BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja
Berikut analisis atas Capaian Kinerja Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten berdasarkan Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja:
153.83%
101.93%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
120%
140%
160%
180%
Capaian Kinerja 2019 Capaian Kinerja 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 68
1. Menguatnya sistem pendidikan yang berperspektif moderat 1.1 Persentase mahasiswa yang dibina dalam moderasi
beragama
Moderasi beragama yang terus diusung Kementerian Agama bertujuan untuk mengajak berfikir inklusif dan mengembalikan semangat gotong royong anggota masyarakat. Pembinaan mahasiswa dalam moderasi beragama perlu dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan humanisme, toleransi dan mengajarkan mahasiswa sebagai agen perubahan tentang membangun kerukunan beragama.
Tahun 2020 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menargetkan untuk mahasiswa yang dibina dalam moderasi beragama sebesar 10%. Realisasinya adalah sebesar 20,50%
sehingga capaiannya menjadi 205% dan telah melebihi target yang ditetapkan.
Sebaran mahasiswa yang dibina dalam moderasi beragama pada tahun 2020 dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 3.2
Sebaran Mahasiswa yang dibina dalam moderasi beragama
10%
25% 25% 28%
25%
5%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
FS FTK FUDA FADA FEBI Sains
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 69
Grafik 3.3
Perbandingan antara Realisasi dan Target Mahasiswa yang dibina dalam moderasi beragama
1.2 Persentase dosen yang dibina dalam moderasi beragama Dosen sebagai agen moderasi beragama dituntut lebih
aktif melakukan mainstreaming moderasi beragama, mengingat dosen ini membawahi beberapa mahasiswa. Para dosen tersebut memegang peran vital terlebih pada perkembangan lima tahun terakhir di mana titik-titik radikalisme agama juga dipengaruhi karena tumbuh di lingkungan perguruan tinggi.
Target dosen yang dibina dalam moderasi beragama tahun 2020 adalah 2%. Realisasi target tersebut pada tahun 2020 sebesar 2,10% sehingga capaiannya sebesar 105% dan telah melebihi target yang ditetapkan.
Persentase dosen yang dibina dalam moderasi beragama dapat dilihat pada grafik sebagai berikut:
Grafik 3.4
Dosen yang dibina dalam moderasi beragama
10%
20.50%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
Target 2020 Realisasi Tahun 2020
2.50%
2.00% 2.00% 2.00% 2.00%
0.00%
0.50%
1.00%
1.50%
2.00%
2.50%
3.00%
FS FTK FUDA FADA FEBI SAINS
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 70
Berdasarkan grafik 3.3 target dosen yang dibina dalam moderasi beragama dari 6 (enam) fakultas hanya terealisasi pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) sebesar 2%, Fakultas Dakwah sebesar 2% dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebesar 2%, Fakultas Ushuluddin dan Adab sebesar 2%, sedangkan Fakultas Sains belum memiliki capaian, hal ini terjadi karena Fakultas Sains merupakan Fakultas yang baru berdiri sehingga belum memiliki target dosen untuk dibina dalam moderasi beragama.
Grafik 3.5
Perbandingan antara Realisasi dan Target Dosen yang dibina dalam moderasi beragama
1.3 Persentase Mahasiswa yang mengikuti seminar ilmiah lintas agama
Seminar lintas agama yang dilakukan dalam rangka memberikan informasi dan memperluas kebijakan pemerintah dalam memberdayakan dan menjaga kerukunan hidup umat beragama. Seminar lintas agama juga bertujuan dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa sehingga mampu untuk menjaga dan melestarikan kerukunan hidup antar umat beragama.
Seminar/Dialog lintas agama mengacu untuk interaksi yang kooperatif dan positif di antara orang dengan keyakinan agama yang berbeda dengan tujuan untuk meningkatkan toleransi beragama dan mempromosikan
2%
2.10%
2%
2%
2%
2%
2%
Target 2020 Realisasi Tahun 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 71
hidup berdampingan secara damai. Dialog lintas agama digunakan dalam sejumlah bentuk yang berbeda dan untuk berbagai tujuan seperti resolusi konflik, pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian dalam masyarakat.
Target Mahasiswa yang mengikuti seminar ilmiah lintas agama pada tahun 2020 sebesar 20%. Realisasi pada tahun 2020 sebesar 14% sehingga capaiannya sebesar 70%, namun belum memenuhi target yang ditetapkan. Hal ini terjadi karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat keterbatasan berinteraksi sehingga kegiatan seminar sebagian besar dilaksanakan secara daring. Dengan sistem daring ini tentunya menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa karena membutuhkan paket data yang mencukupi. Selain itu, terbatasnya jaringan pada mahasiswa yang tinggal dibeberapa daerah tertentu sehingga hanya sebagian mahasiswa yang mengikuti kegiatan daring tersebut.
Grafik 3.6
Perbandingan Antara Realisasi dan Target Mahasiswa yang mengikuti seminar lintas agama
2. Meningkatnya dosen yang memenuhi standar kompetensi 2.1 Persentase dosen bersertifikat pendidik
Tenaga pendidik memegang peranan penting dalam keberlangsungan pendidikan tinggi karena melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dosen sebagai
20%
14%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
Target 2020 Realisasi Tahun 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 72
tenaga pendidik merupakan salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi.
Sertifikat pendidik merupakan indikator untuk menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen dalam melaksanakan tugas. Sertifikat pendidik juga dapat melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi dan meningkatkan kesadaran terhadap kewajiban serta kejujuran dan etika akademik terutama larangan untuk plagiasi.
Target dosen yang bersertifikat pendidik tahun 2020 adalah 74% dari jumlah seluruh dosen yang ada di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Realisasi pada tahun 2020 sebesar 83% sehingga capaiannya sebesar 112,16%
dan telah melebihi target yang ditetapkan.
2.2 Persentase Prodi yang menyelenggarakan pembelajaran daring
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Target program studi yang menyelenggarakan pembelajaran daring tahun 2020 adalah 45%. Realisasi dari target tersebut sebesar 100%, sehingga capaian kinerjanya mencapai 222,22% dan melebihi target yang ditetapkan. Peningkatan capaian dari target yang ditetapkan karena adanya surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 yang menganjurkan agar seluruh kegiatan belajar mengajar baik disekolah maupun dikampus perguruan tinggi menggunakan metode daring (dalam jaringan) atau online. Hal ini dilakukan sebagai
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 73
upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran Coronavirus disease (Covid-19).
2.3 Persentase Dosen yang memperoleh peningkatan kompetensi Kualitas kehidupan suatu bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidikan. Untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu diperlukan tenaga pendidik/dosen yang bermutu pula. Dosen dinilai sebagai komponen terpenting dalam suatu perguruan tinggi dan dianggap sebagai jalan yang tepat dalam membantu kaum muda menjadi kaum yang intelligent dan kompetitif. Oleh Karena itu peningkatan kompetensi profesional dosen sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki seorang dosen. Peningkatan kompetensi dosen dapat diperoleh melalui proses pendidikan, pelatihan, pengembangan, dan sejenisnya, sehingga dapat dinyatakan sebagai dosen yang kompeten dan professional.
Target dosen yang memperoleh peningkatan kompetensi untuk tahun 2020 adalah 15%. Realisasi dari target tersebut pada tahun 2020 sebesar 17% sehingga capaiannya 113,33% dan telah melebihi target yang ditetapkan.
3. Meningkatnya partisipasi anak usia 19 tahun ke atas
3.1 Persentase Prodi yang memenuhi standar sarana prasarana Perguruan Tinggi
Sarana dan Prasarana Pendidikan merupakan komponen pendidikan sebagai satu kesatuan sistem yang lengkap dan terpadu untuk memperlancar proses pembelajaran. Sarana dan Prasarana (sarpras) perguruan tinggi yang memenuhi standar merupakan salah satu
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 74
komponen sumber daya dan strategis dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan mutu. Keberadaan sarana dan prasarana ini akan menunjang kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswa serta mendukung terwujudnya proses belajar-mengajar yang kondusif.
Target prodi yang memenuhi standar sarana prasarana Perguruan Tinggi tahun 2020 yaitu 95%.
Realisasi pada tahun 2020 sebesar 95,17% sehingga capaiannya sebesar 100,18% dan telah melebihi target yang ditetapkan.
Persentase Prodi yang memenuhi standar sarana prasarana Perguruan Tinggi pada tahun 2020 pada masing-masing Fakultas Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten tergambar pada grafik berikut:
Grafik 3.7
Realisasi Prodi yang memenuhi standar sarana prasarana Perguruan Tinggi pada UIN Sultan Maulana
Hasanuddin Banten
99% 100% 97% 100% 100%
75%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
120%
FS FTK FADA FUDA FEBI
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 75
Grafik 3.8
Perbandingan antara Realisasi dan Target Prodi yang memenuhi standar sarana prasarana
Perguruan Tinggi
3.2 Persentasi Prodi yang memenuhi standar IT Perguruan Tinggi
Target prodi yang memenuhi standar IT tahun 2020 sebesar 75%. Realisasi dari target tersebut sebesar 79,95%
sehingga capaiannya sebesar 106,60% dan telah melebihi target yang ditetapkan.
Grafik 3.9
Perbandingan antara Realisasi dan Target Prodi yang memenuhi standar IT Perguruan Tinggi
3.3 Persentasi Prodi yang memenuhi standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan Perguruan Tinggi
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memegang peranan penting dalam keberlangsungan pendidikan tinggi.
Keduanya saling bersinergi melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan tinggi terus menerus berupaya untuk
95%
95.17%
95%
95%
95%
95%
Target 2020 Tahun 2020
75%
79.95%
72%
74%
76%
78%
80%
82%
Target 2020 Realisasi Tahun 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 76 meningkatkan kualitas dan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan sehingga memenuhi standar yang ditetapkan.
Target prodi yang memenuhi standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan untuk tahun 2020 yaitu 85%. Realisasi target tersebut pada tahun 2020 sebesar 90% dengan capaian 105,88% termasuk kategori sangat baik dan telah melebihi target yang ditetapkan.
Grafik 3.10
Perbandingan antara Realisasi dan Target
Prodi yang memenuhi standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan Perguruan Tinggi
4. Meningkatnya pemberian biaya pendidikan bagi anak kurang mampu, daerah afirmasi, dan berbakat
4.1 Persentase Anggaran BOPTN terhadap Total Anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ditujukan untuk menjaga kelangsungan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi sesuai dengan pelayanan minimal dan untuk menutupi kekurangan biaya operasional sebagai akibat adanya pembatasan pada sumbangan pendidikan di perguruan tinggi negeri. Dana bantuan operasional perguruan tinggi negeri dialokasikan pemerintah dari anggaran fungsi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
85%
90%
82%
84%
86%
88%
90%
92%
Target 2020 Realisasi tahun 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 77
Target Persentase Anggaran BOPTN terhadap Total Anggaran tahun 2020 sebesar 4%. Realisasi dari target tersebut sebesar 1,42% sehingga capaiannya menjadi 35,50% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan. Hal ini terjadi karena rekomposisi SBSN pada triwulan II dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.18
Persentase Anggaran BOPTN terhadap Total Anggaran Sebelum Pemotongan pada Triwulan I
No Triwulan I
Anggaran BOPTN DIPA Awal Persentase 1. 11.355.198.000,- 283.835.506.000,- 4%
Sumber : DIPA UIN SMH Banten Tanggal 5 Desember 2019
Tabel 3.19
Persentase Anggaran BOPTN terhadap Total Anggaran Setelah Pemotongan (Rekomposisi SBSN)
pada Triwulan II
No Triwulan II
Anggaran BOPTN DIPA Revisi Ke-6 Persentase 1. 4.789.294.000,- 336.323.115.000,- 1,42%
Sumber : DIPA UIN SMH Banten Revisi Keenam Tanggal 18 Juni 2020
4.2 Persentase mahasiswa penerima PIP Kuliah/Bidikmisi Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) adalah bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya.
Tujuan dari PIP adalah meningkatkan akses bagi mahasiswa untuk mendapatkan pelayanan pendidikan.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 78
Target mahasiswa penerima PIP kuliah tahun 2020 sebesar 6,66%. Realisasi dari target tersebut pada tahun 2020 sebesar 6,66% dengan capaian 100% dan telah memenuhi target yang ditetapkan.
Tabel 3.20 Jumlah Mahasiswa
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten No.
Jumlah Total Mahasiswa
Beasiswa
Bidikmisi PIP Kuliah Target Realisasi Target Realisasi
1. 12.389 575 575 250 250
Grafik 3.11
Jumlah Mahasiswa Penerima PIP
4.3 Persentase mahasiswa penerima Beasiswa PPA
Salah satu bentuk kepedulian universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik adalah pemberian beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi baik akademik maupun non akademik, namun kurang memadai secara ekonomi. Tujuan diberikannya beasiswa tersebut diantaranya untuk menjamin keberlangsungan pelayanan yang bermutu, pelayanan prestasi mahasiswa
52 50
44 44 47
13
0 10 20 30 40 50 60
FS FTK FADA FUDA FEBI Fsains
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 79
baik akademik maupun non akademik serta meningkatkan kesempatan akses belajar.
Target mahasiswa Penerima Prestasi Akademik (PPA) tahun 2020 sebesar 0,22%, realisasi dari taget tersebut sebesar 0,11% dengan capaian 50% tidak memenuhi target yang ditetapkan.
5. Meningkatnya standar mutu pendidikan
5.1 Persentase Program Studi yang memenuhi Akreditasi A/Unggul
Akreditasi merupakan sebuah pengakuan atas sebuah lembaga/institusi yang dikeluarkan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi. Akreditasi harus dilakukan oleh semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, di bawah kendali Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Status akreditasi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten terakreditasi dengan peringkat B berdasarkan keputusan BAN-PT No. 4552/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/XII//2017 yang berakhir pada 24 November 2021.
Target Program studi yang memenuhi akreditasi A/Unggul untuk tahun 2020 adalah 9% dari seluruh program studi yang ada. Realisasi dari target tersebut pada tahun 2020 sebesar 13,64% sehingga capaiannya 151,56%
telah melebihi target yang ditetapkan. Akreditasi program studi untuk program studi S1 adalah sebagai berikut:
1) Akreditasi A berjumlah 3 (tiga) Program Studi yaitu Pendidikan Bahasa Arab, Komunikasi dan Penyiaran Islam, dan Manajemen Pendidikan Islam;
2) Akreditasi B berjumlah 17 (tujuh belas) Program studi;
dan
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 80
3) Akreditasi C berjumlah 2 (dua) Program Studi yaitu Biologi dan Fisika.
Berikut grafik akreditasi program studi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten:
Grafik 3.12
Akreditasi Program Studi
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Berdasarkan grafik tersebut, dapat dilihat bahwa persentase program studi terakreditasi A berjumlah 13,64%, program studi terakreditasi B berjumlah 77,27% dan akreditasi C berjumlah 9,09%. Adapun rincian akreditasi program studi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.21
Akreditasi Program Studi
UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
No Program Studi Tahun Akreditasi Status Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
1 Pendidikan Agama
Islam
3066/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi B 2 Pendidikan Bahasa
Arab
3067/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi A 3 Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah
3068/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi B 4 Tadris Bahasa Inggris
3069/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi B 5 Manajemen Pendidikan
Islam
8233/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2020 Terakreditasi A 6 Pendidikan Islam Anak
Usia Dini
46/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/II/2018 Terakreditasi B 13.64%
77.27%
9.09%
Akreditasi Program Studi
Akreditasi A Akreditasi B Akreditasi C
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 81 No Program Studi Tahun Akreditasi Status Fakultas Syariah
7 Hukum Keluarga Islam
(Ahwal Syakhshiyyah)
47/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/II/2018 Terakreditasi B 8 Hukum Tata Negara
(Siyasah)
359/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2019 Terakreditasi B 9 Hukum Ekonomi
Syari'ah (Mu'amalah)
48/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/II/2018 Terakreditasi B Fakultas Ushuluddin dan Adab
10 Aqidah dan Filsafat
Islam
3098/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/XI/2018 Terakreditasi B 11 Ilmu Alqur'an dan
Tafsir
3072/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi B 12 Sejarah Peradaban
Islam
3104/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/XI/2018 Terakreditasi B 13 Bahasa dan Sastra
Arab
3105/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/XI/2018 Terakreditasi B 14 Ilmu Hadits
4727/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017 Terakreditasi B Fakultas Dakwah
15 Komunikasi dan
Penyiaran Islam
7848/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2020 Terakreditasi A 16 Bimbingan Konseling
Islam
506/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/III/2018 Terakreditasi B 17 Pengembangan
Masyarakat Islam
3077/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017 Terakreditasi B Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
18 Ekonomi Syari'ah 3078/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017
Terakreditasi B
19 Asuransi Syari'ah 3079/SK/BAN-PT/Ak-PNB/S/VIII/2017
Terakreditasi B
20 Perbankan Syari'ah 4180/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/X/2017
Terakreditasi B
Fakultas Sains
21 Biologi Terakreditasi C
22 Fisika Terakreditasi C
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 82
5.2 Persentase Program Studi yang menyelenggarakan sistem kampus merdeka
Kampus Merdeka merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil. Target program studi yang menyelenggarakan kampus merdeka untuk tahun 2020 adalah 5%, dan target tersebut pada tahun 2020 tidak terealisasi sehingga capaiannya 0%. Hal ini terjadi karena beberapa kendala sebagai berikut;
1) Belum dilakukan revisi kurikulum pada jenjang Srata 1 (S1);
2) Kondisi pandemi Covid-19 membuat keterbatasan berinteraksi;
3) Ketersediaan anggaran yang tidak memenuhi.
5.3 Jumlah Program Studi diafirmasi dalam status akreditasi Target jumlah program studi diafirmasi dalam meningkatkan status akreditasi untuk tahun 2020 berjumlah 3 (tiga). Target tersebut dapat terealisasi sebesar 4 (empat) prodi, yaitu prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sehingga capaiannya 133,33% dan melebihi target yang ditetapkan.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 83
5.4 Persentase dosen yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional
Salah satu bentuk meningkatnya kualitas dan kualifikasi dosen adalah keikutsertaannya dalam konferensi baik nasional maupun internasional.
Keikutsertaan dosen sebagai narasumber pada konferensi nasional maupun interasional, selain untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pendidik juga sebagai penunjang untuk salah satu komponen kenaikan pangkat dan jabatan.
Target dosen yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional tahun 2020 adalah 23%. Target tesebut dapat terealisasi sebesar 24,57% sehingga capaiannya 106,83% dan melebihi target yang ditetapkan.
5.5 Persentase mahasiswa yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional
Target Mahasiswa yang mengikuti kompetisi nasional maupun internasional pada tahun 2020 adalah 0,08%.
Realisasi pada target tersebut sebesar 0,04% sehingga capaiannya 50% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan.
6. Menguatnya pembiayaan dan efektivitas pemanfaatan anggaran pendidikan
6.1 Persentase anggaran PNBP dan PNBP-BLU terhadap seluruh Sumber Dana Pendidikan
Persentase anggaran PNBP dan PNBP-BLU terhadap seluruh Sumber Dana Pendidikan sebesar 20%. Realisasi pada tahun 2020 yaitu 17% sehingga capaiannya sebesar 85% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan, namun
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 84
berada pada kategori Baik. Hal ini terjadi karena adanya rekomposisi SBSN pada triwulan II.
7. Meningkatnya kepeloporan dan kesukarelawanan pemuda dan pengembangan pendidikan keperamukaan
7.1 Persentase Mahasiswa yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan
Target mahasiswa yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan untuk tahun 2020 sebesar 30%.
Realisasi target tersebut sebesar 31,38% sehingga capaiannya sebesar 104,60% dan melebihi target yang ditetapkan.
Sebaran mahasiswa yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan dapat dilihat pada grafik berikut ini:
Grafik 3.13
Mahasiswa yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan
7.2 Persentase mahasiswa yang mengikuti pembinaan pramuka Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2010 tentang Gerakan Pramuka, menjadi landasan hukum untuk mengintegrasikan antara Gerakan Pramuka dengan Sistem Pendidikan Nasional. Perguruan tinggi berada dalam dua posisi. Bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, dan pada saat yang sama juga adalah struktur dari Gerakan Pramuka. Untuk itu, keduanya perlu diintegrasikan dan
20%
60.00% 65.00%
33.30%
10.00%
0%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
Mahasiswa yang dibina kepeloporan dan kesukarelawanan
FS FTK FADA FUDA FEBI Fsains
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 85
dikembangkan untuk memenuhi kedua posisi tersebut.
Mengintegrasikan antara perguruan tinggi dan pramuka bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi juga bukan sebuah langkah yang mustahil. Salah satu langkah yang dapat diambil dalam mengintegrasikan pramuka di perguruan tinggi adalah melakukan pembinaan terhadap mahasiswa.
Target mahasiswa yang mengikuti pembinaan pramuka tahun 2020 sebesar 8%. Realisasi dari target tersebut sebesar 23,17% sehingga capaiannya 289,63%
melebihi dari target yang ditetapkan. Perbandingan antara realisasi dan target tahun 2020 dapat dilihat dari grafik berikut ini:
Grafik 3.14
Perbandingan antara Target dan Realisasi Mahasiswa yang Mengikuti Pembinaan Pramuka
7.3 Persentasi mahasiswa yang dibina dalam mengatasi tanggap bencana
Banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia dari tahun ke tahun, maka kemampuan tanggap bencana harus ditingkatkan. Kemampuan tanggap bencana bukan hanya tugas pemerintah maupun kelompok-kelompok pertolongan bencana. Salah satu bentuk kepedulian Perguruan Tinggi dalam menanggapi bencana yaitu melakukan pembinaan terhadap mahasiswa dalam mengatasi tanggap bencana.
8%
23.17%
0%
5%
10%
15%
20%
25%
Target 2020
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 86
Target mahasiswa yang dibina dalam mengatasi tanggap bencana tahun 2020 sebesar 85%. Realisasi pada target tersebut sebesar 65% sehingga capaiannya sebesar 76,47% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan.
8. Meningkatnya kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis berbasis kerjasama dengan dunia kerja/industri 8.1 Persentase Prodi yang bekerjasama dengan dunia
kerja/industri
Target Program studi yang bekerjasama dengan dunia kerja/industri sebesar 60%. Realisasi dari target tersebut sebesar 45,46% sehingga capaiannya sebesar 75,77% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan, hal ini terjadi karena beberapa perusahaan/industri tidak membuka peluang mahasiswa untuk bekerjasama pada masa pandemi Covid-19.
9. Menguatnya pendidikan tinggi yang berkualitas
9.1 Persentase lulusan PTK yang bekerja dalam jangka waktu 1 tahun setelah kelulusan
Perguruan Tinggi merupakan salah satu wadah yang mampu melahirkan generasi penerus yang mampu bersaing baik tingkat nasional maupun internasional.
Kemampuan bersaing ini dapat dilihat dari kualitas lulusan yang dihasilkan. Kualitas lulusan salah satunya dinilai dari kemampuan lulusan dalam bersaing di dunia industri.
Target lulusan PTK yang bekerja dalam jangka waktu 1 tahun pada tahun 2020 setelah kelulusan sebesar 26%. Realisasi dari target tersebut sebesar 52,05% sehingga capaiannya sebesar 200,19% dan melebihi target yang ditetapkan.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 87
9.2 Persentase artikel ilmiah di jurnal internasional
Penelitian Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten dipublikasikan pada berbagai jurnal baik nasional maupun internasional. Target artikel ilmiah di jurnal internasional tahun 2020 sebesar 8%, relisasi dari target tersebut sebesar 8,75%
sehingga capaiannya sebesar 109,38% dan melebihi target yang ditetapkan.
9.3 Persentase artikel ilmiah di jurnal internasional yang disitasi
Target Artikel ilmiah di jurnal internasional yang disitasi pada tahun 2020 sebesar 4%, realisasi dari target tersebut sebesar 5% sehingga capaiannya 125%
dan melebihi target yang ditetapkan.
10. Meningkatnya jumlah mahasiswa asing 10.1 Persentase mahasiswa asing
Target mahasiswa asing untuk tahun 2020 sebanyak 0.02%. Realisasi dari target tersebut sebesar 0% sehingga tidak ada capaian, hal ini terjadi karena ada beberapa kendala, diantaranya:
1) Belum ada regulasi yang secara khusus mengatur tentang mahasiswa asing yang diterbitkan oleh rektor;
2) Terlambatnya rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama pada semester akademik berjalan;
3) Calon mahasiswa menggunakan visa kunjungan sehingga perubahan ke visa pelajar membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 88
11. Meningkatnya jumlah lulusan yang diterima di dunia kerja
11.1 Persentase lulusan yang langsung bekerja
Perguruan tinggi merupakan salah satu wadah yang mampu melahirkan generasi penerus yang mampu bersaing baik tingkat nasional maupun internasional. Kemampuan bersaing ini dapat dilihat dari kualitas lulusan yang dihasilkan. Kualitas lulusan salah satunya dinilai dari kemampuan lulusan dalam bersaing dalam dunia industri.
Target persentase lulusan yang langsung bekerja tahun 2020 sebesar 43%. Realisasi pada tahun 2020 sebesar 40,50% sehingga capaiannya sebesar 94,19% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan namun berada pada kategori Baik.
Target persentase lulusan yang langsung bekerja tahun 2020 sebesar 43%. Realisasi pada tahun 2020 sebesar 40,50% sehingga capaiannya sebesar 94,19% dan tidak memenuhi target yang ditetapkan namun berada pada kategori Baik.