• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI. KONSELING DAN PEMANTAUAN TERAPI OBAT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KONSELING LEAFLET DI UPT PUSKESMAS GODEAN II KABUPATEN SLEMAN. DISUSUN OLEH: Nama. : Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt.. Kelas. : XLIV. Kelompok. :1. No. Presensi. :5. PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN XLIV PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEMENTERIAN DALAM NEGERI REGIONAL YOGYAKARTA TAHUN 2021. i.

(2) LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI. Judul. : Konseling dan Pemantauan Terapi Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis dengan Menggunakan Media Konseling Leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman. Disusun oleh. : Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt.. Kelas. : XLIV. No. Presensi. :5. Instansi. : UPT Puskesmas Godean II – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Yogyakarta, 01 Oktober 2021 Disetujui sebagai bahanUjian/Seminar Coach. Peserta. Dra. Rr. Eka Rini Nurhayati, M.Si. NIP. 19630701 199103 2 001. Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt. NIP. 19890122 202012 2 004. Mengetahui, Kepala PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta. Ir. Agus Irawan, M.P. NIP. 19660814 199903 1 001. ii.

(3) BERITA ACARA UJIAN/SEMINAR LAPORAN PELAKSANAAN AKTUALISASI Pada Hari : Jumat Tanggal : 01 Oktober 2021 Pukul : 10.00 – 10.20 WIB Tempat : PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta Telah diseminarkan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Gelombang VI. Judul : Konseling dan Pemantauan Terapi Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis dengan Menggunakan Media Konseling Leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman Disusun oleh : Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt. Kelas : XLIV No. Presensi :5 Instansi : UPT Puskesmas Godean II – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Jabatan : Ahli Pertama – Apoteker Dan telah mendapat pengujian/ komentar/ masukan/ saran dari Penguji, Mentor, dan Coach/ Moderator. Coach. Peserta. Dra. Rr. Eka Rini Nurhayati, M.Si. NIP. 19630701 199103 2 001. Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt. NIP. 19890122 202012 2 004. Penguji. Mentor. Tri Aryani, S.H. NIP. 19700628 199503 2 002. drg. Fitri Winarni Handayani NIP. 19650131 199403 2 004. iii.

(4) PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN. DINAS KESEHATAN. PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT GODEAN II Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta, 55564 Telepon (0274) 6496511 Email: [email protected]. SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENTOR Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama. : drg. Fitri Winarni Handayani. NIP. : 19650131 199403 2 004. Jabatan. : Kepala UPT Puskesmas Godean II. Instansi. : UPT Puskesmas Godean II. Mendukung atau menyetujui Laporan Pelaksanaan Aktualisasi dari : Nama. : Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt.. NIP. : 19890122 202012 2 004. Jabatan. : Ahli Pertama – Apoteker. Instansi. : UPT Puskesmas Godean II. Judul. : Konseling dan Pemantauan Terapi Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis dengan Menggunakan Media Konseling Leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman. Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaima mestinya. Yogyakarta, 01 Oktober 2021 Mentor. drg. Fitri Winarni Handayani NIP. 19650131 199403 2 004. iv.

(5) KATA PENGANTAR Puji syukur kehadiran Allah SWT atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi yang berjudul “Konseling dan Pemantauan Terapi Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis dengan Menggunakan Media Konseling Leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman”. Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan XLIV di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta Tahun 2021. Dalam penulisan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini, tentu saja banyak pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materiil. Oleh karena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir. Agus Irawan, M.P. selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Yogyakarta 2. Ibu drg. Fitri Winarni Handayani selaku mentor dan Kepala UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman 3. Bapak Drs. R. Firmansyah, M.M. selaku penguji seminar Rancangan Aktualisasi 4. Ibu Tri Aryani, S.H. selaku penguji seminar Laporan Pelaksanaan Aktualisasi 5. Ibu Dra. Rr. Eka Rini Nurhayati, M.Si. selaku pembimbing/ coach 6. Bapak Ardiyanto Nugroho, S.E., M.M. selaku tutor/ widyaiswara 7. Bapak Ir. Slamet Sugiharto, MURP selaku tutor/ widyaiswara 8. Rekan-rekan seperjuangan peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XLIV 9. Rekan-rekan di Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman 10. Bapak, ibu, dan suami yang telah memberikan dukungan dan do’a selama menjalani Pelatihan Dasar CPNS. Semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Yogyakarta, 01 Oktober 2021 Penulis. Mutia Kusuma Wardani, S.Farm., Apt. NIP. 19890122 202012 2 004. v.

(6) DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL …………………………………………………………i ii LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI ……………… BERITA ACARA UJIAN SEMINAR ………………………………………iii SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENTOR …………………..iv KATA PENGANTAR ……………………………………………………….v DAFTAR ISI …………………………………………………………………vi DAFTAR TABEL ……………………………………………………………vii DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………viii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………1 1 A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………….. B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ………………………………………5 1. Tujuan Aktualisasi ………………………………………………. 5 2. Manfaat Aktualisasi ……………………………………………… 6 C. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ………………………………. 6 BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI …………………………………8 A. Deskripsi Organisasi …..……………………………………………… 8 1. Gambaran Umum dan Kondisi Demografis …………………… 9 a. Wilayah Kerja ………………………………………………… 9 11 b. Data Penduduk …………………………………………...………. 2. Visi dan Misi ………………………………………………………. 11 a. Visi ……………………………………………………………. 11 b. Misi …………………………………………………………… 11 3. Tujuan …………………………………………………………….. 12 4. Tata Nilai ………………………………………………………….. 12 a. Profesional …………………………………………………… 12 b. Transparansi …………………………………………………. 13 c. Disiplin dan Tanggung Jawab ……………………………… 13 d. Kerja Sama …………………………………………………… 13 5. Motto ………………………………………………………………. 13 6. Budaya Mutu ……………………………………………………… 14 B. Tugas Unit Kerja ………………………………………………………. 14 C. Tugas Peserta ………………………………………………………… 18 20 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI …………………………………… A. Deskripsi Isu Terpilih…………………………………………………. 20 B. Matriks Rancangan Aktualisasi ………………….………………… 25 C. Jadwal Pelaksanaan ………………………………………………… 36. vi.

(7) 38 BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI ………………………………... A. Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi ………………………………….. 39 B. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi …………………………………… 39 1. Konsultasi pelaksanaan Aktualisasi dengan mentor ………… 39 2. Pembuatan Form konseling dan pemantauan terapi obat ….. 40 3. Pembuatan leaflet ………………………………………………… 43 4. Pelaksanaan konseling dan pemantauan terapi obat ………… 45 5. Evaluasi kegiatan ………………………………………………… 47 6. Pembuatan laporan pelaksanaan aktualisasi ………………….. 49 C. Analisis Dampak ………………………………………………………. 51 BAB V PENUTUP ………………………………………………………… 60 A. Kesimpulan …………………………………………………………….. 60 B. Saran ……………………………………………………………………..62 63 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………… LAMPIRAN …………………………………………………………………. 64. vii.

(8) DAFTAR TABEL. Tabel 1. Analisis USG ……………………………………………………………… 3 Tabel 2. Data Jumlah Kepala Keluarga Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II ……………………………………………………………………10 Tabel 3. Data Jumlah Penduduk Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II ……………………………………………………………………11 Tabel 4. Matrik Rancangan Aktualisasi ……………………………………………25 Tabel 5. Jadwal Pelaksanaan …………………………………………………….. 36 Tabel 6. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 1 ………………………… 39 Tabel 7. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 2 ………………………… 40 Tabel 8. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 3 ………………………… 43 Tabel 9. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 4 ………………………… 45 Tabel 10. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 5 …………………………47 Tabel 11. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan 6 ……………………… 49 Tabel 12. Realisasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN…………………………… 51 Tabel 13. Analisis Dampak ………………………………..……………………… 51. viii.

(9) DAFTAR GAMBAR. Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas berdasarkan Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 ………………………………………… 9. ix.

(10) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019, Puskesmas didefinisikan sebagai fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan upaya Kesehatan Kesehatan masyarakat dan upaya Kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, di wilayah kerjanya. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan Kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai serta pelayanan farmasi klinik. Pelayanan farmasi klinik yang dilakukan di Puskesmas meliputi pengkajian resep, penyerahan obat, pemberian informasi obat, Pelayanan Informasi Obat (PIO), konseling, ronde/visite pasien (khusus Puskesmas rawat inap), pemantauan dan pelaporan efek samping Obat, pemantauan terapi obat, dan evaluasi penggunaan obat. Konseling merupakan suatu proses untuk mengindentifikasi dan penyelesaian masalah pasien yang berkaitan dengan penggunaan obat. 1.

(11) Tujuan dilakukannya konseling adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai Obat kepada pasien/keluarga pasien antara lain tujuan pengobatan, jadwal pengobatan, cara dan lama penggunaan obat, efek samping, tanda-tanda toksisitas, cara penyimpanan, dan penggunaan obat. Pemantauan Terapi Obat merupakan proses yang memastikan bahwa seorang pasien mendapatkan terapi Obat yang efektif, terjangkau dengan memaksimalkan efikasi dan meminimalkan efek samping. Dalam menjalankan tugas sebagai Apoteker, terdapat beberapa isu yang ditemukan, antara lain : 1. Belum dilakukannya pelayanan informasi obat kepada pasien sesuai aturan yang berlaku 2. Belum adanya penandaan pada penyimpanan obat high alert (obat yang perlu diwaspadai) 3. Masih banyaknya jenis dan jumlah obat yang kedaluarsa 4. Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai. 5. Belum adanya pemantauan pemberian obat pada pasien kronis (Diabetes mellitus/ hipertensi / skizofrenia). 2.

(12) Isu tersebut kemudian dilakukan Analisa menggunakan metode USG dengan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Analisis USG. NO 1. 2. 3. 4. 5. ISU. Urgency Seriousness Growth Jumlah. Belum dilakukannya pelayanan informasi obat kepada pasien sesuai aturan yang berlaku Belum adanya penandaan pada penyimpanan obat high alert (obat yang perlu diwaspadai) Masih banyaknya jenis dan jumlah obat yang kedaluarsa Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai Belum adanya pemantauan pemberian obat pada pasien kronis (DM/HT/Skizofrenia). 4. 4. 2. 10. Urutan Prioritas III. 4. 4. 3. 11. II. 2. 4. 2. 8. V. 4. 5. 4. 13. I. 2. 4. 3. 9. IV. Berdasarkan Analisa dengan menggunakan metode USG tersebut terpilihlah isu, “Belum Semua Pasien Tuberkulosis Patuh dalam Meminum Obat Sesuai Aturan Pakai”. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyebaran penyakit ini melalui droplet atau 3.

(13) percikan dahak. Terapi obat ini menggunakan antibakteri selama minimal enam bulan. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar di dunia. Berdasarkan data yang diambil dari Sistem Informasi Tuberkulosis yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 jumlah pasien tuberkulosis di Puskesmas Godean II sejumlah 14 orang dan pada tahun 2020 jumlah pasien tuberculosis sejumlah 14 orang. Dari data tersebut terdapat sekitar 1-2 orang yang tidak patuh meminum obat. Tuberkulosis merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang setidaknya selama 6 bulan. Pengobatan pasien Tuberkulosis sensitif maupun Tuberkulosis Resisten Obat prinsipnya terdiri dari dua tahap yaitu tahap awal dan tahap lanjutan. Tahap pengobatan harus dijalani secara teratur dan benar oleh pasien Tuberkulosis agar dapat sembuh dan memperkecil risiko terjadinya Tuberkulosis Multi Drug Resistant (MDR) atau bahkan Extensively Drug Resistant (XDR). Pengobatan yang adekuat harus memenuhi prinsip: 1. Pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi. 2. Diberikan dalam dosis yang tepat. 3. Ditelan secara teratur dan diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai selesai pengobatan.. 4.

(14) 4. Pengobatan diberikan dalam jangka waktu yang cukup, terbagi dalam dua (2) tahap yaitu tahap awal serta tahap lanjutan, sebagai pengobatan yang adekuat untuk mencegah kekambuhan.. Pengobatan pada pasien Tuberkulosis merupakan suatu hal yang penting. Kesesuaian dosis dan kepatuhan pasien dalam meminum obat akan sangat mempengaruhi proses terapi pasien. Pengobatan yang dilakukan dalam jangka panjang, sering munculnya efek samping obat, serta dosis obat yang besar juga akan mempengaruhi kepatuhan pasien dalam meminum obat. Hal tersebut di atas menjadi perhatian penting untuk dilakukannya konseling dan pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis agar tujuan terapi tercapai.. B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi 1. Tujuan Aktualisasi Tujuan dilaksanakannya aktualisasi pelayanan kefarmasian pada pasien TB adalah: a. Untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. b. Untuk mengatasi permasalahan belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai.. 5.

(15) 2. Manfaat Aktualisasi Manfaat dilaksanakannya aktualisasi pelayanan kefarmasian pada pasien TB adalah: a. Bagi diri sendiri 1) Mampu memahami cara mengindentifikasi, menyusun dan menetapkan isu yang terjadi di Puskesmas Godean II 2) Mampu. mengaktualisasikan. nilai-nilai. dasar. ASN. yakni. Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi 3) Menjadi Apoteker yang mampu menjalankan fungsi sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa 4) Meningkatkan kepatuhan pasien Tuberkulosis dalam meminum obat sesuai aturan pakai a. Bagi institusi Peningkatan. pelayanan. Kesehatan. melalui. konseling. dan. pemantauan terapi obat pada pasien Tuberkulosis. b. Bagi Stakeholder Pasien mendapatkan pelayanan yang lebih baik.. C. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan di UPT Pusat Kesehatan Masyarakat Godean II Kabupaten Sleman. Pada kegiatan aktualisasi ini 6.

(16) penulis mengambil ruang lingkup kegiatan pelayanan kefarmasian kepada pasien Tuberkulosis melalui konseling dan pemantauan terapi obat. Kegiatan Konseling dan Pemantauan Terapi Obat dilakukan pada pasien Tuberkulosis di Poli Batuk UPT Puskesmas Godean II pada saat pengambilan obat dilakukan.. 7.

(17) BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI. A. Deskripsi Organisasi Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan upaya Kesehatan masyarakat dan upaya Kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Pembangunan Kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan wilayah kerja Puskesmas yang sehat dalam rangka mewujudkan kecamatan sehat. Berdasarkan Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kegiatan teknis Dinas Kesehatan bidang pelayanan Kesehatan masyarakat dan perseorangan.. 8.

(18) _____________ : Garis Komando ---------------------- : Garis Koordinasi. Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas berdasarkan Peraturan Bupati Sleman No. 60 Tahun 2016. 1. Gambaran Umum dan Kondisi Demografis a. Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II beralamat di Dusun Nogosari, Sidokarto, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di 7o46’35.7” S 110o18’13.7”E termasuk wilayah Sleman Barat dengan luas wilayah kerja 12.810.000 km2. UPT Puskesmas Godean II terdiri dari tiga desa, yaitu desa Sidoarum, desa Sidorejo, dan desa Sidokarto. Desa Sidorejo terletak di ujung barat Godean dengan wilayah berupa dataran dengan. 9.

(19) sedikit perbukitan merupakan desa terluas di Kecamatan Godean. Desa sidorejo memiliki luas 5,44 km2 atau sebesar 10% dari luas keseluruhan Kecamatan Godean. Desa Sidokarto memiliki luas area paling kecil yaitu sebesar 3,64 km 2 atau hanya 13,5 % dari keseluruhan luas wilayah Kecamatan Godean.. Batas-batas wilayah UPT Puskesmas Godean II adalah sebagai berikut : Utara. : Kecamatan Seyegan dan wilayah kerja UPT Puskesmas Godean I. Timur. : Kecamatan Gamping. Selatan. : Kecamatan Gamping dan Kecamatan Moyudan. Barat. : Kecamatan Moyudan, Kecamatan Minggir, dan wilayah kerja UPT Puskesmas Godean I. Secara administratif, wilayah UPT Puskesmas Godean II terdiri dari 3 desa, 35 pedukuhan, 82 RW, dan 214 RT dengan jumlah kepala keluarga sebagai berikut:. Tabel 2. Data Jumlah Kepala Keluarga Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II. No. 1. 2. 3.. Desa Sidorejo Sidokarto Sidoarum. Jumlah Kepala Keluarga 2.373 4.007 5.552. 10.

(20) b. Data Penduduk Jumlah penduduk di wilayah kerja UPT Puskesmas Godean II pada semester 2 tahun 2020 tercatat 35.414 jiwa, dengan rincian sebagai berikut :. Tabel 3. Data Jumlah Penduduk Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II. No.. Desa. 1. Sidorejo 2. Sidokarto 3. Sidoarum Jumlah. Luas (km2) 5.44 3.64 3.73 12.81. Jumlah Penduduk Pria Wanita Total 3.402 3.457 6.859 5.887 5,905 11.792 8.334 8.429 16.763 17.623 17.791 35.414. Dari data tersebut dapat terlihat jumlah penduduk yang masuk wilayah kerja UPT Puskesmas Godean II pada tahun 2020 sebanyak 35.414 jiwa yang terdiri dari 17.623 pria dan 17.791 wanita.. 2. Visi dan Misi a. Visi Terwujudnya. pelayanan. Kesehatan. yang. bermutu. menuju. masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Godean II b. Misi 1) Menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten dan berkesinambungan. 11.

(21) 2) Memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri dalam upaya Kesehatan 3) Mengembangkan sumber daya layanan yang memadai 4) Membangun kerja sama lintas program dan sektor yang harmonis. 3. Tujuan a. Meningkatkan derajat Kesehatan, akses, dan cakupan pelayanan Kesehatan masyarakat b. Meningkatkan kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam bidang Kesehatan c. Meningkatkan sarana dan pra sarana sesuai standar d. Meningkatkan pengembangan sistem informasi dalam bidang kesehatan.. 4. Tata Nilai a. Profesional Bahwa dalam melaksanakan tugas/ kewajiban harus dilandasi dengan standar pelayanan profesi yang berlaku, kompetensi, menegakkan. integritas,. nilai. etika,. dan. responsif. dalam. melaksanakan profesi.. 12.

(22) b. Transparansi Bahwa pengambilan keputusan harus dapat diketahui oleh berbagai pihak yang berkepentingan. c. Disiplin dan Tanggung Jawab Bahwa dalam melaksanakan tugas/ kewajiban harus dilandasi oleh sikap disiplin yang tinggi terhadap norma dan standar profesi serta aturan-aturan yang berlaku tanpa merasa diawasi, namun tumbuh dari rasa tanggung jawab pribadi. d. Kerja Sama Bahwa kegiatan-kegiatan suatu organisasi harus dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai pihak guna mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh organisasi tersebut secara bersama-sama.. 5. Motto Motto UPT Puskesmas Godean II adalah : Melayani dengan “EMPATI” E =. Efisiensi (Mengerjakan tugas dengan tepat, cermat, dan tidak membuang-buang waktu dan biaya).. M =. Mampu. (Dapat. melakukan. sesuatu. sesuai. dengan. kompetensinya) P =. Profesional (Mengerjalan yang dilandaskan dengan standar profesi yang berlaku). A =. Akurat (Melaksanakan pekerjaan dengan seksama, cermat, dan tepat) 13.

(23) T =. Tulus (Mengerjakan dengan bersungguh-sungguh dan dengan hati yang bersih). I =. Ikhlas (Mengerjakan dengan kerelaan tanpa pamrih). 6. Budaya Mutu a. Menjaga toleransi dan saling menghormati b. Menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan c. Membangun etos kerja untuk meningkatkan kinerja Puskesmas Godean II d. Memberikan pelayanan dengan ramah, empati, hormat, dan santun e. Memberikan pelayanan secara cepat, tepat, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif.. B. Tugas Unit Kerja Puskesmas memiliki tugas melaksanakan kegiatan teknis Dinas Kesehatan bidang pelayanan Kesehatan masyarakat dan perseorangan. Puskesmas dalam melaksanakan tugas mempunyai fungsi : a. Penyusunan rencana kerja Puskesmas b. Perumusan kebijakan teknis pelayanan Kesehatan masyarakat dan perseorangan c. Pelayanan upaya Kesehatan masyarakat d. Pelayanan upaya Kesehatan perseorangan tingkat pertama 14.

(24) e. Pelaksanaan ketatausahaan f. Evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan kerja Puskesmas g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.. Dalam melaksanakan tugas kebijakan Kesehatan untuk mencapai pembangunan Kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas memiliki fungsi : a. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama b. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama. Dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya tersebut, Puskesmas berwenang untuk: 1). Menyusun perencanaan kegiatan berdasarkan hasil analisis masalah kesehatan masyarakat dan kebutuhan pelayanan yang diperlukan;. 2). Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;. 3). Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;. 4). Menggerakkan. masyarakat. menyelesaikan. masalah. untuk. kesehatan. mengidentifikasi pada. setiap. dan tingkat. perkembangan masyarakat yang bekerja sama dengan pimpinan wilayah dan sektor lain terkait; 5). Melaksanakan. pembinaan. teknis. terhadap. institusi,. jaringan 15.

(25) pelayanan Puskesmas dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat; 6). Melaksanakan perencanaan kebutuhan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;. 7). Memantau. pelaksanaan. pembangunan. agar. berwawasan. kesehatan; 8). Memberikan Pelayanan Kesehatan yang berorientasi pada keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual;. 9). Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan Kesehatan;. 10) Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat kepada dinas kesehatan daerah kabupaten/kota, melaksanakan sistem kewaspadaan dini, dan respon penanggulangan penyakit; 11) Melaksanakan kegiatan pendekatan keluarga; dan 12) Melakukan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit di wilayah kerjanya,. Sementara dalam melaksanakan fungsi penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya, Puskesmas berwenang untuk: 1). Menyelenggarakan. pelayanan. kesehatan. dasar. secara. komprehensif, berkesinambungan, bermutu, dan holistik yang. 16.

(26) mengintegrasikan faktor biologis, psikologi, sosial, dan budaya dengan membina hubungan dokter - pasien yang erat dan setara; 2). Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;. 3). Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang berpusat pada individu, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada kelompok dan masyarakat;. 4). Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan kesehatan, keamanan, keselamatan pasien, petugas, pengunjung, dan lingkungan kerja;. 5). Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;. 6). Melaksanakan penyelenggaraan rekam medis;. 7). Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses Pelayanan Kesehatan;. 8). Melaksanakan. perencanaan. kebutuhan. dan. peningkatan. kompetensi sumber daya manusia Puskesmas; 9). Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan Sistem Rujukan; dan. 10). Melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di wilayah kerjanya, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. 17.

(27) C. Tugas Peserta Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. Per/07/M.PAN/4/2008, Apoteker adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian pada unit pelayanan kesehatan yang diduduki olehPegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan. secara penuh oleh pejabat yang berwenang Tugas pokok Apoteker adalah melaksanakan pekerjaankefarmasian yang meliputi: 1. Penyiapan rencana kerja kefarmasian, 2. Pengelolaan perbekalan farmasi Pengelolaan perbekalan Farmasi meliputi: a. perencanaan kebutuhan b. permintaan c. penerimaan d. penyimpanan e. pendistribusian f. pengendalian g. pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan h. pemantauan dan evaluasi pengelolaan. 18.

(28) 3. Pelayanan farmasi klinik Pelayanan farmasi klinik, meliputi : a. Pengkajian resep, penyerahan Obat, dan pemberian informasi Obat; b. Pelayanan Informasi Obat (PIO); c. Konseling; d. Ronde/visite pasien (khusus Puskesmas rawat inap); e. Pemantauan dan pelaporan efek samping Obat; f. Pemantauan terapi Obat; dan g. Evaluasi penggunaan Obat. 4. Pelayanan farmasi khusus.. 19.

(29) BAB III RANCANGAN AKTUALISASI. A. Deskripsi Isu Terpilih Berdasarkan hasil analisis terdapat beberapa isu atau permasalahan terkait pelayanan kefarmasian di UPT Puskesmas Godean II. Adapun isu tersebut antara lain: 1. Belum dilakukannya pelayanan informasi obat kepada pasiensesuai aturan yang berlaku Deskripsi isu : Pelayanan Informasi Obat merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab Apoteker di Puskesmas. Pelayanan Informasi Obat yang dilakukan di UPT Puskesmas Godean II belum efektif dikarenakan keterbatasan waktu pelayanan dan pasifnya pasien pada saat penyerahan obat. Kurang optimalnya Pelayanan Informasi Obat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah Pelayanan Informasi Obat yang dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan dan kurang tertibnya pencatatan Pelayanan Informasi Obat. 2. Belum adanya penandaan pada penyimpanan obat high alert (obat yang perlu diwaspadai) Deskripsi isu : Penyimpanan obat high alert dan obat Look Alike Sound Like (LASA) merupakan hal kritis yang perlu dilakukan mengingat dampak 20.

(30) serius yang dapat terjadi bila terdapat kesalahan pemberian obat yang dikarenakan kurang baiknya proses penyimpanan obat sehingga obat lebih mudah tertukar. Terkait penyimpanan obat LASA telah dilakukan dengan baik di UPT Puskesmas Godean II. Akan tetapi, penyimpanan dan penandaan obat-obatan high alert belum dilakukan. 3. Masih banyaknya jenis dan jumlah obat yang kedaluarsa Deskripsi isu : Banyaknya obat kedaluarsa yang ada di UPT Puskesmas Godean II setiap bulannya perlu menjadi perhatian. Setiap bulan sekitar 3-6 jenis obat kedaluarsa di UPT Puskesmas Godean II. Hal ini dikarenakan banyaknya penerimaan obat yang sudah mendekati waktu kedaluarsa. Kondisi pandemi juga mempengaruhi penggunaan obat-obatan di Puskesmas. Beberapa jenis obat yang banyak digunakan sebelum pandemi, menjadi lebih jarang digunakan. Hal ini jika tidak ditangani akan membuat semakin banyaknya obat kedaluarsa di Puskesmas. 4. Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai Deskripsi isu: Tuberkulosis merupakan penyakit yang berasal dari bakteri dan membutuhkan pengobatan jangka panjang menggunakan antibiotik. Tingkat keberhasilan pengobatan didasarkan pada ketaatan pasien untuk mengkonsumsi obat. Kelalaian pasien Tuberkulosis dalam 21.

(31) mengkonsumsi. obat. akan. dapat. mengakibatkan. terjadinya. Tuberkulosis resisten obat. Hal ini sangat berbahaya karena Tuberkulosis resisten obat akan lebih sulit disembuhkan. Perlu dilakukan pemantauan terapi obat dan konseling untuk dapat membantu keberhasilan terapi pada pasien Tuberkulosis. 5. Belum adanya pemantauan pemberian obat pada pasien kronis (Diabetes mellitus/ hipertensi / skizofrenia) Deskripsi isu: Penyakit kronis merupakan penyakit yang memerlukan terapi obat jangka Panjang. Sekitar 50% dari kasus yang ada di Puskesmas merupakan. penyakit. kronis.. Pasien. kronis. DM/HT/Skizofrenia. umumnya diberikan obat untuk jangka waktu 10-15 hari. Sering kali pasien tidak Kembali berobat dan mengambil obat setelah merasa lebih sehat. Padahal untuk penyakit kronis ini perlu dilakukan terapi obat secara berkesinambungan untuk dapat menjaga kestabilan kondisi Kesehatan pasien. Saat ini belum ada kartu pemantauan pemberian obat untuk dapat melakukan pengecekan apakah pasien yang berobat akan rutin kontrol dan mengambil obatnya.. 22.

(32) Isu tersebut kemudian dilakukan Analisa menggunakan metode USG dengan hasil sebagai berikut : Tabel 1. Analisis USG. NO 1. 2. 3. 4. 5. ISU Belum dilakukannya pelayanan informasi obat kepada pasiensesuai aturan yang berlaku Belum adanya penandaan pada penyimpanan obat high alert (obat yang perlu diwaspadai) Masih banyaknya jenis dan jumlah obat yang kedaluarsa Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai Belum adanya pemantauan pemberian obat pada pasien kronis (DM/HT/Skizofrenia). Urgency Seriousness Growth Jumlah 4. 4. 2. 10. Urutan Prioritas III. 4. 4. 3. 11. II. 2. 4. 2. 8. V. 4. 5. 4. 13. I. 2. 4. 3. 9. IV. Berdasarkan Analisa dengan menggunakan metode USG tersebut terpilihlah isu : “Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai”.. 23.

(33) Apabila isu tersebut tidak segera dipecahkan maka dapat menyebabkan : 1. Kurang. pahamnya. pasien. Tuberkulosis. terhadap. penyakit. dan. pengobatannya 2. Meningkatnya kesalahan penggunaan obat oleh pasien 3. Kelalaian pasien dalam mengkonsumsi obat Tuberkulosis yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit Tuberkulosis Resisten Obat 4. Tujuan terapi yang tidak tercapai mengakibatkan semakin panjangnya proses pengobatan penyakit Tuberkulosis 5. Hubungan antara pasien dan apoteker kurang terjalin dengan baik Dari isu yang ada yaitu, “Belum semua pasien Tuberkulosis patuh dalam meminum obat sesuai aturan pakai”, maka dibuat gagasan pemecahan isu “Konseling dan Pemantauan Terapi Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis dengan Menggunakan Media Konseling Leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman”. Gagasan pemecahan isu tersebut akan dilakukan melalui kegiatan aktualisasi. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan aktualisasi tersebut antara lain : 1. Melakukan konsultasi rancangan aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II selaku mentor 2. Melakukan koordinasi dengan penanggung jawab program Tuberkulosis 3. Membuat brosur terkait penyakit Tuberkulosis 4. Mempersiapkan formulir Konseling dan Pemantauan Terapi Obat 5. Melakukan konseling dan Pemantauan Terapi Obat 6. Membuat laporan hasil aktualisasi 24.

(34) B. Matrik Rancangan Aktualisasi Tabel 4. Matrik Rancangan Aktualisasi. No 1 1. KEGIATAN 2 Melakukan konsultasi pelaksanaan Aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 3 4 Memaparkan 1. Lembar rencana aktualisasi bimbingan yang akan mentor dilaksanakan kepada 2. Foto kegiatan mentor dan 3. Surat penanggung jawab persetujuan program TB mentor Melakukan konsultasi dengan mentor dan meminta saran terkait pelaksanaan aktualisasi Meminta persetujuan mentor terkait pelaksanaan kegiatan aktualisasi Mendokumentasikan kegiatan TAHAPAN KEGIATAN. 1.. 2.. 3.. 4.. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 1. Akuntabilitas tanggung jawab : melaporkan rencana pelaksanaan aktualisasi kepada atasan 2. Nasionalisme Musyawarah : untuk mengambil keputusan dalam organisasi dilakukan musyawarah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar atas persetujuan dari atasan.. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Puskesmas Godean II. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7 Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas dan Profesional. Perwujudan Misi Puskesmas. 25.

(35) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 3. Etika Publik sopan : sopan saat melakukan penyampaian rancangan aktualisasi kepada atasan 4. Komitmen Mutu Efektif : melaksanakan koordinasi dan kerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan 4. Antikorupsi Kejujuran : dalam menyampaikan rancangan aktualisasi dilakukan secara jujur. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Godean II yang ke- 4 , yaitu Membangun kerja sama lintas program dan sector yang harmonis. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. 26.

(36) No. KEGIATAN. 1 2. 2 Menentukan formulir konseling dan pemantauan terapi obat yang akan digunakan sebagai acuan. TAHAPAN KEGIATAN 3 1. Mencari literatur Formulir konseling dan Pemantauan Terapi Obat 2. Menentukan Formulir konseling dan Pemantauan Terapi Obat 3. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait Formulir konseling dan Pemantauan Terapi Obat 4. Mencetak Formulir konseling dan Pemantauan Terapi Obat. a. b.. c.. d.. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4 Form konseling Form pemantauan terapi obat Lembar bimbingan mentor Foto kegiatan. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 1. Akuntabilitas Kejelasan target : Ada target waktu yang ditentukan sehingga tujuan bisa dicapai 2. Nasionalisme Kerja keras : dalam mencari literatur tidak pantang menyerah 3. Etika Publik sopan : menyampaikan desain formulir konseling dan pemantauan terapi obat secara sopan kepada atasan 4. Komitmen Mutu Inovasi : membuat formulir konseling. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Puskesmas Godean II Perwujudan Misi Puskesmas Godean II yang ke- 3 , yaitu Mengembangka n sumber daya. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7 Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas, Profesional, dan Inovatif. 27.

(37) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. 3. Membuat alat bantu konseling berupa leaflet/brosur sebagai media konseling. 1. Mencari referensi penyusunan brosur penyakit TB 2. Menyusun isi dan desain brosur penyakit TB 3. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait isi. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 dan pemantauan terapi obat merupakan sebuah inovasi 5. Antikorupsi Sederhana : pemilihan design formulir konseling dan pemantauan terapi obat sederhana tidak memakan anggaran banyak dan bisa mudah dipakai oleh pasien 1. Leaflet penyakit 1. Akuntabilitas Tuberkulosis Kejelasan target : 2. Lembar Ada target waktu bimbingan yang ditentukan mentor sehingga tujuan 3. Foto kegiatan bisa dicapai. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 layanan yang memadai. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI. Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju. Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas, Profesional, dan Inovatif. 7. 28.

(38) No. KEGIATAN. 1. 2. TAHAPAN KEGIATAN 3 dan desain brosur penyakit TB 4. Mencetak brosur penyakit TB. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 5 6 2. Nasionalisme masyarakat Kerja keras : Sleman yang mandiri, dalam mencari berdaya saing, referensi tidak dan berkeadilan pantang menyerah di wilayah karena dibutuhkan Puskesmas ide dan kreatifitas Godean II dalam menentukan Perwujudan Misi Puskesmas desain brosur Godean II yang 3. Etika Publik ke- 3 , yaitu sopan : membuat Mengembangka brosur dengan Bahasa yang sopan n sumber daya layanan yang 4. Komitmen memadai Mutu Inovasi : membuat brosur merupakan sebuah inovasi 5. Antikorupsi Sederhana : pemilihan design brosur sederhana. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. 29.

(39) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. 4. Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat. 1. Meminta kesediaan waktu pasien untuk melakukan konseling 2. Memperkenalkan diri kepada pasien 3. Melakukan pemantauan terapi obat pasien 4. Melakukan konseling kepada pasien 5. Memberikan informasi dan edukasi menggunakan media konseling. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. 1. Formulir konseling 2. Formulir Pemantauan Terapi Obat 3. Foto kegiatan. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 tidak memakan anggaran banyak 1. Akuntabilitas Tanggung jawab : melakukan konseling dan pemantauan terapi obat dengan penuh tanggung jawab 2. Nasionalisme Kemanusiaan: Memberikan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai wujud rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap pasien, 3. Etika Publik sopan : menggunakan bahasa yang sopan saat. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI. Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Puskesmas Godean II. Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas, Profesional, dan Peduli. 7. Perwujudan Misi Puskesmas Godean II yang ke- 2 , yaitu. 30.

(40) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 menyampaikan konseling kepada pasien 4. Komitmen Mutu Efektivitas Melaksanakan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan pasien 5. Antikorupsi Kejujuran: pencatatan formulir konseling dan pemantauan terapi. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Memberdayaka n masyarakat untuk lebih mandiri dalam upaya Kesehatan. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. 31.

(41) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. 5.. Melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. 1. Membuat format kuesioner pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner pelayanan konseling 2. Melakukan konsultasi terkait format kuesioner pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. 1. Form kuesioner pemahaman pasien/keluarg a pasien terkait pengobatan TB 2. Form kuesioner pelayanan konseling pada pasien/keluarg a pasien 3. Lembar bimbingan mentor 4. Foto kegiatan. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 obat dengan penuh kejujuran 1. Akuntabilitas Tanggung jawab : melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat dengan penuh tanggung jawab 2. Nasionalisme Musyawarah: Dalam pembuatan kuesioner melakukan musyawarah dan bimbingan dengan mentor 3. Etika Publik sopan : menggunakan bahasa yang sopan saat. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6. Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Puskesmas Godean II. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas dan Profesional. Perwujudan Misi Puskesmas Godean II yang ke- 1 , yaitu. 32.

(42) No. KEGIATAN. 1. 2. TAHAPAN KEGIATAN 3 pelayanan konseling 3. Melakukan pencetakan form pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner pelayanan konseling 4. Meminta kesediaan pasien/keluarga pasien untuk melakukan pengisian kuesioner 5. Melakukan rekapitulasi dan evaluasi terhadap kuesioner yang telah diisi oleh. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 menyampaikan kuesioner kepada pasien 4. Komitmen Mutu Efektivitas Melaksanakan evaluasi dengan menggunakan kuesinoner untuk mengetahui kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien 6. Antikorupsi Kejujuran: pencatatanrekap lembar kuesioner dengan penuh kejujuran. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Menerapkan system manajemen mutu secara konsisten dan berkesinambun gan. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. 33.

(43) No. KEGIATAN. 1. 2. 6. Membuat laporan hasil aktualisasi. TAHAPAN KEGIATAN 3 pasien/keluarga pasien 1. Mengumpulkan data dan bukti pendukung laporan 2. Melakukan konsultasi dengan mentor 3. Melakukan penyusunan laporan secara sistematis. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5. 1. Data hasil 1. Akuntabilitas aktualisasi dan Tanggung jawab : bukti membuat laporan pendukung aktualisasi dengan laporan penuh tanggung 2. Lembar jawab bimbingan 2. Nasionalisme mentor Musyawarah : 3. Laporan untuk mengambil aktualisasi keputusan dalam organisasi dilakukan musyawarah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar atas persetujuan dari atasan. 3. Etika Publik sopan : menggunakan. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6. Memberikan kontribusi terhadap Visi Puskesmas, yaitu: Terwujudnya pelayanan Kesehatan yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan di wilayah Puskesmas Godean II. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. Kegiatan ini meningkatkan nilai-nilai organisasi : Integritas dan Profesional. Perwujudan Misi Puskesmas Godean II yang ke- 1 , yaitu. 34.

(44) No. KEGIATAN. TAHAPAN KEGIATAN. 1. 2. 3. OUTPUT KEGIATAN/ TAHAPAN KEGIATAN 4. NILAI-NILAI DASAR ASN. 5 bahasa yang sopan saat melakukan konsultasi dengan mentor 4. Komitmen Mutu Efektif : melaksanakan koordinasi dan kerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan 5. Antikorupsi Kejujuran: membuat laporan aktualisasi dengan penuh kejujuran. KONTRIBUSI TERHADAP TUPOKSI ORGANISASI 6 Menerapkan system manajemen mutu secara konsisten dan berkesinambun gan. PENGUATAN NILAI NILAI ORGANISASI 7. 35.

(45) C. Jadwal Pelaksanaan Tabel 5. Jadwal Pelaksanaan. No.. Kegiatan. 1.. Melakukan konsultasi Pelaksanaan Aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II selaku mentor. 2.. Menentukan formulir konseling dan pemantauan terapi obat yang akan digunakan sebagai acuan. 3.. Membuat alat bantu konseling berupa leaflet/brosur sebagai media konseling. 4.. Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat. Juli 2021 Minggu keV. Agustus 2021. September 2021 Minggu ke-. Minggu keI. II. III. IV. V. I. Bukti Kegiatan. II 1. Foto kegiatan 2. Laporan bimbingan mentor 3. Surat persetujuan mentor 1. Foto kegiatan 2. Laporan bimbingan mentor 3. Form konseling 4. Form Pemantauan terapi obat 1. Foto kegiatan 2. Laporan bimbingan mentor 3. Leaflet 1. Foto kegiatan 2. Form konseling 3. Form Pemantauan terapi obat 4. Foto resep pasien. 36.

(46) 5.. Melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. 1. Foto kegiatan 2. Laporan bimbingan mentor 3. Kuesioner pemahaman pasien/keluarga pasien 4. Kuesioner pelayanan konseling. 6.. Membuat laporan hasil aktualisasi. 1. Foto kegiatan 2. Laporan bimbingan mentor 3. Laporan pelaksanaan aktualisasi. 37.

(47) BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI. A. Deskripsi Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan aktualisasi konseling dan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis (TB) telah dilaksanakan di bagian pelayanan kefarmasian Puskesmas Godean II mulai tanggal 29 Juli 2021 hingga tanggal 10 September 2021. Kegiatan aktualisasi tersebut telah dilaksanakan dengan baik dengan mengacu nilai-nilai dasar ASN, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA). Dalam proses pelaksanaan kegiatan aktualisasi tersebut terjadi beberapa kendala seperti terjadinya lonjakan kasus covid-19 yang menambah pekerjaan peserta sebagai apoteker di Puskesmas serta semakin meningkatnya target cakupan vaksinasi covid-19 yang lebih banyak menghabiskan waktu dan menguras energi setiap harinya sehingga beberapa kegiatan perlu dilaksanakan di luar waktu kerja agar tetap dapat terlaksana dengan baik. Pada akhirnya pelaksanaan kegiatan aktualisasi dapat berjalan dengan baik dan lancer berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.. 38.

(48) B. Capaian Pelaksanaan Akualisasi Dalam pelaksanaan aktualisasi ada beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan. Tahapan kegiatan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut: 1. Melakukan. konsultasi. Pelaksanaan. Aktualisasi. dengan. Kepala. Puskesmas Godean II selaku mentor Tabel 6. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 1 Uraian Kegiatan Nama kegiatan. Keterangan. Tanggal pelaksanaan. Konsultasi pelaksanaan aktualisasi Puskesmas Godean II selaku mentor 29 Juli 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. Kepala Puskesmas Godean II b. Peserta Latsar a. Memaparkan rencana pelaksanaan aktualisasi kepada mentor b. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait pelaksanaan kegiatan aktualisasi c. Mencatat masukan dan saran terkait pelaksanaan kegiatan aktualisasi d. Mendokumentasikan kegiatan Pada kegiatan ini peserta melakukan konsultasi dengan mentor terkait pelaksanaan aktualisasi. Berdasarkan hasil konsultasi dengan mentor, peserta diminta untuk berkoordinasi dengan penanggung jawab program TB dalam pelaksanaan kegiatannya. Mendapatkan saran dan masukan dari mentor terkait pelaksanaan kegiatan a. Akuntabilitas Bertanggung jawab dalam melaporkan dan merencanakan tahapan program selanjutnya sesuai dengan masukan dan arahan dari mentor. b. Nasionalisme Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah. Peserta mendengarkan saran dan masukan dari mentor sehingga tahapan kegiatan dapat berjalan dengan baik.. Tahapan kegiatan. Uraian capaian kegiatan. Output realisasi kegiatan Capaian nilai-nilai dasar ASN. dengan. Kepala. 39.

(49) Kontribusi terhadap tupoksi Penguatan nilai-nilai organisasi Hambatan Solusi Bukti Kegiatan. c. Etika Publik Berlaku sopan dan santun saat melakukan penyampaian rancangan aktualisasi kepada atasan. d. Komitmen Mutu Berlaku efektif dan inovatif dalam melaksanakan koordinasi dan kerja sama agar kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan tujuan yang diharapkan. e. Anti Korupsi Berani untuk mengutarakan rancangan kegiatan aktualisasi kepada mentor dan jujur dalam mencatat saran dan masukan dari mentor. Kegiatan konsultasi rancangan ini sebagai perwujudan misi Puskesmas Godean II yang ke-4, yaitu membangun kerja sama lintas program dan sektor yang harmonis. Pelaksanaan kegiatan konsultasi dengan mentor meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu integritas dan profesionalitas sebagai apoteker Penyesuaian waktu dengan kepala puskesmas sebagai mentor untuk melaksanakan konsultasi Membuat janji terlebih dahulu sebelum melakukan konsultasi dengan mentor Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 1, yaitu: a. Lembar bimbingan mentor b. Foto Kegiatan c. Surat pernyataan persetujuan mentor. 2. Menentukan formulir konseling dan pemantauan terapi obat yang akan digunakan sebagai acuan Tabel 7. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 2 Uraian Kegiatan Nama kegiatan. Keterangan. Tanggal pelaksanaan. Pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat 30 Juli 2021 – 6 Agustus 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. Kepala Puskesmas Godean II b. Peserta Latsar a. Mencari literatur form konseling dan form pemantauan terapi obat. Tahapan kegiatan. 40.

(50) Uraian capaian kegiatan. Output realisasi kegiatan Capaian nilai-nilai dasar ASN. b. Membuat form konseling dan form pemantauan terapi obat c. Melakukan konsultasi dengan mentor terkait format form konseling dan form pemantauan terapi obat yang telah dibuat d. Mencatat masukan dan saran dari mentor e. Melakukan perbaikan form konseling sesuai masukan dan saran dari mentor f. Melakukan konsultasi terkait perbaikan format form konseling yang telah dibuat g. Melakukan pencetakan form konsultasi dan form pemantauan terapi obat Kegiatan diawali dengan mencari peraturan terkait konseling dan pemantauan terapi obat. Format form konseling dan form menyesuaikan isi dari Peraturan Menteri Kesehatan No 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Pencarian literatur dan pembuatan format form dilakukan pada tanggal 30 Juli 2021 sampai dengan 3 Agustus 2021. Format form yang telah dibuat peserta dilakukan konsultasi dengan mentor. Konsultasi dan bimbingan dengan mentor dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2021. Format form pemantauan terapi obat telah disetujui oleh mentor dan ada beberapa bagian dari form konseling yang perlu disesuaikan. Selanjutnya peserta melakukan penyesuaian form konseling sesuai arahan dari mentor pada tanggal 5 Agustus 2021. Form yang sudah sesuai kemudian dicetak pada tanggal 6 Agustus 2021. Form yang telah dicetak kemudian digunakan pada saat melakukan konseling dan pemantauan terapi obat. a. Terbentuknya form konseling b. Terbentuknya form pemantauan terapi obat a. Akuntabilitas Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga tujuan dapat tercapai. b. Nasionalisme Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. c. Etika Publik Berlaku sopan dan santun saat melakukan penyampaian format form konseling dan form pemantauan terapi obat kepada atasan serta mau. 41.

(51) Kontribusi terhadap tupoksi unit kerja Penguatan nilai-nilai organisasi. Hambatan. Solusi Bukti Kegiatan. menerima saran dan masukan dari mentor untuk dapat menghasilkan form yang baik dan efisien. d. Komitmen Mutu Bersikap inovatif saat melakukan pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dengan tidak mengurangi nilai yang terkandung di dalamnya sesuai dengan aturan yang berlaku. e. Anti Korupsi Pemilihan desain dan isi form konseling dan form terapi obat yang sederhana dengan menggunakan bahan yang ada sehingga tidak memakan banyak anggaran dengan tetap menjaga kualitas dan isi dari form tersebut. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari misi Puskesmas Godean II yang ke-3, yaitu mengembangkan sumber daya layanan yang memadai Pelaksanaan kegiatan pembuatan form konseling dan form pemantauan terapi obat ini meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu inovatif, integritas dan profesionalitas sebagai apoteker Adanya kendala sulitnya membagi waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi dikarenakan meningkatnya tugas dari peserta sebagai Apoteker di Puskesmas pada saat adanya pandemi Covid-19, yaitu peningkatan jumlah kasus dan resep pasienCovid-19 yang harus disiapkan setiap harinya serta adanya tambahan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang lebih menyita waktu pada saat jam kerja. Pencarian literatur dan pembuatan form konseling dan pemantauan terapi obat dilakukan di luar waktu kerja. Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 2, yaitu : a. Form konseling b. Form pemantauan terapi obat c. Lembar bimbingan mentor d. Foto kegiatan. 42.

(52) 3. Membuat alat bantu konseling berupa leaflet/brosur sebagai media konseling Tabel 8. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 3 Uraian Kegiatan. Keterangan. Nama kegiatan. Pembuatan leaflet penyakit Tuberkulosis. Tanggal pelaksanaan. 7 – 14 Agustus 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. b. a. b. c. d. e.. Tahapan kegiatan. Uraian capaian kegiatan. Outuput realisasi kegiatan. Kepala Puskesmas Godean II Peserta Latsar Mencari literatur materi leaflet Membuat format leaflet Melakukan konsultasi dengan mentor terkait format leaflet Mencatat masukan dan saran dari mentor Melakukan perbaikan format leaflet sesuai saran dan arahan dari mentor f. Melakukan konsultasi terkait perbaikan format leaflet g. Melakukan pencetakan leaflet Kegiatan diawali pada tanggal 7 Agustus 2021 dengan melakukan pencarian materi terkait isi dari leaflet yang akan dibuat. Materi diperoleh dari literatur baik itu buku panduan pengobatan Tuberkulosis, buku panduan pengobatan Tuberkulosis, maupun materi lain yang diperoleh dari website Kementerian Kesehatan. Tanggal 9 sampai dengan 10 Agustus 2021 dilakukan pembuatan format isi dan desain leaflet penyakit Tuberkulosis. Pada tanggal 11 Agustus 2021 dilakukan konsultasi dengan mentor terkait desain maupun isi materi dari format leaflet. Pada tanggal 12 Agustus 2021 dilakukan perbaikan format leaflet sesuai dengan saran dan arahan mentor. Kemudian dilakukan konsultasi dengan mentor Kembali terkait perubahan dari format leaflet yang telah dilakukan perbaikan dan mentor telah menyetujui format tersebut. Selanjutnya tanggal 14 Agustus 2021 dilakukan pencetakan leaflet yang telah disetujui isi dan desainnya tersebut. Terbentuknya leaflet penyakit Tuberkulosis. 43.

(53) Capaian nilai-nilai dasar ASN. Kontribusi terhadap tupoksi unit kerja Penguatan nilai-nilai organisasi Hambatan. Solusi Bukti Kegiatan. a. Akuntabilitas Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan sehingga tujuan dapat tercapai. b. Nasionalisme Bersikap tidak pantang menyerah dalam mencari literatur dan mengerjakan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. c. Etika Publik Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti pada isi dan materi dari leaflet yang dibuat. Berlaku sopan dan santun saat melakukan penyampaian format leaflet kepada atasan serta mau menerima saran dan masukan dari mentor untuk dapat menghasilkan leaflet yang baik dan bermutu. d. Komitmen Mutu Bersikap inovatif saat melakukan pembuatan leaflet dengan menggunakan bahasa yang sopan dan gambar yang menarik agar menghasilkan leaflet yang berkualitas. e. Anti Korupsi Pemilihan desain dan bahan leaflet yang sederhana dengan menggunakan bahan berkualitas dengan harga yang tidak mahal sehingga tidak memakan banyak anggaran dengan tetap menjaga kualitas dan isi dari leaflet tersebut. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari misi Puskesmas Godean II yang ke-3, yaitu mengembangkan sumber daya layanan yang memadai Pelaksanaan kegiatan pembuatan alat bantu konseling berupa leaflet ini meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu inovatif, integritas dan profesionalitas sebagai apoteker Adanya kendala sulitnya membagi waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi dikarenakan meningkatnya tugas dari peserta sebagai Apoteker di Puskesmas pada saat adanya pandemi Covid-19, yaitu peningkatan jumlah kasus dan resep pasienCovid-19 yang harus disiapkan setiap harinya serta adanya tambahan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang lebih menyita waktu pada saat jam kerja. Pencarian literatur dan pembuatan leaflet penyakit Tuberkulosis dilakukan di luar waktu kerja. Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 3, yaitu : 1. Leaflet penyakit Tuberkulosis 2. Lembar bimbingan mentor 3. Foto kegiatan. 44.

(54) 4. Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat Tabel 9. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 4 Uraian Kegiatan. Keterangan. Nama kegiatan. Konseling dan pemantauan terapi obat. Tanggal pelaksanaan. 15 Agustus 2021 – 11 September 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. Tim TB Puskesmas Godean II (dokter, perawat, analis laboratorium, sanitarian, apoteker, dan psikolog) b. Pasien / keluarga pasien c. Peserta Latsar a. Melakukan koordinasi dengan tim TB Puskesmas Godean II b. Membuat notulensi dan pendokumentasian kegiatan koordinasi c. Melakukan kegiatan konseling kepada pasien atau keluarga pasien dengan tahapan : 1) Meminta kesediaan waktu pasien atau keluarga pasien untuk melakukan konseling 2) Memperkenalkan diri kepada pasien atau keluarga pasien 3) Memberikan informasi dan edukasi kepada pasien/keluarga pasien terkait penyakit TB, pengobatan, cara penggunaan dan penyimpanan obat, maupun perubahan gaya hidup yang sebaiknya dilakukan 4) Melakukan konseling dan pemantauan terapi obat pasien 5) Melakukan pencatatan terkait kendala penggunaan obat dan permasalahan yang muncul selama penggunaan obat 6) Memberikan saran dan masukan terkait kendala dalam penggunaan obat 7) Melakukan pendokumentasian kegiatan Pada tanggal 15 Agustus 2021 dilakukan koordinasi dengan tim DOTS (Directly Observed Treatments Shortcourse) TB. Dari kegiatan ini diketahui bahwa pasien TB yang telah melakukan pengobatan adalah 11 orang. Dari 11 orang tersebut 9 orang telah diyatakan sembuh, 1 orang alih perawatan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping, dan 1 orang masih melanjutkan pengobatan.. Tahapan kegiatan. Uraian capaian kegiatan. 45.

(55) Output realisasi kegiatan Capaian nilai-nilai dasar ASN. Kontribusi terhadap tupoksi unit kerja Penguatan nilai-nilai organisasi. Hambatan. Pada pertemuan ini dilakukan koordinasi untuk dapat menjaring lebih banyak pasien dengan gejala Tuberkulosis agar dapat segera mendapatkan pengobatan. Selanjutnya tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 11 September 2021 dilaksanakan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat TB pada pasien. Kegiatan ini berlangsung melebihi tanggal kegiatan aktualisasi yaitu tanggal 10 Oktober 2021 dikarenakan pada tgl 11 Oktober 2021 didapakan 3 orang pasien TB baru yang memerlukan konseling dan pemantauan terapi obat. a. Terlaksananya konseling b. Terlaksananya pemantauan terapi obat a. Akuntabilitas Melaksanakan kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat dengan penuh tanggung jawab. b. Nasionalisme Memberikan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai wujud rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap Kesehatan pasien. c. Etika Publik Bersikap ramah, sopan, dan santun. Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti saat melakukan penyampaian konseling kepada pasien. d. Komitmen Mutu Melaksanakan konseling dan pemantauan terapi obat sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan pasien. e. Anti Korupsi Melakukan pencatatan form konseling dan form pemantauan terapi obat dengan penuh kejujuran. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari misi Puskesmas Godean II yang ke-2, yaitu memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri dalam upaya Kesehatan. Pelaksanaan kegiatan pembuatan alat bantu konseling berupa leaflet ini meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu integritas, profesionalitas, dan kepedulian apoteker kepada pasien a. Pada saat dimulai kegiatan aktualisasi, pasien TB yang berobat sebagian besar telah dinyatakan sembuh dan hanya tersisa 2 orang pasien yang masih melakukan pengobatan.. 46.

(56) Solusi. Bukti Kegiatan. b. Terdapat pasien yang memiliki kendala tidak dapat melakukan pengambilan obat sesuai jadwal yang ditentukan a. Dilakukan koordinasi dengan tim TB untuk dapat meningkatkan penemuan kasus TB baru dengan cara melakukan tes Mantoux pada anak yang dicurigai menderita penyakit TB. Dari hasil tes ini ditemukan 3 pasien anak baru yang perlu melakukan pengobatan TB. b. Dilakukan kegiatan home care dengan memberikan obat dan melakukan konseling serta pemantauan terapi obat di rumah pasien. Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 4, yaitu : 1. Form konseling 2. Form pemantauan terapi obat 3. Foto kegiatan. 5. Melakukan evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat Tabel 10. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 5 Uraian Kegiatan. Keterangan. Nama kegiatan. Evaluasi kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. Tanggal pelaksanaan. 1 – 11 September 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. b. c. a.. Tahapan kegiatan. Kepala Puskesmas Godean II Peserta Latsar Pasien / keluarga pasien Membuat format kuesioner pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner pelayanan konseling b. Melakukan konsultasi terkait format kuesioner pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner pelayanan konseling c. Melakukan pencetakan form pemahaman pasien/ keluarga pasien terkait pengobatan penyakit Tuberkulosis dan kuesioner pelayanan konseling d. Meminta kesediaan pasien/keluarga pasien untuk melakukan pengisian kuesioner. 47.

(57) Uraian capaian kegiatan. Output realisasi kegiatan Capaian nilai-nilai dasar ASN. Kontribusi terhadap tupoksi unit kerja. e. Melakukan rekapitulasi dan evaluasi terhadap kuesioner yang telah diisi oleh pasien/keluarga pasien Kegiatan ini diawali pada tanggal 1 September 2021 dengan melakukan pembuatan format kuesioner untuk bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Kemudian pada tanggal 2 September 2021 dilakukan konsultasi terkait format kuesioner pemahaman pasien/keluarga pasien terkait pengobatan TB dan pelayanan konseling pada pasien TB. Kuesioner telah disetujui pada saat konsultasi dengan mentor tersebut. Selanjutnya tanggal 3 September 2021 dilakukan pencetakan form kuesioner. Pada tanggal 4 – 11 September 2021 dilakukan pengisian kuesioner pada pasien/keluarga pasien. a. Terbentuknya form kuesioner b. Terlaksananya evaluasi a. Akuntabilitas Membuat form kuesioner dan melakukan evaluasi kegiatan dengan penuh tanggung jawab. b. Nasionalisme Dalam pembuatan kuesioner melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah. Peserta mendengarkan saran dan masukan dari mentor sehingga evaluasi kegiatan dapat berjalan dengan baik. c. Etika Publik Bersikap ramah, sopan, dan santun. Menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti baik saat melakukan konsultasi dengan mentor maupun saat melakukan penyampaian kuesioner kepada pasien. d. Komitmen Mutu Melaksanakan evaluasi dengan menggunakan kuesinoner untuk mengetahui kualitas pelayanan dan efektivitas pengobatan pasien demi menjaga mutu pelayanan kepada pasien. e. Anti Korupsi Melakukan rekapitulasi form kuesioner dengan penuh kejujuran. Pelaksanaan kegiatan evaluasi konseling dan pemantauan terapi obat ini merupakan perwujudan misi Puskesmas Godean II yang ke-1, yaitu menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten dan berkesinambungan.. 48.

(58) Penguatan nilai-nilai organisasi. Hambatan. Solusi. Bukti Kegiatan. Pelaksanaan kegiatan evaluasi konseling dan pemantauan terapi obat ini meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu integritas dan profesionalitas sebagai apoteker Pada saat waktu pelaksanaan evaluasi terdapat pasien yang tidak dapat mengambil obat sesuai dengan jadwal yang telah dilakukan sehingga tidak dapat dilakukan pengisian kuesioner di Puskesmas. Melakukan kegiatan home care dengan memberikan obat, melakukan konseling dan pemantauan terapi obat, serta pengisian kuesioner sebagai bahan evaluasi di rumah pasien. Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 5, yaitu : 1. Form kuesioner pemahaman pasien/keluarga pasien terkait pengobatan TB 2. Form kuesioner pelayanan konseling pada pasien/ keluarga pasien 3. Lembar bimbingan mentor 4. Foto kegiatan. 6. Membuat laporan hasil aktualisasi Tabel 11. Capaian pelaksanaan aktualisasi kegiatan 6 Uraian Kegiatan Nama kegiatan. Keterangan. Tanggal pelaksanaan. Melakukan pembuatan aktualisasi 6 – 11 September 2021. Tingkat capaian. 100%. Peserta yang terlibat. a. Kepala Puskesmas Godean II b. Peserta Latsar a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan aktualisasi dan bukti pendukung b. Melakukan konsultasi terkait pembuatan laporan pelaksanaan aktualisasi dengan mentor c. Melakukan penyusunan laporan Kegiatan pembuatan laporan hasil aktualisasi dilakukan pada tanggal 6 – 11 September 2021. Kemudian dilakukan konsultasi dengan mentor terkait pembuatan laporan pada tanggal 10 September 2021. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner 98% pasien/keluarga pasien telah memahami. Tahapan kegiatan. Uraian capaian kegiatan. laporan. hasil. pelaksanaan. 49.

(59) Output realisasi kegiatan Capaian nilai-nilai dasar ASN. Kontribusi terhadap tupoksi unit kerja. Penguatan nilai-nilai organisasi. Hambatan. terapi pengobatan Tuberkulosis. Terdapat 80% kendala yang dirasakan pasien terhadap terapi pengobatan Tuberkulosis dan kendala tersebut 100% dapat dibantu dengan diadakannya kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat. Dari hasil kuesioner 100% pasien/ keluarga pasien lebih termotivasi untuk menggunakan obat dengan tepat dan 100% pasien telah meminum obat secara rutin. Terselesaikannya laporan hasil pelaksanaan aktualisasi a. Akuntabilitas Membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan aktualisasi dengan penuh tanggung jawab. b. Nasionalisme Dalam pembuatan laporan pelaksanaan kegiatan aktualisasi melaksanakan konsultasi dengan mentor dengan metode musyawarah. Peserta mendengarkan saran dan masukan dari mentor sehingga dapat dihasilkan laporan yang baik. c. Etika Publik Berlaku sopan dan santun saat melakukan konsultasi laporan kepada mentor. d. Komitmen Mutu Melaksanakan koordinasi dan kerja sama yang baik dan efektif dengan mentor sehingga dapat dihasilkan laporan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. e. Anti Korupsi Melakukan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi dengan penuh kejujuran. Pelaksanaan kegiatan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi ini merupakan perwujudan misi Puskesmas Godean II yang ke-1, yaitu menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten dan berkesinambungan. Pelaksanaan kegiatan pembuatan laporan hasil pelaksanaan aktualisasi ini meningkatkan kemampuan kinerja peserta yaitu integritas dan profesionalitas sebagai apoteker Adanya kendala sulitnya membagi waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi dikarenakan meningkatnya tugas dari peserta sebagai Apoteker di Puskesmas pada saat adanya pandemi Covid-19, yaitu peningkatan jumlah kasus dan resep pasienCovid-19 yang harus disiapkan setiap harinya serta adanya tambahan kegiatan vaksinasi Covid-19 yang lebih menyita waktu pada saat jam kerja.. 50.

(60) Solusi. Pembuatan laporan dilakukan di luar jam kerja.. Bukti Kegiatan. Bukti pelaksanaan kegiatan ada pada lampiran 6, yaitu : 1. Data hasil aktualisasi dan bukti pendukung laporan 2. Lembar bimbingan mentor 3. Foto kegiatan. Tabel 12. Realisasi aktualisasi nilai-nilai dasar ASN No. Nilai Dasar ASN. Rencana. Capaian. 1.. Akuntabilitas. 7. 7. 2.. Nasionalisme. 9. 9. 3.. Etika Publik. 15. 15. 4.. Komitmen Mutu. 7. 7. 5.. Anti Korupsi. 9. 9. C. Analisis Dampak Analisis dampak dari kegiatan konseling dan pemantauan terapi obat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis dengan menggunakan media konseling leaflet di UPT Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 13. Analisis dampak No. 1.. Kegiatan Melakukan konsultasi pelaksanaan Aktualisasi dengan Kepala Puskesmas Godean II selaku mentor. Nilai Dasar Dampak Dilaksanakan Dampak Tidak Dilaksanakan a. Akuntabilitas a. Akuntabilitas Bertanggung jawab dalam Tanggung jawab melaporkan dan merupakan sebuah sifat merencanakan tahapan yang harus dimiliki oleh program selanjutnya sesuai seorang Aparatur Sipil dengan masukan dan Negara. Tanpa adanya rasa. 51.

(61) arahan dari mentor akan membuat kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.. tanggung jawab pelaksanaan kegiatan tidak akan dapat terlaksana dengan baik.. b. Nasionalisme Dalam melaksanakan konsultasi dengan mentor dilaksanakan dengan metode musyawarah. Dengan adanya musyawarah untuk mencapai mufakat akan dapat menyamakan persepsi sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.. b. Nasionalisme Musyawarah dilaksanakan untuk dapat mendapatkan hasil yang terbaik. Tanpa adanya keinginan untuk menerima masukan dan saran dari orang lain tidak akan menghasilkan pekerjaan yang terbaik karena tidak diperoleh kesepakatan antara kedua belah pihak.. c. Etika Publik Berlaku sopan dan santun saat melakukan penyampaian rancangan aktualisasi kepada atasan akan membuat komunikasi yang dilakukan berjalan dengan baik.. c. Etika Publik Perilaku sopan dan santun jika tidak dilaksanakan akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan baik sehingga akan dapat mengakibatkan kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.. d. Komitmen Mutu d. Komitmen Mutu Inovasi merupakan hal yang Tanpa adanya inovasi akan perlu dilakukan untuk dapat membuat mutu pelayanan meningkatkan kualitas tidak menjadi lebih baik lagi pelayanan kepada sehingga kegiatan hanya masyarakat. Hal ini berjalan stagnan tanpa bertujuan untuk dapat adanya perbaikan ke melakukan perbaikan pada depannya. kekurangan yang ada dalam suatu pelayanan. e. Anti Korupsi Berani untuk mengutarakan rancangan kegiatan aktualisasi kepada mentor dan jujur dalam mencatat. e. Anti Korupsi Tanpa adanya kejujuran dalam mencatat arahan dari mentor akan membuat kegiatan tidak dapat. 52.

Gambar

Tabel 1. Analisis USG
Tabel 2. Data Jumlah Kepala Keluarga Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II
Tabel 3. Data Jumlah Penduduk Wilayah Kerja UPT Puskesmas Godean II
Tabel 1. Analisis USG
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini mengetahui kinerja Apoteker terhadap waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan pasien Jamkesmas rawat jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum

Laporan Evaluasi Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru dan/ atau Kepala

Apa peran apoteker dalam Komite Farmasi dan Terapi (KFT), secara khusus dalam seleksi obat di Rumah Sakit Bethesda?.. Bagaimana pengelolaan perbekalan farmasi (obat,

PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING PERORANGAN.. Hari / Tanggal

Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional yaitu mengukur atau mengumpulkan data tentang persepsi apoteker terhadap pelaksanaan

Adam Malik dilakukan oleh apoteker baik secara mandiri untuk mengamati kondisi klinis pasien secara langsung, mengkaji masalah terkait obat, memantau terapi obat dan reaksi obat

Frekuensi dari kegiatan konseling dan pelayanan informasi obat yang telah dilakukan di Apotek Kimia Farma 27 dapat ditingkatkan jika ada apoteker yang memberikan konseling

Ruang lingkup farmasi klinik mencakup fungsi farmasi yang dilakukan dalam program rumah sakit yaitu pemantauan terapi obat (PTO), evaluasi penggunaan obat (EPO),