ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Cochran Q-Test
Untuk mengetahui motif orang tua murid memilih SD Maria maka dilakukan pengujian dengan menggunakan analisis Cochran Q-test. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses Cochran adalah membuat matrix jawaban responden dari 143 kuesioner yang telah disebar dimana setiap jawaban
“YA” diberi skor = 1 dan jawaban „TIDAK” diberi skor = 0.
Tabel V.9
Matrix Jawaban Responden
Item Pernyataan YA TIDAK
X1 Mutu sekolah 140 3
X2 Gedung sekolah yang bersih dan bagus 138 5
X3 UKS yang bersih dan terpelihara 130 13
X4 Perpustakaan yang lengkap dan nyaman 129 14
X5 Kegiatan ekstrakurikuler (kegiatan
menggereja) 129 14
X6 Lokasi sekolah yang strategis (dalam kota) 136 7
X7 Pelayanan yang ramah 137 6
X8 Akreditasi baik 142 1
X9 Sekolah sudah dikenal 137 6
X10 Guru yang profesional 129 14
X11 Disiplin 142 1
X12 Kantin yang bersih 118 25
X13 Uang sekolah yang terjangkau 120 23
X14
Sekolah keluarga (alumni/orang tua pernah
di SD ini) 61 82
X15 Sarana prasarana sekolah yang memadai 134 9
Maria)
X17 Dekat dengan rumah 84 59
X18 Kenal dengan guru dan pegawai 71 72
X20 Kualitas lulusan yang bisa diterima di SMP
favorit 130 13
(Sumber: Data primer yang diolah)
Tahap selanjutnya adalah menggunakan rumus Cochran Q-test dengan bantuan SPSS 20 untuk menguji motif orang tua murid memilih SD Maria. Pengujian ini dilakukan terhadap 19 motif sampai dengan pengujian dimana ditemukan motif yang memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan. Langkah-langkah pengujian dengan SPSS 20 adalah:
a. Tahap Pertama
Pada tahap pertama adalah melakukan pengujian terhadap 19 motif yakni:
Ho: Motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X14, X15, X16, X17, X18, X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X14, X15, X16, X17, X18, X20. tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan tabel (df = k-1
dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 19-1=18. tabel diperoleh sebesar 28,87. Perhitungan Cochran Q-test untuk 19 motif orang tua murid menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.10
Tabel Statistik 19 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 653,593a
Df 18
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 653,593a lebih besar dari pada tabel sebesar 28,87 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabelX1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X14, X15, X16, X17, X18, X20.Karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang
memiliki jumlah nilai “YA” paling kecil yakni X14 (Sekolah keluarga/keluarga adalah alumni SD Maria).
b. Tahap Kedua
Pada tahap kedua pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban
“Ya” tersedikit diantara 19 item pernyataan yaitu X14 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17, X18, X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17, X18, X20. tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan X2 tabel (df = k-1
dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 18-1=17. X2 tabel diperoleh sebesar
27,59. Perhitungan Cochran Q-test untuk 18 motif orang tua murid menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.11
Tabel Statistik 18 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 497,670a
Df 17
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 497,670a lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 27,59 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17, X18, X20 karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang
memiliki jumlah nilai “YA” paling sedikit yakni X18 (kenal dengan guru dan pegawai).
c. Tahap ketiga
Pada tahap ketiga pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban “Ya”
tersedikit di antara 18 item pernyataan yaitu X18 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17, X20 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria. Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9,
X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17,X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan X2 tabel (df = k-1
dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 17-1=16,X2 tabel diperoleh sebesar
26,30. Perhitungan Cochran Q-test untuk 17 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.12
Tabel Statistik 17 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 339,119a
Df 16
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 339,119a lebih besar dari pada tabel sebesar 26,30 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8,
X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X17,X20 oleh karena proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah
nilai “YA” paling sedikit yakni X17 (dekat dengan rumah).
d. Tahap Keempat
Pada tahap keempat pengujian dilakukan dengan menghilangkan
jawaban “Ya” tersedikit di antara 17 item pernyataan yaitu X17 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, , X20 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan tabel (df =
k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-k-1 = k-16-k-1=k-15, tabel diperoleh sebesar 25,00. Perhitungan Cochran Q-test untuk 16 motif orang tua murid menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.13
Tabel Statistik 16 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 209,331a
Asymp. Sig. ,000 (Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah
209,331a lebih besar dari pada tabel sebesar 25,00 artinya belum cukup
bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X16, X20 oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah
nilai “YA” paling sedikit yakni X16 (berasal dari TK yang sama/ TK Maria).
e. Tahap Kelima
Pada tahap kelima pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban
“Ya” tersedikit di antara 16 item pernyataan yaitu X16 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15,
X20 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan tabel (df =
k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-k-1 = k-15-k-1=k-14. tabel diperoleh sebesar 23,69. Perhitungan Cochran Q-test untuk 15 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.14
Tabel Statistik 15 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 98,694a
Df 14
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 98,694a lebih besar dari pada tabel sebesar 23,69 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X12, X13, X15, X20 oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai
“YA” paling kecil yakni X12 (kantin yang bersih).
f. Tahap Keenam
Pada tahap keenam pengujian dilakukan dengan menghilangkan
jawaban “Ya” tersedikit di antara 15 item pernyataan yaitu X12 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X13, X15,
X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, , X13, X15,X20. tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df =
k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 14-1=13,X2 tabel diperoleh sebesar
22,36. Perhitungan Cochran Q-test untuk 14 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.15
Tabel Statistik 14 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 73,520a
Df 13
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 73,520a lebih besar dari pada tabel sebesar 22,36 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X13, X15, X20 oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai
“YA” paling sedikit yakni X13 (uang sekolah terjangkau).
g. Tahap Ketujuh
Pada tahap ketujuh pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban
“Ya” tersedikit di antara 14 item pernyataan yaitu X13 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df = k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 13-1=12. tabel diperoleh sebesar 21,03. Perhitungan Cochran Q-test untuk 13 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.16
Tabel Statistik 13 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 49,316a
Df 12
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 49,316a
lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 21,03 artinya belum cukup bukti untuk
menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11,
X15, X20 oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara
menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling
h. Tahap Kedelapan
Pada tahap kedelapan pengujian dilakukan dengan menghilangkan
jawaban “Ya” tersedikit di antara 13 item pernyataan yaitu X3 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df = k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 12-1=11,X2 tabel diperoleh sebesar 19,68. Perhitungan Cochran Q-test untuk 12 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.17
Tabel Statistik 12 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 44,761a
Df 11
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 44,761a
lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 19,68 artinya belum cukup bukti untuk
X20 oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara
menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling
sedikit yakni X4 (perpustakaan lengkap dan nyaman).
i. Tahap Kesembilan
Pada tahap kesembilan pengujian dilakukan dengan menghilangkan
jawaban “Ya” tersedikit di antara 12 item pernyataan yaitu X4 sehingga Ho dan Ha menjadi:
HO: Motif Variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20. adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2,X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11,
X15, X20 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df = k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 11-1=10, X2 tabel diperoleh sebesar 18,31. Perhitungan Cochran Q-test untuk 11 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.18
Tabel Statistik 11 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 40,035a
Df 10
Asymp. Sig. ,000
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 40,035a lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 18,31 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, X20. Oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara
menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling
sedikit yakni X10 (guru yang profesional).
j. Tahap Kesepuluh
Pada tahap kesepuluh pengujian dilakukan dengan menghilangkan
jawaban “Ya” tersedikit di antara 11 item pernyataan yaitu X10 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2,X5, X6, X7, X8, X9, , X11, X15, X20 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, , X11, X15,
X20. tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df =
k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-k-1 = k-10-k-1=9. tabel diperoleh sebesar 16,92. Perhitungan Cochran Q-test untuk 11 motif orang tua murid menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.19
Tabel Statistik 10 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 32,149a
Df 9
Asymp. Sig. ,000
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 32,149a
lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 18,31 artinya belum cukup bukti untuk
menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X11, X15, X20. Karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah
satu variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling sedikit yakni X20 (lulusan yang bisa diterima di SMP favorit).
k. Tahap Kesebelas
Pada tahap kesebelas pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban
“Ya” tersedikit di antara 10 item pernyataan yaitu X20 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X11, X15 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X11, X15. tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df = k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-k-1 = 9-k-1=8, X2 tabel diperoleh sebesar 15,5. Perhitungan Cochran Q-test untuk 9 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.20
Tabel Statistik 9 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 23,742a
Df 8
Asymp. Sig. ,003
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 23,742a
lebih besar dari pada X2 tabel sebesar 15,51 artinya belum cukup bukti untuk
menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2, X5, X6, X7, X8, X9, X11, X15,karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara menghilangkan salah satu
variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling sedikit yakni X5 (kegiatan kurikuler).
l. Tahap Kedua belas
Pada tahap kedua belas pengujian dilakukan dengan
menghilangkan jawaban “Ya” tersedikit di antara 9 item pernyataan yaitu
Ho: Motif Variabel X1, X2,X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2,X6, X7, X8, X9, X10, X11,
X15tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df =
k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-k-1 = 8-k-1=7,X2 tabel diperoleh sebesar 14,07. Perhitungan Cochran Q-test untuk 8 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.21
Tabel Statistik 8 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 14,435a
Df 7
Asymp. Sig. ,044
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 14,435a lebih besar dari pada tabel sebesar 14,07 artinya belum cukup bukti untuk menerima Ho yaitu motif variabel X1, X2,X6, X7, X8, X9, X10, X11, X15, oleh karena itu proses Cochran dilanjutkan lagi dengan cara
menghilangkan salah satu variabel yang memiliki jumlah nilai “YA” paling
m. Tahap Ketigabelas.
Pada tahap ketiga belas pengujian dilakukan dengan menghilangkan jawaban “Ya” tersedikit di antara 8 item pernyataan yaitu X15 sehingga Ho dan Ha menjadi:
Ho: Motif Variabel X1, X2, X6, X7, X8, X9, X11 adalah motif orang tua murid memilih SD Maria.
Ha: Paling tidak 1 dari motif variabel X1, X2, X6, X7, X8, X9, X11 tidak menjadi motif orang tua murid memilih SD Maria.
Pengujian statistik dilakukan dengan cara menggunakan X2 tabel (df = k-1 dan a = 0,05) derajat bebas (df) k-1 = 7-1= 6, X2 tabel diperoleh sebesar 12,60. Perhitungan Cochran Q-test untuk 7 motif orang tua murid dengan menggunakan SPSS 20 adalah:
Tabel V.22
Tabel Statistik 7 Motif Orang Tua Murid
N 143
Cochran's Q 9,333a
Df 6
Asymp. Sig. ,156
(Sumber: Data primer diolah)
Berdasarkan data hasil perhitungan tes statistik di atas, nilai Q adalah 9,333a lebih kecil dari pada tabel sebesar 12,60 dan Asymp. Sig < taraf
nyata (a) maka Ho diterima berarti pernyataan X1 (mutu Sekolah), X2
strategis/dalam kota), X7 (pelayanan yang ramah), X8 (akreditasi baik/A), X9
(sekolah sudah dikenal/terkenal) dan X11 (disiplin) adalah motif orang
tua/wali murid memilih SD Maria Purworejo sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.
D. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa karakteritik responden/ orang tua murid SD Maria saat ini yang paling banyak adalah:
Berusia 36 – 40 tahun, yakni sebanyak 47 orang (32,9%), berpendidikan terkhir
SLTA, sebanyak 63 orang (44,1%), yang bekerja sebagai pegawai swasta, sebanyak 33 orang (23,1%), dan yang berpenghasilan antara Rp.1.000.000,- s/d Rp. 2.000.000,- sebanyak 61 orang ( 42,7%). Jadi dapat disimpulkan bahwa secara umum orang tua/wali murid SD Maria adalah keluarga muda dengan pendidikan SLTA, yang berprofesi sebagai pegawai swasta dengan penghasilan antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.2.000.000,- per bulan. Secara ekonomi mereka tergolong dalam kelas ekonomi menengah. Dari hasil analilis karakteristik yang lebih dominan ini nampak adanya kelompok/ kelas sosial yang lebih homogen yakni usia muda, tingkat pendidikan menengah, pegawai swasta dan penghasilan menengah. Dengan kelompok/kelas sosial yang demikian, dapat diamati kesamaan perilaku khususnya motif yang memengaruhi mereka dalam mengambil suatu keputusan, dalam hal ini peneliti mengamati keputusan dalam memilih sekolah dasar bagi putra-putrinya.
Analisis tahap kedua terhadap motif -motif apa saja yang menjadi motif orang tua/wali memilih SD Maria, menggunakan metode analisis Cochran Q-test k sampel. Pengujian terhadap motif-motif ini dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dengan menguji 19 item dan seterusnya sampai pengujian menunjukkan bahwa Ho bisa diterima, artinya semua item adalah merupakan motif orang tua murid memilih SD Maria sebagai tempat pendidikan putra-putri mereka.
Hasil analisis Cochran Q-tes terhadap 19 item yang mewakili motif, menunjukan ada 7 item yang menjadi motif orang tua/wali murid memilih SD Maria sebagai tempat pendidikan bagi putra-putrinya yaitu: Mutu Sekolah, gedung sekolah yang bersih dan bagus, lokasi sekolah yang strategis/dalam kota, pelayanan yang ramah, akreditasi baik /A, sekolah sudah dikenal/terkenal dan disiplin. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat dipilih atau variabel yang gugur ada 12 item yakni: UKS, perpustaan, kegiatan ekstrakurikuler, guru yang profesional, kantin, uang sekolah terjangkau, karena alumni, sarana prasarana, dari TK yang sama, dekat dengan rumah, kenal guru/pegawai, sekolah katolik dan lulusan yang bisa diterima di SMP Favorit.
Hasil analisis yang menunjukan hanya 7 item terpilih yakni: Mutu sekolah, akreditasi A, sekolah yang sudah dikenal, pelayanan yang ramah dan disiplin, gedung yang bagus dan bersih serta letak yang strategis adalah merupakan motif orang tua/wali murid memilih SD Maria sebagai tempat pendidikan dasar bagi putra-putrinya. Dengan demikian dapat disimpulkan secara umum bahwa jasa pendidikan yang diberikan oleh SD Maria memiliki kualitas dan mutu pendidikan yang baik dan menjadi ciri khasnya. Ciri-ciri ini
relevan dan signifikan dengan Visi Sekolah yakni “ Unggul dalam prestasi, berbudaya kasih dan cinta lingkungan”. Ciri-ciri ini hendaknya menjadi kekuatan dan kelebihan SD Maria yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Hal ini kiranya dapat dijadikan sebagai bahan promosi sekolah demi mendapatkan calon murid potensial yang lebih banyak pada tahun-tahun berikut.
Beberapa item pernyataan yang tidak dipilih yakni: Sarana prasarana yang memadai, guru yang professional, kegiatan ekstrakurikuler, perpustakaan, lulusan yang dapat diterima di sekolahfavorit, dari TK yang sama, orang tua adalah alumni, kantin, dekat dengan rumah dan kenal guru/pegawai, dapat dikatakan bahwa bukan motif orang tua/wali murid memilih SD Maria karena tidak memenuhi syarat perhitungan.
Ketujuh motif terpilih adalah item yang menurut perhitungan statistik memiliki nilai korelasi yang lebih besar artinya memiliki pengaruh yang besar terhadap pengambilan keputusan orang tua/wali murid dalam memilih SD Maria. Sedangkan keduabelas item yang tidak terpilih, adalah item yang tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap pengambilan keputusan orang tua/wali murid, karena walaupun memiliki nilai korelasi namun kurang bahkan tidak memenuhi syarat terpilih sesuai perhitungan statistik.
Dengan penghasilan kebanyakan orang tua/wali murid yang tergolong ekonomi menengah, biaya pendidikan rata-rata sebesar Rp.76.500,- perbulan, wajar bila dirasa mahal bagi sebagian besar orang tua murid. Namun di sisi lain pendidikan yang berkualitas membutuhkan biaya yang tidak murah juga.
Motif yang memengaruhi keputusan orang tua orang tua/wali murid saat ini belum tentu sama pada tahun tahun berikut, bisa terjadi motif yang tidak dipilih karena dianggap kurang penting saat ini adalah motif yang dianggap penting pada tahun-tahun mendatang. Hal-hal yang memengaruhi motif dapat berubah dengan cepat (dinamis) demikian pula dengan perubahan perilaku konsumen yang dinamis oleh karena itu, item yang sekarang tidak terpilih bukan tidak penting namun kurang penting untuk saat ini.
Peran guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar sangat penting. Mutu dan kualitas peserta didik (kualitas output) sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam menyampaikan informasi atau pembelajaran kepada peserta didik oleh karena itu kualitas dan profesionalitas guru dianggap penting demikian juga dengan kelengkapan sarana prasana dapat menunjang proses belajar-mengajar dengan baik. Sarana prasarana sekolah yang memadai adalah media dan alat belajar dan sebagainya yang berperan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan (Pidarta, 2013:277).
88 BAB VI