AKUNTABILITAS KINERJA
B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA TAHUN 2014
1. Analisis Capaian Kinerja Tahun 2014 per- Sasaran:
Kebijakan Strategis yang telah dirumuskan dalam 17 kebijakan dijabarkan ke dalam 9 (sembilan ) program kegiatan, yang selanjutnya dilakukan Analisis Capaian Kinerja Tahun 2014 dari masing – masing program tersebut seperti berikut :
Sasaran 1 :
Meningkatnya jumlah Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD), dengan strategi Menyelenggarakan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Program Pendidikan Anak Usia Dini sebagai berikut
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 1
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
Realiasi 2013 2012 Jumlah siswa pada jenjang
TK/RA/Penitipan anak 70.123 79.954 114.02 71.432 67.659 Jumlah PAUD (TK/RA/Penitipan
Anak 1000 974 97,4 961 872
Jumlah anak usia 4-6 tahun yang bersekolah pada jenjang PAUD pada tahun 2014 mengalami kenaikan kenaikan dari tahun sebelumnya juga telah melampaui Target pada Renstra sehingga capaian menjadi 114,02 %. Kesadaran para orang tua untu menyekolahkan anak ke jenjang PAUD juga semakin besar ,i lembaga PAUD semakin merata ditingkat kecamatan dengan tingkat pelayanan yang cukup baik.
Sasaran 2 :
Meningkatnya angka rata-rata lama sekolah (RLS), dengan Starategi Pencanangan dan penerapan wajib belajar 12 tahun, dengan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dapat dilihat pada
tabel berikut :
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 2
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
Realisasi 2013 2012 APS SD/Sederajat 99,6 99,95 100,35 99,69 99,50 APS SMP/Sederajat 77,41 97,01 125,32 96,33 95,16 Angka Partisipasi Murni
(APM)SD sederajat 99,65 95,13 95,46 95,11 94,98 Angka Partisipasi Murni(APM)
SMP sederajat
82 82,83 101,01 82,42 81,60
RLS 8,71 8,72 100,11 8,70 8,67
Dari data yang tertera pada tabel diatas dapat dianalisis bahwa untuk untuk Program Wajib Belajar Sembilan Tahun , apa yang di Target kan dalam Renstra pada umumnya sudah bisa dicapai, dimana angka capaian dari indikator kinerja sudah mencapai 100 %., berarti Program Wajib Belajar Sembilan Tahun telah tecapai dan sekarang lagi dilakukan perintisan Wajib Belajar Dua Belas Tahun.
Pencapaian program ini tidak terlepar dengan adanya program pemerintah yang memberikan keringanan /pembebasan biaya sekolah untuk pendidikan dasar ini (BOS) .
Sasaran 3
Meningkatnya Angka partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/Sederajat, dengan strategi Fasilitasi kemudahan bagi anak-anak usia sekolah jenjang SMA/Sederajat; Peningkatan sarana prasarana pendidikan menengah; Pemerataan pelayanan kelembagaan satuan pendidikan menengah dalam rangka rintisan Wajib belajar 12 tahun.
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 3
Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
Realiasi 2013 2012 Angka Partisipasi Kasar(APK) SMA / sederajat 54,45 51,79 95,03 47,42 46,47 Angka Partisipasi Murni(APM) SMA /sederajat 42 37,96 88,10 35,25 33,39 Persentase SMA/SMLB yang memiliki laboratorium Fisika,kimia,Biologi,Ba hasa 79,44 73.21 92,15 73,15 77,71 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 48,0 38,91 81,06 37,12 35,98
Angka Kelulusan (AL) pendidikan menengah
88,75 98,68 111,19 97,89 96,54
Persentase Angka Putus Sekolah siswa pendidikan menengah
0,27 0,31 114,81 0,58 0,7
Rasio Guru terhadap murid per kelas pada pendidikan menengah 1: 44 70,45 1 : 31 1: 28 1: 28 Persentase Gedung SMA/SMK/MA dalam kondisi baik 67,67 83,62 123,57 79,65 77,46
Angka Partisipasi Kasar (APK) pada Pendidikan Menengah , proyeksi target Capaian Renstra tahun 2014 adalah 54,45%.Realisasi 51,79%,Capaian terhadap target Renstra 95,03%.Dibandingkan realisasi
tahun i tahun 2013 sebesar 47,42 realisasi pada tahun 2014 naik sebesar 4.37 digit.
Angka Partisipasi Murni (APM) pada jenjang Pendidikan Menengah , target pada Rentra sebesar 42% ,realisasi sebesar 37,96% Angka Capaian terhadap target Renstra sebesar 88,10% . Realisasi APM tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sekitar 35,25% mengalami kenaikan sebesar 2,71 digit.
Prosentase sekolah Pendidikan Menengah yang memiliki laboraturium target capaian pada Renstra sebesar 79,44% ,realisasi pada tahun yang sama sebesar 73,21%.Dibandingkan dengan tahun 2013 realisasi sekolah yang mempunyai laboratorium sebesar 73,15% mengalami kenaikan sebesar 0,06 digit
Angka Partisipasi Sekolah (APS) pendidikan menengah pada tahun 2014 realisasi sebesar 38,91% sementara target Renstra 48,0%. Angka Capaian dari target Renstra sebesar 81.06%. Realisasi mengalami kenaikan sebesar 1,79 digit dibandingkan pada tahun 2013 yaitu 37,12 Realisasi Angka Kelulusan (AL) Pendidikan Menengah tahun 2014 adalah sebesar 98,68% dari target Rentra sebesar 80,75%. Angka Capaian Renstra adalah sebesar 111,19%. Realisasi tahun 2014 naik 0,79 digit dibandingkan pada tahun 2013 sebesar 97,89%.
Persentase Angka Putus Sekolah target Rentra untuk tahun 2014 sebesar 0,27% , realisasi tahun 2014 sebesar 0,31% dengan Capaian dari target Renstra sebesar 114,81%. Angka Putus Sekolah tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 0,27% Rasio Guru terhadap murid per kelas pada Pendidikan menengah target dalam Renstra 1 : 44 ,Realisasi pada tahun 2014 , 1 : 31 dengan Angka Capaian sebesar 70,45% . Realisasi tahun 2014 1 : 28 terjadi penurunan sebesar 0,03%
Persentase gedung SMA/MA/SMK dalam kondisi baik realisasi sebesar 83,62% dari target Renstra sebesar 67,67% sehingga didapat angka Capaian sebesar 123,57 %. Tahun 2013 realisasi sebesar 79,65% terjadi kenaikan sebesar 3,97%.
Sasaran 4 :
Meningkatnya kuantitas siswa untuk jenjang pendidikan menengah kejuruan, dengan strategi Peningkatan penyelenggaraan pendidikan kejuruan; Ekstensifikasi kurikulum pendidikan umum ke pendidikan kejuruan; Penguatan dan pendalaman relevansi muatan kurikulum satuan pendidikan menengah.
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 4 Indikator Kinerja Target Realisas
i Capaia n Realisasi 2013 2012 Jumlah Penyelenggara SMK Negeri 31 8 25,8 8 8
Jumlah Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri tahun 2014 realisasinya masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu 8 lembaga dimana target Renstra 31 lembaga yang menghasilkan angka Capaian sebesar 25,8%. Untuk peningkatan kuantitas siswa untuk melanjutkan kejenjang pendidikan menengah kejuruan dilakukan dengan mendorong pihak swasta turut berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan menengah kejuruan.
Sasaran 5 :
Meningkatnya Angka Melek Huruf melalui strategi : Peningkatan pendidikan non formal dan meningkatkan kesetaraan dalam memperpoleh layanan pendidikan
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 5 Indikator Kinerja Target Realisasi Capaia
n
Realisasi 2013 2012 Angka Melek Huruf
(AMH)
98,86 98,86 100 98,84 98,69 Jumlah seluruh siswa
SD/Sederajat
396.162 415.388 104,85 417.396 418.324 Angka Putus Sekolah
SD/Sederajat
0,64 0,03 4,68 0,03 0,04 Persentase siswa SD
yang melanjutkan
95,49 93,84 98,27 93,02 93,02 Jumlah seluruh siswa
SMP/Sederajat
174,344 171,778 98,52 165.515 156.276 Angka Putus Sekolah
SMP/Sederajat
0,30 0,17 56,66 0,23 0,34
Jumlah seluruh siswa SMA/sederajat
190.634 95.288 49,98 88.828 83.648 Angka Putus Sekolah
SMA/Sederajat
0,27 0,31 114,81 0,58 0,57
Tabel diatas menunjukkan capaian kinerja dari program Peningkatan pendidikan non formal dan meningkatkan kesetaraan dalam memperpoleh layanan pendidikan. Angka Melek Huruf (AMH) telah mencapai anka Capaian 100% dari target Renstra 98,86% , realisasi 98,86 % angka ini mengalami kenaikan sekitar 0,02% dari realisasi tahun 2013 sebesar 98,84%.
Target Renstra untuk jumlah seluruh siswa jenjang Sekolah Dasar adalah 396.162 siswa . realisasi sebesar 415.388 siswa sehingga angka Capaian diperoleh sebesar 104.85% terjadi penurunan jumlah siswa sebanyak 2.008 siswa
Angka Putus Sekolah jenjang sekolah Dasar realisasi sebesar 0,04% dari target Renstra sebesar 0,03% sehimgga anga Capaian Renstra sebesar 4,68%
Presentase jumlah siswa jenjang Sekolah Dasar yang melanjutkan target Renstra sebesar 95,49% , realisasi sebesar 93,84% , Capaian dari target Renstra sebesar 98,27% .Realisasi siswa melanjutkan tahun 2014
Jumlah siswa pada jenjang Sekolah Menengah Pertama 171.778 target Renstra berjumlah 174.344 ,Capaian dari target rentra tersebut sebesar 98,52%. Untuk tahun 2014 mengalami kenaikan sejumlah 6.263 siswa jika dibandingkan dengan tahun 2013 sejumlah 165.515 siswa.
Angka Putus Sekolah pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama sebesar target 0,30%, realisasi sebesar 0,17% sehingga Capaian Renstra sebesar 56,66%. Realisasi pada tahun 2014 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 0,06%
Sasaran 6 :
Meningkatnya kualitas SDM tenaga pendidik dan kependidikan, dengan strategi Menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan bagi tenaga pendidik dan kependidikan; Menyediakan fasilitas pendidikan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 6 Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
Realisasi 2013 2012 Jumlah guru yang
bersertifikasi
40.303 13.270 53,48 12.600 11.393 Jumlah Kelompok
Kerja Guru (KKG)
117 117 100 % 117 177
Sistem pendataan dan pemetaan pendidik dan tenaga
kependidikan diseluruh unit sistem pendidikan
1 1 100 % 1 1
Jumlah guru yang telah bersetifikasi adalah sejumlah 13.270 oang , Target Renstra 40.303 orang , Capaian sekitar 53,48%. Realisasi tahun ini mengalami kenaikan sekitar 679 orang guru. Pada tahun 2013 jumlah yang bersertifikasi sejumlah 12.600 guru.
Sasaran 7 :
Meningkatnya Manajemen pendidikan, dengan strategi peningkatan mutu manajemen pendidikan bermuatan satuan program pendidikan dan kebudayaan loca dan nasionall.
Tabel Analisis Capaian Kinerja Sasaran 7 Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
Realisasi 2013 2012 Data based Bidang
Pendidikan Formal maupun Non Formal seluruh jenjang
4 4 100 % 4 4
Jumlah Dewan
Pendidikan 1 1 100 % 1 1
Sasaran 8 : Terwujudnya rasa memiliki atas budaya sunda, dengan