• Tidak ada hasil yang ditemukan

bekas di Yogyakarta

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Cochran Q test

Untuk menganalisis data, penujian yang dipakai adalah uji Cochran Q test. Rekapitulasi data faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel V.8 Rekapitulasi Faktor

No Faktor-Faktor Ya Tidak

1 Saya membeli pakaian bekas karena kebutuhan pakaian 92 8 2 Saya membeli pakaian bekas karena pendapatan/ uang saku 94 6 3 Saya membeli pakaian bekas karena merek produk yang dijual 91 9 4

Saya membeli pakaian bekas karena harga murah 72 28 5

Saya membeli pakaian bekas karena mencoba – coba untuk melihat – lihat dan menggunakan

80 20

6

Saya membeli pakaian bekas karena banyak pilihan pakaian yang tersedia

74 26

Untuk menganalisis masalah dalam penelitian ini dilakukan dengan langka\h-langkah sebagai berikut :

a. Tahap pertama

Langkah pertama yaitu melakukan pengujian terhadap 6 faktor yaitu terkait dengan X1 kebutuhan pakaian, X2

pendapatan/uang saku, X3 merek produk, X4 harga murah, X5 mencoba – coba untuk melihat – lihat dan menggunakan, X6

banyak pilihan pakaian yang tersedia. Dari semua faktor jawaban “Ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistic dengan uji cochran dengan program Spss Statistic 22, dengan hasil sebagai berikut:

1) H0 = X1 – X6 menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

Ha = salah satu dari X1 = X6 bukan atau tidak menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di

Yogyakarta.

2) Alpha : 0,05 (5%) dengan df = 6 , sehingga Q tabel =12.591 diperoleh dari tabel khi kuadrat 3) Kriteria : Tolak H0 apabila Q hitung ˃ 12,591

terima H0 apabila Q hitung ˂ 12,591

4) Q hitung : 34,181 diperoleh dari perhitungan Cochran Q

5) Kesimpulan :

Diperoleh Q hitung (34,181) ˃ Q tabel (12.591), maka perlu dilakukan uji Cochran Q test kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “Ya” terendah yaitu harga murah (X4)

b. Tahap kedua

1) H0 = X1, X2, X3, X5, X6 menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

Ha = salah satu dari X1, X2, X3, X5, X6 bukan atau tidak menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

2) Alpha : 0,05 (5%) dengan df = 5, sehingga Qtabel = 11,070 diperoleh dari tabel Khi kuadrat

6) Kriteria : Tolak H0 apabila Q hitung ˃ 11, 070

terima H0 apabila Q hitung ˂ 11,070

3) Qhitung : 25,190 diperoleh dari perhitungan Cochran Q 4) Kesimpulan :

Diperoleh hasil Q hitung (25,190) ˃ Q tabel (11,070), maka perlu dilakukan uji Cochran Q test kembali dengan menghilangakan atribut jawaban “Ya” terendah yaitu banyak pakaian yang tersedia (X6)

c. Tahap ketiga

1) H0 = X1, X2, X3, X5 menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

2) Alpha : 0,05 (5%) dengan df = 4, sehingga Q tabel = 9,487 diperoleh dari tabel Khi kuadrat

7) Kriteria : Tolak H0 apabila Q hitung ˃ 9,487

terima H0 apabila Q hitung ˂ 9.487

3) Q hitung : 12,179 diperoleh dari perhitungan Cochran Q 4) Kesimpulan :

Diperoleh hasil Q hitung (12,179) ˃ Q tabel (9,487), maka perlu dilakukan uji Cochran Q test kembali dengan menghilangakan atribut jawaban “Ya” terendah yaitu mencoba-coba, melihat-lihat dan menggunakan (X5)

d. Tahap keempat

1) H0 = X1, X2, X3 menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

Ha = salah satu dari X1, X2, X3 bukan atau tidak

menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di

2) Alpha : 0,05 (5%) dengan df = 3, sehingga Q tabel = 7.814 diperoleh dari tabel Chi kuadrat

3) Kriteria : Tolak H0 apabila Q hitung ˃ 7.814 terima H0 apabila Q hitung ˂ 7.814

8) Q hitung : 0,667 diperoleh dari perhitungan Cochran Q 4) Kesimpulan :

Diperoleh hasil Q hitung (0,667) ˂ Q tabel (7.81472), maka H0 diterima.

Karena hasilnya menerima H0, maka dapat disimpulkan bahwa X1,

X2, X3 menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta. Pada tahap yang kelima ini dapat diambil kesimpulan bahwa faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta adalah:

X1 : Kebutuhan pakaian

X2 : Pendapatan/uang saku

X3 : Merek yang dijual

Ketiga faktor inilah yang merupakan jawaban dari rumusan masalah dalam penelitian ini. Dengan dilihat analisis yang ada dan kesimpulan dari jawaban masalah dalam penelitian ini, diketahui bahwa ada 3 faktor yang kuat mendorong orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta.

3. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan pada orang yang membeli pakaian bekas adalah sebagai berikut:

Hasil dari identitas responden diketahui yang membeli pakaian bekas adalah mahasiswa dengan jumlah 100 orang. Berdasarkan usia orang yang membeli pakaian bekas adalah usia 17 sampai dengan 50 tahun.

Untuk mengetahui faktor-faktor pedorong orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta dilakukan dengan menggunakan metode Cochran Q test. Pengujian dilakukan terhadap 6 faktor yaitu, X1 kebutuhan pakaian,

X2 pendapatan/uang saku, X3 merek yang dijual, X4 harga murah, X5

mencoba – coba untuk melihat – lihat dan menggunakan, X6 banyak pilihan pakaian yang tersedia.

Pengujian faktor-faktor tersebut dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu mulai dari seluruh faktor (6 faktor), kemudian pengujian 5 faktor, 4 faktor dan seterusnya sampai pengujian faktor yang menunjukkan hasil menerima H0. Pada langkah ke-4 pengujian diperoleh hasil menerima H0, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta :

X1: Kebutuhan pakaian

X2 : Pendapatan/uang saku

Faktor “kebutuhan pakaian“ terpilih sebagai faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta, karena setiap manusia membutuhkan pakaian sebagai kebutuhan primer untuk menutupi tubuh dari udara dingin, panas dan lain-lainnya. Dari beberapa kebutuhan akan pakaian setiap manusia selalu mencari dan membutuhkan pakaian. Pakaian menjadi kebutuhan dasar seseorang dan ada beberapa orang yang membeli pakaian bekas untuk memenuhi keinginannya.

“Pendapatan/uang saku” juga merupakan faktor orang membeli pakaian bekas dimungkinan pakaian bekas menjadi pilihan ketika seseorang memiliki keterbatasan pendapatan. Namun, tidak jarang juga seseorang membeli pakaian bekas karena ingin menghemat pengeluaran dibandingkan membeli pakaian baru yang jauh lebih mahal dari pakaian bekas.

Selain itu “merek yang dijual” juga menjadi faktor orang membeli pakaian bekas di Yogyakarta. Merek yang dijual menjadi hal yang menarik perhatian orang membeli pakaian bekas jika dibandingkan harga pakaian baru seperti jaket wanita Lois wanita berkisar Rp 300.000–Rp 600.000 dengan merek yang sama pakaian bekas dijual dengan harga Rp 50.000-Rp 100.000. Dari hal tersebut pakaian menjadi alternatif orang yang ingin tetap bergaya dengan merek tertentu tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Sedangkan untuk ketiga faktor lainnya seperti harga murah, mencoba-coba, melihat-lihat dan membeli, dan banyak pilihan pakaian

yang tersedia, tidak termasuk dalam faktor yang mendorong orang membeli pakaian bekas.

49 BAB VI

Dokumen terkait