EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015
ANALISIS CAPAIAN KINERJA SKPD TAHUN 2015
Tahun 2015 Capaian %
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian % 2014 2013
1 2 3 4 5 6 7 8
1 efektif dan efisien untuk
Jumlah keluarga miskin yang diberdayakan didesa prioritas Jumlah SPMN yang dibina
% penagihan dana revolving pada masyarakat
% kegiatan operasional TP PKK Kota, Kecamatan, Desa dan Kelurahan yang terpenuhi.
Jumlah kader yang mengikuti lomba desa/kelurahan tk.kota Pariaman
Persentase tingkat keterlibatan 53 kk
-5
perencanaan yang aspiratif, aplikatif dan akuntabel
Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa
pembangunan
Jumlah kelompok masyarakat pembangunan desa yang dibina
Jumlah desa/kel yang menyampaikan aspirasi dalam musrenbang
Jumlah desa/kel yang mengikuti bulan bakti gotong royong di Kota Pariaman Jumlah peserta Musda BPSPAMS untuk pemilihan anggota asosiasi
Jumlah aparatur pemdes yang mengikuti pelatihan dalam bidang manajemen pemdes
Jumlah Kades/Lurah,
Sekdes/Seklur yang
berkompetensi untuk dinilai kinerjanya
Jumlah rakor Kades yang dilaksanakan
Jumlah desa/kel yang dibina untuk profil desa/kel Pokja Kecamatan dan Pokja Kota.
Jumlah RPJM dan RKP Desa
Pembinaan dan fasiitasi pengelolaan keuangan nilai-nilai adat istiadat dan budaya
workshop peningkatan
kapasitas aparatur
Pemerintahan Desa, Kec, Kota
Jumlah desa yang
melaksanakan Pilkades Jumlah buku administrasi desa yang dicetak
Jumlah desa yang menyusun RAPBDes
Jumlah desa yang telah melaksanakan pembangunan yang efektif berdasarkan APBDes
Jumlah murid yang telah diberikan makanan tambahan dalam program PMT-AS
Jumlah masyarakat yang dilatih mengenai ABS-SBK
Persentase peningkatan penerapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi
prop.sumbar) 120 org (workshop kota pariaman)
15 Desa
12 jenis (660 buku)
55 desa
-10 Meningkatnya jumlah industri kreatif dan komoditi unggulan
penerapan kehidupan masyarakat
Jumlah Lembaga Pemuka Adat / KAN yang difasilitasi biaya operasionalnya untuk pengembangan adat istiadat dan budaya masyarakat Jumlah lembaga adat yang difasilitasi biaya operasionalnya dalam pelestarian adat istiadat dan pengembangan budaya daerah
Jumlah peserta yang mengikuti Musda LKAAM dan Bundo Jumlah peserta sosialisasi dan demonstrasi alat TTG
Jumlah pos pelayanan teknologi (posyantek) yang
10 KAN
-11
12
Peningkatan Kemampuan
Pengelolaan Aset Desa
Penataan Peraturan Perundang-undangan
Jumlah posyantek yang mengikuti lomba posyantek Tk.Prop.Sumbar
Jumlah data tanah desa dan tanah kas desa
Jumlah ranperda tentang desa yang disusun/dihasilkan
1 posyantek
1 dokumen
1 ranperda
1 posyantek
1 dokumen
1 ranperda
100 %
100 %
100 %
-Keterangan :
a.1. Jumlah rakor kades yang dilaksanakan pada tahun 2015 mempunyai target dilaksanakan sebanyak 6 kali (4x tingkat Kota dan 2x tingkat Propinsi) sedangkan realisasinya hanya 2 kali (1x tingkat Kota dan 1x tingkat Propinsi) . Hal ini disebabkan karena kurangnya anggaran dan perencanaan dari kegiatan tersebut..
a.2. Jumlah buku administrasi desa yang dicetak pada tahun 2015 memiliki target 12 jenis sebanyak 660 buku untuk 55 desa, ternyata pada realisasinya dicetak sebanyak 25 jenis sebanyak 1.375 buku untuk 55 desa. Hal ini disebabkan karena adanya regulasi baru mengenai administrasi pemerintahan desa.
a.3. Penagihan dana revolving pada masyarakat tidak mencapai target dikarenakan keadaan ekonomi masyarakat dan pengurus kurang aktif.
Berdasarkan kepada arah dan kebijakan umum Pemerintah Kota Pariaman, dimana Program Pelayanan Administrasi perkantoran , Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelapotan Capaian Kinerja dan Keuangan telah tertuang pada Renstra Kota Pariaman dan RPJM SKPD. Selama pelaksanaannya tidak ditemui permasalahan yang berarti dari tahun anggaran 2013, 2014 dan 2015.
Evaluasi Kinerja Kegiatan .
Program : Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan : Pembinaan dan Monitoring DPD LPM dan DPC LPM
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Untuk Tahun 2015 kegiatan ini berupa pembinaan dan monitoring terhadap DPD LPM dan DPC LPM se Kota Pariaman. Diberikan bantuan dana untuk operasional berupa dana ATK, foto kopi, makan minum rapat dan perjalanan dinas dalam daerah yaitu Rp. 5.000.000,- untuk DPD LPM dan Rp. 3.000.000,- masing-masing DPC LPM.
kegiatan:
Kurang, yaitu : kurangnya staf dan belum adanya kendaraan operasional untuk eselon IV
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan : Permasalahan yang ditemui adalah :
1. Belum adanya Kantor Sekretariat DPD LPM Kota Pariaman dan DPC LPM Kecamatan.
2. Belum terlaksananya Rencana Kerja yang telah ditetapkan oleh Pengurus DPC LPM
3. Belum terlaksananya sosialisasi fungsi DPC LPM msing-masing kecamatan yang telah dibentuk.
Solusi yang ditempuh :
1. Untuk sementara DPC LPM Kecamatan berkantor di Kantor Camat Masing-masing
2. Untuk terwujudnya rencana kerja DPC LPM sebagai fasilitator bagi pemberdayaan masyarakat, perlu dilaksanakan sosialisasi fungsi DPC LPM
Jumlah anggaran kegiatan : Rp
28.820.000,-Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan : Rp. 17.039.500
Program : Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan Kegiatan : Pelatihan LPM
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa / Kelurahan merupakan pelaksana organisasi yang bersifat kolektif mewakili organisasi kedalam dan keluar, dalam melaksanakan tugasnya yang bertanggung jawab pada Musyawarah Desa / Kelurahan. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa / Kelurahan merupakan organisasi terendah dalam struktur organisasi sebagai pelaksana kebijakan
Pelatihan LPM diberikan bagi LPM Desa/ Kelurahan dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku LPM tersebut, sehingga mampu memberdayakan serta membangun diri dan lingkungannya secara mandiri.
Peserta pelatihan berjumlah 142 orang (2 orang per desa/ kelurahan).
Pelatihan dilaksanakan di Gedung Pertemuan Ananda Kampung Pondok Pariaman yang terbagi dalam 3 (tiga) angkatan, selama 3 (tiga) hari per angkatan dari tanggal 16 s/d 25 November 2015, yaitu :
angkatan I tanggal 16 s/d 18 November 2015 (24 jpl)
angkatan II tanggal 19 s/d 21 November 2015 (24 jpl)
angkatan III tanggal 23 s/d 25 November 2015 (24 jpl)
Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :
Kurang, yaitu : kurangnya staf dan belum adanya kendaraan operasional untuk eselon IV
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan : Permasalahan yang ditemui adalah :
1. Masih terdapat desa/ kelurahan yang mengirim peserta bukan pengurus ataupun anggota LPM
2. Kesadaran peserta pelatihan kurang (sering keluar masuk ruangan) Solusi yang ditempuh :
Menegaskan kepada Kepala Desa/ Lurah agar peserta pelatihan yang dikirim harus pengurus atau anggota LPM desa/ kelurahan masing-masing.
Jumlah anggaran kegiatan : Rp
103.036.000,-Jumlah realisasi anggaran kegiatan : Rp
102.858.600,-Program : Peningkatan Keberdayaan Masysrakat Perdesaan
Kegiatan : Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat melalui pelaksanaan Kegiatan PKK di tingkat Kota,Kecamatan dan Desa/Kelurahan DAN JAMBORE KADER TAHUN 2015
Uraian Pelaksanaan Kegiatan :
Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga selanjutnya di singkat Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari , oleh dan untuk masyarat,menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan.
Tujuam Kegiatan
- Agar terlaksananya 10 Program PKK dan memberikan operasional TP-PKK.
- Terpenuhinya kegiatan TP-PKK Kota,Kecamatan,dan Desa yang ada di kota Pariaman (baik Desa maupun Kelurahan).
Sasaran
Kegiatan yang pernah di lakukan antara lain ;
- Pada tahun 2015 ini fasilitasi belanja Operasional TP-PKK Kecamatan sebanyak Rp.15.000.000,-per kecamatan, dimana pada Kota Pariaman terdapat 4 kecamatan (Rp.60.0000.000.) diserahkan penganggarannya melalui kecamatan masing-masingMelalui APBD Perubahan.
- Memfasilitasi belanja Operasional TP-PKK Desa sekota pariaman sebanyak Rp.5.000.000,-per desa dimana jumlah Desa yang ada dikota Pariaman berjumlah 55 Desa dengan besar Dana Rp. 275.000.000,- sedangkan Kelurahan yang jumlahnya 16 kelurahan dananya dianggarkan juga melalui APBD Perubahan di masing – masing Kecamatan.Disamping itu juga diadakan kegiatan mengikuti Jambore Kader PKK tingkat Kota dan Propinsi Sumbar.
a. Melaksanakan lomba kelompok Dasa Wisma tingkat Kota Pariaman.
b. Disamping kegiatan – kegiatan tersebut diatas juga dilaksanakan kegiatan pembinaan antara lain :
Melakukan penyuluhan terhadap kader-kader PKK Kecamatan dan Desa se Kota Pariaman.
Melakukakan perlombaan antara kader PKK Desa dan Kecamatan se Kota Pariaman.
Permasalahan:
1. Masih kurangnya pemahaman dari kader PKK desa terhadap 10
2. Masih kurangnya pemahaman dari kader PKK yang berhubungan dengan usaha peningkatan kesejahteraan keluarga.
3. Masih rendahnya jiwa kewirausahaan bagi kader PKK.
4. Terbatasnya sarana dan prasarana PKK Desa.
Solusi:
1. Diadakan pembinaan dan pelatihan secara teknis untuk meningkatkan SDM dari kader PKK baik dari segi kewira usahaan maupun pemahaman terhadap 10 program pokok PKK
2. Tersedianya sarana dan prasarana PKK Desa yang memadai.
Jumlah Anggaran Kegiatan :
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat melelui pelaksanaan Kegiatan PKK di tingkat Kota,Kecamatan dan Desa/Kelurahan Rp.864.460.000,
Jambore Kader PKK
Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan :
Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat melelui pelaksanaan Kegiatan PKK di tingkat Kota,Kecamatan dan Desa/Kelurahan
Rp.803.043.876,- Jambore Kader PKK
:Rp.117.171.500,-Program : Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Kegiatan : Pemberdayaan Keluarga Miskin di Desa Prioritas
Uraian :
Dasar kegiatan : Peraturan Gubernur no.53 tahun 2012 tentang pedoman umum pemberdayaan masyarakat secara terpadu dinagari/desa dan kelurahan prioritas.
Target dari pelaksanaan pembinaan di Desa Padang Cakur selama 4
memfasilitasi program kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD terkait dalam hai ini adalah Dinas Koperindag, DKP, PU, Dinsosnaker, Dikpora, Dinkes, BLH, Kemenag dan PKK. Disamping melaksanakan Pembinaan, BPMD juga memberikan pelatihan seperti merajut dan juga menghadirkan Narasumber dari Kemenag, Dinas Pertanian dan DKP.
Tujuan Kegiatan :
Memberikan pembinaan dan motivator kepada keluarga miskin di desa Padang Cakur supaya masyarakatnya bisa setara dengan desa tetangga lainnya dibidang ekonomi, sosial budaya dll.
Kondisi Sarana dan Prasarana : cukup.
Permasalahan :
1. Masih ada SKPD terkait yang belum melaksanakan kegiatan di Desa Prioritas 2. Kualitas SDM keluarga miskin yang masih rendah.
Solusi :
1. Melakukan koordinasi dengan SKPD terkait untuk dapat melaksanakan program kegiatannya ke Desa Padang Cakur
2. Turun ke Desa Prioritas melakukan pembinaan dan motivasi.
Jumlah anggaran kegiatan : Rp
42.285.000,-Jumlah realisasi anggaran kegiatan : Rp
36.186.000,-Program : Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
Kegiatan : Pembinaan, Pendampingan dan Pembentukan BUMDes
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Pembentukan BUM-Desa didasari oleh UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa, Permendagri No.39/2010 tentang Pembentukan BUM-Desa yang telah diubah dengan Permendes No. 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran BUM-Desa , Permendes No. 5 Tahun 2015 tentnag Prioritas Pengunaan Dana Desa Tahun 2015 , Perwako No. 45 Tahun 2014 tentang Pembentukan BUM-Desa.
Pembentukan BUM-Desa juga telah dibunyikan dalam Perda No. 7 Tahun 2007 tentang Desa pada Pasal 175 dan dijabarkan dalam Perwako No.
45/2014 tentang Pembentukan BUM-Desa.
Melakukan rapat dengan SKPD terkait yang mengucurkan dana ke Desa seperti : Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperindag, dan Dinas Sosnaker, dengan menginformasikan bahwa pentingnya pembentukan BUM-Desa di Desa-desa.
Cikal bakal BUM-Desa adalah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada di Desa yang telah dikucurkan oleh SKPD terkait.
Keadaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tahun 2015 yang dibina oleh BPMD :
No Desa/kel Bentuk LKM
KMN UEM-SP Koperasi
1. Tungkal Utara v
2. Tungkal Selatan v
3. Pakasai V
4. Lohong V
5. Kampung Kandang v
6. Kampung Gadang V
7. Bungo Tanjung v
8. Karan Aur v
No Desa/kel Bentuk LKM
KMN UEM-SP Koperasi
9. Palak Aneh v
10. Marunggi v
11 Jawi-Jawi v
12. Pauh Barat v
13. Kampung Apar v
14 Punggung Lading v
15. Taluak v
16. Tanjung Sabar v
17. Koto Marapak v
19. Sikapak Barat v
20. Kp. Baru Padusunan v
21. Manggung v
22. Naras Hilir v
23. Cubadak Air v
24. Cubadak Air Selatan v
25. Sikapak Timur v
26. Kel.Jln.kereta Api v
27. Bato v
28. Padang Cakur v
29. Sungai Pasak v
BPMD telah melaksanakan Sosialisasi dan memfasilitasi pembentukan BUM-Desa pada:
1. Kecamatan Pariaman Utara : Tungkal Selatan, Cubadak Air, Manggung dan Balai Naras.
2. Kecamatan Pariama Selatan : Palak Aneh, Balai Kurai Taji, Punggung Lading dan Kampung Apar.
3. Kecamatan Pariaman Timur : Air Santok, Koto Marapak, Kp. Gadang, dan Bungo Tanjung.
4. Kecamatan Pariaman Tengah : Cimparuh, Rawang, Kampung Baru dan Jati Mudik.
Sosialisasi dilaksanakan selama 4 hari dimasing-masing Kecamatan dengan peserta (Kepala Desa dan Ketua LKM Desa) dengan narasumber dari propinsi dan Kota Pariaman.
Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan:
Lengkap
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan :
Pemuka Masyarakat agak ragu untuk mendirikan BUM-Desa karena Integritas masyarakatnya kurang mendukung.
Kurangnya SDM dan minat masyarakat untuk menjadi pengurus BUM-Desa.
Sering terlambatnya pokja memberikan laporan kepada BPMD.
Pengembalian Simpan pinjam LKM yang ada mengalami kemacetan.
SKPD belum sepakat untuk masuk dalam BUM-Desa karena belum ada petunjuk dari atasan masing-masing.
Selalu diberikan pengertian dan masukan kepada Masyarakat tentang perlu adanya BUM-Desa.
Diberikan teguran kepada Pengurus KMN/UEM-SP untuk meningkatkan pengembalian dan membuat laporan.
Menganjurkan kepada Kepala Desa dan LPM supaya selalu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bisa menjadi pengurus BUM-Desa.
Untuk awal LKM yang dipayungi BUM-Desa adalah LKM yang dibina oleh BPMD (UEM-SP dan KMN).
Jumlah anggaran kegiatan : Rp.
63.325.000,-Jumlah realisasi anggaran kegiatan : Rp. 43.949.000,-Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan :
Menunggu petunjuk dari Propinsi tentang teknis pelaksanaan BUM-Desa
Menunggu keputusan dari SKPD terkait supaya bergabung dengan Bum-Desa Program : Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
Kegiatan : Pembinaan dan Penilaian UEM-SP Tahun 2015
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
UEM-SP awal berdiri dari keinginan masyarakat dengan modal awal berupa simpanan (simpanan wajib, simpanan sukarela dan simpanan pokok).
Diantara UEM-SP yang ada yang dianggap mampu dan ada kemauan dari Desa maka dana KMN ditambahkan modal UEM-SP diantaranya :
- Desa Tungkal Selatan, - Cubadak Aie
- Punggung Lading - Kp. Gadang - Jawi-jawi I - Pauh Barat.
1. Desa Cubadak Aie ( UEM-SP Mandiri ) 2. Desa Pauh Barat ( UEM-SP Sepakat Jaya ) 3. Desa Lohong ( KMN Lohong )
4. Desa Bato ( UEM-SP Batovia )
Pemenang tingkat Kota Pariaman yaitu UEM-SP Mandiri Desa Cubadak Aie Kecamatan Pariaman Utara yang akan mengikuti lomba UEM-SP Tingkat Propinsi.
Telah diikuti lomba UEM-SP/KMN tingkat Propinsi yang diwakili oleh UEM-SP Mandiri tapi belum dapat peringkat.
UEM-SP yang dibina yaitu sebagai berikut |:
1. Desa Kampung Apar ( UEM-SP Sakato ) 2. Desa Rambai ( UEM-SP Rambai )
3. Kelurahan Ujung Batung ( UEM-SP Rekasub ) 4. Desa Apar ( UEM-SP Apar )
5. Desa Air Santok ( UEM-SP Santok Indah ) 6. Desa Bato ( UEM-SP Batovia )
7. Desa Kampung Gadang ( UEM-SP Teladan ) 8. Desa Cabadak Air ( UEM-SP Mandiri )
9. Kelurahan Jawi-Jawi I ( UEM-SP Mekar Jaya ) 10. Desa Pauh Barat ( UEM-SP Pauh Barat ) 11. Desa Balai Naras ( UEM-SP Wanita Nelayan ) 12. Desa Punggung Lading ( UEM-SP Teladan ) 13. Toboh Palabah ( UEM-SP Toboh Palabah )
14. Desa Batang Kabung ( UEM-SP Batang Kabung ) 15. Desa Sikapak Barat ( UEM-SP Sikapak Barat ) 16. Desa Marunggi ( UEM-SP Marunggi )
17. Desa Pauh Timur ( UEM-SP Pauh Timur
Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan:
lengkap
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan:
Kekurangan Modal
Administrasi UEM-SP terlalu banyak
Anggota agak keberatan dengan adanya Simwapin.
Solusi yang ditempuh:
Dilakukan Pembinaan dan Monitoring secara terus menerus baik kepada pengurus maupun kepada peminjam.
Jumlah anggaran kegiatan : Rp.
56.010.000,-Jumlah realisasi anggaran kegiatan : Rp.
35.482.000,-Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan :
Perlu petunjuk teknis yang lebih simpel
Program : Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan Kegiatan : Pembinaan dan Monitoring SPMN
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan :
Dilakukan seleksi administrasi penerimaan SPMN yang telah ditetapkan oleh Propinsi dan melanjutkannya ke Propinsi.
Seleksi akhir administrasi dilakukan oleh Propinsi.
Penerimaan SPMN didasari dengan komitmen dari Walikota berapa jumlah SPMN yang bisa di anggarkan pada tahun berikutnya.
SPMN dikontrak oleh Propinsi selama 2 tahun untuk tahun pertama biaya hidupnya ditanggung oleh Propinsi dan untuk tahun kedua ditanggung oleh Kota
Tahun 2015 Pembinaan dilakukan kepada SPMN sebagai berikut :
1. Desa Kampung Baru Padusunan Kecamatan Pariaman Timur (Surya Ningrat S.Pd) 2. Desa Tungka Selatan Kacamatan Pariaman Utara (Rahayadi Ningrad S.Pdi) 3. Lurah Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah (Oki Ariadi S.Pdi)
Tahun 2015 telah diberikan biaya hidup kepada SPMN (Rp. 1.000.000,- per bulan) sebagai berikut :
1. Desa Tungka Selatan Kacamatan Pariaman Utara (Rahayadi Ningrad S.Pdi) 2. Lurah Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah (Oki Ariadi S.Pdi)
Kegitan yang dilakukan SPMN tahun 2015 sebagai berikut :
1. Desa Kampung Baru Padusunan Kecamatan Pariaman Timur (Surya Ningrat S.Pd) Pembibitan dan pengembangan bunga melati.
2. Desa Tungka Selatan Kacamatan Pariaman Utara (Rahayadi Ningrad S.Pdi) Peternakan sapi dan kebun sawit.
3. Lurah Kampung Pondok Kecamatan Pariaman Tengah (Oki Ariadi S.Pdi) Pembesaran ikan lele.
Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :
Lengkap
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan:
Usaha yang dilaksanakan oleh SPMN terkadang tidak sesuai dengan proposal yang diajukan.
SPMN kurang serius untuk menjalankan dan meningkatkan usahanya.
Usaha SPMN merupakan usaha pelarian bagi SPMN.
Solusi yang ditempuh:
Selalu dilakukan monitoring dan pembinaan ke Lokasi SPMN.
Jumlah anggaran kegiatan : Rp.
63.160.000,-Jumlah realisasi anggran kegiatan : Rp. 27.625.000,-Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan :
Perlu ada pembinaan yang melekat dari Propinsi kepada SPMN
Perlunya modal usaha untuk SPMN
Program : Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan
Kegiatan : Pembinaan dan Monitoring dana KMN dan Dana Revolving
Uraian Hasil Pelaksanaan Kegiatan : 1. Kredit Mikro Nagari (KMN)
Kredit Mikro Nagari (KMN) adalah Program Propinsi sharing Kabupaten/Kota dimulai tahun 2007.
Kota Pariaman telah menguncurkan dana KMN sebanyak Rp. 3.000.000.000,-(Rp. 1.500.000.000,- dari Propinsi dan Rp. 1.500.000.000,- dari Kota). Dengan rincian sebagai berikut :
KEC N
0 DESA
JUMLAH DANA DIKUCURKA
N (RP)
JUMLAH DANA
DIREKENING (RP) KETERANGAN Pariaman
Utara
1 Tungka Utara 50.000.000 22.488.862 Pindah ke Desa sei Pasak (100.000.000)
2 Tungka Selatan 150.000.000 - UEM-SP April 2011
3 Naras Hilir 100.000.000 65.465.780
4 Padang Birik-birik 100.000.000 42.104.821 5 Sikapak Barat 100.000.000 51.493.903
7 Cubadak Air 100.000.000 - UEM-SP Pindah bln Februari 2010 dan Juli 2014 8 Cubadak Air Sel 100.000.000 85.394.804
9 Manggung 100.000.000 49.706.516
10 Tanjung Sabar 100.000.000 68.889.499 Pariaman
Selatan
1 Marunggi 75.000.000 12.918.215 Pindah Ke Desa Punggung Lading (75.000.000)
2 Palak Aneh 150.000.000 70.708.385
3 Punggung Lading 75.000.000 - Pindah UEM-SP Juni 2011
4 Taluak 100.000.000 32.733.042
5 Kp. Apar 50.000.000 36.740.000 Pindah Ke Desa Pd. Cakur (50.000.000)
6 Padang cakur 50.000.000 26.248.415 Pindahan dari Kp. Apar
KEC N
1 Bungo Tanjung 50.000.000 37.171.850 Pindah Ke Kel Jln. Kereta Api (100.000.000)
2 Kp. Kandang 150.000.000 87.975.916
3 Kp. Gadang 150.000.000 8.441.996 Pindah UEM-SP Maret 2010
4 Pakasai 150.000.000 - Pindah ke Koperasi Juli 2010
5 Bato 100.000.000 100.000.000 Pindahan dari Karan Aur
6 Sungai Pasak 100.000.000 70.000.000 Pindahan dari Tungkal Utara 7 Kp. Baru Padusunan 100.000.000 44.476.355
8 Koto Marapak 100.000.000 59.961.194 Pariaman
Tengah
1 Jawi-jawi I 150.000.000 - Pindah UEM-SP November 2011
2 Pauh Barat 150.000.000 - Pindah UEM-SP Oktober 2011
3 Karan Aur 50.000.000 35.000.000 Pindah Ke Desa Bato (100.000.000)
4 Lohong 150.000.000 - Pindah Ke Koperasi Juli 2012
5 Jl Kereta Api 100.000.000 69.732.535 Pindahan dari Bungo Tanjung
JUMLAH 29 3.000.000.000 1.163.798.088
Pertama salurkan peminjam belum dikenakan bunga dengan penyaluran 50%
penyaluran pertama, setelah kembali penyaluran pertama baru bisa disalurkan 50% berikutnya.
Dana KMN disalurkan melalui Kelompok Kerja (POKJA) di Desa masing-masing.
Pengurus KMN (POKJA) terdiri dari 5 orang yaitu : - Ketua
- Fungsi Keuangan - Fungsi Pelaporan
- Fungsi Pengawasan
Dimana pengurus tersebut tidak menerima honor tetapi bekerja dengan sukarela.
Berdasarkan uraian diatas untuk uang lelah pengurus maka setiap penyaluran diminta jasa kepada peminjam.
Karena petunjuk teknis yang rinci belum ada maka diberi kemudahan bagi pengurus untuk pindah ke UEM-SP/Koperasi.
2. Dana Revolving ( Dana Bergulir )
Dana Revolving disalurkan melalui BPR Lamangau Sejahtera Kurai Taji
Data Dana Revolving ( Dana Bergulir ) Keadaan Desember 2015 1. Dana yang dikucurkan Rp. 2.000.000.000,-2. Dana yang sedang beredar dimasyarakat Rp. 1.666.226.500,-- Sektor Pertanian dan Peternakan : Rp.
282.520.500,-- Sektor Kelautan dan Perikanan : Rp.
334.914.500,-- Sektor Industri : Rp.
459.523.500,-- Sektor Perdagangan : Rp.
589.268.000,-3. Saldo Rekening Dana Bergulir di BPR Lamangau Sejahtera Rp.
326.844.700,-4. Saldo Jasa dana Bergulir Rp.
2.495.798,-Kondisi sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan:
Lengkap
Permasalahan yang dihadapi terkait dengan pelaksanaan kegiatan:
Dana KMN sebagian macet dikarenakan keadaan ekonomi masyarakat dan pengurus kurang aktif.
Dana Revolving macet total karena penyaluran dari awal tidak tepat sasaran.
Solusi yang ditempuh:
Selalu dilakukan pembinaan ke Desa baik ke POKJA maupun ke Peminjam.
Melakukan koodinasi dengan dinas terkait untuk pengembalian dana Revolving
Jumlah anggaran kegiatan :
20.490.000,-Jumlah realisasi anggaran kegiatan : Rp.
14.264.000,-Hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilaporkan :
Perlu koordinasi yang serius dengan SKPD terkait.
Perlu koordinasi Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (PKNL).
Program : Pengelolaan Keragaman Budaya Kegiatan : Pemberdayaan Lembaga Adat
Uraian Pelaksanaan Kegiatan : Tujuam Kegiatan
- Untuk meningkatkatkan penguatan kelembagaan LKAAM dan Bundo Kandung Kota Pariaman melalui bantuan biaya /kegiatan operasional kelembagaan adat.
- Meningkatkan pemahaman tentang adat istiadat terhadap masyarakat di Kota Pariaman melalui LKAAM dan Bundo Kandung.
- Terlaksananya program pemerintah propinsi dan kota Pariaman terhadap tatanan adat hidup bernagari.
Sasaran
Kegiatan yang pernah di lakukan antara lain ;
- Memfasilitasi kegiatan-kegiatan LKAAM dan Bundo Kandung Kota Pariaman dalam rangka pembinaan rerhadap KAN dan Bundo Kandung Desa/Kel serta .Kec yang ada di Kota Pariaman.
- Melaksanakan rakor baik tingkat propinsi dan tingkat kota Pariaman bagi Pengurus LKAAM dan Bundo Kandung Kota Pariaman .
- Melaksanakan Musda LKAAM dan Bundo Kandung Tingkat Kota Pariaman pada tanggal 23 dan 24 Desember tahun 2015.
Permasalahan:
- Terbatasnya personil untuk membantu kelancaran sekretariat LKAAM dan Bundo Kandung.
- Terbatasnya sarana dan prasarana dalam menjalankan kegiatan LKAAM dan Bundo Kandung.
Solusi:
- Terpenuhinya sarana yang memadai dalam menunjang kelancara operasional LKAAM dan Bundo Kandung.
Jumlah Anggaran Kegiatan : Rp.125.000.000,-Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan : Rp.
91.972.000,-Program : Pengelolaan Keragaman Budaya
Kegiatan : Pembinaan, Pelatihan dan Pelestarian Adat Minangkabau
Uraian Pelaksanaan Kegiatan:
Tujuan Kegiatan
Bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan peran serta masyarakat dalam kehidupan berbudaya. Dimana pemerintahan desa dimasa lalu yang cenderung menyeragamkan model kelembagaan dalam mengatur dan mengurus masyarakat desa. Sehingga salah satu penyebabnya nilai-nilai budaya masyarakat hilang secara perlahan.
Pelatihan ini terdiri dari 2 (dua) orang per desa yaitu dari unsur Generasi Muda (Karang Taruna) dan unsur Bundo Kandung. Dengan jumlah peserta sebanyak 142 orang yang dilaksanakan sebanyak 3 angkatan selama 6 hari pada tanggal 19 s/d 27 Oktober 2015(dua hari per angkatan). Narasumbernya dari BPM dan Pemdes Kota Pariaman, sedangkan dari Propinsi Sumatera Barat yaitu dari LKAAM dan Ketua Bundo Kandung (Prof.Rauda Taib)
Permasalahan :
Masih kurangnya pemahaman masyarakat akan tugas pokok dan fungsi pelestarian budaya, kurangnya pengetahuan bagi generasi muda (karang taruna) dalam melestarikan adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat di minangkabau.
Solusi :
Diharapkan masyarakat mampu memelihara norma, nilai sosial, sistem sosial
Diharapkan masyarakat mampu memelihara norma, nilai sosial, sistem sosial