• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dampak

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI (Halaman 60-96)

NO I S U Urgency Seriousness Growth Jumlah Urutan Prioritas

PELAKSANAAN AKTUALISASI

C. Analisis Dampak

Analisis dampak dari kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis dengan menggunakan media konseling leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 13. Analisis dampak

No. Kegiatan Nilai Dasar

Dampak Dilaksanakan Dampak Tidak Dilaksanakan 1. Melakukan konsultasi

pelaksanaan Aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II selaku mentor

a. Akuntabilitas

Bertanggung jawab dalam melaporkan dan

merencanakan tahapan program selanjutnya sesuai dengan masukan dan

a. Akuntabilitas Tanggung jawab

merupakan sebuah sifat yang harus dimiliki oleh seorang Aparatur Sipil Negara. Tanpa adanya rasa

52 arahan dari mentor akan

membuat kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.

b. Nasionalisme

Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah.

Dengan adanya musyawarah untuk mencapai mufakat akan dapat menyamakan

persepsi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

c. Etika Publik

Berlaku sopan dan santun saat melakukan

penyampaian rancangan aktualisasi kepada atasan akan membuat komunikasi yang dilakukan berjalan dengan baik.

d. Komitmen Mutu

Inovasi merupakan hal yang perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk dapat melakukan perbaikan pada kekurangan yang ada dalam suatu pelayanan.

e. Anti Korupsi

Berani untuk mengutarakan rancangan kegiatan

aktualisasi kepada mentor dan jujur dalam mencatat

tanggung jawab

pelaksanaan kegiatan tidak akan dapat terlaksana dengan baik.

b. Nasionalisme

Musyawarah dilaksanakan untuk dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa adanya keinginan untuk menerima masukan dan saran dari orang lain tidak akan menghasilkan

pekerjaan yang terbaik karena tidak diperoleh kesepakatan antara kedua belah pihak.

c. Etika Publik

Perilaku sopan dan santun jika tidak dilaksanakan akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga akan dapat mengakibatkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.

d. Komitmen Mutu

Tanpa adanya inovasi akan membuat mutu pelayanan tidak menjadi lebih baik lagi sehingga kegiatan hanya berjalan stagnan tanpa adanya perbaikan ke depannya.

e. Anti Korupsi

Tanpa adanya kejujuran dalam mencatat arahan dari mentor akan membuat kegiatan tidak dapat

53 saran dan masukan dari

mentor akan membuat kegiatan dapat berjalan dengan lebih baik.

terlaksana dengan lebih baik.

2. Menentukan formulir konseling dan

pemantauan terapi obat yang akan digunakan sebagai acuan

a. Akuntabilitas

Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

b. Nasionalisme

Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

c. Etika Publik

Berlaku sopan dan santun saat melakukan

penyampaian format form konseling dan form

pemantauan terapi obat kepada atasan akan dapat menghasilkan formulir yang baik dan efisien untuk dapat memacu keberhasilan kegiatan.

d. Komitmen Mutu

Inovasi saat melakukan pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dapat meningkatkan kualitas

a. Akuntabilitas

Tanpa adanya kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan dapat

menghambat jalannya kegiatan aktualisasi yang dilakukan sehingga tidak akan diperoleh hasil yang baik.

b. Nasionalisme

Jika tidak adanya sifat pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan, kegiatan akan terhenti sehingga tidak dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

c. Etika Publik

Perilaku sopan dan santun jika tidak dilaksanakan akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga akan dapat mengakibatkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.

d. Komitmen Mutu

Tanpa adanya inovasi akan membuat mutu pelayanan tidak menjadi lebih baik lagi sehingga kegiatan hanya berjalan stagnan tanpa

54 pelayanan kepada

masyarakat. Hal ini bertujuan untuk dapat melakukan perbaikan pada kekurangan yang ada.

e. Anti Korupsi

Pemilihan desain dan isi form konseling dan form terapi obat yang sederhana dengan menggunakan bahan yang sesuai

sehingga dapat menghemat anggaran. Kegiatan dapat menghasilkan luaran hasil yang baik dengan biaya hemat.

adanya perbaikan ke depannya.

e. Anti Korupsi

Pemilihan desain dan bahan dari leaflet yang terlalu mahal akan mengakibatkan

meningkatnya anggaran untuk dapat melakukan pencetakan leaflet tersebut.

3. Membuat alat bantu konseling berupa leaflet sebagai media konseling

a. Akuntabilitas

Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

b. Nasionalisme

Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

c. Etika Publik

Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah

dimengerti pada isi dan materi leaflet yang dibuat

a. Akuntabilitas

Tanpa adanya kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan dapat

menghambat jalannya kegiatan aktualisasi yang dilakukan sehingga tidak akan diperoleh hasil yang baik.

b. Nasionalisme

Jika tidak adanya sifat pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan, kegiatan akan terhenti sehingga tidak dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah

ditentukan.

c. Etika Publik

Menggunakan bahasa yang tidak sopan dan sulit

dimengerti pada isi dan materi leaflet yang dibuat

55 dapat membuat masyarakat

lebih paham akan maksud dari tulisan dari leaflet tersebut sehingga tujuan dari kegiatan dapat tercapai.

d. Komitmen Mutu Bersikap inovatif saat melakukan pembuatan leaflet dengan

menggunakan bahasa yang sopan dan gambar yang menarik dapat

menghasilkan leaflet yang berkualitas.

e. Anti Korupsi

Pemilihan desain dan bahan leaflet yang sederhana dengan menggunakan bahan berkualitas dengan harga yang tidak mahal sehingga tidak memakan banyak anggaran dengan tetap menjaga kualitas dan isi dari leaflet tersebut.

dapat membuat masyarakat tidak paham dan tujuan dari penyampaian pesan dari leaflet tidak dapat diterima oleh masyarakat.

d. Komitmen Mutu

Tanpa adanya sikap inovatif saat melakukan pembuatan leaflet akan menghasilkan leaflet yang tidak menarik sehingga masyarakat enggan untuk membaca dan pesan yang

disamapaikan dari isi leaflet tidak dapat diterima oleh mayarakat dengan baik.

e. Anti Korupsi

Pemilihan desain dan bahan leaflet yang mahal akan menggunakan banyak anggaran padahal dapat dilakukan pembuatan leaflet dengan biaya yang lebih sedikit tanpa mengurangi isi pesan dari leaflet tersebut.

4. Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat

a. Akuntabilitas

Melaksanakan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat dengan penuh tanggung jawab.

b. Nasionalisme

Memberikan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai wujud rasa kemanusiaan dan

a. Akuntabilitas

Tanpa adanya tanggung jawab, kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat tidak dapat terlaksana dengan baik sehingga akan merugikan pasien.

b. Nasionalisme Tanpa adanya rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap Kesehatan pasien, akan dapat membuat terapi obat

56 kepedulian terhadap

Kesehatan pasien.

c. Etika Publik

Bersikap ramah, sopan, dan santun serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti saat melakukan penyampaian konseling kepada pasien dapat membuat pasien lebih nyaman dan paham dari maksud pesan yang disampaikan sehingga terapi obat pasien dapat berjalan dengan lebih baik.

d. Komitmen Mutu

Melaksanakan konseling dan pemantauan terapi obat dapat meningkatkan

kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan pasien.

e. Anti Korupsi

Melakukan pencatatan form konseling dan form

pemantauan terapi obat dengan penuh kejujuran akan dapat menghasilkan hasil yang akurat untuk keberhasilan terapi obat pasien.

pasien tidak berjalan dengan lebih baik.

c. Etika Publik

Tanpa adanya sikap ramah, sopan, dan santun serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah

dimengerti saat melakukan penyampaian konseling kepada pasien dapat membuat pesan yang disampaikan kepada pasien tidak tersampaikan dengan baik sehingga terapi obat pasien tidak dapat berjalan dengan lebih baik.

d. Komitmen Mutu

Tidak berjalannya kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat tidak

meningkatkan efektivitas pengobatan pasien

sehingga terapi obat tidak dapat berjalan dengan lebih baik.

e. Anti Korupsi Jika tidak dilakukan

pencatatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dengan penuh

kejujuran tidak akan

diperoleh hasil yang akurat sehingga tidak akan

diperoleh hasil terbaik dalam terapi obat pasien.

5. Melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat

a. Akuntabilitas

Membuat form kuesioner dan melakukan evaluasi kegiatan dengan penuh tanggung jawab sehingga

a. Akuntabilitas

Tanpa adanya tanggung jawab, pembuatan form kuesioner dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tidak

57 kegiatan dapat terlaksana

dengan baik.

b. Nasionalisme Dalam pembuatan

kuesioner melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah sehingga dihasilkan mufakat untuk dapat melakukan kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan baik.

c. Etika Publik

Bersikap ramah, sopan, dan santun, serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti baik saat melakukan konsultasi dengan mentor maupun saat melakukan

penyampaian kuesioner kepada pasien dapat membuat komunikasi berjalan dengan baik sehingga maksud dan pesan yang disampaikan dapat diterima.

d. Komitmen Mutu

Melaksanakan evaluasi dengan menggunakan kuesinoner untuk mengetahui kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien demi meningkatkan mutu

pelayanan kepada pasien.

dapat terlaksana dengan baik.

b. Nasionalisme

Tanpa adanya musyawarah untuk menghasilkan

mufakat, tidak akan dapat melakukan kegiatan evaluasi dengan baik.

c. Etika Publik

Jika tidak bersikap ramah, sopan, dan santun, serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah

dimengerti dapat membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga maksud dan pesan yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik.

d. Komitmen Mutu Jika tidak dilakukan evaluasi kegiatan maka kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien tidak dapat terukur sehingga tidak dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien

58 e. Anti Korupsi

Melakukan rekapitulasi form kuesioner dengan penuh kejujuran.

e. Anti Korupsi

Tanpa adanya kejujuran dalam melaksanakan

rekapitulasi kuesioner maka tidak akan dapat dilihat kekurangan dari kegiatan yang dilaksanakan

sehingga tidak dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

6. Membuat laporan hasil aktualisasi

a. Akuntabilitas

Membuat laporan hasil aktualisasi dengan penuh tanggung jawab sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

b. Nasionalisme

Dalam pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi melaksanakan konsultasi dengan mentor dengan metode

musyawarah sehingga diperoleh hasil laporan yang lebih baik.

c. Etika Publik

Berlaku sopan dan santun saat melakukan konsultasi laporan kepada mentor sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.

d. Komitmen Mutu

Melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dan efektif dengan mentor sehingga dapat dihasilkan laporan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

a. Akuntabilitas

Tanpa adanya tanggung jawab, pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi tidak dapat terlaksana dengan baik.

b. Nasionalisme

Tanpa adanya musyawarah untuk menghasilkan

mufakat, tidak akan dapat melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan hasil yang lebih baik.

c. Etika Publik

Jika tidak berlaku sopan dan santun saat melakukan konsultasi laporan kepada mentor, pesan dan saran dari mentor tidak dapat tersampaikan dengan baik.

d. Komitmen Mutu

Jika tidak melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dan efektif dengan mentor tidak dapat dihasilkan laporan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

59 e. Anti Korupsi

Melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi dengan penuh kejujuran untuk dapat melakukan perbaikan jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatannya.

e. Anti Korupsi

Jika tidak melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi dengan penuh kejujuran, tidak akan dapat melakukan perbaikan apabila terdapat kekurangan dalam

pelaksanaan kegiatannya.

60 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Selama pelaksanaan aktualisasi, penerapan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dilaksanakan oleh penulis menghasilkan 100%

capaian yang dapat dilihat pada tabel Realisasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN. Nilai dasar ASN telah dilimplementasikan dalam pelaksanaan setiap tahapan kegiatan aktualisasi.

Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman, diperoleh hasil 98% pasien/

keluarga pasien telah memahami terapi pengobatan Tuberkulosis. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa 80% pasien mengalami kendala terkait pengobatan Tuberkulosis. Kendala tersebut berupa munculnya efek samping obat yang dirasakan. Kendala tersebut telah dapat diatasi dengan adanya kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. Berdasarkan hasil kuesioner 100% pasien/ keluarga pasien lebih termotivasi untuk menggunakan obat dengan tepat dan 100% pasien telah meminum obat secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat.

61 Pasien/keluarga pasien juga telah memahami penyakit Tuberkulosis, pengobatan Tuberkulosis, betapa pentingnya minum obat secara teratur hingga perilaku bersih dan sehat yang perlu diterapkan dari hasil konseling melalui media konseling leaflet yang telah dilaksanakan. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner bahwa 98% pasien/keluarga telah memahami terapi pengobatan pasien.

Dari hasil pemantauan terapi obat, masih terdapat beberapa efek samping yang dirasakan oleh pasien seperti mual, batuk, sesak, urin berwarna kemerahan, hingga feses berwarna kemerahan. Efek samping yang perlu diberikan pengobatan telah diberikan obat tambahan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Terkait efek samping urin dan feses berwarna kemerahan telah dilakukan komunikasi dengan pasien / keluarga pasien bahwa antibitotik yang digunakan memberikan efek samping tersebut sehingga tidak perlu khawatir terhadap hal tersebut. Dari pemantauan terapi obat juga diperoleh hasil bahwa dosis obat telah diberikan sesuai dengan berat badan pasien.

62 B. Saran

Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Godean II, terdapat beberapa saran yang perlu disampaikan, antara lain :

1. Bagi Puskesmas

Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis dilaksanakan secara berkelanjutan agar tujuan pengobatan dapat tercapai.

2. Bagi Rekan Kerja

Penerapan nilai-nilai dasar ASN hendaknya terus dilaksanakan oleh seluruh ASN dalam setiap kegiatan yang berlangsung di tempat kerja secara berkesinambungan.

3. Bagi Pasien/Keluarga pasien

a. Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat hendaknya terus dilaksanakan untuk dapat memantau penggunaan obat Tuberkulosis pada pasien secara berkesinambungan sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai.

b. Pasien tetap rutin meminum obat selama periode pengobatan

63 DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Tuberkulosis. Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan. 2017. Pengobatan Pasien Tuberkulosis. Jakarta : Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan. 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan.

Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 tentang Pembentukan,

Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat

Peraturan Menteri Kesehatan No. 377 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Apoteker dan Angka Kreditnya

Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat

Peraturan Menteri Kesehatan No. 26 tahun 2020 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

64

LAMPIRAN

65 LAMPIRAN 1

BUKTI KEGIATAN

MELAKUKAN KONSULTASI PELAKSANAAN AKTUALISASI DENGAN KEPALA PUSKESMAS GODEAN II SELAKU MENTOR

1. Lembar bimbingan mentor

2. Foto kegiatan konsultasi dengan mentor

66 3. Surat pernyataan persetujuan mentor

67 LAMPIRAN 2

BUKTI KEGIATAN

MENENTUKAN FORMULIR KONSELING DAN FORMULIR PEMANTAUAN TERAPI OBAT YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN

1. Form konseling

68 2. Form pemantauan terapi obat

69 3. Lembar bimbingan mentor

4. Foto kegiatan

Pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat

70 Konsultasi dengan mentor terkait format form konseling dan form pemantauan terapi obat

71 LAMPIRAN 3

BUKTI KEGIATAN

MEMBUAT ALAT KONSELING BERUPA LEAFLET/BROSUR SEBAGAI MEDIA KONSELING

1. Leaflet penyakit Tuberkulosis Sisi depan

72 Sisi belakang

73 2. Lembar bimbingan mentor

74 3. Foto kegiatan

Pembuatan desain dan materi leaflet

Foto konsultasi dengan mentor terkait desain dan materi leaflet

75 Kegiatan konseling menggunakan leaflet

76 LAMPIRAN 4

BUKTI KEGIATAN

MELAKUKAN KONSELING DAN PEMANTAUAN TERAPI OBAT

1. Form konseling

77 2. Form pemantauan terapi obat

78 3. Foto kegiatan

Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat

79 LAMPIRAN 5

BUKTI KEGIATAN

MELAKUKAN EVALUASI KEGIATAN KONSELING DAN PEMANTAUAN TERAPI OBAT

1. Form kuesioner pemahaman pasien / keluarga pasien terkait pengobatan TB

80 2. Form kuesioner pelayanan konseling pada pasien / keluarga pasien

81

82 3. Lembar bimbingan mentor

83 4. Foto kegiatan

Kegiatan pengisian kuesioner oleh keluarga pasien

84 LAMPIRAN 6

BUKTI KEGIATAN

MEMBUAT LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI

1. Data hasil aktualisasi

Jumlah pasien/keluarga pasien yang mengikuti pelaksanaan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat adalah 5 orang.

Berikut merupakan data hasil kuesioner pemahaman pasien/keluarga pasien terkait pengobatan Tuberkulosis

No Pertanyaan Prosentase kesesuaian

jawaban pertanyaan 1 Penyakit Tuberkulosis dapat

disembuhkan

100%

2 Penyakit Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri

100%

3 Penyebaran penyakit Tuberkulosis melalui percikan dahak/droplet

100%

4 Obat anti Tuberkulosis dapat dihentikan jika pasien merasa kondisinya sudah baik

100%

5 Pengobatan Tuberkulosis terdapat 2 (dua) fase pengobatan

100%

6 Fase Intensif (awal) pengobatan Tuberkulosis diberikan selama 2 (dua) bulan

100%

7 Fase Lanjutan pengobatan Tuberkulosis diberikan selama 2 (dua) bulan

80%

8 Pada pengobatan Tuberkulosis obat tidak perlu diminum secara rutin

100%

9 Resistensi obat dapat terjadi apabila pasien tidak patuh minum obat secara teratur

100%

10 Mual dan muntah dapat terjadi pada pasien yang meminum obat anti tuberkulosis

100%

Rata-rata 98%

85 Berikut merupakan data hasil kuesioner pelayanan konseling dan tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat

No Pertanyaan Prosentase

jawaban ya 1 Apakah petugas bersikap sopan, santun,

dan ramah pada saat konseling?

100%

2 Apakah petugas menjelaskan terkait penyakit Tuberkulosis dan pengobatannya dengan baik dan jelas?

100%

3 Apakah pasien/keluarga pasien dapat memahami maksud yang disampaikan petugas?

100%

4 Apakah terdapat efek samping yang dirasakan saat menggunakan obat anti Tuberkulosis?

100%

5 Apakah terdapat kendala terkait penggunaan obat?

80%

6 Apakah kendala pengobatan dapat teratasi setelah dilakukan konseling?

100%

7 Apakah pemahaman terkait penyakit dan pengobatan penyakit Tuberkulosis meningkat setelah dilakukan konseling?

100%

8 Apakah pasien/keluarga pasien lebih termotivasi untuk menggunakan obat dengan tepat setelah dilakukan konseling?

100%

9 Apakah pasien meminum obat secara rutin setelah dilakukan konseling?

100%

10 Apakah pasien/keluarga pasien terbantu dengan adanya konseling?

100%

86 2. Lembar bimbingan mentor

3. Foto kegiatan

Pembuatan laporan pelaksanaan aktualisasi

87 Konsultasi dengan mentor terkait pembuatan laporan pelaksanaan

aktualisasi

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI (Halaman 60-96)

Dokumen terkait