AKUNTABILITAS KINERJA
Sasaran 3 : Bidang Pengabdian Masyarakat
B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA
1. Kinerja Bidang Pendidikan dan Pengajaran a. Meluluskan mahasiswa Tepat Waktu
Lulusan Poltekkes Kemenkes Kupang pada tahun 2014 bagi mahasiswa yang masa studinya selama 3 tahun (6 semester) sebanyak 85%. Pencapaian ini telah memenuhi target yang ditetapkan untuk Tahun 2014. Pencapaian ini dapat melampaui target jika beberapa permasalahan ini dapat diatasi diantaranya perilaku mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu dikarenakan mahasiswa yang bersangkutan menjalani cuti akademik karena alasan tertentu; adanya mata kuliah pra syarat yang menyebabkan beberapa mahasiswa harus tertunda/mengulang pada semester dibawahnya dan bahkan ada Drop Out (DO) atau pemutusan masa studi permanen. Selain itu beberapa mahasiswa yang mengundurkan diri dengan alasan seperti diterima menjadi anggota TNI atau POLRI atau lulus di perguruan tinggi lainnya. Selain itu ada mahasiswa yang sakit dan meninggal dunia juga menjadi salah satu penyebab kelulusan tidak tepat waktu.
36 b. Jumlah Lulusan dengan IPK > 2,75
Jumlah lulusan Poltekkes Kemenkes Kupang pada tahun 2014 dengan IPK > 2,75 sebanyak 96%, sudah melampaui target yang telah dietetapkan yaitu 85%. Pencapaian ini ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:
1) Penerimaan mahasiswa pada tahun 2014 disesuaikan dengan standar akreditasi masing-masing jurusan. Semua jurusan yang ada di Poltekkes Kemenkes Kupang telah terakreditasi B, sehingga jumlah mahasiswa yang diterima berkisar 80 -100 orang mahasiswa. Hal ini berdampak pada ratio dosen & mahasiswa berkisar antara 1 : 10 sehingga mahasiswa cukup mendapatkan bimbingan yang intensif.
2) Pelatihan teknis bagi dosen terus ditingkatkan untuk masing-masing mata ajaran. Pada tahun 2014 sebanyak 63 orang dosen mengikuti pelatihan teknis mata ajaran yang berdampak pada peningkatan kualitas lulusan dengan indikator utama meningkatnya jumlah lulusan dengan IPK > 2,75 menjadi 87,5%.
3) Meningkatkan jumlah buku perpustakaan di berbagai Jurusan yan ada di Poltekkes Kemenkes Kupang.
4) Upaya lain yang telah dilakukan untuk meningkatkan IPK lulusan adalah dengan
37 meningkatkan standar nilai kelulusan dari 56 pada tahun sebelumnya menjadi 60 pada tahun 2014, memperbaiki mekanisme penilaian dengan memperhatikan nilai tugas, laboratorium, sikap dan ujian teori.
5) Upaya lain yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas SDM Dosen di semua jurusan melalui pendidikan. Pada tahun 2014, Poltekkes kemenkes telah memiliki 3 orang Doktor dalam bidang kesehatan masyarakat, S2 sebanyak 84 orang, S1 sebanyak 9 orang , dan D4 sebanyak 8 orang.
c. Jumlah Lulusan Yang Terserap di Pasaran
Masih terbatasnya jumlah lulusan Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2014 terserap di pasar kerja pada tahun 2014 dimana terdapat 55 % dari total 1186 lulusan tahun 2014 baik yang di wisuda periode Maret dan September tahun 2014. Jumlah tersebut lebih rendah dari target 60 % yang ditetapkan untuk Tahun 2014. Prosentase 55% ini diperoleh dari jumlah lulusan yang berasal dari Program Khusus Keperawatan dan Kebidanan. Disamping itu ada juga lulusan dari beberapa jurusan lainnya seperti Jurusan Farmasi yang langsung melamar sendiri di Apotek Swasta yang belakangan ini semakin berkembang jumlahnya di Kota Kupang; Lulusan jurusan keperawatan yang langsung bekerja di RS pemerintah, swasta, Puskesmas dan
38 klinik kesehatan lainnya serta lulusan dari Jurusan Kesehatan Lingkungan yang bekerja di Instansi Non Kesehatan baik swasta maupun negeri seperti Bank, LSM, ataupun perusahaan swasta lainnya
2. Kinerja Bidang Penelitian a. Jumlah Penelitian
Target jumlah penelitian yang dilakukan dosen di lingkup Poltekkes Kemenkes Kupang sesuai Renstra Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun 2010 -2014 adalah sebesar 100 judul penelitian. Tahun 2014, sesuai dengan RKAKL Poltekkes Kemenkes Kupang sebanyak 73 judul penelitian telah dilakukan oleh dosen di lingkup Poltekkes Kemenkes Kupang yang didanai oleh Risbinakes dan 1 Penelitian yang dilakukan secara mandiri oleh dosen. Upaya yang telah dilakukan selama tahun 2014 sehingga pencapaiannya melebihi target yang telah ditetapkan antara lain peningkatan alokasi anggaran penelitian dari DIPA, mendorong terlaksananya penelitian mandiri oleh dosen, mewajibkan dosen fungsional untuk melakukan penelitian minimal sekali dalam setahun serta memberikan kesempatan kepada dosen untuk melakukan penelitian dengan sumber dana lain.
Di sisi yang lain, target jumlah 30 penelitian tahun 2014 lebih rendah dari tahun sebelumnya karena penetapan pagu anggaran khusunya untuk kegiatan penelitian dan
39 pengabdian masyarksat di tetapkan menjelang akhir tahun anggaran, melalui annggaran revisi DIPA, yang mana secara kebetulan jumlah penelitian dalam anggaran DIPA Revisi tahun 2014 berjumlah 73 judul penelitian dengan besaran dana yang bervariasi.
b. Jumlah Penelitian Yang Dipublikasikan
Publikasi illmiah dosen selama tahun 2014 jauh melampaui target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena secara umum banyak jurnal yang terbuka dan mudah diakses sehingga banyak karya ilmiah dari dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yang dapat dipublikasikan. Selain itu terdapat jurnal yang telah diterbitkan oleh jurusan yang ada di lingkungan Poltekkes Kupang sehingga dapat memacu kreativitas jurusan lain. Upaya lain yang telah dilakukan adalah mengadakan workshop penulisan artikel ilmiah dengan menghadirkan narasumber profesional. Masalah yang dapat diidentifikasi pada tahun 2014 adalah belum meratanya dosen yang melakukan publikasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi dosen dan kesibukan pada rutinitas PBM.
3. Kinerja Bidang Pengabdian Masyarakat
Target kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2014 adalah 60 jenis kegiatan, sedangkan realisasinya berjumlah 76 jenis kegiatan; terdiri dari 60 kegiatan pengabdian
40 dosen yang dibiayai DIPA dan 6 kegiatan yang dilakukan secara mandiri serta 10 kegiatan pengabdian masyarakat dosen dan mahasiswa. Pencapain ini sangat memuaskan dan perlu ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan aplikasi dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Jumlah pengabdian masyarkaat yang melampaui target lebih dari 200 persen disebabkan karena penetapan pagu anggaran khususunya untuk kegiatan pengabdian masyarakat belum ada di awal tahun anggaran (nol rupiah), namun pada perkembangannya melalui pagu anggaran revisi, annggaran pengabdian masyarakat dianggarkan sebanyak 60 kegiatan yang terdistribusi secara merata pada setiap jurusan berdasarkan pada jumlah dosen yang memangku jabatan fungsional.