendapat penanganan definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih pada tingkat pelayanan dasar rujukan (Polindes, Puskesmas PONED, Rumah Bersalin, RSIA/RSB, RSU, RSU PONEK). Pada tahun 2011 target kinerja sebesar 80 %, jumlah kasus yang ditangani sebanyak 6.339 orang dibandingkan dengan sasaran sebesar 6.829 ibu hamil maka didapat cakupan sebesar 92,8% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 116 %. Target tercapai karena semua fasilitas rujukan telah memberikan pelayanan terhadap setiap kasus komplikasi kebidanan yang ditemukan dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk administrasi pencatatan dan pelaporan c. Indikator Kinerja 26 Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

yang Memiliki Kompetensi adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Target kinerja tahun 2011 sebesar 92 %, jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan 28.818 orang dibandingkan dengan sasaran 30.071 ibu hamil maka didapat cakupan sebesar 95,83% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 104,16 %. Hal ini karena ibu hamil telah menyadari pentingnya melakukan persalinan dengan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, serta didukung oleh adanya program Jampersal di masyarakat

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

36 d. Indikator Kinerja 27 Cakupan Pelayanan Nifas adalah pelayanan kepada ibu dan neonatal pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar. Target kinerja tahun 2011 sebesar 90%, jumlah ibu nifas yang memeriksakan ke fasilitas kesehatan sebanyak sebanyak 29.920 orang dibandingkan dengan jumlah sasaran 32.857 ibu nifas maka didapat cakupan sebesar 91,6% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 101,77 %. Target tercapai karena ibu nifas telah memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan pasca melahirkan, didukung pula oleh program Jampersal yang selain pelayanan persalinan juga mencakup pelayanan nifas

e. Indikator Kinerja 28 Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. Tahun kinerja tahun 2011 sebesar 80 %, jumlah neonatus dengan komplikasi yang ditangani sebanyak 4.479 orang dibandingkan dengan sasaran 4.695 neonatus maka didapat cakupan sebesar 95,39% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 119,23%. Target tercapai karena semua fasilitas rujukan telah memberikan pelayanan terhadap setiap kasus neonates dengan komplikasi yang ditemukan dan melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk administrasi pencatatan dan pelaporan

f. Indikator Kinerja 29 Cakupan Kunjungan Bayi adalah cakupan bayi yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, paling sedikit 4 kali di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Pada Tahun 2011 Target kunjungan bayi 31.297 bayi (90,0 %) dan yang berkunjung ke pelayanan kesehatan minimal 4 kali sebanyak 35.678 bayi (102.6%) atau capaian program 114.0%. Tercapainya target karena masyarakat telah menyadari pentingnya pemantauan tumbuh kembang bayinya secara rutin ke posyandu/puskesmas/fasilitas kesehatan lainnya

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

37 Tabel 3.9 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Tumbuhnya Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 9 Tumbuhnya budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat

30 Cakupan PHBS 55 70.03 127.3

9. Sasaran ke 9 : “Tumbuhnya budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat” dengan 1 indikator kinerja yang sudah mencapai target, dengan penjelasan sebagai berikut : a. Indikator Kinerja 30 Cakupan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah

semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat. Target PHBS tahun 2011 adalah 55%, setelah disurvei terdapat 115.295 rumah tangga memenuhi syarat PHBS maka cakupan sebesar 70,03% sehingga capaian kinerja tahun 2011 sebesar 127,3%. Target tercapai karena dukungan masyarakat terutama kader dalam mewujudkan PHBS serta peran aktif petugas kesehatan dalam pembinaan PHBS di wilayah kerja masing-masing

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011 Dinas Kesehatan Kota Palembang

38 Tabel 3.10 Hasil Pengukuran Kinerja

Sasaran Peningkatan Kualitas Pelayanan Kantor

No Sasaran Indikator Kinerja

2011 % Capaian Program Target Realisasi 10 Meningkatnya kualitas pelayanan kantor 31 Tingkat pelayanan administrasi perkantoran 100 100 100 32 Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana aparatur

100 100 100

33 Tingkat disiplin aparatur 100 100 100

Dokumen terkait