BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja
Hingga akhir Tahun 2013, Pemerintah Kota Tarakan telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat di lihat sebagai berikut :
Tujuan 1 : Menumbuhkan Ekonomi Kota yang Berdaya Saing Sasaran Strategis 1 (SS1) :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Terjaganya pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan perkembangan produksi dari barang dan jasa pada periode tertentu dibandingkan periode sebelumnya. Laju pertumbuhan
ekonomi dihitung berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan, sehingga
pertumbuhan ini sudah tidak dipengaruhi faktor harga atau bisa diartikan benar-benar murni disebabkan oleh kenaikan produksi seluruh sektor pendukungnya
Selama tahun 2009 – 2013, Kota Tarakan selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Pada tahun awal Walikota menjabat yakni tahun 2009, tercatat Tingkat Pertumbuhan Ekonomi sebesar 4,63 persen dan meningkat di tahun berikutnya menjadi 7,93 persen. Pada tahun-tahun setelahnya, pertumbuhan ekonomi terjadi perlambatan hingga pada tahun 2013 mencapai 6,82 persen (masih menggunakan data 2012 dikarenakan data BPS belum terbit). Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi masih tetap di atas pertumbuhan ekonomi nasional (6,30%) dan Kalimantan Timur (3,98%). Disamping itu rata-rata Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Kota Tarakan dari tahun 2009-2013 juga lebih tinggi dibandingkan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kaltim maupun Nasional. Rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan dari tahun 2009-2013 sebesar 6,75 persen sedangkan rata-rata Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Prov. Kaltim hanya sebesar 3,86 persen dan Nasional sebesar 5,89 persen. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas perekonomian Kota Tarakan masih lebih bagus dibanding Provinisi maupun Nasional pada periode tersebut. JIka melihat target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD Kota Tarakan 2009-2014 sebesar 7-8% dan melihat capaian tahun 2013 yang sebesar 6,82 persen maka Pemerintah Kota Tarakan optimis pada akhir tahun 2014 nanti target pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan akan bisa dicapai.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
66 Grafik 3.1
Tingkat Pertumbuhan Ekonomi (%)
Kota Tarakan Terhadap Provinsi Kaltim dan Nasional Tahun 2009 – 2013
Sumber : BPS
Pada tahun 2013, laju pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan dengan migas
mencapai 6,82 persen dimana mengalami sedikit perlambatan pertumbuhan
dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2011 yang mencapai 7,63 persen. Jika masuk lebih dalam pada sektor perekonomian Kota Tarakan, pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi dapat dilihat pada table dan grafik berikut :
Tabel 3.5
Laju Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Menurut Kelompok Sektor Lapangan Usaha Tahun 2013 (Persen)
Kelompok Sektor Lap. Usaha 2013*)
1. Sektor Primer
a. Pertanian 5,27*
b. Pertambangan & Penggalian 8,93*
2. Sektor Sekunder
a. Industri Pengolahan 3,38*
b. Listrik, Gas & Air Bersih 2,31*
c. Bangunan 5,29*
3. Sektor Tersier
a. Perdagangan, Hotel & Restoran 7,72*
b. Pengangkutan dan Komunikasi 8,00*
c. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan 8,42*
d. Jasa-jasa 5,09*
PDRB Kota Tarakan 6,82*
PDRB Tanpa Migas 6,71
Catatan: *) Angka sementara
2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Nasional 4,5 4,78 5,03 5,69 5,19 5,67 5,74 4,77 6,14 6,35 6,3 Kaltim 1,74 1,86 1,75 3,17 2,85 1,84 4,9 2,28 5,1 4,08 3,98 Kota Tarakan 6,91 11,49 7,18 7,63 7,51 6,92 6,83 4,63 7,93 7,63 6,82 4,5 4,78 5,03 5,69 5,19 5,67 5,74 4,77 6,14 6,35 6,3 1,74 1,86 1,75 3,17 2,85 1,84 4,9 2,28 5,1 4,08 3,98 6,91 11,49 7,18 7,63 7,51 6,92 6,83 4,63 7,93 7,63 6,82 0 2 4 6 8 10 12 14
Dari table diatas, maka dapat dilihat bahwasanya unggulan yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang
Namun, perkembangan ekonomi di suatu daerah juga harus memperhatikan struktur perekonomian.
Struktur perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari distribusi persentase PDRB atas dasar harga berlaku yang menggambarkan keadaan
tahun berjalan. Struktur perekonomian suatu daerah.
Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, Tahun 2013
Sumber : BPS
Terkait sektor perdagangan, hotel dan restoran, subsektor perdagangan memiliki kontribusi yang sangat besar mencapai 41,62 persen dimana subsektor ini mencakup kegiatan pendistribusian produk dalam bentuk barang yang berasal dari produksi daerah Tarakan sendiri maupun dari daerah lain (impor yang berasal dari daerah lain maupun dari luar negeri). Barang yang berasal dari daerah lain ini digunakan sebagai bahan baku untuk sektor industri pengolahan atau untuk konsumsi akhir. Dengan demikian berkembangnya subsektor perdagangan di Tarakan sangat dipengaruhi oleh volume barang yang diperd
kota Tarakan maupun yang berasal dari luar kota Tarakan.
43,30 8,82
6,27 4,93
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dari table diatas, maka dapat dilihat bahwasanya ada 4 (empat) sector engalami pertumbuhan ekonomi yang cukup meningkat pesat. Namun, perkembangan ekonomi di suatu daerah juga harus memperhatikan struktur
Struktur perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari distribusi persentase PDRB atas dasar harga berlaku yang menggambarkan keadaan perekonomian pada
uktur perekonomian suatu daerah. Gambar 3.1
Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku nurut Lapangan Usaha, Tahun 2013 (%)
Terkait sektor perdagangan, hotel dan restoran, subsektor perdagangan kontribusi yang sangat besar mencapai 41,62 persen dimana subsektor ini mencakup kegiatan pendistribusian produk dalam bentuk barang yang berasal dari produksi daerah Tarakan sendiri maupun dari daerah lain (impor yang berasal dari luar negeri). Barang yang berasal dari daerah lain ini digunakan sebagai bahan baku untuk sektor industri pengolahan atau untuk konsumsi akhir. Dengan demikian berkembangnya subsektor perdagangan di Tarakan sangat dipengaruhi oleh volume barang yang diperdagangkan baik yang diproduksi sendiri di
arakan maupun yang berasal dari luar kota Tarakan.
11,67 5,86 14,13 1,77 3,24 Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan
Perdagangan, Hotel & Restauran
Pengangkutan & Komunikasi
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ada 4 (empat) sector cukup meningkat pesat. Namun, perkembangan ekonomi di suatu daerah juga harus memperhatikan struktur
Struktur perekonomian suatu daerah dapat dilihat dari distribusi persentase perekonomian pada
Terkait sektor perdagangan, hotel dan restoran, subsektor perdagangan kontribusi yang sangat besar mencapai 41,62 persen dimana subsektor ini mencakup kegiatan pendistribusian produk dalam bentuk barang yang berasal dari produksi daerah Tarakan sendiri maupun dari daerah lain (impor yang berasal dari luar negeri). Barang yang berasal dari daerah lain ini digunakan sebagai bahan baku untuk sektor industri pengolahan atau untuk konsumsi akhir. Dengan demikian berkembangnya subsektor perdagangan di Tarakan sangat agangkan baik yang diproduksi sendiri di
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
68
Sektor industri pengolahan merupakan sektor yang berfungsi untuk mengolah lebih lanjut bahan mentah menjadi suatu produk yang lebih besar manfaatnya. sektor ini terdiri dari sub sektor industri migas dan sub sektor industri tanpa migas. Di Kota Tarakan tidak terdapat industri migas sehingga yang disajikan dalam publikasi hanya nilai tambah dari sub sektor industri non migas. Nilai tambah yang diciptakan oleh sektor industri pengolahan di Kota Tarakan sebagian besar disumbang oleh empat belas industri besar sedang yang ada di Kota Tarakan. Keempat belas industri besar sedang tersebut terdiri dari industri cold storage serta industri pengolahan kayu.
Sejak tahun 2000 sampai sekarang sektor pertanian selalu menduduki peringkat ketiga sektor yang turut menyumbang kontribusi besar di Kota Tarakan. Selama periode 2009 sampai 2013 kontribusi yang diberikan oleh sektor tersebut selalu berkisar diatas 11 persen. Pada tahun 2013, kontribusi sektor ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya menjadi 11,67 persen dari 11,78 persen di tahun 2012. Dalam sektor pertanian ini, subsektor yang paling besar memberikan kontribusi terbesar ialah sub sektor perikanan. Pada Tahun 2013 kontribusi yang diberikan sub sektor perikanan meningkat hingga 7,94 persen dan sedikit lebih tinggi dibanding tahun 2012 yaitu 7,91 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya potensi perikanan di wilayah Tarakan yang masih bisa terus dikembangkan terutama industri pengolahan terkait subsektor perikanan masih terus berkembang.
Bila diamati untuk setiap sektor, pada d i s t r i b u s i P D R B , terlihat bahwa kontributor utama yang mendukung PDRB Kota Tarakan adalah pada Sektor Tersier terutama pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Dalam tiga tahun terakhir sektor ini memberikan kontribusi terbanyak untuk PDRB Kota T a r a k a n . Gambar berikut cukup jelas memperlihatkan kontribusi sektor Perdagangan, Hotel dan restoran yang terkover dalam sektor tersier.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Gambar 3.2
Kontribusi sektor terhadap PDRB Kota Tarakan
Berdasarkan kontribusi sektor terhadap PDRB Kota T a r a k a n , sektor
perdagangan dan jasa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB
Kota Tarakan. Secara umum peranan sektoral Perekonomian Kota T a r a k a n (2010-2012). Atas Dasar Harga Konstan rata-rata didominasi oleh sektor tersier (62,67%), kemudian diikuti oleh sektor sekunder (19,65%), dan terakhir sektor primer (17,67%). Besarnya peranan sektor tersier tersebut disumbang oleh laju pertumbuhan PDRB yang berasal dari :
1. Sektor Perdagangan, Hotel dan Restaurant (41,62), 2. Sektor Industri Pengolahan (14,13),
3. Sektor Pertanian (11,67) dan 4. Sektor Bangunan (8,82).
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 1 (SS1), diukur dengan menggunakan IKU 1, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.6 Capaian IKU1 pada SS1 Tahun 2013
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Laju pertumbuhan ekonomi (dengan migas)
8,04 % 7,63 % 84,8 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun keempat (2013), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Primer
17,67% Sekunder 19,65%
Tersier 62,67%
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
70
Tabel 3.7 Capaian IKU1 pada SS1 RPJMD Tahun Keempat (2013)
Indikator Kinerja Kondisi Awal RPJMD (2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014) Tingkat Capaian Target RPJMD thp capaian 2013 2011 2012 2013 Laju pertumbuhan ekonomi (dengan migas) 7,93 % 7,93 % 7,63 % 7,63 % * 7-8% 97,43 %
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu tiga tahun terakhir rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan sudah berada di atas 7% sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2009-2014.
Upaya menjaga pertumbuhan ekonomi harus dimaknai dengan memperkokoh kemandirian ekonomi. Hal ini pada umumnya diidentikkan dengan bagaimana daerah tersebut dapat menggali potensi/sumber daya yang dimilikinya dan memaksimalkan peluang yang ada di sekitarnya serta mengelolanya menjadi sumber-sumber produksi yang memberikan nilai tambah dan pendapatan bagi masyarakat dan daerah. Pemerintah Kota Tarakan telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 % dengan harapan terjadi multiplier effect terhadap sektor-sektor lainnya sehingga dapat menggerakan perekonomian daerah.
Tujuan 2 : Mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang adil dan prima
Sasaran Strategis 2 (SS2) :
Meningkatnya rata-rata lama sekolah
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 2 (SS2), diukur dengan menggunakan IKU 2, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.8 Capaian IKU2 pada SS2 Tahun 2013
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Rata-rata lama sekolah
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun keempat (2013), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.9 Capaian IKU2 pada SS2 RPJMD Tahun Keempat (2013)
Indikator Kinerja Kondisi Awal RPJMD (2010) Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi Akhir RPJMD (2014) Tingkat Capaian Target RPJMD thp capaian 2013 2011 2012 2013 Rata-rata lama sekolah 9,33 tahun 9,43 tahun 9,44 tahun 9,44 tahun* 10 tahun 94,40 %
Salah satu komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang
menunjukkan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia ialah indikator rata-rata lama sekolah yang mewakili bidang pendidikan. Rata-rata-rata lama sekolah ini juga bisa menunjukkan indikasi pemerataan kesempatan seluas-luasnya bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. Rata-rata lama sekolah dapat diartikan sebagai rata-rata jumlah tahun belajar penduduk yang berusia 15 tahun keatas.
Perkembangan rata-rata lama sekolah di Tarakan selama 2009 hingga 2013 mengalami peningkatan secara perlahan namun pasti. Kondisi di tahun 2009, rata-rata lama sekolah sebesar 9,33 tahun dan di tahun 2011 meningkat hingga mencapai 9,43 tahun sampai pada tahun 2013 sebesar 9,44 tahun. Hal ini berarti bahwa hingga tahun 2013 penduduk Kota Tarakan yang berumur 15 tahun ke atas sudah mampu mengenyam pendidikan selama 9,44 tahun yang berarti rata-rata penduduk Kota Tarakan bersekolah hingga kelas 2 SMA atau sederajat.Peningkatan tersebut menunjukkan pergerakan positif dan membaik pada setiap kebijakan yang diambil di bidang pendidikan Kota Tarakan. Cukup tingginya rata-rata lama sekolah ini disebabkan telah adanya kesadaran dari masyarakat Kota Tarakan terhadap program pemerintah mengenai program belajar 9 tahun. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang rata-rata lama sekolah akan meningkat karena Kota Tarakan telah menggalakkan program belajar 12 tahun gratis.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
72 Grafik 3.2
Rata-Rata Lama Sekolah Kota Tarakan Terhadap Prov. Kaltim Tahun 2009-2013 (%)
Sumber : BPS
Jika melihat angka rata-rata lama sekolah Kota Tarakan dibandingkan dengan Provinsi Kalimantan Timur, maka angka rata-rata lama sekolah di Tarakan dari tahun 2009-2013 selalu lebih tinggi dibanding dengan angka rata-rata lama sekolah Prov. Kaltim. Pada tahun 2013, angka rata-rata lama sekolah di Tarakan telah mencapai 9,44 tahun sedangkan Prov. Kaltim hanya 9,22 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penduduk yang berumur 15 tahun ke atas di Kota Tarakan lebih lama mengenyam pendidikan dibanding rata-rata penduduk 15 tahun keatas di Provinsi Kaltim. Meskipun saat ini target RPJMD dalam hal meningkatkan rata-rata lama sekolah menjadi 10 tahun pada tahun 2014 belum tercapai ditahun 2013, namun nilai capaian rata-rata lama sekolah 9,44 tahun ini sudah menjadi prestasi luar biasa dalam sector Pendidikan, dimana tingkat capaian Kota Tarakan terhadap target RPJMD sudah mencapai 94,4%.
Berdasarkan tabel di atas pula, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, rata-rata lama sekolah masih berada pada kisaran 9,36 sampai 9,44 tahun. Faktor inilah yang menyebabkan IPM Kota Tarakan masih berada posisi keempat di Provinsi Kalimantan Timur. 9,3 9,33 9,36 9,43 9,44 8,8 8,85 8,87 9,19 9,22 8,4 8,6 8,8 9 9,2 9,4 9,6 2009 2010 2011 2012 2013
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
IPM Kota Tarakan saat ini menempati posisi ke-4 diwilayah Propinsi
Kalimantan Timur, dibawah Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Hal ini dikarenakan angka rata lama sekolah di Kota Tarakan masih rendah dibanding ketiga kota tersebut.
Rata-rata lama sekolah adalah jumlah lama sekolah individu usia 5 tahun ke atas dibagi jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas.Rata lama sekolah ini adalah salah satu indikator IPM yang merupakan tolok ukur keberhasilan pembangunan di suatu daerah.Berdasarkan data kondisi di tahun 2007, rata-rata lama sekolah Kota Tarakan 9,1 tahun, di tahun 2010 meningkat menjadi 9,36 tahun. Untuk itu perlu dilakukan usaha meningkatkan angka rata lama sekolah di Kota. Beberapa program pemerintah
telah diupayakan sebagai sebuah alternatif dalam rangka menyiapkan dan
meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah Kota Tarakan dalam upaya
pengembangan pendidikan berusahan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat menikmati pendidikan dan meningkatkan rata-rata lama sekolah menjadi 10 tahun.
Sasaran Strategis 3 (SS3) :
Meningkatnya angka harapan hidup
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 3 (SS3), diukur dengan menggunakan IKU 3, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.10 Capaian IKU3 pada SS3 Tahun 2013
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Umur harapan hidup
72,20 tahun 72,19 tahun 100
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun keempat (2013), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.11 Capaian IKU3 pada SS3 RPJMD Tahun Keempat (2013)
Indikator Kinerja Kondisi Awal RPJMD (2010) Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi Akhir RPJMD (2014) Tingkat Capaian Target RPJMD thp capaian 2013 2011 2012 2013 Umur harapan hidup 71,74 tahun 71,96 tahun 72,19 tahun 72,19 tahun* 72,20 tahun 100 %
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
74
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai
dengan Tahun 2013 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada
Tahun 2014 menunjukkan angka yang positif dengan perkembangan 100 %,
dengan kategori baik sekali. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun keempat RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Angka Harapan Hidup merupakan salah satu komponen pembentuk IPM yang menjadi indikator terhadap keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan. Pada dasarnya angka harapan hidup dapat diartikan sebagai rata-rata tahun hidup yang akan dijalani oleh bayi yang baru lahir pada suatu tahun tertentu. Angka Harapan Hidup merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya.
Grafik 3.3 Angka harapan Hidup
Kota Tarakan Terhadap Prov, KaltimTahun 2009-2013
Sumber : BPS
Berdasarkan grafik Angka Harapan Hidup,dapat diketahui bahwa dari tahun ke tahun terjadi tren peningkatan Angka Harapan Hidup di Kota Tarakan. Pada tahun 2009, Kota Tarakan memiliki Angka Harapan Hidup sebesar 71,37 tahun, kemudian meningkat terus dari tahun ke tahun hingga mencapai angka 72,19 pada tahun 2013. Hal ini berarti bahwa bayi yang lahir di tahun 2009 mempunyai harapan hidup selama 71,37 tahun dan meningkat menjadi 72,19 tahun untuk bayi yang lahir di tahun 2013. Angka Harapan Hidup Kota Tarakan secara umum dari tahun ke tahun juga lebih besar jika dibandingkan dengan Angka Harapan Hidup Provinsi Kalimantan Timur
71,37 71,55 71,74 71,96 72,19 70,8 71 71,2 71,4 71,61 70 70,5 71 71,5 72 72,5 2009 2010 2011 2012 2013
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang pada tahun 2009 sebesar 70,8 tahun dan mencapai angka 71,61 pada tahun 2013.
Jika dikaitkan antara capaian angka harapan hidup Kota Tarakan tahun 2013 sebesar 72,19 dengan target RPJMD tahun 2014 sebesar 72 tahun, maka sebenarnya dapat disimpulkan bahwa target Kota Tarakan dalam meningkatkan usia harapan hidup di Kota Tarakan sudah tercapai di tahun 2013. Keberhasilan ini juga merupakan salah satu prestasi yang luar biasa dari Pemerintah Kota Tarakan dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Tarakan.
Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat salah satu modal awal dalam aspek pembangunan yang sekaligus merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunaan nasional. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan di Kota Tarakan dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara memadai dengan biaya terjangkau. Pada hakekatnya fungsi kesehatan adalah untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam pembangunan, maka kualitas kesehatan masyarakat harus ditingkatkan, tentu hal ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa program pemerintah telah diupayakan sebagai sebuah alternatif dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan mutu kesehatan. Dengan pemberian kesehatan yang berkualitas kepada mayarakat, akan menghasilkan manusia sehat dan handal. Angka harapan hidup masyarakat diharapkan meningkat
menjadi sekitar 72,20 tahun seiring dengan membaiknya program-program
peningkatan kesehatan oleh Pemerintah Kota Tarakan.
Tujuan 3 : Mewujudkan pemerintahan yang jujur, bersih dan prorakyat Sasaran Strategis 4 (SS4) :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2013
76
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 4 (SS4), diukur dengan menggunakan IKU 4, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.12 Capaian IKU4 pada SS4 Tahun 2013
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Opini BPK WDP WTP* 100 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun keempat (2013), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.13 Capaian IKU4 pada SS4 RPJMD Tahun Keempat (2013)
Indikator Kinerja Kondisi Awal RPJMD (2010) Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi Akhir RPJMD (2014) Tingkat Capaian Target RPJMD thp capaian 2013 2011 2012 2013 Opini BPK WDP WDP WTP WTP* WTP 100 %
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran bahwa dari 1 (satu) buah indikator sasaran yang ditetapkan menghasilkan capaian kinerja WDP atau bermakna baik. Namun pada target yang ingin dicapai bahwanya opini BPK yang diharapkan Pemerintah Kota Tarakan adalah WTP (wajar tanpa pengecualian). Opini WDP ini merupakan realisasi target dari tahun ketiga dalam RPJMD,sementara untuk realisasi tahun keempat adalah masih dalam angka penialaian sementara. Untuk ke depannya, capaian dengan opini BPK WTP tetap dipertahankan sehingga capaian pada akhir tahun RPJMD tetap dapat konsisten dipertahankan.
Penyelenggaraan pemerintahan yang memadai merupakan syarat yang mutlak dalam pemberian pelayanan kepada publik. Penyediaan perkantoran bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan publik dan penyelenggaraan birokrasi pemerintahan yang profesional. Penilaian opini BPK menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) digunakan sebagai acuan untuk terus memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintah terutama kaitannya dengan penggunaan dan alokasi dana.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Sesuai amanat konstitusi dan UU No. 17 Tahun 2003, audit atas laporan keuangan lembaga negara dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Opini BPK terhadap hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di Lingkungan Pemkot Tarakan cenderung semakin positif. Pada Tahun 2007 opini BPK terhadap hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di Kota Tarakan berupa Disclaimer atau diartikan bahwa laporan keuangan yang disajikan dan pertanggungjawabankan tidak dapat diyakini kewajarannya atau tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Namun seiring tahun berjalan opini BPK tersebut terus mengalami nilai yang semakin positif dimana akhirnya pada tahun 2012 opini BPK terhadap hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di Kota Tarakan berupa WTP. WTP adalah singkatan dari Wajar Tanpa Pengecualian, sebuah opini yang dikeluarkan auditor terhadap laporan keuangan.Opini WTP DiKota Tarakan tersebut diberikan BPK berdasarkan laporan keuangan yang telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Dan pada tahun 2013 untuk sementara opini BPK atas audit laporan Keuangan di Kota Tarakan masih dapat dipertahankan.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Laporan keuangan yang disajikan oleh Pemerintah Kota Tarakan telah sesuai dengan prinsip akuntansi dan sistem pengendalian intern daerah atas pengelolaan keuangan berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia.Ini merupakan salah satu prestasi yang patut dibanggakan oleh Pemerintah Kota Tarakan dimana target dalam RPJMD dalam mencapai WTP telah dapat direalisasikan pada tahun 2012 dan dipertahankan pada tahun 2013. Ini juga mengindikasikan bahwa Pemerintah Kota Tarakan telah mampu mewujudkan Pemerintahan yang Jujur, Bersih, dan Prorakyat. Meskipun demikian, selanjutnya ini juga akan menjadi tugas yang berat untuk dapat menjaga opini BPK agar tetap WTP dikemudian hari.
Tujuan 4 : Menumbuhkembangkan sikap masyarakat yang berdisiplin,