NO I S U Urgency Seriousness Growth Jumlah Urutan Prioritas
PELAKSANAAN AKTUALISASI
C. Analisis Dampak
Analisis dampak dari kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis dengan menggunakan media konseling leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 13. Analisis dampak
No. Kegiatan Nilai Dasar
Dampak Dilaksanakan Dampak Tidak Dilaksanakan 1. Melakukan konsultasi
pelaksanaan Aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II selaku mentor
a. Akuntabilitas
Bertanggung jawab dalam melaporkan dan
merencanakan tahapan program selanjutnya sesuai dengan masukan dan
a. Akuntabilitas Tanggung jawab
merupakan sebuah sifat yang harus dimiliki oleh seorang Aparatur Sipil Negara. Tanpa adanya rasa
52 arahan dari mentor akan
membuat kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.
b. Nasionalisme
Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah.
Dengan adanya musyawarah untuk mencapai mufakat akan dapat menyamakan
persepsi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
c. Etika Publik
Berlaku sopan dan santun saat melakukan
penyampaian rancangan aktualisasi kepada atasan akan membuat komunikasi yang dilakukan berjalan dengan baik.
d. Komitmen Mutu
Inovasi merupakan hal yang perlu dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk dapat melakukan perbaikan pada kekurangan yang ada dalam suatu pelayanan.
e. Anti Korupsi
Berani untuk mengutarakan rancangan kegiatan
aktualisasi kepada mentor dan jujur dalam mencatat
tanggung jawab
pelaksanaan kegiatan tidak akan dapat terlaksana dengan baik.
b. Nasionalisme
Musyawarah dilaksanakan untuk dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa adanya keinginan untuk menerima masukan dan saran dari orang lain tidak akan menghasilkan
pekerjaan yang terbaik karena tidak diperoleh kesepakatan antara kedua belah pihak.
c. Etika Publik
Perilaku sopan dan santun jika tidak dilaksanakan akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga akan dapat mengakibatkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
d. Komitmen Mutu
Tanpa adanya inovasi akan membuat mutu pelayanan tidak menjadi lebih baik lagi sehingga kegiatan hanya berjalan stagnan tanpa adanya perbaikan ke depannya.
e. Anti Korupsi
Tanpa adanya kejujuran dalam mencatat arahan dari mentor akan membuat kegiatan tidak dapat
53 saran dan masukan dari
mentor akan membuat kegiatan dapat berjalan dengan lebih baik.
terlaksana dengan lebih baik.
2. Menentukan formulir konseling dan
pemantauan terapi obat yang akan digunakan sebagai acuan
a. Akuntabilitas
Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
b. Nasionalisme
Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
c. Etika Publik
Berlaku sopan dan santun saat melakukan
penyampaian format form konseling dan form
pemantauan terapi obat kepada atasan akan dapat menghasilkan formulir yang baik dan efisien untuk dapat memacu keberhasilan kegiatan.
d. Komitmen Mutu
Inovasi saat melakukan pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dapat meningkatkan kualitas
a. Akuntabilitas
Tanpa adanya kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan dapat
menghambat jalannya kegiatan aktualisasi yang dilakukan sehingga tidak akan diperoleh hasil yang baik.
b. Nasionalisme
Jika tidak adanya sifat pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan, kegiatan akan terhenti sehingga tidak dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
c. Etika Publik
Perilaku sopan dan santun jika tidak dilaksanakan akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga akan dapat mengakibatkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
d. Komitmen Mutu
Tanpa adanya inovasi akan membuat mutu pelayanan tidak menjadi lebih baik lagi sehingga kegiatan hanya berjalan stagnan tanpa
54 pelayanan kepada
masyarakat. Hal ini bertujuan untuk dapat melakukan perbaikan pada kekurangan yang ada.
e. Anti Korupsi
Pemilihan desain dan isi form konseling dan form terapi obat yang sederhana dengan menggunakan bahan yang sesuai
sehingga dapat menghemat anggaran. Kegiatan dapat menghasilkan luaran hasil yang baik dengan biaya hemat.
adanya perbaikan ke depannya.
e. Anti Korupsi
Pemilihan desain dan bahan dari leaflet yang terlalu mahal akan mengakibatkan
meningkatnya anggaran untuk dapat melakukan pencetakan leaflet tersebut.
3. Membuat alat bantu konseling berupa leaflet sebagai media konseling
a. Akuntabilitas
Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
b. Nasionalisme
Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
c. Etika Publik
Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah
dimengerti pada isi dan materi leaflet yang dibuat
a. Akuntabilitas
Tanpa adanya kedisiplinan dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan dapat
menghambat jalannya kegiatan aktualisasi yang dilakukan sehingga tidak akan diperoleh hasil yang baik.
b. Nasionalisme
Jika tidak adanya sifat pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan, kegiatan akan terhenti sehingga tidak dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
c. Etika Publik
Menggunakan bahasa yang tidak sopan dan sulit
dimengerti pada isi dan materi leaflet yang dibuat
55 dapat membuat masyarakat
lebih paham akan maksud dari tulisan dari leaflet tersebut sehingga tujuan dari kegiatan dapat tercapai.
d. Komitmen Mutu Bersikap inovatif saat melakukan pembuatan leaflet dengan
menggunakan bahasa yang sopan dan gambar yang menarik dapat
menghasilkan leaflet yang berkualitas.
e. Anti Korupsi
Pemilihan desain dan bahan leaflet yang sederhana dengan menggunakan bahan berkualitas dengan harga yang tidak mahal sehingga tidak memakan banyak anggaran dengan tetap menjaga kualitas dan isi dari leaflet tersebut.
dapat membuat masyarakat tidak paham dan tujuan dari penyampaian pesan dari leaflet tidak dapat diterima oleh masyarakat.
d. Komitmen Mutu
Tanpa adanya sikap inovatif saat melakukan pembuatan leaflet akan menghasilkan leaflet yang tidak menarik sehingga masyarakat enggan untuk membaca dan pesan yang
disamapaikan dari isi leaflet tidak dapat diterima oleh mayarakat dengan baik.
e. Anti Korupsi
Pemilihan desain dan bahan leaflet yang mahal akan menggunakan banyak anggaran padahal dapat dilakukan pembuatan leaflet dengan biaya yang lebih sedikit tanpa mengurangi isi pesan dari leaflet tersebut.
4. Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat
a. Akuntabilitas
Melaksanakan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat dengan penuh tanggung jawab.
b. Nasionalisme
Memberikan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai wujud rasa kemanusiaan dan
a. Akuntabilitas
Tanpa adanya tanggung jawab, kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat tidak dapat terlaksana dengan baik sehingga akan merugikan pasien.
b. Nasionalisme Tanpa adanya rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap Kesehatan pasien, akan dapat membuat terapi obat
56 kepedulian terhadap
Kesehatan pasien.
c. Etika Publik
Bersikap ramah, sopan, dan santun serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti saat melakukan penyampaian konseling kepada pasien dapat membuat pasien lebih nyaman dan paham dari maksud pesan yang disampaikan sehingga terapi obat pasien dapat berjalan dengan lebih baik.
d. Komitmen Mutu
Melaksanakan konseling dan pemantauan terapi obat dapat meningkatkan
kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan pasien.
e. Anti Korupsi
Melakukan pencatatan form konseling dan form
pemantauan terapi obat dengan penuh kejujuran akan dapat menghasilkan hasil yang akurat untuk keberhasilan terapi obat pasien.
pasien tidak berjalan dengan lebih baik.
c. Etika Publik
Tanpa adanya sikap ramah, sopan, dan santun serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah
dimengerti saat melakukan penyampaian konseling kepada pasien dapat membuat pesan yang disampaikan kepada pasien tidak tersampaikan dengan baik sehingga terapi obat pasien tidak dapat berjalan dengan lebih baik.
d. Komitmen Mutu
Tidak berjalannya kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat tidak
meningkatkan efektivitas pengobatan pasien
sehingga terapi obat tidak dapat berjalan dengan lebih baik.
e. Anti Korupsi Jika tidak dilakukan
pencatatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dengan penuh
kejujuran tidak akan
diperoleh hasil yang akurat sehingga tidak akan
diperoleh hasil terbaik dalam terapi obat pasien.
5. Melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat
a. Akuntabilitas
Membuat form kuesioner dan melakukan evaluasi kegiatan dengan penuh tanggung jawab sehingga
a. Akuntabilitas
Tanpa adanya tanggung jawab, pembuatan form kuesioner dan evaluasi pelaksanaan kegiatan tidak
57 kegiatan dapat terlaksana
dengan baik.
b. Nasionalisme Dalam pembuatan
kuesioner melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah sehingga dihasilkan mufakat untuk dapat melakukan kegiatan evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan baik.
c. Etika Publik
Bersikap ramah, sopan, dan santun, serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti baik saat melakukan konsultasi dengan mentor maupun saat melakukan
penyampaian kuesioner kepada pasien dapat membuat komunikasi berjalan dengan baik sehingga maksud dan pesan yang disampaikan dapat diterima.
d. Komitmen Mutu
Melaksanakan evaluasi dengan menggunakan kuesinoner untuk mengetahui kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien demi meningkatkan mutu
pelayanan kepada pasien.
dapat terlaksana dengan baik.
b. Nasionalisme
Tanpa adanya musyawarah untuk menghasilkan
mufakat, tidak akan dapat melakukan kegiatan evaluasi dengan baik.
c. Etika Publik
Jika tidak bersikap ramah, sopan, dan santun, serta menggunakan bahasa yang sopan dan mudah
dimengerti dapat membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga maksud dan pesan yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik.
d. Komitmen Mutu Jika tidak dilakukan evaluasi kegiatan maka kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien tidak dapat terukur sehingga tidak dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien
58 e. Anti Korupsi
Melakukan rekapitulasi form kuesioner dengan penuh kejujuran.
e. Anti Korupsi
Tanpa adanya kejujuran dalam melaksanakan
rekapitulasi kuesioner maka tidak akan dapat dilihat kekurangan dari kegiatan yang dilaksanakan
sehingga tidak dapat meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
6. Membuat laporan hasil aktualisasi
a. Akuntabilitas
Membuat laporan hasil aktualisasi dengan penuh tanggung jawab sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
b. Nasionalisme
Dalam pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi melaksanakan konsultasi dengan mentor dengan metode
musyawarah sehingga diperoleh hasil laporan yang lebih baik.
c. Etika Publik
Berlaku sopan dan santun saat melakukan konsultasi laporan kepada mentor sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik.
d. Komitmen Mutu
Melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dan efektif dengan mentor sehingga dapat dihasilkan laporan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
a. Akuntabilitas
Tanpa adanya tanggung jawab, pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi tidak dapat terlaksana dengan baik.
b. Nasionalisme
Tanpa adanya musyawarah untuk menghasilkan
mufakat, tidak akan dapat melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan hasil yang lebih baik.
c. Etika Publik
Jika tidak berlaku sopan dan santun saat melakukan konsultasi laporan kepada mentor, pesan dan saran dari mentor tidak dapat tersampaikan dengan baik.
d. Komitmen Mutu
Jika tidak melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dan efektif dengan mentor tidak dapat dihasilkan laporan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
59 e. Anti Korupsi
Melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi dengan penuh kejujuran untuk dapat melakukan perbaikan jika terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatannya.
e. Anti Korupsi
Jika tidak melakukan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi dengan penuh kejujuran, tidak akan dapat melakukan perbaikan apabila terdapat kekurangan dalam
pelaksanaan kegiatannya.
60 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Selama pelaksanaan aktualisasi, penerapan nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA) yang dilaksanakan oleh penulis menghasilkan 100%
capaian yang dapat dilihat pada tabel Realisasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN. Nilai dasar ASN telah dilimplementasikan dalam pelaksanaan setiap tahapan kegiatan aktualisasi.
Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman, diperoleh hasil 98% pasien/
keluarga pasien telah memahami terapi pengobatan Tuberkulosis. Dari hasil kuesioner diperoleh data bahwa 80% pasien mengalami kendala terkait pengobatan Tuberkulosis. Kendala tersebut berupa munculnya efek samping obat yang dirasakan. Kendala tersebut telah dapat diatasi dengan adanya kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. Berdasarkan hasil kuesioner 100% pasien/ keluarga pasien lebih termotivasi untuk menggunakan obat dengan tepat dan 100% pasien telah meminum obat secara rutin. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam meminum obat.
61 Pasien/keluarga pasien juga telah memahami penyakit Tuberkulosis, pengobatan Tuberkulosis, betapa pentingnya minum obat secara teratur hingga perilaku bersih dan sehat yang perlu diterapkan dari hasil konseling melalui media konseling leaflet yang telah dilaksanakan. Hal ini terlihat dari hasil kuesioner bahwa 98% pasien/keluarga telah memahami terapi pengobatan pasien.
Dari hasil pemantauan terapi obat, masih terdapat beberapa efek samping yang dirasakan oleh pasien seperti mual, batuk, sesak, urin berwarna kemerahan, hingga feses berwarna kemerahan. Efek samping yang perlu diberikan pengobatan telah diberikan obat tambahan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Terkait efek samping urin dan feses berwarna kemerahan telah dilakukan komunikasi dengan pasien / keluarga pasien bahwa antibitotik yang digunakan memberikan efek samping tersebut sehingga tidak perlu khawatir terhadap hal tersebut. Dari pemantauan terapi obat juga diperoleh hasil bahwa dosis obat telah diberikan sesuai dengan berat badan pasien.
62 B. Saran
Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di UPT Puskesmas Godean II, terdapat beberapa saran yang perlu disampaikan, antara lain :
1. Bagi Puskesmas
Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis dilaksanakan secara berkelanjutan agar tujuan pengobatan dapat tercapai.
2. Bagi Rekan Kerja
Penerapan nilai-nilai dasar ASN hendaknya terus dilaksanakan oleh seluruh ASN dalam setiap kegiatan yang berlangsung di tempat kerja secara berkesinambungan.
3. Bagi Pasien/Keluarga pasien
a. Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat hendaknya terus dilaksanakan untuk dapat memantau penggunaan obat Tuberkulosis pada pasien secara berkesinambungan sehingga tujuan pengobatan dapat tercapai.
b. Pasien tetap rutin meminum obat selama periode pengobatan
63 DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit Tuberkulosis. Jakarta : Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan. 2017. Pengobatan Pasien Tuberkulosis. Jakarta : Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.
Kementerian Kesehatan. 2019. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 tentang Pembentukan,
Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat
Peraturan Menteri Kesehatan No. 377 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Apoteker dan Angka Kreditnya
Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
Peraturan Menteri Kesehatan No. 26 tahun 2020 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
64
LAMPIRAN
65 LAMPIRAN 1
BUKTI KEGIATAN
MELAKUKAN KONSULTASI PELAKSANAAN AKTUALISASI DENGAN KEPALA PUSKESMAS GODEAN II SELAKU MENTOR
1. Lembar bimbingan mentor
2. Foto kegiatan konsultasi dengan mentor
66 3. Surat pernyataan persetujuan mentor
67 LAMPIRAN 2
BUKTI KEGIATAN
MENENTUKAN FORMULIR KONSELING DAN FORMULIR PEMANTAUAN TERAPI OBAT YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN
1. Form konseling
68 2. Form pemantauan terapi obat
69 3. Lembar bimbingan mentor
4. Foto kegiatan
Pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat
70 Konsultasi dengan mentor terkait format form konseling dan form pemantauan terapi obat
71 LAMPIRAN 3
BUKTI KEGIATAN
MEMBUAT ALAT KONSELING BERUPA LEAFLET/BROSUR SEBAGAI MEDIA KONSELING
1. Leaflet penyakit Tuberkulosis Sisi depan
72 Sisi belakang
73 2. Lembar bimbingan mentor
74 3. Foto kegiatan
Pembuatan desain dan materi leaflet
Foto konsultasi dengan mentor terkait desain dan materi leaflet
75 Kegiatan konseling menggunakan leaflet
76 LAMPIRAN 4
BUKTI KEGIATAN
MELAKUKAN KONSELING DAN PEMANTAUAN TERAPI OBAT
1. Form konseling
77 2. Form pemantauan terapi obat
78 3. Foto kegiatan
Kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat
79 LAMPIRAN 5
BUKTI KEGIATAN
MELAKUKAN EVALUASI KEGIATAN KONSELING DAN PEMANTAUAN TERAPI OBAT
1. Form kuesioner pemahaman pasien / keluarga pasien terkait pengobatan TB
80 2. Form kuesioner pelayanan konseling pada pasien / keluarga pasien
81
82 3. Lembar bimbingan mentor
83 4. Foto kegiatan
Kegiatan pengisian kuesioner oleh keluarga pasien
84 LAMPIRAN 6
BUKTI KEGIATAN
MEMBUAT LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI
1. Data hasil aktualisasi
Jumlah pasien/keluarga pasien yang mengikuti pelaksanaan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat adalah 5 orang.
Berikut merupakan data hasil kuesioner pemahaman pasien/keluarga pasien terkait pengobatan Tuberkulosis
No Pertanyaan Prosentase kesesuaian
jawaban pertanyaan 1 Penyakit Tuberkulosis dapat
disembuhkan
100%
2 Penyakit Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri
100%
3 Penyebaran penyakit Tuberkulosis melalui percikan dahak/droplet
100%
4 Obat anti Tuberkulosis dapat dihentikan jika pasien merasa kondisinya sudah baik
100%
5 Pengobatan Tuberkulosis terdapat 2 (dua) fase pengobatan
100%
6 Fase Intensif (awal) pengobatan Tuberkulosis diberikan selama 2 (dua) bulan
100%
7 Fase Lanjutan pengobatan Tuberkulosis diberikan selama 2 (dua) bulan
80%
8 Pada pengobatan Tuberkulosis obat tidak perlu diminum secara rutin
100%
9 Resistensi obat dapat terjadi apabila pasien tidak patuh minum obat secara teratur
100%
10 Mual dan muntah dapat terjadi pada pasien yang meminum obat anti tuberkulosis
100%
Rata-rata 98%
85 Berikut merupakan data hasil kuesioner pelayanan konseling dan tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat
No Pertanyaan Prosentase
jawaban ya 1 Apakah petugas bersikap sopan, santun,
dan ramah pada saat konseling?
100%
2 Apakah petugas menjelaskan terkait penyakit Tuberkulosis dan pengobatannya dengan baik dan jelas?
100%
3 Apakah pasien/keluarga pasien dapat memahami maksud yang disampaikan petugas?
100%
4 Apakah terdapat efek samping yang dirasakan saat menggunakan obat anti Tuberkulosis?
100%
5 Apakah terdapat kendala terkait penggunaan obat?
80%
6 Apakah kendala pengobatan dapat teratasi setelah dilakukan konseling?
100%
7 Apakah pemahaman terkait penyakit dan pengobatan penyakit Tuberkulosis meningkat setelah dilakukan konseling?
100%
8 Apakah pasien/keluarga pasien lebih termotivasi untuk menggunakan obat dengan tepat setelah dilakukan konseling?
100%
9 Apakah pasien meminum obat secara rutin setelah dilakukan konseling?
100%
10 Apakah pasien/keluarga pasien terbantu dengan adanya konseling?
100%
86 2. Lembar bimbingan mentor
3. Foto kegiatan
Pembuatan laporan pelaksanaan aktualisasi
87 Konsultasi dengan mentor terkait pembuatan laporan pelaksanaan
aktualisasi